cover
Contact Name
Ferdi Riansyah
Contact Email
phjjurnal@gmail.com
Phone
+6282273305152
Journal Mail Official
journalkesling@gmail.com
Editorial Address
Jl. Syiah Kuala, Kp. Mulia, Kuta Alam, Banda Aceh, Provinsi Aceh
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Public Health Journal
Published by CV. Teewan Solutions
ISSN : -     EISSN : 30483581     DOI : doi.org/10.62710
Core Subject : Health,
Public Health Journal (PHJ), merupakan jurnal ilmiah hasil kegiatan penelitian yang dialkukan dosen, mahasiswa dan masyarakat yang diterbitkan oleh CV Teewan Solutions. Jurnal ini membahas beberapa permasalahan umum dari hasil penelitian yang diimplementasikan ke masyarakat. Tujuan penerbitan jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran atau gagasan konseptual dan hasil penelitian yang dilakukan dosen yang telah dicapai dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Diharapkan dengan adanya kontri busi Jurnal ini bisa menjadi suatu acuan para peneliti untuk mempublikasikan hasil penelitian nya untuk memajukan Indonesia di bidang penelitian.
Articles 191 Documents
Komunikasi Berbasis Bukti dalam Pemasaran Sosial Kesehatan Masyarakat: Tinjauan Literatur Ulfazika, Ulfazika; Saputra, Irwan
Public Health Journal Vol. 3 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/zx9bex42

Abstract

Komunikasi dalam promosi kesehatan mempunyai peran penting dalam mendorong perubahan perilaku masyarakat. Dalam perkembangannya, pendekatan komunikasi berbasis bukti mulai digunakan untuk meningkatkan efektivitas pesan kesehatan, namun penerapannya masih belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji praktik komunikasi berbasis bukti dalam pemasaran sosial kesehatan masyarakat melalui tinjauan literatur. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur terstruktur dengan pencarian literatur dilakukan melalui Google Scholar. Sebanyak 20 artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi dianalisis menggunakan pendekatan tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa komunikasi yang memadukan data dan cerita pengalaman lebih mampu menarik perhatian dan memengaruhi perilaku dibandingkan penyampaian informasi secara umum. Meskipun demikian, sebagian besar intervensi masih berfokus pada individu dan belum banyak melibatkan dukungan lingkungan sosial maupun kebijakan. Selain itu, keterlibatan kelompok rentan dalam proses penyusunan pesan masih terbatas. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk mengembangkan komunikasi yang lebih menyeluruh, melibatkan berbagai disiplin ilmu, serta membuka ruang partisipasi masyarakat agar hasilnya lebih efektif.
Kerangka Hukum dan Regulasi Sistem Informasi Kesehatan di Indonesia: A Narrative Review Akira Kesya, Cut Renaya; Saputra, Irwan
Public Health Journal Vol. 3 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/qgqh8z97

Abstract

Transformasi digital di sektor kesehatan mendorong peningkatan penggunaan sistem informasi kesehatan untuk mendukung pengelolaan sistem dan pengambilan keputusan berbasis bukti. Sistem ini memungkinkan integrasi data klinis, pemantauan layanan, serta evaluasi program kesehatan dalam kerangka sistem yang lebih luas. Namun, implementasinya menghadapi tantangan seperti interoperabilitas, kualitas data, serta tata kelola. Penelitian ini menggunakan pendekatan narrative review untuk menelaah literatur mengenai sistem informasi kesehatan, tata kelola data, dan implementasinya. Pencarian dilakukan melalui PubMed dengan kata kunci terkait kesehatan digital. Seleksi judul dan abstrak menghasilkan 23 artikel ilmiah yang relevan, ditambah dokumen kebijakan dan regulasi di Indonesia. Analisis dilakukan dengan sintesis tematik untuk mengidentifikasi tema utama. Hasil menunjukkan bahwa sistem informasi kesehatan berperan penting dalam integrasi data, pemantauan layanan, dan mendukung kebijakan berbasis bukti. Pengembangan dipengaruhi oleh kesiapan infrastruktur, dukungan kebijakan, serta kapasitas sumber daya manusia. Tantangan yang muncul meliputi fragmentasi sistem, keterbatasan interoperabilitas, kualitas data, serta isu keamanan dan privasi. Penguatan integrasi sistem, penerapan standar interoperabilitas, dan tata kelola data yang lebih baik menjadi aspek penting dalam pengembangan sistem informasi kesehatan. Langkah ini dapat mendukung pemanfaatan data secara sistematis dalam pengelolaan sistem kesehatan dan perencanaan kebijakan berbasis data.
Strategi Efektivitas Biaya untuk Meningkatkan Efisiensi Pelayanan Kesehatan Primer di Pusat Kesehatan Masyarakat: Literature Review Akira Kesya, Cut Renaya; Irwan Saputra
Public Health Journal Vol. 3 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/bpk8p102

