cover
Contact Name
Yudha Adi Pradana
Contact Email
moj@ub.ac.id
Phone
+6281285130860
Journal Mail Official
moj@ub.ac.id
Editorial Address
Jl. JA Suprapto No. 2 Malang, Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Malang Otorhinolaryngology Head and Neck Surgery Journal
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 31094147     EISSN : 31094139     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
MOJ (Malang Otorhinolaryngology Head and Neck Surgery Journal) is a peer-reviewed and open access journal that provides timely information for physicians and scientists concerned with diseases of the head and neck. This journal publishes original articles, reviews, and also interesting case reports. We place a high priority on strong study designs that accurately identify etiologies, evaluate diagnostic strategies, and distinguish among treatment options and outcomes. Letters and commentaries of our published articles are welcome. Subjects suitable for publication include: Otology Rhinology Allergy and immunology Laryngology Bronchoesophagology Speech science Swallowing disorder Facial plastic surgery Head and neck surgery Sleep medicine Pediatric otolaryngology Geriatric otolaryngology Oncology Neurotology Audiology Auditory and vestibular neuroscience Salivary Gland Skull base surgery Community Ear, Nose and Throat Craniofacial pathology
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2023): March 2023" : 5 Documents clear
Efektivitas Irigasi Nasal dalam Pencegahan Transmisi COVID-19 Tandio, Aditya Leonard; Suheryanto, Rus
Malang Otorhinolaryngology Head and Neck Surgery Journal Vol. 2 No. 1 (2023): March 2023
Publisher : Department of Otorhinolaryngology Head and Neck Surgery

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi COVID-19 telah mendorong penelitian untuk mereduksi atau mencegah transmisi. Penyebaran droplet dari saluran pernapasan menimbulkan tantangan dalam prosedur yang melibatkan saluran pernapasan. Penggunaan antiseptik dan larutan lainnya untuk irigasi nasal, mulai direkomendasikan untuk pencegahan transmisi COVID-19. Virus Korona menginfeksi sel host dengan ikatan glikoprotein virus dan reseptor ACE-2 host yang ditemukan paling banyak pada mukosa nasal. Transmisi SARS-CoV-2 dipengaruhi oleh tingginya viral load cavum nasi dan nasofaring sebagai potensi reservoir. Mekanisme kerja irigasi nasal adalah meningkatkan mucociliarry clearance, memperbaiki integritas sel dan menghambat apoptosis tergantung dari ion yang bekerja. Penggunaan sediaan povidone iodine 10% yang diencerkan menjadi 0.5% selama 15 detik sebelum melakukan insisi mukosa hidung di ruang operasi relatif aman dan direkomendasikan untuk menurunkan potensi transmisi. Produksi asam hipoklorid dapat ditingkatkan dengan irigasi nasal larutan isotonis atau hipertonis sehingga meningkatkan pertahanan imun terhadap replikasi virus. Namun, studi in vitro dan in vivo masih perlu dilakukan untuk melakukan evaluasi efektivitas penggunaan povidone iodine pada irigasi nasal untuk menginaktivasi virus korona.Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mencari cara menurunkan transmisi COVID-19 seperti penggunaan ACE-2 agonist atau ARB topical. Hingga saat ini, penggunaan irigasi nasal dalam memutus rantai transmisi harus dilakukan secara komprehensif dengan tindakan-tiindakan preventif lainnya dan penggunaan alat pelindung diri yang sesuai
Kolesteatoma Kongenital pada Atresia Canalis Acousticus Externus Kongenital Unilateral dan Mikrotia Grade I Sitompul, Bobby; Handoko, Edi
Malang Otorhinolaryngology Head and Neck Surgery Journal Vol. 2 No. 1 (2023): March 2023
Publisher : Department of Otorhinolaryngology Head and Neck Surgery

