cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
REKA RACANA
ISSN : -     EISSN : 24772569     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2: Juli 2022" : 7 Documents clear
Analisis Pushover terhadap Ketidakberaturan Horizontal pada Struktur Gedung Baja Komposit Erma Desimaliana; Nessa Valiantine Diredja; Rizky Syahputra
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 8, No 2: Juli 2022
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v8i2.118

Abstract

ABSTRAKKota Bandung merupakan salah satu daerah dengan potensi bencana cukup tinggi yang disebabkan oleh alam terutama gempa bumi. Gempa bumi dapat menyebabkan terjadinya kerusakan baik struktural maupun nonstruktural pada gedung. Penggunaan material baja komposit pada elemen kolom menjadi solusi untuk mengatasi terjadinya kerusakan struktur gedung akibat beban gempa, karena memiliki kekuatan dan daktilitas yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kinerja struktur gedung baja dengan kolom komposit terhadap ketidakberaturan horizontal menggunakan analisis pushover berdasarkan SNI 1726:2019 dan FEMA-356. Pemodelan gedung apartemen 10 lantai dengan variasi denah U, H dan L pada software ETABS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gedung baja komposit berbentuk denah U yang paling efektif dalam meredam beban gempa karena memiliki gaya geser dasar maksimum arah X sebesar 10.482,22 kN dan arah Y sebesar 10.498,57 kN serta drift maksimum arah X sebesar 0,944 dan arah Y sebesar 0,910. Selain itu, denah U juga dikategorikan tanpa ketidakberaturan torsi dengan tingkat kinerja struktur dikategorikan aman yaitu Immediate Occupancy (IO) berdasarkan FEMA-356.Kata kunci: tingkat kinerja, ketidakberaturan horizontal, gedung baja komposit, analisis pushover ABSTRACTBandung city is one of high potential natural disaster areas, especially earthquakes. Earthquakes can occur either structural or nonstructural damage to buildings. The use of composite steel material in column elements is a solution to overcome building structure damages due to earthquake loads, because of its high strength and ductility. The study aimed to analyze the performance point of steel building structures with composite columns against horizontal irregularities using pushover analysis based on SNI 1726:2019 and FEMA-356. Modeling of 10-story apartment buildings with variations of U, H and L floor plans on ETABS software. The results show that U floor plans composite steel buildings are the most effective in dampening earthquake loads with maximum base shear forces of X and Y direction is 19,482.22 kN and 10,498.57 kN, and maximum drift of X and Y direction is 0.944 and 0.910. In addition, U floor plans also categorized without torsional irregularity and Immediate Occupancy (IO) for structural performance points based on FEMA-356.Keywords: performance point, horizontal irregularities, composite steel buildings, pushover analysis
Pemodelan Kolom Kapur Berpola Triangular dengan Plaxis 3D Sebagai Upaya Perbaikan Tanah Lempung Lunak Indra Noer Hamdhan; Fitri Virliani Anugrah
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 8, No 2: Juli 2022
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v8i2.82

Abstract

ABSTRAKSemakin berkurangnya lahan dengan tanah berdaya dukung tinggi di tengah tingginya tingkat pembangunan berakibat pada semakin seringnya perbaikan tanah bermasalah diterapkan. Salahsatu tanah bermasalah yang sering ditemui di Indonesia adalah tanah lempung lunak. Perbaikan tanah lempung lunak dapat dilakukan dengan penggunaan kolom Deep Mixing Soil bermaterial kapur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jarak antar kolom dan kedalaman kolom kapur berpola triangular terhadap perubahan perilaku tanah lempung lunak dengan menggunakan PLAXIS 3D. Kolom yang dimodelkan berdiameter 1m dengan variasi jarak 1,5D; 2D; 2,5D dan variasi kedalaman 4,25m; 8,5m; 10m; 12m. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin kecil jarak antar kolom kapur dan semakin dalam kolom kapur yang diaplikasikan maka penurunan yang terjadi semakin kecil serta nilai faktor keamanan akan semakin besar.Kata kunci: deep mixing soil, kolom kapur, tanah lempung lunak, PLAXIS 3D, penurunan tanah ABSTRACTThe decrease of high bearing capacity soil in the midst of high levels of development has resulted in more frequent application of problematic soil improvements. One of the problem soils that is often encountered in Indonesia is soft clay. Soft clay soil improvement can be done by using a Deep Mixing Soil column made of lime. This study aims to determine the effect of the distance between columns and the depth of the lime column with triangular pattern on changes in the behavior of soft clay using PLAXIS 3D. The modeled column is 1m in diameter with 1.5D; 2D; 2.5D distance variation and 4.25m; 8.5m; 10m; 12m depth variation. The results showed that the smaller distance between the lime columns and the deeper lime column was applied, the smaller settlement would be and the greater value of the safety factor.Keywords: deep mixing soil, lime column, soft clay, PLAXIS 3D, soil settlement
Analisis Perbandingan Variasi Tata Letak Dinding Geser dengan Metode Pushover Amatulhay Pribadi; Bernardinus Herbudiman; Reysyahri Sudrajat
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 8, No 2: Juli 2022
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v8i2.125

