cover
Contact Name
M.A. HANNY FERRY FERNANDA
Contact Email
apt.fernanda@unesa.ac.id
Phone
+6285733115522
Journal Mail Official
s1pendidikantatarias@unesa.ac.id
Editorial Address
Pendidikan Tata Rias, Fakultas Teknik Universitas Negeri Surabaya | Gedung A1, Jl. Ketintang, UNESA, Kec. Gayungan, Surabaya, Jawa Timur 60231 Telp : (031) 8280009 | Fax : (031) 8280796 | Contact : 085733115522
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Tata Rias
ISSN : -     EISSN : 3063718X     DOI : https://doi.org/10.26740/jtr
Jurnal Tata Rias publishes high-quality research and scholarly articles focused on cosmetology education. It covers curriculum development, teaching methodologies, professional training, trends, innovations, educational technology, and practical applications in cosmetology. Managed by the S-1 Pendidikan Tata Rias program of the Faculty of Engineering at Universitas Negeri Surabaya (UNESA), the journal is published three times a year in April, August, and December. It employs a rigorous double-blind peer-review process and adheres to an open access policy, ensuring global accessibility of its content.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 28 Documents
Search results for , issue "Vol. 9 No. 3 (2020)" : 28 Documents clear
Perbandingan Hasil Penataan Sanggul Modern Antara Penerapan Crimping Iron dan Teknik Sasak AYU LESTARI, DIAH; LUTFIATI, DEWI
Jurnal Tata Rias Vol. 9 No. 3 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v9n3.34920

Abstract

AbstrakCrimping iron merupakan alat yang dapat menambah volume rambut, hal tersebut mampu menciptakan inovasi dalam bidang penataan rambut sebagai pengganti teknik sasak pada penataan sanggul modern. Penerapan crimping iron cukup efektif dan mudah diurai kembali dibandingkan dengan teknik sasak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui 1) pengaruh penerapan alat 2) perbandingan hasil penataan sanggul menggunakan crimping iron dan teknik sasak. Jenis penelitian yang digunakan tergolong dalam penelitian eksperimen. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel bebas: penerapan crimping iron dan teknik sasak, varibel terikat: hasil penataan sanggul modern, dan variabel kontrol meliputi: 1) proses pengerjaan dilakukan oleh peneliti, 2) desain penataan sanggul yang digunakan sama, 3) kriteria rambut model yang diberikan perlakuan yaitu panjang rambut sebahu, jenis rambut normal cenderung tipis, dan virgin atau tidak direbonding. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi dengan melibatkan 31 observer. Teknik analisis data menggunakan uji independent samples T test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) terdapat pengaruh yang signifikan terhadap penerapan crimping iron, kecuali pada aspek penambahan volume tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan karena kedua teknik tersebut dapat menambah volume atau tinggi rambut, 2) penerapan alat crimping dan teknik sasak pada hasil penataan sanggul memperoleh nilai t hitung 4,586 dengan signifikansi 0,000 < 0,05 dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada perbandingan hasil penataan sanggul modern. Kata kunci: crimping iron, penataan sanggul modern Abstract Crimping iron is a tool which can increase the volume of hair, it can creates innovation in the field of hairstyling as a substitute for sasak techniques in arrangements of the modern bun. The app lication of crimping iron is quite effective and easily parsed again compared to sasak techniques. The purpose of this study was to find out 1) the influence of the application of the tools 2) comparison of the results of the bun arrangements using crimping iron and sasak techniques. The type of research used is classified as experimental research. The variable of this research is consist of dependent variable: the application of crimping iron and sasak technique, independent variable: design of the arrangement modern bun, and control variable consist of: 1) the process of work carried out by researches, 2) used the same of bun design, 3) hair criteria of the model that gets the treatment are shoulder lenght hair, normal hair tend to be thin, and virgin or not rebonding. The data collection method uses the observation method involving 31 observers. The data analysis technique used independent samples T test. The results showed that 1) there is significant influence on the application of crimping iron, except in the aspect of the addition of volume does not indicate a significant difference because both techniques can increase the volume or height of the hair. 2) the application of the crimping tool and sasak techniques on the results of the bun arrangement has a T count of 4.586 with a significance of 0.000 <0,05 so it can be concluded that there was significant differency on the comparison of the results of the arrangement modern bun. Keywords: crimping iron, modern bun arrangement
Perbandingan Hasil Penataan Sanggul Modern Antara Penerapan Crimping Iron dan Teknik Sasak AYU LESTARI, DIAH; LUTFIATI, DEWI
Jurnal Tata Rias Vol. 9 No. 3 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v9n3.34921

