cover
Contact Name
Desti Verani, S.Pd
Contact Email
desti@iphorr.com
Phone
-
Journal Mail Official
mail@iphorr.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
CHI JOURNAL OF Community Health Issues
ISSN : 28092511     EISSN : 28092724     DOI : 10.56922
Core Subject : Health,
Jurnal penelitian dibidang kesehatan komunitas meliputi kegiatan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif pada semua tingkat usia baik secara individu, maupun kelompok. Penelitian sesuai tren terbaru dalam kesehatan komunitas ditinjau dari berbagai aspek pada budaya masyarakat yang tinggal di benua Asia. Terbit 2 kali dalam satu tahun bulan April dan Desember.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 2 (2025): April Edition 2025" : 5 Documents clear
Pengaruh pendidikan kesehatan dengan media audio visual terhadap kepatuhan diet rendah garam lansia hipertensi Asnira, Asnira; Suratini, Suratini; Sudyasih, Tiwi
JOURNAL OF Community Health Issues Vol. 2 No. 2 (2025): April Edition 2025
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Perawat Kesehatan Komunitas Indonesia (IPKKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/chi.v2i2.1068

Abstract

Background: Hypertension, a degenerative disease often suffered by the elderly, is the number one cause of death worldwide. The prevalence of hypertension in the elderly population is 48.39%. If left untreated, it increases the risk of cardiovascular disease, the leading cause of death globally. Purpose: To analyze the effect of health education using audio-visual media on compliance with a low-salt diet in elderly patients with hypertension at the Posyandu Lansia in Kwarasan, Nogotirto, Gamping, Sleman. Method: This quasi-experimental study used a pretest-posttest design with a control group. The subjects were hypertensive elderly people at the Panuntun Posyandu for the elderly, aged >60 years, totaling 20 respondents, selected using non-random techniques (non-probability sampling with a purposive sampling method). This study used a questionnaire as the measuring instrument, and the Wilcoxon signed-rank test was used for hypothesis analysis. Results: A significant difference was found in the statistical analysis using the Wilcoxon Rank Test between the control and intervention groups after receiving audio-visual health education. Conclusion: Audio-visual health education is effective in improving compliance with a low-salt diet in hypertensive elderly individuals at the Panuntun Kwarasan Elderly Posyandu in Nogotirto, Gamping, Sleman.   Keywords: Health Education with Audio-Visual Media, Low-Salt Diet Adherence   Pendahuluan: Hipertensi menjadi penyakit degeneratif yang sering diderita lansia dan menjadi penyebab kematian nomor satu di dunia setiap tahunnya, prevalensi lansia hipertensi mencapai 48,39%, jika tidak ditangani akan berdampak pada risiko utama penyakit kardiovaskuler yang merupakan penyebab utama kematian secara global. Tujuan: Untuk menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan dengan media audio visual terhadap kepatuhan diet rendah garam pada lansia hipertensi di Posyandu Lansia, Kwarasan, Nogotirto, Gamping, Sleman. Metode: Jenis penelitian metode quaisi eksperimen bentuk rancangan pretest-posttest with control group. Subjek penelitian adalah lansia hipertensi di Posyansu Lansia Panuntun yang berusia >60 tahun berjumlah 20 responden yang diambil menggunakan teknik non random (non probablitiy sampling dengan metode purposive sampling). Alat ukur pada penelitian ini menggunakan kuesioner, sedangkan analisa hipotesis menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil: Terdapat perbedaan bermakna berdasarkan uji beda statistic menggunakan uji Wilcoxon Rank Test didapatkan hasil (p=0,011) antara kelompok kontrol dan intervensi, setelah dilakukan pendidikan kesehatan media audio visual. Simpulan: Pendidikan kesehatan dengan media audio visual terbukti efektif dalam meningkatkan kepatuhan diet rendah garam pada lansia hipertensi di Posyandu Lansia Panuntun Kwarasan, Nogotirto, Gamping, Sleman.   Kata kunci: Pendidikan Kesehatan media dengan Media Audio Visual; Kepatuhan Diet Rendah Garam; Lansia; Hipertensi
Surveilans Status Gizi Balita Usia 0-59 Bulan Di Kabupaten Magetan Provinsi Jawa Timur Handayani, Dwi
JOURNAL OF Community Health Issues Vol. 2 No. 2 (2025): April Edition 2025
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Perawat Kesehatan Komunitas Indonesia (IPKKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/chi.v2i2.1217

