cover
Contact Name
Hoirul Anam
Contact Email
hoirulanama96@gmail.com
Phone
+6287848003826
Journal Mail Official
hoirulanama96@gmail.com
Editorial Address
Dusun Kara Laok desa: Kara kecamatan Torjun kabupaten Sampang provinsi Jawa Timur
Location
Kab. kulon progo,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Al-Iqtisodiyah : Jurnal Ilmu Ekonomi dan Ekonomi Islam
ISSN : -     EISSN : 3090730     DOI : -
FOCUS Al-Iqtisodiyah: Journal of Islamic Economics and Economics provides scientific articles developed through the publication of articles, original research reports, reviews, and scientific commentaries in Economics SCOPE Al-Iqtisodiyah: Journal of Islamic Economics and Economics includes research papers from researchers, academics, and practitioners. Specifically, papers discussing the following general topics are invited 1. Principles of Islamic Economics 2. Islamic Finance 3. Micro and Macro Sharia Economics 4. Sharia-Based Development Economics 5. Sharia Economic Law 6. Business Ethics from an Islamic Perspective 7. Economics
Articles 37 Documents
Relevansi Pemikiran Ekonomi Islam di Indonesia Menurut Imam Al- Maqrizi di Era Kontemporer Faradila Az Zahra; Lina Marlina Susana
Al-Iqtisodiyah : Jurnal Ilmu Ekonomi dan Ekonomi Islam Vol. 2 No. 1 (2026): Ilmu Ekonomi dan Ekonomi Islam
Publisher : Al-Iqtisodiyah : Jurnal Ilmu Ekonomi dan Ekonomi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Classical Islamic economic thought has made significant contributions to addressing modern economic issues, one of which is the ideas of Imam Al-Maqrizi, who is known for his criticism of unfair economic practices. This study aims to examine the relevance of Imam Al-Maqrizi's Islamic economic thought in the contemporary Indonesian context. The focus of the study is his views on inflation, economic crises, monetary instability, wealth hoarding, and the role of the state in maintaining economic justice and social welfare. This study uses a library research method with a qualitative-descriptive approach, through an analysis of Al-Maqrizi's works and contemporary Islamic economic literature relevant to the Indonesian economy. The results indicate that Al-Maqrizi's thought has strong relevance to current Indonesian economic problems, such as inflation due to unstable monetary policy, speculative practices, unequal distribution of wealth, and weak state oversight of the market. The Islamic economic values ​​proposed by Al-Maqrizi, such as justice, welfare, moral control of economic actors, and state responsibility, can serve as a normative and practical basis for formulating contextual Islamic economic policies. Thus, Imam Al-Maqrizi's Islamic economic thought is not only historical but also relevant and applicable in strengthening Indonesia's economic system, which is just and oriented towards the welfare of the people in the contemporary era. Abstrak Pemikiran ekonomi Islam klasik memiliki kontribusi penting dalam merespons persoalan ekonomi modern, salah satunya melalui gagasan Imam Al-Maqrizi yang dikenal kritis terhadap praktik ekonomi yang tidak berkeadilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji relevansi pemikiran ekonomi Islam Imam Al-Maqrizi dalam konteks Indonesia di era kontemporer. Fokus kajian diarahkan pada pandangannya mengenai inflasi, krisis ekonomi, ketidakstabilan moneter, penimbunan harta, serta peran negara dalam menjaga keadilan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif-deskriptif, melalui analisis terhadap karya-karya Al-Maqrizi dan literatur ekonomi Islam kontemporer yang relevan dengan kondisi perekonomian Indonesia. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemikiran Al-Maqrizi memiliki relevansi yang kuat dengan problem ekonomi Indonesia saat ini, seperti inflasi akibat kebijakan moneter yang tidak stabil, praktik spekulasi, distribusi kekayaan yang timpang, serta lemahnya pengawasan negara terhadap pasar. Nilai-nilai ekonomi Islam yang ditawarkan Al-Maqrizi, seperti keadilan, kemaslahatan, pengendalian moral pelaku ekonomi, dan tanggung jawab negara, dapat dijadikan landasan normatif dan praktis dalam merumuskan kebijakan ekonomi Islam yang kontekstual. Dengan demikian, pemikiran ekonomi Islam Imam Al-Maqrizi tidak hanya bersifat historis, tetapi juga aktual dan aplikatif dalam memperkuat sistem ekonomi Indonesia yang berkeadilan dan berorientasi pada kesejahteraan umat di era kontemporer.
