cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
REKA RACANA
ISSN : -     EISSN : 24772569     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 30 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 3: September 2016" : 30 Documents clear
Kajian Eksperimental Kapasitas Sambungan Material Fiber Reinforced Polymer Euneke Widyaningsih; Bernardinus Herbudiman; Setyo Hardono
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 2, No 3: September 2016
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v2i3.29

Abstract

ABSTRAKMaterial Fiber Reinforced Polymer (FRP) adalah alternatif baru dalam perencanaan struktur yang memiliki keunggulan rasio strength terhadap berat sendiri yang sangat tinggi. Khususnya pada pembangunan jembatan yang hingga saat ini memiliki waktu perakitan yang lama dan material yang sulit dibawa tanpa alat berat, FRP menjadi pilihan dalam mendapatkan suatu struktur jembatan yang ringan, cepat dalam instalasi, dan memiliki kapasitas terhadap beban lalu lintas yang cukup besar.  Pada pengujian ini menggunakan 9 buah benda uji berupa pelat FRP dengan dimensi 100 mm x 400 mm x 9 mm dengan variasi lubang baut sebanyak 3 buah, yaitu 2, 4, dan 5 buah. Parameter yang dikaji adalah pola keruntuhan, nilai P, dan nilai stroke. Pengujian dilakukan di Laboratorium Balai Jembatan dan Bangunan Pelengkap Jalan di Puslitbang Jalan dan Jembatan Bandung. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pola kerusakan pada FRP didominasi oleh kerusakan pada arah geser, nilai P hasil pengujian terhadap nilai P hasil perhitungan memiliki faktor koreksi sebesar 0,2%, 23%, dan 32%.Kata kunci : Fiber Reinforced Polymer, variasi jumlah lubang baut, pola keruntuhan, nilai P, nilai stroke ABSTRACTFiber Reinforced Polymer is a new alternative in the design of structure that has advantage of a very high strength to weight ratio. Especially in the construction of the bridge which has long time to assemble and difficult to transport the material without using heavy equipment, FRP is an option in getting a bridge structure that is lightweight, fast in installation, and has the capacity to load large amount of traffic. This study uses 9 specimens of FRP plates with dimensions of 100 mm x 400 mm x 9 mm and variations bolt holes of 2, 4, and 5 holes. The parameters studied is the collapse pattern, the value of P, and the value of the stroke. The test has been done at the Laboratory of Center of Bridge and Roads Complementary Buildings at The Center of Roads and Bridges Bandung. The results showed that the pattern of damage for the FRP dominated by shearing failure, as P value from the test result to P value from the calculation have correction factors of 0.2%, 23%, and 32%.Key words: Fiber Reinforced Polymer, bolt holes variation, damage pattern, P value, stroke value
Analisis Daya Dukung Lateral Fondasi Tiang Tunggal Menggunakan Metode Elemen Hingga Fadjar Mohamad Elfaaz; Indra Noer Hamdhan
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 2, No 3: September 2016
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v2i3.83

