Articles
31 Documents
Search results for
, issue
"Vol 3, No 1 (2014)"
:
31 Documents
clear
Analisis Komposisi Fasa Komposit Keramik Berbasis SiO2-MgO dengan Penambahan B2O3 Pada Temperatur Sinter 1150C
Fahad Fahad;
Suminar Pratapa
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (341.001 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v3i1.5350
Komposit keramik berbasis SiO2-MgO menggunakan pasir Tanah Laut sebagai bahan baku dengan penambahan variasi B2O3 telah berhasil disintesis. Tujuan penambahan B2O3 adalah untuk meningkatkan densitas dan mereduksi porositas. Komposit dibuat dengan cara mencampurkan serbuk pasir Tanah Laut dan MgO dengan penambahan massa B2O3 sebesar 0%, 4,8%, dan 9,1% (berat) diaduk menggunakan mortar selama 30 menit. Campuran serbuk dicetak dalam bentuk pelet silinder dengan tekanan 4.500 N kemudian disinter pada temperatur 1150°C untuk membentuk komposit keramik padat. Identifikasi fasa dilakukan menggunakan X-Ray Diffractometer (XRD). Data XRD dianalisis secara kualitatif menggunakan Match!2 dan secara kuantitatif menggunakan Rietica. Hasil analisis data XRD menunjukkan bahwa pada temperatur sinter 1150°C tanpa B2O3 fasa yang ditemukan adalah kuarsa, forsterit dan enstatit. Sedangkan pada penambahan 4,8% dan 9,1% B2O3 fasa yang ditemukan kuarsa dan protoenstatit. Komposit mengalami penyusutan diameter maksimal sebesar 5.4(1)% pada 9,1% B2O3. Dari pendekatan RoM dalam analisis komposisi fasa maka nilai KET sampel-sampel komposit tersebut dapat dikategorikan sebagai kandidat seal fuel cell.
Pengaruh Variasi Temperatur Kalsinasi pada Struktur Silika
Chaironi Latif;
Triwikantoro Triwikantoro;
Munasir Munasir
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (327.205 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v3i1.5563
Dalam penelitian ini telah dibuat mikrosilika dan silika amorf yang dikalsinasi dengan variasi temperatur 800oC, 1000oC dan 1200oC. Bahan dasar yang digunakan adalah pasir silika berfasa quartz dari pantai Bancar, Tuban, Jawa Timur yang dimurnikan dengan menggunakan HCl. Tahapan yang dilakukan adalah sintesis, kalsinasi, dan kopresipitasi mikrosilika, serta kalsinasi silika amorf. Karakterisasi SiO2 menggunakan X-Ray Diffractometer (XRD). Fasa quartz terbentuk dari kalsinasi mikrosilika pada temperatur 800oC dan 1000oC, sedangkan fasa quartz dan cristobalite rendah terbentuk pada temperatur 1200oC. Silika amorf terbentuk dari kopresipitasi mikrosilika terkalsinasi, hal ini menyatakan bahwa proses kalsinasi mikrosilika tidak mempengaruhi fasa yang dihasilkan ketika mikrosilika terkalsinasi dikopresipitasi. Fasa tridymite dan critobalite terbentuk dari kalsinasi silika amorf pada temperatur 1000oC dan 1200oC, sedangkan pada temperatur 800oC terbentuk silika amorf dengan lebar puncak yang lebih kecil dibandingkan dengan silika amorf yang tidak dikalsinasi.
Analisa Rugi Tegangan Makrobending Serat Optik Multimode FTP 320-10 terhadap Pengaruh Pembebanan dengan Menggunakan Variasi Diameter Lilitan
Akbar Sujiwa;
Endarko Endarko
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (464.523 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v3i1.5702
Analisa rugi tegangan makrobending serat optik multimode FTP 320-10 terhadap pengaruh pembebanan menggunakan variasi jumlah dan diameter lilitan telah berhasil dilakukan. Penelitian ini menggunakan sumber cahaya LED dan photodioda untuk menganalisa rugi tegangan yang dihasilkan. Proses analisa dilakukan dengan membuat lilitan dari serat optik dengan variasi diameter 3, 4, dan 5 cm dengan jumlah lilitan tetap sebanyak 3lilitan. Metode perpercobaan dilakukan dengan memberikan beban tiap 100 g sampai mencapai beban maksimum sebesar 2000 g. Hasil analisa menunjukkan bahwa pembebanan maksimum 1500 g dapat tercapai ketika sistem dengan jumlah lilitan 3 serta diameter 3 dan 4 cm. Sementara itu untuk rugi tegangan maksimum 204 mV terjadi pada sistem dengan jumlah liltan 3 dan diameter 3 cm. Sedangkan uji histeris untuk melihat rugi tegangan pada analisa pembebanan naik dan turun menghasilkan nilai sebesar 48 mV juga terjadi pada serat optik dengan jumlah lilitan 3 dan diameter 3 cm.
