cover
Contact Name
Adi Yeremia Mamahit
Contact Email
adiwork88@gmail.com
Phone
+6285298535088
Journal Mail Official
ciptasumikolah@gmail.com
Editorial Address
sario Perumahan Malimbukan Permai II, Desa Sea, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara
Location
Kab. minahasa,
Sulawesi utara
INDONESIA
JIKMA
ISSN : -     EISSN : 28296516     DOI : https://doi.org/10.64418
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIKMA) adalah jurnal ilmiah yang mempublikasikan artikel-artikel hasil penelitian, kajian teoritis, dan tinjauan pustaka dalam bidang kesehatan. Fokus dan ruang lingkup JIKMA meliputi berbagai disiplin ilmu kesehatan seperti kesehatan masyarakat, keperawatan, kebidanan, gizi, farmasi, analisis kesehatan, kedokteran dan ilmu kesehatan lainnya yang relevan. JIKMA bertujuan menjadi media diseminasi ilmiah yang dapat mendorong pengembangan ilmu pengetahuan dan praktik profesional di bidang kesehatan. Artikel yang diterbitkan telah melalui proses peer-review yang ketat guna menjamin mutu dan integritas ilmiah setiap publikasi. JIKMA terbit secara berkala tiga kali dalam setahun, yaitu pada bulan April, Agustus, dan Desember. ISSN: 2829-6516 DOI Prefix: 10.64418 Jenis Publikasi: Open Access Bahasa: Bahasa Indonesia (dengan abstrak dalam Bahasa Inggris) Jurnal ini terbuka untuk penulis dari berbagai institusi dan menyediakan akses terbuka terhadap seluruh artikel, guna mendukung penyebaran ilmu pengetahuan yang lebih luas dalam bidang kesehatan.
Articles 181 Documents
PENGARUH METODE SIMULASI BENCANA BANJIR TERHADAP TINGKAT KESIAPSIAGAAN SISWA SMP KRISTEN TATELI KECAMATAN MANDOLANG KABUPATEN MINAHASA Tessalonika Dingo, Marlyn A Pondete,
JURNAL ILMIAH KESEHATAN MANADO Vol. 3 No. 1 (2024): JURNAL ILMIAH KESEHATAN MANADO
Publisher : Yayasan Syalom Cipta Sumikolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64418/jikma.v3i1.97

Abstract

Upaya penanggulangan bencana di Indonesia memiliki tanggung jawab untuk menyelenggarakan pendidikan sebagai upaya mewujudkan pembangunan budaya bangsa termasuk membangun budaya kesiapsiagaan bencana warga negara, yakni secara khusus kepada anak atau siswa. Anak-anak tersebut adalah pihak yang harus dilindungidan secara bersamaan perlu ditingkatkan pengetahuan kebencanaannya, Mitigasi meliputi tindakan perlindungan yang dapat diawali dari persiapan sebelum bencana itu berlangsung, menilai bahaya bencana, penanggulangan bencana, berupa penyelamatan, rehabilitasi dan relokasi. Dari sekian banyak kegiatan mitigasi, satu yang paling strategis adalah pembelajaran atau pendidikan Tujuan Penelitian yaitu Diketahui Pengaruh Metode Simulasi Bencana Banjir terhadap Tingkat Kesiapsiagaan Siswa SMP Kristen Tateli Kecamatan Mandolang Kabupaten Minahasa. Penelitian ini adalah penelitian Quasi Eksperimen dengan menggunakan rancangan penelitian one group pre test and post test design. waktu pada Agustus 2023 dan tempat penelitian di SMP Kristen Tateli.Teknik pengambilan sampel total populasi berjumlah 16 Uji statistik yang digunakan adalah uji statistik “Wilcoxon” dengan derajat kepercayaan 95% bila Hasil penelitian diperoleh nilai P value = 0,011 sedangkan nilai α = 0,05 sehingga nilai P value = 0,011< α = 0,05. Dengan demikian Ho ditolak dan H1 diterima, maka ada pengaruh kesiapsiagaan siswa di SMP Kristen Tateli Kecamatan Mandolang. Kesimpulan Dari hasil penelitian, tingkat kesiapsiagaan siswa SMP Kristen Tateli Kecamatan Mandolang Kabupaten Minahasa sebelum pemberian metode simulasi bencana banjir sebagian besar kurang baik. Tingkat kesiapsiagaan siswa SMP Kristen Tateli Kecamatan Mandolang Kabupaten Minahasa sesudah pemberian metode simulasi bencana banjir sebagian besar baik. Saran dalam Penelitian ini yaitu Penelitian ini dapat menambah khasanah ilmu geografi khususnya pada kajian studi bencana. Memberikan tambahan pengetahuan dan wawasan dalam proses pembelajaran siaga bencana. Kata Kunci : Metode Simulasi Bencana Banjir terhadap Tingkat Kesiapsiagaan ABSTRACT Disaster management efforts in Indonesia have a responsibility to organize education as an effort to realize the nation's cultural development including building a culture of citizen disaster preparedness, specifically for children or students. These children are the ones who must be protected and at the same time need to increase their knowledge of disaster. Mitigation includes protective measures that can be started from preparation before the disaster takes place, assessing disaster hazards, disaster management, in the form of rescue, rehabilitation and relocation. Of the many mitigation activities, one of the most strategic is learning or education. The aim of the research is to know the effect of the Flood Disaster Simulation Method on the Preparedness Level of Tateli Christian Middle School Students, Mandolang District, Minahasa Regency. This research is a quasi-experimental study using a one-group pre-test and post-test design. time in Agustus 2023 and the research location at Tateli Christian Middle School. The sampling technique for a total population of 16. The statistical test used is the "Wilcoxon" statistical test with a 95% degree of confidence when. The results of the study obtained a P value = 0.011 while the value α = 0.05 so that the P value = 0.011 < α = 0.05. Thus Ho is rejected and H1 is accepted, so there is an influence on student preparedness at Tateli Christian Middle School, Mandolang District. Conclusion From the results of the study, the level of preparedness of Tateli Christian Middle School students, Mandolang District, Minahasa Regency before the introduction of the flood disaster simulation method was more lacking than good. The level of preparedness of students at Tateli Christian Middle School, Mandolang District, Minahasa Regency after being given the flood disaster simulation method was much good. Suggestions in this research are that this research can add to the repertoire of geography, especially in the study of disaster studies. Provide additional knowledge and insight in the learning process of disaster preparedness. Keywords: Flood Disaster; Simulation Method for; Preparedness Level Download Full File Disini
PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN HIPERTENSI DI WILAYAH ROHANI KAROLUS BOROMEUS GEREJA KATOLIK STA. MARIA RATU DAMAI TOMOHON Zefania Ireyne Pagayang
JURNAL ILMIAH KESEHATAN MANADO Vol. 3 No. 1 (2024): JURNAL ILMIAH KESEHATAN MANADO
Publisher : Yayasan Syalom Cipta Sumikolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64418/jikma.v3i1.98

