Articles
2,279 Documents
Desain Interior Museum Borobudur dengan Pencahayaan sebagai Aksen dan Penunjang Visual
Silvia Yuni Hendrastuti;
Prasetyo Wahyudie
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (766.587 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.18900
Tujuan dari ruang pamer museum adalah untuk memamerkan dan memajang kelebihan suatu benda koleksi kepada pengunjung. Oleh karena itu tampilan suatu ruang pamer museum haruslah komunikatif agar isi yang disampaikan dapat diterima oleh pengunjung. Tentunya kegiatan ini tidak terlepas dari pengamatan visual, sehingga tampilan secara visual benda pamer dan sekitarnya perlu diperhitungkan agar menjadi bahasa komunikasi yang baik dan menarik dalam sebuah ruang pamer museum. Pencahayaan merupakan salah satu penunjang visualisasi dari benda-benda koleksi dan ruang pada museum. Dengan pencahayaan yang tepat dan baik, pengunjung dapat melihat objek-objek tidak hanya secara jelas namun juga menarik dan membangkitkan kenyamanan visual pengunjung. Metode pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, kuesioner, studi pustaka & pembanding. Metode ini dilakukan guna untuk mendapatkan beberapa variabel yang selanjutnya diolah dan dikembangkan menjadi sebuah konsep desain akhir. Lebih lanjut lagi, didapatkan sebuah langgam untuk desain interior museum Borobudur yaitu dengan konsep budaya Jawa dan modern yang dipadukan dengan unsur pencahayaan. Pencahayaan yang digunakan berupa perpaduan pencahayaan alami dan buatan. Penerapan beberapa teknik pencahayaan pada desain museum ini ternyata dapat menampilkan objek benda pamer tersebut selain lebih menarik, juga menjadi aksen yang menjadi nilai tambah museum.
Desain Interior Fasilitas Pendidikan Yayasan Pembinaan Anak Cacat Di Semolowaru dengan Tema Modern Menggunakan Ide Bentuk Catur
Megawati Susanto;
Thomas Ari Kristianto
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (302.753 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.18947
Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Semolowaru, Surabaya adalah sebuah Yayasan yang menangani pendidikan dan fasilitas terapi untuk para penyandang disabilitas, yang mayoritas masih anak-anak. Dalam kasus ini disabilitas yang dimaksud adalah penyandang cerebral palsy, autism, down syndrome, dan Retardasi Mental. Kelemahan dari penyandang disabilitas adalah kurang bisanya mereka untuk terus berkonsentrasi pada satu hal yang sama. Diperlukan sebuah desain yang mampu menciptakan suasana nyaman yang dapat mempengaruhi keadaan psikologis peserta didik, supaya tetap semangat dalam mengikuti proses belajar-mengajar maupun proses terapi. Tema desain yang diambil adalah tema modern, sebagai tema yang paling bisa mendukung standar-standar sarana dan prasarana yayasan untuk anak berkebutuhan khusus sesuai dalam studi literatur. Bentukan desain, mengambil ide bentuk dari karakter ‘catur’. Citra catur sebagai sebuah permainan yang mampu digunakan sebagai pengasah otak, melatih konsentrasi, dan direncanakan dapat membantu siswa untuk lebih mudah belajar
Desain Interior Museum TNI-AL Loka Jala Crana sebagai Sarana Edukasi berkonsep Interaktif Modern
Nany Maryani;
Mahendra Wardhana
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (568.033 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.19023
