cover
Contact Name
Sujadi Priyansah
Contact Email
conserva@unmuhbabel.ac.id
Phone
+6285267415471
Journal Mail Official
conserva@unmuhbabel.ac.id
Editorial Address
Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung Jalan K.H. Ahmad Dahlan KM 4 Rt.03 No.51 Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung Telp : (0717) 431331
Location
Kab. bangka tengah,
Kepulauan bangka belitung
INDONESIA
CONSERVA : Jurnal Konservasi Sumber Daya Alam dan Lingkungan
ISSN : ""     EISSN : 29883938     DOI : 10.35438
CONSERVA: Jurnal Konservasi Sumber Daya Alam dan Lingkungan atau CONSERVA menerima pengajuan naskah berbahasa Indonesia dan Inggris yang membahas semua aspek terkait konservasi hayati dan rehabilitasi lingkungan. CONSERVA Menerbitkan artikel secara online pada bulan Juni dan Desember setiap tahun di bidang: Kebijakan dan Manajemen Lingkungan, Mitigasi Bencana, Perencanaan Wilayah, Evaluasi Sumber Daya Lahan, Hidrologi, Pemodelan dan Ilmu Sistem, Pencemaran Air, Polusi Udara, Teknologi Lingkungan, Ekowisata, Keanekaragaman Hayati, Ekonomi Lingkungan, Kesehatan Lingkungan.
Articles 30 Documents
Reproduksi Buatan Terhadap Hewan Langka Dalam Upaya Konservasi Nursyifa Tiara Dwiputri
CONSERVA Vol 3 No 01 (2025): CONSERVA : Jurnal Konservasi Sumber Daya Alam dan Lingkungan
Publisher : Unmuh Babel Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35438/conserva.v3i01.215

Abstract

Reproduksi buatan pada hewan langka telah menjadi pendekatan yang sangat penting dalam upaya konservasi keanekaragaman hayati yang terancam punah akibat perburuan liar, kerusakan habitat, dan perubahan iklim. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi efektivitas berbagai teknik reproduksi buatan, seperti inseminasi buatan, pemindahan embrio, dan teknologi modern lainnya, serta faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan metode tersebut. Metodologi yang digunakan adalah studi literatur dengan analisis mendalam terhadap sumber akademik terkini mengenai aplikasi reproduksi pada hewan langka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan reproduksi buatan sangat bergantung pada pemahaman biologi spesies target dan variabilitas respons individu terhadap prosedur yang diterapkan. Temuan ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi praktis bagi pengelola konservasi untuk meningkatkan efektivitas program reproduksi buatan, menjaga keberlanjutan populasi hewan langka, serta mempertahankan keseimbangan ekosistem secara keseluruhan.
BRIDGING A GAP IN THE GREATER SUNDA: FIRST RECORD OF YELLOW-BREASTED FLOWERPECKER PRIONOCHILUS MACULATUS IN BANGKA ISLAND, SUMATRA Iqbal, Muhammad
CONSERVA Vol 3 No 01 (2025): CONSERVA : Jurnal Konservasi Sumber Daya Alam dan Lingkungan
Publisher : Unmuh Babel Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35438/conserva.v3i01.216

Abstract

The Yellow-breasted Flowerpecker Prionochilus maculatus is a species of flowerpecker found in Southeast Asia, Sumatra and Kalimantan. This species has never been recorded in Bangka Island, Sumatra. On June 4 2022, this species was documented in Kemuja Village (02°05'07"S, 105°59'18"E), Mendo Barat Subdistrict, Bangka District, Bangka Belitung Province, Sumatra, Indonesia. This observation is represent the first record of the Yellow-breasted Flowerpecker on Bangka Island, and this is a bridge from the discontinuous distribution between its distribution in Southeast Asia, Sumatra and Kalimantan.
Pengetahuan Generasi Z tentang Konservasi Sumber Daya Alam di Lereng Gunung Ungaran Gunawan, Muhamad Aldi; Hardati, Puji
CONSERVA Vol 3 No 01 (2025): CONSERVA : Jurnal Konservasi Sumber Daya Alam dan Lingkungan
Publisher : Unmuh Babel Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35438/conserva.v3i01.217

