Articles
2,279 Documents
Aplikasi Double Coupler Serat Optik Multimode sebagai Sensor Kemolaran Larutan NaCl
Retno Fatma Megawati;
Gatut Yudoyono
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (595.172 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v2i2.3523
Sensor kemolaran larutan NaCl telah dibuat dari directional double coupler serat optik multimode. BF5R-D1-N digunakan sebagai sumber cahaya yang berasal dari LED merah dengan panjang gelombang 660 nm dan phototransistor sebagai detektor. Variasi kemolaran larutan NaCl (0-5 M) dan variasi jenis kupasan diberikan dalam penelitian ini. Prinsip kerja dari sensor ini adalah mendeteksi rugi daya pada setiap adanya perlakuan. Hasilnya adalah rugi daya yang terdeteksi berbanding lurus dengan molaritas dan panjang kupasan. Probe sensor dengan kupasan pada daerah jaket dan cladding lebih sensitif dibandingkan dengan probe sensor dengan kupasan hanya pada daerah jaket.
Studi tentang Pemanfaatan Pandu Gelombang Slab berbasis Polymethyl Methacrylate (PMMA) Hasil Fabrikasi dengan Teknik Spin Coating sebagai Alat Ukur Massa
Mefina Yulias Rofianingrum;
Gatut Yudoyono
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (620.08 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v2i2.3815
Pandu Gelombang Slab telah banyak digunakan untuk berbagai macam aplikasi. Salah satu aplikasi Pandu Gelombang Slab adalah sebagai Alat Ukur Massa. Penelitian ini memfokuskan pada studi tentang aplikasi Pandu Gelombang Slab sebagai Alat Ukur Massa dengan melakukan pembebanan terhadap pandu gelombang hasil fabrikasi dengan lapisan tipis berbahan Polymethyl Methacrylate (PMMA). Proses fabrikasi dilakukan dengan Teknik Spin Coating dengan kecepatan putar 1000 rpm hingga 2000 rpm selama 60 detik. Dari hasil fabrikasi kemudian dilakukan karakterisasi untuk mengetahui ketebalan lapisan tipis yang dibuat kemudian dilakukan pengamatan dengan melewatkan laser He-Ne pada lapisan tipis melalui fiber optik single mode. Dari karakterisasi diketahui bahwa hasil fabrikasi merupakan Pandu Gelombang Slab single mode dengan ketebalan lapisan tipis 12,2 µm. Pandu gelombang tersebut kemudian diberikan pembebanan hingga sebesar 13,5637 gr. Dari penelitian diketahui bahwa Pandu Gelombang dapat dimanfaatkan menjadi Alat Ukur Massa dengan rentang pengukuran antara 1,8559 gr sampai dengan 3,6733 gr. Makin besar massa beban yang diberikan maka posisi sinar yang terpandu semakin turun.
Relokasi Hiposenter untuk Data Gempa Bumi di Wilayah Sumatera Barat dan Sekitarnya dengan Menggunakan Hypo71 (2009-10-01 – 2010-12-21)
Patar Roy Fernandes Nainggolan;
Bagus Jaya Santosa
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1057.976 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v2i2.4014
Relokasi hiposenter (kedalaman pusat gempa bumi) dilakukan sebagai upaya untuk mengetahui parameter yang dapat dipakai untuk menggambarkan bagaimana gempa bumi tersebut terjadi sehingga dapat diketahui jenis dari gempa. Dengan menggunakan perangkat lunak hypo71 pada data sebanyak 49 event gempa pada periode 2009-10-01 - 2010-12-21 untuk area di wilayah sumatera barat dan sekitarnya untuk mendapatkan koreksi relokasi hiposenter yang ada sehingga dapat diketahui hiposenternya menggunakan data longitude, latitude, magnitude dan kedalaman sehingga diketahui bahwa relokasi hiposenter dengan menggunakan hypo71 ini lebih akurat daripada perangkat lunak lainnya. Hasil yang didapat diolah dengan menggunakan perangkat lunak winquake terlebih dahulu melalui data hasil picking gelombang p dan gelombang s yang kemudian diolah dengan memakai hypo71 sehingga hasilnya didapat seperti pada tabel 4.1 dan juga berupa gambar 4.1 yang mana menggunakan GMT. Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah koreksi dari relokasi hiposenter yang dilakukan pada kesemua data gempa.
