cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sains dan Seni ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Arjuna Subject : -
Articles 142 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2015)" : 142 Documents clear
Analisis Pengaruh Perubahan Suhu dan Perubahan Panjang Kupasan Cladding serta Coating Terhadap Rugi Daya yang Dihasilkan Oleh Fiber Optik Multimode Silika Tipe G-651 Rahmi Intan Yunifar; Gontjang Prajitno
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (682.788 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v4i2.12954

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perubahan suhu dan perubahan panjang kupasan cladding serta coating terhadap nilai rugi daya (loss) yang ditimbulkan pada fiber optik multimode silica tipe G-651. Rugi daya yang dihasilkan diukur dengan alat ukur optical power meter. Variasi panjang kupasan yang digunakan yakni 2 cm, 3 cm dan 4,7 cm. Pengukuran rugi daya dilakukan tiap variasi panjang kupasan yang diberi perubahan suhu dari sumber pemanas berupa lampu bohlam dengan daya 100 watt. Perubahan suhu diukur tiap kenaikan dan penurunan 1°C dari suhu awal. Panjang gelombang pada power source yang digunakan yakni 1310 nm dan 1550 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar panjang kupasan cladding dan coating serat optik menyebabkan nilai rugi daya (losses) semakin besar. Pada panjang gelombang sumber 1310 nm sensitivitas dari serat optik terhadap perubahan suhu lebih tinggi jika dibanding dengan sensitivitas dari serat optik dengan panjang gelombang sumber 1550 nm. Perlakuan pemberian suhu yang semakin tinggi mengakibatkan nilai intensitas daya keluaran (μw) yang ditangkap optical power meter semakin menurun, yang menunjukkan terjadi banyak rugi daya (loss) pada fiber optik yang diuji. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perubahan suhu dan perubahan panjang kupasan cladding serta coating terhadap nilai rugi daya (loss) yang ditimbulkan pada fiber optik multimode silica tipe G-651. Rugi daya yang dihasilkan diukur dengan alat ukur optical power meter. Variasi panjang kupasan yang digunakan yakni 2 cm, 3 cm dan 4,7 cm. Pengukuran rugi daya dilakukan tiap variasi panjang kupasan yang diberi perubahan suhu dari sumber pemanas berupa lampu bohlam dengan daya 100 watt. Perubahan suhu diukur tiap kenaikan dan penurunan 1°C dari suhu awal. Panjang gelombang pada power source yang digunakan yakni 1310 nm dan 1550 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar panjang kupasan cladding dan coating serat optik menyebabkan nilai rugi daya (losses) semakin besar. Pada panjang gelombang sumber 1310 nm sensitivitas dari serat optik terhadap perubahan suhu lebih tinggi jika dibanding dengan sensitivitas dari serat optik dengan panjang gelombang sumber 1550 nm. Perlakuan pemberian suhu yang semakin tinggi mengakibatkan nilai intensitas daya keluaran (μw) yang ditangkap optical power meter semakin menurun, yang menunjukkan terjadi banyak rugi daya (loss) pada fiber optik yang diuji.
Analisis Komposisi Fasa Keramik Forsterit dari Bahan Dasar Periklas dan Kristobalit dengan Metode RIR Filza Amalina; Suminar Pratapa
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.333 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v4i2.13221

Abstract

Forsterit (Mg2SiO4) telah disintesis dengan metode reaksi solid-state dengan serbuk  periklas (MgO) dan serbuk silika alam kristobalit (SiO2) yang digunakan sebagai bahan dasar dan polivynil alcohol (PVA) sebagai katalis. Bahan–bahan dicampur dengan menggunakan mortar selama 30 menit dan ball milling selama 1, 2, dan 3 jam dan dikalsinasi pada temperatur 1050 °C. Serbuk-serbuk terkalsinasi dikarakterisasi menggunakan XRD. Analisis komposisi fasa menunjukkan bahwa penambahan waktu aktivasi mekanik dan temperatur kalsinasi mempengaruhi terbentuknya fasa forsterit. penambahan waktu aktivasi akan menambah terbentuknya presentase berat forsterit. Kandungan forsterit bertambah pada waktu aktivasi maksimum yaitu mencapai 62,1%wt
Sintesis Keramik Komposit Berbasis Forsterit dengan Bahan Dasar Periklas dan Silika Amorf Afida Kholifatunnisa
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.461 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v4i2.13231

