cover
Contact Name
Adi Yeremia Mamahit
Contact Email
adiwork88@gmail.com
Phone
+6285298535088
Journal Mail Official
ciptasumikolah@gmail.com
Editorial Address
sario Perumahan Malimbukan Permai II, Desa Sea, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara
Location
Kab. minahasa,
Sulawesi utara
INDONESIA
JIKMA
ISSN : -     EISSN : 28296516     DOI : https://doi.org/10.64418
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIKMA) adalah jurnal ilmiah yang mempublikasikan artikel-artikel hasil penelitian, kajian teoritis, dan tinjauan pustaka dalam bidang kesehatan. Fokus dan ruang lingkup JIKMA meliputi berbagai disiplin ilmu kesehatan seperti kesehatan masyarakat, keperawatan, kebidanan, gizi, farmasi, analisis kesehatan, kedokteran dan ilmu kesehatan lainnya yang relevan. JIKMA bertujuan menjadi media diseminasi ilmiah yang dapat mendorong pengembangan ilmu pengetahuan dan praktik profesional di bidang kesehatan. Artikel yang diterbitkan telah melalui proses peer-review yang ketat guna menjamin mutu dan integritas ilmiah setiap publikasi. JIKMA terbit secara berkala tiga kali dalam setahun, yaitu pada bulan April, Agustus, dan Desember. ISSN: 2829-6516 DOI Prefix: 10.64418 Jenis Publikasi: Open Access Bahasa: Bahasa Indonesia (dengan abstrak dalam Bahasa Inggris) Jurnal ini terbuka untuk penulis dari berbagai institusi dan menyediakan akses terbuka terhadap seluruh artikel, guna mendukung penyebaran ilmu pengetahuan yang lebih luas dalam bidang kesehatan.
Articles 176 Documents
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMBERIAN MP-ASI PADA BAYI USIA 0-6 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ONGGUNOI KECAMATAN PINOLOSIAN TIMUR Prycilia P. Mamuaja, Vera Tombokan , Merri Sasiwa,
JURNAL ILMIAH KESEHATAN MANADO Vol. 3 No. 1 (2024): JURNAL ILMIAH KESEHATAN MANADO
Publisher : Yayasan Syalom Cipta Sumikolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64418/jikma.v3i1.87

