cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
REKA RACANA
ISSN : -     EISSN : 24772569     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 26 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1: Maret 2018" : 26 Documents clear
Perhitungan Kebisingan pada Rumah Sakit dan Sekolah Akibat Arus Lalu Lintas di Jalan L.L. R.E. Martadinata Kota Bandung (Hal. 133-143) Sanjaya, Heru; Supriyani, Pertiwi; Sufanir, Angga Marditama Sultan
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 4, No 1: Maret 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.747 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v4i1.133

Abstract

ABSTRAKPeningkatan volume kendaraanberdampak terhadappeningkatan kebisingan lalu lintas yang menimbulkangangguan pendengaran bagi pengguna jalan dan masyarakat disekitarnya.Tujuan penelitian ini yaitumenghitung kebisingan pada kawasan rumah sakit dan sekolah akibat arus lalu lintas di Jalan L.L. R.E. Martadinata Kota Bandung dengan menggunakan Metode Bina Marga Pd.T-10-2004-B tentang Prediksi Kebisingan Akibat Lalu Lintas dengan ModelCalculation of Road Traffic Noise (CoRTN).Dari hasil perhitungan diperoleh tingkat kebisingan di kawasan RSIA Limijati sebesar 62,46 dBA (weekdays) dan 62,01 dBA (weekend), sedangkan tingkat kebisingan dikawasan Sekolah Taruna Bakti sebesar 66,06 dBA (weekdays) dan 66,21 dBA (weekend). Dapat disimpulkan bahwa tingkat kebisingan di kawasan RSIA Limijati dan Sekolah Taruna Bakti sudah melebihi baku mutu yang diijinkan menurut Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 48/MENLH/11/1996 yaitu sebesar 55 dBA, sehingga untuk menurunkan tingkat kebisingan perlu dilakukan mitigasi dampak kebisingan akibat lalu lintas jalan.Kata kunci: kebisingan pada kawasan rumah sakit, kebisingan pada kawasan sekolah, ModelCalculation of Road Traffic Noise ABSTRACTThe increase ofvehicle volume is impacted to the increase of traffic noise which is The increase ofvehicle volume is impacted to the increase of traffic noise which is caused sense of hearing interruptionto the road user, pedestrian, and the society in that area. This research’s purpose is to calculate the traffic noise in hospital and school area which is caused by the traffic in Jalan L.L. R.E. Martadinata, Kota Bandung. The method used is Bina Marga Pd.T-10-2004-B about The Prediction of Noise caused by Traffic using Calculation of Road Traffic Noise (CoRTN) Model. Based on the calculation, the number of traffic noise in RSIA Limijati area for about 62,46 dBA (weekdays) and 62,01 dBA (weekend), while Taruna Bakti School for about 66,06 dBA (weekdays) and 66,21 dBA (weekend).In conclusion, the number of traffic noise in RSIA Limijati and Taruna Bakti School area exceed the standard grade permission from Keputuan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 48/MENLH/11/1996 is about 55 dBA. For decreasing the number of traffic noise, it is a must for doing mitigation toward the effect of noise which is caused by traffic.Keywords: The traffic noise in hospital area, the traffic noise in school, Calculation of Road Traffic Noise Model
Kajian Tarif Kereta Api Penumpang Pontianak – Sanggau Kalimantan Barat (Hal. 33-44) Fatharani, Azka Qonita; Triana, Sofyan
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 4, No 1: Maret 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.989 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v4i1.33

