cover
Contact Name
-
Contact Email
info@jpkp.kemendikdasmen.go.id
Phone
+62215713827
Journal Mail Official
info@jpkp.kemendikdasmen.go.id
Editorial Address
Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan, BSKAP, Kemendikdasmen Building E Floor 19, Jenderal Sudirman -- Senayan Street, Jakarta 10270
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan
Published by Kemendikdasmen
ISSN : 02162792     EISSN : 2654427X     DOI : https://doi.org/10.24832/jpkp
Core Subject : Education,
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan is a peer-reviewed journal that publishes research and analysis-based articles on education policy. The journal publishes a range of education policy topics such as education management, educational evaluation and assessment, curriculum, education technology, and educational innovations.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 16 No 1 (2023)" : 7 Documents clear
EVALUASI PROGRAM BANTUANPENGUATAN BUDAYA KERJA SMKDI JAWA TENGAH Rahmatullah, Noris
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol 16 No 1 (2023)
Publisher : Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan, BSKAP, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v16i1.620

Abstract

Program Bantuan Pemerintah Fasilitasi Sekolah yang Mendapatkan Penguatan Budaya Kerja dilaksanakan pada tahun 2020 kepada 170 SMK di seluruh Indonesia. Program ini bertujuan membantu SMK memperkuat budaya kerja melalui pelibatan dunia kerja yang sesuai dengan kompetensi keahlian di SMK. Penelitian ini bertujuan untuk melihat ketercapaian tujuan program. Penelitian evaluasi ini menggunakan model evaluasi Goal Oriented yang dikenalkan oleh Tyler. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dokumentasi. Responden yang dijadikan sumber data adalah kepala sekolah atau pengelola program bantuan di SMK. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif yang menjabarkan data-data dalam bentuk persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerima bantuan termotivasi untuk menyusun dan menjalankan program. Peserta didik dari sekolah penerima bantuan termotivasi dan antusias dalam mengikuti program. Pembentukan generasi muda tangguh terlihat dari penerapan budaya kerja kepada seluruh warga sekolah yang didukung oleh orang tua peserta didik. Dapat disimpulkan bahwa program bantuan penguatan budaya kerja tahun 2020 di Provinsi Jawa Tengah berjalan dengan baik. Tujuan program telah terlaksana dengan baik. Seluruh sekolah penerima bantuan melaksanakan program dan mengimplementasikan budaya kerja di sekolah. Sekolah melibatkan dunia kerja dalam merancang dan melaksanakan program budaya kerja.
THE TAKSONOMI PEMBELAJARAN MERDEKAMENURUT MOHAMMAD SJAFEI: MERDEKA OTAK, HATI, DAN TANGAN Afdhal; Ramdhan, Rizki Muhammad
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol 16 No 1 (2023)
Publisher : Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan, BSKAP, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v16i1.697

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melanjutkan penelitian tentang perspektif Moh. Sjafei dalam konsep pendidikan yang bertujuan membangun jiwa merdeka di Ruang Pendidik INS Kayutanam. Konsep pendidikan merdeka diaktualisasikan dalam taksonomi pembelajaran merdeka dan aliran filsafat pendidikannya. Istilah taksonomi pembelajaran itu sendiri lebih populer digunakan oleh Bloom sejak tahun 1956. Namun, jauh sebelum itu, sejak tahun 1926, praktik dan konsepnya telah dikenalkan oleh Moh. Sjafei melalui ruang pendidikan INS Kayutanam. Metode penelitian yang digunakan dalam kajian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi pustaka. Penelitian ini menemukan bahwa terdapat tiga dimensi taksonomi pembelajaran Moh. Sjafei, yaitu dimensi otak, hati, dan tangan. Dimensi otak memiliki beberapa tingkatan, yaitu mulai dari inzicht (memberikan pemahaman), habits (pembiasaan), inovasi, dan produsir (mencipta). Sedangkan dimensi hati melingkupi kesenian, keagamaan, dan kemasyarakatan. Selanjutnya, dimensi tangan melingkupi pembelajaran keterampilan yang dapat memerdekakan jiwa siswa. Ketiga bagian ini harus seimbang dan diterapkan dalam proses pembelajaran. Sedangkan filsafat pendidikan sebagai dasar dari konsep taksonomi Sjafei adalah filsafat pragmatisme.
THE RELATIONSHIP BETWEEN STUDENTS' INTERNAL AND EXTERNAL FACTORS AND THEIR ACADEMIC ACHIEVEMENT Siswantoro
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol 16 No 1 (2023)
Publisher : Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan, BSKAP, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v16i1.698