Sensor Temperatur menggunakan Pandu Gelombang Slab Berbahan Polymethyl Methacrylate (PMMA) Sebagai Hasil Fabrikasi dengan Metode Spin Coating
Yuni Nur Hidayati;
Gatut Yudoyono;
Ali Yunus Rohedi
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (898.987 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v2i2.4126
Pandu gelombang slab difabrikasi dengan bahan pelapisnya menggunakan Polymethyl Methacrylate (PMMA) yang mempunyai indeks bias sebesar 1,4908. Substrat yang digunakan berupa akrilik dengan dimensi 9x12 mm2, dan memiliki indeks bias 1,49. Proses pembuatannya menggunakan metode Spin Coating dengan kecepatan putaran 1000 rpm dan 2000 rpm, waktu putarannya 60 detik serta dipanaskan pada temperatur 70 °C. Pengamatan ketebalan dilakukan dengan menyinari sampel dengan lampu Halogen sehingga didapatkan ketebalannya 9 µm dengan ketelitian hingga 2,27 µm/pixel. Selanjutnya pengamatan pengaruh pandu gelombang terhadap temperatur dilakukan dengan melewatkan sinar laser HeNe (panjang gelombang 0,6328 µm) pada lapisan melalui serat optik single-mode menuju lapisan tipis PMMA. Pengamatan dilakukan tiap kenaikan temperatur sebesar 0,5 °C. Hasil analisis didapatkan sensitivitas pengukuran temperatur dari sensor pandu gelombang slab sebesar 0,5 °C/pixel pada rentang yang optimal antara 32-37,5 °C.
Estimasi Poisson’s Ratio untuk Analisis Derajat Saturasi Air pada Reservoir Geotermal Menggunakan Data MEQ
Mariyanto Mariyanto;
Bagus Jaya Santosa;
Ayi Syaeful Bahri
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1541.808 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v2i2.4155
Lapangan “Mar” merupakan lapangan di Indonesia yang memproduksi sumber energi geotermal. Untuk memantau kondisi reservoir geotermal dapat dilakukan dengan analisis gelombang microearthquake (MEQ). Data MEQ diolah dengan cara melakukan picking terhadap waktu tiba gelombang P (tp) dan waktu tiba gelombang S (ts) untuk menentukan hiposenter event MEQ. Selanjutnya dilakukan analisis dengan diagram Wadati untuk menentukan nilai vp/vs di setiap lokasi event MEQ sehingga dapat diestimasi distribusi nilai Poisson’s ratio pada batuan di reservoir geotermal. Poisson’s ratio merupakan sifat elastisitas batuan yang mengindikasikan tingkat rekahan yang mana bernilai lebih tinggi pada batuan yang tersaturasi air daripada batuan pada kondisi normal. Distribusi persebaran nilai Poisson’s ratio digunakan untuk menganalisis derajat saturasi air dengan mengorelasikannya terhadap data resistivitas. Hasil penelitian menunjukkan telah diperoleh 135 lokasi hiposenter MEQ dengan distribusi nilai Poisson’s ratio bervariasi dari 0,101 sampai 0,448. Zona dengan nilai derajat saturasi air yang tinggi diindikasikan oleh zona dengan sebaran distribusi nilai Poisson’s ratio yang tinggi dan nilai resistivitas yang rendah.