Abstract

Background: The health of children under five years of age is a crucial factor for the survival of future generations. Therefore, continuous assessment of the nutritional status of toddlers is crucial to determine their nutritional status. Purpose: To determine the nutritional status of toddlers aged 0-59 months in Magetan Regency, East Java Province. Method: This study was a quantitative descriptive study. The population was all 28,239 toddlers in Magetan Regency. The sampling technique used was accidental sampling. The sample size was 584 toddlers. Data were taken from the 2023 Indonesian Health Survey (SKI). Data were collected using questionnaires and anthropometric measurements. Data were analyzed using univariate and bivariate chi-square tests. Results: The nutritional status of toddlers aged 0-59 months was assessed based on age/weight and age/height. The majority had normal weight and height. Conclusion: There is a relationship between weight and height in the nutritional status of toddlers in Magetan Regency. Suggestion: Maintaining the health, growth, and development of toddlers is expected to always involve Posyandu cadres, namely by increasing the role of Posyandu cadres in monitoring the nutritional status of toddlers and in providing nutritional education to the community, and actively involving the community in health and nutrition programs and forming mother support groups to share information and experiences regarding child nutrition. Keywords: Maternal Support; Nutritional Status; Toddler Pendahuluan: Kesehatan anak di bawah usia lima tahun adalah faktor penting untuk kelangsungan hidup generasi mendatang, sehingga penilaian status gizi balita penting dilakukan secara berkelanjutan untuk mengetahui status gizi balita. Tujuan: untuk mengetahui gambaran status gizi balita usia 0-59 bulan di Kabupaten Magetan Provinsi Jawa Timur. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini yaitu semua balita yang berada di kabupaten Magetan bejumlah 28.239 balita. Tehnik pengambilan sampel dalam penelitian ini yaitu dengan Accidental Sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini yaitu 584 balita.data diambil dari hasil Survei Kesehatan Indonesia(SKI) tahun 2023. Data diambil dengan mengumpulkan menggunakan kuesioner dan hasil pengukuran antopometri. Data di analisis dengan univarat dan bivariate Chi-Square. Hasil: Status gizi pada balita usia 0-59 ditinjau berdasarkan umur/berat serta umur/tinggi badan badan mayoritas memiliki berat badan dan tinggi badan normal. Simpulan: Ada hubungan berat badan dengan tinggi badan pada status gizi balita di Kabupaten Magetan. Saran: Mempertahankan kesehatan, pertumbuhan, dan perkembangan balita maka diharapkan dapat selalu melibatan kader posyandu, yaitu dengan meningkatkan peran kader posyandu dalam pemantauan status gizi balita dan dalam memberikan edukasi gizi kepada masyarakat, dan libatkan masyarakat secara aktif dalam program-program kesehatan dan gizi serta membentuk kelompok-kelompok dukungan ibu untuk saling berbagi informasi dan pengalaman mengenai nutrisi anak. Kata Kunci: Balita; Dukungan Ibu; Status Gizi
Analisa status imunisasi, umur dan jenis kelamin terhadap suspek penyakit campak Puspita, Luluk Dwinanda
JOURNAL OF Community Health Issues Vol. 2 No. 2 (2025): April Edition 2025
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Perawat Kesehatan Komunitas Indonesia (IPKKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/chi.v2i2.1220

