cover
Contact Name
Mirsa Umiyati
Contact Email
mirsa.umiyati2@gmail.com
Phone
+6281237083338
Journal Mail Official
mirsa.umiyati2@gmail.com
Editorial Address
Jl. Terompong No. 24, Sumerta Kelod, Kec. Denpasar Timur., Kota Denpasar
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
RETORIKA: Jurnal Ilmu Bahasa
Published by Universitas Warmadewa
ISSN : 24069019     EISSN : 24430668     DOI : 10.22225
Core Subject : Education,
RETORIKA: Jurnal Ilmu Bahasa, 2406-9019 (Print ISSN), 2443-0668 (Electronic ISSN) is the Journal of Linguistics who published research articles and of theoretical articles in linguistic science which published by Linguistic Department, Postgraduated Program, Universitas Warmadewa. The journal is published twice a year every April and October published by Warmadewa Press. This journal encompasses original research articles, review articles, and short communications, including: Morphology Syntax Phonology Semantic Pragmatic Language Typology Discourse Analysis Translation Comparative Linguistics History Linguistic Anthropology Linguistic Ecology Applied Linguistic Language Learning
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 1 (2017): April 2017" : 15 Documents clear
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERBAHASA INDONESIA MELALUI METODE DRAMA PADA SISWA KELAS VIIC SMP DHARMA PRAJA juni ardianta
RETORIKA: Jurnal Ilmu Bahasa Vol. 3 No. 1 (2017): April 2017
Publisher : Magister of Linguistic, Postgraduated Program, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (655.191 KB) | DOI: 10.22225/jr.3.1.84.47-61

Abstract

Indonesian language skills are not only necessary in front of the class, upfront teacher or in front of friends. This capability is also used in all human activites daily, especially in conditions of formal. Student should be able to use the relevant Indonesian from early. Indonesian language skills VIIC grade students at the beginning of the assessment (Pretest) 86% is still below the minimum completeness criteria. Therefore in order grades VIIC can improve the ability to speak Indonesian the method used in this study is a drama that is formal. Of formal methods of drama students’ creativity in choosing diction and grammar with relevant Indonesian will increase. Improvement gained VIIC grade students in improving the relevant Indonesian language skills through drama methodes, namely by 93%. It shows that the method of formal drama is very effective in improving the relevant Indonesian language in class VIIC SMP Dharma Praja. Keywords: the ability to speak Indonesian and methods of drama
ANALISIS IKLAN RUMAH SPA DAN SALON KECANTIKAN DI KECAMATAN UBUD Adi Indra Brata
RETORIKA: Jurnal Ilmu Bahasa Vol. 3 No. 1 (2017): April 2017
Publisher : Magister of Linguistic, Postgraduated Program, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2637.594 KB) | DOI: 10.22225/jr.3.1.91.16-29

Abstract

Abstrak Judul penelitian ini adalah analisis iklan rumah spa dan salon kecantikan di kecamatan Ubud. Penelitian ini membahas tentang struktur wacana, unsur verbal dan unsur nonverbal yang terdapat pada iklan yang digunakan oleh rumah spa sebagai media promosi. Penelitian ini menggunakan teori wacana oleh Van Dijk (2009) dan teori semiotik oleh Pierce (2007). Sumber data pada penelitian ini adalah iklan yang dipajang dipinggir jalan yang berada di kecamatan Ubud. Dalam pengumpulan data, penulis menggunakan metode penelitian lapangan dengan menggunakan teknik dokumentasi dan pencatatan. Data yang telah terkumpul kemudian dianalisa menggunakan metode hermeutika dan teknik analisis data kualitatif berdasarkan ruang lingkup permasalahannya. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, terdapat tiga temuan dalam analisis ini yaitu, (1) Enam iklan rumah spa tersebut memiliki strukur makro yang lengkap, sedangkan pada tatanan superstrukur, ada beberapa iklan yang memiliki superstruktur iklan kurang lengkap, pada tatanan struktur mikro setiap iklan memiliki unsur semantik dan sintaksis, namun ada beberapa iklan yang memiliki unsur retoris seperti. (2) Enam iklan yang dianalisis pada penelitian ini memiliki makna verbal yang dianalisis melalui strukur makro dan mikro yang merupakan bagian struktur wacana pada iklan. (3) Enam iklan yang dianalisis pada penelitian ini memiliki makna nonverbal yang diungkapkan melalui tanda yang terdapat pada iklan tersebut berupa ikon, indeks dan simbol. Kata kunci: Wacana dan teks, iklan, semiotik, verbal, nonverbal
CAMPUR KODE DALAM LIRIK LAGU “KIS BAND” Dwi Setiadi
RETORIKA: Jurnal Ilmu Bahasa Vol. 3 No. 1 (2017): April 2017
Publisher : Magister of Linguistic, Postgraduated Program, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (960.737 KB) | DOI: 10.22225/jr.3.1.92.1-15

