cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sains dan Seni ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Arjuna Subject : -
Articles 2,279 Documents
Induksi Perakaran Teh (Camellia sinensis L.) Secara In Vitro pada Klon yang Berbeda Fitriana Ilma Farida; Wirdhatul Muslihatin
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.486 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.26499

Abstract

Abstrak— Pembentukan akar teh (Camellia sinensis L.) merupakan tahapan penting secara in vitro. Inisiasi perakaran tanaman dapat dipacu dengan menambahkan Zat Pengatur Tumbuh (ZPT). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi ZPT untuk inisiasi akar tanaman teh secara in vitro pada klon teh yang berbeda. Klon yang digunakan adalah Tea Research of Sri Lanka (TRI) 2024 dan TRI 2025. Eksplan berupa daun, diinokulasikan pada media induksi kalus dengan penambahan BAP 2 mg/l dan NAA 3 mg/l. Kalus yang terbentuk disubkultur pada media induksi tunas dengan penambahan BAP 3 mg/l, selanjutnya, disubkultur ke dalam media perakaran dengan penambahan IBA (Indole Butyric Acid) 0, 1, 2, 3 mg/l. Hasil penelitian menunjukkan, pada media perakaran tidak terbentuk akar, tetapi terbentuk embrio somatik dengan tahap yang berbeda, yaitu tahap globular, hati dan torpedo. Embrio somatik yang terbentuk memiliki perbedaan warna yaitu, hijau kekuningan, hijau dan hijau kecoklatan. Selain itu, mempunyai struktur: remah, intermediet dan kompak, serta mempunyai berat basah embrio somatik sebesar 10-290 mg.
Skrining Konsorsium Azotobacter Penghasil Fosfatase Rachma Shouma Annisa; Enny Zulaika
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.196 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.26509

Abstract

Fosfat tersedia  di dalam tanah diperlukan oleh tanaman. Fosfat terlarut dapat disediakan oleh mikroorganisme melalui sekresi asam organik atau secara enzimatik dengan fosfatase. Beberapa anggota genus Azotobacter dapat melarutkan fosfat, namun belum diketahui apakah secara konsorsium dapat menghasilkan enzim fosfatase. Skrining Azotobacter penghasil fosfatase dilakukan dengan medium agar minimal (MM) yang dimodifikasi dengan penambahan p-nitrofenol fosfat (pNPP) sebagai sumber fosfat. Subkultur isolat menggunakan MM broth. Konsorsium Azotobacter A1b, A3, A6, A9, dan A10 mampu memproduksi enzim fosfatase.
Pengaruh Mutagen Kimia EMS (Ethyl Methane Sulphonate) Terhadap Daya Berkecambah Benih Tanaman Tembakau var. Marakot Bangun Surya Putra; Kristanti Indah Purwani
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (539.854 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.26705

Abstract

Penyediaan benih bermutu merupakan permasalahan dalam peningkatan produksi tembakau. Induksi mutasi merupakan salah satu cara untuk mendapatkan varietas unggul yang memiliki produktivitas tinggi dan kualitas yang baik. Beberapa penelitian mengenai penggunaan mutagen kimia EMS (Ethyl Methane Sulphonate) menunjukkan pengaruh terhadap perkecambahan benih tanaman sehingga diperlukan penelitian untuk mengetahui pengaruh konsentrasi mutagen EMS terhadap daya berkecambah benih tanaman tembakau. Beberapa variasi konsentrasi EMS yang digunakan pada penelitian ini yaitu 0,1%, 0,5%, 1%, dan 1,5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan konsentrasi mutagen EMS berpengaruh nyata terhadap daya berkecambah benih tembakau. Perlakuan EMS dengan konsentrasi 1% dan 1,5% menunjukkan penurunan daya kecambah benih.
Aplikasi Konsorsium Azotobacter sebagai Biofertilizer pada Tanaman Sawi Daging (Brassica juncea L.) Indah Budi Asih; Enny Zulaika
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.38 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.26968

Abstract

Azotobacter merupakan bakteri pemfiksasi nitrogen bebas non-simbiotik, yang berpotensi sebagai agen biofertilizer, sehingga diharapkan mampu meningkatkan ketersediaan nutrisi yang dapat dengan mudah dimanfaatkan oleh tanaman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsorsium Azotobacter sebagai biofertilizer pada tanaman sawi daging (Brassica juncea L.) dan ketersediaan nitrat dalam media tanam. Perlakuan menggunakan komposisi media tanam dengan aplikasi biofertilizer dan pasir sebagai model tanah marginal. Media tanam terdiri dari P0 (pasir), P1 (pasir + biofertilizer 20 g), P2 (pasir + biofertlizer 40 g), P3 (pasir + biofertilizer 60 g), P4 (pasir + NPK), dan P5 (tanah taman). Analisa data menggunakan ANOVA one way dan dilanjutkan uji Tukey ( =5%) jika ada pengaruh  perlakuan.  Perlakuan P3 memiliki produktivitas paling tinggi dibanding  P0, P1, dan P2 pada semua parameter produktivitas, yaitu jumlah daun 8 helai, tinggi tanaman 14,3 cm, dan berat basah 5,15 g. Perlakuan P3, P4,dan P5 tidak berbeda nyata terhadap berat basah tanaman, sehingga P3 dapat dijadikan alternatif pengganti pupuk kimia untuk direkomendasikan dalam bertanam Brassica juncea L. pada lahan marginal.
Potensi Bacillus thuringiensis dari Tanah Perkebunan Batu Malang sebagai Bioinsektisida terhadap Larva Spodoptera litura F. Afriha Mafazah; Enny Zulaika
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.865 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.27447

