cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sains dan Seni ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Arjuna Subject : -
Articles 2,279 Documents
Desain Sepeda Listrik Untuk Ibu Rumah Tangga Sebagai Sarana Transportasi Sehari-hari Yang Dapat Diproduksi UKM Lokal Fajar Sodiq
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v4i2.14013

Abstract

Abstrak - Pengembangan sarana transportasi yang ramah lingkungan saat ini gencar dilakukan oleh perusahaan otomotif diseluruh dunia yang merupakan tindakan dari isu global warming yaitu untuk mengurangi polusi dan bertujuan untuk mengatasi semakin berkurangnya bahan bakar minyak bumi yang tidak dapat diperbaharui.salah satu alat transportasi yang dikembangan saat ini adalah kendaraan listrik. Dari berbagai macam kendaraan listrik yang dikembangkan, sepeda listriklah yang paling diminati dan paling sukses dikembangkan dan disosialisasikan, terutama di Amerika, Eropa, Cina dan jepang. Di negara-negara tersebut pemakaian sepeda listrik sangat meluas mulai dari kendaraan  di dalam komplek, kendaraan kerja, sekolah, hingga instansi. Saat ini sepeda listrik mulai banyak beredar di Indonesia, hal ini pasti akan meningkat karena akan semakin banyak orang mencari alternatif untuk mencari alat transportasi yang ramah lingkungan, hal lain yang dapat mendorong masyarakat beralih ke sepeda listrik adalah ketersediaan bahan bakar bagai sarana transportasi yang dapat membantu dan mempermudah melakukan kegiatan sehari-hari dengan fitur yang dapat mengakomodasi kebutuhan ibu rumah tangga. Seperti boncengan yang aman digunakan untuk anak-anak dan keranjang yang dapat di lepas-pasang dengan mudah sehingga dapat berfungsi sebagai tas untuk berbelanja. Selain itu penelitian ini juga bertujuan untuk mengembangkan sepeda listrik yang dapat diproduksi di dalam negeri yang tentunya memliki harga yang lebih murah dibanding produk import. Kata kunci : sepeda listrik; ibu rumah tangga; Transportasi.
Desain Carbody Bus Listrik Kampus ITS Mario Ryan Haryono
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (642.756 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i1.15341

Abstract

Realisasi program bus listrik Kampus ITS merupakan bagian rencana dari ITS Eco Campus dalam pengadaan sistem transportasi kampus yang terintegrasi serta ramah lingkungan. Namun, konsep bus listrik yang telah ada sebagai ‘brand image’ transportasi massal di lingkungan Kampus ITS masih kurang menunjukkan citra ITS.  Aspek kenyamanan, keselamatan, serta estetika yang kurang maksimal mengakibatkan belum dioperasikannya secara penuh. Perancangan ditujukan sebagai sajian alternatif bus listrik Kampus ITS. Konsep ecotechnology dalam bentuk dasar heksagonal yang terispirasi dari honeycomb tampak pada carbody rangka, fascia, lampu, serta buritan bus listrik. Carbody interior mengusung konsep lantai rendah yang berguna untuk memudahkan akses penumpang dari trotoar kampus ITS. Konfigurasi interior dibangun untuk memaksimalkan fungsi bus listrik sebgai moda transportasi massal kampus, waktu tempuh cepat dengan frekuensi tinggi, dan berhenti di banyak halte. Gaya desain merujuk pada tren bus listrik modern, unik, dan smart. Sesuai dengan karakter kampus serta mahasiswa ITS yang memiliki keinginan untuk tampil berbeda, modern, serta cerdas . Kehadiran bus listrik Kampus ITS ini diharapkan mampu meningkatkan kebanggaan serta antusiasme mahasiswa terhadap penggunaan transportasi massal dalam kampus.
Desain Serial Sepatu Basket Streetball Bercirikan Indonesia Devido Prasetya Gumelar Alam Winoto
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (929.51 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i1.15466