Abstract

Makanan pendamping ASI (MP-ASI) adalah makanan pendamping air susu ibu sejak bayi berusia 6 bulan sampai 24 bulan. Dari hasil observasi awal yang dilakukan di Puskesmas Onggunoi, didapati 7 dari 10 ibu bayi belum mengetahui tentang waktu pemberian MP-ASI yang tepat dan bahaya pemberian MP-ASI dini dan jenis MP-ASI menurut usia bayi. Tujuan: Mengetahui Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemberian MP-ASI Pada Bayi Usia 0-6 Bulan Di Puskesmas Onggunoi Kecamatan Pinolosian Timur. Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain survey analitik dengan rancangan cross sectional study yang dilakukan pada bulan Desember tahun 2022. Pengambilan sampel menggunakan Non Probability Sampling yaitu “aksidental” yaitu pemilihan sampel dilakukan dengan kebetulan bertemu. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat ( uji Chi-Square ) dan multivariat. Hasil: Faktor yang memiliki hubungan bermakna dengan pemberian MP-ASI adalah pendidikan (p-value=0,000<0,05 dan OR=15,512), pendapatan (p-value=0,028<0,05 dan OR=20,464), dukungan keluarga (p-value=0,023<0,05 dan OR=22,638), tradisi/budaya (p-value=0,000<0,05 dan OR=24,188) dan motivasi (p-value=0,014<0,05 dan OR=26,197). Sedangkan faktor pekerjaan tidak memiliki hubungan dengan pemberian MP-ASI dengan (p-value=0,775>0,05 dan OR=1,289). Kesimpulan: Dari kesimpulan yang di dapat bahawa Faktor yang memiliki hubungan dengan pemberian MP-ASI pada bayi usia 0-6 bulan di wilayah kerja Puskesmas Onggunoi Kecamatan Pinolosian Timur adalah faktor pendidikan, pendapatan, dukungan keluarga, tradisi/budaya dan motivasi. Kata Kunci : Pemberian MP-ASI, Pendidikan, Pekerjaan, Pendapatan, Dukungan Keluarga, Tradisi/Budaya, Motivasi. ABSTRACT Complementary food for breast milk (MP-ASI) is complementary food for breast milk from when the baby is 6 months to 24 months old. From the results of initial observations carried out at the Onnggunoi Community Health Center, it was found that 7 out of 10 mothers of babies did not know about the correct timing for giving MP-ASI and the dangers of giving MP-ASI early and the types of MP-ASI according to the baby's age. Objective: To determine the factors associated with giving MP-ASI to babies aged 0-6 months at the Ongunoi Community Health Center, East Pinolosian District. Methodology: This research uses quantitative methods with an analytical survey design with a cross sectional study design which was conducted in December 2022. Sampling used Non Probability Sampling, namely "accidental", that is, sample selection was carried out by chance meeting. Data analysis was carried out univariate, bivariate (Chi-Square test) and multivariate. Results: Factors that have a significant relationship with giving MP-ASI are education (p-value=0.000<0.05 and OR=15.512), income (p-value=0.028<0.05 and OR=20.464), family support ( p-value=0.023<0.05 and OR=22.638), tradition/culture (p-value=0.000<0.05 and OR=24.188) and motivation (p-value=0.014<0.05 and OR=26.197) . Meanwhile, work factors have no relationship with giving MP-ASI (p-value=0.775>0.05 and OR=1.289). Conclusion: From the conclusion it can be concluded that the factors that are related to giving MP-ASI to babies aged 0-6 months in the working area of ​​the Ongunoi Health Center, East Pinolosian District are education, income, family support, tradition/culture and motivation. Keywords: Providing MP-ASI, Education, Employment, Income, Family Support, Tradition/Culture, Motivation.Download Full File Disini
HUBUNGAN PERSEPSI MASYARAKAT DENGAN UPAYA PENCEGAHAN PASCA COVID-19 DI DESA TANDENGAN RAYA Achmad Paturusi, Nancy Bawiling, Mutiara Seventin Agustin Lantang,
JURNAL ILMIAH KESEHATAN MANADO Vol. 3 No. 1 (2024): JURNAL ILMIAH KESEHATAN MANADO
Publisher : Yayasan Syalom Cipta Sumikolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64418/jikma.v3i1.88

Abstract

COVID-19 merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh jenis corona dan menyebar terutama dari orang ke orang melalui droplet sehingga sangat penting untuk meningkatkan persepsi di kalangan masyarakat sehingga dapat terbentuk perilaku tindakan pencegahan penularan COVID-19. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross-sectional. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Tandengan Raya pada bulan November 2022 - Januari 2023. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 100 responden, dan besar sampel dalam penelitian ini dhitung menggunkan rumus slovin sehingga diperoleh 80 responden sedangkan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner dalam bentuk google form. Analisis data menggunakan uji statistik descriptive untuk mengidentifikasi frekuensi distribusi responden, danuji statistik chi square untuk menganalisis hubungan antar variabel penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan antara pesepsi masyarakat dengan upaya pencegahan pasca Covid-19 di Desa Tandengan Raya dengan signifikansi p value = 0.000 dimana p < 0.000. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan terdapat hubungan antara persepsi masyarakat dengan upaya pencegahan pasca COVID-19 di desa Tandengan raya. Kata Kunci: Persepsi Masyarakat, Upaya Pencegahan, Pasca Covid-19 ABSTRACT COVID-19 is an infectious disease caused by the corona type and spreads mainly from person to person via droplets, so it is very important to increase perception among the public so that behavior can be formed to prevent the transmission of COVID-19. This research is a quantitative research with a cross-sectional research design. This research was carried out in Tandengan Raya Village in November 2022 - January 2023. The population in this study was 100 respondents, and the sample size in this study was calculated using the Slovin formula so that 80 respondents were obtained while the sampling technique used purposive sampling. The data collection method uses a questionnaire in the form of a Google form. Data analysis uses descriptive statistical tests to identify the frequency distribution of respondents, and chi square statistical tests to analyze the correlation between research variables. The research results show that there is a relationship between community perception and post-Covid-19 prevention efforts in Tandengan Raya Village with a significant value of p = 0.000 where p < 0.000. Based on the research results, it was concluded that there was a relationship between community perception and post-COVID-19 prevention efforts in Tandengan Raya village Keywords: Public Perception, Prevention Efforts, Post Covid-19Download Full File Disini
KONSEKUENSI KESEHATAN PADA PERNIKAHAN USIA 12-18 TAHUN DI DESA MATANI SATU KECAMATAN TUMPAAN KABUPATEN MINAHASA SELATAN TAHUN 2022 Nancy Bawiling, Jonesius E. Manopo, Safira Milenia Senduk,
JURNAL ILMIAH KESEHATAN MANADO Vol. 3 No. 1 (2024): JURNAL ILMIAH KESEHATAN MANADO
Publisher : Yayasan Syalom Cipta Sumikolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64418/jikma.v3i1.89

