Articles
60 Documents
Bimtek Penyusunan Laporan Keuangan Berbasis SAK Entitas Privat dan IFRS Untuk MGMP Akuntansi Kota Bukittinggi
Heriyanto, Randy;
Oliyan, Fitra;
Ferdawati, Ferdawati;
Handayani, Desi;
Aulia Ramadia, Anggun
JAPEPAM, Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2022): JAPEPAM
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30630/japepam.v1i1.3
Laporan arus kas melaporkan arus kas selama periode tertentu dan diklasifikasikan menurut aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan. Terdapat dua metode dalam melaporkan arus kas dari aktivitas operasi, yaitu metode langsung (direct) dan metode tidak langsung (indirect). Pengelompokkan akun-akun dalam laporan keuangan yang tepat sesuai dengan aktivitasnya merupakan poin penting dalam menyusun laporan arus kas. Kesalahan dalam mengelompokkan akun tersebut akan berdampak kepada kurang tepatnya informasi yang disajikan, dan akan berpengaruh kepada pengambilan keputusan ekonomi suatu entitas. Pemahaman dan keterampilan para guru dalam memahami perbedaan penyusunan laporan arus kas operasi dengan metode langsung dan metode tidak langsung, serta mengelompokkan akun-akun laporan keuangan dengan tepat kedalam kelompok aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan sangat diperlukan untuk mendukung keberhasilan PBM disekolah. Kegiataan kemitraan masyarakat ini bertujuan memberikan pemahaman dan keterampilan kepada para guru Akuntansi yang tergabung dalam Forum MGMP Akuntansi kota Bukittinggi tentang perbedaan penyusunan laporan arus kas metode langsung (direct) dan metode tidak langsung (indirect), serta memberikan pemahaman dalam mengelompokkan akun-akun dalam laporan keuangan kedalam kelompok aktivitas-aktivas laporan arus kas sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) Entitas Privat dan IFRS. Kegiatan PKM ini dilakukan dengan metode bimbingan teknis kepada FGMP Akuntansi Kota Bukittinggi. Hasil pelatihan ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan para guru dalam menyusun laporan arus kas yang ditandai dengan hasil post-test yang lebih baik dibandingkan dengan pre-test.
Peningkatan Kemampuan Pengelola Yayasan Dar El Madina Dalam Mencatat Transaksi dan Penyusunan Laporan Keuangan
Novrina Chandra;
Rasyidah Mustika;
Elfitri Santi;
Yossi Septriani;
Endrawati, Endrawati
JAPEPAM, Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2022): JAPEPAM
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30630/japepam.v1i1.4
Kegiatan pengabdian dilaksanakan pada Yayasan Darul Madinah Padang (PAUD/TK Dar Almadinah). Pada saat ini pihak Yayasan memiliki keterbatasan pengetahuan terhadap system informasi akuntansi dan belum melakukan pencatatan dan pelaporan keuangan sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku yaitu ISAK 35. Laporan keuangan sangat penting dalam pertanggung jawaban keuangan yayasan kepihak external yayasan atau donatur. Tujuan kegiatan adalah agar pihak yayasan memiliki kemampuan dan pemahaman dalam merancang sistem informasi akuntansi dan penyusunan laporan keuangan sesuai standar yang berlaku umum. Metode pelaksaaan kegiatan yaitu memberikan pelatihan perancangan sistem informasi akuntansi dan pelatihan penyusunan laporan keuangan yayasan sesuai dengan aturan yang berlaku umum. Setelah itu dilakukan pendampingan dalam penyusunan laporan keuangan. Kegiatan juga memberikan modul yang berisikan langkah dan tahapan dalam penyusunan laporan keuangan untuk memudahkan pihak yayasan dalam mengelola keuangan.
Bimtek Penyusunan Laporan Arus Kas Untuk Siswa dan Guru Akuntansi SMK Taruna 1 Padang
Ferdawati, Ferdawati;
Reno Fithri Meuthia;
Reni Endang Sulastri;
Welsi Haslina;
Ananto, Rangga Putra
JAPEPAM, Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2022): JAPEPAM
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30630/japepam.v1i1.5
Kompetensi utama yang harus dimiliki siswa jurusan akuntansi di Sekolah Menengah Keguruan (SMK) adalah kompetensi dalam pengusunan laporan keuangan. Salah satu laporan keuangan tersebut adalah Laporan Arus Kas. Namun penyusunan Laporan Arus Kas ini selalu menjadi fobia/ditakuti oleh siswa karena mereka merasa sulit dalam menyusunnya, padahal mereka wajib penguasai kompetensi tersebut agar bisa lulus Ujian Kompetensi Keahlian (UKK) sebelum mereka tamat SMK. SMK Taruna 1 Padang yang merupakan mitra dalam pengabdian ini hadapi kendala dalam pemahamani dan menyusun Laporan Arus Kas. Tujuan pengabdian ini adalah memberikan pemahaman dan keterampilan kepada para guru dan siswa akuntansi SMK Taruna 1 Padang tentang penyusunan laporan arus kas berdasarkan standar akuntansi yang berlaku di Indonesia beserta berbagai metode yang digunakan dalam penyusunan Laporan Arus Kas. Kegiatan yang dilakukan adalah memberikan bimtek penyusunan Laporan Arus Kas untuk guru dan siswa, pendampingan pengajaran penyusunan Laporan Arus Kas oleh guru ke siswa, membuatan modul penyusunan Laporan Arus Kas yang disederhanakan yang mudah dipahami serta pembuatan soal yang bervariasi. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi guru dan siswa akuntansi SMK Taruna 1 Padang dalam penyusunan Laporan Arus Kas sehingga siswa dapat mengusun laporan keuangan secara lengkap dan dapat menyelesaikan soal UKK dengan baik dan mendapatkan hasil yang kompeten.