Abstract

Jumlah penurunan luas dan fragmentasi hutan di Indonesia membuat kebutuhan masyarakat terganggu. Ditambah populasi masyarakat Jawa Tengah yang semakin meningkat menciptakan kebutuhan sumber daya alam semakin meningkat, sehingga diperlukan upaya konservasi sumber daya alam secara mendesak. Penelitian ini mengkaji pengetahuan Generasi Z dalam upaya konservasi di lereng Gunung Ungaran, khususnya di Desa Gogik dan Desa Lerep. Tujuan penelitian meliputi identifikasi bentuk konservasi, pengukuran tingkat pengetahuan. Sebanyak 95 responden dipilih menggunakan teknik quota sampling, mencakup Generasi Z di Desa Gogik dan Desa Lerep. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan tes, lalu dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan adanya berbagai upaya konservasi yang berbentuk embung dan ruang hijau ataupun tradisi seperti krigan dan iriban, yang mencerminkan tingkat pengetahuan yang tinggi pada Generasi Z di kedua desa. Temuan ini menekankan pentingnya pendidikan dan kolaborasi antar Lembaga desa dalam meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam pelestarian lingkungan dengan meningkatkan pendidikan untuk seluruh masyarakat di lereng Gunung Ungaran.
the FIRST BREEDING RECORD OF ASIAN EMERALD DOVE CHALCOPAPS INDICA (COLUMBIFORMES: COLUMBIDAE) IN BANGKA ISLAND, SUMATRA Iqbal, Muhammad; Cindy Asyavira, Gita; Komala Sari, Diah
CONSERVA Vol 3 No 01 (2025): CONSERVA : Jurnal Konservasi Sumber Daya Alam dan Lingkungan
Publisher : Unmuh Babel Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35438/conserva.v3i01.218

Abstract

This paper reports the first documented breeding record of the Emerald Dove Chalcophaps indica on Bangka Island, Sumatra, Indonesia. On 9 December 2024, We conducted a nocturnal fauna survey in Kemuja village and discovered an C. indica sitting on a nest approximately one meter above the ground in a remnant heath forest surrounded by rubber plantations. This finding confirms that the C. indica breeds on Bangka Island and highlights the importance of continued research into the species' ecology and conservation status. The discovery also underscores the adaptability of the C. indica to human-modified landscapes and emphasizes the need for conservation efforts to preserve habitats that support the species' breeding activities.
Evaluasi Hubungan antara Kearifan Lokal Buri dan Kualitas Air serta Tanah Tambak Masyarakat Di Desa Sawohan, Sidoarjo Yudanty, Fahmia
CONSERVA Vol 3 No 01 (2025): CONSERVA : Jurnal Konservasi Sumber Daya Alam dan Lingkungan
Publisher : Unmuh Babel Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35438/conserva.v3i01.220

Abstract

Kearifan Lokal Tradisi Nyadran DAM Bagong sebagai Strategi Konservasi Sumber Daya Air dan Pelestarian Lingkungan di Trenggalek Selfi Nur Hamidah; Hasan Subekti; Ahmad Qosyim; Dyah Astriani
CONSERVA Vol 3 No 02 (2025): CONSERVA : Jurnal Konservasi Sumber Daya Alam dan Lingkungan
Publisher : Unmuh Babel Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35438/conserva.v3i02.225

Abstract

Studi ini menyelidiki tradisi Nyadran di Dam Bagong, Kabupaten Trenggalek, sebagai praktik kearifan lokal untuk pengelolaan sumber daya air dan perlindungan lingkungan. Studi yang menggunakan tinjauan literatur dan analisis kualitatif ini menunjukkan bahwa tradisi Nyadran, yang dilakukan secara gotong royong dan lebih dari sekadar dimensi ritual, merupakan mekanisme sosial-budaya yang efektif untuk memelihara infrastruktur irigasi dan ekosistem di sekitarnya. Upacara tahunan ini menggabungkan nilai-nilai konservasi yang diwariskan secara turun-temurun, meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pengelolaan air yang berkelanjutan dan pelestarian lingkungan. Terlepas dari kendala teknologi, tradisi ini telah berkembang melalui pembentukan program ekowisata dan pendidikan berbasis masyarakat. Studi ini menemukan bahwa memasukkan kearifan lokal ke dalam kebijakan konservasi dapat menghasilkan suatu bentuk pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan, berbasis masyarakat, dan disesuaikan dengan konteks sosial-budaya setempat.
Tradisi Manganan Goa Ngerong Sebagai Upaya Konservasi Lingkungan Berbasis Budaya Nur Akmala Dewi
CONSERVA Vol 3 No 02 (2025): CONSERVA : Jurnal Konservasi Sumber Daya Alam dan Lingkungan
Publisher : Unmuh Babel Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35438/conserva.v3i02.227

Abstract

Goa Ngerong di Desa Rengel, Kabupaten Tuban, tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata alam, tetapi juga sebagai ruang budaya yang erat akan nilai spiritual dan kearifan lokal. Tradisi, mitos, dan legenda yang mengelilingi goa ini, seperti kisah Raden Arya Bangah, mitos ikan keramat, dan ritual Manganan, telah menjadi bagian penting dalam pelestarian lingkungan dan warisan budaya masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana tradisi Manganan Ngerong berperan sebagai instrumen konservasi lingkungan berbasis budaya lokal. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui studi pustaka yang menelaah literatur ilmiah dan sumber-sumber lokal terkait praktik budaya di Goa Ngerong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap makhluk keramat, larangan adat, dan praktik ritual tahunan memiliki dampak signifikan dalam membentuk norma konservasi ekologis dan sosial di masyarakat. Tradisi Manganan tidak hanya merepresentasikan penghormatan terhadap leluhur dan alam, tetapi juga memperkuat kohesi sosial serta mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDG 11 dan SDG 15). Dengan demikian, kearifan lokal terbukti sebagai elemen penting dalam pelestarian lingkungan yang berkelanjutan dan berbasis komunitas.
Tradisi Petik Laut Sebagai Kearifan Lokal Dalam Konservasi Dan Pengelolaan Sumber Daya Pesisir Gresik tsaniatul khayati, Tsania
CONSERVA Vol 3 No 02 (2025): CONSERVA : Jurnal Konservasi Sumber Daya Alam dan Lingkungan
Publisher : Unmuh Babel Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35438/conserva.v3i02.229