Abstract

Kasus pernikahan usia dini bukan hal yang baru di Indonesia. Pernikahan usia dini merupakan permasalahan sosial yang terjadi pada remaja. Secara umum kasus pernikahan dini banyak terjadi di daerah pedesaan dari pada perkotaan, dan sering terjadi pada keluarga miskin, berpendidikan rendah. United Nations Childern’s Fund (UNICEF) berpendapat pernikahan dini adalah pernikahan yang dilaksanakan secara resmi atau tidak resmi yang di lakukan sebelum usia 18 tahun. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif Instrument utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri, Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis induktif. Analisis data induktif merupakan analisis data yang prosesnya berlangsung dari fakta-fakta ke teori. pernikahan dini dapat menimbulkan konsekuensi kurangnya perawatan selama hamil sehingga sang ibu tidak memantau kondisi medis bayi serta pertumbuhannya, mengalami perdarahan, persalinan yang lama dan sulit. anemia kehamilan adanya tindakan KDRT kesehatan mental ibu terganggu kemungkinan lahir belum cukup usia kehamilan. cacat bawaan. Kata Kunci: Pernikahan Dini, Kesehatan, Remaja ABSTRACT Cases of early marriage are not new in Indonesia. Early marriage is a social problem that occurs among teenagers. In general, cases of early marriage occur more often in rural areas than urban areas, and often occur in poor, low-educated families. The United Nations Children's Fund (UNICEF) believes that early marriage is a marriage that is carried out officially or unofficially before the age of 18. This research is qualitative research. The main instrument used in this research is the researcher himself. The data analysis technique used in this research is inductive analysis. Inductive data analysis is data analysis where the process proceeds from facts to theory. Early marriage can result in a lack of care during pregnancy so that the mother does not monitor the baby's medical condition and growth, experiences bleeding, long and difficult labor. pregnancy anemia, if there is domestic violence, the mother's mental health is disturbed, the possibility of being born before the gestational age is reached. congenital defects. Keywords: Early Marriage, Health, TeenagersDownload Full File Disini
HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KELUHAN MUSKULOSKELETAL PADA PEKERJA BURUH BANGUNAN Maxi Moleong, Nancy Bawiling, Marini Amelia Tumiwa,
JURNAL ILMIAH KESEHATAN MANADO Vol. 3 No. 1 (2024): JURNAL ILMIAH KESEHATAN MANADO
Publisher : Yayasan Syalom Cipta Sumikolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64418/jikma.v3i1.90

