cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sains dan Seni ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Arjuna Subject : -
Articles 2,279 Documents
Penerapan Arsitektur Sensoro untuk Menciptakan Ruang Transisi Bagi Anak Autis Dharma, Farhan Kamil; Dinapradipta, Asri
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v13i1.131783

Abstract

Penderita autisme memiliki beberapa gejala, yang pertama adalah violation of social relationships. Penderita ASD tidak memiliki keterikatan secara sosial dan emosional kepada orang lain, dan biasanya memiliki mimik wajah dan gesture yang tidak bisa dikontrol. Yang kedua adalah Speech and language disorders. Mereka tidak bisa berbicara dengan jelas, dan sering kali menyuarakan dengan lantang apa yang ada di dalam kepalanya. Yang terakhir adalah a stereotyped, repetitive repertoire of actions and interests. Penderita ASD seringkali berperilaku tidak normal yang dilakukan secara berulang-ulang. Mereka juga memiliki ketertarikan yang tidak biasa pada hal-hal yang menarik bagi indra sensory. Tujuan dari Objek rancangan ini adalah untuk melatih kemandirian anak autis, dan bagaimana arsitektur berkontribusi dalam proses sensory integration therapy. Pendekatan perancangan yang digunakan adalah pendekatan sensory, untuk merespon permasalahan sensory yang mereka miliki. Pendekatan digunakan untuk mengeksplorasi karakter-karakter dan preferensi yang dimiliki oleh anak autis, dan perbedaan jenis hypersensitive dan hyposensitive pada anak autis. Selain itu, pendekatan juga digunakan untuk mengeksplorasi kebutuhan sensori anak autis dalam proses Terapi. Objek rancang ini berfokus pada jalur sirkulasi bagi anak autis agar mereka bisa berlatih bersirkulasi secara mandiri, dan melatih kemampuan sensori mereka melalui stimulasi-stimulasi disekitar bangunan.
Keterhubungan Pengguna dalam Perancangan Ulang Stasiun Surabaya Pasar Turi Rahmawati, Fatihalhusna Lina; Soemardiono, Bambang
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v13i1.132624

Abstract

Stasiun Surabaya Pasar Turi merupakan salah satu stasiun besar di Kota Surabaya yang aktif melayani penumpang hingga sekarang. Permasalahan yang ditemukan dalam stasiun adalah lonjakan mobilitas penumpang yang mengakibatkan sirkulasi dalam bangunan menjadi kurang teratur, serta dapat mengakibatkan kurangnya rasa keterhubungan pengguna dengan bangunan. Untuk menjawab permasalahan, perlu dilakukan redesain kembali area Stasiun Surabaya Pasar Turi. Konsep keterhubungan pengguna secara spasial dan visual juga ditambahkan ke dalam perancangan. Redesain menggunakan metode infill, yang merupakan penambahan bangunan baru dan mempertahankan bangunan lama yaitu bangunan peron kereta api agar kualitas ruang di dalamnya semakin optimal. Metode infill menghadirkan aspek sejarah yang telah lama hilang, sekaligus membantu pengguna untuk kembali merasakan keterhubungan dengan bangunan stasiun saat ini dengan menghadirkan ekspresi bangunan lama ke dalam bangunan redesain. Perancangan memberikan konsep rancangan stasiun baru yang lebih mempunyai keterhubungan dengan pengguna bangunan, menjadi stasiun yang optimal, sebuah ikon, menjadi sebuah area transportasi publik yang baik, serta lebih memperhatikan pengguna dan sejarah yang ada di dalamnya.
Konsep Second Home dalam Hunian Pesantren melalui Behavior Setting Design Saadah, Imarotus; Septanti, Dewi
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v13i1.129010