Abstract

Background: Measles is a highly contagious disease and a leading cause of child mortality in developing countries, including Indonesia. The incidence of measles remains high in some regions. Purpose: To analyze data on immunization status, age, and gender of measles suspects. Method: This study used secondary data with a descriptive research design to analyze data on immunization status, age, and gender of measles suspects in Madiun Regency in 2024. Results: Based on recapitulation data from the Madiun Regency Health Office, suspected measles cases were predominantly female, accounting for 55%, with the highest prevalence in the 0-10 age group (58.7%). Meanwhile, the highest prevalence of measles rubella (MR) immunization status was complete, accounting for 79.3%. Conclusion: Based on the frequency distribution of suspected measles cases based on measles-rubella symptoms, suspected measles cases in Madiun Regency had fever in 100%, red rash in 100%, cough in 25.3%, runny nose in 21.8%, and red eyes in 13.8%. Keywords: Immunization; Measles; Suspected Cases. Pendahuluan: Campak merupakan penyakit yang sangat menular dan sebagai penyebab utama kematian anak di negara berkembang termasuk Indonesia. Angka kejadian pada penyakit campak masih tinggi dibeberapa daerah. Tujuan: Untuk melakukan analisia data status imunisasi, umur dan jenis kelamin terhadap suspek penyakit campak Metode: Penelitian menggunakan data sekunder dengan desain penelitian deskriptif guna mengetahui analisia data status imunisasi, umur dan jenis kelamin terhadap suspek penyakit campak tahun 2024 di Kabupaten Madiun. Hasil: Data rekapitulasi kasus suspek campak Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun diketahui kasus suspek campak paling banyak berjenis kelamin perempuan yaitu 55% dengan kelompok umur paling banyak 0-10 tahun sebesar 58,7%. Sedangkan status imunisasi MR (Measles Rubbela) paling banyak adalah lengkap sebesar 79,3%. Simpulan: Berdasarkan hasil distribusi frekuensi kasus suspek campak berdasarkan gejala sakit campak rubella menunjukan bahwa kasus suspek campak yang ada di Kabupaten Madiun memiliki gejala demam 100%, ruam merah 100%, batuk 25.3%, pilek 21.8%, dan mata merah 13,8%. Kata Kunci: Campak; Imunisasi; Kasus Suspek.
Kejadian diare akut di puskesmas saradan madiun tahun 2024 Alvian, Rohmat
JOURNAL OF Community Health Issues Vol. 2 No. 2 (2025): April Edition 2025
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Perawat Kesehatan Komunitas Indonesia (IPKKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/chi.v2i2.1221

Abstract

Background: Diarrheal disease remains a global health problem, including in Indonesia. Diarrhea is a dangerous disease that can cause death due to poor environmental sanitation, inadequate water supplies, and limited education. Poor sanitation negatively impacts lives, including a decline in the quality of the community's living environment, contamination of drinking water sources, and the emergence of several diseases. Prolonged diarrhea can weaken the sufferer's body due to the loss of energy, fluids, and electrolytes. Purpose To identify risk factors for identifying acute diarrhea at the Saradan Community Health Center in Madiun in 2024. Methods: This study used a quantitative method with a descriptive quantitative approach. The research subjects were sanitation clinic records for diarrhea patients collected by environmental health workers at the Saradan Community Health Center. Four informants participated in this study: the Head of the Saradan Community Health Center, one person in charge of the Public Health Unit, one person in charge of the Individual Health Unit, and an environmental health program implementer. Results: This study found that diarrhea sufferers were distributed across all ages, with children under 10 years of age being the most prevalent. The distribution of diarrhea sufferers at the Saradan Community Health Center was predominantly among those using dug wells as their clean water source, at 42%. Conclusion: Handwashing with Soap (CTPS) practice is not yet 100%. This is evidenced by data showing that 69% of patients habitually wash their hands with soap, while 31% are not. Despite handwashing with soap, patients still contract diarrhea. Suggest: Preventive and promotive efforts should be emphasized in households, food handlers, schools, and community groups such as integrated health posts (Posyandu) to raise public awareness of clean and healthy lifestyles. Rotavirus immunization coverage for toddlers needs to be increased. Regarding clean water, household water testing activities by community health center staff should continue to be expanded. At the food vendor or producer level, food safety training and outreach activities need to be increased to minimize food contamination, including ingredient selection, food handlers, processing, and storage. Keywords: Handwashing with Soap; Diarrhea; Environment. Pendahuluan: Penyakit diare hingga saat ini masih menjadi masalah kesehatan dunia termasuk di Indonesia. Diare adalah salah satu penyakit yang berbahaya karena dapat menyebabkan kematian yang disebabkan kondisi sanitasi lingkungan yang buruk, persediaan air yang tidak memadai, dan pendidikan terbatas. Buruknya kondisi sanitasi akan berdampak negatif di kehidupan, mulai dari turunnya kualitas lingkungan hidup masyarakat, tercemarnya sumber air minum bagi masyarakat sehingga meningkatnya jumlah kejadian diare dan munculnya beberapa penyakit. Diare yang berkepanjangan dapat melemahkan tubuh penderitanya karena kehilangan banyak energi, cairan dan elektrolit tubuh. Tujuan: Untuk mengetahui faktor resiko untuk mendentifikasi kejadian diare akut di Puskesmas Saradan Madiun Tahun 2024. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Obyek penelitian adalah catatan klinik sanitasi pada penderita diare yang dikumpulkan oleh petugas Kesehatan lingkungan Puskesmas Saradan. Informan dalam penelitian ini berjumlah 4 orang terdiri dari Kepala Puskesmas Saradan, 1 orang penanggung jawab Unit Kesehatan Masyarakat, 1 orang penanggung jawab Unit Kesehatan Perorangan dan pelaksana program Kesehatan lingkungan. Hasil : Penelitian ini didapatkan hasil bahwa penderita diare menyebar di semua usia dengan usia di bawa 10 tahun yang paling banyak menderita diare. Distribusi penderita diare di Puskesmas Saradan terbanyak merupakan pengguna sumber air bersih dari sumur gali sebesar 42%. Simpulan: Pembiasaan diri untuk Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) belum 100%. Hal ini dibuktikan dengan data bahwa penderita yang terbiasa cuci tangan pakai sabun sebanyak 69% sedangkan penderita yang tidak terbiasa cuci tangan pakai sabun ada 31%. Meskipun sudah mencuci tangan pakai sabun, penderita masih terjangkit diare. Saran: Upaya promotif preventif hendaknya lebih ditekankan di lingkungan rumah tangga, penjamah makanan, sekolah maupun kelompok masyarakat seperti posyandu agar dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berperilaku hidup bersih dan sehat. Peningkatan cakupan imunisasi rotavirus bagi balita perlu ditingkatkan. Dari segi air bersih, kegiatan pemeriksaan air bersih rumah tangga oleh petugas puskesmas sebaiknya terus ditingkatkan cakupannya. Di level penjual atau produsen makanan, perlu ditingkatkan kegiatan pelatihan dan sosialisasi keamanan pangan agar konytaminasi makanan dapat diminimalkan, baik dari pemilihan bahan makanan, penjamah, proses pengolahan hiingga penyimpanan makanan. Kata Kunci: Cuci Tangan Pakai Sabun; Diare; Lingkungan.
Prevalensi keluarga perokok pada pelajar dengan perilaku merokok Nurhayati, Nurhayati; Suharti, Sri
JOURNAL OF Community Health Issues Vol. 2 No. 2 (2025): April Edition 2025
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Perawat Kesehatan Komunitas Indonesia (IPKKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/chi.v2i2.1236

