cover
Contact Name
Safri Ishmayana
Contact Email
ishmayana@unpad.ac.id
Phone
+817617136
Journal Mail Official
kimiapadjadjaran@gmail.com
Editorial Address
Departemen Kimia, FMIPA, Universitas Padjadjaran Jln. Raya Bandung-Sumedang km. 21, Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat 45363
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Kimia Padjadjaran
ISSN : -     EISSN : 30261619     DOI : -
Kimia Padjadjaran merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Divisi Ilmiah Himpunan Mahasiswa Kimia (Himaka) dan Himpunan Mahasiswa Teknologi Industri Kimia (Himatologika) Universitas Padjadjaran yang bekerja sama dengan Departemen Kimia, FMIPA, Universitas Padjadjaran. Makalah yang diterbitkan berkaitan dengan sintesis senyawa kimia, kimia organik, kimia bahan alam, biokimia, kimia pangan, bioteknologi dan biomolekuler, kimia analisis dan pemisahan, kimia anorganik, kimia fisik, kimia lingkungan dan aplikasi kimia dalam berbagai bidang. Diterbitkan secara berkala dua kali dalam setahun, diutamakan untuk menampung makalah yang dipresentasikan pada kegiatan rutin tahunan Seminar Nasional Chemistry Fun Days yang diselenggarakan oleh Himaka dan Seminar Nasional Vokasi yang diselenggarakan oleh Himatologika.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2023)" : 6 Documents clear
Studi Pendahuluan Pengendapan Bertingkat pada Pemisahan Lantanum dari Logam Tanah Jarang Hidroksida Hasil Mineral Monasit Purba, Anita Zefanya M.; Bahti, Husein H.; Fauzia, Retna P.; Pratomo, Uji
Kimia Padjadjaran Vol 2, No 1 (2023)
Publisher : Kimia Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Logam tanah jarang memiliki sifat yang unik serta mempunyai peran penting untuk kemajuan teknologi dan industri. Karakteristik khusus dari logam ini menyebabkan belum ditemukannya bahan lain yang mampu menggantikan hingga saat ini. Pemisahan dan pemurnian logam tanah jarang dari campuranya tidak mudah, karena miripnya sifat fisiko-kimia yang dimiliki unsur-unsur tersebut. Monasit adalah senyawa fosfat yang mengandung logam tanah jarang dengan kadar oksida logam tanah jarang sekitar 50-70%. Dibutuhkan teknik pemisahan yang akurat dan efisien untuk memperoleh LTJ individu maupun campuran dalam bentuk yang murni dari monasit. Sejauh ini, proses pemisahan menggunakan metode pengendapan tetap menjadi pilihan utama dan dilakukan karena kemudahan, kecepatan, dan biaya yang rendah. Metode pengendapan merupakan suatu proses di mana zat-zat yang akan dipisahkan, seperti campuran ion-ion tanah jarang dalam larutan, diubah menjadi fase baru berupa padatan sebagai endapan. Lantanum adalah unsur tanah jarang golongan ringan memiliki nomor atom 57 memiliki sifat fisik berwarna putih keperakan, cukup lunak dan bersifat reaktif. Lantanum memiliki banyak manfaat terutama dalam industri elektronik, diaplikasikan dalam berbagai sektor seperti elektronika, magnetisme, metalurgi, fosfor, katalisis, pembuatan kaca dan teknologi keramik laser. Sehingga tujuan dari penelitian ini adalah melakukan pendekatan menentukan berapa persen kemurnian dan recovery dari logam lantanum yang dihasilkan pada pemisahan dengan metode pengendapan bertingkat optimum pada pH 8.5-10 Hasil pemisahan dianalisis menggunakan ICP-OES. Diperoleh persen kemurnian lantanum sebesar 88,60% dan persen recovery sebesar 92,92%.
Produksi Biodiesel dari Crude Palm Oil (CPO) dengan Menggunakan Lipase dan Etanol Konsentrasi Rendah Rachmadona, Nova; Nurrusyda, Fajriana S.; Sumeru, Husain A.; Kusuma, Hersandy D.; Dewi, Dewa A.S.L.A.