Abstract

This research aims to determine the relationship between students’ internal and external factors,  such as student background, school characteristics, teacher factors, and internet use and the  academic achievement of high school students majoring in science and social studies in Indonesia.  Employing a quantitative approach, the research utilizes panel data from all 34 provinces in  Indonesia over a span of 3 years, from 2017 to 2019. The data sources used are from the Ministry of  Education, Culture, Research, and Technology and the Central Bureau of Statistics. The data is  analyzed using random effect model through linear regression analysis of panel data. The results  show that student background factors, such as student participation and scholarship have a positive  and significant relationship with academic achievement. Additionally, school characteristic  factors, specifically, being a private school and the use of the Internet have been shown to have a  positive and significant relationship with academic achievement. However, the variables related to  teacher factors, specifically qualifications and certification do not have any significant relationship with students’ academic achievement.
Dilema Implementasi Kurikulum Merdeka: Menyasar Pembelajaran atau Karakter? Nihayah, Risa Wardatun; Dina, Wahyu Farrah; Wijayanti, Dyana; Asyah, Annabel Noor
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol 16 No 1 (2023)
Publisher : Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan, BSKAP, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v16i1.768

Abstract

This research seeks to understand how a curriculum reform that emphasizes studentcentered learning influences classroom instruction. The new curriculum is designed by the government of Indonesia to grant autonomy to teachers in re-emphasizing learning according to the student’s needs and local context. Previous studies suggest that teacher autonomy in elaborating curricula and pedagogy is associated with student’s engagement and improvement in learning outcomes. Given the low autonomy of teachers in Indonesia, their responses can inform how we should formulate effective reforms. This research used a case study to investigate how curriculum reform is perceived by middle school teachers and how they translate it into classroom instruction. The data was collected through classroom observations and complemented by semi-structured phone interviews with 20 Math teachers in Jakarta and Central Java from November 2022 to February 2023. To avoid incongruous instruction, this research informs that countries with a long history of low teacher autonomy like Indonesia should not promote a grand education reform design without clear guidelines and adequate support. The reformers need to touch upon teacher’s beliefs about curriculum completion and didactic pedagogy before expecting them to change their teaching practices into active learning and exercise their authority in independently developing curricula.
TINJAUAN FILOSOFIS TERHADAP MAGANG DALAM KEBIJAKAN MERDEKA BELAJAR KAMPUS MERDEKA DI PERGURUAN TINGGI X Haida, Sausan Khairunnisa; Rifameutia, Tjut
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol 16 No 1 (2023)
Publisher : Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan, BSKAP, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v16i1.779

