cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknik ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik ITS merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi mahasiswa ITS yang hendak mempublikasikan hasil Tugas Akhir-nya dalam bentuk studi literatur, penelitian, dan pengembangan teknologi. Jurnal ini pertama kali terbit pada September 2012, dimana setiap tahunnya diterbitkan 1 buah volume yang mengandung tiga buah issue.
Arjuna Subject : -
Articles 3,978 Documents
Perancangan Zeta Converter yang dilengkapi Power Factor Correction pada Aplikasi Pengaturan Kecepatan Motor Brushless DC Adhika Prajna Nandiwardhana; Heri Suryoatmojo; Mochamad Ashari
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (727.561 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.16099

Abstract

Penggunaan motor brushless DC telah banyak digunakan dalam berbagai bidang seperti peralatan rumah tangga maupun industri dikarenakan motor ini memiliki struktur yang sederhana, efisiensi dan torsi yang tinggi, serta menggunakan konsep komutasi elektris yang berbeda dari motor DC lainnya. Namun pengoperasian pada umumnya yang menggunakan sumber AC, penyearah serta inverter membuat tingginya nilai harmonisa arus (THD) sebesar 73,33% dan power factor sebesar 0,803 dimana nilai ini kurang baik dalam pengaplikasiannya. Pada penelitian ini akan dikaji mengenai proses power factor correction yang mereduksi harmonisa arus (THD) sumber AC dengan menggunakan zeta converter dalam pengaplikasian motor brushless DC, serta pengoperasian motor dengan mengamati respon motor terhadap kecepatan referensi yang berubah-ubah dan mengamati kestabilan motor terhadap pembebanan yang bervariasi. Dalam menerapkan metode yang dilakukan pada penelitian ini, pengoperasian motor brushless DC yang telah dirancang dapat bekerja dengan baik meliputi respon motor yang dapat mengikuti kecepatan referensi yang berubah-ubah, serta kestabilan motor dalam mempertahankan kecepatannya pada pembebanan yang bervariasi. Proses power factor correction dapat meningkatkan kualitas daya pada berbagai kecepatan dan mode penerapan yang berbeda-beda, dimana peningkatan tersebut membuktikan kinerja yang baik dalam sistem ini dan memiliki nilai kualitas daya yang baik.
Desain dan Implementasi Penaik Tegangan Menggunakan Kombinasi KY Converter dan Buck-Boost Converter Bustanul Arifin; Heri Suryoatmojo; Soedibjo Soedibjo
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (806.691 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.16100

Abstract

Dewasa ini pengembangan, kebutuhan akan sumber energi terbarukan, dan penggunaan energi terbarukan (renewable energy) semakin menjadi hal yang sangat penting. Karena energi terbarukan dapat digunakan sebagai sumber energi yang digunakan untuk membangkitkan sistem pembangkit tersebar dan pembantu energi utama. Salah satu energi yang terbarukan yang digunakan untuk sistem pembangkitan adalah energi dari sinar matahari. Namun ketika intensitas cahaya matahari yang berubah-ubah mengakibatkan arus DC yang keluar dari solar sel berubah ubah, oleh karena itu dibutuhkannya suatu perangkat teknologi yang mampu menaikkan tegangan jika intensitas cahaya matahari menurun yaitu menggunakan konverter DC–DC. Pada penelitian ini didesain dan diimplementasikan topologi konverter DC–DC kombinasi konverter KY dan konverter buck-boost yang digunakan untuk menaikkan tegangan DC yang dikeluarkan panel solar sel. Hasil implementasi menunjukkan konverterdapat bekerja dengan respon waktu pensaklaran yang cepat. Selaitu konverter dapat bekerja pada rentang tegangan masukkan yang berbeda dan memiliki rasio konversi tegangan masukan yang hingga 7,16 kali dengan efisiensi 81,18% pada daya beban 90%.
USING OF RANDOM DRIFT PARTICLE SWARM OPTIMIZATION (RDPSO) ALGORITHM ON ECONOMIC DISPATCH CONSIDERING WIND ELECTRICAL POWER FOR EMISSION REDUCTION Mikhael Vidi Santoso; Rony Seto Wibowo; Adi Soeprijanto
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (554.592 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.16104