Abstract

Bacillus thuringiensis merupakan bakteri gram positif berspora penghasil protein toksin yang bersifat insektisidal, salah satunya terhadap Spodoptera litura F. dari Ordo Lepidoptera. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui daya bunuh B. thuringiensis terhadap daya bunuh larva S. litura F. stadium instar 3, instar 4 dan instar 5. Sumber inokulum B. thuringiensis diambil dari tanah perkebunan Batu Malang. Isolasi menggunakan medium selektif LB (Luria Bertani) agar. Isolat terpilih di identifikasi dengan panduan Bergey’s Manual of Determinative Bacteria dan pengamatan kristal protein. Isolat K2 dan K9 teridentifikasi sebagai B. thuringiensis. Aplikasi bioinsektisida kultur B. thuringiensis dalam medium Luria Bertani cair (72 jam) dengan kepadatan sel 107. Isolat disemprotkan ke pakan larva instar 3, 4 dan 5. Kematian larva S. litura sudah mulai terjadi pada hari pertama setelah aplikasi B. thuringiensis dan presentase kematian meningkat sampai tujuh hari. Hampir seluruh larva yang diuji mengalami kematian antara 70-100%.
Studi Laju Dekomposisi Serasah Pada Hutan Pinus di Kawasan Wisata Taman Safari Indonesia II Jawa Timur Ory Kurnia Ayu Devianti; Indah Trisnawati Dwi Tjahjaningrum
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.434 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.27535

Abstract

Dekomposisi serasah merupakan proses yang sangat penting dalam dinamika hara pada suatu ekosistem. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui laju dekomposisi serasah pada hutan pinus di kawasan Wisata Taman Safari Indonesia II, Prigen Jawa Timur. Penanaman sampel serasah menggunakan Litterbag berdasarkan kecenderungan curah hujan. Periode I curah hujan cenderung tinggi dan Periode II cenderung rendah. Faktor lingkungan yang diukur meliputi faktor abiotik (suhu tanah, curah hujan) dan faktor kimia (kandungan lignin). Analisa data dengan uji statistik yaitu korelasi Pearson. Laju dekomposisi tertinggi terjadi pada periode I dengan kondisi curah hujan yang cenderung tinggi dibandingkan dengan periode II yang curah hujannya cenderung rendah. Berdasarkan uji yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa laju dekomposisi serasah pada hutan dominan pinus lebih dipengaruhi curah hujan (p= 0.749) dibandingkan dengan suhu (p= 0.506)  dan kandungan lignin.
Inventarisasi Tumbuhan Mangrove di Kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember Ardhiani Al Syauqi; Kristanti Purwani
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.028 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.27647

Abstract

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya sejak 2011 mengusung ITS eco campus. Salah satu karakteristi eco campus adalah adanya pemanfaatan lahan terbuka hijau. Pemanfaatan lahan terbuka hijau di wilayah kampus digunakan sebagai bahan kajian keanekaragaman tumbuhan. Upaya mengkaji keanekaragaman tumbuhan salah satunya dengan menginventarisasikan tumbuhan di kampus ITS. Salah satu jenis tumbuhan yang ada di kampus ITS adalah tumbuhan pesisir atau lebih dikenal dengan mangrove. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui jumlah tumbuhan mangrove di kampus ITS. Mengetahui taksonomi tumbuhan mangrove di kampus ITS. dan mengetahui manfaat mangrove ITS. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui jumlah tumbuhan mangrove di kampus ITS. Mengetahui taksonomi tumbuhan mangrove di kampus ITS. dan mengetahui manfaat mangrove ITS. Penelitian ini menggunakan metode jelajah dan analisis deskriptif kualitatif. Terdiri atas 12 familia yaitu Rhizophoraceae, Pteridaceae, Lecythidaceae, Asclepiadaceae, Apocynaceae, Malvaceae, Rubiaceae, Pandanaceae, Passifloraceae, Euphorbiaceae, Verbenaceae, dan Combretaceae. Manfaat dari mangrove di kawasan kampus ITS sebagian besar sebagai tanaman obat, pangan, dan bahan bangunan. Meskipun begitu ada beberapa jenis mangrove yang bermanfaat dibidang pertanian.
Pengaruh Pra-perlakuan Paraquat Terhadap Kandungan Asam Askorbat pada Tembakau (Nicotiana tabacum L.) var. MKY yang Dicekam Kekeringan Muhammad Ichsan Al Farisy; Nurul Jadid
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (663.587 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v7i1.29847

