Articles
100 Documents
Search results for
, issue
"Vol 9, No 2 (2020)"
:
100 Documents
clear
Penerapan Metode Color Invariant untuk Penghapusan Bayangan pada Citra Digital
Saskia Rizkiana Putri;
Dwi Ratna Sulistyaningrum
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12962/j23373520.v9i2.58204
Bayangan terjadi ketika cahaya dari sebuah sumber cahaya terhalangi oleh sebuah objek. Pada pengolahan citra digital bayangan dapat menyebabkan banyak kendala dan kesalahan informasi. Terlebih saat ada sebuah objek yang terhalangi oleh bayangan. Hal tersebut dapat menyebabkan kesalahan dalam proses deteksi atau pengenalan objek. Salah satu solusi dalam mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan melakukan proses reduksi bayangan. Metode Color Invariant digunakan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Langkah pertama dari metode ini adalah menentukan kromatisitas log dari citra input. Selanjutnya adalah mendapatkan citra illumination invariant 1D dengan menggunakan minimasi entropi. Setelahnya akan dihasilkan citra kromatisitas dimana bayangan sudah tereduksi. Pada tugas akhir ini, citra kromatisitas diubah menjadi citra grayscale untuk memperoleh nilai RMSE. Namun, hasil citra output masih kurang bagus dari sisi visual karena tingkat kecerahan yang berbeda dengan citra input tanpa bayangan. Nilai RMSE tertinggi yang didapat adalah 0,361 dan terendah 0,013.
Pemodelan Risiko Gempa Bumi di Pulau Sumatera Menggunakan Model Inhomogeneous Neyman-Scott Cox Process
Rahma Metrikasari;
Achmad Choiruddin
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12962/j23373520.v9i2.52318
Kondisi geografis Indonesia yang berada pada jalur sirkum pasifik dan terletak diantara pertemuan tiga lempeng tektonik menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara dengan tingkat risiko gempa yang tinggi. Salah satu wilayah rawan gempa di Indonesia adalah pulau Sumatera karena kondisi geografisnya yang dilalui oleh sesar, zona subduksi, dan gunung berapi. Pada penelitian ini, kejadian gempa di pulau Sumatera dimodelkan dengan inhomogeneous Neyman-Scott Cox Process karena proses terjadinya gempa bumi seacara umum diawali dengan gempa utama dan diikuti oleh gempa susulan, sehingga persebaran titik gempa di pulau Sumatera cenderung mengelompok di wilayah tertentu. Selain itu, terdapat kecenderungan bahwa gempa bumi terjadi di daerah yang dekat dengan gunung berapi, zona subduksi, dan sesar aktif. Hasil eksplorasi data menunjukkan bahwa data gempa bumi di pulau Sumatera tidak homogen yang dimungkinkan karena faktor geologis di pulau Sumatera seperti keberadaan gunung berapi, zona subduksi, dan sesar aktif. Selain itu, analisis menggunakan K-function menunjukkan bahwa pola persebaran gempa bumi di Sumatera cenderung membentuk cluster. Pemodelan kejadian gempa dengan inhomogeneous Neyman-Scott Cox Process menunjukkan faktor jarak subduksi dan sesar secara signifikan mempengaruhi risiko terjadinya gempa. Jika jarak suatu lokasi mendekat sejauh 100 km ke zona subduksi, maka risiko terjadinya gempa di sekitar lokasi tersebut meningkat sebesar 1.9 kali sedangkan jika jarak suatu lokasi ke sesar mendekat sejauh 100 km, maka risiko terjadinya gempa di sekitar lokasi tersebut meningkat sebesar 1.7 kali. Validasi model dengan plot envelope K-function menunjukkan bahwa inhomogeneous Neyman-Scott Cox Process baik digunakan untuk memodelkan data gempa di pulau Sumatera selama periode 2009-2018 dengan magnitudo ≥ 4.
