cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
REKA KARSA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 2 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 1" : 2 Documents clear
Penerapan Arsitektur Ekologi Pada Perancangan Ekowisata Gunung Halu Zakaria, Reza; Rahadian, Erwin Yuniar; Suryadini, Widya
Reka Karsa: Jurnal Arsitektur Vol 11, No 1
Publisher : Institut Teknologi Nasional (ITENAS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v11i1.7608

Abstract

ABSTRAK Wisata Alam Mount Halu memiliki banyak potensi sebagai destinasi wisata karena lokasinya di perdesaan dan memiliki pemandangan alam yang indah.  Dengan pertumbuhan tren pariwisata di seluruh dunia, ekowisata telah menjadi salah satu jenis wisata yang semakin diminati karena memiliki kemampuan untuk mendorong pelestarian budaya dan lingkungan serta memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar.  Untuk menemukan prospek, masalah, dan kebutuhan area, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan mengumpulkan data literatur serta observasi langsung di lapangan.  Selama proses perancangan, prinsip-prinsip arsitektur ekologi digunakan untuk menanggapi bagaimana sumber daya alam terbatas dan bagaimana menjaga lingkungan secara berkelanjutan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggabungan potensi tapak seperti iklim mikro, kontur, dan vegetasi dengan penggunaan material lokal dapat mengurangi kerusakan lingkungan.  Penggunaan bambu gombong sebagai lapisan kedua di bangunan, penerapan sirkulasi yang ramah lingkungan, dan pembatasan perkerasan di daerah tertentu adalah contoh implementasi desain berkelanjutan.  Hasilnya menunjukkan bahwa memasukkan prinsip ekologi ke dalam desain ecotourism Mount Halu dapat memperkuat karakter tempat itu sekaligus mengoptimalkan manfaat lingkungan sekitar. Kata kunci: arsitektur ekologi, ekowisata, gunung halu  ABSTRACT Mount Halu Nature Tourism possesses significant potential as a tourist destination due to its rural setting and scenic natural landscape. In line with global tourism trends, ecotourism has become increasingly popular for its capacity to encourage environmental and cultural conservation while generating positive impacts for surrounding communities. This study employs a qualitative approach by collecting data through literature review and direct field observation to identify the prospects, challenges, and needs of the area. During the design process, principles of ecological architecture are applied to address the limitations of natural resources and to promote environmental sustainability. The findings indicate that integrating site potentials—such as microclimate conditions, contour characteristics, and existing vegetation—with the use of local materials can effectively reduce environmental degradation. Examples of sustainable design implementation include the use of bambu gombong as a secondary skin for buildings, environmentally responsive circulation systems, and the restriction of hardscape areas in selected zones. Overall, the results demonstrate that incorporating ecological principles into the design of Mount Halu Ecotourism strengthens the character of the site while optimizing its environmental benefits. Keywords: ecological architecture, ecotourism, gunung halu
Pemanfaatan Sumber Energi Alami Pada Perancangan Rumah Sakit Ibu Anak H.I.S Bandung Sari, Fitri Nisriina; Wahadamaputera, Shirley; Hartati, Etih
Reka Karsa: Jurnal Arsitektur Vol 11, No 1
Publisher : Institut Teknologi Nasional (ITENAS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v11i1.7558

Abstract

ABSTRAK Kota Bandung memiliki rumah sakit rujukan untuk berobat bukan hanya bagi masyarakat Bandung, tapi juga luar daerah, termasuk rumah sakit ibu dan anak. Sebuah rumah sakit yang mudah dijangkau moda transportasi antar kota dirancang berlokasi di jalan Kebon Jati, guna memenuhi kebutuhan sarana tersebut. Pelayanan rumah sakit ibu anak akan membutuhkan banyak energi untuk operasional kegiatannya. Rumah sakit H.I.S ini didesain dengan menerapkan konsep arsitektur hijau yang memperhatikan penghematan energi,melalui pemanfaatan sumber daya alami secara optimal dalam hal penghawaan dan pencahayaan di dalam bangunan pada area umum. Orientasi massa bangunan dipertimbangkan sebagai upaya pemanfaatan sinar matahari untuk memperoleh kualitas pencahayaan yang baik pada dekat koridor perimeter luar dan ruang rawat inap. Desain sistem ventilasi silang dengan bukaan jendela, diterapkan sebanyak mungkin untuk menghemat penggunaan AC pada peralihan dari ruang semi steril ke kotor. Desain semi basemen diangkat 120 cm dari muka tanah guna mengurangi penggunaan alat mekanis pada area parkir. Solar panel pada bangunan dimanfaatkan untuk penghematan penggunaan listrik, sedikit perawatan. Konsep ini akan memberikan dampak positif untuk menciptakan kesembuhan pasien dengan bangunan sekitarnya. Kata kunci: rumah sakit, arsitektur hijau, energi  ABSTRACT The city of Bandung has a referral hospital for treatment not only for the people of Bandung, but also outside the region, including a maternal and child hospital. A hospital that is easily accessible by means of inter-city transportation is designed to be located on Jalan Kebon Jati, to meet the needs of these facilities. Mother and child hospital services will require a lot of energy for operational activities. This HIS hospital is designed by applying the concept of green architecture that pays attention to energy savings, through optimal utilization of natural resources in terms of air conditioning and lighting in buildings in public areas. The orientation of the building mass is considered as an effort to utilize sunlight to obtain good lighting quality near the outer perimeter corridor and inpatient rooms. Cross ventilation system design with window openings, applied as much as possible to save the use of air conditioning in the transition from semi-sterile to dirty rooms. The semi- basement design is raised 120 cm from the ground to reduce the use of mechanical devices in the parking area. Solar panels in buildings are used to save electricity use, less maintenance. This concept will have a positive impact on creating healing for patients with the surrounding buildings. Keywords: hospital, green architecture,  energy

Page 1 of 1 | Total Record : 2