Pemikiran Yahya Bin Adam Terhadap Keuangan Publik Dan Perpajakan Di Era Modern Rani; Lina Marlina Susana
Al-Iqtisodiyah : Jurnal Ilmu Ekonomi dan Ekonomi Islam Vol. 2 No. 1 (2026): Ilmu Ekonomi dan Ekonomi Islam
Publisher : Al-Iqtisodiyah : Jurnal Ilmu Ekonomi dan Ekonomi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Yahya ibn Adam's thoughts on public finance and taxation constitute a crucial part of classical Islamic economic thought, strongly relevant to the fiscal challenges of the modern era. In his work, Kitāb al-Kharāj, Yahya ibn Adam emphasized that state financial management must be based on the principles of justice, trustworthiness, and public welfare. Taxes, kharaj, and various forms of state levies are understood not merely as sources of revenue, but as moral instruments for maintaining a balance between the rights of the state and the welfare of the people. This study aims to examine Yahya ibn Adam's concepts of public finance and taxation and analyze their relevance in the context of the modern fiscal system. The research method used is a literature review with a descriptive-analytical approach, through a review of primary and secondary sources related to classical Islamic economic thought and contemporary fiscal policy. The results of the study indicate that Yahya ibn Adam emphasized the prohibition of oppressive taxation, the importance of transparency in state financial management, and the responsibility of the ruler to distribute wealth fairly. These principles align with modern financial governance concepts such as accountability, social justice, and protection of the vulnerable. Thus, Yahya bin Adam's thoughts are not only of historical value but can also serve as an ethical and normative framework for formulating equitable, sustainable, and welfare-oriented public finance and tax policies in the modern era. Abstrak Pemikiran Yahya bin Adam tentang keuangan publik dan perpajakan merupakan bagian penting dari khazanah pemikiran ekonomi Islam klasik yang memiliki relevansi kuat dengan tantangan fiskal di era modern. Melalui karyanya Kitāb al-Kharāj, Yahya bin Adam menegaskan bahwa pengelolaan keuangan negara harus berlandaskan pada prinsip keadilan, amanah, dan kemaslahatan umum. Pajak, kharaj, dan berbagai bentuk pungutan negara dipahami bukan semata-mata sebagai sumber pendapatan, melainkan sebagai instrumen moral untuk menjaga keseimbangan antara hak negara dan kesejahteraan rakyat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep keuangan publik dan perpajakan menurut Yahya bin Adam serta menganalisis relevansinya dalam konteks sistem fiskal modern. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan deskriptif-analitis, melalui penelaahan sumber-sumber primer dan sekunder yang berkaitan dengan pemikiran ekonomi Islam klasik dan kebijakan fiskal kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa Yahya bin Adam menekankan larangan pemungutan pajak yang bersifat zalim, pentingnya transparansi pengelolaan keuangan negara, serta tanggung jawab penguasa dalam mendistribusikan kekayaan secara adil. Prinsip-prinsip tersebut memiliki kesesuaian dengan konsep tata kelola keuangan modern seperti akuntabilitas, keadilan sosial, dan perlindungan terhadap kelompok lemah. Dengan demikian, pemikiran Yahya bin Adam tidak hanya bernilai historis, tetapi juga dapat dijadikan kerangka etis dan normatif dalam merumuskan kebijakan keuangan publik dan perpajakan yang berkeadilan, berkelanjutan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat di era modern.