Abstract

Dewasa ini perkembangan Streetball di tanah air cukup pesat, hal ini ditandai dengan semakin banyaknya komunitas yang ada. Streetball adalah pengembangan dari olahraga basket dimana kelincahan pergerakan pemain dan unsur keindahan dalam mengolah bola merupakan hal yang ditonjolkan. Oleh karena itu diperlukan adanya desain sepatu khusus yang dapat menunjang pergerakan para pemain serta mampu melindungi mereka dari ancaman cedera. Sayangnya, walaupun perkembangan streetball di tanah air cukup pesat, perkembangan desain sepatu tidak mengalami perkembangan yang signifikan. Hal ini dapat dilihat dari masih digunakannya sepatu-sepatu basket konvensional yang belum tentu dapat menunjang kebutuhan pemain streetball. Salah satu masalah yang ada pada sepatu basket adalah tidak adanya outsole yang dapat menunjang kebutuhan setiap posisi pemain streetball. Selain itu, belum adanya desain sepatu streetball yang mampu mengimplementasikan identitas khas Indonesia ke dalam dunia streetball. Oleh karena itu perlu dilakukannya riset ulang mengenai masalah outsole, ergonomi sepatu, dan ciri khas Indonesia. Untuk mengimplementasikan ciri khas Indonesia ke dalam desain sepatu diperlukan analisa bentuk dan estetika, yaitu dengan mengambil pattern surya majapahit. Untuk menentukan desain outsole yang dapat menunjang kebutuhan aktivitas setiap posisi pemain streetball, diperlukannya analisa ergonomic dan anthropometri yang meliputi bagian kaki dan pattern pada outsole. Setelah dilakukannya riset mengenai desain sepatu streetball, diharapkan mampu memberikan desain sepatu yang nyaman sesuai ergonomic kaki user, dengan ciri khas Indonesia, dan outsole yang sesuai dengan aktivitas setiap posisi pemain streetball.Kata Kunci— Ergonomis, Khas Indonesia, Sepatu Basket, Streetball.
Desain Sarana Pembawa Bayi untuk Daerah Perkotaan dengan Konsep Adaptif Khotamul Abnak
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (718.518 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i1.15730

Abstract

Abstrak - Saat ini sudah menjadi sebuah kecenderungan bagi setiap orangtua membawa bayi dalam setiap kegiatan mereka mulai dari berbelanja ke mall atau pasar tradisional dan bahkan tidak sedikit yang mengajak bayinya saat menjalani pekerjaan diluar rumah. Perkembangannya sarana pembawa bayi yang digunakan oleh orangtua berbeda-beda berdasarkan kebutuhan masing-masing. Beberapa kalangan orangtua ada yang gemar membawa bayinya di atas motor dengan cara digendong sebagaimana menggendong saat berjalan kaki, tentunya hal tersebut tentunya akan berbahaya pada kondisi tertentu. Saat ini banyak beredar produk baby carriage yang berguna sebagai sarana bantu orangtua untuk membawa bayinya saat keluar rumah, namun model baby carriage yang ada sekarang memiliki keterbatasan fungsi sehingga pada saat dan kondisi lingkungan tertentu menyulitkan orangtua bayi dalam membawa bayinya. Perancang berencana mendesain sebuah produk sarana pemabawa bayi yang mampu menyesuaikan kondisi lingkungan dan kebutuhan orangtua saat keluar rumah. Proses desain dimulai dengan pengumpulan data pustaka maupun observasi lapangan dengan menggunakan beberapa metode yang sudah direncanakan sebelumnya. Metode tersebut yaitu Diary Studies, shadowing, story telling, Card Sorting, dan Skenario terhadap pengguna dan produk terkait. Perancang kemudian mengolah hasil observasi yang ada dan memuat konsep sederhana, efektif, dan menjawab permasalahan yang ada. Konsep dari sarana pembawa bayi ini diharapakan mampu memenuhi kebutuhan orangtua dengan tiga fungsi sekaligus dalam satu buah produk sarana pembawa bayi. Tiga fungsi tersebut yaitu sebagai gendongan dan sebagai kereta dorong.
Desain Interior I-Club dan Jiero Wedangan Berkonsep Industrial dengan Nuansa Etnik Jawa Fitra Anindya Putri
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.703 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.17368

