cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sains dan Seni ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Arjuna Subject : -
Articles 48 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2015)" : 48 Documents clear
Efektivitas Penggunaan Bioetanol Sari Buah Semu Jambu Mete (Anacardium occidentale L.) Terhadap Lama Pembakaran Kompor Bioetanol Astrid Rizka Raysendi; Sri Nurhatika; Anton Muhibuddin
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1607.977 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v4i1.8696

Abstract

Bioetanol merupakan bahan bakar alternatif ramah lingkungan dan sifatnya terbarukan. Jambu mete (Anacardium occidentale L.) merupakan tanaman berpotensial sebagai bahan baku bioetanol melalui buah semunya. Buah semu jambu mete mengandung karbohidrat sebanyak 15,8 gram per 100 gram buah semu. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bioetanol yang efektif dari sari buah semu jambu mete terhadap lama pembakaran kompor bioetanol. Dari hasil penelitian, didapatkan etanol hasil destilasi dengan kadar 90% dan 70%. Data menunjukkan kecepatan pendidihan air menggunakan bahan bakar etanol 90% dengan waktu 17 menit 5 detik, bahan bakar etanol 70% dengan waktu pendidihan 21 menit 22 detik, hal ini dipahami karena nilai kalor dari etanol 90% masih lebih tinggi dari etanol 70%. Sedangkan untuk bahan bakar minyak tanah dengan waktu pendidihan 28 menit 7 detik. Jadi, berdasarkan data yang diperoleh, bioetanol yang paling efektif terhadap lama pembakaran kompor bioetanol yaitu bioetanol kadar 90%
Efektivitas Penggunaan Bioetanol dari Limbah Padat Alang-Alang (Imperata cylindrica (L) Beauv.) Terhadap Lama Pembakaran Kompor Bioetanol Dyah Agustina; Sri Nurhatika; Anton Muhibuddin
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1990.154 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v4i1.8699

Abstract

Alang-alang (Imperata cylindrica (L.) Beauv.), merupakan tanaman pengganggu pada tanaman padi, tebu, jagung, dan sebagainya. Namun, tanaman ini mengandung bahan selulosa yang dapat dikonversi menjadi gula sederhana, sehingga dapat dijadikan sumber bahan baku ethanol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ethanol yang berasal dari bahan baku alang-alang  (Imperata cylindrica (L.) Beauv.) terhadap lama pembakaran dan titik didih kompor bioetanol. Konsentrasi ethanol 70%, 90% dan 93% digunakan sebagai variasi perlakuan untuk memperoleh ethanol yang efektif sebagai bahan bakar kompor bioetanol. Pada penelitian ini proses pretreatment dilakukan secara mekanis, fisik dan kimiawi terlebih dahulu dengan cara penjemuran, penggilingan dan perendaman NaOH. Selanjutnya proses sakarifikasi menggunakan enzim StargenTM 002 (no cook), lalu fermentasi dengan menambahkan urea, NPK, serta Saccharomyces cereviseae. Dari hasil ini diperoleh bahwa alang-alang yang difermentasi terbukti mampu menghasilkan ethanol sebanyak 600 ml konsentrasi 93% dari hasil destilasi. Ethanol konsentrasi 93% diencerkan menjadi konsentrasi 70% dan 90 %. Dari hasil uji lama pembakaran pada kompor bioetanol dan pengamatan titik didih didapati bahwa ethanol pada konsentrasi 93% adalah perlakuan terbaik untuk bahan bakar kompor bioetanol
Pola Persebaran Burung Pantai di Wonorejo, Surabaya sebagai Kawasan Important Bird Area (IBA) Putri Ayu Jannatul Firdaus; Aunurohim Aunurohim
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2386.084 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v4i1.8726

