cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sains dan Seni ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Arjuna Subject : -
Articles 2,279 Documents
Peramalan Penjualan Sepeda Motor Tiap Jenis di Wilayah Surabaya dan Blitar dengan Model ARIMA Box-Jenkins dan Vector Autoregressive (VAR) Ade Dwi Anggraeni; Agus Suharsono
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (624.258 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v3i2.8071

Abstract

Transportasi khususnya sepeda motor saat ini menjadi salah satu elemen yang sangat dibutuhkan manusia dalam membantu mobilitas manusia melakukan kegiatan sehari-hari. AISI (2010) menjelaskan bahwa penjualan sepeda motor di Indonesia meningkat dari 5,9 juta unit di tahun 2009 menjadi 7,4 unit di tahun 2010. Adanya peningkatan sebesar 25,7 persen dalam satu tahun menunjukkan adanya pertumbuhan yang pesat untuk penjualan sepeda motor di Indonesia. Pada penelitian ini menganalisis mengenai peramalan penjualan sepeda motor Merk “X” dan Total Market tiap jenis di wilayah Surabaya dan Blitar karena Surabaya dan Blitar memiliki nilai IPM tertinggi di Jawa Timur. Diduga terdapat efek hubungan timbal balik antar penjualan sepeda motor, sehingga penyelesaian dalam kasus ini menggunakan metode ARIMA secara univariate dan Vector Autoregressive (VAR) secara multivariate. Berdasarkan univariate time series didapatkan model terbaik wilayah Surabaya adalah model ARIMA (1,1,0) baik untuk variabel Total Merk “X”, Total Market, Merk “X” maupun variabel Total Market jenis matic dan sport kecuali pada Merk “X” jenis sport model terpilih adalah ARIMA (0,1,0). Begitu pula pada wilayah Blitar didapatkan model terbaiknya adalah ARIMA (1,1,0) variabel Total Merk “X”, Total Market, Merk “X” maupun variabel Total Market jenis matic dan sport kecuali pada Merk “X” jenis sport model terpilih adalah ARIMA (0,1,1). Sedangkan untuk model VAR didapatkan VARIMA (1,1,0) untuk Merk “X” dan Total Market Surabaya dan Blitar.
Peramalan Netflow Uang Kartal dengan Model Variasi Kalender dan Model Autoregressive Distributed Lag (ARDL) Ainil Karomah; Suhartono Suhartono
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.955 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v3i2.8076

Abstract

Uang kartal memegang peranan yang penting dalam sistem moneter suatu negara. Sebagai salah satu upaya pengendalian likuiditas perbankan, Bank Indonesia (BI) mela-lui Open Market Committee (OMC) memiliki agenda bulanan untuk melakukan proyeksi netflow uang kartal yang diedarkan. Permasalahan yang seringkali dihadapi adalah nilai proyeksi yang terlalu jauh dari nilai realisasinya. Penelitian ini ber-tujuan menemukan model terbaik dalam rangka peramalan netflow uang kartal. Penelitian ini menggunakan dua pendekat-an, yakni pendekatan univariate time series yang diimplemen-tasikan dalam model variasi kalender dan pendekatan kausa-litas yang diimplementasikan dalam model Autoregressive Distributed Lag (ARDL). Model variasi kalender memfokuskan efek Idul Fitri terhadap netflow uang kartal. Pembentukan model ini berdasarkan regresi time series dan model ARIMAX. Sedangkan model ARDL fokus pada efek variabel ekonomi makro yakni suku bunga Sertifikat BI (SBI), kurs rupiah terhadap dollar AS, dan Indeks Harga Konsumen (IHK). Pembentukan model ini menggunakan pendekatan ekonometrik dan pendekatan fungsi transfer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model terbaik untuk meramalkan netflow uang kartal berdasarkan nilai MAPE terkecil adalah model gabungan antara ARIMAX berbasis variasi kalender dan model ARDL berbasis fungsi transfer. Berdasarkan model tersebut dapat diinterpretasikan bahwa Idul Fitri serta nilai IHK berpengaruh signifikan terhadap netflow uang kartal. Hasil peramalan menunjukkan bahwa pada tahun 2014 net inflow uang kartal tertinggi akan terjadi pada bulan Januari sedangkan net outflow tertinggi akan terjadi pada bulan Juli.
Pemodelan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penggolongan Kredit di PT Bank X (Persero) Tbk dengan Menggunakan Metode Hybrid Genetic Algorithm - Logistic Regression Ni Putu Budi Setianingsih; Irhamah Irhamah
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.659 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v3i2.8078