Klasifikasi Citra Paru-Paru dengan Ekstraksi Fitur Histogram dan Jaringan Syaraf Tiruan Backpropagation
Hasan Bisri;
M. Arief Bustomi;
Endah Purwanti
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (697.64 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v2i2.4193
Telah dilakukan perancangan dan pembuatan perangkat lunak untuk mengklasifikasikan citra paru-paru dengan ekstraksi fitur histogram menggunakan jaringan syaraf tiruan ackpropagation. Pemrosesan awal dilakukan untuk membuang informasi yang tidak dibutuhkan dalam pengolahan citra untuk meningkatkan kualitas citra yang diproses. Proses ekstraksi fitur histogram pada citra diperlukan agar sistem perangkat lunak mampu mengklasifikasikan citra ke dalam kelompok tertentu. Perancangan perangkat lunak ini lebih ditujukan pada pengklasifikasian data yang merupakan data sekunder berupa citra grayscale hasil rontgen paru-paru. Citra paru-paru yang digunakan untuk pelatihan dan pengujian sistem perangkat lunak adalah citra hasil diagnosa dokter yang telah terbagi dalam tiga kelompok yaitu paru-paru normal, berpenyakit kanker, dan efusi. Pengklasifikasian citra dilakukan dengan menggunakan jaringan syaraf tiruan backpropagation. Hasil pengujian performansi sistem perangkat lunak yang telah dibuat dengan parameter epoch 500, error 0.001, learning rate 0.1 dan jumlah neuron 2500 ternyata memiliki tingkat akurasi sebesar 65%.
Sintesis dan Karakterisasi Isolator Mott MEM(TCNQ)2 dan β’-(BEDT-TTF)2ICl2
Fandi Annga Prasetya;
Darminto Darminto
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (681.738 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v2i2.4200
Telah dilakukan sintesis kristal MEM(TCNQ)2 dengan pelarutan donor-akseptor dan kristal β’-(BEDT-TTF)2ICl2 melalui proses elektrokimia. Kristal yang dihasilkan dikarakterisasi dengan metode four point probe untuk mengetahui respon resistivitas terhadap suhu, serta dengan X-Ray Diffractometer untuk mengetahui susunan kristalnya. Berdasarkan analisis dan perhitungan yang telah dilakukan, didapatkan besar celah energi kristal MEM(TCNQ)2 dan β’-(BEDT-TTF)2ICl2 secara berturut-turut adalah 0,55 eV and 0,049 eV. yang berada dalam rentang semikonduktor. Namun, jika rentang suhu karakterisasi menggunakan suhu yang jauh lebih rendah, maka maka akan didapatkan peningkatan nilai celah energi dalam rentang isolator dari yang semula diperkirakan bersifat konduktor. Karakter tersebut mengindikasikan kedua kristal bersifat isolator mott. Sedangkan jumlah komposisi bahan , besar arus input, dan waktu dalam proses elektrokimia berbanding lurus dengan resistansi yang dimiliki kristal tersebut.
Profiling Kecepatan Gelombang Geser (Vs) Surabaya Berdasarkan Pengolahan Data Mikrotremor
Asmaul Mufida;
Bagus Jaya Santosa;
Dwa Desa Warnana
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1539.541 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v2i2.4262
Surabaya merupakan daerah dengan kondisi geologi berupa cekungan endapan aluvial dan batu pasir dengan sedimen berupa batu gamping dan lempung, oleh karenanya daerah Surabaya sangat rawan terhadap kerusakan akibat gempa. Selain itu, Surabaya berada dekat dengan lajur sesar Lasem, Lajur sesar Watu Kosek, lajur sesar Grindulu dan Lajur sesar Pasuruan yang memungkinkan terjadinya gempa yang bersumber dari sesar-sesar tersebut. Maka salah satu upaya yang perlu dilakukan untuk mengurangi resiko bencana terhadap bahaya gempabumi di Surabaya adalah memperkirakan bahaya seismik yang mungkin terjadi yaitu mikrozonasi daerah setempat. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengestimasikan nilai sebaran kecepatan gelombang S (VS) bawah permukaan dengan menggunakan data mikrotremor. Analisa dilakukan pada 39 data titik akusisi mikrotremor tanah yang tersebar di wilayah Surabaya. Data diolah dengan metode HVSR untuk mendapatkan kurva HVSR dan nilai frekuensi natural dan amplifikasi. Kurva HVSR tersebut kemudian diinversikan untuk memperoleh sebaran nilai VS bawah permukaan, kedalaman bedrock, dan VS30. Berdasarkan VS30, wilayah Surabaya diklasifikasi menjadi tipe tanah E yaitu lapisan tanah yang terdiri aluvium pada permukaan dengan nilai Vs tipe C atau D dengan ketebalan bervariasi antara 5 m dan 20 meter, dengan VS tipe tanah D menyebar pada hampir seluruh wilayah Surabaya terkecuali bagian tengah ke arah barat yang memiliki VS tipe tanah C.