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini membahas tentang penggunaan bahasa campur kode di dalam lirik lagu Kis Band. Tujuan penelitian ini adalah untuk 1) bagaimanakah bentuk-bentuk campur kode berdasarkan tata tingkat perangkat kebahasaan dan berdasarkan unsur bahasa serapan dalam lirik lagu dari Kis Band, 2) unsur-unsur apa saja yang dicampur dalam lirik lagu dari Kis Band, dan 3) faktor apa sajakah yang memengaruhi terjadinya campur kode pada lirik lagu dari Kis Band. Penelitian ini dilaksanakan dengan berlandaskan pada teori campur kode oleh Muysken (2000) dan Ju (2009). Desain penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data penelitian ini antara lain: teknik rekaman, wawancara, dan observasi. Data penelitian ini dianalisis dengan menggunakan metode agih. Penyajian hasil analisis data menggunakan metode formal dan informal. Hasil analisis data menunjukkan bahwa 1) jenis-jenis campur kode yang digunakan dalam lirik lagu Kis Band adalah insersi, alternasi, dan leksikalisasi kongruen; 2) unsur-unsur yang dicampur dalam lirik lagu Kis Band adalah kata seperti playboy, frasa seperti jadi pemenang, kata yang terintegrasi secara morfologis dengan prefiks bahasa Bali nge- seperti ngekiss dan klausa lari dari kenyataan, dan 3) faktor-faktor yang mempengaruhi campur kode yang terjadi di dalam lirik lagu Kis Band antara lain 1) persepsi tentang latar belakang bahasa bicara, 2) dominasi bahasa, 3) sikap bahasa, dan 4) motivasi psikolinguistik untuk mengisi kesenjangan leksikal, dan pencampuran dalam kata atau frasa yang sering diakses. Kata Kunci: campur kode, lirik lagu, faktor campur kode
STRUKTUR, FUNGSI SOSIAL, MAKNA ISTILAH DAN KONSEP SASTRA TATTWA PADA TEKS TUTUR ANGGASTYA PRANA Adi Subawa
RETORIKA: Jurnal Ilmu Bahasa Vol. 3 No. 1 (2017): April 2017
Publisher : Magister of Linguistic, Postgraduated Program, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (854.874 KB) | DOI: 10.22225/jr.3.1.93.30-46

