cover
Contact Name
Dewi Susanna
Contact Email
jurnalkesmas.ui@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalkesmas.ui@gmail.com
Editorial Address
G301 Building G 3th Floor Faculty of Public Health Universitas Indonesia Kampus Baru UI Depok 16424
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Kesmas: Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional (National Public Health Journal)
Published by Universitas Indonesia
ISSN : 19077505     EISSN : 24600601     DOI : https://doi.org/10.7454/kesmas
Core Subject : Health,
The focus of Kesmas is on public health as discipline and practices related to preventive and promotive measures to enhance the public health through a scientific approach applying a variety of technique. This focus includes areas and scopes such as Biostatistics, Environmental Public Health, Epidemiology, Health Policy, Health Services Research, Nutrition, Occupational Health and Industrial Hygiene, Public Health, Public Health Education and Promotion, Women Health.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 2, No. 2" : 8 Documents clear
Hubungan Perilaku Pemberantasan Sarang Nyamuk dan Kejadian Demam Berdarah Dengue di Kota Bandar Lampung Hasan, Amrul
Kesmas Vol. 2, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kasus demam berdarah dengue di Kota Bandar Lampung terus mengalami peningkatan. Pada tahun 2001 incidence rate sebesar 13,56 per 100.000 penduduk, meningkat menjadi 109,8/100.000 penduduk pada tahun 2006 dan akhir Februari 2007 Kota Bandar Lampung dinyatakan Kejadian Luar Biasa (KLB) Demam berdarah dengue lokal. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan kebiasaan melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan kejadian demam berdarah dengue di Kota Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan desain kasus kontrol dengan jumlah sampel sebanyak 406 individu terdiri dari 203 kasus dan 203 kontrol. Kasus adalah individu yang menderita DBD yang pernah dirawat di rumah sakit dan dilaporkan ke Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung dari tanggal 1 Maret 2007 sampai 15 Mei 2007, sedangkan kontrol dipilih dari tetangga kasus yang bertempat tinggal dalam radius 100 meter dari tempat tinggal kasus. Penelitian ini menemukan bahwa ada hubungan kebiasaan melakukan PSN dengan kejadian demam berdarah dengue, individu yang tidak melakukan PSN berisiko 5,85 kali terkena DBD dibandingkan dengan individu yang melakukan PSN setelah variabel riwayat tetangga yang pernah sakit DBD, keberadaan benda yang dapat penampung air di sekitar rumah dan kebiasaan melakukan pencegahan gigitan nyamuk dikendalikan. Petugas puskesmas agar melaksanakan kegiatan Penyelidikan Epidemiologi dalam menanggulangi demam berdarah lebih memfokuskan kepada penggerakan masyarakat. Dengue hemorrhagic fever poses as the most important public health problem in Bandar Lampung today. Increasing number of cases has been occurred from 2001 to 2006, when in 2001 incidence rate was 13.56/100.000 and became 109.8/100.00 at 2006 and at the end of February 2007 it was stated that Bandar Lampung experienced local outbreak dengue hemorrhagic fever. A case-control study was conducted to explore the correlation of suspected risk factors with dengue infection in Bandar Lampung from 20 April to 30 May 2007. 230 cases and 230 controls were included for statistical analysis. After further adjusting of confounders, there are strong correlation between habitual elimination of mosquito breeding sites and use of personal protective (e.g. the use repellent, mosquito coil and use insecticide hand sprayer) with dengue case. Individual has one PSN estimated to be 2,22 (95% CI : 1,32-3,72) times as great for individual has 3 PSN and individual did not PSN estimates to be 5,85 (95% CI : 2,86 - 11,99) times as great has dengue fever for individual has 3 PSN after controlled by history neighborhood DHF, water container around house, use of mosquito prevention agent. Community health center staff should conduct epidemiology investigation to eradicate dengue fever by focusing on community empowerment.