Abstract

Hipertensi merupakan peningkatan tekanan darah abnormal yang dapat menjadi penyebab utama timbulnya penyakit kardiovaskuler. Hipertensi menjadi salah satu penyebab utama kematian secara global yang dapat dicegah. Hipertensi yang tidak terkendali dapat menyebabkan komplikasi seperti infark miokard, stroke, gagal jantung, gagal ginjal, demensia, kebutaan, bahkan kematian. Hipertensi umumnya disebabkan oleh berbagai faktor risiko yaitu usia, jenis kelamin, genetik, pola makan, gaya hidup, obesitas, aktivitas fisik, merokok, dan stres. Hasil dari kegiatan tersebut diperoleh bahwa masyarakat tampak aktif dan antusias selama mengikuti kegiatan, masyarakat dapat menyebutkan kembali cara mencegah dan mengendalikan hipertensi. Kata Kunci: Hipertensi, Pengendalian, Penganan. Download Full File Disini
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN TB PARU DI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA TINGKAT III MANADO Juliana Kobogau, Ni Wayan Sudarmi,
JURNAL ILMIAH KESEHATAN MANADO Vol. 3 No. 1 (2024): JURNAL ILMIAH KESEHATAN MANADO
Publisher : Yayasan Syalom Cipta Sumikolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64418/jikma.v3i1.99