Abstract

Pendidikan di Indonesia mengalami transformasi melalui konsep Merdeka Belajar. Pada tingkat perguruan tinggi, konsep tersebut melahirkan program Kampus Merdeka yang bertujuan memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar di luar program studinya. Sebagai salah satu program belajar yang telah umum diselenggarakan oleh perguruan tinggi di Indonesia, magang atau praktik kerja dalam kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka mengalami perubahan signifikan pada jumlah satuan kredit semester. Transisi pemaknaan satuan kredit semester dari jam belajar menjadi jam kegiatan mengharuskan kampus melakukan penyesuaian agar capaian pembelajaran mahasiswa tetap terpenuhi. Melalui penelitian ini, kesesuaian antara konsep yang diusung pemerintah dengan implementasi program magang akan ditinjau berdasarkan kerangka filosofis kurikulum pendidikan dari lima aspek, yakni keseimbangan, kedalaman dan keluasan, keutuhan, keberlanjutan, serta progresivitas dalam proses belajar peserta didik. Data yang digunakan untuk mengevaluasi pelaksanaan Merdeka Belajar Kampus Merdeka pada kasus ini didapatkan melalui eksplorasi data sekunder dan wawancara dengan mahasiswa serta dosen Perguruan Tinggi X, sebuah perguruan tinggi negeri di Jawa Barat. Studi kualitatif ini menggunakan pendekatan deskriptif dalam bentuk naratif. Hasil penelitian menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara implementasi kebijakan dengan filosofi kurikulum dari segi keseimbangan. Namun, pihak dosen mampu melakukan adaptasi untuk memenuhi kesesuaian bobot satuan kredit semester dengan kompetensi yang seharusnya dimilikimahasiswa.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL PADA PERKULIAHAN BERBASIS PRAKTIK Hidayah, Febrianti Nurul
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol 16 No 1 (2023)
Publisher : Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan, BSKAP, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v16i1.783

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hasil pembelajaran dan kepuasan terhadap proses pembelajaran sebagai hasil dari penerapan pembelajaran kontekstual (contextual teaching and learning—CTL) melalui praktik dan kerja sama dengan praktisi. Studi kasus dilakukan pada mata kuliah Pembuatan Pola dan Pemotongan Kain di Program Studi Rekayasa Tekstil, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia. Penelitian ini dilakukan melalui penelitian tindakan kelas dan penelitian kuantitatif dengan survei, yang melibatkan 23 mahasiswa serta kolaborasi dengan satu praktisi utama dan dua asisten. Ditemukan bahwa dengan menggunakan CTL, hasil belajar meningkat dari siklus satu ke siklus dua periode pembelajaran. Para mahasiswa juga memberikan umpan balik bahwa pemahaman dan keterampilan praktis mereka meningkat setelah belajar dan berlatih selama dua siklus tersebut. Mereka juga menyatakan puas dengan proses pembelajaran, yang memadukan pembelajaran kontekstual dan kehadiran praktisi selama seluruh proses perkuliahan. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan perguruan tinggi di Indonesia khususnya program studi yang berbasis praktik untuk menerapkan program Praktisi Mengajar secara periodik dengan mengaplikasikan pembelajaran kontekstual.
EDITORIAL DAN DAFTAR ISI JPKP, VOL. 16, NO. 1 TAHUN 2023 JPKP
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol 16 No 1 (2023)
Publisher : Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan, BSKAP, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v16i1.827

Abstract

Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Volume 16 No. 1 Tahun 2023 terbit pada November 2023, terlambat tiga bulan dari seharusnya karena proses upgrading dan perbaikan OJS setelah mendapat serangan siber pada Agustus 2023. Edisi ini berisikan 6 (enam) artikel dengan topik beragam di bidang pendidikan. Enam topik bahasan tersebut yaitu: 1) “Evaluasi Program Bantuan Penguatan Budaya Kerja SMK di Jawa Tengah”; 2) “Taksonomi Pembelajaran Merdeka Menurut Mohammad Sjafei: Merdeka Otak, Hati, dan Tangan”; 3) “The Relationship Between Students’ Internal and External Factors and Their Academic Achievement”; 4) “Implementasi Pembelajaran Kontekstual pada Perkuliahan Berbasis Praktik”; 5) “How Does Granting Teacher Autonomy Influence Classroom Instruction? Lessons From Indonesia’s Curriculum Reform Implementation; dan 6) “Tinjauan Filosofis terhadap Magang dalam Kebijakan Merdeka Belajar – Kampus Merdeka di Perguruan Tinggi X”. Semoga Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Volume 16 No. 1 Tahun 2023 ini dapat menjadi referensi dan rujukan yang berguna bagi para akademisi, praktisi, pemerhati, serta pengambil kebijakan di bidang pendidikan.

Page 1 of 1 | Total Record : 7