cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sains dan Seni ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Arjuna Subject : -
Articles 2,279 Documents
Variasi Komposisi Bahan pada Pembuatan Briket Cangkang Kelapa Sawit (Elaeis guineensis) dan Limbah Biji Kelor (Moringa oleifera) Wahyu Rizqi Wicaksono; Sri Nurhatika
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4120.791 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.37231

Abstract

Peningkatan kebutuhan energi yang tidak seimbang dengan jumlah sumber energi yang ada, memacu adanya energi alternatif dengan nilai yang lebih ekonomis. Salah satu energi alternatif adalah briket yang merupakan jenis bahan bakar yang berasal dari limbah organik sehingga menurunkan biaya produksi menjadi lebih rendah. Metode penelitian ini diawali dengan proses pengarangan bahan, kemudian dilakukan pembuatan briket dengan variasi komposisi yang telah ditentukan. Kemudian briket di analisis meliputi uji kadar air, kadar abu, kadar zat hilang, fix karbon, uji kalor dan laju pembakaran . Pada uji kadar air didapat hasil terbaik 0.27% pada berbandingan 0%:100% (cangkang:biji), pada uji kadar abu hasil terbaik 1.81% pada berbandingan 0%:100% (cangkang:biji), pada uji kadar zat hilang didapat hasil terbaik 29.81% pada perbandingan 100%:0% (cangkang:biji), pada uji fix karbon didapat hasil terbaik 40.93% pada berbandingan 0%:100% (cangkang:biji), pada uji kalor didapat hasil terbaik 5126.1 pada perbandingan 100%:0% (cangkang:biji) dan pada uji laju pembakaran didapat hasil terbaik 0.097g/s pada berbandingan 0%:100% (cangkang:biji).
Potensi Rhizobakteri Sebagai Pelarut Fosfat Sally Kurnia Sugianto; Maya Shovitri; Hidayat Hidayat
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.196 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.37241

Abstract

Fosfat merupakan unsur kedua yang penting setelah nitrogen. Ketersediaan fosfat anorganik dalam tanah rendah, karena berikatan dengan Fe, Al dan Ca membentuk senyawa organik, sehingga fosfat tidak dapat diserap oleh tanaman. Rhizobakteria merupakan bakteri yang hidup di daerah rhizosfer tanah. Beberapa anggota rhizobakteria memiliki kemampuan untuk melarutkan fosfat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan bakteri rhizosfer yang mampu melarutkan fosfat dengan menggunakan metode deteksi kualitatif. Pada penelitian ini didapatkan isolat murni yang telah dipurifikasi dari hasil isolasi tanah rhizosfer. Terdapat lima isolat yang mampu hidup bersinergis dan isolat P1, P2, P8 dan P9 berpotensi sebagai pelarut fosfat.
Pengaruh Pupuk Mikoriza Terhadap Pertumbuhan Cabai Rawit (Capsicum frutescens) di Tanah Pasir Vinka Adetya; Sri Nurhatika; Anton Muhibuddin
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.921 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.37251

Abstract

Abstrak—Salah satu upaya pemanfaatan lahan pasir di Indonesia adalah budidaya cabai, namun rendahnya unsur hara dalam pasir merupakan kendala utama. Aplikasi mikoriza arbuskula adalah salah satu solusi alternatif untuk meningkatkan produktivitas tanaman di tanah pasir. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pertumbuhan cabai rawit (Capsicum frutescens) yang ditanam di tanah pasir dengan penambahan pupuk mikoriza berbeda dosis yaitu 0g, 2g, 4g, 6g dan 10g serta kontrol positif menggunakan tanah taman. Adanya pengaruh dosis mikoriza terlihat dari parameter pengamatan meliputi tinggi, luas daun dan berat kering tanaman. Persentase akar terinfeksi dan jumlah spora juga diamati untuk mengetahui proses infeksi mikoriza pada tanaman cabai rawit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budidaya cabai rawit di tanah pasir dengan penambahan 6g mikoriza sudah mampu meningkatkan hasil pertumbuhan namun belum bisa disamakan dengan pertumbuhan  C. frutescens yang ditanam di tanah taman. Infeksi akar dan jumlah spora paling banyak terdapat pada cabai rawit dengan pemberian 10g mikoriza.
Respon Morfologi Kedelai (Glycine max L.) Varietas Anjasmoro Hasil Iradiasi Sinar Gamma pada Cekaman Genangan Elena Rosalia Firsta; Triono Bagus Saputro
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.174 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.37338