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan dua buah teori yaitu, (1) teori Analisis Wacana dan (2) teori Sosiologi Sastra, termasuk dengan melakukan sejumlah pendekatan seperti (1) pendekatan Filologis yang digunakan untuk mendeskripsikan naskah berupa lontar dan (2) pendekatan budaya, dimana pendekatan ini berfungsi dalam menunjang teori Sosiologi Sastra. Dalam proses pengumpulan data digunakan metode pustaka, yaitu metode pengumpulan data yang lebih banyak dilakukan di perpustakaan. Ketika melakukan analisis data, metode yang digunakan adalah metode hermeneutika atau sederhananya disebut penafsiran.Pada Bab IV dalam tesis ini menyajikan deskripsi naskah dan teks Tutur Anggastya Prana seperti (1) kategori lontar, (2) jumlah lembar, (3) jumlah halaman, dsb. Dengan pendekatan Filologis, naskah dan teks disempurnakan dengan menggabungkan sejumlah data yang serupa dari penyalin yang berbeda, dan juga dilakukan standarisasi teks. Kemudian pada Bab V, struktur teks berupa (1) struktur makro, (2) superstruktur, dan struktur mikro. Pada Bab VI menjelaskan fungsi sosial teks bagi masyarakat Bali seperti (1) profil penyalin naskah, (2) tradisi ritual keagamaan, (3) estetika religius, dan (4) kritik pranata sosial. Selanjutnya pada Bab VII disajikan makna istilah dan konsep-konsep sastra tattwa dari teks sebagai sebuah wacana. Kesimpulan dan saran terdapat pada Bab VIII yang merupakan intisari dari tesis ini. Penulis menyarankan agar para peneliti sastra selanjutnya dapat mengupas makna-makna karya sastra, sastra tradisional Bali khususnya secara lebih luas dan mendalam, agar ilmu pengetahuan masa lampau dapat dinikmati kembali oleh anak dan cucu. Kata kunci: Tutur Anggastya Prana, wacana, sastra, tattwa
TELAAH BUKU TEKS PEGANGAN GURU DAN SISWA PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS VII BERBASIS KURIKULUM 2013 sahrul sahrul asri
RETORIKA: Jurnal Ilmu Bahasa Vol. 3 No. 1 (2017): April 2017
Publisher : Magister of Linguistic, Postgraduated Program, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (861.741 KB) | DOI: 10.22225/jr.3.1.94.70-82

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kualitas buku teks pegangan guru dan pegangan siswa “Bahasa Indonesia: Wahana Pengetahuan” kelas VII. Salah satu aspek yang memiliki peranan penting dalam pembelajaran di sekolah adalah keberadaan buku teks pelajaran. Dalam hal ini, kualitas buku teks pelajaran yang dijadikan sumber pembelajaran turut menentukan hasil pencapaian tujuan pembelajaran. Pengabaian telaah buku teks berarti mengabaikan mutu pembelajaran juga. Telah banyak diberitakan pada media massa mengenai kasus buku teks yang mencoreng dunia pendidikan khususnya pada jenjang pendidikan dasar. Salah satu kebijakan pemerintah dalam implementasi kurikulum 2013 adalah penggunaan buku pegangan siswa dan dilengkapi oleh buku pegangan guru. Buku tersebut disusun dan didistribusikan oleh pemerintah pusat. Penyusunan buku teks tersebut diduga kurang maksimal akibat terburu-burunya penerapan kurikulum 2013. Pendekatan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah terkait kualitas, keterbacaan, dan keselarasan buku teks. Data bersumber dari buku teks pegangan guru dan siswa BIWP kelas VII. Teknik pengumpulan data melalui teknik wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik penganalisisan data menggunakan teknik analisis isi melalui coding, klasifikasi, dan deskripsi. Berdasarkan telaah yang telah dilakukan, hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas buku teks pegangan guru dan buku teks pegangan siswa termasuk pada kategori cukup. Hal ini disebabkan karena terdapat beberapa komponen/subkomponen yang tidak memenuhi standar sebagaimana yang telah ditetapkan oleh BSNP. Kata kunci: telaah, buku teks guru, buku teks siswa, kurikulum 2013
EKOLOGI PENAMAAN KELURAHAN DI KOTA MATARAM imam subayil
RETORIKA: Jurnal Ilmu Bahasa Vol. 3 No. 1 (2017): April 2017
Publisher : Magister of Linguistic, Postgraduated Program, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (833.923 KB) | DOI: 10.22225/jr.3.1.95.83-92