Abstract

Pendahuluan: Merokok dapat merusak jantung, merokok dapat mengakibatkan batuk kronis, mempersempit aliran darah yang menyebabkan tidak lancarnya darah dan berakhir dengan kematian mendadak. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh Prevalensi lingkungan keluarga terhadap perilaku perokok pada pelajar dengan perilaku merokok. Desain karya tulis ilmiah ini adalah menggunakan total sampling. Responden yang digunakan adalah semua dari total populasi yaitu 72. Hasil: Terdapat sebanyak 54 lingkungan keluarga yang merokok dengan jumlah presentase sebanyak 75%, sedangkan pada keluarga yang tidak merokok terdapat 18 orang dengan jumlah presentase sebanyak 25%. Hasil tersebut faktor lingkungan keluarga yang merokok lebih banyak di bandingkan yang tidak merokok. Simpulan: Adanya lingkungan keluarga terhadap perilaku merokok pada remaja di sekolah menengah kejuruan Krida Wacana Lampung Tengah. Saran: Karya tulis ilmiah untuk penelitian selanjutnya adalah melakukan pendidikan kesehatan terkait pentingnya lingkungan keluarga terhadap prilaku merokok pada remaja. Kata kunci : Lingkungan; Keluarga; Remaja Merokok. Background: Smoking can damage the heart, smoking can cause a chronic cough, narrowing blood flow which causes blood flow and ends with sudden death. Purpose: of this scientific paper is to determine the influence of the family environment on smoking behavior in adolescents at the Krida Wacana Vocational High School, Central Lampung. Method:The design of this scientific paper is to use total sampling. Respondents used were all of the total population, namely 72. The results of this scientific paper there were smoking. The results showed that there were 54 families who smoked with a percentage of 75%, while in families who did not smoke there were 18 people with a percentage of 25%. Results: The results showed that there were more family environmental factors that smoked than non-smokers. Conclusion: Of the scientific writing of the respondents was 72 respondents, with the sampling technique, namely the total sample technique. The influence of the family environment on smoking behavior in adolescents at the Krida Wacana vocational high school, Central Lampung. Suggestions: For scientific writing for further research is to conduct health education related to the importance of the family environment on smoking behavior in adolescents. Keywords : Influence; Family Environment; Smoking Adolescents.

Page 1 of 1 | Total Record : 5