cover
Contact Name
-
Contact Email
library@ukwms.ac.id
Phone
+623199005299
Journal Mail Official
jsftukwms@gmail.com
Editorial Address
Jalan Kalisari Selatan 1 Surabaya, Jawa Timur
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice)
ISSN : 23388404     EISSN : 26572311     DOI : https://doi.org/10.33508/jfst
Core Subject :
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) is published twice a year in March and October, containing research articles, review and short communication in the pharmacy science field, including medicinal chemistry, analytical chemistry, biological pharmacy, pharmaceutical sciences, and clinical pharmacy researches; the practice of pharmacy in industry, clinic and community, such as pharmacies, distributors and pharmacy education.
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2015)" : 14 Documents clear
Studi Klinik Pengaruh Formula Jamu Hiperurisemia terhadap Fungsi Ginjal Triyono, Agus; Astana, PR Widhi; Ardianto, Danang
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol. 2 No. 1 (2015)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Widya Mandala Surabaya Catholic University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v2i1.809

Abstract

Evidence based khasiat dan keamanan jamu perlu terus dikembangkan. Telah dilakukan penelitian pengaruh formula jamu hiperurisemia terhadap fungsi ginjal (ureum dan kreatinin). Hasil penelitian digunakan sebagai dasar pemanfaatan dalam masyarakat dan pelayanan kesehatan formal. Dalam penelitian ini, studI klinik dilakukan dengan desain penelitian pre-post test. Studi klinik melibatkan 40 subyek, yaitu laki-laki dan perempuan usia 20- 60 tahun. Subyek penelitian diberikan ramuan jamu hiperurisemia selama delapan minggu dan dilakukan kontrol ulang seminggu sekali. Dilakukan pula pemeriksaan ureum dan kreatinin pada awal penelitian, hari ke-28 dan hari ke-56. Hasil pemeriksaan ureum dan kreatinin dianalisis dengan uji t berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum perlakuan, rerata kadar ureum 24,12 mg/dL dan kadar kreatinin 0,85 mg/dL. Pada hari ke-28 rerata kadar ureum 25,91 mg/dL dan kadar kreatinin 0,87 mg/dL. Hasil uji t berpasangan sebelum dan sesudah perlakuan 28 hari untuk kadar ureum nilai p 0,138 (>0,05) dan kadar kreatinin nilai p 0,518 (>0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan bermakna kadar ureum dan kreatinin sebelum perlakuan dan setelah perlakuan 28 hari. Pada hari ke-56 rerata kadar ureum 24,75 mg/dL dan kadar kreatinin 0.88 mg/dL. Hasil uji t berpasangan sebelum dan sesudah perlakuan 56 hari untuk kadar ureum nilai p 0,422 (>0,05) dan untuk kadar kreatinin nilai p 0,328 (>0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan bermakna kadar ureum dan kreatinin sebelum perlakuan dan setelah perlakuan 56 hari. Karenanya dapat disimpulkan bahwa penggunaan ramuan jamu hiperurisemia selama 56 hari tidak mengganggu fungsi ginjal.
Aktivitas Sitotoksik Ekstrak n-Heksana, Diklorometana, dan Metanol Daun Beluntas (Pluchea indica Less.) terhadap Sel Kanker Leher Rahim (HeLa) Puspitasari, Endah; Agustina, Bayu; ., Nuri; Ulfa, Evi Umayah
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol. 2 No. 1 (2015)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Widya Mandala Surabaya Catholic University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v2i1.810