Abstract

Musculoskeletal disorders (MSDs) merupakan gangguan pada bagian otot skeletal yang disebabkan oleh karena otot menerima beban statis secara berulang dan terus menerus dalam jangka waktu yang lama dan akan menyebabkan keluhan pada sendi, ligamen dan tendon. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Aktivitas Fisik Dengan Keluhan Musculoskeletal pada pekerja buruh bangunan di Desa Lansot Kecamatan Tareran, dengan menggunakan teknik total sampling di dapat 38 orang sebagai sampel dengan pendekatan Cross Sectional. Perolehan data primer menggunakan kuesioner Internasional Physical Activity Questionnaire (IPAQ) untuk aktivitas fisik dan kuesioner Nordic Body Map untuk keluhan muskuloskeletal. Hasil penelitian didapati nilai aktivitas fisik terbanyak yaitu aktivitas fisik sedang dan berat dengan presentase masing-masing 50% menggunakan kuantifikasi MET-menit/minggu sedangkan keluhan muskuloskeletal terbanyak adalah keluhan sedang (63,2%). Hasil uji bivariat menggunakan uji korelasi rank spearman didapat hasil p-value menunjukan <0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa adanya hubungan antara aktivitas fisik dengan keluhan muskuloskeletal. Nilai r menunjukan angka 0.584 dimana angka tersebut merupakan angka positif dan tinggi yang berarti ada keeratan antara aktivitas fisik dengan gangguan mulskuloskeletal pekerja buruh. Dari hasil penelitian diatas maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh antara aktivitas fisik terhadap keluhan muskuloskeletal pada pekerja buruh bangunan. Kata Kunci: Aktivitas Fisik, Keluhan Muskuloskeletal, Pekerja Buruh.Bangunan ABSTRACT Musculoskeletal disorders (MSDs) are disorders of the skeletal muscles caused by the muscles receiving static loads repeatedly and continuously over a long period of time and will cause complaintsm in the joints, ligaments and tendons. The aim of this research is to determine the relationship between physical activity and Musculoskeletal complaints among construction workers in Lansot Village, Tareran District, using total sampling techniques, 38 people were sampled using a Cross Sectional approach. Primary data was obtained using the International Physical Activity Questionnaire (IPAQ) for physical activity and the Nordic Body Map questionnaire for musculoskeletal complaints. The research results showed that the highest physical activity values were moderate and heavy physical activity with a percentage of 50% each using MET-minutes/week quantification, while the most common musculoskeletal complaints were moderate complaints (63.2%). The results of the bivariate test using the Spearman rank correlation test showed that the p-value showed <0.05, so it can be concluded that there is a relationship between physical activity and musculoskeletal complaints. The r value shows 0.584, where this number is a positive and high number, which means there is a close relationship between physical activity and mulsculoskeletal disorders in labor workers. From the results of the research above, it can be concluded that there is an influence between physical activity and musculoskeletal complaints in construction workers. Keywords: Physical Activity, Msculoskeletal Complaints, Construction Workers Download Full File Disini
PENGARUH PENYULUHAN KESEHATAN LINGKUNGAN TERHADAP PENCEGAHAN PENYAKIT MALARIA DI KELURAHAN PAAL DUA KECAMATAN PAAL DUA KOTA MANADO Timah, Stevanus
JURNAL ILMIAH KESEHATAN MANADO Vol. 2 No. 3 (2023): JURNAL ILMIAH KESEHATAN MANADO
Publisher : Yayasan Syalom Cipta Sumikolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64418/jikma.v2i3.91

Abstract

Indonesia merupakan daerah dengan iklim tropis yang sangat memungkinkan perkembangbiakan nyamuk baik anopeles, armigeres, Aedes Aegyti dan aedes albopiktus serta spesies nyamuk lainnya. Faktor – faktor yang mempengaruhi meningkatnya penakit malaria disebakan karena faktor kesehatan lingkungan yang kurang baik antara lain : Pembuangan sampah disembarangan tempat, Pembangunan yang tidak berwawasan lingkungan, Kelembabapan yang tinggi, Curah hujan, Drainase yang kurang baik dan lain- lain. Tujuan penelitian diketahui hubungan Prilaku Masyarakat dengan Pencegahan Penyakit Malaria di wilayah kelurahan Paal Dua Kota Manado. Adapun sasaran dalam pengabdian ini adalah seluruh masyarakat yang ada di Kelurahan Paal Dua Kecamatan Paal Dua Kota Manado. Dari hasil pengabdian pada masyarakat diketahui bahwa ada hubungan bermakna antara pengetahuan dengan pencegahan penyakuit malaria, terdapat hubungan bermakna antara sikap dengan Pencegahan Penyakit Malaria. Kata Sandi: Penyakit Malaria, Kesehatan Lingkungan, Insiden Kasus. ABSTRACT Indonesia is an area with a tropical climate which allows the breeding of mosquitoes such as Anopheles, Armigeres, Aedes Aegyti and Aedes albopictus as well as other mosquito species. Factors that influence the increase in malaria cases are caused by poor environmental health factors, including: Throwing rubbish in random places, development that is not environmentally friendly, high humidity, rainfall, poor drainage and so on. The aim of the research is to determine the relationship between community behavior and malaria prevention in the Paal Dua sub-district area, Manado City. The targets for this service are the entire community in Paal Dua Village, Paal Dua District, Manado City. From the results of community service, it is known that there is a significant relationship between knowledge and prevention of malaria, there is a significant relationship between attitude and prevention of malaria Keyword: Malaria, Environmental Health, Case Incident Download Full File Disini
PENGARUH PENYULUHAN KESEHATAN LINGKUNGAN TERHADAP PENCEGAHAN DIARE DI KELURAHAN PAAL DUA KOTA MANADO Timah, Stevanus
JURNAL ILMIAH KESEHATAN MANADO Vol. 2 No. 3 (2023): JURNAL ILMIAH KESEHATAN MANADO
Publisher : Yayasan Syalom Cipta Sumikolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64418/jikma.v2i3.92

