Articles
100 Documents
Search results for
, issue
"Vol 9, No 2 (2020)"
:
100 Documents
clear
Pengembangan Desain Kursi Adaptable pada Area Ruang Terbuka Coworking Space
Syawalrizqi Iqbal Abdurrahim;
Ellya Zulaikha
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12962/j23373520.v9i2.58108
Coworking space adalah area kerja yang dapat disewa untuk beragam aktivitas kerja baik secara individu maupun berkelompok seperti diskusi, seminar atau acara lainnya. Ragam aktivitas kerja tersebut memiliki kebutuhan yang berbeda, sehingga furnitur yang dibutuhkan pun berbeda. Oleh karena itu ada coworking space yang menyediakan beberapa area dengan furnitur yang berbeda-beda sesuai kebutuhannya. Namun hal ini kerap mengakibatkan inefisiensi, terutama karena ragam furnitur yang tersedia tidak dapat digunakan secara fleksibel. Penelitian ini mengeksplorasi kemungkinan satu jenis furnitur untuk digunakan memenuhi ragam kebutuhan di coworking space tersebut. Metode penelitian diawali dengan pengambilan data primer berupa observasi ke coworking space untuk mengamati aktivitas pengguna pada konteksnya. Hasil dari pengamatan tersebut dianalisis dan dihasilkan konsep desain kursi adaptable yang dapat menyesuaikan kebutuhan kerja baik secara individu maupun berkelompok. Dapat digunakan untuk berbagai posisi baik saat bekerja secara individual maupun saat berdiskusi, bekerja berkelompok, mengikuti seminar atau even lainnya. Selanjutnya dilakukan pengembangan desain, hingga permodelan digital secara 3 Dimensi.
Desain Interior Museum Airlangga Kediri dengan Konsep Attractive Learning Berlanggam Modern Naturalis
Nadia Safira Arisandy;
Anggra Ayu Rucitra
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12962/j23373520.v9i2.58226
Benda-benda peninggalan pada masa lampau menjadi bukti penting dan sumber pengetahuan akan sejarah berdirinya suatu bangsa, sehingga harus dijaga dan dirawat agar generasi-generasi selanjutnya dapat mempelajari serta turut melestarikannya. Benda peninggalan sejarah dapat dihimpun serta dirawat melalui museum untuk kemudian dijadikan sebagai sarana edukasi bagi masyarakat. Terletak di area wisata Goa Selomangleng Kota Kediri, Museum Airlangga merupakan salah satu museum arkeologi dan etnografi yang menyimpan ratusan koleksi benda peninggalan sebelum kerajaan Kediri hingga Majapahit dan di kelola oleh Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Kota Kediri. Berdasarkan hasil penelitian penulis menggunakan metode observasi secara langsung dan pengumpulan data kuesioner, Museum Airlangga Kediri memiliki potensi besar mengingat lokasinya berada di kawasan wisata, namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk meningkatkan minat pengunjung dengan cara mengoptimalkan fasilitas serta memberikan suasana baru pada desain ruangan. Permasalahan tersebut dapat diselesaikan melalui konsep desain Attractive Learning untuk mengoptimalkan minat belajar sejarah dan menciptakan suasana belajar yang nyaman dengan langgam modern naturalis.
Re-Desain Hotel Taman Melati Jatinangor dengan Konsep Modern Natural Bernuansa Jawa Barat
Lusia Putri Ramadhanti;
Budiono Budiono
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12962/j23373520.v9i2.58174
Multi use building merupakan salah satu upaya yang digunakan adhi persada property untuk meningkatkan penjualan unit. Lokasi yang strategis dapat menjadi peluang bangunan untuk menarik minat pengguna dan sarana pengenalan budaya jawa barat. Sehingga konsep interior yang digunakan adalah aplikasi budaya jawa barat yang dikemas secara modern natural untuk meningkatkan sisi komersial unit yang tersedia. Metode desain didapatkan melalui Survei Lapangan, Analisis dan Studi Pustaka secara daring maupun luring. Aplikasi Budaya Jawa Barat yang diangkat adalah batik, angklung dan musik. Sedangkan, Natural diaplikasikan dengan menggunakan material alami dan aksen pepohonan sebagai estetika.
