cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sains dan Seni ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Arjuna Subject : -
Articles 2,279 Documents
PENGARUH KOMPOSISI TERHADAP PERILAKU MEMBRAN KOMPOSIT PVA/KITOSAN/GRAFIN OKSIDA YANG TERIKAT SILANG ASAM SULFAT Selvy Malita Munarsetya Maksum
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3329.037 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v4i2.10369

Abstract

Membran komposit PVA/kitosan untuk aplikasi (DMFC) dari PVA dan kitosan dengan variasi komposisi (1:5; 2:4; 3:3; 4:2; 5:1) yang terikat silang asam sulfat telah disintesis. Komposisi PVA/kitosan terbaik dari uji ketahanan termal dan uji kuat tarik yaitu 3:3. Penambahan kitosan menyebabkan tingginya nilai tensile strength, namun menurunkan nilai break elongation. Penambahan PVA menyebabkan suhu onset meningkat dan persen weight loss menurun. Penambahan variasi GO (0-2%) bertujuan mengetahui pengaruh terhadap water uptake dan methanol uptake. Persentase water uptake meningkat seiring bertambahnya kadar GO dan persentase methanol uptake menurun hingga kadar GO 1,5% dan meningkat pada kadar GO 2%.
Perbandingan Kadar Fe(II) dalam Tablet Penambah Darah secara Spektrofotometri UV-Vis yang Dipreparasi Menggunakan Metode Destruksi Basah dan Destruksi Kering Suerni Kurniawati; Djarot Sugiarso
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.87 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i1.14759

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai analisa perbandingan kadar Fe(II) dalam tablet penambah darah dengan metode destruksi basah dan destruksi kering. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui metode destruksi yang lebih efektif untuk analisa kadar Fe dalam tablet penambah darah. Tablet penambah darah yang digunakan adalah tablet S. Pengukuran kadar Fe(II) dilakukan dengan mereaksikan tablet penambah darah S dengan agen pengompleks 1,10-fenantrolin dan diukur menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Panjang gelombang maksimum yang didapatkan adalah 509 nm dan nilai regresi (r2) pada kurva kalibrasi adalah 0,9953. Tablet penambah darah dipreparasi menggunakan destruksi basah dan destruksi kering. Hasil pengukuran kadar Fe(II) dengan metode destruksi basah adalah 99,6 mg dengan persentase Fe terukur sebesar 23,7% (237142,86 ppm), sedangkan kadar Fe(II) dengan metode destruksi kering adalah 26,69 mg dengan persentase Fe terukur sebesar 6,36% (63547,62 ppm). Hasil pengukuran tersebut menunjukkan bahwa  destruksi basah lebih efektif untuk analisa kadar Fe(II) dalam tablet penambah darah.
Analisa Gangguan Ion Merkuri(II) Terhadap Kompleks Besi(II)-fenantrolin Menggunakan Metode Spektrofotometri UV-Vis Nina Anjarsari
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1741.416 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v4i2.14027

Abstract

Abstraks – pada penelitian ini telah dilakukan studi gangguan ion merkuri(II) pada analisa kompleks besi(II)-fenentrolin dengan metode spektroskopi UV-Vis. Penelitian dilakukan dengan mereduksi besi(III) menjadi besi(II) sebelum dikomplekskan dengan 1,10-fenantrolin. Selanjutnya senyawa kompleks diukur panjang gelombang maksimumnya menggunakan spektrofotometer UV-Vis, dibuat kurva kalibrasi, dan analisa gangguan ion merkuri(II) terhadap besi sebagai besi(II)-fenantrolin. Hasil studi menunjukkan bahwa ion merkuri(II) mulai mengganggu analisa besi pada konsentrasi 0,07 ppm dengan nilai persen recovery sebesar 73,77%.
Isolasi Senyawa Biflavonoid dari Kayu Akar Garcinia tetranda Frida Ayundawati
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2076.424 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v4i2.12043