Abstract

Layanan kesehatan primerberperan penting dalam meningkatkan akses dan kualitas pelayanan masyarakat,namun keterbatasan sumber daya menuntut efisiensi. Pendekatan ekonomikesehatan, khususnya analisis cost-effectiveness, digunakan untuk mendukungkeputusan alokasi sumber daya. Tinjauan ini merangkum strategi berbasiscost-effectiveness yang dapat meningkatkan efisiensi layanan primer. Pencariandilakukan melalui PubMed dan Google Scholar untuk artikel 2014–2025 dengan katakunci terkait evaluasi ekonomi dan layanan primer. Sebanyak 16 artikel memenuhikriteria inklusi dan dianalisis secara naratif. Hasilmenunjukkan beberapa strategi utama: program preventif dan deteksi dinikonsisten cost-effective; intervensi digital seperti telemedicine menurunkanbiaya dan mengubah pola pemanfaatan layanan; optimalisasi tenaga kesehatanmelalui task shifting dan model kolaboratif menghasilkan penghematan; integrasilayanan, pengelolaan rujukan, serta manajemen operasional menunjukkan potensipeningkatan nilai ekonomi meski hasil antar studi bervariasi. Secara umum,intervensi ini memengaruhi pola pemanfaatan layanan dan berpotensi mengurangipenggunaan layanan berbiaya tinggi. Strategi berbasis cost-effectiveness,terutama intervensi preventif, digital health, dan optimalisasi tenagakesehatan, berpotensi meningkatkan efisiensi layanan primer. Pendekatan ekonomikesehatan mendukung alokasi sumber daya lebih optimal di fasilitas tingkatpertama, termasuk Puskesmas. Namun, variasi konteks implementasi danketerbatasan bukti jangka panjang menegaskan perlunya evaluasi lebih lanjut.
Resposisi Peran Tokoh Masyarakat dan Tradisi Lokal dalam Pemasaran Sosial Kesehatan: Literatur Review Pada Masyarakat Terpencil Alghfari, Muhammad; Saputra, Irwan
Public Health Journal Vol. 3 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/gnm9a030

Abstract

Tokoh adat memiliki peran penting dalam struktur sosial masyarakat terpencil, terutama dalam mempengaruhi perilaku norma sosial, termasuk perilaku kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran tokoh adat dalam mempromosikan kesehatan masyarakat daerah terpencil melalui pengamatan literatur. Metode yang digunakan adalah pengamatan literatur yang dirangkai dengan pencarian literatur yang dilakukan melalui Google Scholar. Sebanyak 20 artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi dianalisis menggunakan pendekatan tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa tokoh adat berperan sebagai fasilitator, penyampai pesan, dan penjaga nilai-nilai budaya yang mampu meningkatkan kesadaran dan penerimaan masyarakat terhadap program kesehatan. Meskipun demikian, keterlibatan aktif tokoh adat terbukti meningkatkan efektivitas promosi kesehatan, terutama dalam program imunisasi, kebersihan lingkungan, dan perawatan ibu dan anak. Disimpulkan bahwa integrasi peran tokoh adat dalam strategi promosi kesehatan dapat menjadi pendekatan yang efektif dalam upaya peningkatan status kesehatan masyarakat di daerah terpencil.
Integrasi Rekam Medis Elektronik (RME) Melalui Platform SatuSehat: Tinjauan Manajemen Data dan Keamanan Informasi Nasional Safwan, Alya Masthura; Saputra, Irwan
Public Health Journal Vol. 3 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/gc4kyk96