Model Inhomogeneous Log-Gaussian Cox Process (LGCP) untuk Pemetaan Risiko Gempa Bumi di Sumatra
Khalimatus Sakdiyah;
Achmad Choiruddin
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12962/j23373520.v9i2.52553
Pulau Sumatra memiliki risiko terjadinya gempa bumi yang cukup tinggi dikarenakan adanya tumbukan antara Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia di sebelah barat Sumatra. Proses saling tekan kedua lempeng benua ini menyebabkan patahan yang memanjang di dasar laut wilayah Sumatra dan menyebabkan pembentukan zona subduksi yaitu batas antara lempeng yang menunjam dan massa batuan di atasnya serta gunung api di wilayah Sumatra. Berdasarkan ulasan tersebut diduga adanya pengaruh jarak sesar aktif, zona subduksi serta gunung api terhadap gempabumi yang terjadi di Pulau Sumatra dengan magnitudo ≥4. Sebelum dilakukan pemodelan, maka dilakukan eksplorasi data yang meliputi uji Chi-Squared untuk mengetahui data mengikuti pola yang stasioner atau tidak dan uji korelasi spasial untuk mengetahui pola sebaran data. Analisis ekplorasi data memberikan hasil bahwa sebaran data gempabumi di Sumatra tidak mengikuti pola stasioner atau tidak homogen dan cenderung mengikuti cluster atau mengelompok. Kejadian gempa bumi yang inhomogen dan cenderung membentuk kelompok dimungkinkan karena adanya proses alami gempa bumi dengan efek faktor geologis. Hal ini memotivasi penulis untuk melakukan pemodelan menggunakan Inhomogeneous Log-Gaussian Cox Process (LGCP). Terdapat dua tahap estimasi parameter pada model Inhomogeneous LGCP dengan menggunakan Berman-Turner dan Second-Order Composite Likelihood. Hasil pemodelan Inhomogeneous LGCP didapatkan bahwa jarak terdekat sesar aktif dan zona subduksi berpengaruh signifikan terhadap intensitas terjadinya gempa bumi dengan magnitudo ≥4di Pulau Sumatra sedangkan jarak terdekat gunung api tidak berpengaruh signifikan. Jika jarak sesar aktif terhadap pusat gempa bumi bertambah 100 km, maka risiko terjadinya gempa bumi di lokasi tersebut menurun 0.5924 kali. Sedangkan jika jarak zona subduksi ke pusat gempabumi bertambah 100 km maka risiko terjadinya gempa bumi dilokasi tersebut menurun 0.5294 kali. Model inhomogeneous Log-Gaussaian Cox Process dikatakan model yang baik untuk memodelkan gempa bumi di Sumatra berdasarkan envelope K-function. Pemetaan risiko hasil pemodelan memberikan hasil bahwa lokasi di Wilayah Sumatra yang memiliki risiko gempa bumi yang paling tinggi berada di ujung barat dan ujung timur Pulau Sumatera.
Pemodelan Faktor yang Mempengaruhi Persentase Anak Putus Sekolah di Jawa Timur Menggunakan Regresi Nonparametrik Spline Truncated
Delila Ramadanti Bidari;
I Nyoman Budiantara
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12962/j23373520.v9i2.52589
Dunia pendidikan Indonesia telah memberlakukan wajib belajar 12 tahun, sebagai upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan dan kemajuan bangsa melalui bidang pendidikan. Namun permasalahan di dunia pendidikan masih sering ditemui, salah satunya adalah anak putus sekolah. Meski peningkatan pendidikan sudah dilakukan oleh pemerintah, namun permasalahan putus sekolah masih banyak terjadi di Indonesia, khususnya di Provinsi Jawa Timur. Penyebab permasalahan putus sekolah dipengaruhi beberapa faktor. Untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi dilakukan penelitian menggunakan regresi nonparametrik spline truncated. Karena pola hubungan yang ditunjukan antar anak putus sekolah dengan faktor-faktor yang diduga mempengaruhinya tidak mengikuti pola tertentu. Berdasarkan nilai GCV yang paling minimum, model terbaik adalah menggunakan kombinasi titik knot (2, 3, 3, 2, 1). Hasil pengujian signifikansi parameter menunjukkan bahwa seluruh variabel yang digunakan dalam penelitian berpengaruh signifikan terhadap persentase anak putus sekolah di Jawa Timur. Variabel yang digunakan adalah persentase penduduk miskin, besaran upah minimum rata-rata, angka melek huruf, rasio guru terhadap murid, dan rata-rata jumlah anggota keluarga. Hasil pengujian asumsi residual menunjukkan semua asumsi terpenuhi dengan nilai koefisien determinasi dari model ini sama dengan 77,67%.