Abstract

AbstrakCrimping iron merupakan alat yang dapat menambah volume rambut, hal tersebut mampu menciptakan inovasi dalam bidang penataan rambut sebagai pengganti teknik sasak pada penataan sanggul modern. Penerapan crimping iron cukup efektif dan mudah diurai kembali dibandingkan dengan teknik sasak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui 1) pengaruh penerapan alat 2) perbandingan hasil penataan sanggul menggunakan crimping iron dan teknik sasak. Jenis penelitian yang digunakan tergolong dalam penelitian eksperimen. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel bebas: penerapan crimping iron dan teknik sasak, varibel terikat: hasil penataan sanggul modern, dan variabel kontrol meliputi: 1) proses pengerjaan dilakukan oleh peneliti, 2) desain penataan sanggul yang digunakan sama, 3) kriteria rambut model yang diberikan perlakuan yaitu panjang rambut sebahu, jenis rambut normal cenderung tipis, dan virgin atau tidak direbonding. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi dengan melibatkan 31 observer. Teknik analisis data menggunakan uji independent samples T test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) terdapat pengaruh yang signifikan terhadap penerapan crimping iron, kecuali pada aspek penambahan volume tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan karena kedua teknik tersebut dapat menambah volume atau tinggi rambut, 2) penerapan alat crimping dan teknik sasak pada hasil penataan sanggul memperoleh nilai t hitung 4,586 dengan signifikansi 0,000 < 0,05 dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada perbandingan hasil penataan sanggul modern. Kata kunci: crimping iron, penataan sanggul modern Abstract Crimping iron is a tool which can increase the volume of hair, it can creates innovation in the field of hairstyling as a substitute for sasak techniques in arrangements of the modern bun. The app lication of crimping iron is quite effective and easily parsed again compared to sasak techniques. The purpose of this study was to find out 1) the influence of the application of the tools 2) comparison of the results of the bun arrangements using crimping iron and sasak techniques. The type of research used is classified as experimental research. The variable of this research is consist of dependent variable: the application of crimping iron and sasak technique, independent variable: design of the arrangement modern bun, and control variable consist of: 1) the process of work carried out by researches, 2) used the same of bun design, 3) hair criteria of the model that gets the treatment are shoulder lenght hair, normal hair tend to be thin, and virgin or not rebonding. The data collection method uses the observation method involving 31 observers. The data analysis technique used independent samples T test. The results showed that 1) there is significant influence on the application of crimping iron, except in the aspect of the addition of volume does not indicate a significant difference because both techniques can increase the volume or height of the hair. 2) the application of the crimping tool and sasak techniques on the results of the bun arrangement has a T count of 4.586 with a significance of 0.000 <0,05 so it can be concluded that there was significant differency on the comparison of the results of the arrangement modern bun. Keywords: crimping iron, modern bun arrangement
Perbandingan Hasil Penataan Sanggul Modern Antara Penerapan Crimping Iron dan Teknik Sasak AYU LESTARI, DIAH; LUTFIATI, DEWI
Jurnal Tata Rias Vol. 9 No. 3 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v9n3.34922