Abstract

Petik Laut is a local wisdom tradition that has been passed down through generations in the coastal areas of Gresik, particularly in Northern Gresik. This tradition serves as an expression of fishermen’s gratitude for the sea’s bounty and as a form of respect for the ocean as a source of life. This study aims to examine the role of Petik Laut as a conservation strategy based on local wisdom in managing coastal resources. The research employs a qualitative approach using literature studies from various scientific journal sources and supporting documents. Data analysis techniques include data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings indicate that the Petik Laut tradition embodies ecological conservation values that can strengthen the collective awareness of coastal communities regarding the importance of marine preservation. Beyond its socio-cultural function, Petik Laut has the potential to become an effective community-based conservation model when integrated with modern approaches such as mangrove rehabilitation, coral reef transplantation, and ecosystem-based resource management. Thus, Petik Laut not only plays a role in preserving cultural heritage but also supports the sustainable management of coastal resources in a participatory manner.
Petirtaan Dewi Sri Magetan: Peran Kearifan Lokal dan Konservasi Air untuk SDGs Nirmala, Zildha
CONSERVA Vol 3 No 02 (2025): CONSERVA : Jurnal Konservasi Sumber Daya Alam dan Lingkungan
Publisher : Unmuh Babel Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35438/conserva.v3i02.230

Abstract

Pelestarian situs budaya dan kearifan lokal menjadi semakin penting di tengah derasnya arus globalisasi dan modernisasi yang dapat mengikis identitas serta nilai-nilai tradisional masyarakat. Petirtaan Dewi Sri Simbatan di Magetan merupakan salah satu warisan budaya dari Kerajaan Mataram Kuno yang masih lestari hingga kini. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran kearifan lokal dalam pelestarian Petirtaan Dewi Sri serta kontribusinya terhadap konservasi lingkungan dan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan teknik pengumpulan data dari sumber tertulis, kemudian dianalisis secara deskriptif-kualitatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa praktik gotong royong, tradisi bersih desa, serta partisipasi aktif masyarakat, termasuk kelompok disabilitas melalui kegiatan wisata edukasi dan produksi batik ciprat, menjadi faktor utama dalam menjaga keberlanjutan situs. Pengembangan desa wisata berbasis budaya tidak hanya mendukung pelestarian sumber air dan ekosistem lokal, tetapi juga mendorong kesejahteraan dan inklusi sosial. Kegiatan ini relevan dengan pencapaian SDG 6, SDG 11, dan SDG 15. Meski demikian, tantangan seperti konflik lahan, keterbatasan sarana, dan minimnya partisipasi generasi muda tetap memerlukan solusi kolaboratif lintas sektor.
Konservasi Budaya dalam Pelestarian Sumber Air Jolotundo di Desa Seloliman, Trawas, Mojokerto Selvi Nur Angeli
CONSERVA Vol 3 No 02 (2025): CONSERVA : Jurnal Konservasi Sumber Daya Alam dan Lingkungan
Publisher : Unmuh Babel Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35438/conserva.v3i02.232

Abstract

Abstrak Artikel ini membahas konservasi berbasis budaya sebagai strategi pelestarian sumber air di kawasan Petirtaan Jolotundo, Desa Seloliman, Mojokerto, Jawa Timur. Petirtaan Jolotundo merupakan situs cagar budaya yang memiliki nilai spiritual, ekologis, dan sosial tinggi, serta dijaga melalui praktik budaya turun-temurun, melalui upacara Ruwat. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi literatur dan analisis isi untuk mengidentifikasi peran kearifan lokal dalam menjaga kelestarian lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upacara Ruwatan tidak hanya menjadi perwujudan nilai-nilai spiritual masyarakat, tetapi juga mencakup aktivitas pelestarian lingkungan seperti Manunggaling Tirta, penanaman pohon, dan pelepasan burung yang berkontribusi pada pelestarian sumber air dan vegetasi di kawasan Petirtaan Jolotundo. Kualitas air Jolotundo tetap sangat baik, dengan debit air yang stabil, serta lingkungan sekitar yang masih asri dan terjaga. Keterlibatan aktif masyarakat dalam ritual dan pelestarian lingkungan membuktikan bahwa pendekatan budaya dapat menjadi solusi strategis dalam menghadapi tantangan krisis ekologi. Konservasi berbasis budaya ini terbukti mendukung pelestarian sumber daya air secara berkelanjutan serta memperkuat identitas dan kearifan lokal masyarakat.

Page 3 of 3 | Total Record : 30