cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
REKA KARSA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 26 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 4" : 26 Documents clear
Evaluasi Desain Jalur Evakuasi Pengguna Bangunan Dalam Kondisi Darurat Pada Bangunan Apartemen X Erwin Yuniar Rahadian; Zahra Fitra Astrini; Banyuresa Rizkyatama; M. Arafah
REKA KARSA Vol 4, No 4
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v4i4.1378

Abstract

EVALUASI DESAIN JALUR EVAKUASI PENGGUNA BANGUNAN DALAM KONDISI DARURAT PADA BANGUNAN APARTEMEN X Erwin Yuniar Rahadian, Zahra Fitra Astrini, Banyuresa Rikyatama, M. Arafah Jurusan Teknik Arsitektur FTSP – Institut Teknologi Nasional (ITENAS) Bandung Email : ears@itenas.ac.id   ABSTRAK Dalam sebuah bangunan tinggi, penanganan keselamatan dalam kondisi darurat berupa jalur evakuasi harus diutamakan. Hal ini juga sudah diatur dalam peraturan bangunan gedung dan secara teknis diatur dalam Standar Nasional Indonesia. Apartemen X merupakan sebuah bangunan hunian vertikal, sudah seharusnya memperhatikan aspek aksesbilitas jalur evakuasi bagi pengguna sesuai dengan standar tersebut. Lingkup kajian terhadap Apartemen X ini meliputi : pola sirkulasi yang terbentuk, keberadaan sarana dan prasarana aksesbilitas jalur evakuasi, dengan metoda kajian deskriptif analitis secara kuantitatif dan kualitatif, serta metode simulasi menggunakan Software IES-VE Simulex. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi bahwa Apartemen X sudah memiliki aksesbilitas jalur evakuasi darurat yang memenuhi persyaratan dan standar keamanan dan kenyamanan pengguna bangunan. Dari hasil kajian  dapat disimpulkan, bahwa Apartemen X ditinjau dari aspek jalur evakuasi telah memenuhi syarat untuk mendukung proses evakuasi darurat. Kata kunci : Apartemen, Jalur Evakuasi, Aksesibilitas.   ABSTRACT   In a tall building, handling safety in an emergency such as evacuation routes should be prioritized. It has also been stipulated in the regulations of the building and technically set in the Indonesian National Standard. The X Apartment is a residential building vertically, therefore, should more attention to aspects of accessibility for the evacuation path for the user in accordance with these standards. The scope of the study on the X Apartment includes: circulation patterns are formed, the presence of infrastructure accessibility evacuation routes, with descriptive analytic study method, quantitatively and qualitatively, as well as the method of simulated using IES-VE Simulex Software. The purpose in doing this research is to find out that the X Apartment own accessibility for emergency evacuation route that meets the requirements and standards of safety and comfort of building users. The results of the study explained that the X Apartment is in terms of aspects evacuation path has been qualified to support the emergency evacuation process. Keywords : Apartment, Evacuation, Accessibility
Penghawaan Alami Pada Unit dan Koridor Rusunami The Jarrdin Mamiek Nur Utami; Muhammad Ibrahim; Nurzaman Azis
REKA KARSA Vol 4, No 4
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v4i4.1348