Museum TNI-AL Loka Jala Crana merupakan museum maritim yang berada dibawah naungan TNI AL yang berada di Kompleks AAL, Surabaya. Museum TNI-AL Loka Jala Crana ini berfungsi sebagai tempat untuk menyimpan, mengabadikan, dan menyajikan peralatan atau sarana yang dipergunakan oleh TNI AL. Selain sebagai tempat penyimpanan, museum ini juga dijadikan sebagai objek pendidikan bagi kandidat TNI AL dan dibuka untuk masyarakat umum. Koleksi museum Loka Jala Crana berupa benda-benda bersejarah yang pernah dimiliki serta dipakai oleh prajurit-prajurit TNI Angkatan Laut mulai dari revolusi fisik hingga saat ini yang kemungkinan akan terus bertambah seiring berkembangnya zaman. Desain interior ini mengambil konsep modern interaktif. Modern diambil berdasarkan visi misi dan karakteristik TNI AL. Pengam-bilan konsep ini bertujuan untuk mempertahankan identitas dan tujuan daripada museum dengan proses yang interaktif.Metode penelitian yang digunakan untuk mencapai konsep desain adalah metode penelitian kualitatif dan kuantitatif. Data yang didapat akan diolah dan dianalisa untuk mendapatkan sebuah konsep dengan bantuan studi pustaka mengenai data yang menunjang seperti standardisasi perancangan museum hingga data pembanding dan referensi tentang objek yang diperlukan. Pencapaian interaktif modern pada desain interior ini ialah ketika pengunjung dapat tertarik dan merasakan suasana latar bela-kang koleksi melalui sistem display, alur, dan interior ruang yang unik dan modern sehingga keberadaan Museum TNI-AL Loka Jala Crana dapat menjadi sarana pembelajaran bagi masyarakat dan objek pendidikan bagi kandidat TNI AL.
Desain Interior Resort Hotel Jambooland Tulungagung Bernuansa Fun Neo Klasik
Ghina Azizah;
Aria Weny Anggraita
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (386.985 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.19041
Wisata, rekreasi, dan hiburan telah mejadi hal penting dalam kehidupan masyarakat modern. Seiring berkembangnya jaman, padatnya aktivitas, dan tingkat stress yang semakin tinggi membuat kebutuhan masyarakat akan hiburan semakin meningkat. Oleh karena itu, dewasa ini perkembangan bisnis perhotelan dan pariwisata di Indonesia mengalami peningkatan yang cukup signifikan.Keberadaan Resort Hotel Jambooland sebagai hotel bintang 3 merupakan salah satu fasilitas pendukung obyek wisata Jambooland Tulungagung. Dengan adanya hotel di areanya, maka akan memberi nilai tambahan pada obyek wisata Jambooland tersebut.Metode desain meliputi pengumpulan data yang dilaksanakan secara langsung maupun tidak langsung yakni survey lapangan pada obyek pembanding yang serupa, studi pustaka melalui berbagai sumber, wawancara pada pihak terkait pembangunan hotel, hingga persebaran kuisioner kepada masyarakat umum.Konsep yang dihadirkan pada Resort Hotel Jambooland Tulungagung adalah desain interior hotel yang unik dan menarik. Fun Neo klasik merupakan konsep utama yang akan digunakan pada desain interior Jambooland Hotel. Dimana secara garis besar konsep yang digunakan merupakan perpaduan antara bentuk semi klasik dengan material dan warna modern, namun tidak melupakan identitas hotel yang sudah ada. Sentuhan nuansa Neo Klasik yang dihadirkan berupa ciri khas dari langgam itu sendiri. Sedangkan nuansa Fun berupa penerapan warna dan bentuk yang unik dan menarik.