Abstract

PT Bank X (Persero) Tbk menunjukkan kinerja baik dalam perkreditan sampai pada tahun 2010. Namun sampai pada akhir kuartal III tahun 2013, PT Bank X (Persero) Tbk menjadi salah satu bank persero di Indonesia yang mengalami peningkat-an rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL). Ter-jadinya kredit bermasalah akan memberi dampak bagi kreditur maupun debitur. Untuk itu, penelitian ini melakukan pemodelan faktor-faktor yang mempengaruhi penggolongan kredit di PT Bank X (Persero) Tbk guna memprediksi risiko kredit dari calon debitur. Pemodelan tersebut dilakukan dengan menggunakan metode regresi logistik dan hybrid genetic algorithm – logistic regression terhadap data debitur di PT Bank X (Persero) Tbk. Fungsi fitness yang di-gunakan adalah ukuran kesesuaian model regresi logistik, yaitu pseudo R2 atau R_L^2 dan MSE. Metode hybrid genetic algorithm – logistic regression memberikan hasil yang lebih baik karena R_L^2 yang bernilai lebih tinggi dan MSE yang bernilai lebih rendah dibandingkan dengan hasil estimasi parameter model regresi logistik menggunakan metode maximum likelihood estimation (MLE).
Pemodelan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Jumlah Kasus Tetanus Neonatorum (TN) di Jawa Timur dengan Metode Regresi Zero-Inflated Generalized Poisson (ZIGP) Siska Puji Lestari; Sri Pingit Wulandari
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.116 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v3i2.8079

Abstract

Salah satu penyebab dari kesakitan dan kematian anak adalah Tetanus Neonatorum. Tetanus Neonatorum merupakan penyakit tetanus yang disebabkan oleh neurotoxin yang dihasilkan oleh bakteri Clostridium tetani pada luka tertutup pada bayi baru lahir yang dapat menyebabkan kematian. Jumlah kasus Tetanus Neonatorum merupakan data jumlahan dengan asumsi mengikuti distribusi Poisson. Banyaknya data yang bernilai nol sebanyak 76,3% mengindikasikan adanya overdispersi dalam variabel respon. Adanya overdispersi dapat menyebabkan model yang terbentuk menghasilkan estimasi parameter yang bias sehingga dalam penelitian ini menggunakan regresi Zero-Inflated Generalized Poisson (ZIGP). Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur tahun 2012. Model terbaik yang dihasilkan dari regresi Zero-Inflated Generalized Poisson (ZIGP) menghasilkan 2 variabel prediktor yang berpengaruh signifikan terhadap jumlah kasus Tetanus Neonatorum yaitu persentase ibu bersalin ditolong dukun (X2) dan persentase kunjungan neonatus 3 kali (KN3 atau KN Lengkap) (X4).
Analisis Peramalan Penjualan Sepeda Motor di Kabupaten Ngawi dengan Arima dan Arimax Muflih Rori Putra Harahap; Agus Suharsono
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.793 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v3i2.8080

Abstract

Tingginya kebutuhan akan kendaraan sepeda motor dan banyaknya perusahaan jasa yang bergerak dalam bidang penjualan sepeda motor, maka diperlukan target dan strategi dalam penjualan sepeda motor. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan model terbaik serta nilai peramalan pada periode dua tahun kedepan di Kabupaten Ngawi. Dalam penelitian ini, data yang digunakan adalah data penjualan sepeda motor semua merek jenis cub, matic, dan sport di Kabupaten Ngawi sejak bulan Januari 2009 sampai dengan Maret 2014. Data dari bulan Januari 2009 sampai dengan Desember 2013 digunakan sebagai in-sample dan data pada bulan Januari 2014 sampai Maret 2014 sebagai out-sample. Metode yang digunakan untuk pemodelan adalah ARIMA dan ARIMAX. Model terbaik untuk menggambarkan perkembangan jumlah penjualan sepeda motor semua merek jenis cub, matic dan sport di Kabupaten Ngawi adalah dengan model ARIMAX, dengan nilai MAPE untuk sepeda motor jenis cub sebesar 26%, matic sebesar 26%, dan sport sebesar 14%.
Peramalan Permintaan Penjualan SepedaMotor di PT. “A” dengan Menggunakan ARIMAX dan VARX (Studi Kasus diKabupaten Ponorogo) Ani Satul Ru’yati Badriyah; Agus Suharsono
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (590.775 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v3i2.8084