Abstract

Sarana pendidikan nonformal pondok pesantren di Indonesia menarik dan mengalami peningkatan dari masa lampau hingga sekarang. Namun, kesesakan dalam hunian (crowded) sering terjadi pada pesantren golongan menengah ke bawah yang berdampak pada masalah ruang personal dan privasi pengguna. Salah satu pondok pesantren yang mengalami permasalahan tersebut adalah pondok pesantren Darunnajah di Kabupaten Trenggalek yang difokuskan pada santri laki laki. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dilakukan penyelesaian rancangan dengan metode contextualisme yang berfokus pada pendekatan arsitektur perilaku (behavior setting). Perilaku penghuni, terutama santri, dalam beraktivitas dan belajar menjadi aspek penting dalam mengurangi masalah kesesakan dan menghadirkan rancangan arsitektur yang mempertimbangkan kenyamanan penghuni. Selain santri, elemen utama yang mendukung kenyamanan hunian pesantren antara lain pengelola, pengurus, pengajar, masyarakat sekitar, hingga wali santri. Rancangan menggunakan rorce based framework sebagai alur berpikir untuk menghasilkan alur rancangan yang sesuai. Dengan mempertimbangkan force interaction dan place, kriteria desain dirancang untuk menjawab permasalahan yang ada. Konsep second home dipilih dengan memprioritaskan penghuni sebagai pertimbangan utama hadir untuk mengatasi permasalahan crowded pada hunian pesantren. Penataan massa mengikuti zoning dan fungsi massa yang menjadikan existing masjid sebagai guidline. Site terdiri dari dua fungsi : kegiatan pembelajaran dan kegiatan peningkatan skill serta pemenuhan kebutuhan hunian segi penunjang. Dengan konsep second home tersebut, penataan program ruang pondok pesantren menghasilkan penataan yang mempertimbangkan interaksi pada ruang personal dan ruang bersama yang dihadirkan dalam santri corner dan collaborative space. Hal ini menjawab kenyamanan dan privasi penghuni dengan perkembangkan dan kebutuhan pendidikan manusia di masa depan.
Wisata Budaya Bahari di Kawasan Pesisir Tanjung-Sampang dengan Pendekatan Holistik Firdauzy, Irfiana Nur; Setijanti, Purwanita
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v13i1.134098

Abstract

Kawasan pesisir memiliki sumber daya alam dan jasa lingkungan yang sangat potensial bagi pembangunan. Seperti masyarakat pesisir Tanjung memiliki sejarah dan karakter budaya masyarakat Madura yang sangat kuat. Tidak hanya sebagai nelayan dan pedagang, namun mereka juga secara tidak sadar membentuk aktivitas seharian yang menarik sebagai bagian dari objek wisata di kawasan tersebut. Namun, sebagian kegiatan mereka berlangsung pada tempat yang kurang tepat, meluber ke jalan raya dan mengganggu aktivitas lain yang berlangsung di tempat tersebut, untuk itu, diperlukan suatu sarana yang tidak hanya memperbaiki dan meningkatkan kualitas lingkungan, namun juga dapat mewadahi objek-objek wisata tersebut. Sebuah sarana wisata bahari berbasis budaya dengan fasilitas rekreasi, yang juga dapat dimanfaatkan sebagai area transit Selain itu, penghadiran pasar ikan, kios oleh-oleh, tempat makan dapat menjadi penunjang kebutuhan ekonomi bagi masyarakat pesisir yang tinggal di dalamnya. Dengan pendekatan holistik, perancangan wisata bahari berbasis budaya ini dapat mengintegrasikan pengelolaan sumber daya pesisir dan laut, dengan fasilitas rekreasi dan fasilitas transit dengan baik. Proses dan metode desain menggunakan force-based framework. Force yang teridentifikasi adalah kondisi pesisir Tanjung-Sampang, aktivitas lokal penduduk setempat dan perilaku user, aktivitas pengunjung, dan karakter masyarakat Madura setempat.
Konsep Biomimetik yang Merespon Iklim pada Driving Range Golf Surabaya Siregar, Jasmine Salma Sabita; Noerwasito, Vincentius Totok
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v13i1.134526