Abstract

Kedelai (Glycine max L.) merupakan komoditi pangan utama, mengandung kalori,  protein, lemak,  karbohidrat,  air, serta beberapa mineral. Varietas Anjasmoro merupakan varietas kedelai yang memiliki resistensi terhadap hama penyakit, memiliki produksi biji polong dan tinggi tanaman yang baik. Penelitian mengenai tanaman pangan khususnya kedelai pada genangan masih kurang sehingga informasi mengenai kultivar toleran genangan masih terbatas. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan ketahanan varietas kedelai adalah melakukan induksi mutasi iradiasi sinar gamma. Dosis iradiasi sinar gamma yang diberikan pada benih kedelai adalah 0 Gy, 25 Gy, 50 Gy, 75 Gy dan 100 Gy. Cekaman genangan yang diberikan 0%, 100%, 150%, 200% dan 250%. Klon varietas Anjasmoro hasil iradiasi sinar gamma pada viabilitas dan vigoritas dianalisis dengan Anova one way, faktor iradiasi dan genagan pada parameter  morfologi dianalisis dengan Anova two way, dilanjutkan dengan uji DMRT pada taraf 95%. Iradiasi sinar gamma pada benih tanaman kedelai varietas Anjasmoro memberikan pengaruh yang tidak signifikan. Dosis iradiasi tinggi (high irradiation dose) 100 Gy pada benih kedelai menurunkan viabilitas dan vigoritas. Dosis iradiasi 100 Gy dan genangan 250% menurunkan morfologi tanaman. Parameter viabilitas vigoritas dan morfologi terbaik terdapat pada dosis iradiasi sinar gamma dengan dosis rendah (low irradiation dose) dimana daya berkecambah terbaik terdapat pada iradiasi 25 Gy dan 50 Gy, laju perkecambahan terbaik terdapat pada perlakuan kontrol, sedangkan keserempakan tumbuh terbaik terdapat pada perlakuan kontrol dan iradiasi 25 Gy.  Tinggi tanaman terbaik pada iridiasi 25 Gy pada genangan kontrol dan Luas daun terbaik berada pada iradiasi  50 Gy genangan kontrol.
Analisis Morfologi dan Profil Protein Kedelai Varietas Grobogan Hasil Iradiasi Pada Kondisi Cekaman Genangan Dianita Indahsari; Triono Bagus Saputro
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.994 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v7i2.37346

Abstract

Kedelai (Glycine max) merupakan tanaman pangan terpenting ketiga setelah padi dan jagung. Akan tetapi, produktivitas menurun karena kedelai sensitif terhadap genangan. Sehingga diperlukan perakitan varietas unggul yang tahan cekaman genangan dengan memanfaatkan iradiasi sinar gamma. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui morfologi dan profil protein tanaman kedelai varietas Grobogan yang diberikan perlakuan iradiasi pada kondisi cekaman genangan. Iradiasi menggunakan sinar gamma dengan dosis 0 Gy, 25 Gy, 50 Gy, 75 Gy, dan 100 Gy. Varian iradiasi diseleksi pada kondisi tergenang dengan konsentrasi 0%, 100%, 150%, 200%, dan 250%. Pengamatan morfologi meliputi viabilitas dan vigoritas benih, tinggi tanaman, dan luas daun. Analisis profil protein dengan SDS-PAGE. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dosis iradiasi dan konsentrasi genangan memberikan respon yang berbeda-beda pada setiap perlakuan. Pengamatan morfologi dengan parameter viabilitas dan vigoritas benih, tinggi tanaman, dan luas daun paling optimal saat diberikan dosis iradiasi 0 Gy, 25 Gy, dan 50 Gy dengan konsentrasi genangan kontrol. Sedangkan terendah saat diberikan dosis iradiasi 75 Gy dan 100 Gy dengan konsentrasi genangan 250%. Analisis profil protein dengan SDS-PAGE didapatkan bahwa pita protein dengan mobilitas terendah sampai tertinggi terletak pada berat molekul 260-11 kDa. Hal tersebut ditunjukkan dengan perbedaan jumlah pita protein, berat molekul pita protein, dan ketebalan pita protein yang dihasilkan.
Pengaruh Cekaman Nitrogen dan Fotoperiode terhadap Kurva pertumbuhan Kultur Nannochloropsis sp. Sumarni Dwirejeki; Dini Ermavitalini
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v8i1.41642

