cover
Contact Name
Syarifah
Contact Email
syarifahunaim@gmail.com
Phone
+6282248378113
Journal Mail Official
syarifahunaim@gmail.com
Editorial Address
LPPM UNAIM YAPIS WAMENA Jl. Hom-Hom Wamena Kab. Jayawijaya Papua 99511 Phone: 0822-4837-8113 email: honai.unaim@gmail.com / lppmunaim@gmail.com
Location
Kab. jayawijaya,
P a p u a
INDONESIA
Jurnal Honai
Published by UNAIM YAPIS WAMENA
ISSN : 28279468     EISSN : 28278607     DOI : https://doi.org/10.61578/honai
Core Subject : Social,
Jurnal ini menerima naskah penelitian dan literatur review pada bidang ilmu sebagai berikut: Pendidikan Administrasi Sains Ekonomi Pemerintahan
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 2 (2022): Juni" : 6 Documents clear
Standarisasi Sistem Antrian: Perancangan Sistem Informasi Antrian Layanan Publik Terintegrasi Mario Agapito Arizald Gobel
Jurnal Honai Vol 1 No 2 (2022): Juni
Publisher : LPPM UNAIM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61578/honai.vol2.no1.art1

Abstract

Layanan publik pada era digital saat ini masih banyak bergantung pada mekanisme konvensional, dimana hal ini sangat tidak efektif dan efisien dalam pelayanan publik pemerintah maupun swasta. Disamping itu dengan adanya masa pandemic dimana protokol kesehatan secara langsung membatasi dan memperlambat layanan itu sendiri. Beberapa jenis pelayanan publik telah menerapkan sistem antrian berbasis sistem namun hanya diterapkan secara parsial. Berdasarkan masalah yang dihadapi penelitian ini berfokus pada perancangan sistem informasi yang menghadirkan mekanisme antrian secara daring dan terintegrasi dimana hal ini memungkinkan pengguna layanan tidak perlu antri secara fisik serta mengetahui variable lainnya (waktu tunggu, syarat, dll.) dalam pelayanan yang dibutuhkan. Metode yang digunakan untuk perancangan ini yaitu menggunakan use case model dan activity diagram untuk memetakan pengguna/pemberi layanan serta data flow diagram (diagram konteks) untuk memetakan garis besar sistem. Hasil penelitian menunjukan bahwa rancangan sistem ini secara hipotesis bila penerapannya secara keseluruhan pada instansi pelayanan publik akan mampu menekan jumlah antrian fisik yang menumpuk. Sedangkan dari sisi pemberi layanan rancangan ini mampu memberikan penilaian yang akurat terkait kapasitas layanan, serta unsur-unsur yang berhubungan dengan kualitas layanan publik berdasarkan penilaian pengguna.
Kebijakan Pengembangan Karir ASN Melalui Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan (Studi Kasus DIKLATPIM IV Pemerintah Kabupaten Jayawijaya) Nur Aini; Elvina Tabuni
Jurnal Honai Vol 1 No 2 (2022): Juni
Publisher : LPPM UNAIM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61578/honai.vol2.no1.art2

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Kebijakan Pengembangan Karir Aparatur Sipil Negara melalui Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Pada Pemerintahan Kabupaten Jayawijaya. Pada penelitian ini yang menjadi variabel adalah Pengembangan Karir Aparatur Sipil Negara dengan Indikator yaitu Pendidikan dan Pelatihan. Teknik penarikan sampel menggunakan rumus slovin sedangkan penentuan sampel menggunakan total sampling dimana yang di ambil adalah jumlah peserta pendidikan dan pelatihan kepemimpinan, penyelenggara dan Kepala Dinas yang ada di Kabupaten Jayawijaya berjumlah 63 orang. Teknik analisa data kuantitatif menggunakan perhitungan skor dengan jenis penelitian deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan karir Aparatur Sipil Negara di Pemerintahan Kabupaten Jayawijaya telah dilakukan dan berada pada predikat Baik.
Pengaruh Tingkat Pendidikan Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja di Kabupaten Merauke Tahun 2013-2018 Hendrikus Tjiu; Anita Rusianti
Jurnal Honai Vol 1 No 2 (2022): Juni
Publisher : LPPM UNAIM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61578/honai.vol2.no1.art3

