cover
Contact Name
Mita Yuniati
Contact Email
mitayuniati@unesa.ac.id
Phone
+6285736219539
Journal Mail Official
mitayuniati@unesa.ac.id
Editorial Address
Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Gedung A3 Lt. 2, Fakultas Teknik - Universitas Negeri Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Online Tata Busana
Jurnal Online Tata Busana berisi hasil penelitian bidang Fesyen baik di kependidikan maupun non kependidikan. Focus and Scope: - Pendidikan Tata Busana - Fesyen - Tekstil - Kriya tekstil - Teknologi menjahit - Pola Busana - Manajemen dan Kewirusahaan Fesyen
Articles 498 Documents
Minat Konsumen Pada Aksesoris Kalung Dari Limbah Kulit Siwalan MAFIKASARI, VEFIANA
Jurnal Online Tata Busana Vol. 6 No. 2 (2017): Volume 6, Nomor 2, Edisi Yudisium Mei 2017
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jurnal-online-tata-busana.v6i2.18650

Abstract

Abstrak Pemanfaatan limbah kulit siwalan sebagai aksesoris bertujuan untuk mengetahui minat konsumen terhadap desain aksesoris dan mengetahui kriteria desain pengembangan aksesoris 9 kalung dari limbah kulit siwalan yang paling diminati oleh konsumen ditinjau dari unsur dan prinsip desain berdasarkan survey. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan metode kuantitatif. Instrument penelitian yang digunakan adalah lembar angket. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data deskriptif kuantitatif menggunakan perhitungan persentase. Hasil penelitian minat konsumen terhadap desain aksesoris kaung dari limbah kulit siwalan adalah 1) Usia 13-15 Tahun, unsur bentuk lingkaran sangat suka 80%, suka 20%, unsur warna kontras sangat suka 80%,suka 10%, unsur ukuran 70 cm sangat suka 70, suka 30%, prinsip irama bentuk persegi, warna kontras, dan ukuran 70 cm sangat suka 90%, suka 10%, bentuk oval, warna kontras, dan ukuran 70 cm sangat suka 80%, suka 20, bentuk lingkaran, warna netral, dan ukuran 50 cm sangat suka 30%, suka 70%,. 2) Usia 16-18 Tahun, bentuk persegi sangat suka 20%, suka 70%, warna netral sangat suka 30%, suka 50%, ukuran 60 cm sangat suka 20%, suka 70%, prinsip irama bentuk persegi, warna netral, dan ukuran 50 cm sangat suka 50%, suka 50%, bentuk oval, warna netral, dan ukuran 50 cm sangat suka 40%, suka 60%, bentuk lingkaran, warna netral, dan ukuran 50 cm sangat suka 30%, suka 60%. 3) Usia 19 – 21 Tahun, bentuk oval sangat suka 50%, suka 50%, warna netral sangat suka 10%, suka 60%, ukuran 70 cm dengan persentase sangat suka 10%, suka 70%, prinsip irama bentuk persegi, warna nuans, dan ukuran 60 cm sangat suka 10%, suka 60%, bentuk oval, warna nuans, dan ukuran 60 cm sangat suka 0%, suka 70%, bentuk lingkaran, warna netral, dan ukuran 50 cm sangat suka 20%, suka 60%. Desain aksesoris kalung dari limbah kulit siwalan yang paling diminati adalah usia 13-15 bentuk oval, warna kontras, dan