Abstract

ABSTRAKPenetapan tarif kereta api yang berlaku adalah salah satu permasalahan yang dihadapi oleh penyedia jasa angkutan kereta api. Penyedia jasa angkutan kereta api dituntut memberikan fasilitas sarana dan prasarana serta pelayanan sebaik-baiknya agar sesuai dengan tarif yang dikeluarkan oleh penumpang kereta api. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui besaran tarif kereta api penumpang yang berlaku berdasarkan biaya operasional kereta api. Perhitungan biaya operasional kereta api dan tarif kereta api mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor: 69 Tahun 2014 tentang Pedoman Perhitungan dan Penetapan Tarif Angkutan Orang dengan Kereta Api. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa pola operasi kereta api, besaran penumpang kereta api, dan komponen biaya operasional kereta api. Dari hasil analisis data di dapatkan Biaya Operasional Kereta Api sebesar Rp63.749.645/lintas, besaran tarif dasar Rp998/penumpang km, dan  besaran tarif jarak untuk rute Pontianak-Sanggau sebesar Rp178.764/penumpang.Kata kunci: tarif, kereta api, biaya operasional kereta api ABSTRACTApplicable railway fare is one of the problems faced by the railway service providers. Railway service providers are required to provide facilities and infrastructure and services as well as possible to fit the fare issued by rail passengers. The purpose of this research is to know the amount of railway passengers fare that applies based on rail operational cost. The calculation of rail operational cost and railway fare refers to Regulation of the Minister of Transportation of the Republic of Indonesia Number: 69 of 2014 on Guidelines for Calculating and Stipulating Transit of People by Railway. The data used are secondary data in the form of railway operation pattern, railway passenger size, and rail operational cost component. From the result of data analysis, obtained the railway operational cost Rp63,749,645/cross, the basic cost Rp998/passenger km, and the distance cost for Pontianak-Sanggau route is Rp178,746/passenger.Keywords:  fare, train, train operational cost
Evaluasi Stabilitas dan Penurunan antara Timbunan Ringan Mortar Busa Dibandingkan dengan Timbunan Pilihan pada Oprit Jembatan (Studi Kasus: Flyover Antapani, Kota Bandung) (Hal. 90-100) Atamini, Hamdan; Moestafa, Benny
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 4, No 1: Maret 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1041.667 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v4i1.90

Abstract

ABSTRAKAda berbagai solusi yang dapat dilakukan agar suatu struktur dapat dibangun di atas tanah lunak. Salah satu solusi itu adalah pengurangan beban dengan menggunakan timbunan ringan. Analisis stabilitas dan penurunan dilakukan dengan membandingkan timbunan ringan (mortar busa) dan timbunan pilihan (tanah merah laterit) menggunakan perangkat lunak Plaxis Professional 8.6 berdasarkan metode elemen hingga. Penelitian ini menggunakan model Mohr-Coulomb untuk timbunan pilihan, sedangkan model Elastisitas Linier untuk timbunan ringan. Studi kasus ini dilakukan pada proyek Flyover Antapani (Kota Bandung, Jawa Barat). Penggunaan timbunan ringan menghasilkan nilai penurunan sebesar 3,53 cm dan faktor keamanan (FK) 2,74, sedangkan untuk timbunan pilihan nilai penurunannya sebesar 13,79 cm dengan faktor keamanan (FK) 1,36. Akhirnya dapat disimpulkan bahwa penggunaan timbunan ringan di atas tanah lunak akan menghasilkan penurunan lebih kecil (<74,40%) dengan faktor keamanan lebih besar (>50,36%) dibandingkan dengan timbunan pilihan.Kata kunci: tanah lunak, timbunan, penurunan, faktor keamanan. ABSTRACTThere are various solutions for a structure to be built on soft soil. One of these solutions is reduction of load using lightweight material embankment. Stability and settlement of the structure will be analyzed through comparison between lightweight embankment (foam mortar) with selected fill (lateritic soil) using Plaxis Professional 8.6 software based on Finite Element Method (FEM). This research use Mohr-Coulomb modeling for the selected fill, by using linier elasticity modelling for the lightweight embankment. A case study for this was conducted on Antapani Flyover project (Bandung, West Java). Resulting a settlement value of 3.53 cm with safety factor of 2.74 by using lightweight embankment, and a settlement value of 13.79 cm with safety factor of 1.36 by using the selected fill. Finally, the use of a lightweight material embankment on soft soil ground decrease settlement value (<74.40%) and increase safety factor (>50.36%).Keywords: soft soil, embankment, settlement, safety factor.
Studi Penggunaan Batu Kapur Kalipucang sebagai Substitusi Sebagian Agregat Halus Beton Aspal Jenis AC-BC Lucky Budiman; Silvia Sukirman
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 4, No 1: Maret 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v4i1.45

