cover
Contact Name
Sayono
Contact Email
say.epid@gmail.com
Phone
+628122545186
Journal Mail Official
say.epid@gmail.com
Editorial Address
Ruang 408 Lantai 4 Gedung Laboratorium Kesehatan Terpadu Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Semarang Jl. Kedungmudu Raya No.18 Semarang, 50273
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia
ISSN : 16933443     EISSN : 26139219     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia publishes scientific articles of research results in the field of public health in scope: Health policy and administration Public health nutrition Environmental health Occupational health and safety Health promotion Reproductive health Maternal and child health Other related articles in public health
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Volume 6. No. 1. Tahun 2010" : 11 Documents clear
PENGARUH KONSENTRASI FLAVONOID DALAM EKSTRAK AKAR TUBA (Derris eliptica) TERHADAP KEMATIAN LARVA Aedes aegypti Sayono -; Nurullita U; Suryani M
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 6. No. 1. Tahun 2010
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.734 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.6.1.2010.%p

Abstract

Latar Belakang : Demam Berdarah Dengue (DBD) ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Kejadian terus meningkat dari tahun ke tahun dan makin luas wilayah yang terjangkit. Berbagai upaya pemberantasan yang telah dilakukan yaitu dengan pengendalian vektor baik secara kimiamaupun hayati. Salah satunya dengan memanfaatkan ekstrak akar tuba sebagai pengendalian hayati.Tujuan : Mengetahui pengaruh konsentrasi flavonoid dalam ekstrak akar tuba terhadap kematian larva Aedes aegypti.Metode : Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen quasi dengan desain penelitin After Only With Control Design. Subjek adalah semua larva Aedes aegypti instar III. Variabel bebas adalah konsentrasi flavonoid dalam ekstrak akar tuba, variabel terikat adalah kematian larvaAedes aegypti. Analisis data dengan uji Kruskal Wallis dilanjutkan uji Mann Whitney.Hasil : Konsentrasi 2% sudah dapat membunuh larva sebesar 100% setelah pemaparan selama 24 jam. Berdasarkan uji Kruskal Wallis dapat diketahui bahwa p value = 0,006 (p < 0,05) artinya ada perbedaan yang nyata antara kematian larva untuk tiap – tiap konsentrasi ekstrak akar tuba. Hasil Mann Whitney diperoleh kesimpulan bahwa pasangan konsentrasi 0,5% - 2% dan 0,5% - 4% mempunyai nilai p value = 0,007 (p < 0,05) artinya pasangan konsentrasi tersebut menunjukkan ada perbedaan yang signifikan rata – rata kematian larva Aedes aegypti.Kesimpulan : Ada pengaruh yang bermakna berbagai konsentrasi flavonoid dalam ekstrak akar tuba terhadap kematian larva Aedes aegypti.Kata Kunci : Flavonoid, ekstrak akar tuba, larva Aedes aegypti
HUBUNGAN KONSUMSI LEMAK DENGAN KEJADIAN HIPERKOLESTEROLEMIA PADA PASIEN RAWAT JALAN DI POLIKLINIK JANTUNG RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KRATON KABUPATEN PEKALONGAN Sufiati Bintanah; Muryati -
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 6. No. 1. Tahun 2010
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.964 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.6.1.2010.%p