Abstract

Penyakit Tubercolusis atau yang sering disebut TB Paru merupakan infeksi menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Tubercolusis, diperkirakan ada 9 juta pasien TB paru dan 3 juta kematian akibat TB Paru di seluruh dunia. Diperkirakan 95% kasus TB dan 98% kematian akibat TB di dunia terjadi pada negara-negara berkembang dan 75% penderita TB adalah kelompok usiaproduktif (15-50 tahun). Demikian juga, kematian wanita akibat TB lebih banyak dari pada kematian karena kehamilan, persalinan, dan nifas. Tujuan Penelitian yaitu Diketahui hubungan Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan minum obat Pasien TB Paru Di Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat III Manado. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik dengan menggunakan rancangan penelitian crossectional study, Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Desember 2023 dan tempat penelitian di Rumah Sakit Umum Bhayangkara Tingkat III Manado. Teknik pengambilan sampel total populasi berjumlah 33 Uji statistik yang digunakan adalah uji statistik “Chi-Square” dengan derajat kepercayaan 95% bila . Hasil penelitian diperoleh nilai P value = 0,001 sedangkan nilai α = 0,05 sehingga nilai P value = 0,001 < α = 0,05. Dengan demikian Ho ditolak dan H1 diterima, maka ada hubungan Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan minum obat Pasien TB Paru Rawat Jalan di Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat III Manado. Kesimpulan Dari hasil penelitian, Hasil Penelitian Dukungan Keluarga pada pasien rawat jalan di Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat III Manado lebih banyak dukungan keluarga baik. Kepatuhan minum obat pada pasien rawat jalan di Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat III Manado lebih banyak patuh. Saran dalam Penelitian ini yaitu Penelitian ini menjadi bahan informasi sekaligus untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan masyarakat tentang dukungan keluarga dalam proses penyembuhan penderita penyakit TB Paru. Kata Kunci    : Dukungan Keluarga, Kepatuhan minu obat, Pasien TB Paru ABSTRACT  Tubercolusis or what is often called pulmonary TB is a contagious infection caused by the bacteria Mycobacterium Tubercolusis. It is estimated that there are 9 million pulmonary TB patients and 3 million deaths due to pulmonary TB worldwide. It is estimated that 95% of TB cases and 98% of TB deaths in the world occur in developing countries and 75% of TB sufferers are in the productive age group (15-50 years). Likewise, women's deaths due to TB are more than deaths due to pregnancy, childbirth and postpartum. The aim of the research is to determine the relationship between family support and medication compliance in pulmonary TB patients at Bhayangkara Level III Hospital, Manado. This research is a descriptive analytical study using a cross-sectional study research design, time in December 2023 and research location at the Bhayangkara Level III Manado General Hospital. The sampling technique for the total population was 33. The statistical test used was the "Chi-Square" statistical test with a confidence level of 95% if . The research results obtained a P value = 0.003 while the α value = 0.05 so that the P value = 0.001 < α = 0.05. Thus, Ho is rejected and H1 is accepted, so there is a relationship between family support and medication compliance in outpatient pulmonary TB patients at Bhayangkara Level III Hospital, Manado. Conclusion From the research results, the results of the Family Support Research on outpatients at the Bhayangkara Level III Hospital in Manado have more good family support. Compliance with taking medication among outpatients at the Bhayangkara Level III Hospital in Manado is more compliant. The suggestion in this research is that this research can be used as information material as well as to increase public knowledge and insight regarding family support in the healing process for pulmonary TB sufferers. Keywords: Family Support, Compliance with Medication, Pulmonary TB Patients   Download Full File Disini
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN PERILAKU LANSIA DALAM PENGENDALIAN HIPERTENSI DI PUSKESMAS WERDHI AGUNG UTARA KECAMATAN DUMOGA TENGAH Ni Kadek Purwanti, Ni Wayan Sudarmi,
JURNAL ILMIAH KESEHATAN MANADO Vol. 3 No. 1 (2024): JURNAL ILMIAH KESEHATAN MANADO
Publisher : Yayasan Syalom Cipta Sumikolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64418/jikma.v3i1.100