Abstract

Struktur dengan perkuatan dinding geser menjadi salah satu alternatif untuk bangunan tahan gempa. Ragam tata letak dinding geser memiliki pengaruh terhadap kinerja struktur yang dapat dianalisis dengan menggunakan metode pushover. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kinerja variasi tata letak dinding geser menggunakan metode analisis pushover pada 3 model struktur menggunakan software ETABS. Preliminary design dan pemodelan dilakukan untuk elemen struktur kolom, balok, pelat, dan dinding geser. Pembebanan diberikan sesuai desain minimum yang disyaratkan pada SNI 1727:2020 serta tata cara perencanaan ketahanan gempa di SNI 1726:2019. Struktur dianalisis menggunakan metode pushover dengan acuan FEMA 356 yang menghasilkan kurva kapasitas kinerja struktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa letak dinding geser berpengaruh terhadap besaran perpindahan atau displacement yang dialami struktur. Model 3 memiliki level kinerja terbaik berdasarkan besaran simpangan antar tingkat dan koefisien stabilitas, sedangkan model 2 merupakan struktur paling daktail diantara tiga model tersebut.Kata kunci: dinding geser, tata letak, pushover, beban gempa AbstractABSTRAKStructures with shear walls become one of the alternatives for seismic resistance building. Variations of shear wall layout have some influences on the performance of the structure which can be analyzed using the pushover method. This study aims to compare the performance of shear wall layout variations using the pushover analysis method on 3 structural models using ETABS software. Preliminary design and modeling are conducted for structural elements of columns, beams, slabs, and shear walls. The loads are assigned based on the minimum design requirement in SNI 1727:2020 and the procedures for seismic resistance design in SNI 1726:2019. The structures are analyzed using the pushover method according to FEMA 356 which produce capacity curves of structural performance. The results show that the layout of the shear wall affects the displacement of the structure. Model 3 has the best level of performance based on the results of story drift and the stability coefficient, while model 2 is the most ductile structure among the three models.Keywords: shear wall, layout, pushover, seismic load
Perkuatan Fondasi pada Struktur Tower ATC di Kota Bandar Lampung Kamaludin Kamaludin; Desti Santi Pratiwi
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 8, No 2: Juli 2022
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v8i2.92

Abstract

ABSTRAKFondasi merupakan bagian struktur bawah yang harus memiliki kestabilan yang baik selain kesestabilan struktur atas. Salah satu fungsi fondasi berfungsi untuk menyalurkan beban layan dari struktur atas dan beban dari fondasi, kemudian diteruskan ke dalam tanah yang memilki daya dukung. Pada pembangunan tower ATC direncanakan kedalaman bored pile sejauh 10 m di bawah permukaan tanah, namun pada tahap pelaksanaan oleh kontraktor hanya dilaksanakan 6 m. Penelitian ini meninjau kembali daya dukung dan menentukan solusi perkuatan fondasi akibat perubahan kedalaman pada tahap pelaksanaan. Analisis dilakukan dengan cara melihat kembali gaya yang diterima oleh fondasi akibat beban layan struktur atas dan menghitung deformasi dengan menggunakan metode elemen hingga. Hasil analisis ini menunjukkan bahwa perubahan kedalaman yang dilaksanakan mengakibatkan terjadinya defleksi lateral maksimum sebesar 9,2-26,8 mm dan penurunan maksimum sebesar 42 mm. Perkuatan fondasi yang dapat dilakukan yaitu dengan cara penambahan sebanyak 2 bored pile untuk kelompok SW1, serta kelompok SW2 dan SW3 masing-masing sebanyak 1 bored pile. Berdasarkan hasil analisis terlihat bahwa dengan adanya penambahan perkuatan fondasi mampu mengurangi penurunan sebesar 22,9%-57,1% dan defleksi lateral sebesar 37,5%-42,9%.Kata kunci: bored pile, daya dukung, defleksi lateral, metode elemen hingga, perkuatan fondasi ABSTRACTThe foundation is part of the lower structure that must have good stability besides the upper structure. One of the foundation’s functions is transmitting the service load from the superstructure and the load from this foundation into the supporting soil below it. In the construction of the ATC tower, it is planned that the depth of bored pile is 10 m, but at the implementation stage is only carried out as deep as 6 m. This study reviews the bearing capacity as a result of changes in depth applied by the contractor, and determines the solution for the underlying retrofit solution due to implementation changes. The analysis is carried out by reviewing received forces originating from the superstructure and deflection’s magnitude using finite element method. The analysis results show that the maximum lateral deflection is 92.2-26.8 mm and settlement is 42 mm not only occurs due to depth changes but also exceeds the allowable deflection. The solution to reinforce the foundation is adding 2 points to the pile group SW1 and 1 point to the pile group SW2 and SW3. Based on the analysis result of the addition of foundation reinforcement can decrease settlement by 22.9%-57.1% and lateral deflection by 37.5%-42.9%.Keywords: bored pile, bearing capacity, lateral deflection, finite element method, foundation reinforcement 
Kondisi dan Penanganan Perkerasan Jalan Berdasarkan Metode SDI, RCI dan IRI dengan Menggunakan Aplikasi Roadlab Pro Barkah Wahyu Widianto; Elkhasnet Elkhasnet; Alvan Rifky
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 8, No 2: Juli 2022
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v8i2.100

