cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sains dan Seni ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Arjuna Subject : -
Articles 2,279 Documents
Pemodelan Kasus Tindak Pidana di Kota Surabaya dengan Pendekatan Regresi Spasial Dwi Endah Kusrini; Suhartono Suhartono; Defi Mustika Sari
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1079.88 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v2i2.4961

Abstract

Abstrak–Tindak pidana merupakan salahsatu indikator kesejahteraan masyarakat akan rasa aman. Semakin tinggipelaporan kasus tindak pidana oleh masyarakat menunjukkan tingkat keamanan diwilayah tersebut. Pada penelitian ini dilakukan pemodelan mengenai kasus tindakpidana di Kota Surabaya dengan variabel dependen yang digunakan adalah risikopenduduk terkena tindak pidana (crime rate). Pemodelan dilakukan denganpendekatan wilayah yaitu dengan metode Spatial Autoregressive (SAR). Variabelindependen yang diujikan antara lain kepadatan penduduk per kecamatan diSurabaya, jumlah rumah tangga miskin, jumlah penduduk berdasarkan tingkat pendidikan,jumlah penduduk berdasarkan usia 15 tahun ke atas, dan pendapatan per kapitapenduduk. Hasil analisis dengan menggunakan metode SAR menunjukkan tidakterdapat dependensi spasial lag pada variabel risiko penduduk terkena tindakpidana. Sedangkan variabel yang berpengaruh terhadap resiko penduduk terkenatindak pidana pada tingkat signifikan 5 persen adalah jumlah pendudukberdasarkan pendidikan terakhir SMP dan pedapatan per kapita.
Analisis Regresi Double Hurdle terhadap Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Partisipasi Perempuan Kawin dalam Kegiatan Ekonomi di Jawa Timur Ismaini Zain; Devima Christi Mukti Rantau
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1379.768 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v2i2.4970

Abstract

Abstrak—Partisipasiangkatan kerja merupakan keterlibatan seseorang dalam bidang ekonomi, dibedakanmenjadi bekerja dan tidak bekerja.Persentase perempuan yang bekerja sebagianbesar adalah berstatus menikah (istri), untuk selanjutnya disebut perempuankawin. Faktor-faktor yang diduga berpengaruh adalah faktor internal dan faktoreksternal (kehadiran anak dan suami), sehingga penelitian ini bertujuan untukmengetahui karakteristik perempuan kawin dalam kegiatan ekonomi di Jawa Timur danjuga untuk mengetahui model double hurdle pada partisipasi perempuan kawindalam kegiatan ekonomi di Jawa Timur. Sumber data yang digunakan adalah dataSusenas 2011, terdapat sembilan variabel independen yang digunakan, yaitu umur,pendidikan akhir, jumlah anggota rumah tangga, jumlah anak bekerja, jumlah anakbalita, jumlah anak sekolah, umur suami, pendidikan akhir suami, dan statuskerja suami. Pada pemodelan didapatkan lima variabel yang berpengaruh terhadapkeputusan partisipasi perempuan kawin dalam ekonomi, yaitu umur, pendidikanakhir, jumlah anak balita, pendidikan akhir suami dan status kerja suami,sedangkan variabel yang berpengaruh pada persamaan konsumsi yang digunakanuntuk memprediksi pendapatan perempuan kawin yang berpartisipasi dalam ekonomiadalah umur, pendidikan akhir, jumlah anggota rumah tangga, jumlah anakbekerja, jumlah anak balita, umur suami, pendidikan akhir suami, dan statuskerja suami.
Pendekatan Regresi Nonparametrik Spline Untuk Pemodelan Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) di Jawa Timur Elfrida Kurnia Litawati; I Nyoman Budiantara
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (855.026 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v2i2.4971