Abstract

Dukungan dari keluarga dan sahabat sangat diperlukan dalam penanganan penderita hipertensi. Dukungan dari keluarga merupakan faktor terpenting dalam membantu individu menyelesaikan masalah. Keluarga menjadi support system dalam kehidupan penderita hipertensi, agar keadaan yang dialami tidak semakin memburuk dan terhindar dari komplikasi akibat hipertensi. Apabila hipertensi yang tidak terkontrol tidak ditangani secara maksimal akan mengakibatkan timbul kembalinya gejala hipertensi yang biasanya disebut kekambuhan hipertensi. Jika penderita hipertensi tidak mencegah dan mengobati penyakit hipertensinya secara maksimal, penderita hipertensi akan beresiko mengalami komplikasi. Tujuan pada penelitian ini adalah Hubungan dukungan keluarga dengan perilaku lansia dalam pengendalian hipertensi di Puskesmas Werdhi Agung Kecamatan Dumoga Tengah Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendeketan “cross sectional” dimana data yang menyangkut variabel independen dan variabel dependen dikumpulkan dalam waktu yang bersamaan. Populasi dalam penelitian ini adalah lansia yang ada di Puskesmas Werdhi Agung Utara berjumlah 35 siswa. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah total sampling. Total sampling adalah teknik pengambilan sampel dimana jumlah sampel sama dengan populasi, analisa data yang diguakan adalah analisa univariat dan bivariat dengan uji cross sectional. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa dari sampel yang diteliti ada hubungan dukungan keluarga dengan perilaku lansia dalam pengendalian hipertensi di Puskesmas Werdhi Agung Utara Kecamatan Dumoga Tengah diperoleh nilai ρ = 0.003 < α = 0.05. Terdapat hubungan dukungan keluarga dengan perilaku lansia dalam pengendalian hipertensi di Puskesmas Werdhi Agung Utara Kecamatan Dumoga Tengah. Hasil penelitian ini diharapkan bisa menjadi bahan masukan bagi lokasi penelitian dalam hal ini seluruh pihak puskesmas serta masyarakat agar dapat mencegah dari terjadinya komplikasi akibat dari hipertensi. Kata Kunci: Dukungan Keluarga, Perilaku Lansia, Hipertensi ABSTRACT Support from family and friends is very necessary in treating hypertension sufferers. Support from family is the most important factor in helping individuals solve problems. The family becomes a support system in the lives of hypertension sufferers, so that the situation they experience does not get worse and avoids complications due to hypertension. If uncontrolled hypertension is not treated optimally, it will result in the return of hypertension symptoms which is usually called hypertension recurrence. If hypertensive sufferers do not prevent and treat their hypertension optimally, hypertensive sufferers will be at risk of experiencing complications. The aim of this research is the relationship between family support and elderly behavior in controlling hypertension at the Werdhi Agung Public Health Center, Dumoga Tengah District. This type of research is descriptive analytical research with a "cross sectional" approach where data regarding the independent variable and the dependent variable are collected at the same time. The population in this study was the elderly at the Werdhi Agung Utara Community Health Center, totaling 35 students. The sampling technique in this research is total sampling. Total sampling is a sampling technique where the number of samples is the same as the population. The data analysis used is univariate and bivariate analysis with cross sectional tests. The results of this study show that from the sample studied there is a relationship between family support and the behavior of the elderly in controlling hypertension at the Werdhi Agung Utara Community Health Center, Dumoga Tengah District, with a value of ρ = 0.003 < α = 0.05. There is a relationship between family support and the behavior of elderly people in controlling hypertension at the Werdhi Agung Utara Community Health Center, Dumoga Tengah District. It is hoped that the results of this research can be input for the research location, in this case the entire community health center and the community, so that they can prevent complications resulting from hypertension. Keywords: Family Support, Elderly Behavior, Hypertension Download Full File Disini
PENGARUH PENDIDIKAN SEKS TERHADAP PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG PERNIKAHAN DINI USIA 13 – 18 TAHUN DI DESA AWIT KECAMATAN BEO UTARA KEPULAUAN TALAUD Jeivi Sangkong, Meylin Kountul,
JURNAL ILMIAH KESEHATAN MANADO Vol. 3 No. 1 (2024): JURNAL ILMIAH KESEHATAN MANADO
Publisher : Yayasan Syalom Cipta Sumikolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64418/jikma.v3i1.101

