cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sains dan Seni ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Arjuna Subject : -
Articles 2,279 Documents
Analisis Critical Success Factors Implementasi Program B20 untuk Pengembangan Berkelanjutan Industri Bahan Bakar Nabati Fitria Mira Andani; Arman Hakim Nasution; Dewie Sakti Ardiantono
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v8i2.49322

Abstract

Konsumsi energi nasional yang terus mengalami peningkatan, membuat pemerintah melakukan beberapa solusi untuk mengatasinya, yaitu dengan adanya pengembangan energi terbarukan (renewable energy).Pemanfaatan energi terbarukan dapat dilakukan melalui pemanfaatan Bahan Bakar Nabati (biofuel). Dalam praktiknya, Indonesia telah menerapkan beberapa kebijakan dalam penggunaan biofuel. Salah satunya dengan adanya program B20 yaitu program yang mewajibkan mencampurkan 20% biodiesel dengan 80% bahan bakar minyak solar. Kebijakan tersebut sudah ada sejak tahun 2016 dan baru diwajibkan pada tahun 2018 ini. Hal ini menandakan bahwa program B20 harus benar-benar dijalankan dan diterapkan, walaupun tidak dapat diterima secara langsung oleh masyarakat. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis apa saja critical success factors (CSF) pada implementasi program B20 yang telah ditetapkan oleh pemerintah dan menentukan prioritas yang menjadi faktor penentu keberhasilan impelemtasi program B20 tersebut. Penelitian ini menggunakan metode Focus Group Discussion (FGD) dan In-depth Interview untuk menganalisis faktor pendukung keberhasilan implementasi program B20 dan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk penentuan prioritas indikator. Hasil analisis yang didapatkan menunjukan terdapat 5 aspek dengan 16 indikator faktor pendukung keberhasilan implementasi program B20. Aspek tersebut terdiri dari aspek tehnical, economic, environment, social dan politic. Hasil pembobotan perbandingan berpasangan menunjukkan bahwa yang menjadi faktor penentu keberhasilan implementasi B20 adalah aspek ekonomi.
Sintesis Multiferoik BiFeO3 Berbasis Pasir Besi dengan Metode Sol Gel Mariya Arifani; Malik Anjelh Baqiya; Darminto Darminto
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Sains dan Seni ITS (ISSN 2301-928X)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.876 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v1i1.285

Abstract

Multiferoik BiFeO3 telah berhasil disintesis dengan metode Sol Gel yang berbasis pasir besi (Pantai Jolosutro, Blitar. Pada penelitian ini digunakan metode Sol Gel dengan variasi suhu kalsinasi antara 250°C - 500°C dengan waktu penahanan selama 1 jam pada tungku tabung yang dialiri gas nitrogen. Hasil sintesis dikarakterisasi dengan uji XRD (X-ray Difraction). Multiferoik BiFeO3 yang disintesis menggunakan metode sol gel memiliki kemurnian  93,13%. Ukuran kristal yang dihasilkan pada rentang suhu kalsinasi tersebut antara 7,2 nm – 62,4 nm. Nilai susebtibilitas bahan semakin meningkat yang mengidentifikasikan bahan bersifat feromagnetik.
Pendekatan Kartesian untuk Sistem Potensial Listrik Geometri Campuran Kartesian - Polar Fitriana Ricka Hidayati; M. Arief Bustomi
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Sains dan Seni ITS (ISSN 2301-928X)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.216 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v1i1.68

Abstract

Sistem potensial listrik dengan geometri campuran kartesian – polar dianalisa dengan menggunakan pendekatan kartesian. Untuk penelitian ini hanya dibatasi pada pengaruh jumlah titik data syarat batas pada pendekatan kartesian. Ada beberapa tahapan yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu melakukan perhitungan analitik dalam koordinat campuran kartesian – polar, menentukan syarat batas untuk pendekatan kartesian, menghitung potensial listrik dengan pendekatan kartesian pada masing – masing jumlah titik data syarat batas dan membandingkannya dengan hasil perhitungannya secara langsung. Berdasarkan penelitian ini semakin banyak jumlah titik data yang digunakan, maka selisih nilai potensial listrik antara pendekatan kartesian dan perhitungan langsung akan mendekati suatu nilai nilai tertentu. Dari penelitian ini juga diperoleh bahwa perhitungan pada pendekatan kartesian untuk sistem geometri campuran kartesian – polar ternyata diperoleh nilai yang  berbeda dari nilai perhitungan langsungnya.
Sintesis dan Karakterisasi XRD Multiferroik BiFeO3 Didoping Pb Tahta Amrillah; Malik Anjelh Baqiya; Darminto Darminto
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Sains dan Seni ITS (ISSN 2301-928X)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1016.984 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v1i1.1004