Abstract

ABSTRAKPerkerasan jalan adalah campuran antara agregat dan bahan pengikat, berfungsi melayani beban lalu lintas. Agregat yang biasa digunakan untuk perkerasan jalan adalah batu pecah dan bahan lainnya. Batu kapur adalah batuan sedimen yang terusun dari kalsium karbonat (CaCO3) dalam bentuk mineral kalsit. Batu kapur merupakan salah satu mineral industri yang banyak digunakan oleh sektor industri dan konstruksi. Tujuan penelitian ini antara lain untuk mengetahui karakteristik batu kapur dan penggunaan batu kapur Kalipucang sebagai substitusi agregat halus dari campuran beton aspal jenis AC-BC, dengan penambahan batu kapur sebanyak 50% dari dari agregat halus. Berdasarkan hasil analisis data pengujian didapatkan nilai stabilitas dari beton aspal substitusi batu batu kapur lebih tinggi dibandingan dengan campuran beton aspal tanpa batu kapur, yaitu 1.800 kg untuk campuran substitusi batu kapur dan 1.600 kg untuk campuran tanpa batu kapur. Sifat volumetrik beton aspal dari kedua campuran yaitu    dan  memenuhi spesifikasi yang telah ditentukan.Kata kunci: laston AC-BC, batu kapur, substitusiABSTRACTThe pavement street is a mixture between of aggregates and binders,the function is serving the traffic load. The aggregate commonly used for street pavement are broken stone and other materials. Limestone is sedimentary rock are composed of calcium carbonate (caCO3) in the mineral form of calcite.Limestone is one of a mineral an industry that is much used by the industrial and construction sectors. The purpose of this research include to know characteristic limestone and the use of limestone Kalipucang as a substitution of fine aggregate from a mixture of asphalt concrete of AC-BC,by the addition of limestone 50% of the fine aggregate. Based on the results of data analysis testing obtained the value of the stability from concrete asphalt  the substitution of limestone higher than being with a mixture of asphalt concrete without limestone, that is 1,800 kg to mixed the substitution of limestone and 1,600 kg to mix without limestone. Volumetric properties of asphalt concrete of two mixetures is    and meet specifications which has been determined.Keywords: laston AC-BC, limestone, substitution
Kajian Hidrodinamika bagi Pengembangan Budidaya Laut di Sekotong, Nusa Tenggara Barat Ai Didih Hendrianti; Yessi Nirwana Kurniadi; Aida Heriati
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 4, No 1: Maret 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v4i1.101

Abstract

ABSTRAKSekotong adalah salah satu pulau di Indonesia yang berada pada provinsi Nusa Tenggara Barat. Salah satu potensi perairan Sekotong ini adalah usaha budidaya mutiara. Jenis mutiara yang umum dibudidayakan dari spesies Pinctada maxima. Faktor yang mempengaruhi keberhasilan usaha budidaya mutiara salah satunya adalah pemilihan lokasi yang tepat yaitu harus terletak pada perairan yang tenang dan terhindar dari gerakan arus yang besar. Kecepatan arus yang optimal untuk budidaya kerang mutiara berkisar antara 10−25 cm/detik. Analisis kecepatan arus dan pasang surut dilakukan dengan software MIKE 21. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pola hidrodinamika serta mengkaitkannya dengan kondisi perairan Sekotong, NTB apakah baik dijadikan sebagai lokasi budidaya tiram mutiara. Hasil pemodelan dan pengukuran didapat tipe pasang surut campuran cenderung ganda (mixed predominantly semi diurnal) dan hasil pemodelan menunjukkan bahwa lokasi perairan sekotong ini sesuai untuk dijadikan lokasi budidaya mutiara yang ditunjukkan oleh kecepatan arus hasil pemodelan adalah 20,11 cm/detik.Kata kunci: hidrodinamika, budidaya mutiara, arus, pasang surut ABSTRACTSekotong is one of the islands in Indonesia located in the province of West Nusa Tenggara. One of potential Sekotong waters is pearl farming. The type of pearl is commonly cultivated from the Pinctada maxima species. One of the factors that affect the successfulof pearl farming is the selection of the right location that must lie in the calm waters and must avoid the movement of large currents. The optimal flow rate for pearl cultivation ranges from 10−25 cm/sec. Analysis of current and tidal velocity is done with MIKE 21 software. The purpose of this research is to analyze hydrodynamics and relate it to the condition of Sekotong waters is West Nusa Tenggara well used as the location cultivation. The modeling and measurement result, there are mixed tidal type tend to be double (mixed predominantly semi diurnal) and the modeling results show that the location of the sekotong waters is suitable for the pearl cultivation location shown by the velocity of modeling current is 20.11 cm/sec.Keywords: hydrodynamics, cultivation of pearl, currents, tidal
Perkuatan Elemen Struktur Akibat Perubahan Fungsi Bangunan Priskila Uli Fransiska Simarmata; Nur Laeli Hajati
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 4, No 1: Maret 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v4i1.1