Analisa Pola Bidang Sesar Pada Zona Subduksi di Wilayah Sumatera Barat dari Event Gempa Pada Tahun 2013
Muhammad Mifta Hasan;
Bagus Jaya Santosa
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (350.623 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v3i1.5717
Penelitian ini membahas tentang penentuan momen tensor dan focal mechanism serta slip dari sesar yang ada di wilayah Sumatera Barat yang diakibatkan oleh Sesar Mentawai dan gerakan Lempeng Eurasia dan Indo-Australia di zona subduksi. Program yang digunakan dalam pengolahan data adalah ISOLA-GUI, dan untuk menggambarkan sesarnya menggunakan program hcplot serta GMT. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa untuk gempa yang diakibatkan oleh Sesar Mentawai mempunyai pola sesar reverse fault dan gempa yang diakibatkan oleh gerakan lempeng di zona subduksi mempunyai pola sesar dip-slip. Besar momen tensor yang dihasilkan untuk tiap komponennya adalah M11 = 3.328 exp15 sampai 1.165 exp18, M22 = 3.195 exp15 sampai 0.805 exp18, M33 = 6.523 exp15 sampai 1.970 exp18, M31 = 5.965 exp15 sampai 5.564 exp18, M32 = 3.617 exp15 sampai 4.253 exp18, dan M12 = 3.587 exp15 sampai 1.100 exp18. Sedangkan untuk besar slip rata-rata dari event gempa di Sumatera Barat pada tahun 2013 di zona subduksi sebesar 198 meter dan di Sesar Mentawai sebesar 113 meter.
Sintesis dan Karakterisasi Serbuk SiO2 dengan Variasi pH dan Molaritas Berbahan Dasar Pasir Bancar, Tuban
Nanda Iriawan Ramadhan;
Munasir Munasir
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (79.874 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v3i1.5721
Dalam Tugas Akhir ini telah disintesis serbuk silika dengan variasi konsentrasi larutan Sodium Hidroxyde (NaOH) dan pH akhir kopresipitasi. Bahan dasar yang digunakan adalah pasir silika dari pantai Bancar, Tuban, Jawa Timur, Indonesia yang sudah dimurnikan menggunakan metode leaching, NaOH, HCl, dan aquades. Karakterisasi struktur SiO2 menggunakan X-Ray Diffractometer (XRD) dengan fasilitas software High Score Plus (HSP). Berdasarkan hasil analisis, ditunjukkan bahwa SiO2 yang terbentuk amorf kemurnian Si pada serbuk silika meningkat dibandingkan dengan pasir alam.
Eksplorasi Mikoriza Vesikular Arbuskular (MVA) Indigenous pada Tanah Aluvial di Kabupaten Pamekasan Madura
Ni Kadek Marina Dwi Cahyani;
Sri Nurhatika;
Anton Muhibuddin
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (202.283 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v3i1.5525
Mikoriza merupakan simbion mutualistik antara jamur dengan akar tanaman. Kondisi lingkungan yang bervariasi di Indonesia dapat memungkinkan beranekaragamnya komposisi genus mikoriza pada suatu lahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi genus mikoriza vesikular arbuskular indigenous apa sajakah yang diperoleh dari jenis tanah aluvial di Pamekasan Madura.Tanah aluvial diisolasi menggunakan metode tuang saring basah dilanjutkan dengan teknik sentrifugasi sukrosa. Identifikasi dilakukan dengan menggunakan buku panduan Working with Mycorrhizas in Forestry and Agriculture.Hasil penelitian menunjukkan genus mikoriza vesikular arbuskular yang ditemukan tergolong ke dalam tiga genus yaitu Glomus, Gigaspora, dan Acaulospora. Jumlah spora mikoriza tertinggi diperoleh di Pademawu sebesar 11 spora/100 gr dengan 5 tipe genus Glomus, 3 tipe genus Acaulospora dan 3 tipe genus Gigaspora. Sedangkan di Pamekasan sebesar 7 spora/100 gr dengan 6 tipe genus Glomus dan 1 tipe genus Gigaspora. Dan di Tlanakan 9 spora/100 gr dengan 5 tipe genus Glomus dan 4 tipe genus Acaulospora
Eksplorasi Mikoriza Vesikular Arbuskular (MVA) Indigenous pada Tanah Regosol di Pamekasan, Madura
Siti Nurhalimah;
Sri Nurhatika;
Anton Muhibuddin
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (141.229 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v3i1.5526
Mikoriza merupakan simbiosis mutualistik antara jamur dengan akar tanaman. Kondisi lingkungan yang bervariasi di Indonesia seperti jenis tanah dapat memungkinkan beranekaragamnya jenis mikoriza pada suatu lahan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui genus Vesikular Arbuskular Mikoriza (MVA) indigenous pada jenis tanah regosol di Pamekasan Madura. Pengambilan sampel dilakukan secara acak. Dari hasil isolasi sampel tanah melalui proses penyaringan basah dan bertingkat dan dilanjutkan teknik sentrifugasi sukrosa, maka di kecamatan Larangan ditemukan tiga genus spora MVA yaitu genus Glomus, Acaulospora dan Gigaspora dengan jumlah spora sebanyak 7 spora/100 gram tanah yang terdiri dari 3 spora Glomus, 2 spora Acaulospora dan 2 spora Gigaspora. Kecamatan Palengaan ditemukan sebanyak 9 spora/100 gram tanah dengan jumlah Glomus 3 spora, Gigaspora 5 spora dan Acaulospora 1 spora. Serta di kecamatan Pegantenan ditemukan sebanyak 6 spora/100 gram tanah yang terdiri dari Glomus 2 spora dan Gigaspora 4 spora.