Redesain Hotel Berbintang Tiga di Surabaya Langgam Neo Klasik dengan Sentuhan Etnik Jawa Mataram
Chyntia Putri Adiwijaya;
Nanik Rachmaniyah
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (416.342 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.19178
Perkembangan sektor perhotelan di kota Surabaya sejak tahun 2013 menyebabkan persaingan bisnis di sektor ini meningkat. Pihak manajemen hotel saling berlomba menarik perhatian konsumennya melalui beberapa langkah, bukan hanya melalui peningkatan pelayanan, namun juga menghadirkan suasana interior hotel yang nyaman sekaligus memiliki konsep langgam yang berbeda. Objek desain yakni sebuah hotel berbintang tiga di Surabaya. Riset mengenai langgam desain telah dilakukan oleh penulis demi menemukan konsep desain yang sesuai untuk diaplikasikan pada objek desain ini. Hasil kuisioner yang dilakukan memberi kesimpulan bahwa langgam desain yang sesuai untuk diterapkan yakni langgam desain Neo Klasik dengan sentuhan Etnik Jawa Mataram. Metode pengumpulan data yang digunakan yakni pengumpulan data secara langsung dan tidak langsung. Pengumpulan data secara langsung dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan kuisioner kepada pengunjung hotel. Sedangkan pengumpulan data secara tidak langsung yaitu dilakukan dengan mengumpulkan data dari berbagai literature. Data yang diperoleh kemudian diolah dan dianalisa terhadap elemen-elemen pembentuk ruang pada interior, sehingga didapatkan sebuah penerapan konsep langgam pada ruang. Hasil dari proses redesain ini adalah rancangan desain interior area lobi, kamar, dan restauran di hotel berkonsep neo klasik dengan sentuhan etnik jawa mataram yang memperhatikan efisiensi dan efektifitas alur sirkulasi, baik untuk tamu maupun staff hotel.
Perancangan Buku Panduan Visual Upacara Adat Jawa Menyambut Kelahiran Bayi Hingga Usia 1 Tahun
Istiana Suhartati;
Baroto Tavip Indrojarwo
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (4910.535 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.19204
Kebudayaan tradisional di masyarakat sudah mulai menghilang, khusunya di Jawa. Akibat perkembangan jaman dan kurangnya perhatian masyarakat upacara adat Jawa untuk bayi sering dikesampingkan oleh masyarakat. Adanya keraguan akan kegunaan sebuah upacara adat membuat masyarakat meninggalkan upacara adat tersebut. Selain itu kurangnya dokumentasi dan inventarisasi terhadap upacara adat Jawa untuk bayi juga membuat keberadaan upacara adat mulai terlupakan. Adanya latar belakang tersebut dipilih sebuah tema tentang panduan upacara adat Jawa untuk bayi guna membantu mempertahankan sebuah kebudayaan. Berdasar pada latar belakang, dilakukan riset mengenai minat masyarakat terhadap upacara adat Jawa untuk bayi. Riset yang dilakukan berupa pengambilan data – data konten dan riset target segmen melalui metode wawancara, observasi dan kuisioner. Wawancara dilakukan dengan dua orang ahli upacara adat Jawa di kota dan pedesaan sedangkan observasi dilakukan pada kegiatan upacara adat Jawa di kota dan pedesaan. Setelah data – data terkumpul maka dilakukan analisa data untuk menentukan target segmen dan media apa yang sesuai diterapkan kepada target segmen menggunakan kuisioner yang disebarkan di wilayah perkotaan. Dari hasil kuisioner diambil sebuah kesimpulan konsep desain kontemporer dalam buku dengan gaya penyampaian yang informatif menggunakan infografis. Buku panduan visual upacara adat Jawa menyambut kelahiran bayi hingga usia 1 tahun berbasis infografis dan fotografi. Buku dengan konten prosesi upacara adat Jawa yang dilengkapi pembuatan perlengkapan disajikan dengan infografis yang memandu serta fotografi sebagai pemikat dalam buku. Konten buku yang ditonjolkan disesuaikan dengan kebutuhan target segmen yakni mengenai mitos dan fakta upacara adat, tata cara pelaksanaan dan perlengkapan yang dibutuhkan. Desain kekinian dalam buku dipergunakan untuk meminimalisir kesan kuno namun tidak mengurangi nuansa kebudayaan dari konten buku.