Abstract

Transformasi kesehatan di Indonesia menempatkan integrasi data sebagai fondasi utama dalam penguatan sistem pelayanan kesehatan berbasis digital. Dalam konteks tersebut, platform SATUSEHAT dikembangkan untuk mengintegrasikan data rekam medis secara nasional dan meningkatkan interoperabilitas antar fasilitas pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi Rekam Medis Elektronik (RME) melalui platform SATUSEHAT dengan menitikberatkan pada aspek manajemen data dan keamanan informasi nasional. Metode yang digunakan adalah literature review dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui penelusuran database Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect dengan rentang tahun 2019–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa Indonesia telah memiliki fondasi regulasi yang kuat, namun implementasi masih menghadapi berbagai tantangan seperti ketimpangan infrastruktur, kendala interoperabilitas, serta risiko keamanan data. Kesimpulan menunjukkan bahwa integrasi RME melalui SATUSEHAT memiliki potensi besar dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan, tetapi membutuhkan penguatan tata kelola data, keamanan sistem, serta kesiapan sumber daya manusia.
Komunikasi Sosial Stunting: Digitalisasi, Partisipasi dan Perubahan Sativa Wita, Yoanna; Saputra, Irwan
Public Health Journal Vol. 3 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/vnp6zd90

Abstract

Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat serius di Indonesia. Komunikasi sosial dan pemasaran sosial berperan strategis dalam mengubah perilaku masyarakat. Tinjauan naratif ini bertujuan mengidentifikasi prinsip dan praktik komunikasi sosial untuk stunting berdasarkan 18 jurnal ilmiah terbitan 2020–2025. Hasil sintesis menunjukkan tiga pilar utama: digitalisasi (media sosial, aplikasi mobile, mHealth), partisipasi (pemberdayaan kader, modal sosial, keterlibatan komunitas), dan perubahan perilaku (teori HBM, komunikasi persuasif, pendekatan dekolonial). Bukti empiris menunjukkan bahwa aplikasi mobile seperti AECAS dan Edu Stunting secara signifikan meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu, sementara komunikasi interpersonal kader Posyandu yang empatik terbukti lebih efektif daripada penyuluhan satu arah. Pendekatan dekolonial mengkritik intervensi SBCC konvensional yang cenderung top-down dan mengabaikan ekologi pangan lokal serta praktik sosiokultural masyarakat. Implikasi praktisnya, pemerintah dan dinas kesehatan perlu mengintegrasikan ketiga pilar secara simultan dalam kampanye stunting, disertai evaluasi dampak jangka panjang melalui desain studi yang ketat. Kesimpulannya, komunikasi sosial yang efektif memerlukan integrasi ketiga pilar tersebut secara simultan.
Determinan Willingness to Pay dan Ability to Pay dalam Pembiayaan Pelayanan Kesehatan: Sebuah Literature Review Safwan, Alya Masthura; Saputra, Irwan
Public Health Journal Vol. 3 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/qvpymz79