Peningkatan Kompetensi Siswa dan Guru SMK dengan Pelatihan Aplikasi ABSS
Mustika, Rasyidah;
Afni, Zalida;
Rosita, Irda
JAPEPAM, Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2022): JAPEPAM
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30630/japepam.v1i1.6
Tuntutan dunia kerja yang semakin tinggi terhadap lulusan SMK agar mampu menggunakan aplikasi komputer dalam setiap bidang ilmu, salah satunya akuntansi. Hal ini terkait dengan Ujian Kompetensi yang diselenggarakan oleh sekolah-sekolah dan menjadi syarat bagi siswa SMK. Setiap lulusan SMK program studi akuntansi, harus mampu mengoperasikan aplikasi komputer akuntansi, yaitu ABSS Accounting. SMKN 2 Pariaman, memiliki keterbatasan Sumber Daya dalam pengajaran aplikasi komputer akuntansi, khususnya aplikasi ABSS dalam penyusunan dalam keuangan perusahaan manufaktur, selain itu kondisi pandemi yang selama ini terjadi, membuat pembelajaran dilaksanakan secara online, berdampak kepada siswa yang tidak paham dengan penggunaan aplikasi komputer akuntansi (ABSS) ini, karena tidak bisa praktik secara langsung. Pelatihan Penyusunan Laporan Keuangan Perusahaan Manufaktur (job order costing) dengan aplikasi ABSS dilakukan untuk siswa dan Guru SMKN 2 Pariaman. Kegiatan meliputi penyusunan modul ajar penggunaan Aplikasi ABSS untuk perusahaan manufaktur bagi guru program studi akuntansi agar bisa digunakan dalam proses belajar mengajar ke depannya. Kegiatan pelatihan sudah terlaksana dengan baik. Pelatihan ini diikuti oleh 26 orang siswa dan 4 orang guru jurusan Akuntansi SMKN 2 Pariaman.
Pelatihan Pengelolaan Keuangan dan Sosialisasi E-Commerce Bagi Pelaku Usaha Sepatu Kecamatan Lubuk Kilangan Kota Padang
Hatta, Ermatati;
Rissi, Dita Maretha;
Syafira Ramadhea JR;
Aulia Putri Andini
JAPEPAM, Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2022): JAPEPAM
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30630/japepam.v1i1.7
Jumlah pelaku usaha UMKM di Indonesia yang mencapai 99% dari keseluruhan pelaku usaha yang ada. Hal ini dapat dimaknai sebagai betapa pentingnya keberadaan pelaku UMKM ini dalam mewarnai perkembangan perekonomian di Indonesia. Hanya performa UMKM di Indonesia masih menghadapi kendala dalam menjalankan usaha. Diantaranya adalah kesulitan modal, manajemen usaha, strategi menghadapi pesaing, distribusi barang yang efektif, penguasaan teknologi, dan tidak mengenal pelayanan prima sebagai wujud terlahirnya loyal customer. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memotivasi dan membantu mitra (pelaku usaha sepatu kulit forlenti) dalam bidang manajemen bisnis dan pelayanan prima untuk mengembangkan usahanya. Pengembangan dan peningkatan yang dilakukan berupa penambahan ilmu pengetahuan dan pengembangan keterampilan membuat rencana pemasaran, mengembangkan pemasaran konvensional menjadi digital marketing, dan praktik pelayanan prima. Dengan adanya kegiatan ini, pemilik dan pelaku pengrajin sepatu Forlenti memiliki rencana strategis dalam memproduksi sepatu, memiliki akun media sosial untuk memperluas pangsa pasar, dan menjalankan pelayanan prima untuk meraih loyal customer.