Abstract

Optimization technique is a treatment to increase the value of efficiency and effectiveness of an industrial system and for obtaining an objective optimal of system. Optimization technique, itself, is used in industrial sector a lot enough, particularly in the fields of energy industry, where other industries sector, such as manufacturing, transportation, and telecommunications, including the provision. As user optimization technique within period of quite long time, energy industry facing a wide range of issues, such as climate change, the use of tissues and reliability, the repeated construction of a system, and many more. Optimization technique helps companies in the field of energy through these issues with a better way and faster decisions. Economic dispatch (or ED) is one of the main problems towards energy companies. Economic dispatch (ED) is essential in control and power system. On this Final Project, the method offered is a method of modification of Particle Swarm Optimization, namely Random Drift Particle Swarm Optimization (RDPSO) Algorithm. RDPSO could produce the power 0.15% more efficient and 78% faster to reach the convergent point.
Analisis Persebaran Medan Listrik Pada Lightning Arrester 20kV Menggunakan Finite Element Method A A Gd Dharma Putera; I Made Yulistya Negara; Daniar Fahmi
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (952.481 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.16107

Abstract

Lightning Arrester adalah perangkat semikonduktor yang digunakan dalam sistem tenaga listrik untuk melindungi peralatan terhadap petir dan switching tegangan lebih. Alat pelindung terhadap gangguan petir ini berfungsi melindungi peralatan sistem tenaga listrik dengan membatasi tegangan lebih yang datang dan mengalirkannya ke tanah. Arrester tidak akan bekerja pada keadaan normal melainkan akan bekerja pada saat adanya tegangan impuls yang datang pada arrester. Dalam penggunaanya arrester ini akan menimbulkan medan pada permukaan arrester. Pada tugas akhir ini dilakukan pemodelan untuk menganalisa persebaran medan listrik pada arrester tersebut. Analisa pemodelan medan listrik membantu dalam mengetahui pengaruh dari itensitas medan maksimum dalam arrester baik dalam kondisi normal maupun transien. Metode yang digunakan adalah simulasi yang berbasis pada FEM (finite element method). Serta membandingkan kondisi medan listrik pada permukaan arrester dalam keadaan normal, terkontaminasi air garam, saat terdapat rongga udara dan terkontaminasi debu. Nilai medan listrik yang didapatkan pada saat diberi arus impuls sangat kecil dibandingkan dengan saat diberikan tegangan nominal karena saat terkena arus impuls tegangannya sangat kecil atau mendekati nol.
DESAIN DAN IMPLEMENTSI SOFT SWITCHING BOOST KONVERTER DENGAN SIMPLE AUXILLARY RESONANT SWITCH (SARC) Dimas Bagus Saputra; Heri Suryoatmojo; Arif Musthofa
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1093.426 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.16112

Abstract

Boost konverter merupakan penaik tegangan DC ke tegangan DC yang mempunyai tegangan output yang lebih tinggi dibanding inputnya. Penggunaan boost konverter diera modern semakin meningkat dan dibuat dengan dimensi yang lebih kecil, berat yang lebih ringan dan efisiensi yang lebih tinggi dibanding dengan boost konverter generasi terdahulu. Tetapi rugi-rugi periodik saat on/off meningkat. Untuk meraih kriteria tersebut, teknik hard switching boost konverter berevolusi menjadi teknik soft switching dengan menambah rangkaian simple auxiliary resonant circuit (SARC). Karena penambahan rangkaian SARC tersebut konverter bekerja pada kondisi zero-voltage switching switch (ZVS) dan zero current switch (ZCS), sehingga saklar semikonduktor tidak bekerja secara hard switching lagi. Pada penelitian ini akan di desain dan diimplementaskan soft switching boost konverter dengan SARC. Kelebihan dari soft switching boost konverter dengan SARC adalah mempunyai efisiensi yang lebih tinggi dibanding dengan boost konverter konventional. Dari hasil implementasi menunjukkan konverter yang diajukan telah meraih zero voltage switch (ZVS). Sehingga boost konverter zero voltage switch (ZVS) bisa diaplikasikan pada sistem power suplay yang membutuhkan efisiensi energi yang tinggi terutama pada daya yang tinggi.
Studi Analisis dan Mitigasi Harmonisa pada PT. Semen Indonesia Pabrik Aceh Stefanus Suryo Sumarno; Ontoseno Penangsang; Ni Ketut Aryani
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (634.529 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.16118

