cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
REKA KARSA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 3 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 2" : 3 Documents clear
Penerapan Arsitektur Futuristik Pada Penerapan Taman Bunga Gardenia Themepark di Kabupaten Bandung Wafda Abdullah, Muhammad Daffa; Wahadamaputera, Shirley; Suryadini, Widya
Reka Karsa: Jurnal Arsitektur Vol 11, No 2
Publisher : Institut Teknologi Nasional (ITENAS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v11i2.9994

Abstract

ABSTRAK Tema taman tematik di Indonesia umumnya masih didominasi oleh taman bermain, padahal Indonesia memiliki kekayaan flora yang berpotensi besar untuk dikembangkan sebagai daya tarik wisata. Kekurangan sarana rekreasi berbasis edukasi flora di Kabupaten Bandung mendorong perlunya pengembangan taman tematik bunga sebagai alternatif destinasi wisata. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif untuk mengidentifikasi potensi kawasan, kebutuhan pengunjung, serta strategi desain yang tepat dalam perancangan Gardenia Theme Park. Data diperoleh melalui studi literatur, analisis tapak, dan kajian desain. Hasil perancangan menunjukkan bahwa penerapan gaya futuristik pada bangunan di dalam taman mampu menciptakan identitas visual yang unik dan menarik bagi pengunjung. Penataan tapak dirancang dengan skybridge yang menghubungkan hampir seluruh fasilitas sehingga mendukung sirkulasi ramah lingkungan dan memaksimalkan penyerapan air hujan. Elemen desain lainnya meliputi cottage bertipe pilotis yang memberikan pengalaman menginap di atas lanskap alami, green roof pada visitor center yang sekaligus menjadi area pertunjukan musik, serta tiga bangunan conservatory flora yang menampilkan koleksi tanaman Indonesia, Asia, dan mancanegara. Bentuk futuristik conservatory diwujudkan melalui massa menyerupai tetesan air dengan struktur space truss baja dan penutup atap low-e glass untuk mengoptimalkan cahaya dan menjaga kelembapan ruang. Temuan ini menunjukkan bahwa Gardenia Theme Park berpotensi menjadi solusi inovatif dalam menghadirkan sarana rekreasi yang edukatif dan berkelanjutan di Kabupaten Bandung, dengan mengintegrasikan keindahan alam dan teknologi modern dalam satu kawasan. Kata kunci: taman tematik bunga, futuristik, kabupaten bandung  ABSTRACT Thematic parks in Indonesia are generally dominated by recreational playgrounds, despite the country’s rich floral diversity which holds significant potential to be developed as an attractive tourism asset. The limited availability of flora-based educational recreational facilities in Bandung Regency highlights the need for a flower-themed park as an alternative tourist destination. This study employs a descriptive–qualitative approach to identify site potentials, visitor needs, and appropriate design strategies for the development of the Gardenia Theme Park. Data were obtained through literature review, site analysis, and design studies. The design results indicate that applying futuristic architectural expressions within the park creates a distinctive visual identity that enhances visitor appeal. The site layout incorporates a skybridge system connecting most facilities, supporting environmentally friendly circulation and maximizing rainwater absorption. Additional design elements include pilotis-style cottages that provide a unique elevated lodging experience, a green roof on the visitor center that also functions as a live music venue, and three floral conservatories showcasing plant collections from Indonesia, Asia, and other regions. The futuristic character of the conservatories is articulated through building masses inspired by water droplets, supported by steel space-truss structures and low-e glass roofing to optimize daylight and maintain interior humidity. These findings demonstrate that the Gardenia Theme Park has strong potential to become an innovative recreational facility that is educational and environmentally sustainable for Bandung Regency, integrating natural beauty with modern technological advancements within a unified landscape. Keywords: thematic parks, futuristic, bandung regency area
Penerapan Tema Arsitektur Organik Pada Rancangan Archaios Museum Di Goa Pawon Sulistianti, Erika Dwi; Rahadian, Erwin Yuniar; Yakin, Yuki Achmad
Reka Karsa: Jurnal Arsitektur Vol 11, No 2
Publisher : Institut Teknologi Nasional (ITENAS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v11i2.7620