Analisis Kesehatan Kerja Pembantu Rumah Tangga di Surabaya Lestari, Tri Rini Puji
Kesmas Vol. 2, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perempuan pembantu rumah tangga (PRT) dipandang sebagai potret buram perempuan saat ini. Keberadaan PRT diselimuti oleh berbagai persoalan struktural seperti kemiskinan, diskriminasi, ideologi patriarki, feodalisme dan kelas. Penelitian ini bertujuan mengetahui kondisi kesehatan kerja PRT di Surabaya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan melakukan wawancara mendalam kepada informan kunci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas kerja, beban kerja, dan beban tambahan yang diterima PRT menjadikan PRT disebut sebagai “pekerja yang serba bukan” karena posisi “marginal” dari status sekaligus posisi PRT. Selain itu, sampai saat in, di Surabaya PRT belum mendapat perlindungan hukum. Sebagai gambaran bahwa pekerjaan PRT masih belum dianggap sebagai profesi yang layak yang diatus secara khusus sebagaimana profesi-profesi yang lain. Housemaid (PRT) has been viewed as dark portrait of woman condition at the present. Structural problems such as poverty, discrimination, patriarchic ideology, feudalism and class conflict were surrounded PRT problem. The purpose of this study was to understand the health condition of PRT in Surabaya. The method used in this study was qualitative method by conducting in-depth interview to key informants. Result of this study indicates that capacities of work, work load, and additional burden of PRT its make PRT conceived of “worker whose none at all“ because of “marginal” position and status of PRT. Besides, there is no law protection for PRT in Surabaya and PRT job has not been viewed as a proper employment.
Dislipidemia dan Obesitas Sentral pada Lanjut Usia di Kota Padang Kamso, Sudijanto
Kesmas Vol. 2, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Data-data di rumah sakit maupun di masyarakat menunjukkan penyakit kardiovaskuler yang terdiri dari penyakit jantung koroner, penyakit jantung hipertensi dan stroke adalah penyebab utama kematian pada kelompok lanjut usia. Penelitian-penelitian menunjukkan bahwa faktor yang dapat menyebabkan timbulnya penyakit kardiovaskuler tersebut adalah gangguan kadar lemak dalam darah (dislipidemia) dan obesitas sentral. Berbagai penelitian dibidang penyakit kardiovaskular telah dilakukan, tetapi data mengenai dislipidemia dan obesitas sentral pada lansia Indonesia masih dirasakan kurang. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui prevalensi dislipidemia dan obesitas sentral, serta faktor-faktor yang berhubungan dengan obesitas sentral pada lansia di Padang, daerah dengan prevalensi penyakit kardiovaskular yang tinggi. Suatu studi cross sectional dilakukan pada 205 lansia di kota Padang sebagai sampel, dengan menggunakan metode multistage random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner yang terstruktur, pengukuran antropometri dan tekanan darah serta analisa kadar lemak darah. Studi ini menunjukkan bahwa prevalensi dislipidemia dan obesitas sentral didapatkan cukup tinggi, masing-masing lebih dari 45% pada populasi studi. Kadar trigliserida darah diatas 200 mg/dl, dan rasio total/HDL kolesterol ≥5, meningkatkan resiko terjadinya obesitas sentral, dengan OR masing-masing 8.5 dan 3.08. Hasil ini menunjukkan bahwa pemeriksaan rutin kadar lemak darah dan pemeriksaan antropometri sederhana pada lansia perlu dilakukan sebagai pencegahan penyakit kardiovaskular. Cardiovascular disease has become the first cause of death among elderly. Many studies on the relationship between dyslipidemia, obesity and cardiovascular disease have been done, but studies investigating prevalence of dyslipidemia and central obesity among the elderly in Indonesia are lacking. Therefore, there is an urgent need to elaborate information on dyslipidemia and central obesity in the Indonesian elderly, which will allow the policy makers to provide appropriate intervention programs against cardiovascular disease. The primary purpose of this study was to observe prevalence of dyslipidemia and central obesity, and also to find independent factors of central obesity among elderly in Padang, area with high prevalence of cardiovascular disease. A cross-sectional study was undertaken in Padang with total sample of 205 elderly using multistage random sampling. Data were collected through interview using structured questionnaires, anthropometric measurements, biochemical blood analysis, and blood pressure measurements. Prevalence of dyslipidemia (hypercholesterolemia and LDL-cholesterolemia) and ratio of total cholesterol to HDL cholesterol ≥5 found in the study was quite high, more than 50% and 45% respectively, in the study population both in elderly men and women. Prevalence of central obesity was also quite high in elderly women (46.3 %). This study showed that triglyceride level more than 200 mg/dl (OR 8.5) and ratio of total/HDL cholesterol ≥5 (OR 3.08) increase the risk of having central obesity 8.5 fold and 3.08 fold, respectively. Health education program to elderly group should emphasize the importance of regular check of plasma lipid and simple anthropometric measurement for early detection of cardiovascular disease risk factors.