Pengaruh Dana Transfer Perekonomian Dan Kapabilitas Dalam Pembangunan Desa Provinsi Maluku Utara Adhitya Kukuh Pradhana
Al-Iqtisodiyah : Jurnal Ilmu Ekonomi dan Ekonomi Islam Vol. 2 No. 1 (2026): Ilmu Ekonomi dan Ekonomi Islam
Publisher : Al-Iqtisodiyah : Jurnal Ilmu Ekonomi dan Ekonomi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study analyzes the influence of fiscal transfers, regional economic conditions, and human capability factors on the Number of Developing Villages (NDV) across nine cities/regencies in North Maluku Province during 2020–2024. Panel data regression identifies the Random Effect Model (REM) as the most appropriate specification based on the Chow, Hausman, and Lagrange Multiplier tests. The results indicate that Village Fund realization (VF), Gross Regional Domestic Product (GRDP), and Life Expectancy (LE) have positive and significant associations with NDV, while Poverty (POV) and Mean Years of Schooling (MYS) exhibit significant negative effects. Own-Source Revenue (OSR) shows no significant influence. Jointly, all explanatory variables significantly affect NDV, with the model accounting for 78.52% of its variation (Adjusted R²). The findings underscore the strong contribution of Village Funds, yet also highlight how the province’s extractive economic structure limits inclusive growth and how persistent poverty remains a structural constraint. Strengthening human capabilities, improving village governance, and diversifying the regional economic base are identified as strategic priorities moving forward. Abstrak Penelitian ini mengkaji pengaruh Dana Transfer, kondisi perekonomian daerah, dan kapabilitas manusia terhadap peningkatan Jumlah Desa Kategori Berkembang (NDV) di 9 Kabupaten/Kota Provinsi Maluku Utara selama 2020–2024. Menggunakan regresi data panel, Random Effect Model (REM) teridentifikasi sebagai spesifikasi terbaik berdasarkan Uji Chow, Hausman, dan Lagrange Multiplier. Hasil uji parsial menunjukkan bahwa Realisasi Dana Desa (VF), Produk Domestik Regional Bruto (GRDP), dan Angka Harapan Hidup (LE) berhubungan positif dan signifikan dengan NDV. Sebaliknya, tingkat Kemiskinan (POV) dan Rata-rata Lama Sekolah (MYS) menunjukkan hubungan negatif dan signifikan, sementara Pendapatan Asli Daerah (OSR) tidak terbukti signifikan. Secara simultan, seluruh variabel independen berpengaruh signifikan, dengan model mampu menjelaskan 78,52% variasi NDV (Adjusted R²). Temuan ini mengindikasikan bahwa Dana Desa merupakan faktor pendorong yang kuat, walaupun struktur ekonomi Provinsi Maluku Utara berbasis sektor ekstraktif yang menimbulkan pertumbuhan kurang inklusif. Selain itu kemiskinan tetap menjadi hambatan utama. Penguatan kapabilitas dan tata kelola desa, serta diversifikasi sektor ekonomi menjadi langkah strategis Provinsi Maluku Utara ke depan.
Analisis Potensi Dan Peluang Industri Halal Presidensi G-20 Terhadap Peningkatan  Awareness Ekonomi Dan Keuangan Syariah Indonesia Zaiful Anas; M. Asri Setiawan
Al-Iqtisodiyah : Jurnal Ilmu Ekonomi dan Ekonomi Islam Vol. 2 No. 1 (2026): Ilmu Ekonomi dan Ekonomi Islam
Publisher : Al-Iqtisodiyah : Jurnal Ilmu Ekonomi dan Ekonomi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk menjelaskan Potensi dan Peluang konferensi G 20 di Indonesia dan positioning Industri Halal di Indonesia terhadap peningkatan kesadaran ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia. Kajian ini juga mengidentifikasi potensi dan peluang industri halal dalam perkembangannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif-kualitatif dengan pendekatan Content Analysis. Penelitian kepustakaan merupakan jenis penelitian yang menggunakan data sekunder yang diperoleh dari hasil penelitian, buku, jurnal, artikel yang berhubungan dengan topik penelitian. Sedangkan untuk menganalisis data menggunakan teknik analisis isi, yaitu suatu metode yang digunakan untuk menemukan suatu kesimpulan dari suatu teks. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis kualitatif melalui reduksi data, kategorisasi dan verifikasi. Kajian ini menemukan bahwa Indonesia memiliki potensi untuk mengembangkan Industri Halal di berbagai sektor, terutama mengenai makanan halal, pariwisata halal, kosmetik halal, fashion halal, dan keuangan halal. Perkembangan Industri Halal juga berpotensi meningkatkan pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia, apalagi mengingat posisinya sebagai salah satu negara yang memiliki potensi industri halal yang besar di dunia. Abstract This study aims to explain the Potential and Opportunities of the G 20 conference in Indonesia and the positioning of the Halal Industry in Indonesia towards increasing awareness of the Islamic economy and finance in Indonesia. This study also identifies the potential and opportunities of the halal industry in its development. The method used in this research is descriptive-qualitative method with Content Analysis approach. Library research is a type of research that uses secondary data obtained from research results, books, journals, articles related to the research topic. Meanwhile, to analyze the data using content analysis technique, which is a method used to find out a conclusion from a text. The data obtained were analyzed using qualitative analysis through data reduction, categorization and verification. This study finds that Indonesia has the potential to develop the Halal Industry in various sectors, especially regarding halal food, halal tourism, halal cosmetics, halal fashion, and halal finance. The development of the Halal Industry also has the potential to increase Sharia economic growth in Indonesia, especially considering its position as one of the countries that has great potential for the halal industry in the world