Kimia Padjadjaran Vol 2, No 1 (2023)
Publisher : Kimia Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di tengah masyarakat yang semakin bergantung pada bahan bakar fosil dan menghadapi potensi krisis energi, biodiesel muncul sebagai sumber energi alternatif yang menjanjikan. Namun, metode pembuatan biodiesel yang lazim, kurang efisien ketika menggunakan bahan baku dengan kandungan asam lemak bebas (FFA) yang tinggi, kini mendapat tantangan. Solusi inovatif hadir melalui penggunaan katalis enzimatik. Teknik canggih ini memanfaatkan enzim yang telah diimobilisasi untuk mengubah trigliserida menjadi asam lemak etil ester (FAEE) melalui proses trans/esterifikasi yang efisien. Penelitian ini menguji penggunaan minyak sawit mentah (CPO) dengan FFA 2.34 ± 0.02% (w/w) sebagai bahan baku. Proses trans/esterifikasi dilaksanakan dengan lipase terimobilisasi pada suhu 30°C dan kecepatan pengadukan 35 rpm, dengan rasio molar metanol terhadap CPO 1:4 selama 48 jam. Hasilnya, yield biodiesel yang berhasil dihasilkan mencapai 61,67% (w/w), menandakan potensi besar dalam peningkatan efisiensi produksi biodiesel. Penelitian ini tidak hanya menegaskan viabilitas biodiesel sebagai alternatif energi yang berkelanjutan, tetapi juga menunjukkan potensi transesterifikasi enzimatik sebagai metode produksi yang efektif. Dengan mengandalkan katalis enzim yang diimobilisasi, proses ini membuka jalan bagi pendekatan yang lebih hijau, mengurangi ketergantungan pada proses kimia yang keras dan menawarkan pengurangan energi serta penggunaan bahan kimia yang lebih efisien.
Studi Pendahuluan Pemisahan Cerium dari Logam Tanah Jarang Hidroksida Hasil Olah Monasit dengan Metode Pengendapan Rahmanillah, Kharitas I.; Pratomo, Uji; Fauzia, Retna Putri; Bahti, Husein H.
Kimia Padjadjaran Vol 2, No 1 (2023)
Publisher : Kimia Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan monasit yang mengandung logam tanah jarang (LTJ) cukup melimpah yang tersebar di Indonesia. Banyaknya monasit di Indonesia berpeluang dalam memproduksi LTJ sebagai bentuk kemandirian bangsa yang sampai saat ini masih memperoleh LTJ dari negara luar. Pada monasit terdapat cerium yang menyumbang sekitar 50-60% dari total kandungan unsur tanah jarang. Cerium memiliki berbagai manfaat sehingga cerium perlu dipisahkan dari campurannya. Pemisahan LTJ merupakan pemisahan yang cukup sulit, karena sifat kimia dan sifat fisika yang mirip. Upaya untuk pemisahan dan pemurnian cerium dilakukan melalui metode pengendapan. Tujuan dari penelitian ini adalah memperoleh unsur cerium dengan konsentrasi tinggi dan menentukan persen kemurnian cerium dengan metode pengendapan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode pengendapan berdasarkan perbedaan nilai pH LTJ hidroksida dengan menggunakan amonium hidroksida sebagai agen pengendap. Pada tahap awal dilakukan pencarian pH dari unsur cerium dengan pengendapan bertingkat. Kemudian dilakukan dianalisis dengan ICP-OES. Unsur cerium diperoleh pada pH 0-4 dengan kadar tertinggi sebesar 32,78%  dan kemurnian sebesar 90 %. 
Analisis Senyawa Organik Volatil (Aseton & Etanol) sebagai Hasil Fermentasi Limbah Biomassa dengan Kromatografi Gas Thufailah, Gladys Sukma; Firmansyah, Ferry Rayyan; Mahendra, M. Ardel; Fahema, Nadira Ammara
Kimia Padjadjaran Vol 2, No 1 (2023)
Publisher : Kimia Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam rangka mengurangi dampak negatif yang disebabkan oleh penggunaan bahan bakar fosil terhadap pembangunan manusia, penting untuk mencari bahan kimia alternatif untuk berbagai produk yang saat ini bergantung pada bahan bakar fosil. Para peneliti telah fokus pada pengembangan produksi bahan kimia dari limbah biomassa yang tersedia dan terjangkau. Salah satu pendekatan yang telah dipelajari adalah fermentasi untuk menghasilkan aseton dan etanol. Namun, produk yang dihasilkan melalui proses fermentasi memiliki tingkat kemurnian yang rendah. Oleh karena itu, diperlukan proses pemisahan untuk mendapatkan produk dengan kemurnian tinggi. Dalam proses ini, diperlukan metode untuk mengukur kadar produk fermentasi, seperti kromatografi gas. Oleh karena itu, tujuan dari eksperimen ini adalah untuk menentukan prosedur analisis suatu analit menggunakan kromatografi gas. Hasil analisis menunjukkan waktu retensi yang dibutuhkan untuk mengidentifikasi aseton adalah 1,2 menit, sedangkan untuk etanol sebesar 1,06 min. Selain itu, nilai regresi yang didapat adalah sebesar y = 137414x -3212, dengan R2 = 0.9932 untuk aseton dan y = 83921x – 4230.4, dengan R2 = 0.9777 untuk etanol yang mengindikasikan bahwa metode ini sensitif, andal, dan cepat untuk identifikasi senyawa pada proses fermentasi.