Abstract

ABSTRAKFondasi merupakan bagian dari suatu sistem rekayasa yang memikul dan menyalurkan beban dari struktur atas ke tanah pendukung yang berada dibawahnya. Fondasi tiang sering digunakan pada konstruksi yang memikul beban berat. Pada beberapa kasus tertentu, tiang memiliki kapasitas aksial yang baik namun gagal terhadap beban lateral. Analisis daya dukung lateral fondasi tiang tunggal dilakukan dengan cara melakukan pemodelan menggunakan metode elemen hingga pada jenis tanah lempung lunak dan pasir lepas, kepala tiang bebas dan kepala tiang terjepit, serta variasi ukuran penampang tiang. Kapasitas lateral akan meningkat sebesar 33% - 40% dengan memperbesar penampang tiang, dan meningkat sebesar 22% - 37% dengan menerapkan sistem jepit pada kepala tiang. Fondasi yang memikul beban lateral akan mengalami defleksi maksimum arah lateral di daerah permukaan. Pada kondisi tanah buruk seperti lempung lunak, perbaikan tanah permukaan dengan pasir padat setebal 1,5 m – 3 m dapat dilakukan.Kata kunci: beban lateral, defleksi lateral, daya dukung lateral, tahanan friksi, metode Reese Matlock, metode elemen hingga. ABSTRACTThe foundation is part of engineering system to bear and distribute the load of the upper structure to the ground support. Pile foundation is often used in constructions that carry heavy loads. In some cases, the pile has a good axial capacity but failed to lateral loads. Lateral bearing capacity analysis of single pile by performing modeling using finite element method in soft clay and loose sand, free head and fixed head, and variety of cross-sectional size of the pile. Lateral capacity will increase 33% - 40% by enlarging the cross section of the pile, and increase 22% - 37% by applying fixed system on the head. The foundation that bears the lateral load will have a maximum lateral deflection on surface area. On poor ground conditions such as soft clay, soil improvement surfaces with dense sand thickness of 1,5 m - 3 m can be done.Keywords: lateral load, lateral deflection, lateral bearing capacity, friction resistance, Reese Matlock method, finite element method.
Evaluasi dan Perencanaan Posisi Parkir Pesawat pada Apron Bandara Husein Sastranegara Bandung Dita Meilinda Meilinda; Sofyan Triana
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 2, No 3: September 2016
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v2i3.126

Abstract

ABSTRAKBandara Husein Sastranegara mempunyai luas apron eksisting 388 m x 80 m. Peningkatan penerbangan menyebabkan dilakukannya evaluasi untuk menyesuaikan apron dengan pesawat rencana B 737-900 ER dan peraturan Kementerian Perhubungan no. 39 tahun 2015. Hasil evaluasi apron pada kondisi eksisting didapatkan bahwa apron tidak sesuai dengan peraturan sehingga dilakukan perluasan apron dengan luas 388 m x 94 m. Analisis frekuensi dan jam puncak digunakan untuk mengetahui pergerakan pesawat sesuai data jadwal keberangkatan dan kedatangan. Hasil analisis jam puncak pesawat harian diperoleh pada  jam 15.20-16.20 WIB. Konfigurasi parkir pesawat yang terbaik adalah tipe angled nose-in parking dengan jumlah parking stand 7 buah yang dapat menampung 10 pesawat dalam 1 jam. Perencanaan lainnya adalah menentukan posisi parkir pesawat pada parking stand yang disesuaikan dengan jadwal penerbangan eksisting.Kata kunci: apron, konfigurasi pesawat, angled nose-in, posisi parkir ABSTRACTHusein Sastranegara Airport has a existing area of apron 388 m x 80 m. The increasing number of flights causing the evaluation of existing apron needs to be done to adjust the apron with a plan B 737-900 ER aircraft and regulations of the Ministry of Transport No. 39 Year 2015. The results of evaluation showed that apron is not in accordance with the regulations so as to expand apron 388 m x 94 m. The peak hour frequency analysis used to determine the movement of aircraft according to data scheduled departure and arrival. The results of analysis daily peak hour aircraft obtained on the clock 15:20 to 16:20 pm. The best aircraft parking configuration type is angled nose-in parking with seven parking stand that can accommodate 10 aircraft within one hour. Other planning is to determine position of aircraft parking at parking stand adapted to existing flight schedule.Keywords: apron, aircraft configuraton, angled nose-in, aircraft parking
Pemilihan Metode Sistem Drainase Berkelanjutan Dalam Rangka Mitigasi Bencana Banjir Di Kota Bandung Dicky Nurhikmah; Nursetiawan Nursetiawan; Emma Akmalah
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 2, No 3: September 2016
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v2i3.39