Parental Smoking as Health-Risk Factors of Indoor Air Pollution Purwana, Rachmadi
Kesmas Vol. 2, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengaruh dari kebisaan merokok terhadap gejala gangguan pernapasan telah banyak diteliti. Tulisan ini merupakan bagian dari disertasi doktoral berdasarkan studi potong lintang mengenai kesehatan lingkungan di perumahan kumuh di Jakarta, ibukota Indonesia yang dikenal tinggi polusi udaranya. Studi ini menemukan bahwa di samping faktor-faktor lain, merokok adalah faktor risiko kesehatan untuk gangguan pernapasan pada 263 balita di wilayah penelitian. Anak-anak yang direkrut tidak menunjukkan gejala gangguan pernapasan pada awal observasi dan diikuti selama dua minggu untuk mendeteksi kemunculan gangguan pernapasan. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kondisi fisik perumahan dan aktifitas rumah tangga juga dicatat. Analisis data dilakukan dengan pengendalian konfounder. Cut-off yang dianggap paling spesifik dan sensitif dalam kaitannya dengan kemunculan gejala pernapasan pada anak konsentrasi PM10 dalam ruang sebesar 70 mg/m3. Studi ini menemukan bahwa konsumsi sigaret secara signifikan berhubungan dengan konsentrasi PM10 dalam ruang. Setiap batang rokok yang dihisap oleh ayah berhubungan dengan peningkatan PM10 dalam ruang sebesar 2.6 mg/m3 to 3.9 mg/m3. Namun studi ini tidak menemukan hubungan antara kondisi fisik rumah dengan PM10 dalam ruang. Kesimpulan akhir dari studi ini adalah bahwa di perumahan yang padat, kebiasaan merokok orang tua adalah faktor kritik kualitas udara dalam ruang , dan dengan demikian menjadi fakto risiko kesehatan bagi penghuninya. Statistically significant respiratory symptoms effects of smoking had been reported in many studies. The present paper was a partial report of a public health doctoral dissertation base on a cross-sectional environmental health study done in homes of a slum area in Jakarta, capital of Indonesia where ambient air pollution was significantly high. The paper described that among other factors, smoking was the health risk factor related to the development of respiratory symptoms among 263 children under-five in the research area. The children recruited were without any respiratory symptoms at the beginning of the observation, and then were followed for 2 weeks to detect the occurrence of any respiratory symptoms. Factors relating to physical conditions of homes and household activities were also recorded. Analysis of data was done including the control of confounding factors. A cut-off of 70 mg/m3 indoor PM10 concentration as the surrogate for quantitative measure of smoking was seen as the most specific and sensitive level in relation to the occurrence of respiratory symptoms among the children. The study signified that the consumption of cigarettes was significantly related to the increase of indoor PM10 concentration. Every single cigarette consumed by the father was related to of indoor PM10 increase in the range from 2.6 mg/m3 to 3.9 mg/m3. However, the study was not able to prove any influence on the variation of the indoor PM10 concentrations by the physical factor of the homes studied. The end conclusion of the study showed that in homes of an overcrowded area, parental smoking was the critical factor for the quality of indoor air, hence the health risk to the respiration system of the occupants.