Abstract

Pembiayaan pelayanan kesehatan merupakan salah satu aspek penting dalam sistem kesehatan karena berkaitan langsung dengan akses, keadilan, keberlanjutan program, dan perlindungan masyarakat dari beban biaya kesehatan. Dalam konteks tersebut, willingness to pay (WTP) dan ability to pay (ATP) menjadi dua konsep penting untuk menilai sejauh mana masyarakat bersedia dan mampu membayar pelayanan kesehatan, baik melalui iuran jaminan kesehatan, pembayaran langsung, maupun biaya tambahan untuk peningkatan mutu pelayanan. Literature review ini bertujuan untuk mengkaji determinan WTP dan ATP dalam pembiayaan pelayanan kesehatan serta menjelaskan keterkaitan keduanya dalam perspektif kesehatan masyarakat. Metode yang digunakan adalah literature review dengan pendekatan naratif terhadap 18 literatur inti yang dipilih secara purposif pada rentang tahun 2014-2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa ATP lebih banyak dipengaruhi oleh faktor ekonomi, seperti pendapatan, pengeluaran rumah tangga, jumlah tanggungan, jenis pekerjaan, dan kestabilan sumber pendapatan. Sementara itu, WTP tidak hanya dipengaruhi oleh kemampuan ekonomi, tetapi juga oleh persepsi mutu pelayanan, pengalaman menggunakan layanan, pengetahuan tentang jaminan kesehatan, persepsi manfaat, risiko sakit, kepuasan pasien, dan kepercayaan terhadap sistem kesehatan. Kajian ini menegaskan bahwa WTP dan ATP perlu dipahami secara bersamaan karena seseorang dapat bersedia membayar tetapi tidak mampu secara ekonomi, atau sebaliknya mampu membayar tetapi tidak bersedia karena pelayanan dianggap kurang bermutu. Oleh karena itu, kebijakan pembiayaan kesehatan perlu dirancang secara lebih adil, adaptif, dan sensitif terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat.
Efektivitas Senam Hamil dalam Mengurangi Nyeri Punggung Bawah pada Ibu Hamil Trimester II dan III di Puskesmas Kuta Baro Kabupaten Aceh Besar Risna Fazlaini; Donny Hendra; Zaitun Zaitun; Ummu Aiman; Salamah Salamah
Public Health Journal Vol. 3 No. 2 (2026): Juni
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/f0d98d80

Abstract

Background: According to the World Health Organization (WHO), the prevalence of low back pain during pregnancy is approximately 70% in Australia. Similarly, in Indonesia, low back pain is one of the most frequently reported discomforts during pregnancy, with approximately 70% of pregnant women experiencing this condition in the late stages of pregnancy. Low back pain is a pain syndrome occurring in the lower back region as a result of the anterior shift in the body's center of gravity during pregnancy. This condition commonly affects pregnant women and may interfere with their daily activities and overall quality of life. Regular participation in prenatal exercise during the last trimester of pregnancy has been shown to reduce pain experienced during labor compared with women who do not participate in such exercise. This study aimed to determine the effect of prenatal exercise on reducing low back pain among pregnant women in the second and third trimesters at Kuta Baro Community Health Center. Methods: This study employed a pre-experimental research design using a one-group pretest–posttest approach. A total of 44 pregnant women participated in the study. Data were analyzed using univariate and bivariate analyses, with hypothesis testing performed using the Paired Sample t-test. Results: The findings demonstrated that prenatal exercise had a statistically significant effect on reducing low back pain among pregnant women in the second and third trimesters at Kuta Baro Community Health Center, Aceh Besar Regency, in 2026 (p-value < 0.001). Conclusion: Prenatal exercise significantly reduced low back pain among pregnant women in the second and third trimesters at Kuta Baro Community Health Center, Aceh Besar Regency. Recommendation: Prenatal exercise is recommended as a safe and effective non-pharmacological intervention for managing low back pain during pregnancy. Therefore, pregnant women, particularly those in the second and third trimesters, are encouraged to participate in regular prenatal exercise programs to improve
Pengaruh Aktivitas Fisik dan Perilaku Vulva Hygiene terhadap Keputihan pada Remaja Putri di Desa Gue Gajah Kabupaten Aceh Besar Zaitun Zaitun; Risna Fazlaini; Salamah Salamah; Ummu Aiman
Public Health Journal Vol. 3 No. 2 (2026): Juni
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/3def8447