Abstract

Diare adalah pengeluaran feses yang tidak normal dalam bentuk cair.Bisa juga didefinisikan sebagai buang air besar dengan frekuensi lebih banyak dari biasanya, Menurut WHO virus yang paling banyak menimbulkan diare adalah rotavirus. Rotavirus turut berkontribusi sebesar 15-25 % pada anak usia 6-24 bulan. Di negara berkembang anak-anak balita mengalami rata-rata 3-4 kali kejadian diare per tahun, Adapun sasaran dalam pengabdian pada masyarakat diketahui bahwa ada pengaruh antara pengetahuan masyarakat dengan kejadian diare di Kelurahan Paal Dua Kota Manado. Kata Kunci: Diare, Kesehatan Lingkungan, Insident Kasus Tinggi ABSTRACT Diarrhea is the abnormal excretion of feces in liquid form. It can also be defined as defecation with greater frequency than usual. According to WHO, the virus that causes diarrhea the most is rotavirus. Rotavirus also contributes 15-25% in children aged 6-24 months. In developing countries, children under five experience an average of 3-4 episodes of diarrhea per year. As for the target of community service, it is known that there is an influence between community knowledge and the incidence of diarrhea in Paal Dua Village, Manado City. Keywords: Diarrhea, Environmental Health, High Case Incidence Download Full File Disini
PENGARUH PENYULUHAN HUKUM TERHADAP KEAMANAN PANGAN DI KELURAHAN PAAL DUA KOTA MANADO Timah, Christovel J.
JURNAL ILMIAH KESEHATAN MANADO Vol. 2 No. 3 (2023): JURNAL ILMIAH KESEHATAN MANADO
Publisher : Yayasan Syalom Cipta Sumikolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64418/jikma.v2i3.93

Abstract

Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan menyatakan bahwa Pasal 1a pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang paling utama dan pemenuhannya merupakan bagian dari hak asasi manusia yang dijamin di dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai komponen dasar untuk mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas, Hak atas produk pangan yang aman, bermutu, bergizi dan tersedia cukup setiap waktu menimbulkan kewajiban pada negara untuk melindungi warga negaranya Perlindungan konsumen pangan khususnya makanan dan minuman merupakan kepentingan masyarakat, Adapun sasaran dalam pengabdian pada masyarakat diketahui bahwa ada pengaruh antara pengetahuan masyarakat dengan keamanan pangan yang dikomsumsi masyarakat di Kelurahan Paal Dua Kota Manado. Kata Kunci : Undang-Undang, Keamanan Pangan, Kota Manado ABSTRACT Law Number 18 of 2012 concerning Food states that Article 1a food is the most important basic human need and its fulfillment is part of human rights guaranteed in the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia as a basic component for realizing human resources. quality, The right to food products that are safe, high quality, nutritious and sufficiently available at all times creates an obligation on the state to protect its citizens. Protection of food consumers, especially food and drink, is in the interests of society. As for the targets in community service, it is known that there is an influence between public knowledge with the safety of food consumed by the community in Paal Dua Village, Manado City. Keywords: Law, Food Safety, Manado CityDownload Full File Disini
PENGARUH PENYULUHAN PAJAK TERHADAP KEPATUHAN PEMBAYARAN PAJAK MASYARAKAT DI KELURAHAN PAAL DUA KOTA MANADO Timah, Christovel J.
JURNAL ILMIAH KESEHATAN MANADO Vol. 2 No. 3 (2023): JURNAL ILMIAH KESEHATAN MANADO
Publisher : Yayasan Syalom Cipta Sumikolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64418/jikma.v2i3.94