Pengaruh HgCl2 terhadap Viabilitas Bacillus S1 dan Potensi Enzim Pendegradasi Senyawa Organik
Wahyu Dewi Iftita;
Maya Shovitri;
Enny Zulaika
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (291.325 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v3i1.5528
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui viabilitas Bacillus S1 terhadap paparan HgCl2 2,5 mg/L selama 36 jam dan aktivitas enzim amilase, protease, selulase dan lipase. Penentuan viabilitas dilakukan dengan menghitung CFU Bacillus S1 yang ditumbuhkan pada medium NA setelah terpapar HgCl2 2,5 mg/L dengan metode pour plate, sedangkan aktivitas enzim ditentukan dengan menumbuhkan Bacillus S1 pada medium spesifik dan diamati zona bening yang terbentuk di sekitar koloni. Hasil penelitian menunjukkan bahwa viabilitas Bacillus S1 terhadap paparan HgCl2 2,5 mg/L mengalami penurunan dalam kurun waktu 36 jam dari 4,7 × 108 CFU/ml menjadi 0,6 × 108 CFU/ml. Bacillus S1 mampu menghasilkan enzim amilase, protease dan selulase.
Laju Dekomposisi Serasah Daun Trembesi (Samanea saman) dengan Penambahan Inokulum Kapang
Aisyah Maulida Hanum;
Nengah Dwianita Kuswytasari
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (233.753 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v3i1.5529
Serasah dedaunan merupakan hasil dari aktifitas alami tumbuhan. Serasah daun dapat terurai secara alami, namun membutuhkan waktu yang lama. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan laju dekomposisi serasah daun Trembesi, serta mendapatkan variasi kapang yang paling efektif untuk proses dekomposisi serasah daun. Isolat kapang yang digunakan adalah Trichoderma sp.1, Pennicilium sp.3 dan Gliomastix sp.2, serta variasi konsorsium diantara kapang-kapang tersebut. Kemudian dihitung nilai laju dekomposisinya menggunakan persamaan Olson [1], lalu dianalisa dengan ANOVA Two Ways. Variasi inokulum kapang paling efektif untuk proses dekomposisi serasah pada daun Trembesi (Samanea saman), adalah perlakuan C4 (variasi isolat kapang Pennicilium sp.3 dan Gliomastix sp.2), dengan nilai 0,01382.
Isolasi dan Identifikasi Yeast dari Rhizosfer Rhizophora mucronata Wonorejo
Naning Widiastutik;
Nur Hidayatul Alami
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (235.187 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v3i1.5612
Yeast merupakan mikroorganisme uniseluler eukaryotik yang bersifat saprofit atau parasit serta memiliki sifat antimikroba dan lebih bisa tahan terhadap stres lingkungan. Eksplorasi yeast di kawasan mangrove indonesia belum banyak dilakukan, terutama di daerah rhizofer Rhizophora mucronata Wonorejo. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi yeast dari rhizosfer R. Mucronata Wonorejo hingga tingkat genus. Yeast diidentifikasi berdasarkan karakteristik morfologi makroskopis dan mikroskopis, reproduksi seksual, serta ciri fisiologis dan biokimianya. Pada penelitian ini diperoleh 19 isolat yang diidentifikasikan ke dalam 6 genus, yakni Candida, Saccharomyces, Pichia, Hansenula, Debaryomyces, dan Torulaspora