cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sains dan Seni ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Arjuna Subject : -
Articles 2,279 Documents
Pengaruh Campuran Ampas Tebu dan Alang-Alang (Imperata cylindrica) sebagai Media Pertumbuhan terhadap Kandungan Nutrisi Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus) Ishmatun Naila; Adi Setyo Purnomo
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.509 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.16175

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ampas tebu dan alang-alang (Imperata cylindrica) sebagai media pertumbuhan jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) terhadap kandungan nutrisinya. Ampas tebu dan alang-alang dipilih sebagai media pertumbuhan alternatif, karena tidak hanya mengandung lignoseluosa, tapi juga tersedia berlimpah di lingkungan. Variasi komposisi ampas tebu:alang-alang yang digunakan adalah 75:25 (A1); 50:50 (A2); 25:75 (A3); 0:100 (A4); dan 100:0 (A5). Pada penelitian ini, kandungan nutrisi yang dianalisis adalah kadar air, abu, protein kasar, lemak kasar, dan total karbohidrat. Metode yang digunakan adalah termo-gravimetri, furnis, Kjeldahl, dan ekstraksi Soxhlet. Hasil yang didapatkan yaitu kadar air dan lemak kasar terendah sebesar 77,29% dan 0,09% pada variasi A4, sedangkan kadar abu dan protein kasar tertinggi didapatkan sebesar 1,16% dan 11,70% pada variasi A3 dan A2. Sementara kadar karbohidrat terendah didapatkan pada variasi A5 sebesar 2,23%. Variasi media A4, dengan komposisi 100% alang-alang, lebih disukai untuk menghasilkan jamur tiram dengan kandungan nutrisi yang paling baik.
Pengaruh Penambahan Bakteri Bacillus subtilis terhadap Biodegradasi DDT oleh jamur Pelapuk Putih Pleurotus eryngii Dwi Lestari; Adi Setyo Purnomo
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.681 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.16177

Abstract

Pengaruh penambahan bakteri Bacillus subtilis terhadap biodegradasi DDT oleh jamur pelapuk putih Pleurotus eryngii telah diteliti. B. subtilis ditambahkan ke dalam 10 mL kultur P. eryngii masing-masing dengan jumlah 1, 3, 5, 7, dan 10 mL (1 mL ≈ 1,573 x 108 sel). Recovery DDT dilakukan dengan menggunakan metode ekstraksi cair-cair. Analisa jumlah degradasi dan metabolit produk yang terbentuk menggunakan instrumen HPLC dan GC-MS. Degradasi DDT tertinggi ditunjukkan pada penambahan 3 mL B. subtilis dengan jumlah degradasi sebesar 88,26%, sedangkan degradasi DDT terendah terjadi pada penambahan 1 mL B. subtilis dengan jumlah degradasi sebesar 41,84%. Metabolit produk yang dihasilkan dari proses degradasi ini adalah DDD [l,l dikloro- 2,2-bis(p-klorofenil) etana] dan DDE [l,l-dikloro-2,2- bis(p-klorofenil) etilena].
Isolasi Senyawa Artobiloksanton dari Kulit Akar Artocarpus elasticus Amalia Zafitri; Taslim Ersam
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.048 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.16261

Abstract

Artocarpus kaya akan senyawa fenolat salah satunya adalah flavonoid. Senyawa ini memiliki sifat bioaktivitas dan telah lama digunakan sebagai sumber pengobatan tradisional di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi senyawa flavonoid dari kulit akar Artocarpus elasticus yang berasal dari Pulau Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT). Proses ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut metilen klorida dan dilanjutkan dengan metode fraksinasi menggunakan Kromatografi Cair Vakum (KCV). Pemurnian dilakukan dengan metode rekristalisasi. Penentuan struktur senyawa dilakukan menggunakan analisis UV, IR, 1H dan 13C NMR. Senyawa yang berhasil diisolasi yaitu artobiloksanton (1) berupa padatan coklat muda dengan titik leleh 211-212 °C yang merupakan senyawa yang telah dilaporkan pada penelitian sebelumnya.
Senyawa Sikloartobiloksanton dari Kulit Akar Artocarpus elasticus Ika Febriana Syafitri; Taslim Ersam
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.113 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.16269