Abstract

Sintesis multiferoik BiFeO3 didoping Pb telah dilakukan dengan metode Pencampuran basah (liquid mixing), menggunakan Fe murni dan Fe2O3 hasil sintesis dari pasir besi. Dalam penelitian ini digunakan variasi konsentrasi doping Pb x=0,25; x=0,5; variasi suhu kalsinasi dan variasi holding time. Sample dikarakterisasi dengan XRD (X-ray Difraction) dan magnetic susceptibility balance. Sampel variasi konsentrasi doping Pb x=0,25 ditemukan fasa pengotor BFO sekunder sedangkan sampel x=0,5 ditemukan fasa pengotor BFO sekunder dan fasa bahan penyusun. Dekomposisi fasa BiFeO3 menjadi fasa sekunder BFO meningkat dengan meningkatnya suhu kalsinasi dan holding time. Doping Pb memperbesar kemungkinan terbentuknya fasa BiFeO3. Konsentrasi doping Pb x=0,5 dapat meningkatkan prosentase fraksi volume BiFeO3 sebesar ~7% dan dapat menurunkan prosentase fraksi volume fasa BFO sekunder sebesar ~15%, namun dekomposisi fasa menjadi fasa bahan penyusun meningkat ~43%. Ukuran kristal BiFeO3 sebesar ~29 nm sampai ~112 nm. Sampel memiliki nilai χ berkisar 1,69x10-7.
Analisa Resistivitas Batuan dengan Menggunakan Parameter Dar Zarrouk dan Konsep Anisotropi Fransiskha Wedha Prameswari; Ayi Syaeful Bahri; Wahyudi Parnadi
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Sains dan Seni ITS (ISSN 2301-928X)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.509 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v1i1.232

Abstract

Telah dilakukan analisa resistivitas batuan dengan menggunakan parameter Dar Zarrouk dan konsep anisotropi pada data Vertical Electrical Sounding (VES) konfigurasi schlumberger lapangan FINAL#. Parameter Dar Zarrouk digunakan untuk menghitung resistivitas transversal maupun longitudinal untuk kemudian didapatkan nilai resistivitas media dan koefisien anisotropi lapangan. Digunakan dua data VES saling tegak lurus dan satu data sumur sebagai referensi yang letaknya paling dekat dengan kedua line tersebut. Data hasil pengolahan kemudian dikorelasikan dengan data sumur sebagai data insitu untuk mengetahui kecocokan antara keduanya. Dari hasil korelasi didapat bahwa data pengolahan berdasarkan parameter Dar Zarrouk nilainya mampu mendekati data sumur yang ada dengan range 1 - 10 Ωm. Zonasi lapangan berdasarkan nilai resistivitas mengindikasikan bahwa lapangan FINAL# memiliki litologi shale dan batuan karbonat berpori yang terisi oleh fluida.
Desain Closed Photobioreaktor Chlorella Vulgaris Sebagai Mitigasi Emisi CO2 Rizqa Daniyati; Gatut Yudoyono; Agus Rubiyanto
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Sains dan Seni ITS (ISSN 2301-928X)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.083 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v1i1.239

Abstract

Telah dilakukan desain closed photobioreaktor yang sesuai dengan perkembangan mikroalga Chlorella Vulgaris pada closed fotobioreaktor. Penelitian ini menggunakan  jenis flat-plate berdimensi 14x15x20 cm dengan efektivitas media kultur 2500 ml dan sumber cahaya lampu Tungsten Halogen 20 Watt 220 Volt  sebanyak dua buah yang diletakkan pada sisi kanan dan kiri reaktor dengan intensitas cahaya 1000 lux. Penelitian ini menggunakan dua buah fotobioreaktor yaitu jenis I tidak disuplay dengan CO2 dan jenis II disuplai dengan CO2 sebanyak 15 % dengan kepadatan sel awal kultur Chlorella Vulgaris 14,6857 x 105 sel/ml kemudian pengamatan selanjutnya dilakukan setiap hari menggunakan Haemocytometer. Pengambilan data konsentrasi O2 dilakukan setiap hari sebanyak 3 kali pada lama penyinaran 1, 4, dan 7 jam  dengan menggunakan sensor gas O2 KE-50. Nilai ∆ konsentrasi optimum O2 pada fotobioreaktor I terjadi pada hari ke-2 yaitu 0,68% dan pada fotobioreaktor II 0,54%.
Pengaruh Temperatur dan Laju Aliran Gas CO2 pada Sintesis Kalsium Karbonat Presipitat dengan Metode Bubbling Qudsiyyatul Lailiyah; Malik Anjelh Baqiya; Darminto Darminto
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Sains dan Seni ITS (ISSN 2301-928X)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.225 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v1i1.287