Abstract

Telah dilakukan sintesis forsterit (Mg2SiO4) menggunakan bahan dasar serbuk periklas (MgO) dan serbuk silika amorf (SiO2) dengan metode reaksi padat. Serbuk silika diperoleh dengan pemurnian pasir silika asal Kabupaten Tanah Laut yang kemudian diolah melalui metode kopresipitasi dan pengeringan di udara. Serbuk-serbuk magnesia dan silika amorf dicampur secara manual selama 30 menit kemudian dikalsin dengan variasi temperatur 950, 1050, dan 1150°C selama 4 jam. Karakterisasi fase dilakukan dengan menggunakan perangkat difraktometer sinar-x (XRD), sedangkan analisis datanya dilakukan menggunakan perangkat lunak Rietica berbasis metode Rietveld. Secara umum fase yang terbentuk setelah sintesis adalah forsterit, periklas, kristobalit, dan protoenstatit. Presentase berat forsterit tertinggi diperoleh pada sampel dengan temperatur kalsinasi 1150°C selama 4 jam, yaitu sebesar 94,8 %wt.
Penentuan Kadar Besi selama Fase Pematangan Padi Menggunakan Spektrofotometer UV-Vis Novi Dianawati; R. Djarot Sugiarso, K.S.
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1645.635 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v4i2.9455

Abstract

Kadar besi pada padi selama fase pematangan dan pada lingkungan sekitar padi yaitu tanah maupun air ditentukan menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Sampel padi, tanah, dan air didestruksi terlebih dahulu untuk mendapatkan ion besi. Pengukuran dilakukan dengan mereaksikan ion besi dengan pengompleks 1,10-fenantrolin sehingga terbentuk senyawa kompleks besi(II)-fenantrolin. Panjang gelombang maksimum yang didapat sebesar 509 nm dan nilai regresi pada kurva kalibrasi r = 0,9951. Terdapat 10 variasi hari yang berada dalam fase pematangan padi (52 hari, 63 hari, 67 hari, 71 hari, 77 hari, 81 hari, 85 hari, 90 hari, 95 hari, 98 hari) di setiap sampel yang dianalisis (padi, tanah, dan air) kadar besinya. Hasil analisis menunjukkan bahwa kadar besi di dalam padi memiliki korelasi dengan kadar besi pada tanah temapat menanam padi dan tidak memiliki korelasi dengan kadar besi di dalam air yang digunakan untuk mengairi padi tersebut.               Padi memiliki kadar besi tertinggi saat berumur 77 hari yaitu sebesar 0,565 mg (564,325 ppm) dan memiliki kadar besi terendah saat berumur 90 hari yaitu sebesar 0,306 mg (305,983 ppm).
Deteksi Gelatin Babi Menggunakan Sensor Emas Termodifikasi NiO nanopartikel pada Quartz Crystal Microbalance Ari Nugroho; Fredy Kurniawan
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.283 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v4i2.9453

Abstract

Sensor emas terlapis NiO nanopartikel pada probe Quartz Crystal Microbalance (QCM) telah berhasil dibuat. NiO nanopartikel dilapiskan pada permukaan sensor emas QCM berfungsi sebagai partikel aktif. Sensor emas QCM yang telah termoifikasi NiO nanopartikel dipasang pada crystal holder dan dicelupkan pada larutan gelatin sapi dan larutan gelatin babi dengan konsentrasi 100, 200, 300, 400, dan 500 ppm untuk menguji perbedaan frekuensi yang teramati pada larutan gelatin sapi dan larutan gelatin babi.
Metode Spektrofotometri Untuk Pengukuran Hipoklorit Menggunakan Rhodamin B Muhammad Ainul Fahmi
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2141.146 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v4i2.9459

Abstract

Metode spektrofotometri untuk pengukuran hipoklorit menggunakan Rhodamin B dilakukan untuk mengetahui pengaruh dari hipoklorit terhadap Rhodamin B. Ion hipoklorit mengoksidasi Rhodamin B sehingga terjadi penurunan absorbansi pada kurva kalibrasi dengan nilai sensitivitas molar -371,9 dan koefisien korelasi (R2) sebesar 0,9916. Pengukuran hipoklorit menggunakan Rhodamin B tanpa penambahan reagen KI dan Buffer telah berhasil dilakukan dengan mereaksikan ion hipoklorit yang berasal dari asam hipoklorit (HOCl) terhadap Rhodamin B dengan membandingkan data dari uji F. Ion hipoklorit yang mengoksidasi Rhodamin B diukur sebagai selisih absorbansi yang diplotkan pada kurva kalibrasi dengan nilai absortivitas molar 0,0022, koefisien korelasi (R2) sebesar 0,9918, limit deteksi 0,949 µgmL-1 dan limit kuantitasi 2,875 µgmL-1.
DETEKSI GELATIN BABI MENGGUNAKAN EMAS TERMODIFIKASI Ni(OH)2 NANOPARTIKEL DENGAN QUARTZ CRYSTAL MICROBALANCE (QCM) Lourentia Candle; Fredy Kurniawan
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2758.671 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v4i2.9470