Abstract

Penghawaan Alami Pada Unit dan Koridor Rusunami The Jarrdin Mamiek Nur Utami,  Muhammad Ibrahim,  Nurzaman Azis Jurusan Arsitektur – Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Institut Teknologi Nasional Email: mamiekn@yahoo.com Rumah susun merupakan salah satu alternatif solusi dalam pemecahan masalah permukiman. Rumah susun diperuntukan bagi masyarakat golongan ekonomi menengah kebawah, maka biaya operasional bangunan harus murah tanpa mengabaikan faktor kenyamanan penghuninya yaitu dengan cara mengoptimalkan penghawaan alami pada bangunan. Hunian vertikal yang dijadikan studi kasus adalah Rusunami The Jarrdin pada bagian unit hunian dan koridornya. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui tingkat kenyamanan thermal dengan cara menganalisis sistem penghawaan alami pada unit dan koridor rusunami The Jarrdin. Metoda yang digunakan adalah metoda kuantitatif dengan cara pengukuran laju aliran udara menggunakan alat anemometer di 2 lokasi unit hunian dan koridor yang berbeda. Unit A2033 (ketinggian 55 m) memiliki orientasi ke arah luar bangunan sedangkan unit A1129 (ketinggian 35 m) memiliki orientasi ke muka bangunan sisi lainnya yang terdapat kolam renang di bawahnya. Sedangkan dibagian koridor dilakukan di 2 titik yaitu di bagian yang dekat dengan bukaan dan bagian antara 2 unit hunian . Setiap pengukuran di satu titik area studi dilakukan 2 kali pengukuran pada waktu yang berbeda. Hasil analisis menunjukan bahwa penghawaan alami pada rusunami The Jarrdin belum terlalu optimal. Penghawaan alami tersebut akan optimal jika persyaratan sistem cross ventilation yang ideal disesuaikan dengan desain bukaan bangunan Rusunami The Jarrdin. Kata kunci : penghawaan alami, Rusunami, The Jarrdin Abstract Vertical housing is one alternative solutions in solving the problem of settlements. Flats intended for middle class people down, then the operating costs of the building should cost without ignoring occupant comfort factor that is by optimizing natural air flow on the building. Vertical housing is used as a case study is Rusunami The Jarrdin on the part of the dwelling units and corridors. The purpose of this research is to know the level of thermal comfort by analyzing natural air flow system on the unit and the corridor rusunami The Jarrdin. The method used is quantitative method by measuring the air flow rate using the tool anemometer at 2 locations dwelling units and different corridors. Unit A2033 (+ 55 m) oriented towards the outside of the building while the unit A1129 (+ 35 m) oriented to face the other side of the building that contained the pool below. While the corridor section is done in two points in the section near the openings and the section between the two residential units. Every measurement at one point two times the area of ​​the study conducted measurements at different times. Results of the analysis showed that the natural penghawaan on rusunami The Jarrdin not very optimal. The natural air flow would be optimal if the requirements of an ideal system of cross ventilation openings adapted to the design of the building Rusunami The Jarrdin. Keywords: natural air flow, Rusunami, The Jarrdin
Keterbatasan Gerak Sebagai Faktor Pertimbangan Dalam Desain Sistem Evakuasi Kebakaran Pada Apartemen Sudirman Suites Bandung. Shirley Wahadarmaputera; Naufal Rizqy Armansyah; Mega Kartika Meilita; Himawan Taufiq; Rizky Dwiana
REKA KARSA Vol 4, No 4
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v4i4.1383

Abstract

Keterbatasan Gerak Sebagai Faktor Pertimbangan Dalam Desain Sistem Evakuasi Kebakaran Pada Apartemen Sudirman Suites Bandung Studi Kasus : Apartemen Sudirman Suites   Shirley wahadamaputera, NAUFAL RIZQY ARMANSYAH, mEGA KARTIKA MEILITA, hIMAWAN TAUFIQ, rIZKY DWIANA Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Institut Teknologi Nasional   Email : joanshirl2000@yahoo.com   Abstrak Salah satu jenis bangunan vertikal yang mengalami percepatan pembangunan dalam lima tahun terakhir dikota Bandung adalah apartemen. Apartemen sudah menjadi salah satu pilihan tempat tinggal tetap keluarga di Kota Bandung, dimana penghuni di dalamnya pun beragam, termasuk penghuni keterbatasan gerak seperti penghuni lansia, cacat fisik atau ‘diffable people’ dan ibu hamil. Apartemen sebagai bangunan hunian sudah seharusnya memberi perlindungan pada pengguna apartemen terhadap bahaya, salah satunya adalah bahaya kebakaran. Permasalahan evakuasipun tidak lagi hanya sebatas jumlah lantai, tinggi bangunan, keterbatasan jangkauan tangga mobil pemadam kebakaran dan jumlah penghuni saja, namun juga bagaimana mengevakuasi penghuni keterbatasan gerak. Apartemen Sudirman Suite dengan 23 lantai dibangun pada tahun 2014 yang didukung dengan peraturan yang lebih baik dipilih sebagai studi kasus. Metode analisis deskriptif digunakan untuk membandingkan kondisi nyata desain koridor yang meliputi dimensi, pemilihan bahan, kemiringan dan kelengkapan sarana dengan ketentuan yang berlaku.Temuan menunjukkan bahwa sistem bertahan di tempat dibutuhkan untuk memberi pilihan bagi penghuni apartemen keterbatasan gerak untuk menyelamatkan diri. Sarana evakuasi penghuni keterbatasan gerak digunakan bersamaan dengan penghuni lainnya. Desain ruang tunggu diperlukan untuk memuat penempatan sementara alat bantu. Desain sirkulasi evakuasi keluar bangunan perlu dirancang dengan tidak terputus hingga mencapai titik kumpul bagi penghuni keterbatasan gerak dengan aman.   Kata kunci : Sistem evakuasi kebakaran, keterbatasan gerak. ABSTRACT Vertical buildings that experienced accelerated development in the last five years in Bandung is apartments. Apartments has become the family permanent residences option in Bandung, where the residents were diverse including residents with limited mobility such as the elderly, physical disabilities or diffable people and pregnant women. Apartments as residential or dwelling are supposed to provide security to residents from all the risks, are risk of fire. The evacuation problem is not only the number of floors, building height, fire truck’s ladder limitation and number of residents, but also how to evacuate the residents with mobility impairments. Sudirman Suite Apartment with 23 floors has been built in 2014 and supported by better regulations are chosen to be the case study. Descriptive analysis method is used to compare the real condition of design corridor that include dimension, material election, tilt, and facilities completeness with applicable. This research discovered that stay in the place system are need to give the mobility impairments occupants choice to rescue themselves. Means of evacuation for occupants with mobility impairments used at the same time with another occupants. The waiting room designs are prepared to accommodate temporary placement tools. Circulation of exit evacuation design for occupants need to be design to be continued until evacuation point for mobility impairment occupants to be save. Keyword : Evacuation system, mobility impairments.
Desain Fasade Bangunan Tinggi Apartemen Dengan Aplikasi Panel Beton Pracetak Maulana Noor Rizky; Riyanti Isriana; Annisa Azhari; Thomas Brunner
REKA KARSA Vol 4, No 4
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v4i4.1374