Abstract

AbstrakCrimping iron merupakan alat yang dapat menambah volume rambut, hal tersebut mampu menciptakan inovasi dalam bidang penataan rambut sebagai pengganti teknik sasak pada penataan sanggul modern. Penerapan crimping iron cukup efektif dan mudah diurai kembali dibandingkan dengan teknik sasak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui 1) pengaruh penerapan alat 2) perbandingan hasil penataan sanggul menggunakan crimping iron dan teknik sasak. Jenis penelitian yang digunakan tergolong dalam penelitian eksperimen. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel bebas: penerapan crimping iron dan teknik sasak, varibel terikat: hasil penataan sanggul modern, dan variabel kontrol meliputi: 1) proses pengerjaan dilakukan oleh peneliti, 2) desain penataan sanggul yang digunakan sama, 3) kriteria rambut model yang diberikan perlakuan yaitu panjang rambut sebahu, jenis rambut normal cenderung tipis, dan virgin atau tidak direbonding. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi dengan melibatkan 31 observer. Teknik analisis data menggunakan uji independent samples T test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) terdapat pengaruh yang signifikan terhadap penerapan crimping iron, kecuali pada aspek penambahan volume tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan karena kedua teknik tersebut dapat menambah volume atau tinggi rambut, 2) penerapan alat crimping dan teknik sasak pada hasil penataan sanggul memperoleh nilai t hitung 4,586 dengan signifikansi 0,000 < 0,05 dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada perbandingan hasil penataan sanggul modern. Kata kunci: crimping iron, penataan sanggul modern Abstract Crimping iron is a tool which can increase the volume of hair, it can creates innovation in the field of hairstyling as a substitute for sasak techniques in arrangements of the modern bun. The app lication of crimping iron is quite effective and easily parsed again compared to sasak techniques. The purpose of this study was to find out 1) the influence of the application of the tools 2) comparison of the results of the bun arrangements using crimping iron and sasak techniques. The type of research used is classified as experimental research. The variable of this research is consist of dependent variable: the application of crimping iron and sasak technique, independent variable: design of the arrangement modern bun, and control variable consist of: 1) the process of work carried out by researches, 2) used the same of bun design, 3) hair criteria of the model that gets the treatment are shoulder lenght hair, normal hair tend to be thin, and virgin or not rebonding. The data collection method uses the observation method involving 31 observers. The data analysis technique used independent samples T test. The results showed that 1) there is significant influence on the application of crimping iron, except in the aspect of the addition of volume does not indicate a significant difference because both techniques can increase the volume or height of the hair. 2) the application of the crimping tool and sasak techniques on the results of the bun arrangement has a T count of 4.586 with a significance of 0.000 <0,05 so it can be concluded that there was significant differency on the comparison of the results of the arrangement modern bun. Keywords: crimping iron, modern bun arrangement
KAJIAN PENERAPAN MODEL PEMBELAJARARAN KOOPERATIF TIPE TRUE OR FALSE PADA KOMPETENSI DASAR KELAINAN DAN PENYAKIT KULIT Adhisa, Serra; SINTA MEGASARI, DINDY
Jurnal Tata Rias Vol. 9 No. 3 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v9n3.35194

Abstract

KAJIAN PENERAPAN MODUL AJAR PEMBUATAN MAHAR SISWA KELAS XI TATA KECANTIKAN KULIT DAN RAMBUT DI SMK NEGERI 3 BLITAR SILVI GHONI MAHFIRO, KHAFIDHATUL; KUSSTIANTI, NIA
Jurnal Tata Rias Vol. 9 No. 3 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v9n3.35413

