cover
Contact Name
Fadlan Barakah
Contact Email
fadlanbarakah@usk.ac.id
Phone
+6281329411577
Journal Mail Official
sosiologi.fisip@usk.ac.id
Editorial Address
Gedung Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Syiah Kuala, Jln. Tgk Tanoh Abee, Darussalam Banda Aceh, Aceh 23111
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi)
ISSN : 22525254     EISSN : 26548143     DOI : https://doi.org/10.24815/jsu
JURNAL SOSIOLOGI USK: Media Pemikiran & Aplikasi is an open access, and peer-reviewed journal. Our main goal is to disseminate current and original articles from researchers and practitioners on various contemporary social and sociological issues. JSU is published two times a year. This journal has been accredited sinta 3
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2013)" : 6 Documents clear
Pemberdayaan Sosial Ekonomi Komunitas Adat Terpencil (KAT) Dalam Rangka Pengentasan Kemiskinan Hasan, Ishak
Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi) Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Sociology Department Of Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

KAT merupakan kelompok sosial dan budaya yang bersifat lokal, relatif kecil, tertutup, tertinggal, homogen, terpencar dan berpindah-pindah ataupun menetap. Kehidupannya masih berpegang teguh pada adat istiadat, kondisi geografis, yang sulit dijangkau, penghidupannya tergantung pada sumberdaya alam setempat dengan menggunakan teknologi yang masih sangat sederhana dan ekonomi subsisten serta terbatasnya akses pelayanan sosial dasar. Warga KAT tinggal di berbagai wilayah tanah air, termasuk di Aceh. Pemberdayaan terhadap mereka relatif masihsangat terbatas dilakukan. Hal ini disebabkan karena keterbatasan anggaran dan kesiapan sumberdaya manusia yang peduli terhadap nasib warga KAT sangat sedikit. Penelitian dilakukan di lokasi dengan melakukan observasi dan, wawancara langsung dengan semua kepala keluarga. Masing-masing di Desa Batee Meutudong 43 KK dan di Alue Bilie 38 KK. Strategi pemberdayaan yang dilakukan dengan melakukan penyerapan aspirasi tentang kebutuhan mereka, baik dari aspek sosial maupun dari aspek ekonomi, dan kemudian menyusun skala prioritas pemberdayaan. Pada tahap awal akan dibangun rumah layak huni sebanyak jumlah KK yang ada di dua lokasi tersebut. Rumah berbentuk semi permanen, pemberian biaya hidup beserta dengan berbagai fasilitas sosial lainnya selama masa 2 tahun. Selanjutnya dilakukan pedampingan sampai dimungkinkan mereka mandiri secara sosial dan ekonomi. Kata Kunci: Pemberdayaan Sosial Ekonomi, Kemiskinan, KAT
Paradigma Pembangunan Pertanian: Pertanian Berkelanjutan Berbasis Petani Dalam Perspektif Sosiologis Mahmuddin, M
Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi) Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Sociology Department Of Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tidak ada kegiatan ekonomi Indonesia yang memiliki kisah semuram sektor pertanian. Dari masalah bencana alam hingga masalah runyamnya pelaku pembangunan pertanian (petani) atas berbagai program yang dikembangan pemerintah terhadap sektor pertanian. Sejarah pertanian Indonesia adalah sejarah penyimpangan. Penyimpangan inilah yang telah mewariskan pokok-pokok persoalan struktural di sektor pertanian yang masih terus bertahan hingga saat ini. Berbagai program yang diterapkan tidak hanya berdampak positif bagi pembangunan, namun juga meninggalkan kepincangan yang cukup berarti dalam pembangunan pertanian. Perkembangan ragam paradigma pembangunan pertanian yang kemudian lebih dikenal sebagai basis pembangunan pertanian berkelajutan merupakan salah satu jawaban atas ketidakmampuan paradigma revolusi hijau yang menyisakan berbagai polemik atas persoalan pertanian di tanah air.Kata Kunci : Pembangunan Pertanian, Revolusi Hijau, Pertanian Berkelanjutan
Perbedaan Perilaku Petani dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan Rumah Tangga di Lahan Basah dan Lahan Kering, Daerah Istimewa Yogyakarta Prihatin, S. Djuni
Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi) Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Sociology Department Of Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menunjukkan bahwa ada perbedaan perilaku petani dalam mewujud- kan ketahanan pangan rumah tangga. Perbedaan ini terjadi karena petani di lahan basah sudah merasa aman terbantu dengan fasilitas air namun kurang dalam mengupayakan ketahanan pangan rumah tangga sedangkan petani di lahan kering berjuang untuk mengatasi kekeringan yang terjadi karena kondisi geografis sehingga menyebabkan petani lebih memiliki perilaku daya juang dan motivasi untuk mewujudkan ketahanan pangan rumah tangga. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan yang sangat berarti terutama bagi pengembangan kebijakan pemerintah sebagai upaya mewujudkan ketahanan pangan rumah tangga. Kata kunci : perilaku petani, motivasi dan ketahanan pangan rumah tangga.