Abstract

Sensor Quartz emas dari QCM (Quartz Crystal Microbalance) yang terlapis senyawa Nanopartikel Ni(OH)2 telah berhasil dibuat. Senyawa Nanopartikel Ni(OH)2 disintesis dengan menggunakan metode pengendapan. Pada pelapisan senyawa Nanopartikel Ni(OH)2 pada  Quartz emas dari QCM dilakukan bantuan Polimer Konduktif Polianilin dengan metode voltametri siklik. Pelapisan senyawa Nanopartikel Ni(OH)2 pada Quartz emas dari QCM dengan metode layer by layer. Pengujian dilakukan dengan variasi konsentrasi (100 ppm, 200 ppm, 300 ppm, 400 ppm, 500 ppm)  dan variasi pH (pH 7, pH 4, dan pH 9) dari  larutan gelatin. Gelatin Sapi dan Gelatin Babi dapat dibedakan dengan menggunakan sensor QCM yang telah termodifikasi ini pada pH larutan Basa (pH 9). Kata Kunci : Quartz Crystal Microbalance (QCM), Senyawa Nanopartikel Polianilin, Polimer Konduktif Ni(OH)2, Voltametri Siklik, Elektrolisis, Gelatin, Sapi, dan Babi
Pengaruh Waktu Infusi Pada Kadar Asam Klorogenat Dalam Sampel Teh Hitam dan Teh Hijau Silvya Anggraini; Fredy Kurniawan
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2304.762 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v4i2.9487

Abstract

Pada penelitian ini pengaruh waktu infusi pada kadar asam klorogenat dalam sampel teh hijau dan teh hitam hasil pengolahan kebun teh Lawang telah berhasil dianalisis menggunakan spektrofometer UV VIS. Pengukuran asam klorogenat dilakukan berdasarkan waktu infusi yaitu dari menit ke 0 sampai dengan menit ke 30 dengan interval waktu 5 menit. Kadar asam klorogenat dalam sampel teh hitam pada tiap waktu  infusi adalah 117,4569 mg/g (0 menit), 157,1031 mg/g (5 menit), 165,6275 mg/g(10 menit), 170,1532 mg/g (15 menit), 1787,9327 mg/g (20 menit), 168,1327 mg/g (25 menit), 140.7965 mg/g (30 menit) dan pada sampel teh hijau terukur 130.3195 mg/g (0 menit), 144.065 mg/g (5 menit), 154.7676 mg/g (10 menit), 168.468 mg/g (15 menit), 162.5686 mg/g (20 menit), 165.0445 mg/g (25 menit), 157.8896 mg/g (30 menit). Untuk waktu yang lebih lama  maka  kadar asam klorogenat akan semakin menurun. Waktu infusi maksimum untuk teh hitam adalah 20 menit dan 15 menit untuk teh hijau.  
ANALISIS PENGARUH ION Zn (II) PADA PENENTUAN Fe3+ DENGAN PENGOMPLEKS 1,10-FENANTROLIN PADA pH OPTIMUM MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETER UV-VIS Ria Fina Wijaya; Djarot Sugiarso
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2682.687 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v4i2.9503

Abstract

Penelitian tentang analisis pengaruh ion Zn(II) pada penentuan Fe3+ dengan pengompleks 1,10-fenantrolin pada pH optimum telah dilakukan menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Kompleks Fe(III) fenantrolin mempunyai panjang gelombang maksimum 363 nm dengan absorbansi sebesar 0,468. Koefisien korelasi (r) yang diperoleh pada kurva kalibrasi adalah 0,9986. Hasil analisis menunjukkan bahwa ion Zn(II) dapat mempengaruhi kompleks Fe(III) fenantrolin pada konsentrasi 0,2 ppm Zn2+ dengan menurunkan absorbansi dan % recovery 77,86%.
Sintesis Senyawa Aktif Kompleks Mangan(II) dengan Ligan 2(4-nitrofenil)-4,5-difenil-1H-imidazol Arynta Dharmayanti; Fahimah Martak
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2019.031 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v4i2.9534

Abstract

Kompleks mangan(II) dengan ligan 2(4-nitrofenil)-4,5-difenil-1H-imidazol (1) telah berhasil disintesis. Kompleks yang didapatkan berbentuk kristal jarum berwarna orange tua dengan panjang 794,6 mm dan lebar 52,7 mm. Rumus molekul senyawa kompleks yang terbentuk adalah kompleks [Mn(2(4-nitrofenil)-4,5-difenil-1H-imidazol)3]. Hal ini diperkuat dengan hasil karakterisasi CHN analyzer dan SSA yang menyebutkan bahwa kadar (%) unsur C, H, N dan Mn yang diperoleh secara berturut-turut  adalah 70,13; 4,17; 11,69 dan 5,10 %. Dari karakterisasi FTIR menunjukkan adanya spektra khas vibrasi Mn-O pada bilangan gelombang 486,03 cm-1 dan vibrasi Mn-N pada bilangan gelombang 326,06 cm-1. Rumus molekul ini juga diperkuat dengan hasil analisis TGA yang membuktikan bahwa tidak ada kristal air dalam kompleks yang terbentuk. Uji toksisitas senyawa kompleks dengan metode BSLT menghasilkan nilai LC50 sebesar 182,79 ppm.

Page 6 of 15 | Total Record : 142