cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
REKA RACANA
ISSN : -     EISSN : 24772569     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 26 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1: Maret 2018" : 26 Documents clear
Pengembangan Indikator Waste (Sampah) pada Penerapan Konsep Green Campus di Itenas Satrio Triadi Agung Nugroho; Emma Akmalah; Siti Ainun
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 4, No 1: Maret 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v4i1.122

Abstract

ABSTRAKSampah merupakan salah satu faktor kerusakan lingkungan terutama di area kampus yang memiliki banyak timbulan sampah. Salah satu upaya untuk menyelamatkan lingkungan kampus adalah dengan menjalankan program green campus. Untuk menilai kegiatan green campus, Indonesia telah memiliki sistem penilaian yang dikeluarkan oleh Universitas Indonesia yaitu UI GreenMetric, dengan salah satu kategori yang dinilai adalah sampah. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan indikator pada kategori sampah pada kampus Itenas, Bandung. Data yang diperlukan diperoleh melalui observasi dan studi literatur dan selanjutnya diolah dan dianalisis dengan metode pengembangan atau research and development. Hasil yang didapatkan adalah berupa perkembangan indikator dan sub-indikator yang dapat diterapkan di kampus Itenas yang juga dapat diterapkan di kampus lain.Kata kunci: sampah, green campus, Itenas, pengembangan indikator ABSTRACTWaste is one of the environmental damage factor, especially in campus areas that have a lot of waste generation. One of the efforts to save the campus environment is through the green campus program. To assess the green campus activities, Indonesia has a rating system issued by the University of Indonesia i.e UI GreenMetric, which has waste category. This study aims to develop indicators for waste category and applied at Itenas campus, Bandung. Data required for this research are obtained through observation and literature study and then processed and analyzed by research and development method. The results obtained are the development of indicators and sub-indicators that can be applied on the Itenas campus which can also be applied in other campuses. Keywords: waste, green campus, Itenas, indicators development.
Kriteria Green Infrastructure dalam Penentuan Luas Stasiun Kereta Api Nadia Ulfah; Sofyan Triana
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 4, No 1: Maret 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v4i1.22

Abstract

ABSTRAKPembangunan infrastruktur adalah salah satu penyebab kerusakan lingkungan saat ini. Salah satu infrastruktur yang mendukung moda transportasi kereta api adalah bangunan stasiun. Agar membangun suatu stasiun yang tidak merusak lingkungan dan memberikan ruang gerak yang nyaman kepada pengguna maka dilakukan analisis mengenai luas kebutuhan lahan menurut peraturan yang berlaku sesuai dengan salah satu kriteria bangunan hijau yaitu harus memenuhi Koefisien Dasar Bangunan (KDB) dan kebutuhan Ruang Terbuka Hijau (RTH). Data sekunder dibutuhkan dalam perhitungan luas berdasarkan ruang gerak manusia dan standar stasiun. Hasil perhitungan diperoleh luas stasiun sebesar 2.685,5 m2 yang merupakan KDB 60% sedangkan untuk luas RTH 40% sebesar 1.790,3  m2 sehingga diperoleh luas lahan stasiun sebesar 4.475,8 m2. Pada peraturan yang berlaku mengenai bangunan stasiun hanya membahas KDB atau luas terbangun dan tidak membahas mengenai kebutuhan RTH maka dapat diusulkan perhitungan baru untuk merancang stasiun ramah lingkungan yang membahas luas KDB dan RTH sehingga didapat luas tanah keseluruhan.Kata kunci: green infrastructure, stasiun, luas bangunan, ruang gerak manusia, Koefisien Dasar Bangunan (KDB), Ruang Terbuka Hijau (RTH). ABSTRACTInfrastructure development is one of the causes of current enviromental damage. One of the infastructure supporting the train transportation capital is station building. Build a station will not be damaging the environment and giving comfortable space if it has been done analysis about wide of land environment according to the prevailling regulations in accordance with the one of the criteria of green building that fulfills Coefficient of Bulding Base (KDB) and Green Open Space (RTH). The secondary data is needed in wide calculation based on space for human movement and station standard. The calculation results obtained area of the station is 2.685,5 m2 that is KDB 60% while the area of RTH 40% is 1.790,3 m2 so that obtained area of station land 4.475,8 m2. In the applicable regulations about station building only discuss KDB or wide awake not RTH needs. So it can be proposed the new calculation to design the environmentally friendly station that discusses area of KDB and RTH so obtained the total land area.Keywords: green infrastrucutre, station, building area, human movements space, Coefficient of Building Base (KDB), Green Open Spaces (RTH).
Pengaruh Tension Crack (Tegangan Retak) pada Analisis Stabilitas Lereng menggunakan Metode Elemen Hingga Frizkia Azifa Silmi; Indra Noer Hamdhan
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 4, No 1: Maret 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v4i1.80