Abstract

PT. Semen Indonesia merupakan salah satu perusahaan dalam negeri yang bergerak di bidang produksi semen. PT. Semen Indonesia sedang mendirikan pabrik baru di Aceh. PT. Semen Indonesia menggunakan motor-motor induksi dalam proses produksi semen. Untuk mengendalikan kecepatan putaran motor-motor induksi tersebut diperlukan VFD (Variable Frequency Drive). VFD merupakan salah satu beban non linear sehingga penggunaanya akan menimbulkan munculnya harmonisa pada sistem kelistrikan di pabrik ini. Harmonisa jika dibiarkan terus-menerus akan menimbulkan masalah pada peralatan listrik lainnya seperti transformator, motor, dan kabel. Masalah-masalah tersebut pada akhirnya berujung pada kerugian ekonomi. Oleh karena itu perlu dilakukan studi harmonisa dan mitigasi untuk mengurangi harmonisa pada PT. Semen Indonesia Pabrik Aceh. Mitigasi harmonisa dilakukan dengan pemasangan filter single tuned. Filter yang dipasang berhasil meredam harmonisa dan memperbaiki faktor daya. Nilai THD V dan THD I di bus MV dibawah 5%. Simulasi dan analisis dilakukan dengan menggunakan software ETAP 12.6.
Analisa Stabilitas Transien Pada Sistem Transmisi Sumatera Utara 150 kV - 275 kV dengan Penambahan PLTA Batang Toru 4 x 125 MW Danar Tri Kumara; Ontoseno Penangsang; Ni Ketut Aryani
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.975 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.16119

Abstract

Sistem kelistrikan Sumatera Utara yang dipasok dengan menggunakan sistem Transmisi 150 kV dan 275 kV merupakan sistem transmisi dengan pusat beban terbesar di Sumatera. Dalam upaya memenuhi kebutuhan listrik, sesuai dengan RUPTL, Sistem Transmisi Sumatera Utara akan mengoperasikan PLTA Batang Toru dengan kapasitas 4 x 125 MW pada tahun 2020. Karena potensi sumber energi yang cukup besar di Sumatera Utara adalah tenaga air dan panas bumi.  Dengan penambahan PLTA Batang Toru 4 x 125 MW, perlu dilakukan studi kestabilan transien untuk mengetahui kestabilan sistem saat terjadi gangguan transien. Dari hasil simulasi menunjukkan bahwa case lepasnya generator, lepasnya satu saluran dan saluran ganda tidak menyebabkan sistem keluar dari batas stabil. Karena ketika generator lepas, daya supply yang hilang hanya 5-8% dari total pembangkitan. Begitu juga dengan kasus single pole auto reclosing dengan waktu Circuit Breaker kembali tertutup sebesar 500 ms setelah gangguan, hasil respon sudut rotor, frekuensi dan tegangan menunjukkan sistem masih stabil. Pada penentuan waktu pemutusan kritis (CCT), nilai CCT pada sistem 2018 dapat ditemukan pada 120 ms – 140 ms (batas rekomendasi CCT sistem besar). Sedangkan pada sistem 2020 tetap dalam keadaan stabil ketika terjadi gangguan hubung singkat 3 fasa . Sehingga penentuan CCT (Critical Clearing Time) melebihi dari batas rekomendasi nilai CCT untuk sistem besar.
OPTIMASI ALIRAN DAYA SATU PHASA PADA SISTEM DISTRIBUSI RADIAL 33 BUS IEEE DAN SISTEM KELISTRIKAN PT. SEMEN INDONESIA ACEH UNTUK MEMINIMASI KERUGIAN DAYA DAN DEVIASI TEGANGAN MENGGUNAKAN KAPASITOR Achmad Erfan Prihadana; Ontoseno Penangsang; Ni Ketut Aryani
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (725.578 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.16120