Abstract

Kebutuhan akan sarana transportasi menjadi sangat penting bagi masyarakat. Transportasi dapat memudahkan manusia dalam melakukan aktivitas, salah satunya adalah sepeda motor. Salah satu merek sepeda motor yang cukup terkenal di kalangan masyarakat adalah sepeda motor merek “A”. Data AISI menunjukkan bahwa rata-rata penambahan sepeda motor “A” di Kabupaten Ponorogo sebesar 64% dari total motor baru yang terjual. Penelitian ini menggunakan metode ARIMAX dan VARX untuk meramalkan data penjualan sepeda motor. Penjualan sepeda motor yang diprediksi antara lain Total Market, Total Market matic, Total Market cub, motor merek “A”, merek “A” jenis matic, dan merek “A” jeniscub. Hasil ramalan secara univariate maupun multivariate menunjukkan bahwa efek variasi kalender memberikan pengaruh signifikan terhadap penjualan sepeda motor terutama pada saat satu bulan sebelum hari raya dan bulan tahun ajaran baru. Peramalan tahun 2014 berdasarkan hasil penelitian menunjukkan masih terdapat kenaikan untuk jenis matic dan total kendaraan serta terjadi penurunan pada jenis cub. Selain itu terdapat keterkaitan penjualan sepeda motor di wilayah Ponorogo.
Prediksi Penjualan Sepeda Motor Merek 'X' di Kabupaten dan Kotamadya Malang dengan Metode Peramalan Hirarki Rika Susanti; Destri Susilaningrum; Suhartono Suhartono
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.474 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v3i2.8088

Abstract

Kabupaten dan Kotamadya Malang merupakan wilayah dengan penjualan sepeda motor merek “X” yang tinggi di Jawa Timur. Sepeda motor merek “X” merupakan motor yang paling diminati masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi penjualan sepeda motor merek “X” di Kabupaten dan Kotamadya Malang dengan menggunakan metode peramalan hierarki. Ada dua pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan top-down dan bottom-up. Pada pemodelan di level 1 dengan pendekatan top-down, diketahui bahwa penjualan tahunan sepeda motor merek “X” di Kabupaten dan Kotamadya Malang masing-masing dipengaruhi oleh Jumlah Penduduk Usia produktif dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita. Metode peramalan hierarki terbaik untuk memprediksi penjualan sepeda motor merek “X” di Kabupaten Malang adalah dengan pendekatan bottom-up, sedangkan di Kotamadya Malang dengan pendekatan top-down berdasarkan proporsi peramalan (FP) untuk jenis matic, sedangkan untuk jenis cub dan sport masing-masing berdasarkan proporsi data Histori 2 (HP2) dan data Histori 1 (HP1). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penjualan sepeda motor merek “X” jenis cub cenderung menurun, sedangkan penjualan jenis matic dan sport cenderung naik.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penyakit Malaria pada Ibu Hamil di Provinsi Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat Ayu Sri Lestari; Mutiah Salamah
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.944 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v3i2.8098