Abstract

Iklim merupakan salah satu permasalahan di Kota Surabaya yang berdampak pada tempat olahraga terutama Driving Range Golf. Dengan melihat peminat olahraga golf yang semakin pesat, akan dibutuhkan tempat Driving Range Golf yang lebih banyak namun akan menghadirkan dengan konsep yang berbeda dari sebelumnya. Yang dimana Driving Range Golf termasuk tempat yang terbuka dan keefektivan dari pengguna salah satunya sangat bergantung pada iklim. Dengan permasalahan iklim, akan didesain sebuah Driving Range Golf dengan konsep Arsitektur Biomimetik yang bisa memecahkan masalah tersebut dengan meniru aspek alam dengan melihat kondisi tropis Indonesia. Mendesain menggunakan metoda metafora yang akan menjadi kunci dari meniru alam dan metoda ekomimikri yang akan melihat lokalitas dari tapak. Memetaforakan alam akan diaplikasikan pada desain bangunan yang berfokus pada sistem penghawaan dan fasad bangunan. Konsep Biomimetik yang diterapkan pada bangunan dengan mengaplikasikan Kinetic Façade sebagai Sun Shading Device yang mengambil kriteria dari tumbuhan putri malu.
Fasilitas Wisata Edukasi Geopark Ijen dengan Pendekatan Arsitektur Ekologis Lovendianto, Jeremy; Defiana, Ima
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v13i1.121955

Abstract

Geopark Ijen terdiri dari geosites, biosites, dan culture site yang berpotensi geotourism. Pemilihan tapak di Lava Plalangan, Ijen, Bondowoso, untuk kemudahan akses menuju objek-objek Geopark Ijen lain dan pengembangan wisata Bondowoso. Data hasil observasi menunjukkan bahwa tapak memiliki batuan lava hitam dengan komposisi basal dan andesit sebagai objek geologisnya. Perancangan bertujuan memberi konsep rancangan fasilitas wisata edukasi geotourism yang dapat menjaga biodiversitas pada tapak dengan pendekatan arsitektur ekologis ditinjau dari penataan massa dan konfigurasi ruang, serta struktur berkelanjutan yang meminimalkan kerusakan batuan lava hitam pada tapak dan penggunaan material yang berkelanjutan dengan metode regionalisme. Perancangan dilakukan dengan force-based framework. Force teridentifikasi antara lain batuan lava hitam, biodiversitas, materialitas lokal, penataan massa, dan konfigurasi ruang. Metode rancang menggunakan regionalisme yang merespon tapak dan menekankan kekhasan daerah. Konfigurasi ruang memperhatikan zonasi, aktivitas, dan kontur tapak. Penataan massa memperhatikan aksesibilitas, lansekap, dan kontur tapak. Sistem struktur menggunakan kolong dan pondasi umpak untuk meminimalkan kerusakan batuan lava hitam. Material menggunakan kayu lokal dan bambu dari sekitar tapak.
Ruang Publik Ramah Wanita: Penerapan Konsep Feminisme di Women Centre Krisanti, Kresentia Ivena; Bararatin, Kirami
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v13i1.143228

Abstract

Ruang publik merupakan elemen krusial dalam perancangan kota yang mempengaruhi interaksi dan pengalaman masyarakat dalam beraktivitas. Sayangnya, sebagian besar perancangan ruang publik mengabaikan kebutuhan dan perspektif kaum wanita sehingga banyak pengalaman negatif yang dialami oleh wanita di ruang publik berupa diskriminasi, kekerasan seksual, dan kejahatan. Dalam upaya untuk menciptakan ruang yang ramah wanita dan merespons kebutuhan wanita, rancangan ini mengeksplorasi penerapan konsep feminisme dalam perancangan Women Centre. Dengan menggunakan kerangka berpikir concept-based, rancangan ini memfokuskan pada hadirnya Women Centre sebagai representasi dari zona privat dan publik yang relevan bagi wanita. Zona privat bertindak sebagai tempat perlindungan dan privasi bagi wanita melalui hadirnya rumah singgah dan pelatihan, sementara zona publik menjadi ruang interaksi sosial yang terbuka untuk masyarakat umum. Pendekatan arsitektur feminisme diaplikasikan melalui perancangan yang memperhatikan perspektif psikologis wanita sebagai pengguna utama bangunan ini, termasuk terkait persepsi dan preferensi dari wanita.
Pengaruh Kendaraan Terbang pada Rancangan Transportation Hub di Masa Depan Adyuta, Farrel; Hayati, Arina
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v13i1.132581