Abstract

Risiko kesehatan yang harus dihadapi perempuan saat persalinan antara lain dapat terjadi Disproporsi Sefalo Pelvik yang akan berdampak pada ibu, yaitu: persalinan lebih lama, ketuban pecah dini, serta kepala tidak mau turun padahal ketuban sudah pecah maka bisa bisa terjadi tali pusat menumbung, sedangkan dampak yang terjadi pada bayi, yaitu : persalinan lama dapat meningkatkan kematian bayi, fraktur pada tulang kepala oleh tekanan yang hebat Tujuan Penelitian yaitu Diketahui Pengaruh Pendidikan Seks Terhadap Pengetahuan Remaja Putri tentang pernikahan dini Usia 13 – 18 Tahun Di Desa Awit Kecamatan Beo Utara Kepulauan Talaud. Penelitian ini adalah penelitian Quasi eksperimen dengan menggunakan rancangan penelitian one grup, Pre test Proses Posttest, waktu pada Juni 2023 dan tempat penelitian di Desa Awit Kepulauan Talaud, teknik pengambilan sampel menggunakan rumus slovin berjumlah 15 responden . Uji statistik yang digunakan adalah uji statistik “Wilcoxon” dengan derajat kepercayaan 95% bila . Hasil penelitian diperoleh nilai P value = 0,003 sedangkan nilai α = 0,05 sehingga nilai P value = 0,005 < α = 0,05. Dengan demikian Ho ditolak dan H1 diterima, maka ada ada Pengaruh Pendidikan Seks Terhadap Pengetahuan Remaja Putri tentang pernikahan dini Usia 13 – 18 Tahun Di Desa Awit Kecamatan Beo Utara Kepulauan Talaud. Kesimpulan Dari hasil penelitian, Lebih banyak pengetahuan responden tentang pernikahan dini usia 13-18 tahun yang kurang sebelum pendidikan seks daripada pengetahuan responden yang baik di Desa Awit Kecamatan Beo Utara Kepulauan Talaud. Lebih banyak pengetahuan responden tentang pernikahan dini usia 13-18 tahun yang baik sesudah pendidikan seks daripada pengetahuan responden yang kurang di desa Awit Kecamatan Beo Utara Kepulauan Talaud. Saran dalam Penelitian ini yaitu penelitian ini dapat digunakan untuk informasi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan menambah wawasan yang lebih luas khususnyamengenai akibat pernikahan dini. Kata Kunci: Pendidikan Seks,Pengetahuan Remaja, Pernikahan Dini. ABSTRACT Health risks that must be faced by women during childbirth include cephalopelvic disproportion which will have an impact on the mother, namely: longer labor, premature rupture of membranes, and the head does not want to come down even though the amniotic fluid has ruptured. that occur in infants, namely: prolonged labor can increase infant mortality, fractures of the skull by great pressure. The aim of the research is to know the effect of sex education on knowledge of young women about early marriage aged 13-18 years in Awit Village, North Beo District, Talaud Islands. This research is a Quasi-experimental study using a one-group research design, Pre- test Posttest Process, time in June 2023 and research location in Awit Islands Talaud Village, sampling technique using the slovin formula totaling 15 respondents. The statistical test used is the "Wilcoxon" statistical test with a 95% degree of confidence if . The results of the study obtained a P value = 0.003 while the value α = 0.05 so that the P value = 0.005 <α = 0.05. Thus Ho is rejected and H1 is accepted, so there is an effect of sex education on young women's knowledge of early marriage aged 13-18 years in Awit Village, Beo Utara District, Talaud Islands. Conclusion From the results of the study, there was more knowledge of respondents about early marriage aged 13-18 years who had less prior sex education than good knowledge of respondents in Awit Village, Beo Utara District, Talaud Islands. There is more knowledge of respondents about early marriage aged 13-18 years who are good after sex education than respondents who lack knowledge in Awit Village, Beo Utara District, Talaud Islands. Suggestions in this study are that this research can be used for information in the development of science and add broader insights, especially regarding the consequences of early marriage. Keywords: Sex Education, Adolescent Knowledge, Early Marriage. Download Full File Disini
GAMBARAN EPIDEMIOLOGI MALARIA DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MARIA WALANDA MARAMIS KABUPATEN MINAHASA UTARA TAHUN 2020-2022 Lucyana Pongoh, Bertom Pajung, Putri A. S. Tangka,
JURNAL ILMIAH KESEHATAN MANADO Vol. 3 No. 1 (2024): JURNAL ILMIAH KESEHATAN MANADO
Publisher : Yayasan Syalom Cipta Sumikolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64418/jikma.v3i1.102

Abstract

Malaria merupakan penyakit yang disebabkan oleh Plasmodium Sp ditularkan oleh nyamuk Anopheles. Salah satu rumah sakit umum Maria Walanda Maramis yang ada di Kabupaten Minahasa Utara merupakan rumah sakit yang memiliki pasien penderita penyakit malaria dari tahun 2020-2022 positif. Tujuan penelitian ini ialah Untuk mengetahui distribusi malaria berdasarkan jumlah kasus, karakteristik pasien malaria berdasarkan umur, jenis kelamin dan untuk mengetahui hasil jenis plasmodium malaria di RSUD Maria Walanda Maramis. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan deskriptif retrospektif dengan pengambilan data sekunder berupa catatan rekam medik pasien malaria pada bulan januari 2020 – juni 2022. Populasi sama dengan jumlah sampel didapati sebanyak 48 orang menggunakan teknik non probability sampling berupa consecutive sampling ditentukan dengan memperhatikan kriteria penelitian sampai kurun waktu tertentu sehingga jumlah sampel terpenuhi. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa, di RSUD Maria Walanda Maramis terdapat 48 kasus malaria, terbanyak pada kelompok umur 41-50 tahun (33,3%). Berdasarkan jenis kelamin, penduduk laki-laki lebih banyak positif malaria yaitu 29 orang (60,4%). Berdasarkan jenis Plasmodium yang ditemukan, jenis Plasmodium falcifarum lebih banyak menginfeksi penduduk, yaitu 28 orang (58,3%). Kata kunci: malaria, Plasmodium falcifarum, Plasmodium vivax ABSTRACT Malaria is a disease caused by Plasmodium Sp transmitted by Anopheles mosquitoes. One of the Maria Walanda Maramis public hospitals in North Minahasa Regency is a hospital that had 48 positive patients suffering from malaria from 2020-2022. The aim of this research is to determine the distribution of malaria based on the number of cases, the characteristics of malaria patients based on age, gender and to determine the results of the type of plasmodium malaria at Maria Walanda Maramis District Hospital. This research is an analytical observational study with a retrospective descriptive approach by collecting secondary data in the form of medical records of malaria patients in January 2020 - June 2022. The population was the same as the sample size of 48 people using a non-probability sampling technique in the form of consecutive sampling determined by taking into account the research criteria. until a certain period of time so that the sample size is met. The results of this research show that Maria Walanda Maramis Regional Hospital found 48 cases of malaria, most in the 41-50 year age group (33.3%). Based on gender, more male residents tested positive for malaria, namely 29 people (60.4%). Based on the type of Plasmodium found, the Plasmodium falciparum type infected more people, namely 28 people (58.3%). Key words: malaria, Plasmodium falciparum, Plasmodium vivax Download Full File Disini
HUBUNGAN PENGETAHUAN PERAWAT TENTANG INFEKSI NOSOKOMIAL DENGAN TINDAKAN PENCEGAHAN PADA PASIEN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT TK. II R W MONGISIDI MANADO Moch. Hasyim Asyari, Kartini Massa , Velicia Criselda Tampil,
JURNAL ILMIAH KESEHATAN MANADO Vol. 3 No. 1 (2024): JURNAL ILMIAH KESEHATAN MANADO
Publisher : Yayasan Syalom Cipta Sumikolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64418/jikma.v3i1.103