Abstract

Penyakit Jantung Koroner ( PJK ) pada saat ini masih merupakan penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Faktor penyebab PJK yang paling dominan adalah adanya penyempitan pada pembuluh darah yang salah satunya disebabkan oleh peningkatan kadar kolesterol dalam darah. Kadar kolesterol darah dapat menurun dengan pengaturan diit, diantaranya dengan menurunkan asupan lemak total. Beberapa penelitian menunjukan pengurangan lemak total mempunyai efek yang baik dalam metabolisme lemak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konsumsi lemak dengan kejadian Hiperkolesterolemia dan untuk mengetahui besarnya resiko terjadiHiperkolesterolemia pada sampel dengan konsumsi lemak kurang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Pebruari sampai dengan bulan Maret 2008 di Poliklinik Jantung RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan. Sampel terdiri atas kasus dan kontrol dengan kriteria yang sudah ditentukan. Data mengenai faktor resiko diperoleh melalui kuesioner dan untuk konsumsi lemak diperoleh dengan menggunakan Food Frequency Semi Quantitative, yang selanjutnya dihitung dengan menggunakan Nutri Survey. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan ada hubungan antara konsumsi lemak dengan kejadian Hiperkolesterolemia ( p-value = 0,016 ). Dengan Odd Ratio diperoleh nilai sebesar 5,95 yang berarti konsumsi lemak sampel yang tinggi ( 25 % energi total ) mempunyai kecenderungan terkena Hiperkolesterolemia sebesar 5,95 kali dibandingkan dengan konsumsi lemak yang rendah ( < 25 % energi total ).Kata Kunci : KonsumsiLemak, Kejadian Hiperkolesterolemia
PENGARUH LAMA KONTAK KARBON AKTIF SEBAGAI MEDIA FILTER TERHADAP PERSENTASE PENURUNAN KESADAHAN CaCO3 AIR SUMUR ARTETIS Ulfa Nurullita; Rahayu Astuti; Mohammad Zaenal Arifin
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 6. No. 1. Tahun 2010
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.275 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.6.1.2010.%p

Abstract

Latar Belakang: Air sumur artetis banyak yang yang bersifat sadah, salah satu cara untuk menurunkan adalah filtrasi dengan karbon aktif. Penelitian ini akan menganalisis penurunan kesadahan CaCO3 dengan karbon aktif dengan waktu kontak 10 menit, 20 menit,30menit dan 40 menit. Tujuan: Mengetahui pengaruh lama kontak karbon aktif dalam menurunkan kesadahan CaCO3 air sumur artetis. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu (Quasi Experiment) dengan rancangan Randomized pretes-postes control group design. Sebagai variabel bebas dalam penelitian ini adalah lama kontak air sadah dengan karbon aktif yaitu selama 10 menit, 20 menit, 30 menit dan 40 menit, variabel terikat adalah penurunan kesadahan air sumur artetis, dan variabel pengganggu adalah pH dan suhu. Uji Normalitas data menggunakan Uji Kolmogorov Smirnov menunjukkan data berdistribusi normal, sehingga uji yang digunakan adalah Uji One Way Anova. Hasil: penurunan kesadahan CaCO3 tertinggi 475,6 mg / l pada lama kontak 40menit (91%), terendah 206,0 mg / l pada waktu kontak 10 menit (45%). Hasil uji Anova didapatkan nilai p = 0,000 artinya ada pengaruh lama kontak karbon aktif dalam menurunkan kesadahan CaCO3 air sumur artetis.Kesimpulan: Penurunan kesadahan tertinggi terjadi pada lama kontak 40 menit yaitu rata-rata sebesar 91%.Kata kunci:Kesadahan, Lama kontak dengan karbon aktif, Penurunan kesadahan.
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG HIGIENE SANITASI PETUGAS PENJAMAH MAKANAN DENGAN PRAKTEK HIGIENE SANITASI DI UNIT INSTALASI GIZI RSJ DR AMINO GONDOHUTOMO SEMARANG 2OO8 Meikawati W; Astuti R; Susilowati -
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 6. No. 1. Tahun 2010
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1231.714 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.6.1.2010.%p