ukuran kalung 70 cm dengan persentase 50%. Usia 16-18 tahun bentuk persegi, warna netral, dan ukuran kalung 50 cm dengan persentase 40%. Usia 19-21 tahun bentuk persegi, warna nuans, dan ukuran kalung 60 cm dengan persentase 30%. Kata Kunci: Pemanfaatan Limbah, Kulit Siwalan, Aksesoris Kalung. Abstract Utilization of palm shell waste as accessories aims to determine consumer interest towards design necklace of palm shell waste in terms of the elements and principles of design, and determine design necklace of leather waste siwalan most in demand by consumers. This research is a descriptive research with quantitative methods. Research instrument used was a questionnaire or a questionnaire sheet. The data analysis technique used is the technique of data analysis using quantitative descriptive percentage calculations. The results of the research interest of consumers against Kaung accessories designs from waste leather palm is 1) Ages 13-15 Years Old, elements of circular shape very like 80%, like 20%, contrasting color elements very like 80%, like 10%, an element of size 70 cm highly Like 70, like 30%, the principle of rhythm square shape, color contrast, and size of 70 cm is like 90%, like 10%, an oval shape, color contrast, and size of 70 cm is like 80%, like 20, a circle shape, color neutral, and the size of 50 cm is like 30% like 70% . 2) Ages 16-18 Years Old, square shape very like 20%, like 70%, a very neutral color like 30%, like 50%, the size of 60 cm is like 20%, like 70%, the principle of rhythm square shapes, neutral colors, and a size of 50 cm is like 50%, like 50%, an oval shape, neutral colors, and sizes of 50 cm is like 40%, like 60%, a circular shape, neutral colors, and sizes of 50 cm is like 30% like 60%. 3) Age 19-21 Years Old, oval shape very like 50%, like 50%, neutral colors are very like 10%, like 60%, size 70 cm with a percentage really like 10%, like 70%, the principle of rhythm square shapes, colors Nuans, and size of 60 cm is like 10%, like 60%, an oval shape, color Nuans, and measures 60 cm really like 0%, like 70%, a circular shape, neutral colors, and sizes of 50 cm is like 20%, like 60%. Design necklace of leather waste siwalan most desirable is 13-15 oval shape, contrasting colors, and the size of the necklace 70 cm with a percentage of 50%. 16-18 square shapes, neutral colors, and the size of the necklace 50 cm with a percentage of 40%. Age 19-21 years old square shapes, colors Nuans and necklace size 60 cm with a percentage of 30%. Keywords: Waste Utilization, Siwalan Leather, Accessories Necklac.
Perbaikan Sarouel Pants Metode Winifred Aldrich Ayessa Maulidina, Putri
Jurnal Online Tata Busana Vol. 6 No. 2 (2017): Volume 6, Nomor 2, Edisi Yudisium Mei 2017
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jurnal-online-tata-busana.v6i2.18651