Abstract

Eksplorasi agen kemopreventif kanker masih terus dikembangkan, terutama yang berasal dari bahan alam. Hal ini didasari oleh keinginan untuk menekan angka kematian akibat kanker dan mengurangi efek samping yang ditimbulkan oleh terapi kanker yang saat ini digunakan. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui aktivitas sitotoksik daun beluntas (Pluchea indica Less.) terhadap sel kanker leher rahim yang merupakan kanker ginekologi peringkat pertama yang menyerang wanita. Aktivitas sitotoksik dilakukan terhadap ekstrak n-heksana, diklorometana, dan metanol daun beluntas terhadap sel HeLa dengan metode perhitungan langsung menggunakan bantuan perwarna trypan blue. Nilai IC50 dari ketiga ekstrak daun beluntas berturut turut adalah 18,06 μg/ml, 74,56 μg/ml, dan 31,21 μg/ml. Ketiganya memberikan perbedaan yang signifikan. Ketiga ekstrak yang diuji memiliki aktivitas sitotoksik dan dapat dikembangkan sebagai kandidat agen kemopreventif kanker. Namun masih perlu diteliti lebih lanjut bagaimana mekanisme aksi yang menjadi perantara aktivitas sitotoksik tersebut.
Studi Klinik Efek Ramuan Jamu untuk Insomnia terhadap Fungsi Ginjal Pasien Klinik Hortus Medicus Astana, Widhi; Ardianto, Danang; Triyono, Agus
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol. 2 No. 1 (2015)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Widya Mandala Surabaya Catholic University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v2i1.811

Abstract

Ginjal adalah organ yang sering terganggu karena pemberian obat-obatan. Efek samping obat tradisional terhadap ginjal masih sangat sedikit diketahui bukti ilmiahnya. Salah satu obat tradisional yang sering digunakan adalah sebagai sedatif. Sebuah penelitian diadakan di Balai Besar Litbang Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT) tahun 2013 untuk mengetahui perubahan terhadap fungsi ginjal pasien-pasien yang mendapatkan terapi ramuan jamu insomnia. Metode penelitian berupa observasi terhadap 30 pasien insomnia yang datang dan berobat di Klinik Saintifikasi Jamu Hortus Medicus. Pasien insomnia yang mendapat terapi ramuan jamu selama 14 hari diobservasi fungsi ginjalnya. Evaluasi dilakukan pada nilai laboratoris yang merepresentasikan fungsi ginjal (ureum dan kreatinin) pada hari ke-0 dan hari ke-14. Perbandingan hasil pemeriksaan sebelum dan sesudah terapi menggambarkan bahwa terdapat penurunan kadar ureum yang signifikan (p0,05). Semua subyek memiliki nilai ureum dan kreatinin yang normal secara laboratoris. Pemberian ramuan jamu untuk insomnia tidak mengganggu fungsi ginjal.
Uji Aktivitas Antidiabetes Ekstrak Air Kelopak Bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L.) pada Tikus dengan Metode Induksi Aloksan Dianasari, Dewi; Fajrin, Fifteen Aprila
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol. 2 No. 1 (2015)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Widya Mandala Surabaya Catholic University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v2i1.812

Abstract

Salah satu jenis tanaman yang diduga memiliki khasiat sebagai antidiabetes adalah Rosella (Hibiscus sabdariffa L.) yang termasuk dalam famili Malvaceae. Kelopak bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L.) mengandung senyawa flavonoid khususnya antosianin dan vitamin C sebagai antioksidan yang mampu menetralisir radikal bebas yang menjadi salah satu penyebab diabetes dan mengurangi komplikasi penyakit tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji aktivitas antidiabetes dari ekstrak air kelopak bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L.) dan untuk mengetahui aktivitas antidiabetes pada ekstrak air kelopak bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L.) pada dosis yang berbeda (250 mg/kgBB, 500 mg/kgBB, dan 750 mg/kgBB). Metode penelitian yang digunakan adalah dengan cara induksi aloksan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok uji ekstrak air kelopak bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L.) dosis 500 mg/kgBB dan 750 mg/kgBB memiliki aktivitas antidiabetes yang sebanding dengan kontrol positif yaitu Glibenklamid dengan dosis 0,45 mg/kgBB, sedangkan kelompok uji ekstrak air kelopak bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L.) dosis 250 mg/kgBB tidak menunjukkan aktivitas antidiabetes yang berarti karena tidak ada perbedaan yang bermakna dengan kontrol negatif (aquadest 5 mL/kgBB).

Page 2 of 2 | Total Record : 14