Abstract

Background: Food ltygiene and sanitation is practice lheory about knowledge, atlitude and human behavior in adhering health, cleanliness and safety principal in handling food In Jood ionrgr*rn at hospital saiirafionfood process involved manyfactors like source of food-stuff'procising unlill become food, serving to customer and many other environmental factors. Objectivi: To know ti correlarion between knowledge and attitude offood taster fficer with pr*tig of ttygiene andfood sanitation in nutrition unit Dr. Amino Gondohutomo mental hospitol Semarang 2008.Method:-The used method in this research is survey wilh Cross Sectional approach. Population are 20 subject. Independent variable ore knowledge and attitude offoodtaster officer hygiene and food sanitLtion ani dependent variable is practice ol hygiene andJood sanitation- Data analized by Rank Spearman. Result : hesult of research obtained data of the most subiect age j6-45 are 16 people (80'0%') The longest time of workbetween It-20years are l2 people (60,0%o)The highest of academyare a peopie (40,0%ri There are 9 people (45,0o/o) follov'ed training about food sanitation and trygieie. Half of subject have good knowledge and attitude to hygiene efort andfood sanitationii tO propi, (SO,O,lol.freaoiinantly (75%o) subiecr having good category ofpractice.%o). Result of Raik Spror*on cotelalion test shown that there is no significanl correlation between knowledge'with hygiene practice andfood sanitation. There is significant correlation between attitudeiith hyg;ene practice andfood sanitation and positive linear pallern.Conclusion: There is no correlation between knotiledge v,ilh hygiene practice andfood sanitation (p value -- 0,655). There is correlatiott beht,een attitude with hygiene practice andfood sanitation (p value :0,017).Keyword : knowledge, attitude' practice offood sanitation and hygiene'
PENGETAHUAN KADER TENTANG PROSES MENUA DENGAN KEAKTIFAN KADER PADA PELAKSANAAN POSBINDU DI KELURAH SENDANGMULYO KECAMATAN TEMBALANG SEMARANG Samiasih A; Sulistiyaningsih S; Nugroho HA
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 6. No. 1. Tahun 2010
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.74 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.6.1.2010.%p

Abstract

Dari survai pendahuluan pada Posbindu di Kelurahan Sendangmulyo Kecamatan Tembalang Kota Semarang ada 17 Posbindu yang aktif dengan jumlah kader sebanyak 86 orang dan ada beberapa kader masuk kategori tidak aktif. Keaktifan kader diduga berkaitan dengan pengetahuannya tentang proses menua. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pengetahuan kader tentang proses menua dengan keaktifan kader pada pelaksanaan Posbindu di Kelurahan Sendangmulyo Kecamatan Tembalang Kota Semarang. Jenis penelitian ini adalah descriptive correlatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampel menggunakan Total Sampling, sehingga 86 responden. Analisis datamenggunakan Korelasi Person Product Moment karena data berdistribusi normal. Hasil: rata-rata umur kader 41 tahun, perempuan (100%), SMA (62,8%), ibu rumah tangga (77,9%). Sebagian besar kader pengetahuan baik (98,8%), kader aktif (65,1%). Tidak ada hubungan antara pengetahuan kader dengan keaktifan kader di Kelurahan Sendangmulyo Kecamatan Tembalang Kota Semarang dengan p value 0,229 ( >0.05) .Kata Kunci : Pengetahuan, Keaktifan dan Kader
BASIS DATA SISTEM INFORMASI SURVEILANS TUBERKULOSIS Ratih Sari Wardani
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 6. No. 1. Tahun 2010
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.071 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.6.1.2010.%p