Perancangan Board Game Hanacaraka Sebagai Media Bantu Pembelajaran Bahasa Jawa Untuk Siswa Kelas 3 dan 4 SD
Anggun Fajarizka;
Raditya Eka Rizkiantono
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (3176.722 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.19205
Aksara Jawa merupakan salah satu kebudayaan asli Indonesia yang patut dilestarikan. Namun seiring berjalannya waktu aksara Jawa semakin ditinggalkan. Aksara Jawa sebenarnya tidak dikatakan menghilang, hanya mengalami akulturasi, yaitu menipisnya pemahaman masyarakat akan budaya sendiri. Sebagian besar siswa di sekolah masih mengalami kesulitan dalam belajar membaca aksara jawa karena semakin tinggi tingkat pendidikannya, semakin berkurang pula materi aksara jawa yang diberikan. Dampak yang terjadi adalah siswa kurang paham dalam membedakan bentuk aksara jawa sehingga mengalami kesulitan dalam membaca aksara jawa. Tahapan pengumpulan data diperoleh langsung melalui penyebaran kuesioner kepada target audiens di Surabaya, wawancara mendalam kepada pengajar Bahasa Jawa, melakukan studi eksisting dan komparatif terhadap media pembelajaran lainnya, dan studi literatur dengan mengumpulkan berbagai data dari buku dan internet. Dengan menggunakan media pembelajaran berupa board game edukasi, diharapkan dapat meningkatkan minat pada aksara jawa, meningkatkan pemahaman siswa dalam membedakan huruf-huruf yang hampir sama bentuknya, memudahkan siswa dalam belajar membaca Aksara Jawa, menimbulkan suasana belajar yang menyenangkan, serta dapat dijadikan metode belajar yang menarik dan mudah dipahami.
Desain Interior Toko Buku Uranus dan Kafe Libreria dengan Konsep Eco Industrial
Irfanuddin Irfanuddin;
Aria Weny Anggraita;
Thomas Ari K
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (445.01 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.19255
Membaca adalah salah satu kegiatan yang berguna untuk menambah wawasan. Wawasan sangat penting untuk meningkatkan pengetahuan sehingga masyarakat dapat meningkatkan kemampuan dan meningkatkan daya saing mereka. Hasil survey UNESCO pada tahun 2011 dikatakan bahwa minat baca masyarakat Indonesia hanya berkisar 0.001% yang berarti, dari 1000 masyarakat Indonesia hanya 1 orang yang memiliki minat baca. Sementara UNDP merilis angka melek huruf orang dewasa Indonesia hanya 65,5%, sedangkan Malaysia sudah mencapai 86,4 persen. Menurut perhitungan presentase UNESCO, Indonesia merupakan negara dengan tingkat minat membaca yang paling rendah di Asia. Toko buku Uranus Surabaya membuka sebuah kafe bernama Libreria Eatery sebagai salah satu usaha untuk meningkatkan pengunjung toko buku Uranus sendiri. Metode desain meliputi pengumpulan data lewat pengamatan lapangan dan penyebaran kuisioner kepada pengunjung dan remaja di surabaya. Metode pengumpulan data dilanjutkan dengan melakukan analisa sehingga didapatkan permasalahan dalam desain interior toko buku dan kafe tersebut dan dapat diberikan solusi solusi untuk pemecahan masalah interior yang ada serta dapat diterapkan pada elemen elemen pembangun ruang interiornya. Konsep desain yang akan diterapkan adalah konsep Eco Industrial dimana konsep industrial adalah sebuah konsep yang disesuaikan dengan kehidupan perkotaan serta mengikuti tren yang diminati oleh remaja sehingga dapat meningkatkan minat remaja untuk mengunjungi toko buku. Konsep eco sendiri sebagai penyeimbang konsep industrial untuk memberikan kesan dinamis serta pemanfaat 3R yaitu Recycle, Reuse, Reduce dapat memberi nilai positif untuk bisnis tersebut.