Abstract

Abstrak Modul ajar merupakan media pembelajaran bagi siswa yang wajib ada untuk sebuah pembelajaran, dan sebagai acuan pendidik dalam memberikan materi pelajaran. Berdasarkan observasi dikelas XI tata kecantikan rambut dan kulit SMKN 3 Blitar. Modul yang dipakai mata pelajaran produk kreatif dan kewirausahaan di SMKN 3 Blitar masih memakai modul bersifat umum yang di terapkan oleh seluruh SMK lainnya. Modul yang dipakai belum memenuhi kebutuhan pembelajaran dengan tidak adanya materi yang berkaitan dengan pembahas khusus tentang pembuatan produk seperti mahar, hantaran, souvenir, dan sebagainya. Dengan belum adanya modul khusus yang membahas tentang kompetensi dasar tersebut juga mempengaruhi belajar siswa dalam kreatifitasnya, kurang aktif dalam pembelajaran dan kurang memahami praktek membuat mahar dalam mata pelajaran produk kreatif dan kewirausahaan. Sehingga mempengaruhi juga pada hasil belajar siswa. Siswa mendapatkan nilai rata-ratanya kurang dari KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal), nilai KKM siswa didalam mata Pelajaran tersebut adalah 78. Selain itu juga konsekuensi yang harus diterapkan dikurikulum tingkat satuan pendidikan berbasis kompetensi disekolah, mempersyaratkan penggunanan modul dalam pelaksanaan pembelajarannya.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji literatur tentang penerapan modul ajar terhadap kreatifitas dan hasil belajar siswa. Analisis penelitian menggunakan prosedur penelitian studi pustaka, dengan jenis penelitian yang di telusuri dengan penelusuran studi literatut berupa artikel jurnal yang dapat di pertanggung jawabkan, keakurat dan kerelevanannya. Hasil dari kajian literature atau pustaka menyatakan bahwa penerapan modul ajar sangat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Hal tersebut dikarenakan terlihat dari banyaknya kajian teori dan studi literatur yang sudah dilakukan berhasil dalam meningkatnya kreatifitas dan hasil belajar siswa. Kata Kunci: Penerapan, modul ajar, mahar Abstract The teaching module is a learning medium for students that must be available for learning activities, and as a reference for the educators in providing subject matter. Based on observations in class XI hair and skin beauty design at SMKN 3 Blitar. The Modules which used in the subjects of creative and entrepreneurial products in SMK 3 Blitar still using a general modules which are applied by all other Vocational school. The modules which used do not in line with the learning needs and lack of material relating to special discussants on the manufacture of products such as about the dowry, delivery, souvenirs, and so on. In the lack of information in the module that discusses the basic competencies also affect in the students less of creativity, less active in learning and less understanding the practice of making dowry in subjects of creative and entrepreneurial products. Therefore, its also affects on students learning outcomes. The students got an average score less than KKM (Minimum completeness criteria), the KKM score of students in these subjects is 78. In addition, the consequences that must be applied in the curriculum level of competency-based education units in schools, require the use of modules in the implementation of learning. This research aims to review the literature on the application of teaching modules to students creativity and learning outcomes. Research analysis using literature study research procedures, with the type of research traced by literature study in the form of journal articles that can be accounted for, their accuracy and relevance. The results of the literature study state that the application of teaching modules give big impact on the students learning outcomes. It can be seen from the many theoretical studies and literature studies that have been carried out successfully in increasing students creativity and learning outcomes. Keywords: Implementation, teaching module, dowry
PENGARUH PENAMBAHAN EKSTRAK KULIT BUAH MANGGIS TERHADAP KUALITAS SABUN TRANSPARAN AISYAH, SHAHNA; SULANDJARI, SITI
Jurnal Tata Rias Vol. 9 No. 3 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v9n3.35421

