cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sains dan Seni ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Arjuna Subject : -
Articles 2,279 Documents
Pengaruh Variasi pH Pelarut HCl Pada Sintesis Barium M-Heksaferrit Dengan Doping Zn (BaFe11,4Zn0,6O19) Menggunakan Metode Kopresipitasi Inayati Nur Saidah; Mochamad Zainuri
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Sains dan Seni ITS (ISSN 2301-928X)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.696 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v1i1.354

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai pengaruh variasi pH pelarut HCl pada sintesis barium M-heksaferrit dengan doping Zn (BaFe11,4Zn0,6O19) menggunakan metode kopresipitasi. Metode kopresipitasi sederhana dilakukan untuk mensintesis serbuk barium M-heksaferrit BaFe11,4Zn0,6O19. Eksperimen dilakukan dengan mengontrol pH HCl dengan variasi nilai  pH= 1; 2; 3; 4 dan dilakukan  drying dengan  T=80⁰C dan dikalsinasi pada T=150⁰C. Proses heat treatmant tersebut di  holding time  selama 4 jam. Serbuk barium M-heksaferrit BaFe11,4Zn0,6O19 dikarakterisasi dengan DSC/TGA, XRD, SEM, dan VSM. Fasa barium M-hexaferrite BaFe11,4Zn0,6O19 terbesar terdapat pada nilai pH=1 pada temperatur kalsinasi 150 ⁰C selama 4 jam sebesar 83,98% mempunyai nilai koersivitas (Hc) sebesar 0,0178T, magnetisasi remanensi sebesar 3,113 emu/gram dan magnetisasi saturasi (Ms) maksimum sebesar 25,50 emu/gram. Gambaran foto SEM –EDX dari prekursor BaFe11,4Zn0,6O19 pada temperatur kalsinasi 1500C memperlihatkan bahwa elemen dari barium M-heksaferrit adalah Ba, Fe, Zn, O dan ukuran partikelnya adalah 1 µm serta ukuran kristal adalah 38,202nm.
Pengaruh Perlakuan Panas Pada Anoda Korban Aluminium Galvalum Iii Terhadap Laju Korosi Pelat Baja Karbon ASTM A380 Grade C Kharisma Permatasari; Mochamad Zainuri
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Sains dan Seni ITS (ISSN 2301-928X)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.081 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v1i1.375

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai pengaruh perlakuan panas pada anoda korban aluminium galvalum III terhadap laju korosi pelat baja karbon ASTM A380 grade C dengan perlakuan panas sintering pada temperatur 460°C selama 15 menit, kemudian dilakukan aging dengan variasi temperatur 180°C, 200°C, 220°C, 240°C dan lama penahanan (holding time) 1 jam, 3 jam, 5 jam. Proses aging dilakukan untuk menambah kekerasan pada aluminium galvalum III agar dapat meningkatkan kualitasnya sebagai anoda korban. Eksperimen dilakukan dengan metode uji celup spesimen pelat baja dengan diberi anoda korban yang telah dilakukan proses pemanasan sebelumnya untuk mendapatkan selisih berat dari spesimen pelat baja,  kemudian dihitung dan didapatkan nilai laju korosi. Laju korosi  tertinggi dihasilkan oleh spesimen pelat baja tanpa anoda korban dengan rata-rata sebesar 0,24 mm/y dan laju korosi terendah dihasilkan oleh spesimen pelat baja dengan anoda korban yang telah di aging dengan temperatur 220°C dengan waktu penahanan selama 3 jam dengan rata-rata sebesar 0,01 mm/y. Karakteristik dari spesimen pelat baja yang telah dilakukan pencelupan pada media air laut selama 10 hari diamati dengan SEM dan XRD. Fasa yang terbentuk adalah Fe dan Fe2O3. Karakteristik dari aluminium yang telah diberi perlakuan panas dengan mikroskop optik dan microhardness tester. Dari semua hasil karakterisasi menunjukkan bahwa perlakuan panas pada anoda korban aluminium galvalum III sangat berpengaruh terhadap laju korosi pelat baja karbon ASTM A380 grade C.
Sintesis dan Karakterisasi Sifat Magnetik Serbuk Barium M-Heksaferrit dengan Doping Ion Zn pada Variasi Temperatur Rendah Ariza Noly Kosasih; Mochamad Zainuri
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Sains dan Seni ITS (ISSN 2301-928X)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.266 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v1i1.433