Abstract

ABSTRAKKota Bandung adalah ibukota Provinsi Jawa Barat dan mempunyai jumlah penduduk yang sangat besar, hal ini  mengakibatkan kurangnya ruang terbuka hijau karena pengalihfungsian tata guna lahan menjadi permukiman, kantor, industri dan lain-lain. Hal tersebut akhirnya mengakibatkan limpasan air permukaan berlebih pada saat musim hujan dan berkurangnya cadangan air tanah pada saat musim kemarau. Pada saat ini Kota Bandung masih menerapkan sistem drainase konvensional, sehingga potensi banjir menjadi tinggi karena dimensi saluran drainase yang kecil. Mengacu pada metode sistem drainase berkelanjutan yang telah diterapkan di negara-negara maju, diharapkan Kota Bandung dapat mengelola air hujan dengan baik dan terhindar dari bencana banjir. Pada penelitian ini dipilih beberapa metode yang cocok bagi kondisi Kota Bandung saat ini, metode tersebut adalah rain garden, infiltration strips, water roofs, rainwater tanks, cistern, swales, kolam detensi, infiltration trenches, eco- corridor dan kolam retensi. Metode-metode tersebut dipilih berdasarkan berbagai aspek seperti fungsi, kriteria teknis, kemudahan pembuatan dan kemudahan pemeliharaan.Kata kunci: Sistem Drainase Berkelanjutan, Bandung, limpasan air ABSTRACTBandung is the capital of West Java Province with a large population. This condition impacted to the decreasing of open green spaces due to conversion of land use into residential, offices, industrials and others. Consequently surface water run off increases during the rainy season and groundwater reserves decreases during the dry season. At this time Bandung still apply the conventional drainage system, so the potential for flooding is high because the dimension of the drainage channel is too small. Based on the method of sustainable drainage systems that has been applied in developed countries, Bandung is expected to manage rain water and prevent flood. This study is using a few suitable methods for Bandung’s current condition. The methods are rain garden, infiltration strips, water roofs, rainwater tanks, cistern, swales, detention pond, infiltration trenches, eco-corridor and retention pond. These methods are selected based on various aspects such as functionality, technical criteria, ease of construction and maintenance.Keywords: Sustainable Drainage System, Bandung, Run Off
Studi Penggunaan Lahan Parkir Mobil di Kampus Itenas Bandung Adinda Trie Buana; Silvia Sukirman
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 2, No 3: September 2016
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v2i3.73

Abstract

ABSTRAKJumlah perguruan tinggi di Kota Bandung yang berkembang pesat memberikan dampak terhadap kebutuhan pelayanan transportasi termasuk pelayanan parkir. Kampus sebagai salah satu kegiatan yang tidak terlepas dari masalah perparkiran yang banyak mengurangi kenyaman dalam lingkungan kampus.  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan ruang parkir mobil di dalam Itenas Bandung. Data yang diperlukan dalam analisis didapatkan dari hasil survei lapangan pada tanggal 30 November 2015 jam 06:00-18:00 WIB. Berdasarkan hasil suvei diperoleh, kebutuhan satuan ruang parkir mobil sebesar 233 kendaraan, dengan luas 2679,5 m2, jumlah kendaraan mobil yang keluar & masuk parkir di area Kampus Itenas adalah 447 kendaraan, 24 kendaraan yang menginap (>12 jam), akumulasi puncak terjadi pada selang waktu 11:30-12:00 WIB dengan indeks parkir sebesar 93%, dengan angka pergantian parkir sebesar 2,21. Dari penelitian diperoleh bahwa durasi parkir di Kampus Itenas < 30 menit adalah 21,94%, yang dapat diartikan 21,94% dari pengguna kendaraan mobil hanya melakukan kegiatan antar-jemput.Kata Kunci : Ruang Parkir, Kebutuhan Parkir, Kendaraan ABSTRACTThe amount universities of education in Bandung city give an impact on the needs of transportation services including parking services. Campus as one of activities that can’t be separated from the parking problems that significantly reduce comfort in a Campus environment. This study aims to analyze the need for parking spaces in National Institute of Technology Bandung City. The data required in this analyze obtained from field surveys. The necessary data obtained in analysis of result field survey on 30 November 2015 at 06:00-18:00 WIB. Based on survey during result, unit parking requirement for car is 233 vehicles, total parking area 2679,5 m2, obtained cumulative of vehicle out and vehicle in area parking Itenas is 447 cars categories vehicle, 24 cars categories stay overnight (>12 hours), the peak accumulation for car categories vehicle occurred at 11:30-12:00 time interval with parking index 93%, with the turn over parking index 2,21. The research found the duration of parking in Itenas < 30 minutes is 21,94%, means 21,94% of car vehicle users is drop off-pick up.Key words: Parking Space, Parking Requirements, Vehicles
Analisis Daya Dukung Tiang Tunggal Statik pada Tanah Lunak di Gedebage Wanda Aska Alawiah; Yuki Achmad Yakin
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 2, No 3: September 2016
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v2i3.135