Lingkungan Fisik Kamar Tidur dan Pneumonia pada Anak Balita di Puskesmas Kawalu Kota Tasikmalaya Widodo, Nur
Kesmas Vol. 2, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pneumonia masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang penting di Indonesia termasuk di Kota Tasikmalaya. Diperkirakan proporsi penyakit pneumonia bayi adalah 16,4%, dan pada balita adalah 25%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kejadian pneumonia pada balita dengan faktor lingkungan fisik kamar tidur dan karakteristik anak. Desain penelitian yang digunakan adalah case control. Sampel sebanyak 300 responden terdiri dari 150 orang kasus dan 150 orang kontrol. Dari hasil uji multivariat tanpa interaksi, faktor dominan yang mempengaruhi kejadian penyakit pneumonia pada anak balita adalah status gizi dengan nilai B 1,799 dan OR = 6,041 (CI 95%=1,607-22,713). Sedangkan hasil uji interaksi diperoleh hasil bahwa faktor dominan yang mempengaruhi kejadian pneumonia anak balita adalah interaksi antara asap obat nyamuk dengan status gizi dengan nilai B 1,040 dan OR=2,828 (CI 95%=1,667-4,7988). Pada perhitungan probabilitas didapatkan hasil bahwa balita yang menderita pneumonia memiliki probabilitas odds 15,6 kali punya riwayat status imunisasi tidak lengkap (DPT dan Campak), status gizi kurang dan ada asap obat nyamuk bakar di dalam kamar tidur dibanding balita yang tidak menderita pneumonia. Disarankan agar anak balita diimunisasi lengkap (DPT dan Campak), diberi asupan makanan dengan gizi seimbang, dan tidak menggunakan obat anti nyamuk bakar di dalam kamar tidur, serta perlu disosialisasikan faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian pneumonia pada balita. Pneumonia is still an important public health problem in Indonesia, especially in Tasikmalaya city, West Java. It was predicted that pneumonia contributed to fetal death at about 16.4%, while the incidence of the pneumonia among under 5 years children is 25%. The objective of this study is to know the relationship between physical environment of baby sleeping room and pneumonia. Design of the study used is case control study. The sample size is 300 subjects consists of 150 cases and 150 controls. Based on multivariate analysis, the nutritional status of children relate closely with pneumonia (OR = 6.041; 95% CI =1.607- 22.713). While from an interaction analysis it was found that there is an interaction effect of mosquito coil and nutritional status on pneumonia (OR=2.828 ;CI 95%= 1.667-4.7988). Based on probability computation it was known that under 5 years old children who suffer from pneumonia has probability odds of 15.6 times has incomplete diphteria and measles immunization, poor nutritional status, and using mosquito coil compared to healthy children. Under five years children is recommended to get complete DPT and measles immunization, provided balance nutritional intake and not using mosquito coil in sleeping room.