Abstract

ABSTRAKDalam mempertahankan umur layan perkerasan jalan, perlu dilakukan penilaian kondisi dan rekomendasi penanganannya. Peneitian ini dilakukan pada segmen jalan raya Kebun Raya sampai Pulau Sangkar, Kerinci, Jambi Sta 0+850 – 2+850. Segmen jalan ini adalah satu-satunya akses menuju pusat kota dan juga digunakan sebagai jalan alternatif menuju Kabupaten Merangin dan Objek Wisata Danau Kerinci. Saat ini kondisi jalan tersebut sangat memprihatinkan, hampir sepanjang jalan mengalami kerusakan akibat tidak ada penanganan pada segmen tersebut. Penelitian ini bertujuan meninjau dan mengevaluasi kondisi jalan beserta penanganannya dengan menggunakan metode SDI, metode RCI dan metode IRI pada aplikasi Roadlab Pro. Hasil penelitian pada ruas jalan Kebun Baru – Pulau Sangkar Sta 0+850 – 2+850 yaitu didapat nilai rata-rata SDI 183,75 dengan kondisi jalan rusak berat, pada metode RCI didapat niali rata-rata yaitu 3,45 dengan kondisi jalan rusak dan untuk metode IRI menggunakan aplikasi Roadlab Pro didapat nilai rata-rata yaitu 9,32 dengan kondisi jalan jelek. Rekomendasi penanganan kerusakan jalan berdasarkan ketiga metode tersebut adalah dengan melakukan rekonstruksi.Kata kunci: SDI, RCI, IRI, Roadlab Pro, kondisi jalan, pemeliharaan jalan ABSTRACTTo maintain service life of road pavements, it is necessary to assess condition and recommendation for handling it. This research was carried out on highway segment of the Botanical Garden to Pulau Sangkar, Kerinci, Jambi from STA 0 + 850 to 2 + 850. This road segment accessed to the city center and also used as an alternative road to Merangin Regency and Kerinci Lake Tourist Attractions. Currently, the condition of the road is very poor, almost all the way has been damaged due to no handling of the segment. This study aims to review and evaluate road conditions and their handling using using three methods such as SDI, RCI, and IRI with Roadlab Pro software. The study results on Kebun Baru – Pulau Sangkar Sta 0 +850 – 2 + 850 road section were obtained an average value of SDI 183.75 with severely damaged road conditions, in the RCI method an average ratio of 3.45 with damaged road conditions was obtained and for the IRI method using the Roadlab Pro software, an average value of 9.32 with poor road conditions was obtained. Recommendations for handling road damage based on these three methods are to carry out reconstruction.Keywords: SDI, RCI, IRI, Roadlab Pro, road condition, road maintenance
Perbandingan Metode Fellenius dan Bishop pada Stabilitas Lereng Bendungan Leuwikeris dengan Bantuan Aplikasi Komputer Satrio Wardhanu; Dyah Pratiwi Kusumastuti
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 8, No 2: Juli 2022
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v8i2.111