Abstract

Background: Adolescence is a transitional stage from childhood to adulthood characterized by significant physical, psychological, and social changes. These changes require special attention to prevent potential health problems, particularly those related to reproductive health. One of the most common reproductive health issues experienced by adolescent girls is vaginal discharge (leucorrhoea). This study aimed to examine the relationship between physical activity and personal hygiene with the incidence of vaginal discharge among adolescent girls in Gue Gajah Village, Aceh Besar Regency, in 2026. Methods: This study employed a descriptive-analytic research design with a cross-sectional approach involving 59 respondents. Data were analyzed to determine the association between physical activity, personal hygiene, and the incidence of vaginal discharge. Results: The findings revealed a statistically significant relationship between physical activity and the incidence of vaginal discharge (p = 0.028). Adolescent girls with high levels of physical activity were more likely to experience abnormal vaginal discharge (60.7%), whereas those with lower levels of physical activity predominantly experienced normal vaginal discharge (66.7%). Furthermore, a significant association was found between personal hygiene and the incidence of vaginal discharge (p = 0.003). Participants who maintained good personal hygiene were more likely to experience normal vaginal discharge (71.9%), while those with poor personal hygiene were more likely to experience abnormal vaginal discharge (66.7%). Conclusion: The results indicate that both physical activity and personal hygiene are significantly associated with the incidence of vaginal discharge among adolescent girls. Therefore, efforts should be made to enhance adolescents' awareness of maintaining proper personal hygiene and managing physical activity appropriately. In addition, educational institutions and healthcare professionals should collaborate to provide continuous reproductive health education in order to promote healthy behaviors among adolescents.
Efektivitas Edukasi Berbasis  Leaflet dalam Meningkatkan Pengetahuan tentang Pemeriksaan Payudara Sendiri (Sadari) pada di SMA Negeri 1 Baitussalam Salamah, Salamah; Aiman, Ummu; Fazlaini, Risna; Zaitun, Zaitun; Batubara, Apriany Ramadhan
Public Health Journal Vol. 3 No. 2 (2026): Juni
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/e4s8p477

Abstract

Breast cancer is one of the major health problems affecting women, including adolescents. Early detection can be performed through Breast Self-Examination (BSE); however, the level of knowledge regarding BSE among adolescent girls remains relatively low. This study aimed to determine the effect of  leaflet-based educational media on improving students' knowledge of BSE at SMA Negeri 1 Baitussalam, Aceh Besar. This study employed a quasi-experimental design using a one-group pre-test and post-test approach. The population consisted of all female students at SMA Negeri 1 Baitussalam, with a sample of 61 participants selected through purposive sampling. Data were collected using a structured questionnaire and analyzed using the Wilcoxon Signed Ranks Test. The results showed that prior to the educational intervention, 37 respondents (60.7%) had a moderate level of knowledge, 15 respondents (24.6%) had good knowledge, and 9 respondents (14.7%) had poor knowledge regarding BSE. Following the  leaflet-based educational intervention, respondents' knowledge increased significantly, with 57 respondents (93.4%) demonstrating good knowledge and 4 respondents (6.6%) demonstrating moderate knowledge. No respondents remained in the poor knowledge category. The Wilcoxon Signed Ranks Test indicated a statistically significant difference between pre-test and post-test scores (p-value = 0.000). These findings demonstrate that  leaflet-based educational media is effective in improving female students' knowledge of BSE. In conclusion,  leaflets can serve as an accessible, cost-effective, and practical health education tool to enhance awareness of early breast cancer detection. It is recommended that healthcare professionals and schools utilize  leaflets more frequently in adolescent health education programs and provide continuous guidance to encourage adolescents to perform BSE regularly