Abstract

Kalsium karbonat presipitat mempunyai tiga jenis bentuk kristal yaitu kalsit, vaterit, dan aragonit. Pengaruh temperatur dan laju aliran gas CO2 terhadap pembentukan fase dan morfologi PCC telah dipelajari. Penelitian ini menggunakan batu kapur alam dan metode bubbling. Pada proses karbonasi variasi temperatur reaksi yang digunakan adalah 300C, 500C, dan 700C sedangkan pada masing-masing variasi temperatur dilakukan variasi laju aliran gas CO2 yaitu 2, 5, dan 7 SCFH. Selama proses karbonasi temperatur dan kecepatan pengadukan dijaga konstan. Endapan yang terbentuk disaring kemudian dikeringkan. Karakterisasi yang dilakukan mengggunakan XRD dan SEM. Dari hasil sintesis dapat disimpulkan bahwa vaterit terbentuk pada temperatur rendah dengan laju aliran gas CO2 tinggi, aragonit terbentuk pada temperatur tinggi dengan laju aliran gas CO2 rendah, sedangkan kalsit tebentuk pada setiap variasi perlakuan yang dilakukan karena kalsit merupakan fase yang paling stabil.
Pengaruh Holding Time Kalsinasi Terhadap Sifat Kemagnetan Barium M-Hexaferrite (BaFe12-xZnxO19) dengan Ion Doping Zn Findah Rahmawatus Sholihah; Mochamad Zainuri
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Sains dan Seni ITS (ISSN 2301-928X)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.629 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v1i1.326

Abstract

Barium M-heksaferit adalah material dengan anisotropi kristalin yang besar, koersivitas magnet yang cukup tinggi dan secara kimiawi yang stabil. Material ini untuk aplikasi tertentu, sangat disayangkan, sehingga subtitusi ion ke dalam meterial tersebut merupakan salah satu cara untuk meningkatkan aplikasi dari material tersebut. Material barium M-heksaferit yang disintesis dengan metode kopresipitasi, telah dikalsinasi dengan variasi holding time 2 jam, 3 jam, 4 jam, 5 jam, 6 jam,  dan 10 jam pada temperatur kalsinasi 150ºC. Material barium M-heksaferit disintesis dimana HCl sebagai pelarut dan NH4OH digunakan dalam proses pengendapan. Berdasarkan hasil penelitian, fase barium M-heksaferit terbanyak diperoleh pada kalsinasi dengan holding time 4 jam sebesar 72,54% dan mempunyai nilai koersivitas dan remanensi yaitu 0,0082 kA/m dan 0,01 Tesla serta mempunyai nilai magnetisasi tertinggi yaitu 0,55 emu/gram.
Pengaruh Penambahan Larutan MgCl2 pada Sintesis Kalsium Karbonat Presipitat Berbahan Dasar Batu Kapur dengan Metode Karbonasi Nurul Fitria Apriliani; Malik Anjelh Baqiya; Darminto Darminto
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Sains dan Seni ITS (ISSN 2301-928X)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.794 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v1i1.343

Abstract

Kalsium karbonat presipitat telah berhasil disintesis dengan metode karbonasi dengan bahan dasar batu kapur. Pada penelitian ini digunakan metode karbonasi dengan variasi massa Mg yang ditambahkan pada larutan MgCl2 yaitu 1, 2, dan 3 gram. Sintesis dilakukan menggunakan larutan CaCl2 dengan temperatur ruang dan kecepatan karbonasi sebesar 3 SCFH atau 1.41 ltr/mnt. Hasil sintesis dikarakterisasi dengan uji XRD (X-ray Difraction), mikroskop optik dan SEM(Scanning electron Microscopy). Penambahan larutan MgCl2 berpengaruh pada fasa yang terbentuk, morfologi, dan ukuran kristal produk kalsium karbonat presipitat. Sintesis tanpa penambahan MgCl2 menghasilkan fasa tunggal yaitu kalsit dengan ukuran kristal 0.19µm. Sintesis dengan penambahan MgCl2 akan menghasilkan fase kalsit, kalsit magnesian, dan magnesium karbonat. Banyaknya massa Mg yang ditambahkan, pembentukan fase akan semakin mengarah ke kalsit magnesian.
Karakterisasi Bentuk Partikel SiC yang Dilapisi dengan MgAl2O4 Berdasarkan Variabel Konsentrasi Ion Logam Halley Henriono; Mochamad Zainuri
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Sains dan Seni ITS (ISSN 2301-928X)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.39 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v1i1.353

Abstract

Penelitian tentang karakteristik bentuk partikel SiC yang dilapisi dengan (MgAl2O4) berdasarkan variabel konsentrasi ion logam telah dilakukan. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi ion logam pada permukaan SiC dan mengetahui bentuk permukaan SiC yang sudah terlapisi dengan spinel. Dalam penelitian ini menggunakan metode kopresipitasi dan menggunakan perbedaan konsentrasi Mg 0.6 gram, 1.2 gram, dan 3 gram. Karakterisasi dan identifikasi partikel SiC menggunakan XRD, SEM, dan EDX . Berdasarkan hasil penelitian bahwa pertambahan konsentrasi meningkatkan kekasaran permukaan dan luas kontak permukaan tetapi tidak mempengaruhi kesimetrian dari partikel SiC sehingga wetabbility partikel SiC ketika dipergunakan pada komposit akan meningkat.

Page 57 of 228 | Total Record : 2279