Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol 8, No 1 (2019): February 2019"
:
10 Documents
clear
PARITAS BERHUBUNGAN DENGAN PEMERIKSAAN ANTENATAL CARE PADA IBU HAMIL DI BIDAN PRAKTEK MANDIRI YOGYAKARTA
Menik Sri Daryanti
Jurnal Kebidanan Vol 8, No 1 (2019): February 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (74.24 KB)
|
DOI: 10.26714/jk.8.1.2019.56-60
Upaya menurunkan AKI adalah dengan meningkatkan cakupan pemeriksaan ANC oleh petugas kesehatan. Hasil Riset Kesehatan Dasar menunjukkan bahwa cakupan pemeriksaan ANC di Indonesia pada tahun 2013 – 2015 yaitu tahun 2013 sebesar 95,25% dan tahun 2015 sebesar 95,75%. Jika tidak melakukan Antenatal Care pada ibu hamil yaitu kurang memperoleh informasi tentang bagaimana perawatan kehamilan yang benar. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan paritas dengan pemeriksaan Antenatal Care pada ibu hamil di Bidan Praktek Mandiri Yogyakarta. Penelitian ini bermetode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling dengan quota sampling sebanyak 30 orang ibu hamil trimester III yang peiksa kehamilan di BPM Istri Utami Sleman Yogyakarta. Pengambilan data dengan buku KIA. Analisis data menggunakan Chi Square. Hasil analisa uji Chi Square didapatkan nilai signifikansi 0,023 <0,05, maka ada hubungan antara paritas dengan pemeriksaan Antenatal Care pada ibu hamil di Bidan Praktek Mandiri Yogyakarta. Saran bagi ibu hamil untuk rajin memeriksakan kehamilan selama hamil.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERBEDAAN NILAI PROFESIONAL PERAWAT PADA MAHASISWA PROFESI NERS KELAS KHUSUS
Tri Hartiti;
Muhammad Zainova NH
Jurnal Kebidanan Vol 8, No 1 (2019): February 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (111.616 KB)
|
DOI: 10.26714/jk.8.1.2019.18-26
Latar belakang : Profesionalisasi keperawatan merupakan proses dinamis dimana profesi keperawatan yang telah terbentuk mengalami perubahan dan perkembangan karakteristik sesuai dengan tuntutan profesi dan kebutuhan masyarakat. Instrumen yang dapat digunakan untuk mengukur nilai profesional seorang perawat atau mahasiswa perawat, yakni Nurses Professional Values Sclae-Revised (NPVS-R). Instrumen ini disusun dan dikembangkan sedemikian rupa, sehingga tersusunlah 28 pernyataan positif dengan skala likert untuk faktor analisis yang merupakan turunan dari kode etik keperawatan yakni caring, avtivism, trust, profesionalism, dan justice mengukur nilai profesional keperawatan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui nilai profesional perawat pada Mahasiswa Profesi Ners Universitas Muhammadiyah Semarang. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik deskriptif kuantitatif dengan Metode observasional dengan populasi adalah semua Mahasiswa Profesi Ners Universitas Muhammadiyah Semarang kelas khusus sebanyak 47 mahasiswa, dengan teknik sampling total sampling. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden mempunyai nilai caring baik sebanyak 25 responden (53,2%), sebagian besar respon mempunyai nilai activism baik sebanyak 27 responden (57,4%), sebagian besar responden mempunyai nilai profesionalism baik sebanyak 26 responden (55,3%).
GAMBARAN TINGKAT STRES DAN KARAKTERISTIK REMAJA PUTRI DENGAN KEJADIAN DISMENORE PRIMER
Sri Rejeki
Jurnal Kebidanan Vol 8, No 1 (2019): February 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (261.418 KB)
|
DOI: 10.26714/jk.8.1.2019.50-55
Dismenore merupakan nyeri yang muncul saat terjadinya mentruasi pada perempuan. Yang dapat disarakan sebagai gangguan aktivitas sehari-hari. Dismenorhea dapat dipengaruhi dengan adanya aktivitas fisik, kondisi psikologis yang tidak adekuat serta beberapa konsisi lain seperti karakteristik seseorang yang sedang mangalami menstruasi. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat stress dan karakteristik dihungkan dengan kejadfian dismenorhea pada remaja putri di SMP N 3 Pekalongan.Metode penelitian berupa survey dengan pedekatan cross sectional. Sebanyak 61 remaja putri yang diambil secara total terlibat dalam penelitian ini.Hasil penelitian didapatkan 89% remaja putri mengalami strss sedang dan ada hubungan tingkat stress remaja putri dengan Dismenorhea dengan nilai Pvalue=0,006 (P< 0.05).