Abstract

Sintesis Barium M-Heksaferrit (BaFe11,4Zn0,6O19) doping ion Zn telah dilakukan dengan metode kopresipitasi. Bahan yang digunakan dalam sintesis yaitu BaCO­3, FeCl3.6H2O dan ion Zn. Dalam penelitian ini digunakan variasi suhu kalsinasi pada temperatur rendah yaitu 80oC, 150oC, 200oC dan 280oC selama 4 jam. Hasil sintesis dikarakterisasi dengan DSC-TGA (Differential Scanning Calorimetry – Thermogravimetric), XRD (X-ray Diffraction), SEM (Scanning Electron Microscopy) dan VSM (Vibrating Sample Magnetometer). Barium M-Heksaferrit terbentuk pada temperatur 150oC sebesar 72,54% dan mempunyai ukuran partikel sebesar 0,5μm. Kurva histerisis menunjukkan telah terbentuk softmagnetic dengan magnetisasi remanensi (Mr) sebesar 0,01 emu/gr, medan koersivitas (Hc) sebesar 0,00825 Tesla dan mempunyai magnetisasi tertinggi terjadi ketika medan koersivitas (Hc) sebesar 1 Tesla dengan magnetisasi sebesar 0,55 emu/gr.
Analisis Mikrotremor untuk Evaluasi Kekuatan Bangunan Studi Kasus Gedung Perpustakaan ITS Vivi Wulandari; Ayi Syaeful Bahri
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Sains dan Seni ITS (ISSN 2301-928X)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.748 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v1i1.435

Abstract

Analisis mikrotremor telah dilakukan pada gedung Perpustakaan ITS. Menggunakan metode FSR (Floor Spectral Ratio) untuk memperkirakan fungsi transfer(amplifikasi, frekuensi natural dan indeks kerentanan) dan metode RDM (Random Decrement Metode) untuk karakteristik dinamik bangunan (ratio redaman dan frekuensi natural). Berdasarkan data penelitian hubungan FSR dan RDM sangat erat sehingga menghasilkan rasio redaman yang akurat dari validasi  frekuensi natural pada FSR dan RDM. Hubungan antara ratio redaman dengan frekuensi natural menghasilkan analisis non linear karena  rasio redaman bergantung pada  jenis material bangunan dan hubungan antara ratio redaman dengan indeks kerentanan menghasilkan jika kerentanan bangunan tinggi maka rasio redaman kecil. Hasil dari penelitian ini nilai frekuensi natural dari FSR 1.45 – 1.52 Hz dan hasil RDM  1.51 – 1.79 Hz. Gedung perpustakaan ITS tergolong bangunan kuat dari hasil rasio redaman antara 3-7%. Nilai indeks kerantan paling tinggi adalah terletak di lantai dua gedung perpustakaan. Jadi lantai dua merupakan bangunan yang paling lemah jika terjadi kerusakan gedung.
Sintesis Zn0.5Mg0.5TiO3 dengan Variasi Rasio Mol Serbuk (Zn+Mg):Ti menggunakan Metode Pencampuran Larutan pada suhu 600ºC Ana Farisa; Suminar Pratapa
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Sains dan Seni ITS (ISSN 2301-928X)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.041 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v1i1.555

Abstract

Dalam penelitian ini telah dilakukan sintesis serbuk larutan padat Zn0.5Mg0.5TiO3 dengan metode pencampuran larutan dalam jumlah yang relatif tinggi (>90 % berat). Bahan dasar yang digunakan dalam sintesis adalah serbuk-serbuk Mg dan Ti, sedangkan Zn digunakan sebagai bahan aditif dengan variasi rasio mol serbuk yang digunakan antara 1,03:1 ≤ (Zn+Mg):Ti ≤ 1,18:1. Prekursor dibuat dengan melarutkan masing-masing serbuk Mg, Zn, dan Ti ke dalam HCl 37%, mencampurkan ketiga larutan dan mengeringkan campuran di udara pada suhu 110ºC serta terakhir mengkalsinasi serbuk hasil pengeringan pada suhu 600ºC selama ½ jam. Uji komposisi serbuk hasil sintesis tersebut dilakukan dengan difraksi sinar-x. Identifikasi fasa pada serbuk hasil sintesis menunjukkan bahwa seluruh variasi rasio mol menghasilkan fasa Zn0.5Mg0.5TiO3 dan rutil. Ukuran kristal fasa Zn0.5Mg0.5TiO3 dengan rasio mol 1,03:1 dan 1,05:1 berturut-turut adalah 20 dan 29 nm. Variasi mol yang menghasilkan fraksi berat Zn0.5Mg0.5TiO3 terbesar adalah 1,12:1, yaitu sebesar 91%.
Sintesis MgTiO3-CaTiO3 (MT-CT) dengan Memanfaatkan Kapur Alam dan Metode Pencampuran Larutan Lisma Dian Kartika Sari; Suminar Pratapa
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Sains dan Seni ITS (ISSN 2301-928X)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.179 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v1i1.559

