cover
Contact Name
Mochammad Anshori
Contact Email
moanshori@itsk-soepraoen.ac.id
Phone
+6285755171947
Journal Mail Official
medclipsoepraoen@itsk-soepraoen.ac.id
Editorial Address
Jl. S. Supriadi No.22, Sukun, Kampus 2 ITSK RS dr. Soepraoen
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Journal of Medicine and Clinical Pharmacy
ISSN : 30631858     EISSN : 30631297     DOI : https://doi.org/10.47794/medclip.v1i1.1
Core Subject : Health,
Medicine And Clinical Pharmacy (MedClip) focuses on the most recent advancements and research in pharmacology. Subsequent to the continuous advancement of medications and illnesses, high-caliber scholarly research in the field is necessary
Articles 15 Documents
METAMIZOLE VERSUS KETOROLAK OF POSTOPERATIVE CLOSED FRACTURE PAIN MANAGEMENT AT dr. ISKAK TULUNGAGUNG HOSPITAL : A COST EFFECTIVENESS ANALYSIS Prasetyo, Eko Yudha; Kusumaratni, Dyah Ayu; Aditya Ayuning Siwi, Mayang
Journal Medicine And Clinical Pharmacy Vol. 2 No. 1 (2025): MedClip Vol 2 No 1, 2025
Publisher : Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS.DR. Soepraoen Kesdam V/BRW

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47794/medclip.v2i1.11

Abstract

The pain that appears in postoperative patients is acute pain, but pain that is not properly managed will develop into chronic pain and have long-term negative effects  and also have financial impacts. Metamizole is commonly used in pain management, while ketorolac is currently positioned as an alternative option. The availability of various analgesic options must be accompanied by comparative data on effectiveness and cost assessment.This aim to compare the cost–effectiveness of two therapies for moderate and severe acute pain, Metamizole (3x1g) and Ketorolac (3x30mg) for closed fracture postoperative pain management.. This study is descriptive comparative research using a cross sectional design with retrospective data collection. The sample in this study was the medical records and financial records of BPJS class III closed fracture surgery patients. Cost estimation measured from the provider's perspective. The types of costs considered are all costs directly related to health care at the hospital. Costs are measured in Indonesian rupiah (IDR) currency units. This research is short-term research so the researcher did not analyze the discount rate(0%). The findings of this study showed that Metamizole is a drug with higher effectiveness (37.93%) than ketorolac (35.48%), with a total direct medical cost of metamizole of IDR. 21,990,051 and ketorolac IDR. 23,041,427. ACER value of metamizole IDR. 579,754 and ketorolac IDR. 649,420. Based on the calculation of these real numbers, Metamizole is more cost effective than ketorolac in postoperative fracture pain management. However, statistically the effectiveness and cost of the two therapies did not have a significant difference.
FORMULASI DAN UJI MUTU FISIK SEDIAAN LIP CREAN (Caesalpinia sappan L.) SEBAGAI PEWARNA ALAMI DAN ANTIOKSIDAN Andini, Rachma Dwi
Journal Medicine And Clinical Pharmacy Vol. 2 No. 1 (2025): MedClip Vol 2 No 1, 2025
Publisher : Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS.DR. Soepraoen Kesdam V/BRW

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47794/medclip.v2i1.13

Abstract

Kecantikan telah menjadi prioritas utama bagi sebagian besar wanita, terutama dalam menunjang kepercayaan diri. Salah satu produk kosmetik yang popular adalah lip cream, yang lebih disukai karena daya tahan lama, kelembaban yang diberikan serta variasi warnanya. Namun, kebanyakan lip cream masih menggunakan pewarna sintetik yang berisiko menimbulkan efek samping. Oleh karena itu, diperlukan alternatif bahan pewarna alami yang aman dan tetap efektif. Kayu secang (Caesalpinia sappan L.) merupakan tanaman yang mengandung senyawa brazilin, yang berfungsi sebagai pewarna alami berwarna merah serta memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan dan mengevaluasi mutu fisik sediaan lip cream berbahan dasar maserat kayu secang sebagai pewarna alami sekaligus antioksidan. Hasil dengan variasi konsentrasi maserat kayu secang F0 (0%), F1 (1%), F2 (5%), dan F3 (10%) diperoleh konsistensi semi padat (krim) berwana pink. Sediaan diuji berdasarkan karakteristik mutu fisik dan aktivitas antioksidan. Hasil evaluasi pH diperoleh nilai pada rentang 4,5 – 6,5 dengan signifikansi (0,003 < 0,05), daya sebar diperoleh pada rentang 5 -7 cm dengan signifikansi (0,144 > 0,05). Hasil pengujian mutu fisik pada uji pH terdapat perbedaan yang signifikan dengan hasil uji Post Hoc Tukey F3 yang optimum, pada uji daya sebar tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Pada hasil uji aktivitas antioksidan menunjukkan bahwa lip cream dari maserat kayu secang yang digunakan tidak menunjukkan aktivitas antioksidan.
Formulasi dan Evaluasi Sifat Fisik serta Stabilitas Hand wash kombinasi ekstrak kulit nanas dan gel lidah buaya Suprianto, Intan febriana novitasari
Journal Medicine And Clinical Pharmacy Vol. 2 No. 1 (2025): MedClip Vol 2 No 1, 2025
Publisher : Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS.DR. Soepraoen Kesdam V/BRW

