cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sains dan Seni ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Arjuna Subject : -
Articles 2,279 Documents
Desain Carbody Eksterior dan Interior Tramway sebagai Ikon Angkutan Massal Cepat Kota Surabaya Adi Suprayitno
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.62 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v4i2.14036

Abstract

Realisasi proyek AMC (Angkutan Massal Cepat) Surabaya merupakan bagian rencana jangka panjang pemerintah kota dalam pengadaan sistem transportasi publik modern dan terintegrasi.Namun, konsep trem dan monorail sebagai ‘brand image’ transportasi massal berbasis kereta masih mendapat kesan negatif dari publik. Aspek kenyamanan, keselamatan, serta estetika yang sangat minim mengakibatkan kurangnya peminat moda transportasi tersebut. Perancangan ditujukan sebagai sajian alternatif rupa trem Surabaya. Konsep morfologi bentuk ikan Suro tampak pada carbody maskara eksterior trem. Carbody interior mengusung konsep lantai rendah yang berguna untuk memudahkan akses oleh beragam penumpang. Konfigurasi interior dibangun untuk meningkatkan fungsi trem sebagai moda transportasi massal perkotaan, waktu tempuh cepat dengan frekuensi tinggi, dan berhenti di banyak stasiun. Gaya desain merujuk pada tren kereta modern, simpel, dan dinamis. Sesuaikeberadaan Surabaya sebagai kota metropolitan dengan tingkat pergerakan manusia yang padat. Kehadiran trem sebagai ikon AMC diharapkan mampu meningkatkan kebanggaan serta antusiasme publik terhadap penggunaan transportasi massal dalam kota
PERANCANGAN KOMUNIKASI PEMASARAN TERPADU SUROBOYO CARNIVAL NIGHT MARKET Bagasworo Rinugroho
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (586.064 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v4i2.13882

Abstract

Suroboyo Carnival Night Market ingin menjadi ikon wisata Surabaya. Oleh karena itu, perancangan komunikasi pemasaran terpadu ini bertujuan untuk mengkomunikasikan Suroboyo Carnival Night Market sebagai brand baru di masyarakat dan menanamkan citra sebagai taman hiburan bertema Surabaya dengan konsep wisata malam hari. Tujuan dari komunikasi pemasaran terpadu adalah memberikan pesan langsung kepada target audiens secara menyeluruh dan terintegrasi, melalu berbagai disiplin ilmu komunikasi. Metode yang digunakan adalah kuisioner, wawancara mendalam, observasi, dan literatur. Berdasarkan metode diatas dibentuklah konsep More Night More Fun, yang dapat diturunkan ke berbagai media komunikasi, baik dalam what to say dan dalam how to say. Perancangan ini menciptakan komunikasi pemasaran terpadu yang terintegrasi dengan memanfaatkan keluaran media yang beragam, baik dalam segi komunikasi maupun segi visual, untuk menciptakan sebuah pesan yang konsisten. Dengan menggunakan konsep komunikasi yang berbeda dengan taman hiburan lainnya, akan tercipta awareness di benak target audiens Suroboyo Carnival Night Market, khususnya masyarakat Surabaya.
Desain Mobil Posyandu Sebagai Unit Kesehatan Lanjut Usia Dengan Konsep Steril, Compact dan Futuristik Agung Dias Arifianto
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (587.214 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v4i2.13907

Abstract

Abstrak— Berkembangnya sarana mobil layanan kesehatan di Indonesia merupakan bukti bahwa layanan tersebut semakin dibutuhkan. Hal ini terjadi karena layanan kesehatan yang ada selama ini tidak sebanding dengan tingkat kebutuhan masyarakat. Kebutuhan ini disertai dengan meningkatnya jumlah populasi lansia di Indonesia sementara pelayanan kesehatan khusus seperti posyandu lansia tidak berjalan dengan baik dikarenakan banyak hal diantaranya minimnya fasilitas dan keterbatasan jarak. Karena itu pengadaan mobil layanan kesehatan khusus posyandu lansia dirasa perlu untuk memberikan kemudahan sarana dan prasarana akan pelayanan kesehatan serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat lansia. Dalam perancangannya, dibutuhkan pengumpulan data analisa kegiatan posyandu lansia terbaik di kota besar Indonesia beserta data transportasi layanan kesehatan sejenis yang ada sebagai tolak ukur sebuah rancangan untuk memperoleh data yang maksimal. Kemudian hasil analisa diolah dengan konsep ide mobil yang steril meliputi ruangan bersih dan nyaman, penempatan air kotor dan bersih, pemisahan sampah medis kemudian compact, yaitu furnitur ruangan yang ringkas cepat dan mudah digunakan. Selain itu unsur futuristik digunakan meliputi visualisasi mobil dinamis, penggunaan alat digital dan penggunaan sensor dalam mengukur tubuh. Konsep ini digunakan untuk menunjang semua aspek kegiatan posyandu yang mengedepankan kecepatan dan kenyamanan. Hasil dari perancangan ini diharapkan dapat membantu peran posyandu lansia agar lebih efektif dan tepat guna untuk menunjang kesehatan lansia di Indonesia.  
DESAIN KELAS DARURAT PASCA BENCANA UNTUK SEKOLAH DASAR DI INDONESIA Fahmi Rusvidianti
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.854 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v4i2.13916

