cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Traksi : Majalah Ilmiah Teknik Mesin
ISSN : 16933451     EISSN : 25799738     DOI : -
TRAKSI (eISSN 2579-9738 / ISSN 1693-3451) adalah Majalah Ilmiah Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) dengan cakupan bidang material teknik, konversi energi dan manjfaktur. Jurnal ini terbit 2 kali dalam satu tahun.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 19, No 1 (2019): TRAKSI" : 5 Documents clear
PENGARUH VARIASI TEMPERATUR PERLAKUAN PANAS AGING TERHADAP SIFAT MEKANIK ALUMINIUM AA 6061 Jaelani Sidik
TRAKSI Vol 19, No 1 (2019): TRAKSI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1110.016 KB) | DOI: 10.26714/traksi.19.1.2019.1-8

Abstract

Aluminium 6061 banyak digunakan dalam industri, baik industri otomotif, peralatan rumah tangga dan konstruksi. Dengan penggunaanya di berbagai bidang dengan karateristik yang berbeda, tentu diperlukan sebuah metode dalam meningkatkan nilai kekuatannya. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan nilai kekuatan mekanik aluminium 6061. Perlakuan panas aging merupakan sebuah metode yang dapat meningkatkan nilai kekuatan mekanik. Variasi temperatur aging pada penelitian ini yaitu 175, 200 dan 225 dengan waktu tahan selama 1 jam dan didinginkan diudara terbuka. Kemudian dilakukan pengujian yang terdiri dari uji kekerasan, uji tarik dan uji impak. Hasil pengujian menunjukan bahwa perlakuan panas aging mempengaruhi sifat mekanik aluminium. Nilai kekerasan maksimum, kekuatan tarik maksimum dan harga impak tertinggi tercapai pada temperature aging 175°C dengan nilai masing-masing 31.66 HRB, 231.67 Mpa dan 0.0290 Kg.m/mm2. Namun semakin meningkatnya temperature aging, nilai kekerasan, nilai kekuatan tarik cenderung menurun. Penurun nilai sifat mekanik alumunium 6061 dikarenakan kondisi over aging pada suhu 200°C dan 225°C.
LIFETIME PADA PIPA GAS LURUS 14 MENGGUNAKAN METODE RISK BASED INSPECTION BERDASARKAN API 581 Gunawan Dwi Haryadi; Ismoyo Haryanto; Dwi Basuki Wibowo; Agus Suprihanto
TRAKSI Vol 19, No 1 (2019): TRAKSI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.875 KB) | DOI: 10.26714/traksi.19.1.2019.34-47

Abstract

Korosi terjadi tanpa mengenal waktu di segala aspek kehidupan manusia dan dapat mengakibatkan banyak kerugian. Di industri minyak dan gas, kerugian yang terjadi akibat korosi berdampak pada penurunan kualitas material yang digunakan. Dua hal ini berarti berhubungan dengan lamanya operasional alat berfungsi atau kemampuan jangka panjang dari suatu alat dan kemungkinan terjadinya kegagalan pada peralatan yang digunakan. Sehingga jika korosi menyerang, maka selain kerugian finansial yang dialami. Sehingga jika korosi menyerang maka selain kerugian finansial yang dialami, kerugain juga berdampak terhadap lingkungan sekitar dan juga safety dari pekerja dan masyarakat sekitar juga bisa terjadi. Oleh karena itu inspeksi terhadap peralatan yang ada penting untuk dilakukan. Indonesia yang masih mengacu pada inspeksi berdasarkan jangka waktu (time based inspection) masih memberikan peluang untuk terjadinya kegagalan pada peralatan yang digunakan. Oleh karena itu penting untuk menggunakan acuan lain seperti inspeksi berdasarkan tingkat risiko (Risk-Based Inspection)/RBI.Hasil penelitian menunjukan bahwa dari pipeline yang dianalisa yakni berdiameter 14” dengan lama penggunaan 8 tahun memiliki nilai 1C yang berarti berstatus risiko low medium dan mendapatkan respon corrective maintenance. Usulan inspeksi yang dapat dilakukan adalah pemeriksaan visual, ultrasonic straight beam, eddy current, flux leakage, radiography, dan pengukuran dimensi. Usulan waktu inspeksi yang dapat dilakukan kembali adalah 3 tahun kemudian. Nilai rendah yang diperoleh melalui penelitian ini dikarenakan pipa memiliki system inspeksi yang baik sehingga nilai TMSF tidak mengalami pertambahan yang signifikan
PERFORMANCE DRIVE TRAIN HYBRID SYSTEM IN GOKART VEHICLES Prasetyo Dono Saputro
TRAKSI Vol 19, No 1 (2019): TRAKSI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (606.311 KB) | DOI: 10.26714/traksi.19.1.2019.48-62