Abstract

Setiap tahunnya, lebih dari satu juta burung pantai bermigrasi ke dan dari Australia. Sementara Indonesia dengan lebih dari 17.000 ribu pulaunya, terletak diantara daratan Australia dan Asia. Kondisi tersebut membuat Indonesia menjadi salah satu kawasan transit bagi burung-burung pantai tersebut saat melakukan perjalanan panjang mereka; karena Indonesia diketahui mendukung tersedianya habitat yang mendukung kehidupan burung pantai tersebut; salah satunya kawasan ekowisata mangrove, Wonorejo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola sebaran burung pantai di Wonorejo, Surabaya. Penelitian ini dilakukan pada musim migran burung pantai antara bulan April – Juni 2014. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah belt transect dengan area pengamatan adalah pertambakan Wonorejo Surabaya hingga ke arah Pantai. Data dianalisis menggunakan metode Persebaran Poisson. Dari penelitian selama di lapangan, ditemukan 7 spesies burung pantai dari 3 famili. Hasil analisa menggunakan indeks Poisson pola persebaran burung pantai di Wonorejo memiliki pola sebaran mengelompok
Komunitas Ikan Karang pada Tiga Model Terumbu Buatan (Artificial Reef) di Perairan Pasir Putih Situbondo, Jawa Timur Ahmad Yanuar; Aunurohim Aunurohim
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3247.391 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v4i1.8947

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui kondisi komunitas ikan karang pada berbagai model terumbu buatan (Artificial Reef) di perairan Pantai Pasir Putih, Situbondo. Pengambilan data dilakukan pada 3 tipe terumbu buatan dengan bentuk kubus piramida (KP), kubus tersebar (KT) dan Reefball (RB), waktu pengamatan dilakukan sebanyak 3 kali selama 3 bulan. Hasil dari pengambilan data ikan karang pada ketiga terumbu buatan tersebut didapatkan sebanyak 72 spesies dengan komposisi terbanyak terdapat pada terumbu buatan RB sebanyak 44 spesies, sedangkan untuk kelimpahan tertinggi terdapat pada terumbu buatan KP dengan ditemukan 1243 individu. Seluruh spesies yang ditemukan termasuk kelompok yang memiliki sifat berasosiasi dengan ekosistem terumbu karang. Nilai keanekaragaman di ketiga lokasi tersebut termasuk sedang, berkisar antara 2,643-2,904. Didukung dengan nilai dominansi yang sangat kecil 0,077-0,108. Ketertarikan ikan pada terumbu buatan tersebut terlihat berkorelasi positif dengan jumlah lubang, panjang, tinggi dan volume dari terumbu buatan
Penerapan Tema “Kontras Harmoni” dalam Proses Rancang Resort Tepi Pantai di Bawean Tuffahati, Deasy; Soelistijowati, Murtijas
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v4i1.6732

Abstract

Resort tepi pantai ini akan menjadi fasilitas yang mewadahi wisatawan yang ingin menikmati pemandangan, berekreasi di sekitar Pulau Gili. Pulau Gili, merupakan pulau terbesar kedua di Kepulauan Bawean. Pulau ini memiliki daya tarik berupa hamparan pasir putih dengan lautnya yang biru dan ombak yang tenang. Tetapi pulau ini merupakan pulau yang telah berpenghuni dan ketersediaan sarana prasarana yang belum sempurna. Sehingga resort pantai ini dirancang dengan menggunakan tema “Kontras Harmoni” di mana alami dan buatan akan diolah untuk menemukan harmoni. Tema ini sebagai batasan pengembangan konsep. Resort ini diharapkan mampu memberikan akomodasi bagi wisatawan yang berkunjung untuk mendapatkan suasana dan kenyamanan yang berbeda dengan mempertimbangkan beragam aspek mulai dari potensi alam, keadaan site, dan berdasarkan tema yang dipilih.
Daur Materi, Materi(al), dan Arsitektur Sebagai Unsur Rancangan Rifandi Septiawan Nugroho; Josef Prijotomo
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7163.182 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v4i1.8700