Abstract

ABSTRAKSeiring dengan pertumbuhan ekonomi di Indonesia banyak sekali bangunan yang dialihfungsikan sehingga beban yang direncanakan pada awal pembangunan tidak sesuai lagi dengan beban pada bangunan yang sudah diubah fungsinya. Dalam penelitian ini elemen struktur yang mengalami perlemahan diberikan perkuatan dengan memberikan pelat baja setebal 10 mm pada bagian sisi luar elemen struktur. Dari hasil penelitian, struktur yang sudah mengalami perlemahan karena perubahan fungsi bangunan kembali kuat menahan beban yang sudah ditambahkan. Hal ini dibuktikan dengan nilai momen lentur kolom pada saat beban berlebih sebesar 366,749 kNm dan setelah diberi perkuatan berubah menjadi 471,379 kNm lebih kecil dari 1.088,652 kNm. Pada elemen balok momen lentur setelah diberikan beban berlebih 94,956 kNm kurang dari 163,782 kNm sehingga tidak diperlukan perkuatan pada balok. Kondisi Performance Point, struktur berada pada level B sampai dengan Immadiate Occupancy (IO) yaitu kondisi dimana ketika terjadi gempa, tidak ada kerusakan struktural maupun non-struktural yang berarti pada struktur.Kata kunci: perkuatan, pelat baja, pushover ABSTRACTAlong with the economic growth in Indonesia a lot of buildings are converted so that the planned load at the beginning of the construction is no longer in accordance with the load on the building that has been changed its function. In this study, the structural elements that are weakened are given a reinforcement by providing a 10 mm thick steel plate on the outer side of the structural elements. From the results of the study, the structures that have experienced weakness due to changes in the function of the back building strongly withstand the load that has been added. This is evidenced by the bending moment value of the column at the time of excess load of 366.749 kNm and after being given a reinforcement change to 471.379 kNm less than 1,088.652 kNm. In the beam element of the bending moment after being overloaded 94,956KNm less than 163.782 kNm so no reinforcement is required on the beam. Performance Point condition, structure is at level B up to Immadiate Occupancy (IO) that is condition where when happened earthquake, there is no structural damage or non structural meaning on structure.Keywords: reinforcement, steel plate, pushover
Pengaruh Jumlah dan Diameter Helix terhadap Daya Dukung Fondasi Helical Pile Sena Bayu Adji Fitriana; Indra Noer Hamdhan
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 4, No 1: Maret 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v4i1.56