Abstract

ABSTRAKBendungan Leuwikeris merupakan bendungan tipe urugan batuan sehingga memiliki kerentanan terhadap bahaya keruntuhan akibat beban material penyusun maupun gaya-gaya luar yang terjadi. Hal tersebut yang mendasari perlunya perhitungan stabilitas lerang bendungan dalam perencanaannya. Analisis stabilitas lereng tubuh bendungan menggunakan bantuan aplikasi komputer dengan membuat simulasi kondisi muka air dan menerapkan kondisi gempa OBE. Simulasi kondisi muka air yang ditinjau dalam analisis adalah kondisi muka air kosong atau setelah kosntruksi, kondisi muka air normal, kondisi muka air banjir dan kondisi muka air surut cepat. Berdasarkan hasil analisis diperoleh bahwa angka keamanan terbesar tanpa penerapan gempa dibagian hulu bendungan adalah 3,251 sedangkan  dibagian hilir bendungan 2,657. Untuk angka keamanan lereng tubuh bendungan terbesar dengan penerapan gempa kondisi OBE dibagian hulu bendungan adalah 2,262 dan dibagian hilir bendungan adalah 1,868. Secara keseluruhan angka keamanan lereng tubuh bendungan dalam kondisi aman dan telah memenuhi atau berada diatas batas yang disyaratkan.Kata kunci: stabilitas lereng, tubuh bendungan, angka keamananABSTRACTThe Leuwikeris dam is a rockfill type so it has a vulnerability to the danger of collapse due to the load of the constituent materials and external forces that occur. This is what underlies the need for calculating the slope stability in its design. Analysis of the slope stability using computer applications by simulating water level conditions and applying earthquake conditions. Simulations of water level conditions that are reviewed in the analysis are after construction, normal, floods and rapid drawdown conditions. Based on the results of the analysis, it was found that the greatest safety factor without an earthquake condition in the upstream of the dam was 3.251 while the downstream was 2.657. For the safety factor of the largest dam slope with the application of an earthquake condition upstream of the dam is 2.262 and downstream is 1.868. Overall, the safety factor for the slopes of the dam is in a safe condition and has met or is above the required limits.Keywords: slope stability, dam, safety factor
Analisis HIRARC Risiko K3 Fabrikasi dan Erection Gedung Baja Pembangunan Hotel Loji Kridanggo Boyolali Delfiarina Andriani; Anik Ratnaningsih; Paksitra Purnama Putra
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 8, No 2: Juli 2022
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v8i2.70

Abstract

ABSTRAKPembangunan Hotel Loji tahap kedua menggunakan konstruksi baja dan berlokasi di dekat SPBU. Permasalahan pada proyek ini yaitu tidak menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) dalam pekerjaannya. Risiko yang terjadi yaitu jatuh dari ketinggian, terjepit alat, dan lainnya. Metode penelitian menggunakan Hazard Identification, Risk Assessment and Risk Control (HIRARC). Tujuan penelitian ini yaitu untuk memperoleh identifikasi risiko, penilaian risiko, dan mitigasi pengendalian risiko paling tinggi. Hasil analisis diperoleh 10 pekerjaan yang terdiri dari : Pekerjaan persiapan, marking dan pengukuran material baja, cutting dan pengeboran, setting atau penyetelah komponen baja, pekerjaan pengelasan komponen baja, finishing dan checking, mobilisaasi dan persiapan erection, pekerjaan levelling, lifting dan pemasangan (erection), pemasangan dan pengencangan baut. Penilaian risiko diperoleh Presentase low 7%, moderate  49%, high 38%, dan extreme  6%. Hasil hierarki pengendalian risiko dilakukan pengendalian yang terdiri dari : administrative control, engineering control, dan Alat Pelindung Diri (APD).Kata kunci: HIRARC, keselamatan dan kesehatan kerja (K3), konstruksi bajaABSTRACTThe second phase of Loji Hotel using steel construction and located near SPBU. The problem with this project is not to apply the Safety and Health Management System (SMK3) in its work. The risks that occur are falling from a height, being pinched by tools, and others. Research methods using Hazard Identification, Risk Assessment and Risk Control (HIRARC). The aim of this research is to obtain risk identification, risk assessment, and mitigation of the highest risk management. The analysis results obtained 10 jobs consisting of: Preparation work, marking and measurement of steel material, cutting and development, setting or finishing of steel components, finishing and checking, mobilization and erection preparation, levelling, lifting and erection work, Installation and tracing. Risk assessment obtained Presentase 7%, moderate 49%, high 38%, and extreme 6%. The results of the risk management hierarchy are carried out by controls consisting of: administrative control, engineering control, and Self-Protection Tools (APD).Keywords: HIRARC, occupational safety and health (K3), steel construction

Page 1 of 1 | Total Record : 7