Kualitas Bakteriologis Air Minum Isi Ulang di Wilayah Kota Bogor Pratiwi, Astri Wulandari
Kesmas Vol. 2, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan masyarakat terhadap air minum yang meningkat terutama di perkotaan mendorong tumbuhnya Industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) dan usaha Depot Air Minum (DAM) isi ulang yang siap melayani masyarakat. Tujuan penelitian ini mengetahui kualitas bakteriologis depot air minum isi ulang di Wilayah Kota Bogor. Jenis penelitian deskriptif, data primer yang digunakan mencakup peralatan yang digunakan pada 27 Depot Air Minum Isi Ulang, pemeriksaan laboratorium total coliform dan E.coli pada air sampel air minum isi ulang, observasi dan data sekunder yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kota Bogor tentang lokasi Depot Air Minum Isi Ulang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber air baku yang digunakan yang paling banyak (81,5 %) dari mata air pegunungan, jumlah tabung filter yang dipakai pada alat penyaring (51,9%) dengan jumlah tabung yang digunakan 3 buah, jenis bahan tabung filter yang digunakan (63,0%) dengan jenis bahan stainless steel, frekuensi pergantian Catridge filter (63,0%) dengan frekuensi pergantian catridge filter 1 kali dalam sebulan, sistem desinfeksi/sterilisasi yang digunakan (55,6%); sistem desinfeksi/sterilisasi ozonisasi dan ultraviolet (UV), Hasil Pemeriksaan Total Coliform ( 92,6%) yang memenuhi syarat dan yang tidak memenuhi syarat (7,4%) dengan jumlah bakteri 7 APM gram/100 ml, sedangkan hasil pemeriksaan Escherichia coli yaitu 96,3% yang memenuhi syarat dan 3,7% yang tidak memenuhi syarat dengan 3 APM gram/100ml. Rata-rata penjualan air minum isi ulang antara 20 galon perhari sampai dengan 120 galon perhari. Kualitas bakteriologis air minum isi ulang di Kota Bogor termasuk baik dikarenakan dari 27 Depot Air Minum Isi Ulang hanya 2 Depot yang masih belum memenuhi syarat kesehatan. Sebelum mengkonsumsi air minum isi ulang masyarakat perlu memperhatikan kualitas air minum sebelum dimasak terlebih dahulu. The increasing need of drinking water in city population has driven the growth of drinking water industry and water-refilling industry. The objective of this study is to know the bacteriological quality of water-refilling depot in Bogor city. The study is a descriptive one with primary data collection using laboratory analysis on total coliform and E. coli. and secondary data from Bogor Health office. The study shows that the source of drinking water was mostly mountain water (81.5%), the use of filter tube (51.9%) with number of tubes of 3 pieces, 63% using stainless steel material, 63% change the filter cartridge once a month, 55.6% using disinfection/sterilization by ozonisation and UV ray. Laboratory results shows that in term of total coliform 92.6% fulfill the required condition and 7.4% did not fulfill required condition with bacteria count of 7 APM/100 ml, in term of E.coli 96.3% had fulfilled required condition and 3.7% did not fulfill the required condition with bacteria count of 3 APM gram/100 ml. The average sales of refilled water was between 20-120 gallon/days. Bacteriological quality of water-refilling station in Bogor city could be considered as good and only 2 out of 27 stations did not fulfill health conditions. Community should pay attention on drinking water quality and the need to boil the water before consumption.
Analisis Manajemen Pengawasan dan Pengendalian Penyalahgunaan Formalin di Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang Hartati, Hendri
Kesmas Vol. 2, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyak industri makanan Tangerang ditemukan menggunakan bahan pengawet formalin. Tujuan penelitian ini mengetahui peranan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabuppaten Tangerang mengawasi dan mengendalikan formalin pada makanan. Penelitian ini dilakukan pada Nopember 2006-Pebruari 2007. Dengan metode kualitatif wawancara mendalam dan penelusuran dokumen. Sumber data adalah Dinkes Kabupaten Tangerang dan Puskesmas terpilih. Para responden adalah Kepala Dinkes Kabid Yankes; Kasi Pengawasan makanan dan minuman; Staf pelaksana Dinkes dan Puskesmas. Hasil yang ditemukan meliputi pengawasan dan pengendalian formalin dilakukan oleh dinas kesehatan secara rutin sejak tahun 2004. Namun, program intensif ketika merebak issue kandungan formalin dalam makanan, tahun 2006. Masalah yang dihadapi: peraturan belum tersosialisasi, dana terbatas, tenaga wasdal terbatas dan tugas rangkap. Pemeriksaan sampel secara kuantitatif dilakukan di BPOM, pemeriksaan kualitatif mulai dilakukan tetapi masih terbatas karena puskesmas belum punya alat. Material sudah