Redesain Interior Hotel Allium Panorama Batam dengan Langgam Transitional Bernuansa Tradisional
Bathriq Fatma Intifada;
Anggri Indraprasti
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1091.238 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.19573
Batam merupakan salah satu pulau di Indonesia yang digunakan sebagai jalur internasional karena berbatasan langsung dengan Negara Malaysia dan Singapura, oleh karena itu kota Batam berkembang dengan cepat sebagai kota modern dan metropolitan. Perkembangan kota yang semakin modern ini mempengaruhi banyak aspek, salah satunya desain bangunan dengan perubahan bentuk yang general hal ini berpotensi mengikis identitas lokal, sehingga diperlukan upaya untuk melestarikannya. Salah satu cara pelestarian indentitas adalah dengan menerapkan unsur budaya tradisional ke dalam elemen interior. Budaya tradisional juga memiliki potensi untuk menarik wisatawan ke suatu daerah. Hotel selain fungsinya sebagai sarana dan akomodasi bagi wisatawan dapat juga sebagai pembentuk citra atau image dari suatu daerah melalui implementasi budaya pada interiornya. Hotel Allium Panorama Batam merupakan salah satu hotel bisnis berbintang 4 di kota Batam, namun hotel tersebut belum menerapkan unsur budaya lokal ke dalam interiornya. Hotel ini terletak di pusat perdagangan kota Batam, sehingga memiliki letak yang strategis untuk dikembangan sebagai salah satu sarana dalam mengenalkan budaya lokal kepada wisatawan domestik dan juga mancanegara. Metode desain dalam hal ini dapat dilakukan dengan dua tahap yaitu pengumpulan data baik langsung maupun tidak langsung dan tahap analisa data. Tahap pengumpulan data berupa observasi (wawancara, kuisioner, survei lapangan) di Hotel Allium Panorama Batam untuk mengetahui kondisi eksisting hotel dan aktivitas pada hotel tersebut serta memperoleh data mengenai kebudayaan khas Batam. Selain itu dilakukan studi pustaka dari berbagai sumber baik buku, majalah, jurnal, maupun internet untuk memperoleh data-data pembanding. Data pembanding diperoleh melalui studi banding terhadap beberapa hotel yang telah menerapkan unsur budaya pada interiornya. Dari pengolahan data dan analisa tersebut diharapkan dapat menghasilkan sebuah konsep desain interior hotel Allium Panorama Batam yang nyaman dan elegan serta dapat menerapkan unsur budaya lokal pada desain interiornya sebagai sarana dalam mengenalkan budaya lokal kepada pengunjung hotel dan wisatawa.
Desain Interior Cat Cafe dan Cat Store Berkonsep Fun Playground dengan Furnitur Segitiga
Donny Revangga Adityara;
Mahendra Wardhana
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.19967
Wahana merupakan brand yang telah dikenal oleh masyarakat pecinta kucing dengan inovasinya dalam pengembangan furniture arena bermain kucing pertama di Indonesia. Dalam pengembangan produknya, wahana memberikan sebuah inovasi yang dirancang untuk memenuhi seluruh kebutuhan kucing para cat lover. Perjuangan demi perjuangan yang di capainya, membuat wahana ingin mengembangkan bisnisnya dalam memenuhi kebutuhan para konsumennya. Dalam konteks ini, wahana merancang sebuah ide dalam bidang usaha kuliner, dimana sebuah fasilitas umum yaitu Café, dirancang dengan konsep Cat Playground yang dapat dinikmati oleh seluruh cat lover. Dalam hal ini, ditemukan beberapa masalah yang dapat dipecahkan dengan kajian desain serta ilmu dalam merancang, terbentuklah sebuah Café yang dapat menambah value dari brand maupun produk itu sendiri. Maka, pada akhir kata disimpulkan bahwa cat cafe, merupakan media fasilitas umum yang bisa menjadi peluang sekaligus inovasi yang baru terhadap perkembangan konsep-konsep café yang ada di Indonesia. Dalam pengembangan Cat Café pada tugas akhir ini, penulis ingin menciptakan sebuah desain ruang yang memadukan antara kenyamanan pengguna serta kucingnya. Dengan penyajian konsep desain berupa fun playground, diharapkan pengunjung turut berpartisipasi dalam suasana permainan atraktif dengan kucing yang disediakan. Konsep furniture segitiga diharapkan mampu menjadi point of interest dari ruang tersebut, sehingga dapat menarik minat pengunjung.