Optimasi Daya Serap Spon Dengan Carbon Dots Sebagai Penyerap Minyak Putri, Ismawati; Thufailah, Gladys Sukma
Kimia Padjadjaran Vol 2, No 1 (2023)
Publisher : Kimia Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masalah polusi laut yang disebabkan oleh tumpahan minyak akibat pergerakan kapal-kapal pengangkut di perairan Indonesia. Tumpahan minyak memiliki dampak negatif terhadap kesehatan manusia, ekosistem perairan, keanekaragaman hayati, dan kualitas air. Metode penanganan tumpahan minyak yang efektif dan ramah lingkungan menjadi perhatian utama. Dalam konteks ini, penelitian fokus pada pemanfaatan spons dengan pelapis carbon dots sebagai solusi potensial penyerap limbah minyak. Spons berpori berbahan dasar kapas sering digunakan sebagai adsorber minyak, namun performanya cenderung menurun setelah beberapa kali penggunaan. Oleh karena itu, penelitian ini mengusulkan penggunaan carbon dots sebagai pelapis untuk meningkatkan sifat hidrofobisitas dan oleofilik spons. Metode yang digunakan pada penelitian ini dibagi menjadi tiga tahapan. Pertama, tahap sintesis carbon dots menggunakan grafit pensil 2B dengan merek Faber Castell. Kedua, tahapan karakterisasi carbon dots menggunakan pengujian UV-Vis (Ultraviolet-Visible), fotoluminesensi, fourier transform infrared spectrocopy (FTIR), dan transmission electron microscope (TEM). Ketiga, tahap pengujian carbon dots sebagai pelapis spons untuk mengoptimasi daya serap minyak. Carbon dots, yang dapat disintesis dari grafit pensil dengan metode elektrokimia, memiliki sifat unik seperti hidrofobisitas, oleofilik, fluoresensi, dan fotoluminesensi. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa carbon dots berhasil disintesis dengan dominasi ukuran 3 nm, mengonfirmasi sifatnya sebagai quantum dots. Pengujian daya serap spons menunjukkan peningkatan signifikan setelah dilapis dengan carbon dots, meskipun efektivitasnya cenderung menurun saat digunakan berulang. Proses iradiasi juga terbukti efektif dalam meningkatkan daya serap spons.
Review: Mutasi DNA Mitokondria Penyebab Penyakit Mitokondria dan Diagnosis Mekanisme Molekulernya melalui Pendekatan In Silico Setiawan, Topan; Maksum, Iman Permana; Yusuf, Muhammad
Kimia Padjadjaran Vol 2, No 1 (2023)
Publisher : Kimia Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mitokondria, organel sel yang menghasilkan energi dalam bentuk ATP melalui sistem respirasi, memiliki DNA tersendiri (mtDNA) yang rentan terhadap mutasi karena tingginya laju replikasi. Mutasi pada mtDNA dapat menyebabkan penyakit mitokondria. Kajian ini merinci karakteristik mutasi mtDNA, penyakit mitokondria, dan kajian insiliko mutasi tersebut. Disfungsi mitokondria dipicu oleh serangan radikal bebas dan mutasi mtDNA, yang dapat mengakibatkan penurunan produksi ATP dan kerusakan oksidatif pada mitokondria. Penyakit mitokondria seperti diabetes, MELAS, LHON, MERRF, dan MIDD disebabkan oleh mutasi spesifik pada mtDNA. Penelitian in-silico menggunakan simulasi dinamika molekuler, seperti mutasi T15663C dan A3243G serta mutasi lainnya yang dibahas pada kajian ini, membantu memahami dampak mutasi pada struktur dan fungsi mtDNA. Kajian tentang mutasi mtDNA yang terus berkembang penting untuk pengembangan metode diagnostik dan terapeutik. Simulasi Penelitian menggunakan metode insiliko diharapkan dapat menjadi alat diagnostik untuk mutasi yang terkait dengan sistem transfer elektron dan translokasi proton dalam penyakit mitokondria.

Page 1 of 1 | Total Record : 6