Abstract

Pertumbuhanekonomi merupakan masalah perekonomian dan menjadi salah satu fenomena pentingyang dialami beberapa negara di dunia belakangan ini. Dalampembangunan, pertumbuhan ekonomi yang tinggi merupakan sasaran yang diharapkandapat tercapai, terutama bagi negara berkembang. Jawa Timur merupakan salahsatu provinsi di Indonesia, yang mana pada tahun 2010, nilai LPE mencapai6,68%, masih lebih besar jika dibandingkan dengan LPE nasional di tahun yangsama yaitu sebesar 6,10%. Banyak faktor yang mempengaruhi Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) diProvinsi Jawa Timur, sehingga perlu dilakukan pemodelan untuk mengetahuifaktor-faktor apa saja yang secara signifikan mempengaruhi laju pertumbuhan ekonomi. Penelitian ini menggunakan 4 faktor yang diduga mempengaruhi Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) yaitu TPAK (x1), APBD (x2),IBS (x3), dan DAU (x4). Data tersebut merupakan data  tahun 2011yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik Jawa Timur. Metode yang digunakanuntuk memodelkan Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE)ialah regresi nonparametrik spline linier dengan titik knot optimalyaitu pada kombinasi knot yang mana memiliki nilai GCV (Generalized Cross Validation) terkecil.Adapun variabel yang memberikan pengaruh signifikan adalah semua variabel dengan koefisien determinasi sebesar 85,66% yangmenunjukkan bahwa model yang terbentuk layakdigunakan untuk memodelkan pola data.
Klasifikasi Pengangguran Terbuka Menggunakan CART (Classification and Regression Tree) di Provinsi Sulawesi Utara Febti Eka Pratiwi; Ismaini Zain
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.907 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v3i1.6129

Abstract

Pengangguran merupakan masalah besar yang selalu dihadapi oleh negara-negara berkembang. Tingginya pengangguran disuatu negara mengakibatkan rendahnya pastisipasi masyarakat dalam pertumbuhan ekonomi yang dapat berdampak pada pembangunan nasional. Badan Pusat Statistika mencatat 7,7 juta orang Indonesia tidak terlibat dalam kegiatan ekonomi nasional yang dikarenakan pengangguran. Sulawesi Utara sebagai provinsi dengan peringkat keenam pengangguran tertinggi di Indonesia menyumbangkan 1,3 persen pengangguran di Indonesia. CART (Classification and Regression Tree) merupakan salah satu metode yang digunakan untuk pengklasifikasian. CART dapat digunakan pada skala data kategorik maupun rasio. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data sekunder dari hasil survei angkatan kerja nasional (SAKERNAS) bulan Agustus 2012. Variabel respon yaitu angkatan kerja yang bekerja dan tidak bekerja (pengangguran), dengan variabel prediktor jenis kelamin, tingkat pendidikan, usia, status dalam rumah tangga, pengalaman pelatihan kerja, status perkawinan, dan klasifikasi tempat tinggal. Klasifikasi pengangguran provinsi Sulawesi Utara dengan metode CART adalah status dalam rumah tangga, jenis kelamin, usia, pendidikan terakhir, dan status perkawinan.
Model Regresi Logistik Biner Stratifikasi Pada Partisipasi Ekonomi Perempuan Di Provinsi Jawa Timur Muinah Kusnul Kotimah; Sri Pingit Wulandari
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.367 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v3i1.6096

Abstract

Berdasarkan data BPS Jawa Timur, jumlah tenaga kerja perempuan pada Agustus 2008 mencapai 7,499 juta jiwa atau naik cukup signifikan yakni 232,2 ribu orang dibandingkan pada tahun 2007 hanya sebesar 7,267 juta jiwa. Adanya kondisi ini maka perlu dilakukan analisis mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi perempuan bekerja dalam kaitannya dengan kondisi perekonomian. Data yang digunakan adalah data sekunder BPS-SUSENAS 2009. Untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berpengaruh terhadap partisipasi ekonomi perempuan di Provinsi Jawa Timur pada wilayah perkotaan dan perdesaan  digunakan metode regresi logistik biner dengan stratifikasi. Dalam penelitian ini faktor-faktor yang digunakan sebagai prediktor adalah umur, status pernikahan, status dalam keluarga, jumlah ART, pendidikan, dan jumlah jam kerja/minggu. Hasil analisis deskriptif  menunjukkan bahwa karakteristik perempuan di  wilayah perkotaan yang bekerja mayoritas lulusan PT, bekerja di bidang perdagangan, dan berstatus pegawai/karyawan, sedangkan perempuan yang bekerja dan tinggal di perdesaan mayoritas adalah berpendidikan SMP, bekerja dibidang pertanian dan berstatus pekerja tidak dibayar. Hasil uji dengan regresi logistik biner menunjukkan bahwa  untuk strata perkotaan ada 3 variabel yang signifikan  yaitu status pernikahan, status dalam keluarga, dan pendidikan, sedangkan untuk strata wilayah perdesaan ada 2 variabel signifikan yaitu status pernikahan dan pendidikan. Hasil uji wald menunjukkan terdapat perbedaan antara perkotaan dan perdesaan.
Pemodelan Regresi Nonparametrik Spline Truncated Dan Aplikasinya pada Angka Kelahiran Kasar di Surabaya Merly Fatriana Bintariningrum; I Nyoman Budiantara
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.888 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v3i1.6098