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU WANITA USIA DALAM MELAKUKAN DETEKSI DINI KANKER SERVIKS DI DESA JATIMULYA WILAYAH KERJA PUSKESMAS PEDES KABUPATEN KARAWANG
Mardianti Mardianti
Jurnal Kebidanan Vol 8, No 1 (2019): February 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (319.902 KB)
|
DOI: 10.26714/jk.8.1.2019.8-17
Indonesia is a country in ASEAN which is ranked top for total deaths of cervical cancer in women and coupled with the number of new cases of about 20 cases per day, West Java ranked 5th with the number of cervical cancer cases as many as 5,786 people or around 11.78% . This incidence increased compared to the previous year which was around 10.38%. Based on data from the Karawang district health office early detection of cervical cancer with IVA examination as much as 10.2% in 2012, 29.6% in 2013. Medical record data at Puskesmas Pedes early detection of cervical cancer by IVA examination as much as 17.8% in 2012, 19.7% of people in 2013. These data show that there has been an increase in Cervical Cancer Early Detection. But it still has not reached the target of an early cervical cancer detection program which is 80%. The purpose of this study is to know the factors related to the behavior of women of childbearing age in early detection of cervical cancer in the village in the early working area of Pedes Public Health Center, Karawang District in 2013. This study used analytical methods with Cross Sectional design. The sample of this study were married women of childbearing age. Sampling with multistage random sampling technique, on 130 respondents using the level of significance (p≤0.05). The results of the study found that as many as 32 respondents (24.6%) had done early detection of cervical cancer while 98 respondents (75.4%) did not do early detection of cervical cancer. Based on the results of statistical tests showed that the 6 variables studied obtained 4 variables meaningful and 2 meaningless variables. The meaningful variables are education variables p = 0.046 (p≤0.05), knowledge variables p = 0.008 (p≤0.05), socioeconomic variables p = 0.000 (p≤0.05) and family support p = 0.037 (p≤0.05) while the non-meaningful variables are age and distance to the place of health services. It is recommended that the puskesmas improve socialization regarding, risk factors and early detection of cervical cancer.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN KEPATUHAN TENAGA KESEHATAN TERHADAP PERATURAN PEMERINTAH NO.33 TAHUN 2012 TENTANG PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF
friska realita
Jurnal Kebidanan Vol 8, No 1 (2019): February 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (293.376 KB)
|
DOI: 10.26714/jk.8.1.2019.43-49
Menyusui adalah proses alamiah, berjuta-juta ibu di seluruh dunia berhasil menyusui bayinya tanpa pernah membaca buku tentang Air Susu Ibu (ASI). Bahkan ibu yang buta huruf pun dapat menyusui anaknya dengan baik. Untuk keberhasilan menyusui tidak diperlukan alat-alat khusus dan biaya yang mahal. Yang diperlukan hanyalah kesabaran, waktu, sedikit tentang pengetahuan tentang menyusui, dan dukungan dari lingkungan terutama suami. Telah dijelaskan dalam Pasal 17 ayat (1) PP No. 33 Tahun 2012 tentang Pemberian Air Susu Ibu Eksklusif, setiap tenaga kesehatan dilarang memberikan susu formula bayi dan/atau produk bayi lainnya yang dapat menghambat program pemberian ASI Eksklusif kecuali dalam hal diperuntukkan sebagaimana dimaksud. Untuk mengetahui Kepatuhan Tenaga Kesehatan Terhadap Peraturan Pemerintah No.33 Tahun 2012 Tentang Pemberian Asi Eksklusif Di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang . Variabel independen dari penelitian ini adalah PP 33 Tahun 2012 tentang asi eksklusif, Variabel dependent dari penelitian ini adalah Tenaga Kesehatan yang berhubungan dengan Ruang ibu Melahirkan seperti perawat dan Bidan di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang. Penelitian ini menggunakan metode belah lintang (cross sectional) dimana seluruh variabel yang terdiri dari variabel independent dan variabel dependent, populasi pada peneltian ini Tenaga Kesehatan yang berhubungan dengan Ibu Melahirkan di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang , Pada penelitian ini menggunakan teknik non probability sampling yaitu sampling jenuhsebanyak 30 sampel. . Hasil Penelitian responden yang memiliki tingkat pengetahuan yang cukup baik dengan memiliki proporsi yang paling besar yaitu sebanyak 56,67% sedangkan yang memiliki pengetahuan yang baik hanya sebanyak 30,00%. Jumlah responden yang memiliki kepatuhan memiliki proporsi sebesar 93,33%. Hasil penelitian mendapatkan bahwa ada hubungan positif yang signifikan antara pengetahuan mengenai PP 33 dengan kepatuhan terhadap PP 33 tersebut dengan tingkat hubungan yang cukup kuat. Hasil ini menunjukkan bahwa pengetahuan yang baik akan menjadikan mereka memiliki kepatuhan yang lebih besar terhadap PP 33.Kata kunci :Kepatuhan, tenaga kesehatan, PP 33, Asi Eksklusif