Abstract

ABSTRAKSifat lapisan tanah lunak adalah mempunyai gaya gesek kecil, kemampatan besar dan daya dukung rendah. Untuk lapisan tanah lunak diperlukan fondasi tiang yang mampu memikul seluruh beban bangunan dan beban lainnya untuk diteruskan sampai ke lapisan tanah pendukung. Penentuan kapasitas daya dukung ultimit pada fondasi tiang merupakan faktor terpenting dalam perencanaan. Oleh sebab itu perlu dilakukan analisis untuk mengetahui dan menentukan nilai kapasitas daya dukung ultimit fondasi tiang. Analisis daya dukung tiang dilakukan dengan cara interpretasi hasil uji statik, metode statik, metode Meyerhof berdasarkan data dan pemodelan menggunakan metode elemen hingga. Dari analisis diperoleh metode yang paling mendekati dengan hasil uji di lapangan yaitu interpretasi hasil uji statik metode Mazurkiewicz. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil peresentase sebesar 5,133%.Kata kunci: nilai NSPT, kapasitas daya dukung aksial, static loading test ABSTRACTThe nature of the soft soil layer is has the small friction force, large congestion and lower carrying capacity. For soft soil layers require pile foundations which are able to carry the whole load of the building and other costs to the supporting soil layer. Determination of the ultimate bearing capacity of the foundation is the most important factor in the planning step. Therefore the analysis need to be done to identify and determine the value of the ultimimate bearing capacity of pile foundation. Analysis of pile bearing capacity obtained by interpretation of the result of the static test, static method, Meyerhof method based from the value of and modeling that use finite elements method. From the analytic that obtained by the closest method with the result in the field that interpretation by the static test  Mazurkiewicz method. According to that we could see by the result of presented for 5.133%.Keywords: value , axial bearing capacity, static loading test
Model Kelembagaan Pengelolaan Sistem Drainase Berkelanjutan Dalam Rangka Mitigasi Bencana Banjir Ika Widi Purwanti; Emma Akmalah; Nursetiawan Nursetiawan
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 2, No 3: September 2016
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v2i3.51

Abstract

ABSTRAK Ruang terbuka hijau di Kota Bandung terus berkurang yang disebabkan oleh pertumbuhan populasi dan penggunaan lahan yang tidak sesuai dengan perutukannya sehingga mengakibatkan banjir. Maka diperlukan metode enanganan banjir dengan metode penanganan air permukaan dengan sistem drainase berkelanjutan. Prinsip dari metode ini adalah mengendalikan air permukaan yang dapat digunakan sebagai sumber air baku. Selain masalah tersebut, penyebab terjadinya banjir terletak pada masalah sosial dan kelembagaan. Pengelolaan drainase di Kota Bandung belum efektif sehingga masalah banjir tidak tertangani dengan baik. Penelitian ini mempelajari model- model pengelolaan sistem drainase di beberapa negara maju seperti Inggris, Singapura dan Belanda. Dengan berpedoman pada sistem kelembagaan pemerintah di negara-negara tersebut, diharapkan Kota Bandung dapat mengelola sistem drainasenya dengan baik dan berkelanjutan. Pada penelitian ini diusulkan model baru agar sistem pengelolaan drainase di Kota Bandung dapat terorganisir lebih baik dan efektif.Kata Kunci: sistem drainase berkelanjutan, kelembagaan, banjir. ABSTRACTThe green open space in Bandung is decreasing due to rapid population growth and improper land use which lead to flooding. Therefore an appropriate method to control floods such as sustainable urban drainage system is needed. The principle of the method is to control excess surface water that can be used as raw water. In addition to the problem, floods occur because of social and institutional problems. Until now, the institutional drainage system management in Bandung is not performing well. This research studies various sustainable drainage system institutional management models from several developed countries such as United Kingdom, Singapore and Netherland as references. A new model is proposed in order to improve the institutional arrangement for drainage system management in Bandung.Keywords: sustainable drainage system, institutional management, flooding
Pemodelan Vertical Drain Dengan Menggunakan Model Elemen Hingga Pada Analisis Konsolidasi Di Bendungan Marangkayu Kalimantan Timur Raden Wahyu Mulyana; Indra Noer Hamdhan; Bemby S.
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 2, No 3: September 2016
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v2i3.1