Abstract

ABSTRAKKondisi kemarau yang terus menerus menyebabkan kondisi lingkungan sekitar menjadi kekeringan. Jika hal tersebut  terjadi pada tanah khususnya lereng maka akan menimbulkan tegangan retak dan memicu terjadinya kelongsoran. Pemodelan ini mengkolaborasikan antara kedalaman tegangan retak, posisi tegangan retak serta kemiringan lereng dengan kondisi tanah tidak jenuh air dan kondisi tanah jenuh air menggunakan PLAXIS 2D dengan metode elemen hingga. Dari hasil analisis diperoleh nilai faktor keamanan untuk kondisi tanah tidak jenuh air berada pada 1,6-1,8 dengan kondisi aman sedangkan untuk kondisi jenuh air untuk kemiringan 1:1 dibawah satu atau berada pada kondisi tidak aman, kemiringan 1:1,5 dan kemiringan 1:2 berada pada 1,4-1,5 dengan kondisi aman.Kata kunci: tegangan retak, lereng dan Metode Elemen Hingga ABSTRACTDrought conditions that continue to cause environmental conditions become dry. If it happens to the ground especially the slope it will cause a Tension crack and trigger the occurrence of sliding. This model is collaborated among a depth of tension crack, position of tension crack and slope gradient with unsaturated soil condition and saturated soil condition using PLAXIS 2D with finite element method. The analysis result for the condition of unsaturated soil is at 1.6-1.8 with safe condition and for saturated soil condition for slope of 1: 1 under one or is in unsafe condition, slope of 1:1,5 and slope of 1:2 are at 1.4-1.5 with safe conditions.Keyword: tension crack, slope dan Finite Elemen Method
Perhitungan Kebisingan pada Rumah Sakit dan Sekolah Akibat Arus Lalu Lintas di Jalan L.L. R.E. Martadinata Kota Bandung Heru Sanjaya; Pertiwi Supriyani; Angga Marditama Sultan Sufanir
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 4, No 1: Maret 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v4i1.133

Abstract

ABSTRAKPeningkatan volume kendaraanberdampak terhadappeningkatan kebisingan lalu lintas yang menimbulkangangguan pendengaran bagi pengguna jalan dan masyarakat disekitarnya.Tujuan penelitian ini yaitumenghitung kebisingan pada kawasan rumah sakit dan sekolah akibat arus lalu lintas di Jalan L.L. R.E. Martadinata Kota Bandung dengan menggunakan Metode Bina Marga Pd.T-10-2004-B tentang Prediksi Kebisingan Akibat Lalu Lintas dengan ModelCalculation of Road Traffic Noise (CoRTN).Dari hasil perhitungan diperoleh tingkat kebisingan di kawasan RSIA Limijati sebesar 62,46 dBA (weekdays) dan 62,01 dBA (weekend), sedangkan tingkat kebisingan dikawasan Sekolah Taruna Bakti sebesar 66,06 dBA (weekdays) dan 66,21 dBA (weekend). Dapat disimpulkan bahwa tingkat kebisingan di kawasan RSIA Limijati dan Sekolah Taruna Bakti sudah melebihi baku mutu yang diijinkan menurut Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 48/MENLH/11/1996 yaitu sebesar 55 dBA, sehingga untuk menurunkan tingkat kebisingan perlu dilakukan mitigasi dampak kebisingan akibat lalu lintas jalan.Kata kunci: kebisingan pada kawasan rumah sakit, kebisingan pada kawasan sekolah, ModelCalculation of Road Traffic Noise ABSTRACTThe increase ofvehicle volume is impacted to the increase of traffic noise which is The increase ofvehicle volume is impacted to the increase of traffic noise which is caused sense of hearing interruptionto the road user, pedestrian, and the society in that area. This research’s purpose is to calculate the traffic noise in hospital and school area which is caused by the traffic in Jalan L.L. R.E. Martadinata, Kota Bandung. The method used is Bina Marga Pd.T-10-2004-B about The Prediction of Noise caused by Traffic using Calculation of Road Traffic Noise (CoRTN) Model. Based on the calculation, the number of traffic noise in RSIA Limijati area for about 62,46 dBA (weekdays) and 62,01 dBA (weekend), while Taruna Bakti School for about 66,06 dBA (weekdays) and 66,21 dBA (weekend).In conclusion, the number of traffic noise in RSIA Limijati and Taruna Bakti School area exceed the standard grade permission from Keputuan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 48/MENLH/11/1996 is about 55 dBA. For decreasing the number of traffic noise, it is a must for doing mitigation toward the effect of noise which is caused by traffic.Keywords: The traffic noise in hospital area, the traffic noise in school, Calculation of Road Traffic Noise Model
Kajian Tarif Kereta Api Penumpang Pontianak – Sanggau Kalimantan Barat Azka Qonita Fatharani; Sofyan Triana
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 4, No 1: Maret 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v4i1.33