Pelatihan Akuntansi Persediaan Berdasarkan PSAK 14 Bagi Guru SMK N 2 Bukittinggi
Oliyan, Fitra;
Heriyanto, Randy;
Gustati, Gustati;
Maryati, Ulfi;
Ferdawati, Ferdawati
JAPEPAM, Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2022): JAPEPAM
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30630/japepam.v1i1.8
Persediaan merupakan asset yang paling penting dalam perusahaan karena secara rutin dan terus-menurus akan ada transaksi penjualan, pembelian setiap harinya dan digunakan untuk pengambilan keputusan. Permasalahan utama dalam akuntansi persediaan adalah bagiamana pengakuan, pencatatan dan penilaian persediaan. Akuntansi persediaan berkaitan dengan sistem penjualan dan retur penjualan, serta pembelian dan retur pembelian, termasuk juga beban angkut, dan potongan penjualan atau pembelian. Oleh sebab itu persediaan merupakan faktor penting dalam menentukan harga pokok penjualan. Terdapat dua metode yang dapat digunakan untuk menghitung dan mencatat persediaan yang berkaitan dengan perhitungan harga pokok penjualan, yaitu metode perpetual dan metode fisikal. Pemahaman dan keterampilan para guru dalam memahami akuntansi persediaan merupakan kunci dalam menjelaskan topik ini kepada siswa. Pemahaman tentang bagaimana pengakuan persediaan, pencatatan, seerta penilaian persediaan sangat diperlukan untuk mendukung ketercapainnya mata pelajan untuk topik persediaan. Kesalahan dalam pengakuan dan metode pencatatan persediaan ini akan berdampak kepada tidak tepatnya penentuan harga pokok penjualan, dan pada akhirnya bermuara pada kesalahan penyajian informasi pada laporan keuangan perusahaan. Hal ini akan mempengaruhi pengambilan keputusan oleh manajamen perusahaan. Kegiatan kemitraan masyarakat ini bertujuan memberikan pemahaman dan keterampilan kepada guru akuntansi yang mengajar di SMK Negeri 2 Bukittinggi tentang akuntansi persediaan yang sesuai dengan PSAK 14. Kegiatan PKM ini dilakukan dengan metode memberikan pelatihan langsung kepada guru akuntansi dengan menggunakan kertas kerja pencatatan persediaan.
Peningkatan Keterampilan Manajemen dan Pembukuan Pelaku UMKM di Kampung 1000 Kripik
Endrawati, Endrawati;
Chandra, Novrina;
Maryati, Ulfi;
Yusnani, Yusnani
JAPEPAM, Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2023): JAPEPAM
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30630/japepam.v2i1.9
Kampung tematik menjadikan masyarakat sebagai pelaku utama dalam mengupayakan setiap kegiatan dapat dilakukan agar masyarakat memiliki tanggung jawab bersama mewujudkan kemajuan usaha di kampung tematik. Salah satu kampung tematik tersebut, terdapat di kecamatan Lubuk Kilangan, yaitu kelurahan Batu Gadang. Tema pada kelurahan ini adalah Kampung Kerajinan Daur Ulang Sampah dan Seribu Keripik. Kube Batu Gadang Saiyo (KBS) berdiri pada tahun 2019 menjadi tombak penentuan kampung tematik seribu keripik. Persoalan yang dihadapi dalam mengelola dan mengembangkan usaha KBS adalah; Sumberdaya manusia yang memahami pengelolaan keuangan belum ada di dalam kelompok; Sumberdaya manusia yang memahami pengelolaan di bidang manajemen dan pemasaran belum ada; Koperasi yang belum memiliki ijin dari dinas koperasi. Kegiatan yang diusulkan antara lain adalah Pelatihan manajemen organisasi (administrasi, surat menyurat) dan koperasi; pemasaran; kewirausahaan; penyusunan laporan keuangan dan Pendampingan.
