cover
Contact Name
Rangga Sururi
Contact Email
rekalingkungan@itenas.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
rekalingkungan@itenas.ac.id
Editorial Address
PHH. Street Mustapa 23 Bandung 40124
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Reka Lingkungan
ISSN : 23376228     EISSN : 27226077     DOI : https://doi.org/10.26760/rekalingkungan
Core Subject : Social,
Fokus keilmuan dari Jurnal Reka Lingkungan meliputi Teknologi dan Manajemen dari bidang Teknik dan Ilmu Lingkungan. Beberapa ruang lingkup dari Jurnal meliputi sebagai berikut, namun tidak terbatas pada lingkup dibawah ini: 1. Ekologi, 2. Kimia Lingkungan 3. Teknik Lingkungan 4. Ilmu Lingkungan 5. Kesehatan Lingkungan dan Toksikologi 6. Manajemen Lingkungan 7. Polusi lingkungan dan pembersihannya 8. Persampahan dan B3 9. Kualitas air dan pengolahan air minum dan air limbah 10. Mikrobiologi lingkungan 11. Pengelolaan sumber daya air 12 Polusi udara 13. Remediasi
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 2 (2022)" : 8 Documents clear
PEMANFAATAN KITOSAN DAN KARBON AKTIF DARI AMPAS TEH DALAM MENURUNKAN LOGAM KADMIUM DAN ARSEN PADA LIMBAH INDUSTRI PT X Nisa Nurhidayanti; Dhonny Suwazan; Angga Bahrul Fahmi; Agus Riyadi
Jurnal Reka Lingkungan Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v10i2.91-102

Abstract

Industri tekstil sebagai salah satu komoditas unggulan industri di Indonesia, yang dalam proses produksinya menggunakan bahan pewarna berupa dyes berpotensi menyebarkan logam berat yang terkandung dalam limbahnya apabila limbah cair hasil produksi industri tekstil tidak diolah dengan baik. Salah satu metode penghilangan logam berat pada limbah yaitu menggunakan metode adsorpsi menggunakan biosorben. Pada penelitian ini telah berhasil disintesis adsorben hasil kombinasi kitosan dan karbon aktif dari ampas teh. Hasil karakterisasi diperoleh kadar karbon terikat sebesar 78,09%. Tahap awal dilakukan pengujian kandungan logam berat pada PT X dan diperoleh kandungan awal logam kadmium (Cd) sebesar 1,15 mg/L dan logam arsen (As) sebesar 5,74 mg/L. Biosorben kombinasi kitosan dan karbon aktif dari ampas teh diaplikasikan sebagai adsorben dalam penghilangan logam berat kadmium (Cd) dan arsen (As) pada limbah industri tekstil PT X dengan variasi massa adsorben. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan penambahan karbon aktif sebesar 1,4 gr menghasilkan persen efektivitas tertinggi dalam penghilangan logam berat kadmium (Cd) sebesar 92,50% dan arsen (As) sebesar 85,32%.
ESTIMASI INHALATION EXPOSURE CONSENTRATION (IEC) PARTIKULAT TERESPIRASI DAN BLACK CARBON DI KAWASAN INDUSTRI DAERAH BANDUNG DAN CIMAHI Novi Fitria; Marcelina Jelsih; Agie Adhitya Gunawan; Tiny Agustini Koesmawati
Jurnal Reka Lingkungan Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v10i2.145-154