Abstract

ABSTRAKFondasi helical pile adalah fondasi tiang baja yang memiliki helix untuk menambah daya dukung yang dihasilkan. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menentukan kapasitas daya dukung fondasi helical pile seperti, membandingkan metode analitis yang terdiri dari metode cylindrical shear dan metode individual bearing dengan metode elemen hingga. Banyak variasi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan daya dukung fondasi helical pile, variasi yang dilakukan untuk mengetahui kapasitas daya dukung fondasi ini seperti menambah jumlah helix dan memvariasikan diameter helix pada helical pile. Hasil perhitungan kapasitas daya dukung akibat bertambahnya jumlah helix menunjukan penambahan sebesar 9,38% pada tanah lempung dan 5,58% pada tanah pasir dan adanya penambahan ukuran diameter tengah sebesar 50% menambah daya dukung sebesar 19,66% pada tanah lempung dan 10,83% pada tanah pasir.Kata kunci:  helical pile, cylindrical shear, individual bearing, elemen hingga ABSTRACTHelical pile foundation is a steel pile that has a helix to increase the bearing capacity. There are several things that can be done to determine the bearing capacity of helical pile such as, comparing analytical methods (cylindrical shear and individual bearing) with finite element method. Many variations can be done to increase the bearing capacity of the helical pile foundation, variations were made to determine the bearing capacity such as increasing the number of helix and increasing the diameter helix on the helical pile. The result of the bearing capacity due to increasing the number of helix shows the addition of 9.38% in the clay soil and 5.58% in the sand soil. By adding 20 cm diameter size of helix, it also increases the bearing capacity 19.66% in clay soil and 10.83% in sand soil.Keywords: helical pile, cylindrical shear, individual bearing, finite element
Kajian Ketersediaan Air di Sungai Cimande untuk Kebutuhan Air bagi Masyarakat di Kecamatan Cimanggung Sumedang Moch Hanhan Hanafi; Yedida Yosananto
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 4, No 1: Maret 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v4i1.112

Abstract

ABSTRAKSungai merupakan salah satu sumber air permukaan, sehingga banyak digunakan untuk berbagai macam keperluan. Pada tahun 2016 PDAM TIRTAMUKTI menggunakan Sungai Cimande sebagai sumber utama air. Masyarakat merasa khawatir  dengan digunakannya sungai ini sebagai sumber utamanya, karena sungai ini banyak digunakan untuk kebutuhan masyarakat lainya. Saat musim hujan pengurangan debit Sungai Cimande tidak terasa akan tetapi pada saat kemarau kemungkinan besar pengurang debit akan terasa pada penduduk, selain itu meningkatnya jumlah penduduk pada tiap tahun akan mempengaruhi kebutuhan air yang terus meningkat. Metode perhitungan yang digunakan dalam mencari ketersediaan air adalah metode debit andalan dan weibull, sedangkan perhitungan untuk proyeksi penduduk dan proyeksi jumlah pelanggan adalah metode geometrik. Berdasarkan hasil perhitungan bahwa ketersediaan air pada tahun 2036 adalah 3,3 m3/detik sedangkan untuk kebutuhan air dari irigasi, PDAM, industri dan penduduk pada tahun 2036 adalah 0,4034 m3/detik. Berdasarkan hal itu dapat disimpulkan bahwa ketersediaan air mampu memenuhi kebutuhan air penduduk pada tahun 2036.Kata kunci: Cimanggung, debit andalan, kebutuhan air, ketersedian air ABSTRACTRiver is one of the many source of surface water, because of that river often use for many activities. In 2016 PDAM TIRTAMUKTI use Cimande river for mainly source. People is worried about that because the river also use for many things. At rainy season decrease of discharge is not see but at summer decrease of discharge maybe will felt for a people, then incrase of the population every year  will make incrase of the water need. Calculation methods use look for water availability is depenable discharge and for projection of population and PDAM customer is  geometric metohds. Base of calculation in 2036 water availability is 3,3 m3/sec and water need for irigation, PDAM, and people  are 0,4034 m3/sec. Base of that the conclusion is water availability in 2036 can fullfilled water need in 2036.    Keywords: Cimanggung, dependable discharge, water needs, water availability
Analisis Pola Operasi Mempawah-Sanggau Kalimantan Barat Muhammad Faishal; Sofyan Triana
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 4, No 1: Maret 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v4i1.11