Well-being Design dan Optimasi Akustik untuk Menunjang Kualitas Istirahat Pengguna Hotel Bekizaar Surabaya
Rifqi Farirazzaq Zaid;
Okta Putra Setio Ardhianto
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12962/j23373520.v9i2.58194
Usaha perhotelan berkembang dengan pesat seiring kemajuan sector pariwisata dan bisnis. Namun, kebutuhan dasar manusia tentang kualitas istirahat yang baik menjadi suatu hal yang penting dan begitupun harus diperhatikan oleh pengusaha hotel. Di kota Surabaya, industri hotel bersaing dengan ketat, karena Surabaya sudah menjadi salah satu kota dengan tujuan untuk bisnis yang tinggi salah satu Hotel di Surabaya yaitu Hotel bekizaar Surabaya bergerak dalam bidang hotel bisnis di Surabaya. Dengan ini tujuan penelitian ini adalah membuat alternative desain Hotel Bekizaar Surabaya dengan mengutamakan Kesehatan dan kesejahteraan pengguna serta menyelesaikan permasalahan akustik yang ada juga demi mempertahankan atau meningkatkan tingkat okupansi yang telah di capai perusahaan sebesar 90%. Metode dari penelitian yang diterapkan pertama proses pengumpulan data, lalu analisis data setalah itu dilanjutkan dengan tahap desain hingga mengahasilkan hasil akhir alternative desain hotel. Hasil dari penelitian ini adalah penerapan well-being design untuk kesejahteraan dan Kesehatan pengguna ruangan dan penerapan optimasi akustik, berdasarkan hasil wawancara dan penyelesaian masalah di dalam hotel yang di sampul dengan style modern luxury mengikuti visi misi Hotel Bekizaar Surabaya. Dan pada akhirnya menghasilkan alternatif desain 3 dimensi dari ruang terpilih area lobby, restoran serta kamar tidur dan koridor. Yang nantinya, penerapan konsep ini diharapkan dapat mempertahankan kualitas hotel yang sudah baik ataupun meningkatkan kualitas hotel yang sejalan dengan Kesehatan dan kesejahteraan dari pengguna atau pengunjung hotel.
Perancangan Animasi 2D “Pangeran Lembu Peteng” dengan Teknik Manual Drawing
Halida Dwi Edyati;
Nugrahardi Ramadhani
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12962/j23373520.v9i2.58249
Tren animasi mulai meningkat dan berkembang pesat di Indonesia. Seiring perkembangan zaman, cerita rakyat yang mengandung falsafah kehidupan mulai ditinggalkan sehingga terjadilah kemerosotal moral. Berdasarkan hasil kuesioner dengan responden 201 siswa didapatkan bahwa cerita Pangeran Lembu Peteng kurang diminati. Mereka lebih senang cerita dan budaya dari luar negeri, padahal cerita diatas mengandung nilai-nilai kehidupan yang relevan dengan masa kini. Namun, media digital yang menyampaikan cerita Pangeran Lembu Peteng secara menarik belum ada. Penulis merancang animasi ini untuk memperkenalkan budaya lokal cerita rakyat kepada remaja berusia 12-18 tahun. Penulis melakukan penelitian kualitatif dengan metode : 1. Studi literatur, 2. Metode wawancara pada budayawan Tulungagung, 3. Metode observasi lokasi dan busana di Tulungagung untuk mencari referensi visual pada perancangan, 4. Studi eksperimental mulai dari naskah cerita, desain karakter dan lingkungan hingga animatik storyboard, dan 5. Depth interview dengan ahli di bidang animasi untuk mendapatkan konsep desain animasi. Hasil kajian didapatkan desain berupa animasi pendek legenda Pangeran Lembu Peteng berdurasi 7 menit. Animasi tersebut menceritakan tentang perjalanan kehidupan pangeran Lembu Peteng dari Majapahit ke Bonorowo Tulungagung, hingga berakhir menjadi sebuah nama sungai Lembu Peteng di Kabupaten Tulungagung. Animasi ini sarat akan pelajaran moral, menjaga perdamaian, keberanian, keuletan, belas kasih, pantang menyerah dan kasih sayang.
Desain Eksibisi Museum Kesehatan Dr. Adhyatma, MPH
Hasabi Tiyas Handojo;
Denny Indrayana Setyadi
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12962/j23373520.v9i2.58298
Museum Kesehatan Dr. Adhyatma, MPH adalah museum yang menampilkan eksibisi permanen tentang bagaimana masyarakat Indonesia mempertahankan kesehatannnya baik secara kedokteran maupun non-kedokteran (perdukunan). Museum ini tadinya merupakan tempat penelitian yang diresmikan menjadi museum untuk umum pada tahun 2004. Sehingga terjadi perluasan pada pengunjung yang datang, namun pesan yang ingin disampaikan oleh museum tidak tersampaikan dengan baik, sehingga hanya kesan seram yang diingat oleh pengunjung. Untuk itu dibutuhkan sebuah desain eksibisi yang mempertimbangkan latar belakang pengunjung, agar museum dapat mengkomunikasikan pesannya dengan baik. Dalam perancagan ini dilakukan observasi dan wawancara mendalam kepada pihak Museum Kesehatan dan praktisi dibidang desain eksibisi untuk mengetahui tentang kebutuhan eksibisi pada Museum Kesehatan Dr. Adhyatma, MPH. perancang juga menggunakan persona dan visitor journey map untuk mendapatkan insight dari pengunjung. Hasil dari perancangan ini adalah Environmental Graphic Design berupa Exhibition Design yang akan memberikan pengalaman kepada pengunjung dengan memberikan konten yang terintegrasi agar informasi dapat tersampaikan dengan baik kepada pengunjung yang dating.