Abstract

Konsumsi energi meningkat dari tahun ke tahun dan 95% terpenuhi dari bahan fosil yang jumlahnya terbatas. Biodiesel sebagai alternatif sumber energi dari tanaman jarak (Jatropha curcas) dan kelapa sawit memiliki kemampuan oksidasi yang rendah pada suhu dingin, produksi lipid membutuhkan waktu lama serta kandungan lipid yang berkisar 35% dan 75,6%. Di sisi lain, Nannochloropsis sp. dapat memproduksi lipid mencapai 90% dari berat kering biomassa pada kondisi tercekam, panen lebih cepat, mudah dibudidayakan. Waktu panen kultur Nannochloropsis sp. dapat direkayasa berdasarkan nutrisi, suhu, aerasi, salinitas, fotoperiode. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh cekaman nitrogen dan fotoperiode terhadap lama waktu panen kultur. Nannochloropsis sp., dikultur pada kondisi normal untuk mendapatkan masa starter (setengah eksponensial kultur). Kultur Nannochloropsis sp. pada masa starter diberikan perlakuan kombinasi nitrogen pada pupuk Conway terdiri dari 0%, 25%, 50%, 75% dan 100% NaNO3 dengan fotoperiode (terang:gelap) 12:12, 16:8 dan 24:0. Kultur Nannochloropsis sp. dengan nitrogen terbatas memiliki fase eksponensial yang lebih singkat sedangkan pada perlakuan fotoperiode dengan terang lebih lama, kultur memiliki nilai OD yang paling tinggi. Waktu panen paling cepat yaitu perlakuan dengan nitrogen 0%, nilai OD paling tinggi pada pemberian nitrogen 100% pada berbagai fotoperiode.
Uji Potensi Isolat Khamir Dari Rhizosfer Mangrove Wonorejo dan Gunung Anyar Sebagai Agen Penghasil IAA (Indole Acetic Acid) Faifta Nandika Maya; Nur Hidayatul Alami
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (721.743 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v8i1.41855

Abstract

Indole-3-acetic acid (IAA) merupakan salah satu fitohormon golongan auksin alami yang disintesis dari triptofan yang berfungsi dalam pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Khamir merupakan salah satu mikroorganisme rhizosfer yang mampu mensintesis IAA. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kemampuan isolat khamir yang berasal dari rhizosfer mangrove dalam menghasilkan IAA serta pengaruh lama waktu inkubasi terhadap konsentrasi IAA dan berat kering sel yang dihasilkan. Metode yang digunakan meliputi uji kualitatif dengan mengamati perubahan warna yangg terjadi serta seacara kuantitatif dengan mengukur absorbansi warna yang dihasilkan menggunakan spektrofotometer. Hasil yang diperoleh yaitu semua isolat yang digunakan memiliki potensi dalam menghasilkan IAA, dimana isolat G8.1 memiliki kemampuan tertinggi dalam menghasilkan IAA sebsar 11,97 ppm. Lama waktu inkubasi ternyata berpengaruh terhadap konsetrasi IAA dan berat kering sel yang dihasilkan. Konsentrasi IAA paling tinggi dihasilkan pada hari ke tujuh (168 h) sebesar 43,50 ppm dengan berat kering sel 0,119 gram.
Pengaruh Ethyl Methane Sulphonate (EMS) terhadap Morfologi Akar Kecambah Padi (Oryza sativa) Varietas Lallodo Retty Asti Ogtavia Pratiwi; Dini Ermavitalini
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.249 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v8i1.42153