PEMIKIRAN EKONOMI ISLAM IBNU KHALDUN DAN RELEVANSI KONSEP AL-MUQADDIMAH BAGI ANALISIS KONTEMPORER Khaulah Azizah; Lina Marlina Susana
Al-Iqtisodiyah : Jurnal Ilmu Ekonomi dan Ekonomi Islam Vol. 2 No. 1 (2026): Ilmu Ekonomi dan Ekonomi Islam
Publisher : Al-Iqtisodiyah : Jurnal Ilmu Ekonomi dan Ekonomi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This journal aims to explore in detail the contributions of Ibn Khaldun, a 14th-century Islamic scholar and polymath, to economics, particularly Islamic economics. Through his renowned work, the Muqaddimah, Ibn Khaldun established a foundation for economic theory far ahead of its time, including ideas on the value of labor, the functioning of markets, cultural cycles related to the economy, taxes, and the function of government. The findings of this study demonstrate that Ibn Khaldun’s thought not only has a historical-normative dimension but is also highly relevant to addressing current economic issues such as social injustice, budgetary policy, and sustainable economic growth.  
Relasi Nilai Budaya Dan Kepercayaan Terhadap Minat Masyarakat Pada Bank Syariah Ismawati; Muh. Suherman K; Siti Radiatul Az-Zahra
Al-Iqtisodiyah : Jurnal Ilmu Ekonomi dan Ekonomi Islam Vol. 2 No. 2 (2026): Ilmu Ekonomi dan Ekonomi Islam
Publisher : Al-Iqtisodiyah : Jurnal Ilmu Ekonomi dan Ekonomi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Islamic banking sector in Indonesia is a vital part of the country's growing financial system. As the country with the largest Muslim population, Indonesia has vast market potential. However, public participation is still below par compared to conventional banks. This gap suggests deeper factors beyond the technical side that influence public perception, particularly the strong influence of cultural values ​​and belief systems in daily life. Indonesians tend to base their decisions on traditions, social customs, and religious principles. In this context, Islamic banks are seen not only as venues for economic transactions but also as institutions that must align with the moral and spiritual identities of their users. A lack of widespread understanding of the principle of profit-sharing and the prohibition of usury (riba) often creates doubts among communities with strong religious values. This study used qualitative methods with a descriptive analysis approach to explore this relationship. The results concluded that interest in Islamic banks is driven more by alignment with cultural identity and religious beliefs than simply material gain. However, this potential is hampered by a still-low technical understanding. Therefore, it is recommended that future researchers examine local cultural uniqueness more specifically. For banking practitioners, it is recommended to switch to a marketing strategy based on local wisdom to strengthen emotional closeness with the local community so that Islamic banking is more easily accepted widely. Abstrak Sektor perbankan syariah di Indonesia merupakan bagian penting dari sistem keuangan nasional yang terus tumbuh. Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar, Indonesia memiliki potensi pasar luas. Namun, tingkat partisipasi masyarakat belum optimal dibandingkan bank konvensional. Kesenjangan ini menunjukkan adanya faktor mendalam di luar sisi teknis yang memengaruhi persepsi masyarakat, terutama kuatnya pengaruh nilai budaya dan sistem kepercayaan dalam kehidupan sehari-hari. Masyarakat Indonesia cenderung mengambil keputusan berdasarkan tradisi, kebiasaan sosial, dan prinsip religi. Dalam konteks ini, bank syariah tidak hanya dilihat sebagai tempat transaksi ekonomi, tetapi juga lembaga yang harus selaras dengan identitas moral dan spiritual penggunanya. Kurangnya pemahaman merata mengenai prinsip bagi hasil dan larangan riba sering kali menciptakan keraguan bagi masyarakat yang memiliki nilai religi kuat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif untuk mendalami hubungan tersebut. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa minat pada bank syariah lebih didorong oleh keselarasan identitas budaya dan keyakinan religi daripada sekadar keuntungan materi. Namun, potensi ini terhambat oleh pemahaman teknis yang masih rendah. Oleh karena itu, disarankan bagi peneliti selanjutnya untuk mengkaji keunikan budaya lokal secara lebih spesifik. Bagi praktisi perbankan, disarankan beralih ke strategi pemasaran berbasis kearifan lokal atau local wisdom guna memperkuat kedekatan emosional dengan masyarakat setempat agar perbankan syariah lebih mudah diterima secara luas.