Abstract

Sebuah senyawa biflavonoid telah diisolasi dari fraksi II.C ekstrak etil asetat kayu akar Garcinia tetranda yaitu morelloflavon (1). Senyawa ini pernah dilaporkan sebelumnya dari beberapa spesies Garcinia. Penelitian ini merupakan penelitian lanjutan dari Riyanto (2006). Isolasi senyawa dilakukan dengan cara kromatografi dan rekritalisasi. Struktur senyawa 1 dielusidasi menggunakan metode spektroskopi, meliputi 1H-NMR, 13C-NMR, dan DEPT 135.
Penentuan Kadar Mineral Seng (Zn) dan Fosfor (P) dalam Nugget Ikan Gabus (Channa striata) - Rumput Laut Merah (Eucheuma spinosum) Rahayu Dwi Astuti; Djarot Sugiarso K.S.
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v4i2.12621

Abstract

Penelitian tentang pengaruh variasi komposisi daging ikan gabus dan rumput laut merah terhadap kandungan mineral Zn dan kandungan mineral P dalam nugget ikan gabus-rumput laut merah telah dilakukan. Komposisi ikan gabus sebagai bahan utama pembuatan nugget divariasikan menurun dari 95% hingga 75%, sedangkan rumput laut sebagai bahan pengganti tepung divariasikan meningkat dari 5% hingga 25%, dengan interval penurunan dan kenaikan yang sama, yaitu sebesar 5%. Untuk penentuan kadar mineral Zn, setiap sampel didestruksi menggunakan campuran asam HNO3-H2O2; kemudian dianalisa menggunakan instrumen Flame AAS. Sedangkan untuk penentuan kadar mineral P, setiap sampel didestruksi menggunakan campuran asam H2SO4-H2O2, kemudian dianalisa menggunakan instrumen spektrofotometer UV-Vis dengan pengompleks ammonium molibdo-vanadat. Pengukuran absorbansi sampel pada 213,85 nm menghasilkan kadar Zn dalam nugget sebesar 40,4829  mg/kg hingga 87,6723 mg/kg dan pengukuran absorbansi sampel pada 390 nm menghasilkan kadar mineral P sebesar 1638,350 mg/kg hingga 4464,533 mg/kg. Penambahan rumput laut dan pengurangan daging ikan gabus menyebabkan kadar mineral Zn meningkat, tetapi kadar mineral P menurun. Kadar maksimum mineral Zn dalam nugget diperoleh pada komposisi (75% : 25%), sedangkan kadar maksimum mineral P diperoleh pada komposisi (95% : 5%).Kata Kunci–Channa striata; Eucheuma spinosum; fosfor; nugget ikan; seng.
Adsorpsi Ion Cd2+ dalam Larutan Menggunakan Karbon Aktif dari Biji Trembesi (Samanea saman); Optimasi pH dan Waktu Kontak Vella Carella Wijaya; Ita Ulfin
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2214.75 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v4i2.12802

Abstract

Adsorpsi ion Cd2+ dalam larutan menggunakan karbon aktif yang terbuat dari biji trembesi telah dilakukan. Biji trembesi (Samanea saman) dikarbonisasi dan diaktivasi dengan asam fosfat (H3PO4) untuk mengurangi kadar ion Cd2+ dalam larutan. Adsorpsi dilakukan dengan metode batch dengan 2 g/L karbon aktif dengan mengetahui pH adsorbat. Hasil yang diperoleh yaitu pH optimum proses adsorpsi ion Cd2+ terjadi pada pH 7 dengan jumlah ion Cd2+ yang teradsorpsi sebesar 97,11%.
Isolasi Senyawa Biflavonoid dari Kayu Akar Garcinia tetranda Frida Ayundawati
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2051.005 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v4i2.13372