Abstract

Desain Fasade Bangunan Tinggi Apartemen Dengan Aplikasi Panel Beton Pracetak   MAULANA NOOR RIZKY, RIYANTI ISRIANA, ANNISA AZHARI, THOMAS BRUNNER Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Institut Teknologi Nasional Email : kotaksurat.mnrizky@gmail.com Abstrak Pengetahuan akan jenis material merupakan hal penting dalam perancangan, jenis material yang akan di terapkan pada desain pun memiliki banyak alternatif karena masing-masing material memiliki kekurangan dan kelebihan tersendiri. Pemilihan material terutama untuk fasade bangunan dianggap penting dalam sebuah proses perancangan untuk menghasilkan sebuah karya dengan nilai estetika yang baik dan tidak mengesampingkan fungsi dari bangunan. Panel beton pracetak merupakan salah satu alternatif material yang dapat di aplikasikan dalam perancangan sebuah bangunan tinggi, terutama bangunan yang berfungsi sebagai hunian, namun dalam pengaplikasiannya pemakaian material panel beton pracetak harus memperhatikan detail-detail/joint antara konstruksi dan panel beton pracetak, karena pada sambungan tersebut akan rawan terjadinya kebocoran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi sambungan/joint-joint panel beton pada struktur terhadap kebocoran. Objek penelitian pada penulisan ini adalah apartemen Easton Park, karena bangunan ini mengaplikasikan material panel beton pracetak pada sebagian besar fasadenya. Metode yang dilakukan pada penelitian ini dengan cara menganalisa detail-detail/sambungan dan bentuk panel beton pracetak berdasarkan perletakan Panel Beton Pracetak yang di aplikasikan pada bangunan Easton Park. Hasil penelitian menunjukan bahwa sambungan/joint-joint panel beton pada struktur dapat berpengaruh kepada kebocoran, serta bentuk panel beton pracetak dapat dipengaruhi oleh perletakan panel beton itu sendiri. Kata kunci: Material; Panel Precast; Apartemen Abstract Knowledge the types of materials are always important in terms of design, the type of material to be applied to the design also has many alternative because each material has its own advantages and disadvantages. Selection of materials to be applied to building facade is a consideration and especially important in a design process to produce a master piece with a good aesthetic value without disobeying the function of the building itself. Precast concrete panel as an alternative material that can be applied in the design of a high rise building, especially building that serves as residential, but usage in the application of precast concrete panel material should pay attention the detail/joint between the construction and precast concrete panel, because in the connection on line is prone to leakage. This study aimed to specify the correlation connection/joint concrete panel on the structure against leakage. The object of this study is Easton Park apartment, because this building is using precast concrete material at the whole facade. One of these building in Bandung which apply the entire facade. Thiscstudy is using method by analyzing the detail/connection and precast concrete panel form by the position of precast concrete panels are applied in Easton Park building. The result showed that the connection/joint-joint concrete panel on the structure can affect on the leakage, and precast concrete panel forms may be affected by the placement of concrete panel itself. Keywords: Material; Precast Panel; Apartement
Penerapan Sistem Koordinasi Modular Pada Desain Hunian Vertikal Apartemen TJ Bambang Subekti; Alencia Mella Roza; Rafika Rahim Ristanti; Desrizal Gunawan
REKA KARSA Vol 4, No 4
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v4i4.1406