Abstract

Salah satu dampak dari aktivitas industri adalah pencemaran udara ambien akibat paparan partikulat terespirasi dan Black Carbon (BC) yang berdampak pada kesehatan pekerjanya. Penelitian ini dilakukan di Kawasan Industri Kota Bandung dan Cimahi di lima (5) lokasi titik sampling yaitu Cibeureum, Cimahi, Padalarang, Bandung Wetan dan Buahbatu. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kualitas udara di area tersebut berdasarkan indeks ISPU dan Inhalation Exposure Concentration (IEC) dari TSP, PM10, PM2.5 dan BC. IEC dihitung sebagai potensi paparan partikulat respirasi dan BC kepada pekerja melalui jalur inhalasi. Studi ini membuktikan bahwa di Kawasan Industri daerah Bandung dan Cimahi mengandung BC rentang 0,90-1,65 µg/m3. Sedangkan tingkat pencemaran udara untuk PM2.5 di kawasan industri, daerah Bandung Wetan berada dikategori “Sedang” dan daerah Buahbatu menunjukkan kategori “Tidak Sehat”. Hasil perhitungan IEC diketahui bahwa bagi pekerja outdoor dan masyarakat di kawasan industri daerah Bandung dan Cimahi terpapar IEC TSP berkisar 10,29-36,99 µg/m3; IEC PM10 berkisar 6,65-34,69 µg/m3; IEC PM2,5 antara 2,24-19,83µg/m3 dan BC ada di rentang 0,20-0,36µg/m3. PM2.5 dan PM10 berkorelasi positif dengan TSP dengan nilai korelasi  berturut-turut r= 0,999 dan r = 0,909.
PENENTUAN KOMPOSISI BAHAN BAKU PADA PEMANFAATAN FLY ASH PADA PROSES PRODUKSI PAVING BLOCK Esthi Kusdarini; Freeda Inggrit Ulviandri; Avellyn Shinthya Sari
Jurnal Reka Lingkungan Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v10i2.103-112

Abstract

Fly ash merupakan limbah pembakaran batubara yang bisa dimanfaatkan untuk bahan paving block. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan komposisi terbaik dari bahan paving block, pengujian kuat tekan, dan serapan air. Metode yang digunakan adalah eksperimen skala laboratorium. Eksperimen menggunakan variabel formula bahan. Formula 1 terdiri dari semen : pasir : fly ash dengan komposisi : K11 (1 : 5 : 0;); K12 (1 : 5 : 0,5); dan K13 (1 : 5 : 1). Formula 2 terdiri dari semen putih : pasir : fly ash dengan komposisi K21 (1 : 5 : 0;); K22 (1 : 5 : 0,5); dan K23 (1 : 5 : 1). Formula 3 terdiri dari fly ash : pasir dengan komposisi K31 (1 : 5) dan K32 (2 : 5). Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula 1 dengan komposisi K13 memberikan hasil terbaik dengan kuat tekan rata-rata sebesar 30,2 MPa dan serapan air sebesar 9,8%. 
PENGARUH TATA GUNA LAHAN DAN DAYA RESAP TANAH TERHADAP KUALITAS DAN KUANTITAS PENGOMPOSAN LUBANG RESAPAN BIOPORI (LRB) Yenni Ruslinda; Anugrah Andikmon; Resti ayu Lestari; Hendra Gunawan
Jurnal Reka Lingkungan Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v10i2.155-164

Abstract

Pengomposan Lubang Resapan Biopori (LRB) merupakan salah satu teknologi pengolahan sampah organik yang dilakukan di dalam tanah pada area terbuka, sehingga dipengaruhi oleh kondisi lingkungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh tata guna lahan dan daya resap tanah terhadap kualitas dan kuantitas pengomposan LRB. Penelitian dilakukan pada empat variasi tata guna lahan yaitu kebun/pekarangan, jalan tanah, pemukiman padat dan agak padat  serta jalan aspal dengan daya resap tanah masing-masing variasi adalah 83%, 40%, 28% dan 13%. Komposisi bahan baku terdiri dari 50% sampah makanan dan 50% sampah halaman yang telah dicacah berukuran 0,3- 1,5 cm. Analisis dilakukan terhadap kematangan kompos dengan pengamatan di lapangan, kualitas kompos dengan analisis di laboratorium dan kuantitas kompos dengan menimbang berat kompos padat. Hasil penelitian menunjukkan untuk semua variasi tata guna lahan, analisis kematangan dan kualitas kompos dari unsur fisik dan unsur makro sudah memenuhi standar kualitas kompos sesuai SNI 19-7030-2004. Lama pengomposan berkisar 47-58 hari dengan kuantitas kompos padat yang dihasilkan 60-72,14% dari berat bahan baku kompos. Pengomposan LRB lebih optimal dilakukan pada tata guna lahan kebun/pekarangan yang memiliki daya resap tanah yang tinggi sehingga dapat meresapkan air hujan lebih cepat air ke dalam tanah dan mempercepat proses kematangan kompos.
EVALUASI SALURAN DRAINASE DI KECAMATAN BOGOR SELATAN Eka Wardhani; Anita Rufina
Jurnal Reka Lingkungan Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v10i2.113-124