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Atresia canalis acousticus externus (CAE) kongenital adalah entitas langka dalam praktik klinis. Risiko kejadian kolesteatoma kongenital meningkat pada kasus atresia telinga yang sering didiagnosis pada masa remaja. Kedua penyakit dapat terjadi secara independen tetapi keberadaan kedua entitas ini jarang terjadi, membutuhkan diagnosis yang cermat dan pencitraan untuk menegakkan diagnosis. Tujuan: Melaporkan sebuah kasus kolesteatoma kongenital pada atresia CAE kongenital sinistra yang jarang dengan tatalaksana mastoidektomi radikal. Laporan kasus: Anak perempuan usia 14 tahun dengan keluhan utama keluar cairan berulang dari belakang telinga kiri. Berdasarkan anamnesis, presentasi klinis dan pemeriksaan Computed Tomography (CT) Scan mastoid pasien didiagnosis kolesteatoma kongenital sinistra, atresia CAE sinistra dan mikrotia sinistra grade I. Pemeriksaan timpanometri dan audiometri menunjukkan tuli konduksi telinga kiri sedang berat. Pasien menjalani mastoidektomi radikal dan menunjukkan hasil pasca operasi yang baik. Kesimpulan: Tatalaksana utama pada kolesteatoma kongenital adalah mengangkat kolesteatoma secara komplit dengan tujuan perbaikan fungsi pendengaran dan perbaikan kualitas hidup. Pada kasus ini telah dilaporkan kasus anak perempuan usia 14 tahun dengan kolesteatoma kongenital pada atresia kongenital yang ditangani dengan radikal mastoidektomi Kata Kunci: Kolesteatoma, Atresia, Tuli Konduktif, Mastoidektomi, Mikrotia
Laporan Satu Kasus Adenoma Seruminosa Handoko, Cavin; Handoko, Edi
Malang Otorhinolaryngology Head and Neck Surgery Journal Vol. 2 No. 1 (2023): March 2023
Publisher : Department of Otorhinolaryngology Head and Neck Surgery

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Kelenjar seruminosa adalah kelenjar tubular melingkar yang mirip dengan kelenjar ekrin pada kulit dengan sifat kelenjar mengeluarkan kandungan di dalamnya menuju infundibulum folikular rambut atau secara langsung di atas permukaan kulit. Adenoma seruminosa merupakan suatu tumor kelenjar seruminosa yang bersifat jinak dan langka dengan kurang dari 1% dari keseluruhan tumor telinga luar. Tujuan: Menjelaskan diagnosis dan tatalaksana suatu kasus adenoma seruminosa. Laporan Kasus: Seorang laki-laki berusia 47 tahun mengeluhkan benjolan pada liang telinga kanan sejak 4 bulan lalu disertai penurunan pendengaran dengan hasil tuli konduksi berat pada tes audiometri. Adenoma seruminosa dikonfirmasi melalui pemeriksaan histopatologi dan imunohistokimia. Eksisi tumor dilakukan dengan pendekatan retroauricula. Metode: Telaah literatur berbasis bukti dengan kata kunci “Ceruminous” AND “Adenoma” AND ”External Ear Canal” melalui Google Scholar. Hasil: Diagnosis adenoma seruminosa dapat dibuat melalui anamnesis dan pemeriksaan fisik disertai dengan bantuan pemeriksaan penunjang. Pemeriksaan radiologi seperti CT scan dan MRI dapat membantu menentukan batas dan perluasan dari tumor. Diagnosis pasti adenoma seruminosa didapatkan melalui hasil positif pada pemeriksaan imunohistokimia CK7, S100 dan p63. Tatalaksana adenoma seruminosa ialah dengan pembedahan reseksi en bloc dengan batas yang memadai. Kesimpulan: Adenoma seruminosa merupakan salah satu tumor benigna pada kanalis akustikus eksternus. Tindakan pembedahan eksisi luas pada tumor merupakan tatalaksana utama bagi adenoma seruminosa. Prognosis kasus adenoma seruminosa termasuk baik.  
Benda Asing Baterai di Esofagus Loe Mau, Frouki Miliwati; Murdiyo, Mohammad Dwijo
Malang Otorhinolaryngology Head and Neck Surgery Journal Vol. 2 No. 1 (2023): March 2023
Publisher : Department of Otorhinolaryngology Head and Neck Surgery