Abstract

ABSTRAKPenetapan tarif kereta api yang berlaku adalah salah satu permasalahan yang dihadapi oleh penyedia jasa angkutan kereta api. Penyedia jasa angkutan kereta api dituntut memberikan fasilitas sarana dan prasarana serta pelayanan sebaik-baiknya agar sesuai dengan tarif yang dikeluarkan oleh penumpang kereta api. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui besaran tarif kereta api penumpang yang berlaku berdasarkan biaya operasional kereta api. Perhitungan biaya operasional kereta api dan tarif kereta api mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor: 69 Tahun 2014 tentang Pedoman Perhitungan dan Penetapan Tarif Angkutan Orang dengan Kereta Api. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa pola operasi kereta api, besaran penumpang kereta api, dan komponen biaya operasional kereta api. Dari hasil analisis data di dapatkan Biaya Operasional Kereta Api sebesar Rp63.749.645/lintas, besaran tarif dasar Rp998/penumpang km, dan  besaran tarif jarak untuk rute Pontianak-Sanggau sebesar Rp178.764/penumpang.Kata kunci: tarif, kereta api, biaya operasional kereta api ABSTRACTApplicable railway fare is one of the problems faced by the railway service providers. Railway service providers are required to provide facilities and infrastructure and services as well as possible to fit the fare issued by rail passengers. The purpose of this research is to know the amount of railway passengers fare that applies based on rail operational cost. The calculation of rail operational cost and railway fare refers to Regulation of the Minister of Transportation of the Republic of Indonesia Number: 69 of 2014 on Guidelines for Calculating and Stipulating Transit of People by Railway. The data used are secondary data in the form of railway operation pattern, railway passenger size, and rail operational cost component. From the result of data analysis, obtained the railway operational cost Rp63,749,645/cross, the basic cost Rp998/passenger km, and the distance cost for Pontianak-Sanggau route is Rp178,746/passenger.Keywords:  fare, train, train operational cost
Evaluasi Stabilitas dan Penurunan antara Timbunan Ringan Mortar Busa Dibandingkan dengan Timbunan Pilihan pada Oprit Jembatan (Studi Kasus: Flyover Antapani, Kota Bandung) Hamdan Atamini; Benny Moestafa
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 4, No 1: Maret 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v4i1.90

Abstract

ABSTRAKAda berbagai solusi yang dapat dilakukan agar suatu struktur dapat dibangun di atas tanah lunak. Salah satu solusi itu adalah pengurangan beban dengan menggunakan timbunan ringan. Analisis stabilitas dan penurunan dilakukan dengan membandingkan timbunan ringan (mortar busa) dan timbunan pilihan (tanah merah laterit) menggunakan perangkat lunak Plaxis Professional 8.6 berdasarkan metode elemen hingga. Penelitian ini menggunakan model Mohr-Coulomb untuk timbunan pilihan, sedangkan model Elastisitas Linier untuk timbunan ringan. Studi kasus ini dilakukan pada proyek Flyover Antapani (Kota Bandung, Jawa Barat). Penggunaan timbunan ringan menghasilkan nilai penurunan sebesar 3,53 cm dan faktor keamanan (FK) 2,74, sedangkan untuk timbunan pilihan nilai penurunannya sebesar 13,79 cm dengan faktor keamanan (FK) 1,36. Akhirnya dapat disimpulkan bahwa penggunaan timbunan ringan di atas tanah lunak akan menghasilkan penurunan lebih kecil (<74,40%) dengan faktor keamanan lebih besar (>50,36%) dibandingkan dengan timbunan pilihan.Kata kunci: tanah lunak, timbunan, penurunan, faktor keamanan. ABSTRACTThere are various solutions for a structure to be built on soft soil. One of these solutions is reduction of load using lightweight material embankment. Stability and settlement of the structure will be analyzed through comparison between lightweight embankment (foam mortar) with selected fill (lateritic soil) using Plaxis Professional 8.6 software based on Finite Element Method (FEM). This research use Mohr-Coulomb modeling for the selected fill, by using linier elasticity modelling for the lightweight embankment. A case study for this was conducted on Antapani Flyover project (Bandung, West Java). Resulting a settlement value of 3.53 cm with safety factor of 2.74 by using lightweight embankment, and a settlement value of 13.79 cm with safety factor of 1.36 by using the selected fill. Finally, the use of a lightweight material embankment on soft soil ground decrease settlement value (<74.40%) and increase safety factor (>50.36%).Keywords: soft soil, embankment, settlement, safety factor.

Page 3 of 3 | Total Record : 26