Abstract

AbstrakKecamatan Bogor Selatan memiliki 5 titik genangan yang berpotensi mengakibatkan banjir pada saluran drainase karena kapasitas saluran yang terlampaui dan terjadinya pengendapan di dalam saluran oleh sampah. Tujuan penelitian untuk mengevaluasi permasalahan saluran drainase di 2 kelurahan di Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor. Metode evaluasi yaitu observasi dan pengambilan data sekunder pada evaluasi saluran drainase. Lima titik genangan tersebut meliputi Kelurahan Lawanggintung dan Batutulis, yaitu 4 jalur drainase di Kelurahan Lawanggintung dan 6 jalur drainase di Kelurahan Batutulis. Dimensi saluran perlu diperlebar dan pemeliharaan dengan penggerukan sampah di dalam saluran tersebut. Pelebaran dimensi saluran dilakukan dengan mengubah dimensi eksisting yaitu dari 0,3 dan 0,8 m menjadi 0,6 m; 0,8 m; dan 1,2 m.  Guna mengurangi debit limpasan yang terlampaui di daerah genangan dilakukan perencanaan sumur resapan dan konservasi sumber daya air. Perencanaan sumur resapan dengan kemampuan mengurangi debit di Kelurahan Lawanggintung sebesar 53,74% dengan jumlah 4.689 dan Kelurahan Batutulis sebesar 54,18% dengan jumlah 1.152. Konservasi sumber daya air dengan adanya biopori dibutuhkan sebanyak 1.516, sedangkan untuk pemanenan air hujan kemampuan mengurangi debit yaitu sebesar 55,13% untuk Kelurahan Lawanggintung dan 58,01% untuk Kelurahan Batutulis dari debit limpasan total.  
PENGARUH WAKTU FLOKULASI PADA PROSES KOAGULASI FLOKULASI DENGAN BIOKOAGULAN KELOR UNTUK MENYISIHKAN KADAR BESI AIR SUMUR Dewi Fitria; Puti Sri Komala; Dura Vendela
Jurnal Reka Lingkungan Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v10i2.165-174

Abstract

Salah satu sumber air baku air minum yang sering digunakan adalah air sumur. Air sumur pada umumnya mempunyai kualitas yang lebih baik dibanding air permukaan. Masalah yang sering ditemui pada air sumur adalah airnya terkadang mengandung logam besi (Fe) yang tinggi. Fe yang tinggi dapat menimbulkan gangguan kesehatan, menimbulkan bau yang menyengat dan gangguan estetika akibat perubahan warna air. Dalam penelitian ini digunakan proses koagulasi flokulasi untuk menurunkan kandungan Fe di dalam air sumur dengan menggunakan biji kelor sebagai biokoagulan. Percobaan ini menggunakan variabel utama waktu flokulasi dengan rentang 10-30 menit dengan interval 2 menit. Pengaruh waktu flokulasi pada penyisihan Fe juga dikaji pada variabel yang ikut mempengaruhi penyisihan Fe seperti  ukuran flok, C-organik air hasil koagulasi dan kadar air dalam flok. Waktu koagulasi yang digunakan adalah selama 1 menit dengan kecepatan 100 rpm, kecepatan flokulasi 40 rpm, waktu pengendapan 60 menit, dan dosis kelor yang digunakan 33 mg/L. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu flokulasi optimum penyisihan Fe adalah 18 menit.
PENYISIHAN COD PADA LIMBAH CAIR RUMAH POTONG HEWAN MARTAPURA DENGAN SISTEM LAHAN BASAH BUATAN ALIRAN HORIZONTAL BAWAH PERMUKAAN MENGGUNAKAN TANAMAN CYPERUS ALTERNIFOLIUS DAN CANNA INDICA Desty Triana Wulandari; Nopi Stiyati Prihatini; Rd. Indah Nirtha Nilawati
Jurnal Reka Lingkungan Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v10i2.125-134