Abstract

Background : Tuberculosis (TB) is a global health problem that must be controlled, one of the problems of recording and reporting of TB control. The weakness in the completeness, accuracy, speed time, timeliness, not recorded, it's hard and difficult monitoring in clinical decision making. The problem can be solved with electronic TB surveillance systems using data base. Objective : obtaining the database information system of TB surveillance Methode : Type of research is Qualitative research, the object under investigation is a process - the process of information, information structure and procedure for information on Tuberculosis program. Subjects Research are Head of Infectious Diseases and Wasor TB of Distric Health Office of Yogyakarta, TB managers of Bethesda hospital, Panti Rapih hospital, Mantri Jeron of TB health center manager and BP4 Yogyakarta as many as 9 peoples. Collecting data through observation, interview and literature study. Data was analyzed using content analysis method Result : database design using the basic recording and reporting TB control program applicable to all health care units in Indonesia, which consists of reports of TB with TB 01 to 06, namely: a). TB 01 TB treatment card, b). TB 02 TB Patient Identity Card, c). 03 TB Register District, d). TB 04 TB Laboratory Register, e). TB 05 TB Report Application Form for sputum examination, f). TB patients in 2006 List of suspects (suspect) who examined Sputum TB SPS. After going through the design of the ERD and normalization is obtained 17 files are equipped with a data dictionary. Conclusion : Getting a TB surveillance data base consists of 17 tables are tables of pasien, dokter, desa, kec, kab_kota, prop, kk, upk, lab, radiologi, obat, tim_surveilans, periksa, periksa_tunjang, pengobatan, survey dan periksa_serumah. Keywords: database, surveilasns, Tuberculosis   ABSTRAK Latar Belakang : Tuberkulosis(TB) menjadi masalah kesehatan global sehingga harus dikendalikan, salah satu masalah pengendalian TB recording dan reporting. Kelemahan pada kelengkapan, keakuratan, kecepatan waktu, ketepatan waktu, tidak tercatat, sulit monitoring dan sulit dalam pengambilan keputusan klinis. Masalah dapat diatasi dengan sistem surveilans TB elektronik menggunakan basis data. Tujuan memperoleh basis data sistem informasi surveilans TB Metode Jenis Penelitian kualitatif, obyek yang diteliti adalah proses - proses informasi yaitu struktur informasi dan prosedur informasi pada pengelola program Tuberkulosis. Subyek Penelitian Kepala Bagian Penyakit Menular dan Wasor TB Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, pengelola TB rumah sakit Bethesda, pengelola TB rumah sakit Panti Rapih, pengelola TB Puskesmas Mantri Jeron dan BP4 Kota Yogyakarta sebanyak 9 orang. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan studi pustaka. Data dianalisis menggunakan metode content analisis Hasil penelitian Perancangan basis data menggunakan dasar recording dan reporting program penanggulangan Tuberculosis yang diberlakukan untuk semua unit pelayanan kesehatan (UPK) di Indonesia yang terdiri dari laporan TB 01 sampai dengan TB 06, yaitu : a). TB 01 Kartu pengobatan TB, b). TB 02 Kartu Identitas Pasien TB, c). TB 03 Register Kabupaten/Kota, d). TB 04 Register Laboratorium TB, e). TB 05 Formulir Permohonan Laporan TB untuk pemeriksaan dahak, f). TB 06 Daftar tersangka pasien (suspek) TB yang diperiksa Dahak SPS. Setelah melalui perancangan ERD dan normalisasi diperoleh 17 file yang dilengkapi dengan kamus data. Kesimpulan Memperoleh basis data surveilans TB terdiri dari 17 tabel yaitu tabel pasien, dokter, desa, kec, kab_kota, prop, kk, upk, lab, radiologi, obat, tim_surveilans, periksa, periksa_tunjang, pengobatan, survey dan periksa_serumah.   Kata Kunci : basis data, surveilasns, Tuberkulosis
KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE BERDASARKAN FAKTOR LINGKUNGAN DAN PRAKTIK PEMBERANTASAN SARANG NYAMUK (Studi Kasus Di Wilayah Kerja Puskesmas Srondol Kecamatan Banyumanik Kota Semarang) Trixie Salawati; Rahayu Astuti; Hayu Nurdiana
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 6. No. 1. Tahun 2010
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.867 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.6.1.2010.%p