Abstract

Telah dilakukan sintesis serbuk campuran MgTiO3 (MT) dan CaTiO3 (CT) dengan memanfaatkan kapur alam melalui metode pencampuran larutan dalam konsentrasi yang relaif tinggi (>90 % berat). Bahan dasar yang digunakan adalah serbuk Mg dan Ti, serta unsur Ca dari kapur alam digunakan sebagai bahan aditif. Tiga rasio mol serbuk (Mg+Ca):Ti disiapkan, yaitu 1,02:1; 1,04:1 dan 1,06:1. Larutan prekursor dibuat dengan melarutkan serbuk Mg dan Ti dalam pelarut asam HCl 37% dan serbuk Ca dari kapur alam yang telah dikarbonasi menjadi CaCO3 dilarutkan dengan pelarut asam HCl 10 M, ketiga larutan dicampur dan diaduk serta dikeringkan pada temperatur 110°C dan diikuti kalsinasi serbuk hasil pengeringan pada temperatur 800°C selama 1 jam. Komposisi serbuk hasil sintesis diuji dengan difraksi sinar-X dan dianalisis menggunakan metode Rietveld pada perangkat lunak Rietica. Identifikasi serbuk menunjukkan bahwa seluruh variasi rasio mol menghasilkan fasa MT, CT, periklas dan rutil, kecuali serbuk sampel pada rasio mol 1,06:1 tidak ditemukan fasa rutil. Variasi mol yang menghasilkan fraksi berat MT terbesar adalah 1,02:1 dan fraksi berat CT terbesar adalah 1,06:1. Munculnya fasa yang mengandung unsur Ca secara independen menunjukkan bahwa tidak terbentuk larutan padat CaxMg1-xTiO3 melainkan senyawa MT-CT dengan impuritas periklas dan rutil.
Sintesis MgTiO3 dengan Variasi Temperatur Kalsinasi Menggunakan Metode Pencampuran Larutan Riyan Angela; Suminar Pratapa
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Sains dan Seni ITS (ISSN 2301-928X)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.112 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v1i1.565

Abstract

Telah dilakukan sintesis MT (magnesium titanat) dengan metode pencampuran larutan. Prekursor dibuat dengan melarutkan serbuk logam ke dalam HCl 37% dan dikeringkan di udara pada temperatur 110oC dilanjutkan dengan kalsinasi. Dalam penelitian ini digunakan variasi temperatur kalsinasi yaitu 600°C, 700°C, 800°C dengan waktu tahan yaitu 1 jam untuk mengetahui pengaruhnya terhadap sintesis MT. Hasil sintesis dikarakterisasi dengan XRD (X-Ray Diffraction), kemudian dianalisis menggunakan software rietica dan MAUD. Hasil analisis menunjukkan bahwa temperatur dan waktu tahan kalsinasi mempengaruhi hasil dari sintesis. Berdasarkan metode Rietveld untuk fraksi berat relatif komposisi fase, pembentukan MT  yang paling optimal adalah pada temperatur 800 oC,waktu tahan 1 jam dengan fraksi berat 95,1%. Dengan analisis menggunakan MAUD diperoleh nanokristal MgTiO3 pada pemanasan 600oC dengan ukuran kristal 75nm.
Sintesis Zn0.2Mg0.8TiO3 Pada Temperatur 510ºC dan 800ºC Menggunakan Metode Pencampuran Larutan Chairatul Umamah; Suminar Pratapa
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Sains dan Seni ITS (ISSN 2301-928X)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.324 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v1i1.568