mendukung pelaksanaan wasdal formalin. Jadwal kegiatan ada dan disusun di tingkat puskemas. Data tersedia tetapi tidak tersusun dalam sistem informasi. Buku panduan kegiatan belum ada. Faktor yang mendukung antara lain kerja sama lintas sektor; partisipasi laporan masyarakat, dan supervisi oleh POM/ Dinkes Propinsi. Kabupaten Tanggerang Faktor yang menghambat adalah area kerja luas, sumber daya dan faktor pendukung, industri makanan terbatas (UKM), jasa boga, rumah makan dan pasar yang banyak. Perlu dilakukan upaya peningkatan sumber daya dan faktor-faktor yang mendukung serta mengatasi hambatan yang ada. The district of Tangerang is a high risk area of the misuse of formaldehyde as food preservative. Researches show that many types of food are contaminated by formaldehyde. The aim of this study was to obtain in-depth information on the implementation, supervision and control of formaldehyde misuse managed by the Tangerang District Health Office. This study is a descriptive study using qualitative technique with District Health Office as analysis unit. In-depth interview technique and document analysis were used to collect data. The variables of this research were determined before the research conducted. The study showed that the process of management had not been successfully implemented in an intensive way except in the occasion when the issue was published extensively in the media. Non-intensive supervision and controlling happened due to some factors namely, lack of resources (regulation, money, personnel, laboratory, equipment, and guideline), non-routine inter-sector collaboration, and non-periodic supervision from province level. In order to achieve the optimal supervision and controlling activity, it is suggested that the resources and supporting factors should be enhanced through varied strategies.
Pengetahuan dan Sikap Pemakaian Kontrasepsi pada Remaja Putri “Gaul” di Parkir Timur Senayan, Jakarta Musafaah, Musafaah
Kesmas Vol. 2, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyak remaja yang secara seksual aktif telah melakukan hubungan seks sebelum menikah dan berisiko kehamilan dan penyakit menular seksual. Kesepakatan Kairo 1994, menyatakan bahwa remaja mempunyai kebebasan berpikir dan berhak membuat keputusan tentang kesehatan reproduksi. Itu berarti bahwa remaja berhak terlibat dalam program Keluarga Berencana (KB) dan mendapat pelayanan kontrasepsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengetahuan dan sikap pada remaja putri “gaul” terhadap pemakaian kontrasepsi. Penelitian dengan desain cross sectional ini dilakukan pada remaja putri berumur 15 – 24 tahun yang belum menikah yang biasa nongkrong dan berkumpul pada malam Minggu, di Parkir Timur Senayan, Jakarta Selatan. Sampel diambil dengan Quota Sampling. Penelitian ini menemukan bahwa remaja putri "tersebut yang berpengetahuan baik (54,1%) dan bersikap positif terhadap pemakaian kontrasepsi (57,1%). Tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan sikap terhadap pemakaian kontrasepsi. Remaja gaul tersebut memerlukan penyuluhan kesehatan reproduksi, pendidikan seksual dan pelayanan kesehatan reproduksi yang komprehensif dan terintegrasi. Remaja perlu diarahkan untuk berprilaku reproduksi sehat dan tidak bertentangan dengan norma, nilai dan kepercayaan masyarakat. Untuk itu perlu dilakukan penelitian guna mencari metode perubahan prilaku reproduksi remaja. Many sexually active adolescents have been doing premarital sex. Based on the Cairo 1994 commitment, adolescents have freedom to think and have rights to make decision on reproductive health. Therefore, adolescents have rights to involve in the family planning and contraceptive services. The objective of this research is to identify knowledge and attitude on contraceptive use among “sociable” adolescent girls. This research uses cross sectional design with subjects of “sociable” adolescent girl age 15 to 24 years old who usually socialize in Parkir Timur Senayan, Southern Jakarta in Saturday night. Samples were taken by Quota Sampling. The result shows that “sociable” adolescence girl in Parkir Timur Senayan have good knowledge (54,1%) and good attitude of using contraceptive (57, 1%). The result also shows that there is no significant relationship between knowledge and attitude of using contraceptive. Therefore, we need to promote adolescent’s reproductive health, sexual education and programs on adolescent reproductive health service in a comprehensive and integrated ways to improve adolescent reproduction health situation and adhere to religious and cultural norms. There is a need to improve and to refine research methodology in the adolescent reproductive health area.