Abstract

Abstrak Sabun tansparan merupakan jenis sabun batang yang digunakan sebagai pembersih wajah dan badan yang menghasilkan busa lembut di kulit. Sabun yang baik berfungsi untuk membersihkan, tidak merusak kulit dan dapat melindungi kulit dari radikal bebas. Senyawa untuk menetralisasikan radikal bebas salah satunya adalah kulit buah manggis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak kulit buah manggis terhadap kualitas sabun transparan. Jenis penelitian ini adalah eksperimen. Variabel bebas penelitian ini adalah penambahan ekstrak kulit buah manggis 0,1%, 0,15%, 0,2%, 0,3%. Variabel terikat adalah sifat fisik yang meliputi aroma, warna, tekstur, daya buih dan pH. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi yang dilakukan oleh 30 orang. Analisis data menggunakan analisis varian tunggal (one way anova) dan uji lanjut Duncan dengan bantuan program SPSS versi 16. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh penambahan ekstrak kulit buah manggis terhadap sifat fisik meliputi aroma, warna, tekstur, dan daya buih pada sabun transparan. Semakin tinggi konsentrasi penambahan ekstrak kulit buah manggis sifat fisik sabun yang dihasilkan, warna semakin coklat, beraroma minyak dan ekstrak buah manggis, tekstur lunak dan berminyak, dan daya buih yang dihasilkan sedikit berbusa. Adapun hasil uji pH sabun transparan ekstrak kulit buah manggis dapat diketahui bahwa keempat sampel sabun transparan memilki jumlah rata-rata 8,08 (berkisar 8,1), sehingga keempat sampel sabun transparan ekstrak kulit buah manggis sampai hari ke 5 masih dapat digunakan dan masih memenuhi syarat mutu sabun transparan yang ditetapkan oleh Badan Standarisasi Nasional No. SNI 06-3532-1994, umumnya pH sabun mandi berkisar antara 8-11(SNI, 1996). Kata kunci: Sabun transparan, Ekstrak kulit buah manggis, kualitas sabun transparan. Abstract Tansparan soap is a type of bar soap that is used as a facial and body cleanser that produces soft foam on the skin. A good soap works to cleanse, not damage the skin and can protect the skin from free radicals. One of the compounds to neutralize free radicals is mangosteen rind. This study aims to determine the effect of adding mangosteen rind extract to the quality of transparent soap. The kind of research is experiments. The independent variable of this study was the addition of mangosteen rind extract 0.1%, 0.15%, 0.2%, and 0.3%. Bound variables are physical properties that include the aroma, color, texture, foam and pH. Data collection techniques using observation sheets conducted by 30 people. Data analysis used single way analysis (one way ANOVA) and Duncans follow-up test with the help of SPSS version 16. The results showed that there was an effect of the addition of mangosteen rind extract on physical properties including aroma, color, texture, and froth on transparent soap. the higher the concentration of the addition of mangosteen rind extract the physical properties of the resulting soap is increasingly brown, scented oil and mangosteen rind extract, soft and oily texture, and the froth produced less foaming. As for the results of the pH test of transparent soap mangosteen rind extract can be seen that the four transparent soap samples have an average amount of 8.08 (around 8.1), that the four transparent soap samples of mangosteen rind extract until the fifth day can still be used and are still under the quality requirements of transparent soap established by the National Standardization Agency No. SNI 06-3532-1994, the pH of soap is not determined by standards, but generally the pH of bath soap ranges between 8-11 (SNI, 1996). Keywords: Transparent soap, mangosteen rind extract, transparent soap quality.
PERAWATAN TUBUH CALON PENGANTIN DENGAN RAMUAN TRADISIONAL MADURA SEBELUM HARI PERNIKAHAN DI RUMAH SPA KERATON SUMENEP SULISTYAWATI NINGSIH, INDAH; LUTFIATI, DEWI
Jurnal Tata Rias Vol. 9 No. 3 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v9n3.35426

Abstract

KAJIAN TATA RIAS TRADISIONAL PENGANTIN GAYA SEMANDINGAN DI KABUPATEN TUBAN CHOIRUL UMMAH, ANNISA; FAIDAH, MUTIMMATUL
Jurnal Tata Rias Vol. 9 No. 3 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Tata Rias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jtr.v9n3.35427

Abstract

Tata rias pengantin adalah bagia dari salah satu kebudayaan yang terus berkembang seiring dengan berkembangnya zaman. Beitu juga dengan tata rias pengantin Gaya Semandingan yang berasal dari kaupaten Tuban. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan makna tata rias wajah, penataan sanggul, busana dan aksesories yang digunakan dalam tata rias pengantin Gaya Semandigan di kabupaten Tuban. Jenis penelitia ini adalah deskriptif kualitatif dengan instrumen pengambilan data berpedoman pada observasi dan wawancara, kemudian data yang diperoleh diolah menjadi deskriptif naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata rias pengantin Gaya Semandingan memiliki tatanan rias wajah, yang meliputi bentuk alis, hiasan mata, hidung, perona pipi, perona bibir, dan paes tropong pradah. Kemudian tata rias rambut yaitu pembuatan sunggar ombak samudra, gelung sigar tumbar, roncean kembang ganggong, roncean sisir lilit gelung, sumping cagaran, karang melok, penetep dengan model tumpen. Tatanan busana pengantin Gaya Semandingan menggunakan kebaya berwarn hijau, kain panjang dari kain batik gedog motif kijing miring berwarna hitam khas Kabupaten Tuban, dan stagen berwarna hitam. Terakhir aksesoris yang digunakan pengantin Gaya Semandingan yaitu cunduk mentul, mahkota, cagaran, centhung, giwang dan kalung botoran, giwang model sigar penjalin, tusuk konde penetep, bros repes, dan trumpah (selop) berwarna hitam. Kata Kunci : Tata Rias Pen gantin Gaya Semandingan, Busana, Aksesoris.