Abstract

Materi alam menjadi unsur pembentuk material, material menjadi unsur pembentuk arsitektur, dan arsitektur menghasilkan limbah materi. Seperti itu daur yang terjadi semenjak awal keberadaan arsitektur, telah terjadi jalinan atas beragam unsur kerja. Indonesia sebagai negara tropis kepulauan memiliki beragam varian materi alam. Hal tersebut didukung dengan kemampuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah materi alam yang tersedia. Kemampuan tersebut telah dimiliki sejak ratusan tahun lalu dan diwarisi secara turun temurun hingga hari ini. Saat ini, kemampuan itu lebih sering diartikan sebagai alat untuk bertahan hidup ketimbang ilmu pengetahuan. Hal tersebut menyebabkan kemampuan para pengrajin tidak berkembang dan minat masyarakat untuk mempelajarinya juga berkurang. Dibutuhkan sebuah pendekatan khusus untuk dapat menggabungkan kemampuan pengrajin dengan kesadaran akan pengetahuan agar menghasilkan kualitas arsitektur yang baik. Melalui perancangan objek dilakukan sebuah usaha untuk mendekatkan pengrajin dengan material yang digunakan beserta materi penyusunnya. Seperti yang dilakukan oleh Peter Zumthor, ia memiliki ingatan yang tajam  saat mengenggam gagang pintu di rumah bibinya, menginjak kerikil di bawah kaki, merasakan kelembutan kayu dari anak tangga, dan mendengar bunyi berat daun pintu yang ia dorong. Itu semua gambaran tentang ruangan tradisional biasa yang ia jadikan referensi dalam merancang ruang. Secara mendasar, estetika yang dirasakan manusia datang melalui sebuah kualitas yang mampu menyentuh seluruh panca indera, dan yang lebih utama adalah kinaestetik (pergerakan). Proses merancang dengan meruntut satu per satu daur dari materi, material, dan arsitektur bertujuan menghasilkan sebuah kualitas arsitektur yang menyatukan penghayatan pengguna dengan objek rancangan.
Desain Stasiun Kereta Api Gubeng Dengan Konsep Simbiosis Muhammad Syafiq; Ima Defiana
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3729.296 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v4i1.8702

Abstract

Terkait dengan kebutuhan penumpang kereta api yang membutuhkan pelayanan yang cepat, mudah dan jelas. Dibutuhkan ruang yang dapat mudah dimengerti oleh penumpang dalam periode waktu yang relatif singkat. Hal ini diperuntukan membantu sistem kerja stasiun kereta agar perpindahan penumpang dari stasiun menuju kereta api maupun sebaliknya dapat terlayani dengan cepat. Mengingat jumlah volume kedatangan dan keberangkatan yang cukup besar, dibutuhkan perancangan yang tepat untuk hal ini. Sedangkan keadaan eksisting areal stasiun (Gambar. 1). Areal Stasiun Gubeng memiliki dua bangunan utama  yang berfungsi sebagai stasiun dengan pembagian layanan kerja masing – masing. Sehingga diperlukan sebuah gagasan agar kedua bangunan tersebut dapat berfungsi secara maksimal dengan tujuan memenuhi tuntutan kebutuhan kerja Stasiun Kereta Api Gubeng dimasa depan. Hal ini menghasilkan solusi berupa rancangan arsitektur yang memudahkan penumpang menggunakan stasiun kereta api. (Gambar. 2)
Pendekatan Rancang Metafora dalam Perancangan Pusat Musik Gamelan di Surabaya Maulana Cahyo Utama; Murni Rachmawati
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6264.753 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v4i1.9075

Abstract

Banyak cara yang dilakukan dalam pendekatan rancang dalam suatu obyek, salah satunya adalah pendekatan metafora. Obyek yang akan dirancang dengan metode metafora adalah Pusat Musik Gamelan di Surabaya. Dengan hadirnya obyek rancang ini masyarakat akan terfasilatasi untuk dapat melestarikan dan mengembangkan kesenian-kesenian yang berhubungan dengan gamelan. Dengan pemiliahan tema ning nong ning Gung maka bangunan terbagi menjadi 4 bagian dengan karakteristik dan visualisasi yang berbeda-beda