Perancangan Merchandise Fashion Mengangkat Tema Musik Disko
Sima Anditya kosalatami;
Senja Aprela Agustin
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12962/j23373520.v9i2.58304
Beberapa dekade setelah popularitas musik disko menurun, musik disko kembali muncul ke permukaan dan menarik perhatian masyarakat dalam beberapa tahun terakhir. Komunitas dance music membawa disko kembali ke kelab malam dan acara-acara musik sebagai bentuk kejenuhan terhadap electronic dance music mainstream. Komunitas tersebut menciptakan kembali subkultur yang membantu penyebaran musik disko dikalangan dewasa muda. Seiring bertumbuhnya komunitas tersebut, makin banyak pula masyarakat yang mendengarkan musik disko dan membeli merchandise disko. Berdasarkan observasi awal dan wawancara, ditemukan dua permasalahan komunikasi visual, yaitu desain yang telah ada tidak dibuat dengan metode desain yang baik dan kurang memiliki konsep dan konteks. Berdasarkan hasil kuisioner, mayoritas responden menyatakan ketertarikan mereka untuk mengetahui sejarah musik disko dan ketertarikan untuk membeli barang yang memiliki keterkaitan dengan musik disko. Rumusan masalah perancangan ini adalah bagaimana merancang merchandise t-shirt untuk komunitas disko usia 22-30 tahun. Batasan masalah dari perancangan ini adalah merchandise berupa graphic t-shirts, konten hanya membahas musik disko, lingkup perancangan berlokasi di Jakarta dan Surabaya dan merancang identitas visual untuk brand. Tujuan dari perancangan ini adalah untuk memecahkan masalah komunikasi visual dalam komunitas tersebut, memberi informasi lebih mengenai musik disko, untuk memenuhi kebutuhan target pasar dalam pakaian yang merepresentasikan minat target pasar terhadap musik disko, dan untuk pengembangan ekonomi kreatif dalam bidang musik dan pakaian. Metode yang digunakan adalah eksplorasi visual dan riset pasar, untuk mendapatkan data mengenai preferensi, opini, aktivitas, ketertarikan dan gaya hidup audiens. Konsep desain dalam perancangan ini adalah underground discothèque dan menggunakan teknik ilustrasi dan tipografi untuk menggambarkan narasi dari setiap desain. Kelab Malam dipilih sebagai nama dari brand karena dapat merepresentasikan konsep desain. Hasil dari desain berupa dua puluh graphic t-shirts dan identitas visual.
Redesain Kantor Jilbrave yang Merespon Iklim Mikro Berkonsep Kantor Tumbuh dengan Konsep Fun Interior
Lisani Husna;
Okta Putra Setio Ardianto
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12962/j23373520.v9i2.58307
Kantor Jilbrave adalah kartor startup yang didirikan pada Februari 2017. Walaupun masih sangat muda, Jilbrave dapat berkembang sangat pesat hingga dapat menghasilkan omset 3 sampai 4 kali lipat pertahun dalam kurun waktu kurang dari 3 tahun dan mengalami penambahan pegawai secara signifikan Namun dengan kepesatan usaha kantor ini, terdapat permasalahan yaitu ketahanan ruangan-ruangan pada kantor dalam menghadapi cuaca yang memiliki curah hujan tinggi dan sangat lembab. Dalam proses merancang ulang kantor jilbrave, terdapat beberapa tahapan yang harus dilakukan sebelum mendapatkan desain akhir berupa konsep, gambar kerja, suasana ruang dalam bentuk 3D dan rencana anggaran biaya. Oleh karena itu pemecahan masalah seperti pengendalian kelembapan udara dan tentang kantor tumbuh harus di pecahkan dan diterapkan. Dengan konsep urban modern dan tema fun akan menambah pemecahan masalah tentang identitas kantor. Konsep ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan terhadap penggunanya, dan dapat dijadikan contoh desain perkantoran dengan permasalahan serupa.