Abstract

Infeksi yang didapatkan pasien selama menjalani perawata 3x24jam atau 72 jam disebut juga dengan infeksi nosokomial. Kepadatan ruangan rawat inap, kontak langsung anatara petugas kesehatan, lingkungan rumah sakit yang buruk mempermudah penyebaran agen infeksi. Pencegahan infeksi dirumah sakit dapat dilakukan secara universal dalam memberikan perlindungan kepada pasien di rumah sakit. Perawat berperan penting dalam melakukan pencegahan infeksi pada pasien, salah satunya pengetahuan yang baik tentang tindakan pencegahan infeksi nosokomial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan pera2at tentang infeksi nosokomial dengan tindakan pencegahan pada pasien rawat inap di rumah sakit Tk.II R.W Mongisidi Manado. Metode penelitian yaitu analitik observasi dengan pendekatan cross sectional. Penentuan besar sampel dengan menggunakan rumus Slovin dengan jumlah 58 perawat yang memenuhi kriteria inklusi. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner. Analisa data dengan menggunakan uji statistic chi square . Hasil Penelitian yaitu pengetahuan perawat tentang infeksi nosokomial sebagian besar berada pada kategori baik yaitu 41 (77,4%), Tindakan pencegahan infeksi sebagian besar berada pada kategori baik yaitu 43 (81,1%). Terdapat hubungan antara pengetahuan perawat dengan tindakan pencegahan infeksi nosokomial di Rumah Sakit Tk.II R.W Mongisidi (0,005< α 0.05). Kesimpulan dan Saran Pengetahuan perawat berhubungan dengan tindakan pencegahan infeksi nosokomial di Rumah Sakit Tk.II R.W Mongisidi Manado (0,005< α 0.05). Saran agar pihak manajemen rumah sakit terutama komite pengendalian dan pencegahan infeksi (PPI) agar membekali perawat dalam meningkatkan pencegahan dan pengendalian infeksi nosokomial melalui sosialisasi atau pelatihan yang berkesinambungan Kata Kunci: Pengetahuan perawat, Infeksi nosokomial, Tindakan pencegahan infeksi. ABSTRACT Infections that patients get during treatment 3x24 hours or 72 hours are also called nosocomial infections. Density of inpatient rooms, direct contact between health workers, poor hospital environment facilitate the spread of infectious agents. Prevention of infection in hospitals can be carried out universally in providing protection to patients in hospitals. Nurses play an important role in preventing infection in patients, one of which is good knowledge about prevention of nosocomial infections. Research Objectives To determine the relationship between nurses' knowledge about nosocomial infections and preventive measures in inpatients at Tk.II R.W Mongisidi Manado Hospital. Research Methods Observational analytic research with a cross-sectional approach. Determination of sample size using the Slovin formula with a total of 58 nurses who met the inclusion criteria. Data was collected using a questionnaire. Data analysis using the chi square statistical test. Research Results Nurses' knowledge about nosocomial infections was mostly in the good category, namely 41 (77.4%), Most of the infection prevention measures were in the good category, namely 43 (81.1%). There is a relationship between the knowledge of nurses and the prevention of nosocomial infections at Tk.II R.W Mongisidi Hospital (0.005 < α 0.05). Conclusions and Suggestions; Nurses' knowledge is related to prevention of nosocomial infections at Tk.II R.W Mongisidi Manado Hospital (0.005 < α 0.05). Suggestions for hospital management, especially the infection control and prevention committee (PPI) to equip nurses in improving the prevention and control of nosocomial infections through continuous outreach or training. Keywords: Knowledge of nurses, Nosocomial infections, Infection prevention measures. Download Full File Disini
HUBUNGAN STIGMA DIRI DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN SKIZOFRENIA DI POLIKLINIK RUMAH SAKIT JIWA PROF. DR. RATUMBUYSANG MANADO Vergeina Mastur, Rifandi Rul Loveisa Assa, Drova Grano Manorek,
JURNAL ILMIAH KESEHATAN MANADO Vol. 3 No. 1 (2024): JURNAL ILMIAH KESEHATAN MANADO
Publisher : Yayasan Syalom Cipta Sumikolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64418/jikma.v3i1.104