Dialektika Wali Nanggroe: Perjuangan Dan Perdamaian Aceh Nazaruddin, Muhammad
Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi) Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Sociology Department Of Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini hendak menyampaikan bahwa konsep tentang Wali Nanggroe dalam posisi kepolitikan Aceh telah menjadi arena kontestasi politik di internal Aceh sendiri dan antara Aceh dan Jakarta. Ada nuansa harapan sekaligus kecurigaan yang melekat dengan pembumian konsep kepemimpian Wali Nanggroe di Aceh pacsa MoU Helsinki 2005. Namun, satu hal yang perlu digaris bawahi bahwa konsepsi tentang kepemimpinan Wali Nanggroe di Aceh bagian terpenting dari berhasilnya negosiasi kesepahaman RI-GAM. Demikian juga dengan keutuhan kesepahaman itu.Kata kunci: Wali Nanggroe, Kesepahaman politik, Perjuangan, Perdamaian
Mendamaikan Aktor dan Struktur dalam Analisis Sosial Perspektif Teori Strukturasi Antony Giddens Nirzalin, N
Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi) Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Sociology Department Of Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dunia keilmuan sosiologi dalam analisis-analisisnya terjerembab kedalam kebekuan teoritis. Jika tidak terperangkap ke dalam mazhab fenomenologisme maka iaterpasung dalam strukturalisme. Mazhab fenomenologisme di satu sisi menempatkan aktor sebagai dewa yang mampu mewujudkan sendiri semua tindakan-tindakannya. Maka para sosiolog yang tergabung dalam mazhab teoritis ini dalam bahasanya Weber selalu berusaha mencari motif apa dibalik tindakan aktor. Sebaliknya disisi lain penganut paham strukturalisme menempatkan aktor seperti robot yang dikendalikan oleh remote kontrol. Remote kontrol itu adalah struktur atau fakta sosial dalam bahasanya Durkheim. Aktor individu yang terpasung, tidak kreatif dan hanya bertindak berdasarkan apa yang diinginkan oleh struktur atau fakta sosial. Maka para sosiolog yang semazhab dengan strukturalisme ini dalam analisisnya terhadapfenomena sosial selalu berusaha menelusuri struktur dan norma-norma sosial seperti apa yang mempengaruhi aktor. Giddens menilai kedua mazhab ini menggunakan kacamata kuda (hanya mampu melihat satu arah) dalam analisis sosialnya. Akibatnya mereka tidak mampu memahami realitas sosial secara utuh dan komprehensif. Untuk mengatasi problem teoritis dari kedua mazhab teoritik yang dominan dalam ranah sosiologi ini, Giddens kemudian menawarkan teorinya yang dinamakan teori strukturasi. Apa itu teori strukturasi?. Bagaimana kerangka epistemologi teori ini dalam memahami realitas sosial?. Kedua pertanyaan itulah yang akan dijawab dan dikupas dalam tulisan ini. Kata Kunci : Strukturasi, Fenomenologisme, Strukturalisme
Menuju Kemandirian Petani Suyatna, Hempri
Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi) Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Sociology Department Of Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dari era pra kolonial hingga era sekarang ini, nasib petani tidak pernah berubah. Mereka masih sekedar menjadi obyek kebijakan dari pemerintah.Mengingat peran strategis pertanian maka revitalisasi kebijakan pertanian perlu dilakukan. Kebijakan pertanian tersebut tidak sekedar berorientasi pada kebijakan kultural akan tetapi juga harus menyentuh aspek struktural. Berbagai kebijakan perlu direvisi agar lebih memberikan iklim yang kondusif bagi berkembangnya sektor pertanian. Melalui revitalisasi kebijakan pertanian tersebut diharapkan petani akan dapat lebih berdaya dan mandiri.Kata Kunci : Obyek kebijakan politik revitalisasi kebijakan kemandirian petani

Page 1 of 1 | Total Record : 6