Abstract

Sebuah senyawa biflavonoid telah diisolasi dari fraksi II.C ekstrak etil asetat kayu akar Garcinia tetranda yaitu morelloflavon (1). Senyawa ini pernah dilaporkan sebelumnya dari beberapa spesies Garcinia. Penelitian ini merupakan penelitian lanjutan dari Riyanto (2006). Isolasi senyawa dilakukan dengan cara kromatografi dan rekritalisasi. Struktur senyawa 1 dielusidasi menggunakan metode spektroskopi, meliputi 1H-NMR, 13C-NMR, dan DEPT 135.
Pengaruh pH dan Waktu Kontak Terhadap Adsorpsi Cr(VI) dalam Larutan Menggunakan Karbon Aktif dari Biji Trembesi (Samanea saman) Nurfitria Amalia; Ita Ulfin
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v4i2.13215

Abstract

Karbon aktif dibuat dari biji trembesi (Samanea saman) yang digunakan sebagai adsorben ion Cr(VI) dalam larutan. Biomassa biji trembesi diaktivasi menggunakan H3PO4 5% (v/v) dan  dikarbonisasi pada suhu 300 ºC selama 45 menit. Proses adsorpsi dilakukan menggunakan metode batch, dengan variasi pH awal larutan dan waktu kontak. Hasil percobaan adsorpsi terhadap adsorbat ion Cr(VI) diperoleh kondisi optimum pada pH 2 dengan prosentase adsorpsi sebesar 17,65 % dan waktu kontak optimum selama 60 menit dengan prosentase adsorpsi sebesar 18,91 %. Adsorpsi ion Cr(VI) mengikuti model kinetika orde dua semu (k4 = 0,0,918 (g/mg)/menit)
PEMINDAIAN JAMUR KONTAMINAN AMPAS TEBU UNTUK PRODUKSI ENZIM SELULASE Ismi Zahria; Refdinal Nawfa
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v4i2.13420

Abstract

Pada penelitian ini telah dilakukan proses pemindaian dari jamur kontaminan ampas tebu. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan jamur penghasil enzim selulase dan mengetahui pengaruh pH terhadap produktivitas enzim selulase dari jamur hasil pemindaian kontaminan ampas tebu yang didapatkan. Hasil pemindaian diperoleh 2 jamur yang dapat menghasilkan enzim selulase. Aktivitas enzim selulase dapat diketahui dengan mengukur gula pereduksi dari hasil hidrolisis substrat selulosa (CMC) dengan menggunakan metode DNS. Produksi enzim selulase Jamur Galur 1 optimum pada hari ke-8 dan Jamur Galur 2 optimum pada hari ke-7 dengan nilai rasio perbandingan konsentrasi glukosa dan biomassa sebesar 8096,65 dan 9672,49 untuk masing-masing Jamur. Derajat keasaman (pH) berpengaruh terhadap produksi enzim selulase dimana untuk kedua jamur optimum pada pH 6.0 dengan nilai rasio perbandingan konsentrasi glukosa dengan biomassa sebesar 6147,73 dan 8725,10.
STUDI GANGGUAN Cu2+ PADA ANALISA BESI(III) DENGAN PENGOMPLEKS 1,10-FENANTROLIN PADA pH 3,5 SECARA SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS Steven Wang
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2488.511 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v4i2.13547

Abstract

Pada penelitian ini telah dilakukan studi gangguan ion Cu(II) terhadap analisa besi dengan pengompleks 1,10-fenantrolin pada pH 3,5 secara spektrofotometri UV-Vis. Kompleks Fe(III)-fenantrolin memiliki panjang gelombang maksimum 317 nm. Koefisien korelasi (r) yang diperoleh pada kurva kalibrasi adalah 0,9943. Hasil menunjukkan bahwa ion Cu(II) mulai mengganggu analisa besi pada konsentrasi 0,3 ppm dengan persen (%) recovery sebesar 64,42% dengan RSD 203,4 ppt dan CV 20,34%.

Page 77 of 228 | Total Record : 2279