Abstract

Abstrak Masalah utama yang dikaji pada penelitian ini adalah mengidentifikasi bentuk dan makna penamaan kelurahan di Kota Mataram. Pendekatan deskriptif merupakan pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini. Pendekatan deskriptif digunakan untuk membuat deskripsi atau gambaran, lukisan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai data, sifat-sifat serta hubungan fenomena-fenomena yang diteliti. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Metode ini digunakan ketika menghimpun dan menganalisa data tentang nama kelurahan di kota Mataram yang penamaannya berdasarkan ekologi. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, simak, cakap, wawancara, dan rekam. Teknik analisis data dilakukan dengan mengumpulkan nama-nama kelurahan di Kota Mataram yang penamaannya berdasarkan ekologi dan menganalisis bentuk dan makna penamaannya. Berdasarkan pengamatan dan analisis data mengenai lingkungan biotic dan abbiotik ditemukan bahwa masyarakat Mataram menamai entitas atau objek yang berupa tempat/institusi yakni kelurahan yang ada di sekeliling mereka berdasarkan hal-hal berikut, yakni (1) Penamaan Berdasarkan Persamaan Sifat/Tingkah Laku, (2) Penamaan Berdasarkan Tempat/lahan tumbuh, (3) Penamaan Berdasarkan Kondisi, (4) Penamaan Berdasarkan Jumlah, (5) Penamaan berdasarkan Penemu/Pemilik Pertama, (6) Penamaan Berdasarkan Proses, (7) Penamaan Berdasarkan Bentuk, (8) Penamaan Berdasarkan Jumlah, (9) Penamaan Berdasarkan Ciri Fisik, (10) Penamaan Berdasarkan Manfaat/Fungsi, (11) Penamaan Berdasarkan Sifat, dan (12) Penamaan berdasarkan Arah. Kata kunci : Penamaan, Ekolinguistik, Bentuk, dan Makna
DURASI AKUSTIK PEMBELAJAR BAHASA ARAB DI MEDAN Khoirul Jamil; Tengku Silvana
RETORIKA: Jurnal Ilmu Bahasa Vol. 3 No. 1 (2017): April 2017
Publisher : Magister of Linguistic, Postgraduated Program, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1133.855 KB) | DOI: 10.22225/jr.3.1.96.62-69

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini menganalisis bunyi tuturan Bahasa Arab yang diujarkan oleh pembelajar Bahasa Arab melalui analisis durasi tuturan pada modus interogatif, deklaratif dan imperatif. Tujuan menganalisis durasi tuturan pada modus interogatif, deklaratif dan imperatif adalah untuk menemukan bunyi akustik tuturan oleh pembelajar Bahasa Arab dan menjelaskan faktor penyebab terjadinya durasi. Sumber data penelitian ini adalah enam tuturan Bahasa Arab yaitu dua tuturan dalam modus deklaratif, tiga tuturan dalam modus interogatif dan satu tututuran dalam modus imperatif yang dituturkan oleh empat penutur pembelajar Bahasa Arab. Kerangka teoritis Fonetik Akustik dan metode kualitatif dalam menganalisis durasi bunyi-bunyi setiap tuturan pada modus interogatif, deklaratif dan imperatif. Metode eksperimental digunakan dalam menganalisis bunyi tuturan Berdasarkan hasil analisis data, penelitian ini menemukan durasi penutur asli dalam menuturkan bunyi vokal rangkap, pembelajar tidak menuturkan vokal dengan bunyi yang panjang. Hal ini menunjukkan adanya sistem bunyi konsonan dan vokal Bahasa Arab berbeda dengan bahasa Indonesia dan sistem bunyi bahasa Indonesia tidak memiliki bunyi-buni vokal rangkap. Dari temuan ini disimpulkan bahwa perbedaan sistem bunyi mengakibatkan pembelajar Bahasa Arab mengujarkan bunyi-bunyi tidak pada titik artikulasi yang tepat. Untuk itu, pembelajar Bahasa Arab memerlukan penguasaan terhadap ilmu Aswat dan pelatihan terhadap pengucapan lafal Bahasa Arab secara artikulatoris. Penelitian ini menyarankan agar metode pembelajaran kemahiran lafal BA perlu ditingkatkan secara teknologi baru dan dengan menggunakan penutur asli. Kata kunci : fonetik eksperimental, frekuensi, intensitas, durasi, metode praat.
KAJIAN BENTUK, FUNGSI, DAN MAKNA UNGKAPAN TRADISIONAL WACANA SORONG SERAH AJI KRAMA DI KABUPATEN LOMBOK BARAT DAN RELEVANSINYA DALAM PEMBELAJARAN MULOK DI SMP sihwatik sihwatik
RETORIKA: Jurnal Ilmu Bahasa Vol. 3 No. 1 (2017): April 2017
Publisher : Magister of Linguistic, Postgraduated Program, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (800.91 KB) | DOI: 10.22225/jr.3.1.99.93-103