Abstract

ABSTRAKModa transportasi kereta api mempunyai banyak keunggulan dibandingkan transportasi jalan antara lain kapasitas angkut besar (massal), cepat, aman, hemat energi, dan ramah lingkungan serta membutuhkan lahan yang relatif sedikit. Dalam studi kasus ini pembangunan jaringan jalur kereta api di Pulau Kalimantan khususnya jalur Mempawah-Sanggau adalah untuk memenuhi kebutuhan pergerakan penumpang dan pergerakan barang. Jalur Kereta Api Mempawah-Sanggau direncanakan dengan satu jalur lintasan (single track) dengan panjang lintasan ± 237 km. Dari studi terdahulu (studi kelayakan dan perencanaan jalan kereta api Pontianak-Sanggau, 2016) diketahui bahwa jumlah pergerakan penumpang pada Tahun 2060 sebesar 1.936.375 orang/tahun dan untuk jumlah pergerakan barang yang menggunakan moda transportasi kereta api pada Tahun 2060 sebesar 45.061.558 ton/tahun. Untuk Tahun 2060 kapasitas lintas kereta api barang tertutup untuk jalur Mempawah-Sanggau tidak bisa dioperasikan sehingga perlu penambahan jalur.Kata kunci: kereta api, pola operasi kereta api, Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka). ABSTRACTThe railway transport have many adventages over road transportation among other large capacity, more fast, safe, energy saving and environmentally friendly and require less land. In this case study the construction of the railway network at Kalimantan Island especially track of Mempawah-Sanggau is to meet the needs of the movement of passengers and movement of item. The Mempawah-Sanggau railway is planned with a single track with length ± 237 km. From previous studies (feasibility study and railway planning Pontianak-Sangggau, 2016) it is know thar the number of passenger movements in 2060 is 1.936.375 person/year and the total of item movement using railway transport in 2060 is 45.061.558 tons/year. For the year 2060 the capacity of trainway freight train for track at Mempawah-Sanggau can not be operation and need for additional trainway.Keywords: train, pattern of rail operations, Railway Travel Graph (RTG).
Analisis Vacuum Consolidation pada Perbaikan Tanah Lempung Lunak dengan Model Axisymmetric Nadya Utami Rivanga; Indra Noer Hamdhan
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 4, No 1: Maret 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v4i1.68

Abstract

ABSTRAKTanah lempung lunak merupakan jenis tanah yang memiliki kuat geser yang kecil, koefisien permeabilitas yang kecil, kompresibilitas yang besar, dan mempunyai daya dukung rendah. Kondisi tersebut menyebabkan tanah lempung lunak menjadi tantangan pada kontruksi yang akan di bangun diatasnya, sehingga diperlukan perbaikan tanah. Salah satu perbaikan tanah untuk tanah lempung lunak yang banyak dijumpai yaitu vertical drain dan preloading. Pada penelitian ini metode tersebut akan dikombinasikan dengan vacuum consolidation. Tegangan vakum yang digunakan pada kasus ini sebesar 50 dan 80 kPa. Analisis yang dilakukan dengan menggunakan program PLAXIS 2D dengan model Axisymmetric. Analisis dilakukan dengan memvariasikan tiga dari sekian banyak soil model yaitu Mohr Coulomb, Hardening Soil, dan Soft Soil. Berdasarkan hasil dari penelitian nilai penurunan, tegangan pori, dan waktu konsolidasi yang dihasilkan berbeda tetapi hasil penurunan soil model dengan Hardening Soil dan Soft Soil tidak terlalu berdeda secara signifikan.Kata Kunci: tanah lempung lunak, vacuum consolidation, Mohr Coulomb, Hardening Soil, Soft Soil, axisymmetric, PLAXIS 2D  ABSTRACTSoft clay is a type of soil that has low shear strength,  high compressibility,  low coeffiecient of permeability and low bearing capacity. The condition caused soft clay soil to be a challenge on the construction that will be built on it, so that it needed soil improvement. The soil improvement for soft clay that often found is vertical drain and preloading. In this final project that method will be combined with vacuum consolidation. The vacuum pressure used in this case amount from 50 and 80 kPa. The analysis was performed using PLAXIS 2D program with Axisymmetric model. The analysis was done by varying the three of soil models Mohr Coulomb, Hardening Soil, and Soft Soil. Based on the settlement of the research, settlement value, pore pressure, and time of consolidation are different but the result of soil models of Hardening Soil and Soft Soil is not significantly differentiated.Keywords: soft clay, vacuum consolidation, Mohr Coulomb, Hardening Soil, Soft Soil, axisymmetric, PLAXIS 2D 

Page 2 of 3 | Total Record : 26