ANALISA FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN MATERI PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI PADA SISWA SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN SEMARANG TIMUR KOTA SEMARANG
widyah setiyowati
Jurnal Kebidanan Vol 8, No 1 (2019): February 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (24.527 KB)
|
DOI: 10.26714/jk.8.1.2019.1-7
AbstracReproductive health education is part of health education which is essentially a form of intervention to create behaviors that are conducive to health. This will work well if done in an organized environment such as the school environment. Schools are a place to learn most teenagers are ideal places to provide health education, especially adolescent reproductive health. School-based reproductive health education is one of the most important and broad ways to help adolescents recognize and avoid risks related to reproductive health and increase knowledge about reproductive health. This study aims to determine the relationship of attitudes, perceptions and support of principals to the behavior of teachers in the provision of reproductive health education materials for elementary school students in the East Semarang sub-district of Semarang City. This research was included in an explanatory research study that explained the relationship between independent variables and dependent variables through hypothesis testing that had been formulated. The method used in this study is a survey method using cross sectional approach, where the independent variables and dependent variables are examined simultaneously. The number of samples is 34 respondents, data analysis uses chi square. The results of this study indicate there is a relationship between perceptions, attitudes and support of school principals with the behavior of giving reproductive health education materials to elementary school students in East Semarang Subdistrict, Semarang City based on the results of Sig ≤0,05 so Ho is rejected. Suggestions in this study are for teachers, educational institutions, health workers and the community to support the provision of reproductive health education in accordance with the age of children. Keywords: Factors, Reproductive Health Education
Perbedaan Keasaman Air Susu Ibu Perah (ASIP) berdasarkan Lama Penyimpanan
Nintyasari Mustika, Dian;
Nurjanah, Siti;
Ulvie, Yuliana Noor Setiawati
Jurnal Kebidanan Vol 8, No 1 (2019): February 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (286.987 KB)
|
DOI: 10.26714/jk.8.1.2019.68-73
Pemberian ASI di Indonesia belum dilaksanakan sepenuhnya sehingga perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan perilaku menyusui pada ibu yang memiliki bayi khususnya pemberian ASI eksklusif. Salah satu hal yang menghambat pemberian ASI eksklusif seringkali dialami oleh ibu pekerja, di antaranya adalah pengetahuan dan kondisi yang kurang memadai bagi para ibu yang bekerja. Ibu pekerja harus memerah asi selama jam kerja bila ingin memberikan asi secara eksklusif. Penyimpanan ASIP harus memperhatikan level suhu dan durasi waktu penyimpanan agar tetap aman dikonsumsi bayi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbedaan keasaman ASIP berdasarkan lama penyimpanan. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu pekerja yang memberikan ASI lewat ASI Perah. Sampel dalam penelitian ini adalah ASI dari Ibu Pekerja. Metode penelitian ini adalah metode kuantitatif secara deskriptif. Manfaat dari hasil penelitian ini yaitu diharapkan para ibu tidak ragu memberikan ASI eksklusif pada bayinya, para ibu pekerja bisa menyimpan ASIP nya di cooler bag atau lemari pendingin sehingga ibu pekerja masih tetap bisa memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan dan dilanjutkan hingga bayi berusia 2 tahun.
Hubungan Antara Lama Pemberian Asi Dengan Status Gizi Balita (Pb/U) Usia 24 – 59 Bulan di Puskesmas Sidorejo Kidul Kota Salatiga Tahun 2018
Agustin Rahmawati;
Siti Istiana;
Erna Kusumawati
Jurnal Kebidanan Vol 8, No 1 (2019): February 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (244.563 KB)
|
DOI: 10.26714/jk.8.1.2019.38-42
Upaya peningkatan status gizi masyarakat termasuk penurunan prevalensi balita pendek menjadi salah satu prioritas pembangunan nasional yang tercantum di dalam sasaran pokok Rencana Pembangunan jangka Menengah Tahun 2015 – 2019. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis lama pemberian ASI dengan status gizi balita berdasar PB/U. Penelitian ini melibatkan 40 Balita usia 24 – 59 Bulan di Puskesmas Sidorejo Kidul Kota Salatiga. Analisis chi square untuk melihat adakah hubungan diantara kedua variabel tersebut. Hasil penelitian menunjukkan Lama pemberian ASI mayoritas ≥ 2th sebanyak 72,5%, Status gizi balita usia 24-59 bulan mayoritas berstatus gizi normal berdasar PB/U sebanyak 62,5%, Ada hubungan antara lama pemberian ASI dengan status gizi balita p value 0,014.