Abstract

ABSTRAKAnalisis penurunan tanah pada kondisi setelah dilakukan perbaikan tanah berdasarkan data settelement plate pada proses preloading dan vertical drain Bendungan Marangkayu (2012- 2013) menunjukan penurunan sebesar -1,366 meter. Parameter tanah diperoleh dengan cara coba-coba menggunakan Plaxis 2D AE, dimana parameter tanah yang mendekati penurunan lapangan yang akan digunakan dalam analisis. Analisis ini bertujuan untuk memperoleh besarnya penurunan dan waktu selama proses preloading dan vertical drain dengan jarak antar vertical drain yang sesuai untuk mempercepat proses konsolidasi dan mempercepat penurunan nilai Pore Water Pressure (PWP). Hasil analisis konsolidasi dengan software Plaxis 2D AE pada kondisi tanah jenuh air dengan kombinasi preloading dan vertical drain menunjukan bahwa jarak antara PVD yang sesuai dengan output analisis data lapangan adalah dengan jarak PVD 1 meter dengan kedalaman PVD 10 meter dari total kedalaman tanah lunak 30 meter atau (floating pvd).Kata Kunci : preloading, vertical drain, metode elemen hingga. ABSTRACTAnalysis of soil settlement after improved soil conditions based on the settlement plate data on the preloading and vertical drains Marangkayu Dam (2012-2013) shows a decrease of - 1.366 meters. Soil parameter was analysed by trial and error method using Plaxis 2D AE, where the parameters are closer to field settlement that will be used in the analysis. This analysis aimed to obtain the reduction in magnitude and time during the process of preloading and vertical distance between the vertical drain with drain corresponding to speed and accelerate the consolidation process Pore Water Pressure dissipation (PWP). The consolidation analysis using Plaxis 2D AE with PVD 1 meter spacing and 10 meter depth show good agreement with the field data, which total of soft soil 30 meter (floating PVD).Keywords: preloading, vertical drains, finite element method.
Efektifitas Redaman Energi Gelombang Akibat Adanya Breakwater Terapung Ditinjau dari Model Fisik dan Studi Numerik Raden Indra Anggun Gemilang; Yessi Nirwana Kurniadi
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 2, No 3: September 2016
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v2i3.147