Abstract

Depkes RI pada tahun 2009 menyatakan bahwa Annnual Parasite Incidence (API) untuk kasus malaria tertinggi berada di Provinsi Papua Barat, yaitu sebesar 27,66 per 1.000 penduduk. Malaria dapat menyebabkan berbagai macam komplikasi pada ibu hamil, diantaranya adalah edema paru, anemia, gagal ginjal, berat badan lahir rendah (BBLR), kelahiran prematur, bahkan kematian baik pada ibu hamil maupun pada janin. Hasil Mass Blood Survey (MBS) pada tahun 2008 menyatakan bahwa Provinsi Nusa Tenggara merupakan provinsi dengan jumlah ibu hamil yang positif terjangkit malaria tertinggi, yaitu sebanyak 624 orang. Hasil analisis karakteristik menunjukkan bahwa dari 274 ibu hamil di Provinsi Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat 31% diantaranya terjangkit penyakit malaria. Mayoritas ibu hamil yang terjangkit penyakit malaria adalah ibu hamil yang tinggal di pedesaan dan tidak bersekolah. Hasil analisis regresi logistik biner menunjukkan bahwa rumah panggung, atap ijuk/rumbia, atap seng, dan lantai semen plesteran retak menjadi faktor yang secara signifikan mempengaruhi penyakit malaria pada ibu hamil dengan masing-masing nilai resiko sebesar 6,447; 6,290; 3,356; 2,778. Peluang ibu hamil dapat terjangkit malaria jika tinggal di rumah panggung, menggunakan atap ijuk/rumbia, dan lantai semen plesteran adalah sebesar 0,91.
Pemodelan Proporsi Kasus Penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) bagian Atas pada Balita di Kabupaten Gresik dengan Geographically Weighted Regression Ratna Nurul Hidayah; Sri Pingit Wulandari; Setyo Pramono
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (673.075 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v3i2.8099

Abstract

Industrialisasi yang meningkat tiap tahunnya di Kabupaten Gresik memberikan dampak negatif bagi masyarakat sekitarnya yaitu polusi/pencemaran yang ditimbulkan oleh industri dapat mengganggu kondisi kesehatan masyarakat di sekitarnya, salah satunya adalah penyakit ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) yang disebabkan tingginya polusi udara yang ditimbulkan oleh perusahaan-perusahaan yang dekat dengan pemukiman. Tingginya proporsi kasus ISPA diduga juga dipengaruhi oleh faktor lainnya seperti fasilitas kesehatan dan perilaku tiap rumah tangga. Pemodelan dengan menggunakan analisis regresi linear berganda dilakukan saat diuji secara parsial, variabel persentase kepadatan penduduk dan persentase balita yang medapatkan ASI ekslusif  yang berpengaruh signifikan pada model sehingga diduga terdapat aspek spasial yang mempengaruhi. Pengujian aspek spasial pada pemodelan ini tidak terpenuhi,proporsi kasus ISPA bagian atas pada balita tidak memiliki heterogenitas spasial atau dependensi spasial. Model GWR lebih baik daripada model regresi linear berganda karena memiliki nilai AIC minimum dan R2 yang maksimum. Berdasarkan variabel yang signifikan untuk tiap kecamatan  terbentuk pengelompokan kecamatan yang memiliki kesamaan variabel yang berpengaruh  terdapat 7 kelompok  yang terbentuk.
Pemodelan Konsentrasi Partikel Debu (PM10)pada Pencemaran Udara di Kota Surabaya dengan Metode Geographically-Temporally Weighted Regression Kurniasari Aisyiah; Sutikno Sutikno; I Nyoman Latra
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.545 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v3i2.8100

Abstract

Konsentrasi partikel debu (PM10) di Kota Surabaya menempati urutan pertama di Jawa Timur. Hal ini karena aktifitas penduduk Kota Surabaya yang tinggi menyebabkan polusi udara. Partikel debu (PM10) merupakan salah satu polutan yang apabila terhisap langsung ke dalam paru-paru dan mengendap di alveoli dapat membahayakan sistem pernafasan. Dalam pemantauan kualitas udara, seringkali peralatan pengukur konsentrasi PM10 mengalami kerusakan, sehingga data polutan tersebut tidak terukur atau tidak tersedia (missing), maka perlu dilakukan pendugaan data PM10pada lokasi yang tidak terukur. Salah satu metode yang digunakan adalah Geographically-Temporally Weighted Regression (GTWR)untuk memprediksi konsentrasi PM10 dengan menggunakan parameter meteorologi. Konsentrasi partikel debu bergantung pada lokasi dan waktu. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa kondisi pencemaran udara di Kota Surabaya pada tahun 2010 masih dinyatakan baik dan metode GTWR memberikan hasil yang lebih akurat daripada regresi nonspasial karena dapat mengakomodasi adanya pengaruh heterogenitas spasial dan temporal pada konsentrasi partikel debu (PM10).

Page 24 of 228 | Total Record : 2279