cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
REKA KARSA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 2 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 3" : 2 Documents clear
Identifikasi Gaya Arsitektur Indische Empire Style pada Bangunan Rumah Tinggal Wangsadikrama Kota Cimahi Muhsin, Ardhiana; Febrian, M. Raka; Rizq, Lulu Naufaly; Kuncoro, Erwin; Rasyifa, Kinanti
Reka Karsa: Jurnal Arsitektur Vol 11, No 3
Publisher : Institut Teknologi Nasional (ITENAS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v11i3.11124

Abstract

AbstrakBangunan cagar budaya adalah salah satu warisan peninggalan zaman dahulu beruwujud benda yang harus dilestarikan, dijaga, dan dirawat karena keberadaannya memiliki nilai penting bagi ilmu pengetahuan, sejarah, pendidikan, dan sosial budaya di masa lampau yang dapat menjadi pembelajaran di masa kini. Gaya arsitektur kolonial merupakan salah satu warisan peninggalan zaman kolonial yang menjadi bukti atas penjajahan Belanda di Indonesia. Gaya Arsitektur Indische Empire Style pertama kali dikenalkan oleh seorang Gubernur Jendral Hindia Belanda pada sekitar tahun 1808 hingga 1811 yaitu Herman Willen Daendels. Gaya Indische Empire Style atau disebut juga Gaya Indis Imperial merupakan gaya arsitektur yang berkembang di Indonesia sekitar abad ke-18 hingga abad ke-19. Bangunan Wangsadikrama merupakan salah satu peninggalan penjajahan Belanda di Kota Cimahi. Tak banyak artikel yang menjelaskan secara rinci bangunan tersebut. Namun, pada Penelitian ini lebih difokuskan pada analisis gaya arsitektur Indische Empire Style. Penelitian ini menggunakan metode penenelitian kualitatif dengan teknik deskriptif. Teknik deskriptif ini adalah dengan mencari sumber jurnal yang membahas karakteristik arsitektur Indische Empire Style. Kemudian jurnal tersebut dikorelasikan dengan data survey lapangan yang selanjutkan dianalisis untuk mencari kesamaan gaya arsitektur antara bangunan Wangsadikrama dengan karakteristik / ciri – ciri gaya arsitektur Indische Empire Style. Tujuan penelitian ini adalah untuk untuk mengidentifikasikan bagaimana penerapan gaya bangunan Indische Empire Style pada bangunan Wangsadikrama. Hasil yang didapat menunjukan bangunan ini memang termasuk pada kategori bangunan kolonial era Indische Empire Style dikarenakan temuan pada elemen utama bangunan seperti denah, fasad, kolom, dan atap yang menyerupai gaya bangunan tersebut.Kata kunci: Bangunan Cagar Budaya, Identifikasi, Indische Empire Style, Wangsadikrama AbstractThe cultural reserve building is one of the ancient heritage of objects that must be preserved, guarded, and cared for because its existence has an important value for the science, history, education, and social culture of the past that can be learned in the present. The colonial architectural style is one of the colonial heritage that is evidence of the Dutch colonization of Indonesia. The Indische Empire Style was first introduced by the Governor-General of the Dutch Indian Empire between 1808 and 1811, Herman Willen Daendels. The Wangsadikrama building is one of the remains of Dutch colonization in the city of Cimahi. Not many articles describe the building in detail. However, the study focuses more on the analysis of the Indische Empire Style architectural style. The study uses qualitative research methods with descriptive techniques. This descripative technique is by searching for sources of journals that deal with characteristics of the Empire style architecture. Then the journal is correlated with field survey data that is further analyzed to find similarities of architectonic style between Wangsadikrama buildings with characteristics of the Indische Empire Stijl architecture style. The results obtained show that this building is indeed included in the category of colonial buildings of the Indische Empire Style era due to the findings on the main elements of the building such as the plan, facade, columns, and roof that resemble the building style.Keywords : Heritage Building, Identification, Indische Empire Style, Wangsadikrama
Potensi dan Kendala Penerapan Teknologi 3D printing dalam Penyediaan Hunian Layak dan Terjangkau di Indonesia Haerdy, Ratu Sonya Mentari; Nurzannah, Indah Fazrin
Reka Karsa: Jurnal Arsitektur Vol 11, No 3
Publisher : Institut Teknologi Nasional (ITENAS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v11i3.9982

Abstract

Abstrak Perkembangan teknologi dan metode membangun dalam arsitektur terus berkembang hingga saat ini. Hal tersebut merupakan tantangan bagi seorang perancang untuk selalu berinovasi dengan memanfaatkan teknologi tersebut. Teknologi fabrikasi digital secara 3D printing sudah dimanfaatkan oleh beberapa negara di dunia dalam memproduksi hunian dalam waktu singkat dengan biaya yang efisien. Pemenuhan kebutuhan perumahan masyarakat hingga saat ini masih menjadi prioritas pemerintah, sehingga diharapkan dengan adanya inovasi dan metode membagun cepat yang lebih mutakhir dapat dijadikan sebagai alternatif solusi atas permasalahan yang dihadapi. Oleh karena itu, kajian mengenai teknologi fabrikasi menjadi urgensi saat ini untuk menggali berbagai potensi jika diterapkan di Indonesia, khususnya dalam lingkup penyediaan rumah layak dan terjangkau berbasis pada teknologi fabrikasi digital. Hasil dari berbagai kajian literatur menunjukkan bahwa teknologi 3D printing dalam produksi hunian di Indonesia masih memiliki sejumlah kendala diantaranya adalah kapasitas sumber daya manusia, ketersediaan material dan alat, dan keterbatasan penelitian mengenai aplikasi nyata teknologi 3D printing di Indonesia dan dunia.Kata kunci: 3D printing, fabrikasi digital, hunian terjangkau  AbstractThe development of technology and construction methods in the field of architecture is still growing today. Always innovating by using technology is a challenge for a designer. 3D printing digital fabrication technology has been used by several countries in the world to produce housing in a short time at an efficient cost. The fulfillment of the housing needs of the community has been a priority. The existence of digital fabrication methods can be used as an alternative solution in order to face the problems. Therefore, the study of fabrication technology is urgent at this time to explore the various potentials when applied in Indonesia, especially in the scope of the provision of decent and affordable housing on the basis of digital fabrication technology. The results of various literature reviews show that the 3D printing technology in housing production in Indonesia still has a number of obstacles, including the capacity of human resources, the availability of materials and tools, and the limited research on the real application of 3D printing technology in Indonesia and the world.Keywords: 3D printing, digital fabrication, housing affordability

Page 1 of 1 | Total Record : 2