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan potensi bencana yang cukup tinggi. Dalam kurun waktu 12 tahun selama 2002 hingga awal 2014, BNPB mencatat telah terjadi 1.093 bencana alam, baik bencana hidrometerologi maupun non hidrometeorologi. Dari beberapa data,  didapatkan bahwa jumlah pengungsi dan sarana pendidikan yang rusak karena bencana sangat besar. Hal ini tentu berdampak buruk bagi keberlangsungan pendidikan anak-anak yang masih sekolah. Selain itu, bencana juga menimbulkan post traumatic disorder (PTSD) pada anak karena terjadinya hal-hal buruk yang menimpa mereka dan keluarganya saat bencana. Selama ini, penanganan pendidikan dalam situasi darurat terutama dalam hal infrastrukturnya belum optimal. Pada masalah ini, penulis mencoba memberikan solusi melalui desain yang berfokus pada penyediaan infrastruktur berupa modul kelas semi permanen berbasis caravan. Proses pendistribusian modul cukup mudah dengan cara ditarik oleh mobil. Ukurannya disesuaikan dengan akses jalan di Indonesia sehingga kemampuan menjangkau hingga daerah terpencil pun tinggi. Sistem folding dan extend yang ada pada modul membuatnya sangat praktis dan mudah digunakan dalam waktu persiapan yang singkat. Kelas darurat pasca bencana ini ditujukan untuk siswa SD, dengan menawarkan konsep pendidikan non formal. Terdiri dari dua modul, yaitu modul classroom yang mengakomodasi fungsi belajar mengajar dan multimedia fun learning. Dan modul multipurpose yang mengakomodasi fungsi kantor administrasi, dapur sederhana, tempat tinggal relawan guru dan multimedia fun learning. Diharapkan, Kelas Darurat ini sekaligus dapat menjadi pusat aktivitas anak di area pengungsian karena konsep pembelajarannya yang menyenangkan sehingga dapat menjadi penyembuh trauma psikologis mereka.
Desain Workstation Peracikan Obat Untuk Ruang Kelas SMK Farmasi di Surabaya Sherly Pracelina
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.858 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v4i2.13922

Abstract

Pendidikan masyarakat di era Globalisasi saat ini memiliki standar yang cukup tinggi dengan perbekalan soft skill maupun hard skill sebagai modal usaha untuk bekerja. Standar ini dimaksudkan agar masyarakat yang telah lulus dan mendapatkan pendidikan tersebut dapat bekerja dengan baik secara mandiri.  Selain itu, dengan adanya penetapan standart pendidikan, maka akan terjadi peningkatan mutu dan kualitas lulusan pendidikan.Salah satu bidang pendidikan yang memiliki standart tinggi dan semakin dibutuhkan dari tahun ke tahun adalah pendidikan bidang kesehatan seperti farmasi. Saat ini pendidikan bidang kefarmasian yang menjadi pilihan favorit untuk masyarakat kalangan menengah kebawah adalah pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan Farmasi, hal ini dikarenakan lulusan pendidikan dapat langsung bekerja tanpa perlu melanjutkan ke jenjang Perguruan Tinggi. Walaupun jenjang pendidikan SMK Farmasi mudah untuk dimasuki, tetapi rumitnya proses pendidikan yang dijalani serta kurang tersedianya sarana prasarana pendidikan yang baik, seringkali menghambat proses pengajaran. Adapun meja peracikan yang digunakan saat ini kurang memenuhi kebutuhan dan standart pendidikan yang dibutuhkan siswa. Untuk mendukung perbaikan mutu dan kualitas lulusan pendidikan tersebut, maka diperlukan perbaikan  sarana dan prasarana pendidikan. Workstation peracikan obat merupakan salah satu bentuk penyediaan sarana dan prasarana pendidikan  dengan sistem  penataan ruang penyimpanan yang dapat diatur sesuai kebutuhan. Oleh karena itu workstation dibutuhkan pengadaannya dalam suatu ruang guna meningkatkan efisiensi kerja. Berdasarkan kebutuhan utama furnitur untuk peracikan obat, maka telah terpilih beberapa furniture utama yang dibutuhkan, yaitu meja peracikan obat, rak sediaan bahan, rak peralatan peracikan obat, meja cuci peralatan kerja. Dari fungsi utama workstation peracikan obat tersebut ditambahkan fungsi pendukung seperti rak penyimpanan timbangan, sink drawer (Bak cuci dalam laci), dan stacker (colokan listrik)
PERANCANGAN KAMPANYE SANITASI SEHAT DI SURABAYA Dina Yulianti
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v4i2.13976