Abstract

Limbah cair Rumah Potong Hewan (RPH) memiliki kandungan bahan organik, padatan tersuspensi, serta bahan koloid seperti lemak, protein, darah dan selulosa dengan konsentrasi tinggi sehingga termasuk ke dalam kategori limbah cair kompleks yang apabila pengolahan limbah cair kurang sempurna dapat berpotensi sebagai pencemar lingkungan serta terganggunya kesehatan bagi masyarakat. RPH Martapura menggunakan bak-bak sedimentasi dalam pengolahan air limbah dengan rata-rata konsentrasi COD sebesar 2.470,86 mg/L. Hasil tersebut belum memenuhi baku mutu air limbah bagi usaha dan/atau kegiatan RPH menurut Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 5 Tahun 2014 sehingga diperlukan pengolahan menggunakan teknologi tepat guna yang operasionalnya mudah, desain sederhana dan fleksibel, biaya operasi serta perawatan yang murah yaitu dengan sistem Lahan Basah Buatan Aliran Horizontal Bawah Permukaan yang memanfaatkan proses secara alami menggabungkan kinerja antara tanaman, media dan mikroorganisme dalam mengolah kontaminan air limbah RPH. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi sistem LBB-AHBP dengan tanaman Cyperus alternifolius dan Canna indica dalam menyisihkan COD pada air limbah RPH Martapura. Penelitian dilakukan dalam skala laboratorium menggunakan 5 buah reaktor berdimensi 90cm x 30cm x 45cm dengan aliran kontinyu selama 21 hari. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata efisiensi penyisihan COD dengan tanaman Cyperus alternifolius sebesar 92,47% serta dengan tanaman Canna indica sebesar 85,27%.
PENGARUH TEGANGAN DAN WAKTU PADA PENGOLAHAN LINDI METODE ELEKTROKOAGULASI-ADSORPSI ZEOLIT Rosa Amalia Putri; Herry Purnama
Jurnal Reka Lingkungan Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekalingkungan.v10i2.135-144

Abstract

Air lindi dapat menjadi pencemar lingkungan jika dibuang begitu saja tanpa adanya pengolahan. Hal ini karena lindi mengandung zat-zat kimia beracun, senyawa organik serta konstituen lainnya yang terlarut dan tersuspensi di dalam tanah. Sifat utama lindi adalah BOD, COD, rasio BOD/COD, padatan tersuspensi, pH, amonia-nitrogen, dan logam berat. Kandungan COD, TSS, dan pH pada air lindi harus memenuhi syarat baku mutu yang telah ditetapkan agar aman ketika dibuang ke lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tegangan dan waktu terhadap nilai COD, TSS, dan pH pada air lindi menggunakan metode elektrokoagulasi-adsorpsi zeolit. Penelitian akan dikembangkan dengan variasi tegangan (10, 20, dan 30 volt) dan waktu proses ( 30, 60 , dan 90 menit). Setelah proses elektrokoagulasi, dilanjutkan adsorpsi menggunakan adsorben zeolit dengan massa 30 gram dan waktu adsorpsi 2 jam. Hasil percobaan menunjukkan bahwa kondisi yang optimum diperoleh pada variasi tegangan 30 volt dan waktu proses 90 menit dengan efisiensi penurunan COD sebesar 98.6%, efisiensi penurunan TSS sebesar 99.86%, dan perolehan pH sebesar 9,4.

Page 1 of 1 | Total Record : 8