Abstract

Pengaruh transportasi terhadap bentuk kota dan arsitektur dapat dilihat pada sejarah perkembangan kota. Perancangan ini mengeksplorasi integrasi kendaraan terbang vertical elektrik (e-VTOL) dan rancangan transportation hub dengan menggunakan teori perancangan spekulatif dan arsitektur eksperimental. Konteks tapak dispekulasikan pada masa mendatang di kota Surabaya untuk mencari titik potensial implementasi e-VTOL. Rancangan mengeksplorasi pengaruh kendaraan terbang pada aspek sirkulasi, organisasi ruang, struktur dan bentuk rancangan. Skyport menggunakan komposit karbon ringan dan fleksibel, menciptakan solusi arsitektur efisien. Integrasi e-VTOL menawarkan akses multi-level yang baru dan tantangan organisasi spasial perkotaan. Hasil akhir rancangan memberikan eksplorasi bentuk untuk mengakomodasi kendaraan terbang dalam konteks kota masa mendatang. Hal ini membuka peluang besar untuk menghubungkan sistem transportasi dan arsitektur kota secara harmonis, memandu perkembangan perkotaan masa depan.
Work dan Play pada Resor Pantai untuk Gaya Hidup Digital Nomad Tamrin, Muhammad Husni; Setyawan, Wahyu
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v13i1.133291

Abstract

Fenomena gaya hidup digital nomad semakin populer sejak munculnya pandemi Covid-19, yang memungkinkan orang untuk bekerja dari mana saja dan mendorong beberapa individu untuk menjalani gaya hidup berpindah-pindah tempat tinggal. Digital nomad adalah orang yang mengadopsi gaya hidup bekerja dari jarak jauh sambil menikmati kebebasan untuk bepergian dan menjelajahi tempat baru. Perancangan ini mengusulkan pembangunan sebuah resor pantai yang berlokasi langsung di tepi Pantai Seseh. Desain ini bertujuan menciptakan lingkungan yang mengaburkan batasan antara aktivitas kerja dan rekreasi, menawarkan tipe-tipe ruang baru yang menyatu dengan kedua aspek tersebut. Resor pantai ini menggabungkan aktivitas bekerja dan bermain dengan berbagai tingkat intensitas, memperhatikan kebutuhan dan preferensi penghuni. memberikan lingkungan yang harmonis dan ideal bagi pengalaman hidup dan bekerja di tepi pantai.
Penerapan Arsitektur Regionalisme dalam Identitas Objek Wisata Ranu Grati Samudera, Muhammad Daffa; Kharismawan, Rabbani
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v13i1.133079

Abstract

Ranu Grati merupakan salah satu objek wisata air berupa danau yang berada di Kabupaten Pasuruan. Sebagai destinasi wisata, Ranu Grati memiliki keunggulan berupa potensi alam dan sumber daya alam, kebudayaan masyarakat lokal, dan rekreasi wisata air. Walaupun memiliki potensi wisata yang tinggi, wisata Ranu Grati masih kurang menarik minat pengunjung karena kurangnya daya tarik atau identitas pada aktivitas maupun fasilitas di Ranu Grati saat ini. Permaslahan tersebut dapat diselesaikan dengan mengunakan pendekatan regioalisme arsitektur untuk mendapatkan identitas dari objek wisata serta didukung dengan menggunakan metode force-bassed framework untuk menentukan identitas yang akan menjadi fokus dalam perancangan. Dari analisis, didapatkan force pada rancangan ini yaitu local identity dan community yang menjadikan rancangan menghadirkan identitas lokal kawasan yang terhubung dengan komunitas yang ada. Rancangan Wisata Ranu Grati mengakomodasi aktivitas utama berupa edukasi terkait aquaculture dan perikanan sekaligus aktivitas rekreasi di Ranu Grati. Penambahan fasilitas edukasi aquaculture ini bersesuaian dengan potensi lokal masyarakat yang bermata pencaharian sebagai pembudidaya, nelayan, dan pemancing. Hal ini menjadikan edukasi dan rekreasi sebagai konsep dasar pada perancangan Aquaculture Edu-tourism Ranu Grati. Konsep edukasi dikembangkan melalui museum ikan air tawar dan budidaya perikanan yang terhubung dengan budidaya ikan di danau yang diakukan oleh masyarakat sekitar. Kemudian, konsep rekreasi dikembangkan melalui wisata air danau, amphitheater, dan lain sebagainya.