Abstract

Sintesis serbuk larutan padat Zn0.2Mg0.8TiO3 (ZMT0.2) dilakukan dengan menggunakan metode pencampuran larutan. Bahan dasar yang digunakan dalam sintesis adalah serbuk Mg dan Ti, sedangkan Zn digunakan sebagai bahan aditif. Larutan padat dibuat dengan melarutkan masing-masing serbuk Mg, Zn, dan Ti ke dalam HCl 37%. ketiga larutan dicampur dan diaduk selama 4 jam dan dipanaskan pada temperatur 110ºC dan dilanjutkan dengan proses kalsinasi pada temperatur 510ºC dan 800ºC selama ½ jam hingga terbentuk serbuk ZMT0.2 solid solution. Dari analisis data difraksi sinar-x (XRD) diperoleh bahwa pada ZMT0.2 menghasilkan fasa ZMT0.2 dan rutil. Hasil analisis lanjut dengan Rietica diperoleh Nilai fraksi berat MT dan rutil pada sampel ZMT0.2 510ºC adalah 87.5% dan 12.5%. Pada sampel ZMT0.2 800ºC nilai fraksi berat MT dan rutil adalah 90.3% dan 9.7%. Analisis lanjut untuk estimasi ukuran kristal dilakukan menggunakan MAUD. Sampel ZMT0.2 510ºC memiliki ukuran kristal MT 18 nm dan rutil 10 nm sedangkan sampel ZMT0.2 800ºC memiliki ukuran kristal MT 416 nm dan rutil 112 nm.
Desain Sensor Konsentrasi Larutan NaCl Menggunakan Serat Optik Moda Jamak dengan Model W-System Rudi Wibowo; Agus Rubiyanto
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Sains dan Seni ITS (ISSN 2301-928X)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.665 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v1i1.603

Abstract

Telah didesain sensor konsentrasi larutan NaCl berbasis serat optik mode jamak dengan model W-System. Dalam pengkarakterisasiannya digunakan detektor BF5R-D1-N yang terdapat  ligh emiting diode (LED) sebagai sumber cahaya dengan panjang gelombang 660 nm dan phototransistor sebagai detektor penerima cahaya tersebut. Dengan menganalisa nilai absorbsi pada panjang gelombang ultra violet dan cahaya tampak, Indek bias larutan NaCl,  dan rugi daya yang dialami sensor ini akibat microbending, bending, dan scattering. Didapatkan besarnya rugi daya yang dialami sensor sebanding dengan besarnya kosentrasi NaCl yang diberikan. Pemberian jarak antar kaki memberikan perbedaan sensitifitas pada pengukuran dan nilai sensitifitas maksimum pada jarak 2,5 cm. Sistem kerja sensor juga ini mampu menghitung konsentrasi larutan NaCl dengan jangkauan 0,0 – 5,0 Molar dan akurasi hingga 0,025 Molar.
Sintesis Larutan Padat Zn0,1Mg0,9TiO3 Kemurnian Tinggi Menggunakan Metode Pencampuran Larutan Firda Siti Nurchosiya; Suminar Pratapa
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.174 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v2i1.2186

Abstract

Telah dilakukan penelitian sintesis serbuk larutan padat Zn0,1Mg0,9TiO3 (ZMT01) menggunakan metode pencampuran larutan pada temperatur kalsinasi 550 C dengan variasi waktu penahanan. Bahan dasar yang digunakan dalam sintesis ini adalah serbuk Ti dan Mg, sedangkan serbuk Zn sebagai bahan aditif. Sintesis dilakukan dengan melarutkan masing-masing serbuk ke dalam HCl. Hasil pelarutan kemudian dicampur dan diaduk selama 5 jam, lalu dikeringkan di udara pada temperatur 110 C dan dikalsinasi pada temperatur 550 C dengan variasi waktu penahanan 1, 2, 4 dan 6 jam. Karakterisasi hasil kalsinasi serbuk ZMT01 dilakukan menggunakan X-Ray Diffractometer, dan di analisis kuantitatif menggunakan perangkat lunak Rietica. Hasil analisis menunjukkan bahwa fraksi berat relatif fasa geikelit mencapai 97,9% pada waktu penahanan 6 jam.

Page 58 of 228 | Total Record : 2279