Pengaruh E-Trust E-Wom Dan Literasi Keuangan Syariah Terhadap Penggunaan Fintech PT Bibit Tumbuh Bersama Siti Nafisah Nurlaeliah; Sundari
Al-Iqtisodiyah : Jurnal Ilmu Ekonomi dan Ekonomi Islam Vol. 2 No. 2 (2026): Ilmu Ekonomi dan Ekonomi Islam
Publisher : Al-Iqtisodiyah : Jurnal Ilmu Ekonomi dan Ekonomi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh E-Trust, Electronic Word of Mouth (E-WOM), dan literasi keuangan syariah terhadap penggunaan fintech pada PT Bibit Tumbuh Bersama. Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat mendorong masyarakat untuk memanfaatkan layanan keuangan berbasis teknologi (financial technology) dalam memenuhi kebutuhan investasi dan pengelolaan keuangan. Dalam konteks tersebut, tingkat kepercayaan pengguna terhadap platform digital, pengaruh informasi dan ulasan yang beredar di media elektronik, serta pemahaman masyarakat mengenai prinsip-prinsip keuangan syariah menjadi faktor penting yang memengaruhi keputusan penggunaan fintech. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada pengguna aplikasi fintech Bibit. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda untuk mengetahui pengaruh parsial maupun simultan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa E-Trust berpengaruh positif dan signifikan terhadap penggunaan fintech, yang berarti semakin tinggi tingkat kepercayaan pengguna maka semakin tinggi pula intensitas penggunaan layanan fintech. Selain itu, E-WOM juga memiliki pengaruh positif dan signifikan, karena informasi, ulasan, dan rekomendasi yang tersebar melalui media digital mampu meningkatkan minat masyarakat dalam menggunakan aplikasi fintech. Literasi keuangan syariah turut memberikan pengaruh positif terhadap penggunaan fintech, dimana pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan keuangan sesuai prinsip syariah mendorong penggunaan layanan investasi digital yang dianggap aman dan sesuai nilai-nilai Islam. Secara simultan, E-Trust, E-WOM, dan literasi keuangan syariah berpengaruh signifikan terhadap penggunaan fintech pada PT Bibit Tumbuh Bersama. Abstract This study aims to analyze the influence of e-Trust, electronic word of mouth (e-WOM), and Islamic financial literacy on fintech adoption at PT Bibit Tumbuh Bersama. The rapid development of digital technology is encouraging people to utilize technology-based financial services to meet their investment and financial management needs. In this context, user trust in digital platforms, the influence of information and reviews circulating in electronic media, and public understanding of Islamic financial principles are important factors influencing fintech adoption decisions. This study used a quantitative approach with a survey method. Data were collected by distributing questionnaires to users of the Bibit fintech application. Data analysis used multiple linear regression analysis to determine the partial and simultaneous effects between variables. The results show that e-Trust has a positive and significant effect on fintech adoption, meaning that the higher the level of user trust, the higher the intensity of fintech service usage. Furthermore, e-WOM also has a positive and significant effect, as information, reviews, and recommendations disseminated through digital media can increase public interest in using fintech applications. Sharia financial literacy also has a positive influence on fintech adoption, where public understanding of financial management in accordance with Sharia principles encourages the use of digital investment services considered safe and in line with Islamic values. Simultaneously, e-Trust, e-WOM, and sharia financial literacy significantly influence fintech adoption at PT Bibit Tumbuh Bersama.

Page 4 of 4 | Total Record : 37