Abstract

Drive train (power transfer) is a mechanism that removes the power generated by the engine to drive the wheels of vehicle. Transmission system is one important component in the drive train, whose main function is to channel out of the engine torque to the drive wheel. Transmission system is divided into 3 kinds: manual gear transmission, transmission hydrodinamik, and continuously variable transmission (cvt). And transmission used in ic engines hybrid go-kart is a CVT. In the design of hybrid drive train system on go-kart vehicles produce an analysis of torque, traction, and speed, are able to produce hybrid vehicles go-kart. And obtained τmax = 144,79 (N.m) , τmin = 1,38(N.m), Ftraksi max = 723,94(N), F traksi min = 6,89 (N) , Pmax = 2312,6 watt , Pmin = 74,6 watt, α max = 6,07 (m/s2) , α min = 0,02 (m/s2), on Yamaha AL115S(5TL3) engine, while in DC motor obtained by τmax = 14,25 (N.m) , τmin = 6,72 (N.m), Ftraksi max = 71,27(N), F traksi min = 33,58 (N) , α max = 1,14 (m/s2) , α min = 0,53 (m/s2).
EFEK HEAT TREATMENT TERHADAP KEKUATAN IMPACT KOMPOSIT ALAM Joko Susanto
TRAKSI Vol 19, No 1 (2019): TRAKSI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4818.378 KB) | DOI: 10.26714/traksi.19.1.2019.20-33

Abstract

Pembuatan komposit polyester-serat nanas dengan komposisi berat serat 2,5% dan 0% dengan panjang serat 1 cm dibuat berdasarkan standart ISO 179-1:2010 telah berhasil dilakukan. Hasil specimen sebelum dilakukan pengujian impact, terlebih dahulu dilakukan annealing selama 24 jam. Hasil pengujian kekuatan impact mengalami peningkatan dengan penambahan proses annealing dan penambahan berat serat .
ALAT BANTU PENDINGINAN FILTER OLI MOBIL Taufiq Hidayat
TRAKSI Vol 19, No 1 (2019): TRAKSI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.372 KB) | DOI: 10.26714/traksi.19.1.2019.9-19

Abstract

The main function of an oil filter in a car is to filter the oil coming from the charter to be circulated to the engine. The main function of the oil between it is as a lubricant and engine coolant. The engine working temperature is affected by the engine cooling system and the oil function which acts as a cooler. One effort to improve the quality of oil cooling can be done with the addition of cooling aids placed in the oil filter. The purpose of this research is to determine the effectiveness of changes in the working temperature of the engine mounted cooling aids on oil filters. The method used to conduct research is the use of metal and aluminum based tools with the number of fins that are varied. The shape of the tool is a metal sleeve with fin fins that vary in number. The results of the temperature scale under the influence of engine speed in this study is the greatest level of decline with variations in the number of fins of 10oC. Whereas with the use of different materials, a 5oC reduction was obtained in the use of aluminum compared to stainless steels.

Page 1 of 1 | Total Record : 5