Abstract

Latar Belakang: Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Penyebaran penyakit DBD dipengaruhi antara lain oleh faktor lingkungan dan praktik pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Wilayah kerja Puskesmas Srondol termasuk wilayah endemis DBD.Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara faktor lingkungan dan praktik PSN pada keluarga dengan kejadian DBD di Wilayah kerja Puskesmas Srondol, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang.Metode: Jenis penelitian ini adalah explanatory research dengan case control. Sampel (kasus) adalah seluruh penderita DBD yang tercatat di Puskesmas Srondol antara Januari sampai dengan April 2010 (47 kasus), dan sampel (kontrol) adalah orang yang ada di sekitar penderita DBD yang tidak menderita DBD dengan radius 100 meter, antara Januari sampai dengan Juni 2010 yang disamakan umur, jenis kelamin dan status gizinya (47 responden). Variabel terikat adalah kejadian DBD dan variabel bebas adalah breeding place di dalam dan di luar rumah, resting place di dalam dan di luar rumah, pencahayaan, kelembaban udara ruangan, kebiasaan menutup dan menguras tempat penampungan air/TPA, kebiasaan menyingkirkan barang bekas). Uji analisis dengan Chi Square.Hasil: Ada hubungan antara breeding place di dalam rumah (p = 0,048), resting place di luar rumah (p = 0,035), kebiasaan menguras TPA (p = 0,036), dan pencahayaan ruangan (p = 0,013) dengan kejadian DBDdan tidak ada hubungan antara breeding place di luar rumah (p = 0,096), resting place di dalam rumah (p = 0,059), kebiasaan menutup TPA (p = 0,062), kebiasaan mengubur barang bekas (p = 0,223), dan kelembaban udara ruangan (p = 0,483) dengan kejadian DBD Kesimpulan : Faktor lingkungan dan praktik PSN yang berhubungan dengan kejadian DBD adalah breeding place di dalam rumah, resting place di luar rumah, kebiasaan menguras TPA, dan pencahayaan ruangan.Kata kunci: Faktor lingkungan, praktik PSN, DBD
PENGARUH JUMLAH AIR YANG DI TAMBAHKAN PADA KEMASAN SERBUK BUNGA SUKUN (Artocarpus communis) SEBAGAI PENGGANTI ISI ULANG (Refill) OBAT NYAMUK ELEKTRIK TERHADAP LAMA WAKTU EFEKTIF DAYA BUNUH NYAMUK Anopheles aconitus LAPANGAN. Margo Utomo; Ratih Sari Wardani; Shidqon Amri
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 6. No. 1. Tahun 2010
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.169 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.6.1.2010.%p