Abstract

Kekeringan merupakan faktor utama yang membatasi pertumbuhan dan perkembangan tanaman serta berpengaruh terhadap produktivitas tanaman di seluruh dunia, utamanya di daerah tropis. Salah satu bentuk pertahanan tanaman yaitu dengan melakuan mekanisme produksi antioksidan berupa asam askorbat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh (PQ) paraquat terhadap kandungan asam askorbat, klorofil, kandungan air relatif dan malondialdehid pada tembakau (Nicotiana tabacum L.) var. MKY yang dicekam kekeringan. Cekaman kekeringan dilakukan dengan cara melakukan penghentian pemberian air pada tanaman, serta digunakan PQ dengan konsentrasi 0.0005, 0.001, 0.0025, dan 0.005%. Parameter yang diukur adalah kandungan Malondialdehide (MDA), asam askorbat (AsA), klorofil, dan kandungan air relatif. Pemberian pra-perlakuan menggunakan paraquat dengan konsentrasi tersebut terbukti mampu meningkatkan kandungan senyawa antioksidan berupa asam askorbat, kandungan klorofil, kandungan air relatif, namun tidak berpengaruh signifikan terhadap kandungan malondialdehid. Paraquat dengan konsentrasi 0.001% dinilai merupakan konsentrasi yang paling optimal sebagai second messenger untuk meningkatkan respon N. tabacum dibawah cekaman kekeringan .
Studi Awal Pemanfaatan Bawang Putih yang dihitamkan sebagai Antibakteri St Qurratul Aini; Maya Shovitri
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.659 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v7i1.29848

Abstract

Bawang hitam adalah bawang putih segar yang telah dipanaskan selama beberapa waktu sehingga berubah warna, bau dan juga rasanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah bawang hitam sebagai olahan bawang putih memiliki daya antibakteri dengan melihat zona hambat dan pertumbuhan bakteri menggunakan metode difusi dan dilusi yang dimodifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Eschericia coli (Gram -), Bacillus subtilis (Gram +), dan Staphylococcus aureus (Gram +) resisten terhadap ekstrak bawang putih dan bawang hitam, sedangkan Pseudomonas aeruginosa (Gram -) sensitif terhadap ekstrak bawang putih dan ekstrak bawang hitam. Konsentrasi bunuh minimum ekstrak bawang hitam terhadap E. coli adalah 85%, S. aureus adalah 90%, dan pada P. aeruginosa serta B. subtilis adalah 100%. Kemudian konsentrasi bunuh minimum ekstrak bawang putih terhadap E. coli adalah 80%, S. aureus adalah 95%, dan pada P. aeruginosa serta B. subtilis adalah 100%.
Preparasi Pollen Tanaman Tembakau (Nicotiana tabacum L.) untuk Penyinaran Sinar Gamma Faishal Aliwardana; Nurul Jadid
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.124 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v7i1.29887

Abstract

Selama ini pemuliaan budidaya tembakau varietas somporis masih dilakukan secara konvensional. Pemuliaan secara konvensional sering mengalami kendala seperti masa produksi yang lebih lama dan hasil yang diperoleh tidak seragam. Oleh karenanya diperlukan alternatif teknik pemuliaan budidaya tembakau yang lebih cepat dan efisien. Salah satu teknik yang dapat dikembangkan adalah induksi ginogenesis untuk membentuk tanaman haploid menggunakan pollen yang diberi penyinaran sinar gamma. Tahap preparasi pollen sebelum dilakukan penyinaran sinar gamma sangat penting dilakukan. Proses pembibitan tanaman tembakau mulai dari benih, fase vegetatif hingga fase generatif dilakukan sesuai dengan panduan budidaya tanaman tembakau. Bunga yang digunakan untuk pemanenan pollen adalah bunga yang memiliki ciri panjang bunga ± 5 - 5,5 cm, ujung mahkota bunga sedikit membuka dan berwarna hijau kekuningan. Pollen yang didapat disimpan pada suhu 4 oC selama 3 hari untuk menunggu tanaman donor berbunga. Hasil penelitian menunjukan tanaman tembakau varietas somporis menghasilkan rata-rata 5,5 mg pollen per bunga. Setelah dipolinasi pada tanaman donor, pollen yang telah disimpan selama 3 hari pada suhu 4 oC memiliki viabilitas yang tinggi. Hal ini dapat dilihat dari persentase pembentukan polongnya yang mencapai 100%.

Page 100 of 228 | Total Record : 2279