Perancangan Desain Antarmuka Kios Digital Kesehatan Kardiovaskular sebagai Sarana Penunjang Edukatif Poliklinik Gedung Pusat Pelayanan Jantung Terpadu Surabaya
Hirzi Aulia Zaky;
Denny Indrayana Setyadi
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12962/j23373520.v9i2.58389
Tugas akhir ini membahas perancangan media edukasi kesehatan kardiovaskular pada ruang tunggu Poliklinik Gedung PPJT. Edukasi kesehatan merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan dalam peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan kardiovaskular. Media edukasi kesehatan kardiovaskuler yang ada menggunakan bahasa dan visual yang tidak mudah dicerna sehingga pesan yang dibuat tidak tersampaikan kepada target yang dituju. Dengan demikian diperlukan peningkatan nilai dan fungsi edukasi kesehatan kardiovaskular dengan pendekatan yang lebih persuasif melalui inovasi dalam bentuk media penyampaian edukasi kesehatan kardiovaskular. Metode penelitian yang digunakan pada tugas akhir ini adalah observasi dan wawancara mendalam kepada pihak pengelola Gedung PPJT guna mengetahui kebutuhan program kerja yang diusung serta kebutuhan pasien yang menunggu di ruang tunggu. Perancang juga menggunakan teknik persona dalam upaya mengerucutkan target audiens sehingga luaran yang dihasilkan tepat guna dan user journey map guna mendapatkan perspektif pasien dalam menggunakan fasilitas Poliklinik Gedung PPJT. Konten edukasi yang dimunculkan dibatasi pada pengetahuan dasar tentang penyakit jantung koroner, gagal jantung kongestif, dan tekanan darah tinggi serta pencegahannya secara umum. Hasil dari perancangan ini adalah purwarupa desain antarmuka kios digital interaktif kesehatan kardiovaskular dengan konsep “Your Heart Matters”. Kios digital interaktif ini menggunakan ilustrasi dan animasi yang interaktif sebagai sarana utama penyampaian edukasi kesehatan kardiovaskular dan bahasa Indonesia formal yang mudah dicerna. Sehingga diharapkan, dengan adanya kios digital ini, pasien dapat memahami kesehatan kardiovaskular secara lebih mudah dan menjadi salah satu kegiatan edukatif yang dapat ditawarkan kepada pasien ketika menunggu di ruang tunggu Poliklinik Gedung PPJT.
Perancangan Ilustrasi T-shirt Bertema Event Budaya dan Pariwisata sebagai Souvenir Kota Surabaya
Dito Prakoso;
Raditya Eka Rizkiantono
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12962/j23373520.v9i2.58401
Surabaya dipilih menjadi kota inspirasi bagi kota lain di dunia berkat pengembangan berbagai bidang yang dimilikinya. Pemerintah kota trus ber-inovasi dan kreatif dalam mengelola potensi di bidang pariwisata. Setiap tahun pemerintah kota telah mempersiapkan rangkaian event budaya dan pariwisata untuk mendongkrak kunjungan wisatawan. Sehingga kehadiran souvenir sangat penting sebagai kesan positif bagi wisatawan yang berkunjung. Dalam hal ini penulis akan membuat desain souvenir ilustrasi sebagai alternatif kegiatan persouveniran kota Surabaya. Perancangan ini dilakukan melalui beberapa tahap riset. Pertama dengan melakukan interview ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya untuk menggali informasi mengenai perancangan souvenir dengan memberikan bahasan seputar event budaya dan pariwisata dan permasalahan souvenir yang ada di kota Surabaya , studi eksisting sebagai tolok ukur media sejenis bagi penulis, observasi ke pelaku souvenir surabaya dan observasi lapangan ke beberapa event budaya dan pariwisata Kota Surabaya. Kemudian, penulis melakukan eksplorasi visual dari gaya gambar kartun dan menghasilkan kriteria desain yaitu gambar landscape, permainan komposisi, dan karakter sebagai objek utamanya. Setelah itu, membuat sketsa untuk ilustrasi yang akan didigitalisasikan. Ilustrasi akan diaplikasikan pada t-shirt sebagai prototype dan melakukan user testing untuk menilai hasil ilustrasi yang sudah diimplementasikan kepada audiens yang telah ditentukan oleh penulis. Perancangan mengangkat konsep “joyfull of cultural and tourism event surabaya”. Dengan desain menggunakan gaya gambar kartun. Konten yang menjadi studi kasus dalam perancangan ini adalah event budaya dan pariwisata kota surabaya. Ilustrasi akan diaplikasikan pada t-shirt sebagai souvenir Kota Surabaya. Media tersebut diharapkan dapat menjadi alternative desain untuk kegiatan persouveniran yang ada di Kota Surabaya dan memperkenalkan audiens mengenai wisata budaya dan pariwisata Kota Surabaya. dilakukannya perancangan ini dapat menjadi masukan, refrensi serta pengetahuan tambahan dalam pembelajaran desain komunikasi visual bagi mahasiswa.