Abstract

Penerapan Sistem Koordinasi Modular Bangunan Pada Desain Hunian Vertikal Apartemen TJ       BAMBANG SUBEKTI, ALENCIA M. R., RAFIKA R. R.,   PETRA A. R., DESRIZAL GUNAWAN   Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Institut Teknologi Nasional     Email : ambang@itenas.ac.id     ABSTRAK   Kebutuhan masyarakat Bandung akan hunian semakin hari semakin meningkat. Alternatif pemenuhan kebutuhan tersebut adalah dengan membuat hunian vertikal. Untuk mempercepat pengadaan hunian vertikal tersebut salah satunya melalui metoda membangun dengan menggunakan metoda fabrikasi. Pendekatan pembangunan dengan komponen fabrikasi menuntut perancangan dengan sistem koordinasi modular yang bersifat berulang, baik pada modul dasar yang direncanakan juga pada komponen yang telah tersedia di pasaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati dan meneliti penggunaan sistem koordinasi modular pada perancangan Apartemen TJ sebagai kasus studi. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan menjelaskan kesesuaian antara perancangan modul dengan berbagai komponen yang digunakan. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa Apartemen TJ menggunakan sistem modular pada komponen kolom, dinding horizontal, sebagian dinding vertikal, bukaan, jendela, langit-langit, dan parkir.   Kata kunci : hunian vertikal, koordinasi modular   ABSTRACT   The needs of people in Bandung about residence is constantly increasing. Alternative meeting those needs is to create a vertical housing. To expedite the procurement of vertical housing of one of them by the method of building using the method of fabrication. Development approach to fabricating components require design with modular coordination system that is repeated , either on the basis of the planned modules and also on the components that have been available on the market . This study aims to observe and examine the use of modular coordination system on designing Apartment TJ as a case study . The method used is descriptive analysis to explain the compatibility between design modules with different components used . Results of this study was to know that the Apartment TJ uses a modular system of components columns, horizontal walls, partially vertical walls, openings, windows, ceilings, and parking.     Key word : vertical residential, modular system  
Kelengkapan Fasilitas Di Rumah Susun Sederhana Sewa Cingised Ditinjau dari SNI 03-7013-2004 Mamiek Nur Utami; Adi Karna Setiadi; Bayu Sanjaya; Delia Nurzakiah; Gelar Aditya Pamungkas
REKA KARSA Vol 4, No 4
Publisher : Institut Teknologi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v4i4.1379

Abstract

Kelengkapan Fasilitas Di Rumah Susun Sederhana Sewa Cingised Ditinjau Dari SNI 03-7013-2004 Mamiek Nur Utami, Adi Karna Setiadi, Bayu Sanjaya, Dellia Nurzakiah, Gelar Aditya Pamungkas Jurusan Arsitektur – Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Institut Teknologi Nasional Email: Mamiekn@yahoo.com 1. ABSTRAK Kota Bandung merupakan pusat ekonomi bagi daerah Jawa Barat. Hal ini menjadi pemicu bagi warga dari beragam daerah untuk berpindah ke Bandung dalam rangka meningkatkan taraf kehidupan. Sebagai konsekuensinya Kota Bandung semakin padat penduduknya. Keterbatasan lahan dan hunian yang semakin mahal menjadikan sebagaian warga yang kehidupannya masih dibwah rata – rata kesulitan untuk memiliki hunian yang layak. Sebagai solusi untuk menciptakan hunian yang terjangkau dan berkualitas sedangkan lahan yang ada terbatas dan mahal maka di buat pembangunan hunian vertikal, berupa Rusunawa yang di dalamnya terdapat fasilitas yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan penghuni. Rusunawa Cingised dikawasan Bandung Timur yang dijadikan sebagai objek penelitian ini memiliki beberapa fasilitas untuk memenuhi kebutuhan penghuninya. Fasilitas tersebut harus memenuhi persyaratan teknis agar dapat memenuhi kebutuhan dan kenyaman penghuni. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kelengkapan fasilitas di Rusunawa Cingised yang ditinjau dari SNI 03-7013-2004 mengenai tata cara perencanaan fasilitas lingkungan rumah susun sederhana. Penggunaan pendekatan normative, analisis mix method dengan penilaian skala Guttman. Disimpulkan presentase kesesuaian untuk kualitatif dan kuantitatif. Kata kunci : Rusunawa Cingised, Fasilitas, Standar Nasional Indonesia (SNI) 03-7013-2004. 2. ABSTRACT Bandung city is the center of the economy in the west java. It has been becoming a trigger for residents from diverse area to immigrate in Bandung in order to improve life. The consequences of it Bandung the densely populated over. Limited land and dwelling that are getting expensive, it’s become some people with low income can’t got a good residential. This solution for creating affordable housing and a quality residential development made in the vertical, home of flats rent in which there were facilities and can be used by the occupant.Object of this research is Cingised flats in east bandung. It has some facilities for use by occupants. The facility must meet the technical requirements in order to meet the needs and comfort of occupants. This research aims to analyze the completeness of facilities in the Cingised flats in terms of SNI 03-7013-2004 regarding the procedures for planning facility's environment simple flats. The use of normative approach, analysis mix method with the assessment scale Guttman. Inferred percentage conformance for qualitative and quantitative. Keywords : Cingised Flat, Facilities, Indonesia National Standard (SNI) 03-7013-2004)

Page 3 of 3 | Total Record : 26