Abstract

Dewasa ini pusat kebugaran tidak hanya menjadi sarana olahraga saja. Pusat kebugaran telah menjadi tren gaya hidup sehat dan bagian gaya hidup kaum urban. Hal ini yang mendasari pusat kebugaran seperti I-Club Madiun menambah fasilitas kafe dengan nama I-Café dan Jiero Wedangan sebagai penunjang sarana masyarakat. Kafe merupakan suatu tempat yang digunakan oleh masyarakat untuk berkumpul bersama rekan dalam waktu yang cukup lama, sehingga konsep desain interior pada kafe harus diperhatikan sesuai dengan karakter pengunjung. Konsep desain interior industrial sangat sesuai dengan karakter pengunjung I-Café dan Jiero Wedangan yang mayoritas merupakan remaja. Sedangkan konsep etnik jawa ditambahkan sebagai sarana untuk mengangkat dan memperkenalkan budaya lokal kepada remaja. Metode desain yang digunakan meliputi pengumpulan data yang dilakukan secara langsung maupun tidak langsung. Survey dan observasi langsung ke lapangan untuk mengetahui kondisi secara riil I-Club dan aktivitas yang dilakukan didalamnya. Selain itu, wawancara kepada karyawan dan pengambilan sampel dengan kuesioner dilakukan kepada pengunjung untuk mengetahui desain interior I-Club yang diharapkan. Sedangkan studi pustaka mengenai konsep desain industrial dan etnik jawa merupakan cara untuk mendapatkan data tentang standar perancangan, data pembanding dan referensi tentang objek yang diperlukan. Dari data yang didapatkan akan diolah dan dianalisa terhadap elemen-elemen pembentuk ruang pada interiornya, sehingga didapatkan sebuah konsep. Hasil yang didapatkan dari desain ini adalah perancangan desain interior I-Club berkonsep Industrial bernuansa etnik jawa dengan perbandingan sebanyak 40% konsep industrial dan 60% etnik jawa untuk memperkenalkan budaya lokal kepada pengunjung yang mayoritas adalah remaja. Konsep Industrial diaplikasikan melalui efek finishing pada elemen-elemen interior seperti pada lantai plester, dinding dan plafon ekspose untuk memperoleh kesan tegas dan industrial. Selain pada efek finishing, konsep Industrial diperkuat melalui pemakaian material-material logam yang diunfinish pada furnitur dan juga warna-warna gelap yang diaplikasikan pada furnitur dan beberapa bagian ruangan seperti warna hitam, abu-abu dan coklat. Sedangkan nuansa Jawa mataram diaplikasikan dalam transformasi bentuk ragam hias Jawa pada elemen estetis seperti transformasi bentuk kebenan pada lampu railing, batik motif kawung pada elemen estetis dinding dan lis jendela, gerobak angkringan pada area saji, bentuk wayang gunungan dan keris pada table number, kukusan bambu pada lampu gantung serta penggunaan gebyok pada sudut ruang. Selain transformasi bentuk pada elemen estetis dan furniture, konsep jawa juga diaplikasikan melalui warna yang diadaptasi dari warna-warna pada keraton Yogyakarta maupun Surakarta berupa warna hitam, merah, biru, hijau, dan kuning atau emas. Konsep Jawa tidak hanya diaplikasikan pada desain interiornya tetapi juga melalui fasilitas tambahan berupa permainan tradisional seperti dakon, bekel dan lain-lain.
Desain Interior Malang Eye Center sebagai Pusat Kesehatan yang Bersahabat Huwaida Labibah; Thomas Ari Kristianto
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.108 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.18268