Abstract

Menurut Badan Pusat Statistik, pekerja adalah semua orang yang bekerja pada suatu perusahaan atau usaha. Tenaga kerja merupakan bagian penting dalam proses produksi suatu perusahaan. Dengan bertumpu pada indikator pendidikan, diharapkan akan tercipta tenaga kerja yang berkualitas sehingga penyerapan tenaga kerja bisa sebanyak-banyaknya. Variabel tingkat pendidikan sangat erat kaitannya dengan variabel penyerapan tenaga kerja dalam membantu mengurangi pengangguran dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi suatu daerah khususnya di Kabupaten Merauke. Sampel penelitian adalah data tingkat pendidikan dan ketenagakerjaan tahun 2013-2018 yang telah dirangkum di Badan Pusat Statistik Kabupaten Merauke. Teknik analisis data menggunakan metode deduktif, yaitu berdasarkan fakta-fakta umum, peristiwa-peristiwa konkrit dan generalisasi-generalisasi yang mempunyai ciri-ciri khusus. Dalam analisis penelitian ini penulis menggunakan perhitungan manual atau cara manual dengan menggunakan rumus atau rumus untuk menjawab, menarik kesimpulan dan mengambil keputusan berdasarkan analisis yang telah dilakukan yaitu persamaan regresi linier sederhana untuk menguji hipotesis bahwa tingkat pendidikan mempunyai berpengaruh positif terhadap penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Merauke. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel tingkat pendidikan berpengaruh positif dan signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja dengan hasil regresi yaitu Penyerapan Tenaga Kerja = 12,514 + 2,42X.
Implementasi Kebijakan Pembangunan Lingkungan Berkelanjutan Melalui Pendekatan Kearifan Lokal Masyarakat Wilayah Adat Suku Wio / Mukoko Suku Hubula Wamena Kabupaten Jayawijaya Papua Indonesia Saifullah Anwar; Rudihartono Ismail; Dines Muni; Sahrail Robo
Jurnal Honai Vol 1 No 2 (2022): Juni
Publisher : LPPM UNAIM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61578/honai.vol2.no1.art4

Abstract

Pembangunan lingkungan berkelanjutan menjadi bagian integral dari pendekatan kearifan lokal salah satunya pada suku wio/mukoko suku hubula. Berdasarkan Teori Merilee S. Grindle dalam kaitannya dengan suku wio/mukoko bahwa keberhasilan implementasi kebijakan dipengaruhi oleh dua variabel besar, yakni isi kebijakan dan konteks kebijakan. Dalam hal konteks implementasi kebijakan terdiri dari 3 (tiga) prasyarat antara lain 1. keterlibatan pimpinan adat suku wio/mukoko, 2. bentuk kebijakan pembangunan lingkungan yang seperti apa yang diterapkan. 3. Kepatuhan dan daya tanggap. Data dalam penelitian ini bersumber dari studi kepustakaan yakni jurnal atau karya tulis yang relevan dan wawancara terhadap narasumber yang sesuai dengan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pembangunan lingkungan di Kabupaten Jayawijaya belum sepenuhnya melibatkan masyarakat hukum adat yang diakui. Hal ini tercermin dalam perda belum mengklasifikasikan pola lingkungan pada adat Suku Wio/Mukoko yang memiliki karakteristik tersendiri mulai dari keterlibatan pimpinan adat suku wio/mukoko, bentuk kebijakan pembangunan lingkungan yang seperti apa yang diterapkan, khususnya di Suku Wio/Mukoko membedakan tanah yang terdiri dari tanah sakral dan tanah keramat, yang dalam pengelolaan sumber daya alamnya terdiri dari Zona Okama/hutan dan Zona Selekma (permukiman) yang notabene diberikan perlakukan khusus yang berbeda dalam kaitannya dengan suatu pembangunan lingkungan. Serta, kepatuhan dan daya tanggap yang dimaksudkan bahwa dengan adanya pendekatan kearifan lokal maka akan muncul partisipasi untuk mengoptimalkan pembangunan dengan cara mematuhi kebijakan yang telah dicanangkan Pemerintah dan dapat berperan aktif untuk mengawasi pembangunan yang ada. Kepatuhan yang dimaksud adalah ketaatan internal masyarakat adat agar pembangunan lingkungan tetap berorientasi pada pembangunan berkelanjutan.
Identifikasi Keberhasilan Kewirausahaan Pedagang Kaki Lima di Kawasan Menara Salib Wamena Papua Syarifah; Rianik Thomas; Moh Mizan Asrori
Jurnal Honai Vol 1 No 2 (2022): Juni
Publisher : LPPM UNAIM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61578/honai.vol2.no1.art5