Abstract

Padi (Oryza sativa L.) merupakan tanaman pangan pokok lebih dari separuh penduduk dunia. Padi varietas Lallodo merupakan padi lokal dataran tinggi Toraja dengan nilai produksi gabah giling tertinggi. Salah satu upaya mendapatkan varietas unggul demi memenuhi kebutuhan pangan adalah induksi mutagen kimia, salah satunya Ethyl Methane Sulphonate (EMS). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari efek EMS pada morfologi akar. Parameter yang diamati pada penelitian ini adalah daya kecambah, panjang akar dan bentuk rambut akar kecambah padi Lallodo yang dipapar dengan larutan EMS pada konsentrasi 0%; 0.25%; 0.5%; 0.75%; 1%; 1.25%; 1.5%, dan 2%. Selanjutnya nilai daya kecambah dan panjang akar dianalisis dengan menggunakan ANOVA oneway dengan dilanjutkan uji Duncan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan EMS berpengaruh terhadap panjang akar kecambah padi dimana perlakuan EMS 0%; 0,25%; dan 0,50% mempengaruhi panjang akar secara tidak signifikan. Perlakuan EMS juga berpengaruh pada daya kecambah pada hari 1 hingga 3, tetapi tidak berpengaruh pada daya kecambah hari 4. Pengamatan visual morfologi rambut akar dengan mikroskop dan SEM (Scanning Electron Microscope) menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi EMS maka rambut akar semakin pendek dan kerapatannya semakin jarang.
Akar Adventif Kedelai Teriradiasi Pada Cekaman Genangan Belva Ariya Mahendra; Wirdhatul Muslihatin; Triono Bagus Saputro
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.4 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v8i1.42262

Abstract

Kedelai (Glycine max L.) merupakan komoditas pangan utama selain padi dan jagung yang mengandung protein, minyak, dan karbohidrat tinggi. Kebutuhan yang meningkat tidak diimbangi dengan peningkatan produksinya. Salah satunya karena pengaruh faktor cekaman genangan. Pada penelitian ini, induksi variasi dilakukan dengan metode iradiasi sinar Gamma dengan dosis penyinaran 25Gy, 50Gy, 75Gy, dan 100Gy. Varian hasil iradiasi kemudian diseleksi pada kondisi tergenang dengan konsentrasi air sebesar 100%, 150%, 200%, dan 250%. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh interaksi antrara cekaman genangan dan iradiasi terhadap jumlah akar adventif pada kedelai. Karakter morfologi yang diamati yang parameter jumlah akar adventif.. Parameter jumlah akar adventif mengalami peningkatan secara signifikan seiring dengan peningkatan konsentrasi penggenangan sedangkan untuk dosis iradiasi tidak memberikan pengaruh terhadap jumlah akar adventif sehingga dapat diketahui bahwa interaksi antara Iradiasi dan Genangan memberikan pengaruh yang tidak signifikan pada parameter akar adventif. Peningkatan jumlah akar adventif tertinggi terjadi pada genangan 250% dan iradiasi 75 Gy dengan nilai tertinggi 7 , sedangkan untuk rata-rata jumlah akar yang paling rendah dengan pemberian dosis iradiasi 25 Gy pada konsentrasi penggenangan 100%, yaitu 1.
Karakter Isolat Bakteri P1 dari Rhizosfer Tanaman Tebu (Saccharum officinarum) Rahma Nadia Maudy; Enny Zulaika; Maya Shovitri
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.871 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v8i2.43550

Abstract

Rhizosfer tanaman tebu merupakan daerah yang ideal bagi bermacam-macam mikroorganisme tanah, salah satunya adalah bakteri. Tujuan dari penelitian adalah karakterisasi isolat bakteri dan genus dari kawasan rhizosfer tanaman tebu. Isolat yang digunakan adalah isolat yang diisolasi dari rhizosfer tanaman tebu. Selanjutnya dikarakterisasi bentuk koloni, bentuk sel, uji fisiologi dan reaksi biokimianya. Isolat bakteri P1 kemudian diidentifikasi genus dengan metode generic assignment menggunakan Bergey’s Mannual of Determinative Bacteriology.  Hasil identifikasi genus isolat bakteri P1 yaitu genus Bacillus.