Bimtek Internal Audit Bagi Satuan Pengawas Internal YARSI Sumatera Barat
Sukartini, Sukartini;
Anda Dwiharyadi;
Amy Fontanella;
Afridian Wirahadi Ahmad
JAPEPAM, Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2022): JAPEPAM
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30630/japepam.v1i1.10
Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk penguatan kapasitas pengawasan internal di lingkungan YARSI Sumbar. Kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu FGD dan review dokumen untuk mengidentifikasi dan memetakan risiko, penataan sistem pengendalian internal, bimtek bagi SDM SPI dilingkungan YARSI dan pendampingan implementasi. Kegiatan ini menghasilkan luaran berupa, tersedianya mekanisme dan standar baku sistem pengendalian internal serta program audit internal untuk lingkungan Yarsi Sumbar, peningkatan kompetensi SDM SPI YARSI dalam melakukan pengawasan internal, penguatan sistem pengendalian internal di lingkungan YARSI Sumbar, tersedianya modul sistem pengendalian internal Yarsi Sumbar serta publikasi Ilmiah pada Jurnal ber ISSN, media masa, dan video singkat. Kata kunci: pengawas internal, YARSI Sumbar, tata kelola, SPI
Program Edukasi Wakaf Bagi Pengurus dan Anggota Koperasi Mandiri Dan Merdeka
Ihsan, Hidayatul;
Eliyanora, Eliyanora;
Gustina, Gustina
JAPEPAM, Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2022): JAPEPAM
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30630/japepam.v1i1.11
Salah satu instrumen ekonomi Islam yang sangat efektif dalam membantu pemerintah dalam upaya meningkatkan kualitas kehidupan sosial-ekonomi masyarakat adalah wakaf. Meskipun wakaf dikenal sebagai bagian dari tradisi masyarakat muslim Indonesia yang telah dipraktikkan sejak berabad silam, kenyataannya wakaf kalah populer di tengah masyarakat Islam dibandingkan dengan subjek ekonomi Islam lainnya. Untuk itu, upaya-upaya edukasi wakaf terhadap berbagai kelompok masyarak menjadi suatu keniscayaan yang harus dilakukan. Tugas ini tidak saja menjadi kewajiban Badan Wakaf Indonesia ataupun Kementerian Agama sebagai regulator perwakafan, tetapi juga merupakan tanggung jawab bersama yang mesti diemban secara massif. Di antara kelompok masyarakat tersebut, sosialisasi kepada pengurus dan anggota koperasi bisa menjadi usaha strategis dalam edukasi wakaf. Hal ini bukan saja dengan ekspektasi para pengurus dan anggota koperasi akan sadar berwakaf, tapi bisa membuka peluang untuk menjadi pengelola wakaf (nazhir). Sebagaimana yang diatur di dalam UU No 41 tahun 2004 tentang wakaf, nazhir bisa saja dalam bentuk badan hukum dan organsasi, di mana koperasi termasuk di dalamnya. Selain dapat berpartisipasi sebagai nazhir wakaf, koperasi juga dapat menjadi penerima dan pengelola wakaf dengan pola kemitraan bersama nazhir-nazhir yang sudah ada. Koperasi juga dapat bersinergi dengan LKS-PWU dalam pengelola wakaf uang, dan bahkan para nazhir dapat berkumpul membentuk Koperasi Jasa Keuangan Syariah. Kesempatan untuk menjadi nazhir wakaf juga dapat menjadi salah satu solusi bagi Koperasi Mandiri Dan Merdeka (KMDM) untuk kelangsungan program sosial kemasyarakatan yang diusung oleh KMDM melalui program KMDM Social Trust Fund. Program edukasi dilakukan dalam bentuk pelatihan kepada pengurus dan anggota KMDM. Pelatihan tersebut telah memberikan tambahan wawasan dan pengetahuan bagi pengurus dan anggota KMDM mengenai peran penting koperasi dalam pengelolaan dan pengembangan wakaf baik perannya sebagai nazhir maupun sebagai pihak yang turut membantu mendistribusikan hasil pengelolaan wakaf kepada penerima manfaat.
Pelatihan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) Industri Di SMK N 1 Batusangkar
Adril, Elvis;
Leni, Desmarita;
Fardinal, Fardinal;
Menhendry, Menhendry;
Junaidi, Junaidi;
Mulyadi, Mulyadi
JAPEPAM, Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2023): JAPEPAM
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30630/japepam.v2i1.12
Pelatihan manajemen K3 yang dilakukan oleh tim PKM pada siswa SMK N 1 Batusangkar menunjukkan bahwa peserta sangat mengikuti pelatihan dengan baik dan memahami materi dengan sangat serius. Pelatihan ini bertujuan memberikan edukasi penting terhadap manajemen K3 dilapangan kerja. Metode diterapkan pada pelatihan ini adalah memberikan materi dan memberikan contoh simulasi K3 yang benar saat dilapangan, agar siswa-siswi ini bisa paham dengan APD (alat pelindung diri) yang merekan gunakan. Setelah pelatihan berlangsung untuk mengetahui seberapa berhasil siswa-siswi ini paham terhadap manajemen K3, tim PKM memberikan angket kepada siswa-siswi SMK 1 N Batusangkar guna evaluasi materi yang disampaikan. Hasil dari kuisioner ini menunjukkan bahwa pelatihan K3 di SMK N 1 Batusangkar berhasil meningkatkan pemahaman peserta tentang K3 dan budaya K3 di tempat kerja, serta meningkatkan tingkat kepatuhan peserta terhadap aturan K3. Namun, masih terdapat beberapa peserta yang kurang memahami manajemen K3 dan tidak terlatih dalam menanggulangi kecelakaan kerja. Kegiatan pelatihan K3 ini diadakan berguna untuk memperkuat pemahaman peserta tentang budaya K3.