Abstract

Tujuan daripada penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi keberhasilan kewirausahaan pedagang kaki lima di Kawasan Menara salib Wamena Papua dengan indicator Modal, Kemampuan usaha, dan Lokasi. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dengan informan sebanyak 25 orang pedagang kaki lima. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pedagang kaki lima di kawasan menara salib dengan modal yang paling besar yaitu pedagang cilok dan minuman dengan modal 1.000.000 rupiah perhari. Sedang kan modal terkecil yaitu pedagang buah pinang dengan modal 80.000 ribu perhari. Kemudian pendapatan yang diperoleh yaitu pedagang cilok yaitu 3.200.000. Hal tersebut menunjukkan bahwa modal yang dikeluarkan oleh pedagang kaki lima sebanding dengan pendapatannya. Kemampuan usaha. Pedagang kaki lima di Kawasan Menara salib kota wamena memiliki kemampuan dalam menjalankan usahanya masingmasing. pedagang kaki lima di Kawasan Menara salib dapat melayani dengan baik pelanggannya, mereka mengutamakan kepuasan pelanggan, termasuk sikap pelanggan yang kurang bagus terkadang masih tetap dilayani. pedagang kaki lima dapat mengelola keuangan dengan baik. Lokasi Menara salib merupakan lokasi yang sangat strategis untuk berjualan, dilihat dari banyaknya pelanggan anak-anak sekolah atau orang-orang yang singgah hanya untuk membeli dagangan, bahkan sudah mendapatkan pelanggan tetap. Mereka lebih senang berdagang di Menara salib daripada harus keliling.
Pengaruh Fraksi Volume Dan Waktu Alkalisasi Terhadap Kekuatan Tekan Bahan Komposit Serat Rami-Epoksi Rahman Daud Tuasalamony
Jurnal Honai Vol 1 No 2 (2022): Juni
Publisher : LPPM UNAIM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61578/honai.vol2.no1.art6

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh fraksi volume dan waktu alkalisasi terhadap kekuatan tekan bahan komposit serat rami-epoksi yang menggunakan alkalisasi. Analisis data hasil penelitian ini menggunakan metode analisis statistik yaitu regresi dan anova. Perolehan data awal penelitian melalui proses pengujian tekan yang di lakukan pada mesin uji tekan tipe universal. Specimen pengujian tekan disesuaikan dengan standar ASTM D 695. Komposit Serat Rami dibagi dalam 3 fraksi volume 20%, 30% dan 40%, sedangkan waktu alkalisasi dibagi dalam empat bagian yaitu 0 jam atau tanpa alkalisasi, 2 jam, 4 jam dan 6 jam. Hasil penelitian menunjukkan nilai kekuatan tekan maksimum tertinggi berada pada komposit dengan fraksi volume 40% dan waktu alkalisasi 2 jam dengan nilai tegangan tekan σmax, = = 84,73 N/mm2 . Sedangkan nilai tegangan tekan maksimum terendah berada pada posisi komposit dengan fraksi volume 20% tanpa alkalisasi (0 jam) dengan nilai tegangan tekan σmax = 77,50 N/mm2 . Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa ada hubungan dan pengaruh yang baik antara varlabel input X (fraksi volume dan waktu alkalisasi) terhadap variabel output Y (kekuatan tekan).

Page 1 of 1 | Total Record : 6