Abstract

ABSTRAKGelombang laut memiliki energi yang dapat mengakibatkan ketidakstabilan terhadap kondisi garis pantai di kawasan pesisir. Permasalahan tersebut perlu diatasi dengan dibuat suatu struktur yang mampu mereduksi energi gelombang salah satunya dengan menggunakan pemecah gelombang terapung. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui seberapa efektif redaman energi berdasarkan besarnya koefisien transmisi ( ) dari struktur pemecah gelombang terapung yang telah didesain sedemikian rupa. Pengujian dilakukan dengan metode uji model fisik dan studi numerik dengan menggunakan software analisis gelombang 2D. Hasil pengujian model fisik diperoleh redaman energi gelombang akibat adanya pemecah gelombang terapung berkisar 11%-30% sedangkan dari pengujian numerik energi yang diredam mencapai 23%-58%. Hasil penelitian menunjukan struktur pemecah gelombang terapung yang telah didesain mampu untuk mereduksi energi yang diakibatkan oleh gelombang.Kata kunci: koefisien transmisi, pemecah gelombang terapung, Model Fisik, Studi NumerikABSTRACTWave have energy that can cause unstability of shoreline around coastal area. floating breakwater are one of structure that can solve the coastal area problem by reduce the wave energy. In this research, it is investigated the effectiveness of  floating breakwater  to reduce the waves energy based on the value of transmission coefficient ( ). The test performing by physical and numerical model using waves 2D model analysis Software. Physical model test results obtained a floating breakwater model can reduce the waves energy ranges from 11%-30%, while numerical model test reach from 23%-58%, so that the floating breakwater are capable to reduce the wave enegy.Keywords: transmission coefficient, floating breakwater, physical model, numerical Model
Studi Tentang Faktor Granular Tinggi pada Perancangan Campuran Beton Cara Dreux Gorrise Afina Azka; Priyanto Saelan
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 2, No 3: September 2016
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v2i3.61

Abstract

ABSTRAKKuat tekan beton oleh Dreux Gorrise dirumuskan berbanding lurus dengan rasio berat semen terhadap berat air , serta berbanding lurus pula dengan faktor granular G. Besarnya G yang disarankan oleh Dreux yaitu 0,35-0,65. Semakin besar nilai G yang digunakan, semakin hemat kadar semen yang terdapat pada 1 m3 beton. Dreux mengungkapkan bahwa nilai G 0,65 dapat tercapai jika ukuran maksimum agregat yang digunakan lebih besar atau sama dengan 63 mm. Penelitian lebih lanjut oleh Saelan dan Thesia (2013) mengungkapkan bahwa nilai G sebesar 0,65 dapat juga dicapai pada campuran beton menggunakan ukuran agregat maksimum 20 mm. Kajian lanjut tentang formulasi nilai G tinggi oleh Saelan dan Thesia ternyata masih harus diteliti kembali. Berdasarkan hasil penelitian Saelan dan Thesia dilakukan penelitian kembali untuk membuat formulasi faktor granular tinggi yang lebih besar dari 0,60. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa nilai G tinggi 0,65 dan 0,70 dapat diformulasikan secara terukur menggunakan rumus                 G = 0,260 k. Nilai k diperoleh dari grafik hubungan antara nilai k dengan rasio volume pasir terhadap volume agregat gabungan, dengan syarat volume pasir sebesar 0,260 m3 dan rasio volume pasir terhadap volume agregat gabungan berkisar 0,342 – 0,417. Volume pasir yang tidak sama 0,260 m3 mengakibatkan kuat tekan beton yang dihasilkan berkurang.Kata kunci: kuat tekan beton, faktor granular tinggi, Dreux Gorrise. ABSTRACTCompressive strength of concrete formulated by Dreux Gorrise is linierly proportional to cement-water ratio , and granular factor G. The value of G suggested by Dreux is 0.35-0.65. The higher the value of G the more efficient cement content in   1 concrete. The value of G at 0.65 reached if the maximum aggregate size is greater or equal to 63 mm. Futher research by Saelan and Thesia reveal that the value of G at 0.65 also could be reached by using the maximum aggregate size of  20 mm. It turns out that the formulation of granular factor greater than 0.60 by Saelan and Thesia is still to be developed further more. Based on the result of Saelan and Thesia research was redeveloped the formulation of ganular factor greater than 0.60. The formulation proposed is G = 0.260 k where the value of k was obtained from graph which describes the relation between k and ratio of sand volume to mix aggregate volume. The condition of sand volume is 0.260 and ratio of sand volume to mix aggregate volume at the range of 0.342-0.417. The sand volume that not equal to 0.260 will reduce the compressive strength of concrete.Keywords: compressive strength of concrete, high granular factor, Dreux Gorrise.

Page 3 of 3 | Total Record : 30