Pengelompokkan Mutu Sekolah Dasar Di Indonesia Berdasarkan Standar Nasional Pendidikan dengan Metode Fuzzy C-Means
Nur Achmey Selgi Harwanti;
Agnes Tuti Rumiati
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12962/j23373520.v9i2.53312
Pendidikan adalah hal yang sangat penting bagi bangsa. Mutu pendidikan yang baik akan mencetak generasi yang berkualitas dan menjadi kunci untuk membangun dan memperbaiki negara. Dalam konsep pendidikan, pemerintah telah memberikan acuan agar sekolah di Indonesia memiliki kualitas yang baik, salah satunya adalah dengan menerbitkan Standar Nasional Pendidikan (SNP). Pada penelitian ini dilakukan pengelompokan mutu pendidikan pada 142.294 sekolah dasar tahun 2018 menggunakan metode Fuzzy C-Means pada sekolah dan kota di Indonesia dengan variabel yang digunakan adalah delapan standar nasional pendidikan yaitu standar kompetensi kelulusan, standar isi, standar proses, standar penilaian, standar PTK, standar sarana prasarana, standar pengelolaan, dan standar pembiayaan. Sebelum melakukan pengelompokkan dilakukan imputasi missing value dengan menggunakan metode regresi. Digunakan metode Fuzzy C-Means pada clustering dikarenakan data SNP SD di Indonesia memiliki banyak data outlier sehingga lebih cocok digunakan metode Fuzzy C-Means. Berdasarkan nilai pseudo f jumlah kelompok sekolah di Indonesia yang optimum adalah 4 dan jumlah kelompok kota di Indonesia yang optimum adalah 3. Hampir semua kota di Pulau Jawa berada pada cluster terbaik sedangkan kota di Pulau Papua hampir semuanya berada pada cluster yang kurang baik.
Fuzzy Univariate Control Chart untuk Monitoring Kualitas Ketebalan Lem Labelstock di PT "XYZ"
Rivi Monica Pratiwi;
Wibawati Wibawati
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12962/j23373520.v9i2.53549
Perkembangan industri sektor barang dan jasa terus bertambah seiring perkembangan peradaban. Oleh karena itu perusahaan berlomba-lomba menghasilkan produk dengan kualitas yang baik. PT “XYZ” merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang pembuatan labelstock, release liner, dan adhesive tape. Dalam proses produksinya, PT “XYZ” berupaya untuk terus menjaga kualitas sehingga dapat meng-hasilkan produk bernilai tinggi sesuai permintaan pelanggan. Kualitas produksi labelstock dapat diukur dari daya rekat lem yang digunakan. Hal tersebut tentunya dipengaruhi oleh ketebalan lem pada labelstock. Pada proses produksinya, PT “XYZ” melakukan pengukuran ketebalan lem pada tiga titik pengamat-an, yaitu dari sisi kanan, kiri, dan tengah. Perbedaan hasil pengukuran menimbulkan adanya ambiguitas sehingga perlu dilakukan pengendalian kualitas dengan metode yang tepat yaitu peta kendali fuzzy. Peta kendali fuzzy merupakan penggabungan dari teori fuzzy dan peta kendali. Peta kendali fuzzy yang digunakan dalam penelitian adalah peta kendali Fuzzy X ̅ ̃-R ̃ dan Fuzzy Exponentially Weighted Moving Average (FEWMA). Hasil analisis didapatkan peta kendali FEWMA lebih sensitif dalam mendeteksi pergeseran proses dibandingkan peta kendali fuzzy X ̅ ̃-R ̃. Pada peta kendali FEWMA didapatkan nilai pembobot optimum yaitu ???? = 0,1 dan didapatkan hasil bahwa proses belum terkendali secara statistik.
Pendekatan Bayesian untuk Analisis Survival pada Kasus Demam Berdarah Dengue Pasien RSUD Dr. Soetomo Surabaya
Mohammad Naufal Abdullah;
Nur Iriawan;
Irhamah Irhamah
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12962/j23373520.v9i2.54448
Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus Dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Indonesia menjadi negara Asia Tenggara tertinggi dengan kasus DBD. Provinsi Jawa Timur merupakan provinsi dengan jumlah kasus DBD tertinggi kedua pada 2017 dan 2018. Salah satu analisis statistika yang digunakan untuk mengetahui ketahanan hidup adalah analisis survival, sehingga akan dianalisis model survival faktor karakteristik pasien yang mempengaruhi laju kesembuhan (lama rawat inap) pasien DBD di RSUD Dr. Soetomo. Analisis Bayesian memperlakukan semua parameter yang tidak diketahui sebagai variabel random dan memiliki distribusi. Estimasi parameter dengan pendekatan bayesian untuk mengatasi kasus jumlah data terbatas karena mempertimbangkan distribusi prior (informasi sebelumnya). Model survival parametrik yang digunakan mengikuti pola distribusi Weibull 3 dan 2 parameter. Model terbaik dengan WAIC terkecil adalah model survival Weibull 2 parameter dengan faktor yang berpengaruh signifikan adalah usia pasien, pendidikan terakhir (SMA), pekerjaan (tidak bekerja), diagnosis masuk rumah sakit (II), suhu tubuh, denyut nadi, dan kadar sel darah putih.