Abstract

Kepatuhan wajib pajak khususnya PBB diperlukan adanya penyuluhan pajak kepada msyarakat dalam rangka menciptakan dan menigkatkan kepatuhan wajib pajak, maksud dari diberikannya penyuluhan yaitu untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat yang tujuan akhirnya sampai kepada sebuah perubahan sikap. Mengenai pedoman penyuluhan perpajakan menurut Peraturan Dirjen Pajak Nomor PER-03/PJ/2013 Pasal 1 ayat (1) adalah sebagai berikut: “Penyuluhan Perpajakan merupakan suatu upaya dari pemerintah dalam meningkatkan kepatuhan pajak dengan cara membrikan informasi perpajakan kepada masyarrakat, pemerintah maupun non-pemerintah”., Adapun sasaran dalam pengabdian pada masyarakat diketahui bahwa ada pengaruh antara pengetahuan masyarakat dengan kepatuhan masyarakat dalam pembayaran pajak Bumi dan Bangunan di Kelurahan Paal Dua Kota Manado. Kata Kunci : Pajak Masyarakat, Pembayaran Pajak, Kota Manado ABSTRACT Taxpayer compliance, especially PBB, requires tax education to the community in order to create and increase taxpayer compliance. The purpose of providing counseling is to provide explanations to the community with the ultimate goal of achieving a change in attitude. Regarding the guidelines for tax counseling according to the Director General of Taxes Regulation Number PER-03/PJ/2013 Article 1 paragraph (1) is as follows: "Tax Counseling is an effort by the government to increase tax compliance by providing tax information to the public, government and non-governmental organizations. government.", As for the targets in community service, it is known that there is an influence between community knowledge and community compliance in paying land and building taxes in Paal Dua Village, Manado City. Keywords: Community Taxes, Tax Payments, Manado CityDownload Full File Disini
HUBUNGAN STRES DENGAN SIKLUS MENSTRUASI PADA MAHASISWI YANG AKAN MENGIKUTI UJIAN SKRIPSI FAKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS PEMBANGUNAN INDONESIA MANADO Ribka Nasrani Waney, Engryne Nindi, Michelle Kairupan,
JURNAL ILMIAH KESEHATAN MANADO Vol. 3 No. 1 (2024): JURNAL ILMIAH KESEHATAN MANADO
Publisher : Yayasan Syalom Cipta Sumikolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64418/jikma.v3i1.95

Abstract

Siklus menstruasi yang teratur adalah siklus yang terjadi antara 21-35 hari, terjadi sebulan sekali dengan lama waktu menstruasi yang tidak berubah-ubah di setiap bulannya. Siklus menstruasi dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah stres. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan stres dengan siklus menstruasi pada mahasiswi yang akan mengikuti ujian skripsi fakultas keperawatan Universitas Pembangunan Indonesia Manado. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan menggunakan metode korelatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini telah dilaksanakan di Fakultas Keperawatan Universitas Pembangunan Indonesia Manado, pada bulan Oktober 2022. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling dengan sampel jumlah 44 orang. Analisis data menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan yang mengalami stres ringan berjumlah 11 orang, stres sedang berjumlah 21 orang dan stres berat berjumlah 12 orang. Yang mengalami siklus menstruasi teratur berjumlah 20 orang dan siklus menstruasi tidak teratur berjumlah 24 orang. Hasil uji Chi Square diperoleh ρ-value=0,015 < α (0,05), sehingga Ha diterima. Terdapat hubungan antara stres dengan siklus menstruasi pada mahasiswi yang akan mengikuti ujian skripsi fakultas keperawatan Universitas Pembangunan Indonesia Manado. Disarankan bagi mahasiswi dapat berpikir kearah yang lebih positif lagi sehingga stres yang dirasakan dapat berkurang. Kata kunci: Stres; Siklus Menstruasi; Mahasiswi. ABSTRACT A regular menstrual cycle is a cycle that occurs between 21-35 days and occurs once a month. The menstrual cycle is influenced by several factors, one of which is stress. The purpose of this research is to identify the relationship between stress with the menstrual cycle in college students who will take the thesis examination of the faculty of nursing at the Development University of Indonesia Manado. This research is quantitative by using correlative method with cross sectional approach. This study has been implemented at the faculty of nursing the Development University of Indonesia Manado, in October 2022. Sampling technique used is total sampling with sample of 44 people. Statistical test using Chi Square test. The result of the study showed that there were 11 people who experienced low stress, 21 people who experienced moderate stress and 12 people who experienced high perceived stress. There are 20 peple who experienced regular menstrual cycle dan 24 people whi wxperienced irregular menstrual cycle. The result of the Chi Square test were obtainted ρ-value=0,015 < α (0,05), which means Ha accepted. There is a relationship between stress and menstrual cycle to college students who will take the thesis examination of the faculty of nursing at the Development University of Indonesia Manado. The suggestions to college students to think towards a more positive for stress to be reduce. Keywords: Stress; Menstrual Cycle; College StudentDownload Full Artikel Disini
HUBUNGAN STIGMA DIRI DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN SKIZOFRENIA DI POLIKLINIK RUMAH SAKIT JIWA PROF. DR. RATUMBUYSANG MANADO Rifandi R L Assa, Verra Karame,
JURNAL ILMIAH KESEHATAN MANADO Vol. 3 No. 1 (2024): JURNAL ILMIAH KESEHATAN MANADO
Publisher : Yayasan Syalom Cipta Sumikolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64418/jikma.v3i1.96