Abstract

Abstract Sorong Serah Ajikrama text is a traditional idiom which is threathened with extinction. This is caused some factors, one of them because of the influence of globalization era and the high of technology. To prevent this condition, it needs an effort to preserve its. The aim of this traditional idiom description consist of form,function and meaning at west Lombok.the structural theory or function theory and semioyic theory which are released by some experts.The kind of this research is qualitative research. It explines the form, function, meaning and the steps in creating the learning matter in Junior High School (SMP). The description is done based on the numbers of traditional idiom of sorong serah ajikrama text in the whole Lombok Island (Sasaknesh) in general and specifically at West lombok. The method of this reserach is literature study and field study,interview, observation and recording. The result of this research will be useful for upgrading and adding the knowledge, as a reference for the other researchers whose relevance to this research.
PENYIMPANGAN TEORI BROWN DAN LEVINSON DALAM TINDAK TUTUR PESERTA TALK SHOW INDONESIA LAWYERS CLUB (ILC) DI TV ONE DAN RELEVANSINYA TERHADAP PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMA bukhori muslim
RETORIKA: Jurnal Ilmu Bahasa Vol. 3 No. 1 (2017): April 2017
Publisher : Magister of Linguistic, Postgraduated Program, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (903.702 KB) | DOI: 10.22225/jr.3.1.100.104-117

Abstract

Abstract This research purpose to describe forms of deviation Brown and Levinson's theory of politeness in speech act participant Indonesia Lawyers Club on TV One and its relevance to the Indonesian language learning in high school. The theory is used to solve the problem in this research is the pragmatic theory. While the approach used is descriptive qualitative approach with data collection technique is a technique of documentation and observation. The results showed that the forms of deviations Brown and Levinson's theory of politeness that occur in the speech act participant Indonesia Lawyers Club edition of May 27, 2014 and 7 April 2015 consisted of threatening the positive face and negative face threats. Participants utterances that threaten positive face expression covers complaints, charges, disapproval, criticism, expressions that do not koopratif, embarrass opponents said, and words taboo. While the band is used in the expression of negative advance threatening the expression of rejection, suggestions, advice, requests, prohibitions, promises and praise. Types of speech acts band is used that speech acts directive, declarative, expressive, and refresentatif. Meanwhile, the offense Brown and Levinson’s theory in speech acts ILC participants more based on an awareness for justice, self-defense, solidarity groups, power, recognition of self and groups, law enforcement, the fight against corruption and advocacy on behalf of the people. Relevance of the research results can be applied in learning Indonesian in class XI SMA second half, KD 9. 2 with the subject matter by providing comments on the discussion.
TINDAK TUTUR NGGAHI PANATI DALAM PROSESI LAMARAN PERNIKAHAN ADAT BIMA: SUATU KAJIAN PRAGMATIK SERTA IMPLIKASINYA DALAM PEMBELAJARAN MULOK DI SEKOLAH irham irham
RETORIKA: Jurnal Ilmu Bahasa Vol. 3 No. 1 (2017): April 2017
Publisher : Magister of Linguistic, Postgraduated Program, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (803.509 KB) | DOI: 10.22225/jr.3.1.102.118-133

Abstract

Abstract There are three aspects of the meaningfulness of speech acts Nggahi Panati in procession Bima customary marriage proposal, namely the form of speech acts, cooperation aspects, and aspects of politeness. This study aims to determine the significance of the speech act in a procession Nggahi Panati Bima customary marriage proposal and its implications for the learning of local content in local language school. The results showed that the form of speech act category Nggahi Panati representative (states, states, and reporting), categorized directive (beg, ask, and urge), expressive category (praise, laud, and grateful), category commissive (promise and declare readiness ), and categorized declarative (grant and decide). The study concluded also that aspects of cooperation and aspects of speech acts Nggahi Panati in politeness very considered and prioritized by the speaker and hearer in speaking. In addition to the use of idioms, speaker and hearer using rhymes and language metaphor anyway.

Page 1 of 2 | Total Record : 15