cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Sains dan Seni ITS
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Arjuna Subject : -
Articles 2,279 Documents
Isolasi Senyawa 3β-asetoksi-lup-20(29)-en-2-ol dan Uji Antioksidan dari Tumbuhan Kepulauan Aru (Sonneratia ovata Backer) Fatmawati Inneke Putri; Taslim Ersam; Sri Fatmawati
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.883 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.19497

Abstract

Sonneratia ovata Backer merupakan salah satu tanaman yang berasal dari Kota Dobo, Kepulauan Aru. Senyawa 3β-asetoksi-lup-20(29)-en-2α-ol (1) berupa serbuk putih dengan titik leleh 200-201oC berhasil diisolasi dari ekstrak metanol kulit batang Sonneratia ovata Backer. Senyawa tersebut difraksinasi menggunakan metode kromatografi cair vakum (KCV) dan kromatografi kolom gravitasi (KKG). Senyawa murni diidentifikasi menggunakan spektroskopi IR, 1H-NMR, dan 13C-NMR. Uji bioaktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH. Fraksi dari senyawa (1) menunjukan prosentase penghambatan sebesar 20,91 ± 0,006 %.
PEMISAHAN ALUMINA PADA RESIDU BAUKSIT (RED MUD) YANG BERASAL DARI RIAU DENGAN METODE SINTERING SODALIME Suprapto Suprapto; Retty Dwi Kisnawati
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.119 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.19633

Abstract

Penelitian mengenai pemisahan alumina melalui metode sintering sodalime menggunakan natrium karbonat (Na2CO3) dan kalsium oksida (CaO) yang diikuti dengan ekstraksi menggunakan larutan Na2CO3 pada residu bauksit (red mud) yang berasal dari Riau telah dilakukan. Berdasarkan hasil XRD dan XRF, dalam red mud terkandung aluminium sebesar 24%. Kadar aluminium dalam sampel dianalisis menggunakan ICP-OES. Sintering dilakukan pada suhu 800°C. Hasil sinter kemudian dilarutkan menggunakan Na2CO3 0,1 M sehingga menghasilkan natrium aluminat (NaAlO2). Filtrat yang diperoleh dipresipitasi menggunakan HCl dengan kontrol pH larutan 6,5-7 sehingga diperoleh endapan putih. Pada penelitian ini, rasio antara red mud:Na2CO3:CaO berturut-turut 1,5:2,5:1,25 menghasilkan kadar Al2O3 sebesar 16,94% dengan recovery 69,5%. Kadar dan recovery Al2O3 juga dipengaruhi oleh waktu sintering. Pada penelitian ini waktu sintering yang optimum yaitu 1 jam. Pada kondisi tersebut diperoleh kadar Al2O3 25,69% dengan recovery 97,35%.
Spektra Fluorosens Darah Golongan O dan AB dalam Pelarut Metanol p.a dan Etanol 98% Mochammad Zaki Nasrulloh; Fredy Kurniawan
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.551 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v5i2.20791

Abstract

Darah telah di uji fluorosensinya untuk mendeteksi suatu penyakit. Spektra fluorosens yang dihasilkan darah berbeda tergantung kondisi lingkungan darah tersebut. Berdasarkan hal tersebut pelu dilakukan studi mengenai darah dengan spektrofotometer fluorosens untuk mengetahui spektra fluorosens darah. Penentuan spektra fluorosens darah golongan O dan AB dalam pelarut metanol p.a dan etanol 98% telah dilakukan. Hasil yang didapat adalah golongan darah O dan golongan AB memiliki spektra yang sama dalam pelarut metanol p.a. Dalam pelarut metanol p.a darah golongan O dan AB memiliki spektra eksitasi dengan puncak maksimum di panjang gelombang 210 nm, 255 nm, 277 nm dan spektra emisi dengan puncak maksimum di panjang gelombang 303 nm, 557 nm, 600 nm. Darah golongan O dan golongan AB memiliki spektra yang sama dalam pelarut etanol 98%. Dalam pelarut etanol 98% darah golongan O dan AB memiliki spektra eksitasi dengan puncak maksimum di panjang gelombang 221 nm, 257 nm, 342 nm dan spektra emisi dengan puncak maksimum di panjang gelombang 427 nm, 686 nm.
Pengendalian Korosi Menggunakan Inhibitor Kitosan Larut Air untuk Baja Lunak dalam Media HCl 1M Clarissa Welny Saleh; Harmami Harmami; Ita Ulfin
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.065 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v6i1.22414