Eksplorasi Karakteristik Segmentasi Demografis dan Perilaku Berbelanja Ibu Rumah Tangga melalui E-commerce di Indonesia
Salasatri Rafaa Dinni;
Berto Mulia Wibawa;
Bahalwan Rafaa Apriyansyah
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12962/j23373520.v9i2.55007
Perkembangan ekonomi berbasis digital menciptakan peluang besar bagi penyedia layanan e-commerce. Mereka saling berlomba-lomba untuk menjadi pemimpin pasar. Hal tersebut menyebabkan pelanggan mudah untuk beralih ke e-commerce lain. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan merek terhadap kepuasan dan niat pembelian ulang ibu rumah tangga pada e-commerce. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka teknik pengolahan dan analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan PLS-SEM. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner online yang disebarkan kepada 247 sampel melalui chat pribadi dan media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi nilai dan persepsi popularitas berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan dan niat pembelian ulang. Sedangkan persepsi kualitas dan inovasi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan dan niat pembelian ulang. Penelitian ini juga mendukung teori ECT bahwa kepuasan berpengaruh pada niat pembelian ulang. Penelitian ini juga mengungkap bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan diantara kelompok usia dalam mempengaruhi kepuasan berbelanja dan niat pembelian ulang oleh ibu rumah tangga melalui e-commerce. Terdapat implikasi manajerial yang dapat dimplementasikan pihak e-commerce dengan tujuan meningkatkan kepuasan dan niat pembelian ulang oleh ibu rumah tangga agar bersedia menggunakan layanan e-commerce saat berbelanja.
Pemodelan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Persentase Wanita Aktif KB di Provinsi Jawa Tengah Menggunakan Regresi Nonparametrik Spline Truncated
Ayu Ukhti Mufidah;
Madu Ratna;
I Nyoman Budiantara
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12962/j23373520.v9i2.54741
Program KB yang dikelola oleh BKKBN merupakan upaya pemerintah untuk mengendalikan fertilitas di Indonesia. Penelitian ini dilakukan untuk memodelkan faktor yang diduga mempengaruhi persentase wanita aktif KB di Provinsi Jawa Tengah menggunakan metode regresi nonparametrik spline truncated. Metode ini dipilih karena empat variabel prediktor yang diduga berpengaruh memiliki perubahan pola data pada sub-sub interval tertentu. Variabel prediktor yang digunakan adalah jumlah PPKBD, jumlah klinik KB, persentase wanita usia perkawinan pertama > 17 tahun, dan persentase wanita bekerja. Dilihat dari nilai GCV yang paling minimum, model terbaik adalah menggunakan tiga titik knot (3,3,3,3) dengan unit observasi sebanyak 35 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah. Hasil pengujian signifikansi parameter menunjukkan bahwa seluruh variabel yang digunakan dalam penelitian berpengaruh signifikan terhadap persentase wanita aktif KB di Jawa Tengah. Semua asumsi residual terpenuhi dengan nilai koefisien determinasi dari model sama dengan 95,24 persen.
Pengaruh High Performance Work Practices (HPWP) Terhadap Tiga Dimensi Kesejahteraan Karyawan: Health, Happiness, Dan Relational Well-Being (Studi Kasus: Tenaga Kerja Bongkar Muat Pelabuhan Tanjung Wangi)
Augita Pramesti Ardeani;
Bustanul Arifin Noer;
Muniroh Muniroh
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12962/j23373520.v9i2.54844
Koperasi TKBM Pelabuhan Tanjung Wangi sebagai wadah yang digunakan untuk menyediakan jumlah TKBM yang sesuai dengan jumlah maupun kemampuan untuk melakukan kegiatan bongkar muat di pelabuhan. Kesejahteraan tenaga kerja menjadi hal yang penting mengingat bahwa jenis pekerjaan bongkar muat ini merupakan pekerjaan dengan kinerja tinggi karena membutuhkan pikiran dan tenaga yang besar. Namun, beberapa tahun terakhir terjadi penurunan jumlah permintaan kegiatan bongkar muat yang mengakibatkan pemasukan dari masing-masing tenaga kerja juga menurun yang berdampak pada kesejahteraan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh praktik-praktik kerja berkinerja tinggi (ability, motivation, opportunity) terhadap tiga dimensi kesejahteraan karyawan: health, happiness, dan relational well-being. Desain penelitian yaitu eksplanatori dengan menyebarkan kuisioner secara online dan offline bagi responden yang memiliki keterbatasan mengakses secara online pada 100 TKBM Pelabuhan Tanjung Wangi. Data diolah menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modelling (PLS SEM). Ditemukan bahwa ability enhancing berpengaruh positif terhadap ketiga jenis kesejahteraan karyawan. Motivation enhancing (evaluation employee) berpengaruh positif terhadap health, happiness well being, dan negatif terhadap relational well-being. Motivation enhancing (employment security) berpengaruh positif terhadap ketiga jenis kesejahteraan karyawan. Ability enhancing berpengaruh positif terhadap health, happiness well being, dan negatif terhadap relational well-being.