Abstract

Mata merupakan bagian tubuh yang berperan penting dalam aktivitas sehari-hari, karena berperan sebagai indera pengelihatan. Namun dewasa ini, kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan mata dirasa masih kurang, sehingga perlu adanya sarana penyuluhan untuk menjaga kesehatan mata dan membantu penyembuhan masyarakat terhadap kasus kesehatan mata. Klinik mata merupakan salah satu sarana pelayanan kesehatan yang khusus menangani organ mata. Malang Eye Center adalah sebuah badan pelayanan kesehatan mata yang merupakan sarana bagi masyarakat Kota Malang yang memerlukan tindakan khusus dalam penyembuhan mata. Desain interior pada Malang Eye Center menerapkan konsep desain yang mewujudkan citra Malang Eye Center sebagai pusat kesehatan mata yang memberikan pelayanan yang bersahabat dengan fasiltas yang memadai untuk perawatan pasien. Selain itu, suasana yang bersahabat juga diperlukan untuk mendukung proses penyembuhan dan kenyamanan, meliputi interaksi karyawan dengan pasien, pasien dengan pasien, dan pasien dengan lingkungan.
Interior Design with The Bali Village Nuances At Facility Area in The Ubud Village Resort Aiko Ishii; Adi Wardoyo
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1308.563 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.18446

Abstract

Along with the modernization, many works of region cultural were forgotten but improve and innovate the technology especially in the design and buildings construction. Characteristic of Balinese buildings has changes since before and after the influence of Majapahit Hinduism came to Bali. The building character before the influence was mostly built by bamboos. Bamboo building in Bali can be seen in various places such as facilities areas like resort. Departing from the name of the resort is The Ubud Village Resort, the writer will optimize the interior in the resort facility area with the concept of "Kampung Bali". The design is expected to take advantage of innovations in a more modern while still preserving the culture of Bali. The Concept that were presented at this resort is to describe a village in Bali during the traditional era with the natural impression, but more dynamic and add some innovations to the art of Balinese building in order to face a period of modernization.  
Pengaruh Tema Laut Pada Interior Lantai Fasilitas Apartemen Voila Terhadap Kenyamanan Penghuni Yearika Permata Dewi; R. Adi Wardoyo
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.18530

Abstract

Pemilihan tema untuk setiap interior suatu ruang sangatlah penting karena masalah tersebut berhubungan dengan penciptaan  suasana dan kenyamanan bagi pengguna. Ruang yang baik adalah ruang yang dapat memberikan efek pengaruh psikis dan kenyaman untuk pengguna sehingga mendukung atau mendorong terjadinya suatu kreatifitas bagi penghuni dan pengguna. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah metode deskriptif analitis yang berarti memaparkan mengenai kaitan penggunaan tema tertentu pada interior ruang, dalam hal ini adalah tema laut, terhadap efek karakter ruang dan psikologis penghuni atau penggunanya.  Analisis adalah menggunakan data yang diperoleh penulis untuk dibandingkan dengan teori-teori kemudian berusaha untuk memberikan solusi. Dalam hal ini datadata lapangan mengenai konsep tema interior desain pada ruang yang diperoleh akan dibandingkan dengan teori teori mengenai konsep pada interior desain. Deskriptif adalah menggambarkan dan melukiskan keadaan atau kondisi obyek berdasarkan fakta-fakta. Dari hasil proses analisis data diperoleh hasil suatu tema dalam interior desain dapat diciptakan dari berbagai unsur /elemen dekorasi ruang, tetapi tema yang dipilih ditentukan dari suatu keinginan penciptaaan suasana ruang dan mendukung kegiatan atau aktifitas yang terjadi pada suatu ruang dengan memperhatikan unsur – unsur desain (pola, keseimbangan dan proporsi). Sedangkan bahan atau material merupakan hal pendukung atau penunjang dalam penciptaan suasana yang akan dibuat. 
Desain Interior Insumo Palace Hotel And Resort Kediri Untuk Pengunjung Keluarga Bertema Modern dengan Sentuhan Aplikasi Motif Batik Brantas Mulya Khas Kediri Chrysan Adi Putri; Mahendra Wardhana; Aria Weny Anggraita
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.122 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.18806