Abstract

Background: Malaria is spread by female mosquito Anopheles bite. Malaria destroy is by cutting off the contagious chain. The mechanical and biological destroy is better for environment than chemical. It is because most anti-mosquito medicine contains synthetic chemical substance with high concentration (propoxur and transfluthrin). Live insect from the plants have potency to control the vector. Because it is made from natural substance, this insect is bio-degradable so it will not dirty the invironment, and relatively safe for human and cattle. The extinguish skill of insect come from toxic substance within. Besides it is cheaper and more economics. Objective: This research objective is to know the influence of water amount (I ml, 4 ml, 8 ml, 12 ml, 16 ml ) at sukun flower dust as the substitution of electric mosquito medicine refill against the effective long time of mosquito Anopheles aconitus extinguish skill. Method : The researches type is true experiment with control group posttest design. The research sample is female An.aconitus mosquito with simple random sampling technique. The amount of samples are 2400. Independent variable is water amount (1 ml, 4 ml, 8 ml, 12 ml, 16 ml) at sukun flower dust as the substitution of electric. Dependent variable is the effective long time of sukun flower extinguish skill in dust packed. Intruder variables are physical environment : temperature, wind direction, damp, and light are controlled by glass chamber size and put into the same room, long time of contact, controlled by stop watch when refill is described, while mosquito’s age can not be contrrolled because mosquito is coming from the nature. Univariate analysis is using frequency distribution. Bivariate analysis is using Kruskall Wallis test. The data is then examined the normality with Kolmogorov Smirnov test. Result: The most mortality rate are 20 (100%) at 16 ml water added. The fewest mortality are 14,8 ( 74%) at I ml water added, at the control did not find the An.aconitus mortality (0%). The average effecive of time long at every implementation after described ± 6 hours depend on the dead mosquito the most is at the most 16 ml (6,298 hours) water added and the fewest at I ml (6,106 hours) water added. There is significant influence water amount added to dust packed of sukun flower (Arocarpus communis) as the electric mosquito medicine refill with the effective time long of extinguish skill  An.aconitus mosquito( p  = 0,019) (p < 0,05). Conclusion : There is significant influence between water amount added to dust packed of sukun flower (Arocarpus communis) as the electric mosquito medicine refill with the effective time long of extinguish skill An. aconitus mosquito. Keyword: Malaria, insect, sukun flower ABSTRAK Latar Belakang: Malaria ditularkan oleh gigitan nyamuk Anopheles betina. Pemberantasan malaria adalah dengan memutus rantai penularan. Pemberantasan mekanik dan biologi lebih ramah lingkungan dari pada kimia. Dikarenakan sebag/an besar obat antinyamuk mengandung bahan kimia sintetis konsentrasi tinggi (propoxur dan transfluthrin). Insektisida hayati dari tumbuhan mempunyai potensi untuk mengendalikan vektor. Oleh karena terbuat dari bahan alami/nabati maka insektisida ini bersfat mudah terurai (bio- degradable) di alam sehingga tidak mencemari lingkungan, dan relatif aman bagi manusia dan binatang ternak. Daya bunuh insectisida hayati berasal dari zat toksik yang dikandungnya. Selain itu lebih ekonomis dan terjangkau semua kalangan. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh berbagai jumlah air yang ditambahkan (lml,4m1,8m1,12m1,16m1) pada serbuk bunga sukun sebagai Refill obat nyamuk elektrik terhadap lama waktu efektif daya bunuh pada nyamuk An.aconitus. Metode: Jenis penelitian adalah eksperimen murni dengan rancangan Postes dengan kelompok kontrol. Sampel penelitian adalah nyamuk An. aconitus betina lapangan dengan teknik pengambilan simple random sampling. Besar sampel sebanyak 2400 ekor. Vaiabel bebas adalah jumlah air yang di tambahkan pada serbuk bunga sukun (Iml,4m1,8m1,12m1,16m1) sebagal Refill obat nyamuk elektrik Variabel Terikat adalah lama waktu efektif daya bunuh kemasan serbuk bunga sukun. Variabel Pengganggu terdiri dari lingkungan fisik: suhu, arah angin, kelembaban, dan cahaya dikendalikan dengan ukuran glass chamber dan di tempatkan pada ruang yang sama, lama waktu kontak, dikendalikan dengan alat bantu stop watch saat pemaparan Refill, sedangkan umur nyamuk tidak dapat dikendalikan karena nyamuk berasal dari alam . Analisis Univariat menggunakan distnibusi frekuensi. Analisis Bivariat dengan Uji Kruskall Wallis. Setelah data di uji kenormalannya dengan Uji Kolmogorov Smirnov. Hasil: Rata-rata kematian terbesar 20 ekor (I00%) pada penambahan air 16m1. Dan rata-rata kematian terkecil 14,8 ekor(74%) pada penambahan air 1ml,pada kontrol tidak ditemukan kematian (0%) nyamuk An,Acontus. Rata-rata lama waktu efektf pada masing-masing perlakuan setelah dipaparkan ± 6jam berdasarkan nyamuk yang mati paling banyak pada penambahan air 16ml (6,298 jam). dan paling sedikit pada penambahan air 1ml (6,106 jam), sedangkan kontrol tidak ada nyamuk An. aconitus lapangan yang mati sejak jam pertama pengujian. Ada pengaruh yang bermakna antara jumlah air yang ditambahkan pada kemasan serbuk bunga sukun (Artocarpus communis) sebagai isi ulang (Refill) obat nyamuk elektrik terhadap lama waktu efektif daya bunuh pada nyamuk An. aconitus lapangan, (p=O, 019) (p< 0,05). Kesimpulan: Ada pengaruh yang bermakna antara jumlah air yang ditambahkan pada serbuk bunga sukun (Artocarpus communis) sebagai isi ulang (Refill) obat nyamuk elektrik terhadap .ama waktu efe kqf daya bunuh pada nyamuk An Aconitus. Kata Kunci           : Malaria, insektisida, bunga sukun.
ANALISIS PERBEDAAN KAPASITAS FUNGSI PARU PADA PEDANGANG KAKI LIMA BERDASARKAN KADAR DEBU TATAL DI JALAN NASIONAL KOTA SEMARANG Nurjazuli -; Onny Setiani; Elanda Fikri
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 6. No. 1. Tahun 2010
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.393 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.6.1.2010.%p