Page 3 of 3 | Total Record : 28


Filter by Year

2020 2020


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 3 (2025): Jurnal Tata Rias Volume 14 Nomer 3 Tahun 2025 Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Tata Rias Volume 14 Nomer 2 Tahun 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): Jurnal Tata Rias Volume 14 Nomer 1 Tahun 2025 Vol. 13 No. 3 (2024): Jurnal Tata Rias Volume 13 Nomer 3 Tahun 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): Jurnal Tata Rias Volume 13 Nomer 2 Tahun 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): Jurnal Tata Rias Volume 13 Nomer 1 Tahun 2024 Vol. 12 No. 3 (2023): Berikut publikasi nomer 3 tahun 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): Berikut publikasi nomer 2 tahun 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): Berikut publikasi nomer 1 tahun 2023 Vol. 12 No. 4 (2023): Jurnal Tata Rias Edisi Khusus Tahun 2023 Vol. 11 No. 2 (2022): Jurnal Tata Rias Vol. 11 No. 1 (2022): jurnal tata rias Vol. 10 No. 3 (2021): Vol. 10 No. 3 (2021) Vol. 10 No. 1 (2021): Vol. 10 No. 1 (2021) Vol. 10 No. 2 (2021): jurnal tata rias Vol. 9 No. 4 (2020): Vol. 9 No. 4 (2020) Vol. 9 No. 3 (2020) Vol. 9 No. 2 (2020) Vol. 9 No. 1 (2020) Vol. 8 No. 3 (2019) Vol. 8 No. 2 (2019) Vol. 8 No. 1 (2019) Vol. 7 No. 01 (2018): Vol.07 N0.1 Edisi Yudisium Februari 2018 Vol. 7 No. 2 (2018): Vol.07 No.2 Edisi Yudisium Juni 2018 Vol. 7 No. 3 (2018) Vol. 7 No. 2 (2018) Vol. 6 No. 01 (2017): Vol.06 No.1 Edisi Yudisium Februari 2017 Vol. 6 No. 3 (2017): Vol. 6 No.3 Edisi Yudisium Oktober 2017 Vol. 6 No. 2 (2017): Vol.6 No. 2 Edisi Yudisium Juni 2017 Vol. 5 No. 03 (2016): Vol.05 N0.03Edisi Yudisium Oktober 2016 Vol. 5 No. 02 (2016): Vol.05 No.02 Edisi Yudisium Juli 2016 Vol. 5 No. 01 (2016): Vol.05 No.1 Edisi Yudisium Februari 2016 Vol. 4 No. 03 (2015): Vol.04 No.03 Edisi Yudisium Oktober 2015 Vol. 4 No. 02 (2015): Vol.04 No.02 Edisi Yudisium Juni 2015 Vol. 4 No. 01 (2015): Vol.04 No. 01 Edisi Yudisium Februari 2015 Vol. 3 No. 03 (2014): Vol.03 No.03 Edisi Yudisium Oktober 2014 Vol. 3 No. 02 (2014): Vol. 03 No. 02 Edisi Yudisium Juni 2014 Vol. 3 No. 01 (2014): Vol. 03 no. 01, Edisi Yudisium Februari, tahun 2014 Vol. 2 No. 02 (2013): Vol. 02 No. 02, edisi Yudisium periode Mei 2013 Vol. 2 No. 3 (2013): e-journal vol.2 No. 03, Edisi Yudisium Oktober 2013 Vol. 2 No. 1 (2013): volume 2, nomor 1, tahun 2013 More Issue