Page 1 of 1 | Total Record : 8


Filter by Year

2007 2007


Filter By Issues
All Issue Vol. 20, No. 5 Vol. 20, No. 3 Vol. 20, No. 2 Vol. 20, No. 1 Vol. 19, No. 5 Vol. 19, No. 4 Vol. 19, No. 3 Vol. 19, No. 2 Vol. 19, No. 1 Vol. 18, No. 5 Vol. 18, No. 4 Vol. 18, No. 3 Vol. 18, No. 2 Vol. 18, No. 1 Vol. 17, No. 5 Vol. 17, No. 4 Vol. 17, No. 3 Vol. 17, No. 2 Vol. 17, No. 1 Vol. 16, No. 5 Vol. 16, No. 4 Vol. 16, No. 3 Vol. 16, No. 2 Vol. 16, No. 1 Vol. 15, No. 5 Vol. 15, No. 4 Vol. 15, No. 3 Vol. 15, No. 2 Vol. 15, No. 1 Vol. 14, No. 2 Vol. 14, No. 1 Vol. 13, No. 4 Vol. 13, No. 3 Vol. 13, No. 2 Vol. 13, No. 1 Vol. 12, No. 4 Vol. 12, No. 3 Vol. 12, No. 2 Vol. 12, No. 1 Vol. 11, No. 4 Vol. 11, No. 3 Vol. 11, No. 2 Vol. 11, No. 1 Vol. 10, No. 4 Vol. 10, No. 3 Vol. 10, No. 2 Vol. 10, No. 1 Vol. 9, No. 4 Vol. 9, No. 3 Vol. 9, No. 2 Vol. 9, No. 1 Vol. 8, No. 8 Vol. 8, No. 7 Vol. 8, No. 6 Vol. 7, No. 12 Vol. 7, No. 11 Vol. 7, No. 10 Vol. 8, No. 5 Vol. 8, No. 4 Vol. 8, No. 3 Vol. 8, No. 2 Vol. 8, No. 1 Vol. 7, No. 9 Vol. 7, No. 8 Vol. 7, No. 7 Vol. 7, No. 6 Vol. 7, No. 1 Vol. 7, No. 5 Vol. 7, No. 4 Vol. 7, No. 3 Vol. 7, No. 2 Vol. 6, No. 6 Vol. 6, No. 5 Vol. 6, No. 4 Vol. 6, No. 3 Vol. 6, No. 2 Vol. 6, No. 1 Vol. 5, No. 6 Vol. 5, No. 5 Vol. 5, No. 4 Vol. 5, No. 3 Vol. 5, No. 2 Vol. 5, No. 1 Vol. 4, No. 6 Vol. 4, No. 5 Vol. 4, No. 4 Vol. 4, No. 3 Vol. 4, No. 2 Vol. 4, No. 1 Vol. 3, No. 6 Vol. 3, No. 5 Vol. 3, No. 4 Vol. 3, No. 3 Vol. 3, No. 2 Vol. 3, No. 1 Vol. 2, No. 6 Vol. 2, No. 5 Vol. 2, No. 4 Vol. 2, No. 3 Vol. 2, No. 2 Vol. 2, No. 1 Vol. 1, No. 6 Vol. 1, No. 5 Vol. 1, No. 4 Vol. 1, No. 3 Vol. 1, No. 2 Vol. 1, No. 1 More Issue