Abstract

Abstrak—Permasalahan lingkungan saat ini semakin kompleks pada kesehatan dan kebersihannya. Setiap tahunnya di daerah pesisir dan tepi sungai atau kali mengalami peningkatan limbah dari masyarakat yang mengakibatkan menurunnya kualitas lingkungan. Saat ini, masalah penurunan kualitas lingkungan dan sanitasi adalah salah satu problem yang kompleks terjadi di Indonesia termasuk kota Surabaya. Kurangnya kepeduliannya masyarakat sering kali mengakibatkan rendahnya kualitas hidup, menjadikan ketidakseimbangan dan kesenjangan masyarakat. Highfive adalah  salah  satu program yang dikeluarkan oleh USAID khusus menangani masalah perilaku dan sanitasi masyarakat Surabaya. Dengan didukung dinas kesehatan lingkungan surabaya, highfive berusaha untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan mengadakan kampanye sanitasi di beberapa kecamatan. Namun banyak sekali kendala yang terjadi seperti, kultur dan perlaku masyarakat. Berangkat dari masalah tersebut, penulis merancang sebuah strategi dan kampanye untuk mengubah sebuah kebiasaan menjadi hygiene. Dengan menggunakan pendekatan seperti gaya bahasa, dan karakteristik serta tatanan timeline untuk pencapaian goals kegiatan, diharapkan strategi kampanye ini cocok dilaksanakan di Surabaya dan dapat meningkatkan awareness masyarakat terhadap sanitasi lingkungan rumah tangga serta lingkungan. Kata Kunci— Kampanye, Sanitasi, Hygiene 
Perancangan Buku Visual Informasi Kesehatan Reproduksi, Menstruasi dan Pubertas Untuk Remaja Putri Usia 12-15 Tahun Kahane Noeschi
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v4i2.13978

Abstract

Masa pubertas biasanya dimulai saat berumur 8 hingga 10 tahun. Salah satu tanda dari pubertas pada remaja putri adalah dimulainya siklus menstruasi. Saat ini menstruasi dapat terjadi lebih awal yaitu sekitar usia 9 tahun, dimana seorang remaja biasanya baru mengalaminya saat usia 11 tahun. Sehingga pada masa pubertas tersebut, mereka harus segera diberi informasi tentang kesehatan reproduksi, menstruasi, dan juga tentang masalah pubertas itu sendiri. Berbagai metode penelitian dilakukan melalui wawancara dengan beberapa narasumber yang berkompeten di bidangnya, untuk mendapatkan hasil penelitian yang sesuai dengan kebutuhan dan juga karakteristik target audiens. Wujud dari penelitian ini adalah sebuah buku visual yang berisikan tentang tumbuh kembang remaja putri, dengan mengusung konsep “A Girl’s Diary to Growing Up”diharapkan buku ini dapat membantu para remaja putri untuk mengetahui informasi-informasi tersebut yang dikemas dengan bahasa yang ringan dan jelas serta ditambah dengan visualisasi yang menarik.
Desain Gitar Akustik Berbahan Rotan Muhammad Khirzan Ulinnuha
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (848.977 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v4i2.13991

Abstract

Rotan di Indonesia masih kurang dimanfaatkan oleh negeri sendiri, meskipun telah ada kebijakan pemerintah yang melarang ekspor bahan baku rotan. Desain yang menggunakan rotan sebagai material utamanya, pada umumnya hanya terpaku pada desain furnitur dan barang kerajinan. Perlu adanya produk baru selain furnitur dan kerajinan sebagai upaya untuk terus meningkatkan nilai guna rotan. Dalam hal ini, gitar akustik adalah sebuah produk yang menjadi obyek desainnya. Konsep gitar akustik rotan ini adalah dengan mengaplikasikan papan rotan laminasi yang merupakan produk hasil riset Pak Dodi Mulyadi di PIRNAS (Pusat Inovasi Rotan Nasional) untuk menjadi bahan utama pada gitar. Papan rotan laminasi digunakan untuk membuat body gitar akustik sebagai ruang resonansinya. Gitar ini adalah gitar pertama di Indonesia yang menggunakan material rotan sebagai bahan utamanya, maka hasil desain yang dihasilkan adalah berupa produk eksperimen model gitar berbahan rotan berskala 1:1 yang tentunya dapat dimainkan layaknya gitar pada umumnya. Hasil dari penelitian ini adalah satu buah produk eksperimen model gitar berbahan rotan yang bentuknya mengacu pada bentuk gitar Yamaha C-315. Rotan sebagai material utama pada bagian body gitar akan menghasilkan suara yang unik dan menghasilkan tekstur yang berkarakter yaitu serat-serat yang besar dan membujur serta warna rotan yang khas. Selain itu, pada penelitian ini dihasilkan pula pengembangan-pengembangan dari desain gitar akustik berbahan rotan yang lain, baik berupa gitar akustik maupun gitar elektrik. Pengambangan gitar rotan tersebut tentunya tetap menonjolkan karakter rotan dan tetap memperhatikan kualitas suara gitar itu sendiri.
Perancangan Aset Visual Mobile Game Bertema Jajanan Pasar Surabaya Wildan Ramadhan ITS
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (566.531 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v4i2.14003