Abstract

Senyawa sikloartobiloksanton (1) telah berhasil diisolasi dari kulit akar Artocarpus elasticus yang berasal dari Pulau Flores NTT. Senyawa berupa padatan kuning dengan titik leleh 205-207˚C. Penentuan struktur senyawa dilakukan menggunakan analisis UV, IR, 1H dan 13C-NMR, dan perbandingan senyawa. Senyawa tersebut merupakan senyawa santon turunan flavonoid yang pernah dilaporkan sebelumnya.
Sintesis dan Uji Toksisitas Kompleks Kobalt(II) dengan Ligan (6E)-(N2)-((E)-2-(6-aminopiridin-2-ilimino)-1,2-difeniletilidin)piridin-2,6-diamina Andika Putri Ningtyas; Fahimah - Martak
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.16324

Abstract

Senyawa kompleks binuklir kobalt(II)  dengan ligan (6E)-N2-((E)-2-(6-aminopiridin-2-ilimino)-1,2-difeniletilidin)piridin-2,6-diamina telah berhasil disintesis menggunakan alat refluks. Kristal yang diperoleh berwarna oranye dan berbentuk jarum kecil. Senyawa kompleks tersebut dapat menyerap warna pada panjang gelombang maksimum 460 nm. Hasil analisis menggunakan elemental analyzer dan AAS menunjukkan bahwa kompleks yang terbentuk memiliki rumus molekul [Co2(L2)(CH3COO)4]∙H2O. Rumus molekul juga didukung dengan data TGA yang menunjukkan dekomposisi air kristal pada suhu 105-120 °C. Spektrum FTIR menunjukkan puncak khas vibrasi C=N dan Co-N masing-masing pada bilangan gelombang 1658,84 cm-1 dan 418,57 cm-1. Uji toksisitas senyawa ini dilakukan dengan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) dan dihasilkan nilai toksisitas LC50 sebesar 151,35 mg/L.
Pengaruh Campuran Ampas Tebu dan Sabut Kelapa Sebagai Media Pertumbuhan Alternatif Terhadap Kandungan Jamur Tiram (Pleurotus ostreatus) Ade Restuani Rahma; Adi Setyo Purnomo
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (555.787 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.16450

Abstract

Pengaruh campuran ampas tebu dan sabut kelapa sebagai media pertumbuhan alternatif terhadap kandungan nutrisi jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) telah diteliti. Variasi komposisi sabut kelapa dan ampas tebu yang digunakan adalah 25:75 (F1), 50:50 (F2), 75:25 (F3), 100:0 (F4) dan 0:100 (F5). Jamur tiram yang dihasilkan dilakukan uji secara fisik dan kandungan nutrisi. Pada komposisi F1 menghasilkan jamur dengan diameter (13,9 cm), ketebalan (5,01 cm), dan panjang (13,8cm) terbaik, sedangkan untuk massa yang paling besar dihasilkan pada komposisi F5 yaitu 79,5 g, dan jumlah tudung paling banyak dimiliki oleh komposisi F3 sebanyak 16 buah. Dari hasil analisa nutrisi komposisi F1 memiliki kandungan nutrisi yang relatif baik. Pada komposisi F1 mempunyai kadar air (84,10%) yang rendah.
Pengaruh Campuran Ampas Tebu dan Tongkol jagung sebagai Media Pertumbuhan terhadap Kandungan Nutrisi Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus) Robiatuz Zuniar; Adi Setyo Purnomo
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.323 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.16689

Abstract

Pengaruh campuran ampas tebu dengan tongkol jagung sebagai media tanam terhadap kualitas jamur tiram telah diteliti. Media tanam dibuat berupa campuran ampas tebu dan tongkol jagung dengan perbandingan komposisi yaitu 75:25 (R1), 50:50 (R2), 25:75 (R3), 100:0 (R4), dan 0:100 (R5). Jamur tiram segar yang dihasilkan selanjutnya dianalisis kualitasnya yang meliputi analisis fisik, kadar air dan kadar lemak. Analisis kadar air  menggunakan metode termogravimetri, sedangkan kadar lemak menggunakan metode soxhletasi. Hasil analisa fisik jamur tiram menunjukkan bahwa komposisi R5 memiliki massa ratarata paling tinggi (79,46 g). Jumlah tudung paling banyak pada komposisi  R4 (13 buah), sedangkan diameter tudung paling baik pada komposi R1 yaitu 10,76 cm.  Kadar air dan lemak terendah pada komposisi R4 yaitu  86,2288% dan 0,1199%. Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan media dengan komposisi perbandingan yang berbeda dapat mempengaruhi kualitas fisik dan kadar air dari jamur tiram yang dihasilkan.
Pengaruh Variasi Konsentrasi Metanol Terhadap Sifat Permeabilitas Metanol Membran Komposit Kitosan/ Monmorillonit Termodifikasi Silan 10% Diah Ayu Wulansari; Lukman Atmaja
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (655.345 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.16809