Abstract

Skizofrenia adalah gangguan jiwa/gangguan otak kronis yang mempengaruhi individu sepanjang kehidupannya yang ditandai dengan penurunan kemampuan berkomunikasi, gangguan realitas (halusinasi danwaham), afek tidak wajar, gangguan kognitif (tidak mampu berpikir abstrak dan mengalami kesulitan dalam melakukan aktifitas sehari-hari. Kualitas hidup pasien Skizofrenia erat kaitannya dengan disabilitas yang dialaminya berupa perubahan kognitif dan persepsi dalam menjalani kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kualitas hidup pasien skizofrenia melalui stigma diri di Poliklinik Rumah Sakit Jiwa Prof. DR. Ratumbuysang Manado. Desain penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan desain cross- sectional study yaitu jenis penelitian yang menekankan waktu pengukuran atau observasi data variabel independen (Stigma Diri) dan variabel dependen (Kualitas Hidup Pasien Skizofrenia) dilakukan pada kurun waktu yang sama. Jumlah populasi adalah 40 orang dan sampel menggunakan teknik total sampling yaitu berjumlah 40 sampel. Hasil dari penelitian adalah ada hubungan antara stigma diri dengan kualitas hidup pasien Skizofrenia dengan nilai p-value 0,040 < 0,05. Level stigma diri termasuk ke dalam klasifikasi stigma tinggi dan klasifikasi kualitas hidup yang rendah. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara stigma diri dengan kualitas hidup pasien skizofrenia di Poliklinik Rumah Sakit Jiwa Prof. DR. Ratumbuysang Manado, sehingga disarankan bagi petugas kesehatan untuk dapat memberikan intervensi keperawatan yang berorientasi pada pasien skizofrenia sebagai upaya pencegahan stigma negatif dan peningkatan kualitas hidup. Kata kunci: Stigma Diri, Kualitas Hidup, Skizofrenia   ABSTRACT Schizophrenia is a mental disorder/chronic brain disorder that affects individuals throughout their lives which is characterized by decreased ability to communicate, reality disturbances (hallucinations and delusions), abnormal affect, cognitive disorders (inability to think abstractly and experience difficulties in carrying out daily activities. Quality The life of schizophrenic patients is closely related to the disabilities they experience in the form of cognitive changes and perceptions in living life. This study aims to identify the quality of life of schizophrenic patients through self-stigma at the Polyclinic of the Prof. Mental Hospital. Dr. Ratumbuysang Manado. The design of this research is a descriptive analytic with a cross-sectional study design, namely a type of research that emphasizes the time of measurement or observation of independent variable data (Self Stigma) and the dependent variable (Quality of Life of Schizophrenia Patients) conducted at the same time. The total population is 40 people and the sample uses the total sampling technique, which is 40 samples. The results of the study showed that there was a relationship between self- stigma and the quality of life of schizophrenic patients with a p-value of 0.040 <0.05. The level of self-stigma is included in the high stigma classification and thelow quality of life classification. The conclusion of this study is that there is a significant relationship between self-stigma and the quality of life of schizophrenic patients at the Polyclinic of the Prof. Mental Hospital. Dr. Ratumbuysang Manado, so it is suggested for health workers to be able to provide nursing interventions that are oriented towards schizophrenic patients as an effort to prevent negative stigma and improve quality of life. Keywords: Self Stigma, Quality of Life, Schizophrenia   Download Full File Disini
HUBUNGAN STATUS SOSIAL EKONOMI KELUARGA DAN KEJADIAN OBESITAS PADA SISWA DI SMP NEGERI 1 TOULUAAN Theo Mautang, Nancy Bawiling , Tonny Fredy Mosey,
JURNAL ILMIAH KESEHATAN MANADO Vol. 3 No. 1 (2024): JURNAL ILMIAH KESEHATAN MANADO
Publisher : Yayasan Syalom Cipta Sumikolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64418/jikma.v3i1.105