PENGARUH PENGUATAN OTOT RECTUS ABDOMINIS TERHADAP PENURUNAN TFU PADA IBU POSTPARTUM PERVAGINAM DI BPM KABUPATEN SLEMAN
fitriahadi, enny
Jurnal Kebidanan Vol 8, No 1 (2019): February 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (33.974 KB)
|
DOI: 10.26714/jk.8.1.2019.61-67
Complications that occur during childbirth usually experience bleeding, sub involusio uteri, swollen breast, nipple blisters etc. By handling and supervising the correct and precise complications during the puerperium will decrease so that morbidity and mortality in the mother will decrease. This study aims to determine the effect of rectus abdominis muscle strengthening on the decrease in uterine fundus height in vaginal postpartum mothers in BPM Sleman District. The purpose of this research is to know the decrease of fundus uteri level (TFU) before and after intervention of rectus abdominis muscle strengthening. The sample in this study amounted to 15 respondents and 15 respondents with the control group. This research method uses quasi experimental with non-randomized pretest-posttes group design. The sampling technique uses total sampling. Different test results of pre test and post test in experimental or non experimental group using Wilcoxon and Mann Whitney. The result of this research shows that the majority of TFU decrease in intervention group is fast 10 (66.6%) while in the control group decrease TFU is slow 9 (60%), and based on bivariate analysis results obtained p-value 0,003 which means there is influence of rectus abdominis to decreased TFU of postpartum mother. The main suggestion for postpartum mothers is expected to be able to perform early and regular early mobilization, especially the strengthening of abdominal rectus abdominal muscles that can decrease TFU so that the period of uterine involution can run faster.
Gambaran Penggunaan Internet Dalam Pencarian Informasi Tentang HIV dan AIDS pada Remaja
Herlin Fitriani Kurniawati
Jurnal Kebidanan Vol 8, No 1 (2019): February 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (383.28 KB)
|
DOI: 10.26714/jk.8.1.2019.27-37
Kasus HIV dan AIDS mengalami trend peningkatan sedangkan masih rendahnya pengetahuan remaja menjadikan masalah terhadap penanganan kasus HIV dan AIDS, dimana ada periode tersebut merupakan periode mencoba-coba. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran Penggunaan Internet Dalam Pencarian Informasi Tentang HIV Dan AIDS Pada Remaja. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif, jenis penelitian deskriptif analitik, pendekatan waktu cross sectional. Subjek penelitian ini adalah remaja yang mengakses informasi tentang HIV dan AIDS menggunakan media internet minimal dalam 6 bulan terakhir dan bersedia untuk menjadi responden dalam penelitian. Teknik pengambilan sampling dengan purposive sampling. Hasil penelitian didapat bahwa pengetahuan tentang HIV dan AIDS masih kurang terutama pada tanda dan gejala serta penularan dari HIV dan AIDS, masih terdapat stigma terhadap orang dengan HIV dan AIDS. Semua informan mengatakan mendukung dalam pencarian informasi tentang HIV dan AIDS melalui media internet. Semua informan mengatakan akses dalam pencarian informasi tentang HIV dan AIDS sangatlah mudah, biaya dalam pencarian informasi tentang HIV dan AIDS terjangkau. Semua informan mengatakan menggunakan internet atas inisiatif sendiri, sebagian besar informan mengatakan menggunakan internet kurang lebih 2-5 jam perhari, rata-rata menggunakan internet sejak lebih dari 2 tahun yang lalu. Sebagian besar responden mengatakan sudah pernah mencari informasi mengenai HIV dan AIDS walaupun tidak intens hanya apabila mereka membutuhannya. Saran bagi kader kesehatan diharapkan dapat mengusulkan untuk pembentukan Bina Keluarga Remaja (BKR) atau Pusat Informasi dan Konseling Kesehatan Reproduksi Remaja (PIK-KRR) dengan bekerja sama dengan Kecamatan dan BKKN Kabupaten.