Abstract

ABSTRAK Di kawasan Desa Gunung Masigit, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, terdapat sebuah gua alami dan situs purbakala. Di Gua Pawon, ditemukan kerangka manusia purba yang konon merupakan nenek moyang orang Sunda. Adapun pertanyaan yang diajukan adalah tidak adanya tempat untuk menyimpan peninggalan purbakala tersebut, maka diusulkan untuk membangun museum arkeologi yang dapat dijadikan sebagai wadah bagi benda-benda tersebut untuk mengedukasi pengunjung, terutama bagaimana manusia pertama membuat sejarah. Diwariskan secara turun-temurun, penambahan fasilitas pariwisata untuk daya tarik museum arkeologi yang diusulkan diharapkan dapat menjadi salah satu sumber ekonomi bagi masyarakat di sekitar museum. Metode yang digunakan dalam perancangan adalah melakukan observasi lapangan, yaitu meninjau lapangan secara langsung dan mengumpulkan data dengan membaca jurnal dan artikel. Studi literatur dan studi banding pada bangunan yang selaras dengan bangunan yang diusulkan. Informasi dan data yang dikumpulkan, diolah dan disusun kemudian diidentifikasi sebagai pedoman yang dapat digunakan sebagai acuan dalam proses perencanaan bangunan. Berdasarkan pertanyaan dan data yang diperoleh, analisis menghasilkan desain bangunan yang mengadopsi pendekatan organik, yaitu dengan menerapkan eksterior dan interior bangunan yang mampu selaras dengan alam, seperti bangunan yang mengikuti kontur dan desain yang selaras dengan alam untuk menampung penemuan-penemuan yang bisa diselamatkan. Kata kunci: arsitektur organik, cipatat, museum ABSTRACT Located in Gunung Masigit Village area, Cipatat District, West Bandung Regency, there is a natural cave and archaeological site. In Pawon Cave, an ancient human skeleton was found which is said to be the ancestor of the Sundanese. The question posed is that there is no place to store these ancient relics, so it is proposed to build an archaeological museum that can be used as a place for these objects to educate visitors, especially how the first humans made history. Inherited from generation to generation, the addition of tourism facilities for the attraction of the proposed archaeological museum is expected to be one of the economic resources for the community around the museum. The method used in the design is to conduct field observations, namely to review the field directly and collect data by reading journals and articles. Literature studies and comparative studies on buildings that are in line with the proposed building. Information and data that are collected, processed and compiled are then identified as guidelines that can be used as a reference in the building planning process. Based on the questions and data obtained, the analysis results in building designs that adopt an organic approach, namely by applying buildings that are able to be in harmony with nature, such as buildings that follow contours and designs that are in harmony with nature to accommodate salvageable inventions. Keywords: organic architecture, cipatat, museum
Penerapan Arsitektur Bioklimatik Pada Save Earth Education Theme Park Di Situ Cileunca, Pangalengan Rahli, Azura Nur Islami; Soewarno, Nurtati; Hartati, Etih
Reka Karsa: Jurnal Arsitektur Vol 11, No 2
Publisher : Institut Teknologi Nasional (ITENAS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v11i2.10041

Abstract

ABSTRAK Arsitektur bioklimatik tidak hanya memberikan dampak positif terhadap lingkungan, tetapi juga terhadap penghuni bangunan. Tujuan dari penelitian adalah untuk menganalisis bagaimana prinsip-prinsip arsitektur bioklimatik dapat diterapkan dalam konteks taman edukasi lingkungan. Penerapan arsitektur bioklimatik dapat memberikan manfaat dalam mengurangi dampak lingkungan, meningkatkan efisiensi energi, dan menciptakan lingkungan yang nyaman bagi pengunjung. Berbagai strategi seperti pemanfaatan energi matahari, ventilasi alami, penggunaan bahan bangunan ramah lingkungan, dan pengaturan tata letak yang memaksimalkan ketersediaan cahaya alami diimplementasikan dalam desain theme park ini. Theme park ini berfungsi sebagai sarana pendidikan tentang pentingnya pelestarian lingkungan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dan analisis komprehensif terhadap proyek-proyek arsitektur bioklimatik yang telah direalisasikan. Dengan demikian, penerapan arsitektur bioklimatik dalam Save Earth Education Theme Park tidak hanya memberikan manfaat lingkungan yang signifikan, tetapi juga berkontribusi pada kesadaran masyarakat tentang perubahan iklim dan pelestarian alam. Memberikan pandangan tentang bagaimana arsitektur bioklimatik dapat diterapkan dalam proyek-proyek rekreasi dan pendidikan yang bertujuan untuk menginspirasi kesadaran lingkungan dan bertindak sebagai model untuk pembangunan berkelanjutan di masa depan. Kata kunci: bioklimatik, edukasi, theme park  ABSTRACT Bioclimatic architecture not only has a positive impact on the environment, but also on the occupants of the building. The purpose of the research is to analyze how the principles of bioclimatic architecture can be applied in the context of an environmental education park. The application of bioclimatic architecture can provide benefits in reducing environmental impacts, increasing energy efficiency, and creating a comfortable environment for visitors. Various strategies such as the utilization of solar energy, natural ventilation, the use of environmentally friendly building materials, and layout arrangements that maximize the availability of natural light are implemented in the design of this theme park. This theme park serves as a means of education about the importance of environmental conservation. The research method used is a literature study and a comprehensive analysis of bioclimatic architecture projects that have been realized. Thus, the application of bioclimatic architecture in Save Earth Education Theme Park not only provides significant environmental benefits, but also contributes to public awareness about climate change and nature conservation. Provides a view on how bioclimatic architecture can be applied in recreational and educational projects that aim to inspire environmental awareness and act as a model for future sustainable development. Keywords: bioclimatic, education, theme park.

Page 1 of 1 | Total Record : 3