Abstract

Obesitas adalah penumpukan lemak tubuh yang berlebihan dan melebihi batas normal lemak tubuh, oleh WHO obesitas telah dijadikan masalah Kesehatan global karena terjadinya peningkatan prevalensi diseluruh dunia. Salah satu kelompok umur yang paling beresiko menderita obesitas adalah remaja, faktor sosial ekonomi keluarga menjadi salah satu penyebab obesitas pada remaja, dalam penelitian ini status sosial ekonomi keluarga diukur berdasarkan pendapatan perbulan orangtua. Responden dalam penelitian ini adalah 38 peserta didik, penelitian ini menggunakan desain penelitian survei analitik dengan rancangan penelitian potong lintang (Cross sectional). Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 10-11 Juni 2023. Pengumpulan data variable X dilakukan dengan menggunakan kuisioner dan untuk variable Y dengan melakukan penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan. Data penelitian ini kemudian diolah dengan menggunakan SPSS 29, selanjutnya dilakukan uji chi-square untuk melihat hubungan antara variable X dan variable Y. setelah dilakukan Uji Chi square didapatkan hasil P = 0,000 lebih kecil dari P = 0,05 dengan demikian dapat ditarik kesimpulan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara status sosial ekonomi keluarga dan kejadian obesitas pada siswa di SMP Negeri 1 Touluaan. Kata Kunci: Status sosial ekonomi keluarga, Obesitas. ABSTRACT Obesity is the accumulation of excessive body fat and exceeds the normal limit for body fat. According to WHO, obesity has become a global health problem due to its increasing prevalence throughout the world. One of the age groups most affected by obesity is teenagers. Family socio-economic factors are one of the causes of obesity in teenagers. In this study, family socio-economic status was measured based on parents' monthly income. The respondents in this study were 38 students. This study used an analytical survey research design with a cross-sectional research plan. This research was carried out on 20-21 February 2023. Data collection for variable X was carried out using a questionnaire and for variable Y by weighing and measuring body height. This research data was then processed using SPSS 29, then a chi-square test was carried out to see the relationship between variable significant relationship between family socio-economic status and the incidence of obesity in students at SMP Negeri 1 Touluaan. Keywords: Family socio-economic status, obesity. Download Full File Disini
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI PADA BAYI 6-12 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MANEMBO Theo Mautang, Jilly Toar , Injilia Christi Malonda,
JURNAL ILMIAH KESEHATAN MANADO Vol. 3 No. 1 (2024): JURNAL ILMIAH KESEHATAN MANADO
Publisher : Yayasan Syalom Cipta Sumikolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64418/jikma.v3i1.106

Abstract

Pengetahuan adalah penampakan dari hasil yang terjadi setelah seseorang melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu.  MP-ASI (Makanan Pendamping ASI) adalah makanan atau minuman yang diberikan pada balita usia 6-24 untuk memenuhi kebutuhan gizi selain dari ASI. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui “Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Pemberian Makanan Pendamping ASI Usia 6-24 Bulan”. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan   Pendekatan yang digunakan  cross sectional yaitu dengan cara pendekatan, observasi atau pengumpulan data sekaligus pada waktu yang sama. Mayoritas pengetahuan responden baik sebanyak 25 orang (51,1%). Hasil penelitian ini ialah didapati bahwa mayoritas responden berumur 21-34 sebanyak 36 orang ( 73,0 %), mayoritas pendidikan responden mayoritas SMA Sebanyak 31 orang ( 63,3%), mayoritas pekerjaan responden mayoritas IRT sebanyak 38 orang (77,6%), sedangkan tingkat pengetahuan sebagian responden di Wilayah kerja Puskesmas Manembo tentang Pemberian MPASI pada bayi usia 6-24 bulan memiliki tingkat pengetahuan yang baik yaitu sebanyak 23 orang (53.1%), dan sebanyak 23 orang (46.9%) yang memiliki pengetahuan kurang baik. Kata Kunci: pengetahuan, MPASI, bayi 6-12 bulan   ABSTRACT COVID-19 is an infectious disease caused by the corona type and spreads mainly from person to person via droplets, so it is very important to increase perception among the public so that behavior can be formed to prevent the transmission of COVID-19. This research is a quantitative research with a cross-sectional research design. This research was carried out in Tandengan Raya Village in November 2022 - January 2023. The population in this study was 100 respondents, and the sample size in this study was calculated using the Slovin formula so that 80 respondents were obtained while the sampling technique used purposive sampling. The data collection method uses a questionnaire in the form of a Google form. Data analysis uses descriptive statistical tests to identify the frequency distribution of respondents, and chi square statistical tests to analyze the correlation between research variables. The research results show that there is a relationship between community perception and post-Covid-19 prevention efforts in Tandengan Raya Village with a significant value of p = 0.000 where p < 0.000. Based on the research results, it was concluded that there was a relationship between community perception and post-COVID-19 prevention efforts in Tandengan Raya village Keywords: Public Perception, Prevention Efforts, Post Covid-19DOWNLOAD FULL FILE DISINI

Page 7 of 19 | Total Record : 181