Abstract

Kebutuhan akan energi listrik terus meningkat seiring dengan perkembangan teknologi dan pertambahan penduduk. Sedangkan kualitas sistem distribusi tenaga listrik yang semakin kompleks dan luas masih memiliki kekurangan yang menyebabkan deviasi tegangan dan kerugian daya terus meningkat. Untuk menjaga atau meningkatkan level tegangan menurunkan jumlah rugi daya pada sistem distribusi radial, terdapat teknik-teknik seperti pemasangan kapasitor yang tepat pada jaringan distribusi radial. Pada tugas akhir ini dilakukan penelitian tentang pemasangan kapasitor dengan menggunakan metoda Particle Swarm Optimization (PSO) untuk meminimalkan deviasi tegangan dan meminimalkan kerugian daya dengan fungsi normalisasi yang diujikan pada sistem distribusi radial 33 bus IEEE dan sistem kelistrikan PT. Semen Indonesia Aceh. Dari hasil pengujian yang diperoleh, metode yang paling efektif dalam menentukan nilai dan lokasi kapasitor untuk memperoleh rugi daya aktif dan deviasi tegangan adalah metode = 0,3 dan = 0,7. Pada basis sistem distribusi radial 33 bus IEEE, rugi daya aktif pada sistem menjadi sangat minimal yakni sebesar 139,82 KW dan deviasi tegangan pada sistem menjadi sangat minimal yakni sebesar 6,77%. Pada sistem kelistrikan PT. Semen Indonesia Aceh rugi daya aktif pada sistem menjadi sangat minimal yakni sebesar 640,01 KW dan deviasi tegangan 10,62%.
PENYEDERHANAAN ANALISA BAHAYA ARC FLASH MENGGUNAKAN KURVA BATASAN ENERGI PADA BANDARA INTERNASIONAL JUANDA Yoga Firdaus; Margo Pujiantara; Arif Musthofa
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (545.588 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.16121

Abstract

Teknik penyederhanaan analisis digunakan untuk penentuan personal protective equipment (PPE) dari bahaya busur api (arc-flash) dengan berdasarkan IEEE std. 1584-2002 dan overcurrent protective device (OCPD). Tidak seperti persamaan penyederhanaan dalam IEEE 1584, teknik analisis ini berpotensi dapat diterapkan untuk semua jenis perangkat pelindung arus lebih pada setiap sistem kelistrikan yang berada dalam jangkauan persamaan empiris IEEE 1584. Saat sebuah metode tidak tepat menghitung tingkat energi insiden dan batas pelindung api (flash-protection) pada bus, maka tidak dapat menentukan tingkat PPE yang dibutuhkan secara akurat dan batas jarak pelindung api (flash-protection) yang maksimal untuk memungkinkan pekerja melindungi diri secara memadai terhadap bahaya busur api. Studi aktual mengenai penyederhanaan analisa busur api dilakukan pada Bandara Internasional Juanda. Pada hasil akhir dari analisa busur api dengan menggunakan metode kurva batasan energi didapatkan proses penentuan kategori PPE yang lebih singkat daripada standart IEEE 1584-2002.
Unit Commitment Pada Sistem Pembangkitan Tenaga Angin Untuk Mengurangi Emis Menggunakan Particle Swarm Optimization Muhammad Arindra; Rony Seto Wibowo; Dedet Candra Riawan
Jurnal Teknik ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (535.919 KB) | DOI: 10.12962/j23373539.v5i2.16122

Abstract

ABSTRAK Permintaan daya listrik yang terus bertambah menyebabkan daya listrik yang disuplai oleh pembangkit menjadi lebih besar. Kondisi beban yang harus disuplai pembangkit selalu berubah-ubah tiap waktunya, maka penyaluran energi listrik haruslah sesuai antara energi yang terbangkitkan oleh pembangkit dengan jumlah beban yang harus disuplai untuk memperoleh biaya pembangkitan yang paling ekonomis. Pada Tugas Akhir ini untuk mendapatkan biaya yang ekonomis akan dilakukan penjadwalan pembangkit yang optimal. Penjadwalan pembangkitan bertujuan untuk mendapatkan biaya operasional yang minimum tetapi tetap dapat memenuhi permintaan beban yang ada. Penggunaan generator dengan bahan bakar fosil dapat memberikan efek pencemaran lingkungan akibat emisi sisa dari pembakaran. Melihat permasalahan yang ada, penggunaan turbin angin, merupakan solusi yang tepat. Penggunaan turbin angin amat bermanfaat untuk mengurangi emisi yang dihasilkan oleh generator konvensional. Selain dapat mengurangi emisi yang dihasilkan, penggunaan turbin angin dapat mengurangi biaya operasional, karena penggunaan turbin angin tidak memerlukan energi fosil sebagai bahan bakar.

Page 92 of 398 | Total Record : 3978