Abstract

Kitosan larut air (water soluble chitosan, WSC) berhasil disintesis dari limbah cangkang udang dan dimanfaatkan sebagai inhibitor korosi. Limbah cangkang udang didemineralisasi dan dideproteinisasi untuk memperoleh kitin. WSC diperoleh dari proses deasetilasi kitin dan pemotongan rantai kitosan kasar dengan H2O2. WSC dikarakterisasi dengan FT-IR dan ditentukan derajat deasetilasinya dengan titrasi asam basa. Kinerja WSC dalam menghambat korosi baja lunak HCl 1M telah dipelajari dengan metode polarisasi potensiodinamik. Studi efisiensi inhibisi WSC dilakukan pada variasi konsentrasi 25-175ppm dalam media korosif pada kondisi stagnan dan dengan pengadukan. Hasil yang diperoleh menunjukkan efisiensi inhibisi WSC meningkat terhadap konsentrasi dan mencapai maksimum pada konsentrasi 100 ppm. Efisiensi maksimum WSC diperoleh sebesar 73,50%. Intepretasi hasil pengukuran dengan polarisasi potensiodinamik menunjukkan bahwa WSC merupakan inhibitor tipe campuran.  Adsorpsi WSC pada permukaan baja lunak dalam HCl 1M mengikuti model isotermal adsorpsi Freundlich.
Analisis Pengaruh Ion Cd(II) Pada Penentuan Ion Fe(II) dengan Pengompleks 1,10-Fenantrolin Menggunakan Spektrofotometer UV-Vis Ninda Aprilita Rachmasari; R. Djarot Sugiarso K. S.
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v6i1.22626

Abstract

Penelitian tentang analisis pengaruh ion Cd(II) pada penentuan Fe3+ dengan pengompleks 1,10-fenantrolin, telah dilakukan menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Kompleks Fe(III) Fenantrolin memiliki panjang gelombang maksimum 320 nm dengan absorbansi sebesar 0,285. Kompleks ion pengganggu, Cd(II) Fenantrolin mempunyai panjang gelombang maksimum 316 nm dengan absorbansi 0,297. Koefisien korelasi (r) diperoleh pada kurva kalibrasi sebesar 0,9991 dengan  persamaan y = 0,1016x – 0,0006. Hasil menunjukkan bahwa Cd (II) mulai mengganggu analisa Besi pada konsentrasi 0,6 ppm. Dengan % recovery 121.574 %.
Perbandingan Kondisi Optimum Pereduksi Natrium Tiosulfat (Na2S2O3) dan Hidroksilamin Hidroklorida (NH2OH.HCl) Pada Analisa Kadar Total Besi Secara Spektrofotometri UV-Vis Devita Dwining Pangastuti; R. Djarot Sugiarso K.S
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j23373520.v6i1.22793

Abstract

Pada penelitian ini dibandingkan aktivitas pereduksi Na2S2O3 dan NH2OH.HCl yang meliputi pH optimum, waktu pembentukan kompleks dan konsentrasi optimum. Penentuan maks diperoleh pada 512 nm. Selanjutnya optimasi pH buffer suasana asam diperoleh pH 4,5 untuk pereduksi Na2S2O3 dan pH 5,5 untuk NH2OH.HCl. Kedua pereduksi masing-masing dapat mereduksi optimum pada pendiaman 15 menit. Na2S2O3 ditemukan masih stabil di atas 15 menit, sedangkan NH2OH.HCl sudah rusak. Selain itu, dilakukan penentuan konsentrasi optimum pereduksi, dihasilkan 10 ppm pereduksi Na2S2O3 dan 11 ppm NH2OH.HCl untuk mereduksi 5 ppm larutan Fe3+.
Sintesis Zeolit-A dari Abu Dasar Batubara dengan Pemisahan Fe dan Ca Randy Yusuf Kurniawan; Nurul Widiastuti
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.776 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v6i1.22842