Abstract

Background : Semarang city as the province and industry city have high mobility, which the amount of vehicle increases at rate of 5 to 9 % per year. Vehicles increases in Semarang city have potency for air pollution so that it would have effect to our health. Air pollution occurred caused by transportation would affect lung function suffered by worker around the street, such as cloister merchant. This research aimed to identify difference of lung function capacity on cloister merchant based on totalambient dust level in Semarang City National Street.Methods: This research was an observational research using a cross sectional approach. Analysis unit of this research were 3 National Street in Semarang City (Kaligawe Street, Siliwangi Street, and Perintis Kemerdekaan Street) also 63 cloisters merchant were taken in purposive sampling.Result : Dust concentration data obtained by direct measurement to three Semarang City National Streets (Kaligawe Street= 624,7 μg/m3, Siliwangi Street= 533 μg/m3, Perintis Kemerdekaan Street= 377,2 μg/m3). While, lung function data obtained with examine the lung function of cloister merchant using spirometri (μ %KVP=92,75, SD %KVP=16,861 dan μ %VEP1=99,27, SD %VEP1=19,345 ) and other data obtained by interview. Data analysis performed using one-way Annova (=0,05).The statistic result by one-way Anova performed following result: there was no significant difference of prediction value of %KVP (df=62; p=0,110) and prediction value of %VEP1 (df=62; p=0,829) on cloisters merchant based on total ambient dust level in three Semarang City National Street.Conclusions: Nutrient status, examination habit, homogeneity of respondent, also respondent disease track record may become potential factor in reinforcing pulmonary function disorders. Conclusion there are no statistical difference of respondent’s lung capacity, even though total ambient dust concentration in three Semarang city national street are different.Keywords : Lung function capacity,dust, cloister merchant
GAMBARAN PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA TINJAUAN ASPEK PENDIDIKAN, PENGETAHUAN, DAN PENDAPATAN PERKAPITA DI RT 6 RW 1 KELURAHAN PEDURUNGAN TENGAH SEMARANG Mifbakhuddin -; Trixie Salawati; Arif Kasmudi
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 6. No. 1. Tahun 2010
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.088 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.6.1.2010.%p

Abstract

Background: Rubbish is serious problem for society especially at urban affairs area. rubbish production at Semarang ill assorted with tool and the cleanliness manager infrastructure. This watchfulness is carried out at RT 6 RW 1 sub-district Pedurungan middle Semarang that be RT sample in household rubbish management by wet dustbin supplying and dry dustbin.Objective: Analyze corelation between education, erudition about household rubbish management, income perkapita with household rubbish managementMethod: Watchfulness observasional analytic this use research method and interview by means of help kuesioner. with approach cross sectional. population in this watchfulness entire subdistrict society member houses pedurungan middle RT 6 RW 1 numbers 33 houses. sample in this watchfulness total entire populasi(satisfied sample). big sample that taken in this watchfulness entire society member houses RT 6 RW 1 sub-district pedurungan middle semarang that numbers as much as 33 samples. free variable consists of education, member erudition about household rubbish management, income perkapita family. bound variable in this watchfulness is household rubbish management.Result: respondent education a large part SLTA as much as 20 respondents (60,6%). has erudition as big as 28 respondents (84,8%) about household rubbish management while good erudition, as big as 5 respondents (15,2%). income perkapita member a large part more thanstandard as big as 31 respondents (93,9%). a large part member rubbish management berkategori as big as 27 respondents (81,8%). statistics test shows there is no significant corelation between member education with rubbish management (p=0.096), there is no significant corelation between respondent erudition about rubbish management with rubbishmanagement (p=0,207), there is no significant corelation between income perkapita with rubbish management (p=0,141)Conclusion: there is no significant corelation between education, respondent erudition about rubbish management, income perkapita with household rubbish management.Keywords: education, erudition, income perkapita, household rubbish management

Page 1 of 2 | Total Record : 11