Abstract

Surabaya sebagai ibukota Propinsi Jawa Timur menempati urutan kedua setelah Jakarta dalam jumlah penduduk. Pada tahun 2012 terjadi 40.343 jumlah kelahiran, dimana angka ini mencerminkan pertumbuhan penduduk yang sangat tinggi. Pertumbuhan penduduk yang begitu pesat dikhawatirkan akan menyebabkan ledakan pertumbuhan penduduk. Pada penelitian ini memodelkan angka kelahiran kasar (CBR) dengan 5 variabel yang diduga berpengaruh. Pemodelan dilakukan dengan metode regresi nonparametrik Spline truncated. Metode ini dipilih karena Spline merupakan metode yang fleksibel, model ini cenderung mencari sendiri estimasi data. Dalam pemodelan ini terdapat titik knot, yaitu titik yang menunjukkan perubahan data. Pemilihan titik knot optimum dilakukan dengan cara memilih nilai Generalized Cross Validation (GCV) yang paling minimum. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, 5 variabel dinyatakan berpengaruh terhadap CBR yaitu persentase kepala keluarga yang berstatus pendidikan tidak sekolah/belum tamat SD, persentase kepala keluarga yang berstatus tidak bekerja, persentase kepala keluarga yang menikah pada umur 15-19 tahun, angka perkawinan kasar, dan angka migrasi masuk. Model regresi nonparametrik Spline truncated yang terbentuk memiliki koefisien determinasi sebesar 94,3%, serta nilai MSE yaitu 0,44.
Pendekatan Spline untuk Estimasi Kurva Regresi Nonparametrik (Studi Kasus pada Data Angka Kematian Maternal di Jawa Timur) Nuraziza Arfan; I Nyoman Budiantara
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.664 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v3i1.6105

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap angka kematian maternal di Jawa Timur menggunakan regresi nonparametrik spline. Indonesia saat ini menghadapi permasalahan tingginya angka kematian maternal berkaitan dengan target MDGs 2015. Pada tahun 2010 Indonesia menduduki peringkat 51 tertinggi angka kematian maternal di dunia menurut CIA World Factbook. Provinsi Jawa Timur menduduki peringkat ke 5 angka kematian maternal tertinggi di Indonesia. Pendekatan menggunakan regresi nonparametrik spline pada angka kematian maternal di Jawa Timur dapat mengestimasi data yang tidak memiliki pola tertentu. Regresi Spline yang dipilih adalah yang memiliki titik knot dengan nilai GCV minimum yaitu tiga knot. Faktor yang berpengaruh signifikan pada angka kematian maternal adalah persentase ibu hamil yang mendapatkan tablet Fe1, persentase ibu hamil melaksanakan program K1, persentase ibu hamil berisiko tinggi/komplikasi yang ditangani, persentase rumah tangga berperilaku hidup bersih sehat,  persentase penduduk perempuan yang pernah kawin di bawah umur, persentase penduduk perempuan dengan pendidikan paling tinggi SD, persentase balita dengan bidan sebagai penolong pertama kelahiran, dan persentase balita dengan dukun sebagai penolong pertama kelahiran. Regresi spline linier menghasilkan R2 sebesar 99,8 %.
Pemodelan Persentase Kriminalitas Dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Di Jawa Timur Dengan Pendekatan Geographically Weighted Regression (GWR) Panji Anugrah Simamora; Vita Ratnasari
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.019 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v3i1.6107