Relokasi Hiposenter Gempa Bumi di Sumatera Selatan dengan Menggunakan Hypo71
Yungi Yudiar Rahman;
Bagus Jaya Santosa
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (735.998 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v2i2.4278
Relokasi Hiposenter gempa bumi di Sumatera Selatan dilakukan dengan menggunakan software Hypo71. Relokasi Hiposenter merupakan permasalahan inversi nonlinear. Hypo71 menyelesaikan permasalahan ini dengan menggunakan metode least square yang menandakan terjadinya linearisasi terhadap persamaan nonlinear tersebut. Hypo71 dijalankan dengan memasukkan data kedalam file input (.inp) dan didapatkan hasil berupa file output (.prt). Data yang diinputkan adalah data stasiun, waktu tiba gelombang P dan S, dan model bumi. Kedua data pertama yaitu data stasiun dan waktu tiba gelombang P dan S didapat dari pengolahan dengan Winquake dan data model bumi menggunakan model bumi untuk Pulau Sumatera yang merupakan kombinasi antara Haslinger dan Santosa. Hypo71 memerlukan solusi awal yang selanjutnya akan diiterasi unruk mendapatkan solusi yang tepat yang ditandai dengan kekonvergenan. Berdasarkan relokasi yang telah dilakukan, didapatkan posisi hiposenter hasil relokasi yang bergeser dari posisi awal sebelum direlokasi. Selain itu didapatkan nilai rms yang beraneka ragam, dimana nilai ini sangat bergantung pada pemilihan solusi awal dan penentuan waktu tiba gelombang S dan P pada pengolahan data sebelumnya.
Perancangan Reflektor Cahaya untuk Sistem Pencahayaan Alami Berbasis Optik Geometri
Joko Nugroho;
Gatut Yudoyono;
Suyatno Suyatno
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (878.193 KB)
|
DOI: 10.12962/j23373520.v2i2.4429
Telah dilakukan penelitian tentang perancangan dan reflektor pengumpul berkas cahaya untuk sistem pencahayaan alami berbasis optik geometri menggunakan 2 buah reflektor. Mekanisme pemanduan cahaya pada reflektor yang dirancang adalah dengan mengumpulkan cahaya matahari menjadi berkas titik oleh panel reflektor 1 dan di pantulkan kembali oleh reflektor 2 menuju lubang transmisi. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh data gain (penguatan) reflektor jenis (type) 1 sebesar 2,9 kali di titik lubang trasnmisi. Gain reflektor jenis 2 sebesar 8,75 kali di titik fokus reflektor 1 dan 1,4 kali di titik lubang transmisi, sehingga dapat memberikan wacana tentang pemanfaatan energi matahari yang tidak terbatas hanya pada tinjauan termal dan listrik (solar cell). Energi matahari dapat dimanfaatkan dalam bidang pencahayaan yang sehat dan hemat energi pada ruang tertutup (tidak dapat dijangkau sinar matahari langsung).