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Baterai kancing (Button/Disk Baterry) dikenal sebagai salah satu benda asing yang berbahaya terutama pada anak-anak sejak lebih dari 30 tahun. Baterai yang tersangkut di esofagus merupakan kasus kegawatdaruratan dan harus segera dikeluarkan untuk mencegah kerusakan lebih lanjut atau bahkan perforasi Tujuan: Melaporkan sebuah kasus benda asing baterai di esofagus. Laporan kasus: Anak-anak usia 2 tahun dengan keluhan utama dugaan tertelan uang koin. Berdasarkan anamnesis, presentasi klinis, radiologi serta hasil esofagoskopi eksplorasi dan ekstraksi pasien didiagnosis benda asing baterai di esofagus. Pasien menjalani operasi esofagoskopi ekstraksi dan eksplorasi, tampak sedikit edema dan hiperemi pada mukosa. Tidak tampak perdarahan, laserasi, nekrotik, luka bakar, maupun perforasi. Dilakukan pemasangan pipa nasogastrik pada pasien. Kesimpulan: Esofagoskopi merupakan alat diagnostik definitif sekaligus terapi untuk mengeluarkan benda asing yang tersangkut di esofagus. Baterai yang tersangkut di esofagus merupakan kasus kegawatdaruratan dan harus segera dikeluarkan untuk mencegah kerusakan lebih lanjut atau bahkan perforasi. Pada kasus ini telah dilaporkan kasus anak-anak usia 2 tahun dengan benda asing baterai di esofagus yang ditangani dengan Tindakan esofagoskopi ekstraksi dan eksplorasi.
Penatalaksanaan Angiofibroma Nasofaring Juvenil dengan Pendekatan Transpalatal Sondakh, Jeremy Tobias; Soehartono, Soehartono
Malang Otorhinolaryngology Head and Neck Surgery Journal Vol. 2 No. 1 (2023): March 2023
Publisher : Department of Otorhinolaryngology Head and Neck Surgery

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Angiofibroma Nasofaring Juvenile (ANJ) merupakan tumor jinak yang pertumbuhannya lambat, namun dapat menjadi agresif, destruktif, dan invasif. Tumor ANJ merupakan neoplasma nasofaring yang jarang dan lebih banyak didapatkan pada remaja laki-laki. Penyebab tumor ANJ masih belum diketahui secara pasti. Tatalaksana ANJ dapat dilakukan tindakan operatif, hormonal, kemoterapi maupun radioterapi. Pemilihan tatalaksana yang tepat dapat dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi pasien. Tujuan: mengetahui diagnosis ANJ dan penanganannya secara  operatif. Laporan Kasus: Melaporkan laporan satu kasus ANJ pada anak laki-laki berusia 14 tahun yang ditatalaksana dengan pembedahan menggunakan pendekatan transpalatal Metode: Telaah literatur berbasis bukti dengan kata kunci “Juvenile Nasopharyngeal Angiofibroma” AND “Treatment” pada PubMed, Medline dan Google Scholar. Hasil: Penyebab tumor ANJ masih belum diketahui, namun beberapa studi mempelajari hubungan hormonal dengan kejadian ANJ. Tatalaksana ANJ dapat dilakukan dengan estrogen, antiandrogen, radioterapi, steroid, dan operasi. Tatalaksana operasi dengan angiografi preoperative dan embolisasi masih menjadi modalitas utama. Pemilihan tatalaksana operasi pada ANJ didasarkan pada lokasi, ukuran, ekstensi tumor ke jaringan sekitar, keadaan umum pasien, dan keberhasilan embolisasi sebelum operasi. Kesimpulan Penanganan ANJ dapat dilakukan dengan operatif dan nonoperatif dengan mempertimbangkan lokasi, ukuran, ekstensi tumor, dan kondisi serta kemampuan pasien.

Page 1 of 1 | Total Record : 5