Abstract

Skizofrenia adalah gangguan jiwa/gangguan otak kronis yang mempengaruhi individu sepanjang kehidupannya yang ditandai dengan penurunan kemampuan berkomunikasi, gangguan realitas (halusinasi danwaham), afek tidak wajar, gangguan kognitif (tidak mampu berpikir abstrak dan mengalami kesulitan dalam melakukan aktifitas sehari-hari. Kualitas hidup pasien Skizofrenia erat kaitannya dengan disabilitas yang dialaminya berupa perubahan kognitif dan persepsi dalam menjalani kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kualitas hidup pasien skizofrenia melalui stigma diri di Poliklinik Rumah Sakit Jiwa Prof. DR. Ratumbuysang Manado. Desain penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan desain cross- sectional study yaitu jenis penelitian yang menekankan waktu pengukuran atau observasi data variabel independen (Stigma Diri) dan variabel dependen (Kualitas Hidup Pasien Skizofrenia) dilakukan pada kurun waktu yang sama. Jumlah populasi adalah 40 orang dan sampel menggunakan teknik total sampling yaitu berjumlah 40 sampel. Hasil dari penelitian adalah ada hubungan antara stigma diri dengan kualitas hidup pasien Skizofrenia dengan nilai p-value 0,040 < 0,05. Level stigma diri termasuk ke dalam klasifikasi stigma tinggi dan klasifikasi kualitas hidup yang rendah. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara stigma diri dengan kualitas hidup pasien skizofrenia di Poliklinik Rumah Sakit Jiwa Prof. DR. Ratumbuysang Manado, sehingga disarankan bagi petugas kesehatan untuk dapat memberikan intervensi keperawatan yang berorientasi pada pasien skizofrenia sebagai upaya pencegahan stigma negatif dan peningkatan kualitas hidup. Kata kunci : Stigma Diri, Kualitas Hidup, Skizofrenia   ABSTRACT Schizophrenia is a mental disorder/chronic brain disorder that affects individuals throughout their lives which is characterized by decreased ability to communicate, reality disturbances (hallucinations and delusions), abnormal affect, cognitive disorders (inability to think abstractly and experience difficulties in carrying out daily activities. Quality The life of schizophrenic patients is closely related to the disabilities they experience in the form of cognitive changes and perceptions in living life. This study aims to identify the quality of life of schizophrenic patients through self-stigma at the Polyclinic of the Prof. Mental Hospital. Dr. Ratumbuysang Manado. The design of this research is a descriptive analytic with a cross-sectional study design, namely a type of research that emphasizes the time of measurement or observation of independent variable data (Self Stigma) and the dependent variable (Quality of Life of Schizophrenia Patients) conducted at the same time. The total population is 40 people and the sample uses the total sampling technique, which is 40 samples. The results of the study showed that there was a relationship between self- stigma and the quality of life of schizophrenic patients with a p-value of 0.040 <0.05. The level of self-stigma is included in the high stigma classification and the low quality of life classification.The conclusion of this study is that there is a significant relationship between self-stigma and the quality of life of schizophrenic patients at the Polyclinic of the Prof. Mental Hospital. Dr. Ratumbuysang Manado, so it is suggested for health workers to be able to provide nursing interventions that are oriented towards schizophrenic patients as an effort to prevent negative stigma and improve quality of life. Keywords: Self Stigma, Quality of Life, Schizophrenia   Full Download Disini

Page 6 of 18 | Total Record : 176