Abstract

Hotel merupakan suatu tempat umum yang menyediakan kamar untuk disewakan per harinya dengan ruangan tambahan seperti restoran, fasilitas olahraga, ruang rapat sebagai fasilitas penunjang.  Semakin berkembangnya jaman, perkembangan pariwisata tidak hanya di kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya namun juga di kota-kota kecil. Kota Kediri merupakan salah satu kota dengan pilihan pariwisata mulai dari wisata sejarah hingga wisata religi. Salah satu wisata yang terkenal di Kota Kediri adalah Kawasan Wisata Goa Selomangkleng. Saat ini kegiatan berwisata tidak hanya menjadi hiburan semata melainkan telah menjadi bagian dari kebutuhan bagi masyarakat di Indonesia. Hal ini terbukti dari meningkatnya jumlah wisatawan domestik pada tahun 2014 mencapai 251 juta orang (berdasarkan data dari Kementerian Pariwisata), dimana  angka tersebut mengatakan bahwa jumlah masyarakat Indonesia yang melakukan kegiatan wisata jumlahnya hampir mendekati jumlah penduduk Indonesia. Namun dengan adanya peningkatan tersebut, tidak banyak hotel yang menyediakan fasilitas ataupun dekorasi yang variatif dan  menarik bagi pengunjung khususnya untuk pengunjung keluarga. Metode pengambilan data yang digunakan untuk proses desain hotel ini meliputi pengumpulan data baik secara langsung ke lapangan maupun tidak langsung. Pengumpulan data mengenai Insumo Palace Hotel and Resort dilakukan dengan metode observasi lapangan guna mengetahui keadaan terkini desain hotel dan obervasi tidak langsung untuk mengumpulkan data-data tentang hotel melalui website hotel. Wawancara dengan beberapa narasumber yang pernah menginap di hotel tersebut untuk mengetahui bagaimana kesan dan kenyamanan pengunjung terhadap desain dan fasilitas hotel. Sedangkan studi pustaka tentang standar hotel bintang tiga dan tema modern dilakukan dengan mengumpulkan beberapa informasi baik dari literatur buku, jurnal hingga blog internet. Pengumpulan data digunakan untuk mengetahui standar desain yang digunakan, pembanding dan referensi yang diperlukan berkaitan dengan objek desain. Sehingga dari hasil proses desain didapatkan bahwa tema modern yang menampilkan kesan kekinian pada ruangan merupakan tema yang cocok untuk desain ruangan dengan pengunjung keluarga dan dengan sentuhan aplikasi motif batik brantas mulya khas kediri akan memberikan nuansa berbeda sekaligus memberikan identitas Kota Kediri di dalam ruangan.
Median Vertical Dwelling dan Horizontal Dwelling untuk Masyarakat Penggusuran Lidya Kartika; Andy Mappajaya
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.613 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.18850

Abstract

Meninggalkan tempat tinggal lama dan bermukim di tempat yang baru merupakan hal yang lumrah untuk manusia namun ada kalanya seorang manusia terpaksa berpindah dan harus bermukim di tempat yang jauh berbeda. Seperti halnya pada fenomena penggusuran dimana warga kampung yang terbiasa dengan kehidupan horizontal harus menjajaki rasanya bermukim secara vertikal. Tak jarang para korban penggusuran memilih untuk kembali bermukim di kampung halamannya atau bahkan membuat koloni kumuh yang baru. Rekonstruksi bermukim vertikal adalah sebuah bangunan transisi yang menjembatani perubahan dari permukiman horizontal dengan permukiman vertikal.