Abstract

Industri game development di Indonesia menunjukkan perkembangan yang positif. Salah satu judul game yang mengangkat tema kuliner berhasil memasuki peringkat 10 besar di Indonesia. Dengan melihat kesuksesan game dengan tema kuliner tersebut, maka hal ini tentu memberikan peluang yang baik untuk mengangkat kuliner indonesia ke dalam mobile game, khususnya jajanan pasar. Metode yang dilakukan dalam peracangan ini meliputi wawancara mendalam pada praktisi yang sedang mengembangkan mobile game untuk mengetahui bagaimana cara merancanga mobile game, observasi lapangan dan riset visual terhadap jajanan pasar untuk menganalisis ciri khas jajanan pasar. Hasil dari perancangan ini adalah sebuah mobile game yang mengangkat jajanan pasar sebagai karakter yang hidup, desain environment, gameplay dan desain antar muka. Kesimpulan yang dapat diambil dari hasil post test adalah mayoritas pemain menikmati keseluruhan isi dari mobile game ini, namun untuk beberapa pemain masih kesulitan untuk mengenali jajanan pasar yang ada di dalam game ini dikarenakan pengetahuan tentang jajanan pasar yang terbatas.  
Desain Sepeda Listrik untuk Anak Sekolah SMP & SMA yang Menunjang Aktifitas Gaya Hidup Remaja Perkotaan dan Dapat Diproduksi UKM Lokal Miftahul Huda
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.264 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v4i2.14008

Abstract

Peningkatan pertumbuhan ekonomi kota-kota besar di Indonesia tentu akan berpengaruh besar terhadap kebutuhan alat transportasi bagi setiap individu. Seperti di Kota Surabaya, jumlah kepemilikan kendaraan bermotor semakin meningkat. Saat ini jumlah kendaraan di Surabaya mencapai angka 4,5 juta. Penggunaan bahan bakar minyak sebagai sumber tenaga kendaraan bermotor tentu sangat tinggi pula. Emisi dari kendaraan bermotor tersebut yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat dan penggunaan bahan bakar fosil tersebut menghasilkan gas-gas rumah kaca seperti CO2 dan telah memberikan kontribusi terbesar bagi pemanasan global. Upaya pengembangan energi alternatif selain bahan bakar fosil terus dikembangkan. Maraknya penggunaan sepeda motor dikalangan remaja perkotaan, meskipun ada larangan penggunaan sepeda motor, namun masih saja banyak remaja yang tidak menghiraukan larangan tersebut. Hal ini tidak dapat dipungkiri, Jarak yang jauh dari rumah ke sekolah dan tingginya aktifitas remaja perkotaan tanpa didukung alat transportasi umum yang memadai, membuat remaja enggan untuk naik alat transportasi umum, menggunakan sepeda kayuh juga akan menguras banyak tenaga karena jarak dari rumah yang jauh, sepeda listrik saat ini yang ada dipasaran mayoritas berjenis city bike dengan ukuran frame kecil, keranjang, boncengan belakang, membuat remaja enggan untuk menggunakan sepeda listrik sebagai alat transportasi kesekolah. Sepeda listrik pada penelitian ini diarahkan ke segmen remaja laki – laki, dilakukan kuesioner untuk mengetahui selera dan kebutuhan remaja, menggunakan metode behavioral mapping untuk memetakan aktifitas dan gaya hidup remaja perkotaan. Untuk memenuhi selera bentuk sepeda yang diinginkan remaja, bentuk sepeda listrik mengadopsi karakter sepeda motor menggunakan metode form follow function. Melakukan analisa konfigurasi penempatan komponen sepeda listrik seperti, baterai dan motor agar didapatkan konfigurasi penempatan yang harmonis dengan frame tanpa menghilangkan manfaat sepeda kayuh. Desain sepeda listrik harus mendukung industri kreatif dengan menggandeng UKM lokal untuk mewujudkan prototip final desain, dengan harapan UKM dapat memproduksi sendiri sepeda listrik dan dapat memenuhi kebutuhan sepeda listrik yang ada di pasar domestik.