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47794/medclip.v2i1.14

Abstract

Nanas madu atau dengan nama latin Ananas comosus merupakan buah tropis yang cukup banyak dibudidayakan di Indonesia karena banyak digemari oleh masyarakat luas. Kulit buah nanas mengandung vitamin (A dan C), flavonoid dan Bromelin.. Kulit nanas tersebut dapat diolahh menjadi sediaan hand wash yang lebih aman dan lebih efektif untuk membunuh bakteri tanpa menimbulkan iritasi. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimental kuantitatif yang dibuat dengan menggunakan 3 formulasi yang dibedakan penggunaan konsentrasi asam stearat lalu diuji sifat fisik dan stabilitas pada sediaan. Didapatkan hasil Penggunaan perbedaan konsentrasi asam stearat pada formulasi hand wash tersebut mempengaruhi viskositas, pH, ketinggian busa, dan bobot jenis pada sediaan hand wash. Stabilitas dengan metode freeze thaw mempengaruhi beberapa uji sifat fisik diantaranya uji viskositas, uji pH, dan ketinggian busa.  
Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Perilaku Swamedikasi Demam Pada Anak Di Posyandu Indah Kencana Desa Mentaraman Agnesya , Elsha
Journal Medicine And Clinical Pharmacy Vol. 2 No. 1 (2025): MedClip Vol 2 No 1, 2025
Publisher : Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS.DR. Soepraoen Kesdam V/BRW

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47794/medclip.v2i1.16

Abstract

Swamedikasi merupakan proses pengobatan yang dilakukan sendiri oleh seseorang mulai dari pengenalan keluhan atau gejalanya sampai pada pemilihan dan penggunaan obat. Tindakan swamedikasi diperlukan adanya pengetahuan yang baik dari seorang individu, tanpa pengetahuan perilaku swamedikasi tidak dapat dilakukan dengan baik dan tepat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan tingkat pengetahuan terhadap perilaku swamedikasi demam pada anak yang dilakukan oleh anggota di Posyandu Indah Kencana Desa Mentaraman Desain penelitian ini menggunakan metode korelasional analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling. Metode pengumpulan data dilakukan dengan membagikan kuesioner dan diolah menggunakan SPSS versi 25. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 75 responden. Hasil penelitian didapatkan bahwa tingkat pengetahuan anggota Posyandu Indah Kencana Desa Mentaraman adalah baik, dengan total responden sebanyak 72 orang dan cukup sebanyak 3 orang. Kemudian untuk variabel pengetahuan yang digunakan dalam penelitian ini memiliki nilai koefisien yang positif sebesar 0,519 yang menandakan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan terhadap perilaku swamedikasi, dimana hubungan tersebut bersifat sedang. Untuk anggota Posyandu Indah Kencana Desa Mentaraman, diharapkan dapat meningkatkan literasi di bidang kesehatan, khususnya swamedikasi demam pada anak.
Hubungan Pengetahuan Dengan Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II di Puskesmas X Adita, Meula
Journal Medicine And Clinical Pharmacy Vol. 2 No. 1 (2025): MedClip Vol 2 No 1, 2025
Publisher : Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS.DR. Soepraoen Kesdam V/BRW

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47794/medclip.v2i1.18

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit kronis serius yang terjadi ketika pankreas tidak menghasilkan cukup insulin (hormon yang mengatur gula darah atau glukosa), atau tidak dapat menggunakan insulin yang diproduksi tubuh secara efektif. Pengetahuan adalah hasil penginderaan manusia, atau hasil tahu seseorang terhadap objek melalui indera yang dimilikinya (mata, hidup, telinga, dan sebagainya). Kepatuhan adalah perilaku pasien dalam mengikuti anjuran atau petunjuk dari tenaga kesehatan terhadap konsumsi obat yang diberikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan kepatuhan minum obat pasien diabetes melitus tipe II di Puskesmas X pada periode April – Mei 2025. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Alat ukur dari penelitian ini adalah kuesioner. Jumlah pasien yang telah diperoleh sebanyak 72 responden. Data dianalisis dengan uji statistik non parametrik yaitu spearman rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan pasien DM tipe II di Puskesmas Jabung paling banyak dengan kategori kurang sebanyak 53 pasien (73,6%) dan tingkat kepatuhan minum obat pasien DM tipe II di Puskesmas Jabung paling banyak dengan kategori sedang sebanyak 29 pasien (40,3%). Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan dengan kepatuhan minum obat pada pasien diabetes melitus tipe II di Puskesmas X dengan nilai p value 0,041 (<0,05) dan untuk nilai r korelasi 0,242. Arah korelasi positif dengan nilai koefisiensi korelasi kategori rendah.

Page 2 of 2 | Total Record : 15