Abstract

Membran komposit yang terdiri dari kitosan sebagai matriks dan monmorillonit sebagai telah berhasil dibuat. Kitosan yang digunakan dalam pembuatan membran memiliki derajat deasetilasi (DD) sebesar 70,225 %. Monmorillonit yang digunakan telah dimodifikasi dengan silan 10 %. Membran komposit tersebut dibuat untuk mengetahui sifat permeabilitas metanol pada lima variasi konsentrasi metanol yang digunakan. Konsentrasi metanol yang digunakan dalam penelitian ini adalah 1, 2, 3, 4, dan 5 M. Sifat – sifat membran yang dikarakterisasi yaitu gugus fungsi, water uptake, dan methanol uptake, sedangkan uji kinerja membran dilakukan dengan pengukuran permeabilitas metanol. Nilai permeabilitas yang diperoleh semakin menurun seiring dengan meningkatnya konsentrasi metanol yang digunakan. Permeabilitas metanol tertinggi yang diperoleh sebesar 4,7771 x 10-5 cm2/s pada konsentrasi 1 M dan 2 M, sedangkan nilai permeablitas metanol terendah sebesar 1,9108 x 10-5 cm2/s pada konsentrasi metanol 5 M.
Sintesis HKUST-1 dengan Penambahan Co(II) Menggunakan Metode Solvotermal Gina Aswari Intan Pertiwi; Ratna Ediati
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.273 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.16971

Abstract

Material tembaga-benzentrikarboksilat (Cu-BTC) dan kobalt-tembaga-benzentrikarboksilat (Co-Cu-BTC) telah berhasil disintesis dengan metode solvotermal pada suhu 100 °C selama 10 jam. Sintesis ini dilakukan dengan penambahan variasi mol Co(II) sebesar 2,5%; 5% dan 10% yang diikuti dengan pengurangan mol Cu(II). Cu-BTC dan Co-Cu-BTC hasil sintesis selanjutnya dikarakterisasi menggunakan XRD, FTIR, SEM-EDX, TGA dan BET. Difraktogram muncul pada sudut khas HKUST-1 yaitu 2θ = 11,6° ; 9,5° dan 2θ = 13,4°. Penambahan Co2+ mempengaruhi pergeseran puncak difraktogram dan intensitas puncak. Analisa FTIR menunjukkan bahwa penambahan Co2+ tidak mempengaruhi gugus fungsi yang ada pada material Cu-BTC. Penambahan Co2+ mempengaruhi keseragaman dari morfologi HKUST-1 ditunjukkan dengan analisa SEM-EDX. Analisa TGA menunjukkan Co-Cu-BTC memiliki stabilitas termal sebesar 354 °C. Luas permukaan yang dimiliki oleh Cu-BTC dan Co-Cu-BTC 5% masing-masing sebesar 1149 m2/g dan 1033 m2/g.   Pada uji reaksi esterifikasi menunjukkan bahwa Co-Cu-BTC 2,5% mampu meningkatkan konversi FFA yaitu sebesar 44,17%.
Pengaruh Waktu Kontak pada Adsorpsi Remazol Violet 5R Menggunakan Adsorben Nata de Coco Zian Zian; Ita Ulfin; Harmami Harmami
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.252 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.17119

Abstract

Adsorpsi remazol violet 5R menggunakan adsorben nata de coco telah diteliti. Adsorben nata de coco berukuran 30-40 mesh memiliki kadar air 0,66%, luas permukaan 1,662 m2/g, volume pori 0,002 cm3/g, dan diameter pori 3,442 nm. Adsorpsi dilakukan dengan metode batch dan faktor yang diteliti ialah pengaruh waktu kontak. Hasil optimasi waktu kontak pada proses adsorpsi remazol violet 5R menggunakan adsorben nata de coco terjadi pada menit ke-90 dengan remazol violet 5R yang teradsorp sebesar 75,66% dan kapasitas adsorpsi adsorben sebesar 7,45 mg/g.

Page 80 of 228 | Total Record : 2279