Abstract

Kejahatan atau kriminalitas merupakan perbuatan seseorang yang dapat diancam hukuman berdasarkan KUHP atau undang-undang serta peraturan lainnya di Indonesia. Pada tahun 2010 Polda Jawa Timur menduduki peringkat keempat jumlah kriminalitas tertinggi di Indonesia setelah Polda Metro Jaya, Polda Sumatera Utara dan Polda Jawa Barat. Perbedaan karakteristik geografis menyebabkan perbedaan atau keterikatan faktor ekonomi, sosial, budaya yang juga berpengaruh pada tindakan kriminalitas di setiap daerah. Karena itu penelitian ini akan memodelkan persentase kriminalitas dan faktor-faktor yang mempengaruhinya di Provinsi Jawa Timur dengan pendekatan Geographically Weighted Regression (GWR). Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa adanya pengaruh spasial dalam pemodelan persentase kriminalitas di Jawa Timur. Pemilihan pembobot dilakukan dengan cara memilih pembobot yang memiliki nilai AIC terkecil yaitu fix gaussian. Wilayah yang berdekatan cenderung memiliki kesamaan faktor-faktor yang mempengaruhi persentase kriminalitas di Jawa Timur. Variabel kepadatan penduduk dan persentase penduduk migran berpengaruh signifikan pada sebagian besar kabupaten/kota di Jawa Timur. Model GWR menghasilkan R2 sebesar 86,95 persen lebih besar dari model OLS yaitu 54,1 persen.`
Pendekatan Metode Classification and Regression Tree untuk Diagnosis Tingkat Keganasan Kanker pada Pasien Kanker Tiroid Sri Hartati Selviani Handayani; Santi Wulan Purnami
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.444 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v3i1.6108

Abstract

Kanker Tiroid merupakan urutan kesembilan dari insiden kanker di Indonesia. Kanker Tiroid merupakan penyakit yang tidak menular yang menyerang pada bagian depan leher sedikit dibawah laring yang berbentuk kupu-kupu. Kelenjar tiroid sering kali membatasi kemampuan menyerap yodium dan membatasi kemampuan menghasilkan hormon tiroid, tetapi kadang menghasilkan cukup banyak hormon tiroid yang mengakibatkan hipertiroidisme. Sehingga perlu dilakukan pemeriksaan agar diketahui kanker tersebut jinak atau ganas, dan agar tidak terjadi kesalahan dalam penanganannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi timbulnya kanker tiroid. Metode Classification and  Regression Tree merupakan analisis klasifikasi dimana pada variable respon dapat berskala katagorik dan kontinu. Data yang digunakan pada pesnelitian ini berupa data sekunder pasien yang diperoleh dari data rekam medis di rumah sakit “X” Surabaya pada tahun 2011 dan 2012 dengan variable respon  bersekala katagorik. Kombinasi learning dan testing yang digunakan adalah kombinasi/kelompok 1 dengan data learning sebanyak 65 data dan testing sebanyak 17 data. Hasil pengklasifikasian pada metode CART dari diagnosis tingkat keganasan pada kanker tiroid dengan faktor yang paling berpengaruh yaitu hasil pemeriksaan klinis.
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Persentase Penduduk Miskin dan Pengeluaran Perkapita Makanan di Jawa Timur menggunakan Regresi Nonparametrik Birespon Spline I Dewa Ayu Made Istri Wulandari; I Nyoman Budiantara
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.96 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v3i1.6110

Abstract

Kemiskinan merupakan masalah utama yang ingin dituntaskan oleh berbagai negara di seluruh dunia. Negara Indonesia yang merupakan negara berkembang memiliki fokus untuk menurunkan kemiskinan. Dalam mengukur kemiskinan suatu wilayah dapat dilakukan dengan melihat dua indikator yang berkorelasi yakni persentase penduduk miskin dan pengeluaran perkapita makanan. Penelitian ini menggunakan 4 faktor yang diduga mempengaruhi penduduk miskin dan pengeluaran perkapita makanan di Jawa Timur yang meliputi tingkat kesempatan kerja, laju pertumbuhan ekonomi, tingkat pengangguran terbuka, dan tingkat partisipasi angkatan kerja. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data tahun 2011 yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik Jawa Timur. Metode yang digunakan untuk memodelkan penduduk miskin dan pengeluaran perkapita makanan adalah regresi nonparametrik birespon Spline. Metode ini digunakan karena Spline memiliki kelebihan yakni model akan cenderung mencari estimasinya kemanapun data tersebut akan bergerak. Model terbaik yang dihasilkan dari penelitian ini adalah model dengan titik knot optimal satu knot.

Page 22 of 228 | Total Record : 2279