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis zeolit-A dari abu dasar dengan pemisahan kandungan Fe dan Ca sebelum dilakukan peleburan. Zeolit-A disintesis menggunakan ekstrak yang dihasilkan melalui metode peleburan abu dasar pada suhu 750oC dalam atmosfer udara yang diikuti proses hidrotermal pada suhu 100°C selama 12 jam. Hasil menunjukkan bahwa kristalinitas zeolit-A dengan pemisahan Fe dan Ca sebesar 88,64% dengan tingkat kemurnian yang lebih besar, sementara pada zeolit-A tanpa pemisahan Fe dan Ca yang telah dilaporkan pada penelitian sebelumnya didapatkan kristalinitas sebesar 84,19% dengan tingkat kemurnian yang lebih rendah.
2, 4, 6-Trihidroksi Benzofenon dari Kulit Batang Garcinia balica Miq Retno Purbowati; Taslim Ersam
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.638 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v6i1.22858

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi senyawa metabolit sekunder dari ekstrak etil asetat kulit batang Garcinia balica Miq. Proses ekstraksi dengan pelarut etil asetat didapatkan fraksi kering, kemudian difraksinasi menggunakan metode Kromatografi Kolom Gravitasi (KKG) dan dilanjutkan dengan metode Kromatografi Eksklusi Ukuran. Senyawa yang diisolasi berupa padatan amorf berwarna kuning kecoklatan dengan titik leleh sebesar 215-2160C. Penentuan struktur senyawa dilakukan dengan analisis UV, IR, 1H dan13C NMR. Senyawa yang diisolasi diketahui merupakan senyawa 2, 4, 6-trihidroksi benzofenon
Pengaruh Impregnasi NiO pada MgF1,985(OH)0,015 terhadap Kristalinitas xNiO/MgF1,985(OH)0,015 Estu Kanthi Wilujeng; Irmina Kris Murwani
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.768 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.27151

Abstract

Pada penelitian ini telah dilakukan sintesis padatan katalis xNiO/MgF1,985(OH)0,015 dengan metode sol-gel. Struktur kristal padatan katalis hasil sintesis dikarakterisasi dengan difraksi sinar-X. Hasil karakterisasi XRD menunjukkan bahwa MgF1,985(OH)0,015 memiliki puncak seperti MgF2 dan berstruktur tetragonal.  Difraktogram padatan katalis xNiO/MgF1,985(OH)0,015 menunjukkan adanya pengaruh impregnasi NiO terhadap intensitas puncak difraktogram. Intensitas puncak MgF1,985(OH)0,015 semakin rendah seiring dengan bertambahnya persentase loading NiO, sedangkan puncak NiO muncul pada loading 7,5 ; 10; 15% w/w NiO.
Analisis Perbandingan Pengaruh Campuran ION Cu2+ dan Ni2+ Pada Penentuan Kadar Fe Sebagai Fe(II)-Fenantrolin Tyas Budianti; R. Djarot Sugiarso K. S.; Suprapto Suprapto
Jurnal Sains dan Seni ITS Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.897 KB) | DOI: 10.12962/j23373520.v6i2.27571

Abstract

Analisis besi(II) dengan pengompleks 1,10-fenantrolin pada pH 4,5 yang diganggu dengan penambahan campuran ion Cu2+ dan Ni2+ menggunakan spektrofotometer UV-Vis telah berhasil dipelajari. Pada penentuan panjang gelombang maksimum kompleks Fe(II)-fenantrolin diperoleh panjang gelombang maksimum sebesar 510 nm. Sedangkan kompleks Cu(II)-fenantrolin menyerap sinar pada panjang gelombang maksimum 315 nm dan kompleks Ni(II)-fenantrolin pada panjang gelombang maksimum 330 nm. Pada penentuan kurva kalibrasi diperoleh persamaan regresi linear yaitu y = 0,1248x + 0,013 dengan nilai koefisien korelasi (r) adalah 0,9990 dan koefisien determinasi (r2) adalah 0,9982. Penambahan campuran ion Cu2+ dan Ni2+ mengakibatkan adanya kenaikan nilai absorbansi pada kompleks Fe(II)-fenantrolin. Campuran ion Cu2+ dan Ni2+ mulai mengganggu pada konsentrasi Cu2+ 0,4 ppm dan konsentrasi Ni2+ 0,6 ppm. Nilai % recovery pada variasi konsentrasi Cu2+ dan Ni2+ yaitu 120,4594 %, standar deviasi (RSD) sebesar 0,7550 ppt, dan koevisien variasi (CV) sebesar 0,0755%.

Page 82 of 228 | Total Record : 2279