Abstract

Abstrak Sarouel Pants merupakan celana yang diadaptasi dari budaya Islam dengan pesak yang menggantung dan membentuk drapery, celana ini menjadi trend pada Musim Semi tahun 2016. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil jadi Sarouel Pants metode Winifred Aldrich pada fitting I sebelum perbaikan, hasil jadi Sarouel Pants metode Winifred Aldrich fitting II ber-dasarkan perbaikan 1, dan hasil jadi Sarouel Pants metode Winifred Aldrich fitting III berdasarkan perbaikan 2. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif kuantitatif yang bertujuan untuk menge-tahui hasil jadi Sarouel Pants metode Winifred Aldrich pada fitting I, II, dan III. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi yang dilakukan oleh 30 observer dengan menggunakan lembar observasi dalam bentuk check list menggunakan skala guttman. Kemudian dianalisis dengan menggunakan mean dan disajikan dalam diagram batang. Hasil observasi fitting I aspek hasil jadi pinggang dan panggul mendapatkan mean 3.04 kategori baik, hasil jadi yoke panggul mendapat-an mean 3.40 kategori baik, hasil jadi drapery mendapatkan mean 3.4 kategori baik , hasil jadi gusset mendapatkan mean 3.40 kategori baik , dan hasil jadi bentuk pipa celana pada sarouel pants mendapatkan mean 3.10 kategori baik sehingga diperlukan perbaikan untuk keseluruhan aspek. Perbaikan dilakukan dengan mengurangi 1 cm pada bagian lingkar pinggang dan panggul, mengu-rangi 1 cm pada garis yoke, membentuk garis kurva pada yoke, mengurangi 2 cm pada pipa ce-lana, dan mengurangi 2,5 cm pada pergelangan kaki. Hasil observasi fitting II berdasarkan per-baikan 1, untuk aspek hasil jadi pinggang dan panggul mendapatkan mean 4.0, hasil jadi yoke panggul mendapatkan mean 3.40 kategori baik, hasil jadi gusset mendapatkan mean 4.0 kategori sangat baik dan aspek hasil jadi bentuk pipa celana mendapatkan mean 4.0 kategori sangat baik. Perbaikan dilakukan pada aspek hasil jadi yoke panggul, dan hasil jadi drapery yaitu dengan membentuk garis kurva pada yoke. Hasil observasi fitting III berdasarkan perbaikan 2, untuk aspek hasil jadi pinggang dan panggul mendapatkan mean 4.0 , hasil jadi yoke panggul mendapatkan mean 4.0, hasil jadi drapery mendapatkan mean 4.0, hasil jadi gusset mendapatkan mean 4.0, dan hasil jadi bentuk pipa celana mendapatkan mean 4.0 sehingga tidak diperlukan perbaikan untuk keseluruhan aspek. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu untuk pembuatan sarouel pants dengan metode Winifred Aldrich menggunakan bahan knit yang memiliki daya mulur, pada bagian ping-gang dan panggul dikurangi 1-2 cm dari ukuran asli, pada bagian pipa celana dikurangi 1,5-2 cm dari ukuran asli, pada bagian yoke menggunakan serat memanjang, dan pada bagian gusset atau pesak menggunakan serat serong 45 derajat. Kata Kunci: Perbaikan sarouel pants, metode Winifred Aldrich. Abstract Sarouel Pants are trousers adapted from the Islamic culture with hanging crotch and drapery on it, these trousers are becoming a trend in the Spring of 2016. This study aims to find out the results of the Sarouel Pants using Winifred Aldrich method with 1st fitting before correction, 2nd fitting with correction 1, and 3rd fitting with corretion 2. This type of research is descriptive quantitative research that aims to find out the results of Sarouel Pants using Winifred Aldrich methods with fitting I, II, and III. The method used is the observation made by 30 observers using research instrument sheet in the form of a check list using Guttman scale which was then analyzed using mean and presented in a bar chart. In observation of the first fitting aspect of the results of the waist and hips get mean 3.04 with well average categories, the results of the hip yoke get mean 3.40 with well average categories, the results of the drapery get mean 3.4 with well average categories, the results of the gusset get mean 3.40 with well average categories, and the results of the pants pipeline get mean 3:10 with well average categories, therefore the are needed correction for the overall aspect in fitting I. In second fitting based on correction 1, the result of the waist and hips get a mean 4.0 with excellent average categories, the results of hip yoke get mean 3:40 with well average categories, the results of the gusset get mean 4.0 with excellent average categories and the result of the pants pipeline get mean 4.0 with excellent average categories. On fitting II there are still needed a correction for several aspect which is the result of hip yoke and the result of. In third fitting based on corretion 2, the result of the waist and hips get a mean 4.0 with excellent average categories, the results of hip yoke get mean 4.0 with excellent average categories, the results of the gusset get mean 4.0 with excellent average categories and the result of the pants pipeline get mean 4.0 with excellent average categories so no longer correction are needed for the overall aspect. Keywords: Correction Of Sarouel Pants, Winifred Aldrich Methods.
Perbedaan Hasil Hiasan Kombinasi Bordir dan Sulaman Bayangan Antara Kain Organdi Sutra dan Organdi Polyester Pada Half Circle Skirt PUTRI W, MEI
Jurnal Online Tata Busana Vol. 6 No. 2 (2017): Volume 6, Nomor 2, Edisi Yudisium Mei 2017
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jurnal-online-tata-busana.v6i2.18714

Abstract

Abstrak Perkembangan desain tekstil saat ini mempunyai beragam jenis, bentuk dan cara penerapannya, seiring dengan perkembangan zaman hal tersebut turut mempengaruhi perkembangan mode yang kini semakin beragam dan inovatif. Inovasi produk sulaman perlu terus menerus dilakukan agar tidak mengalami kejenuhan trend demi memenuhi kebutuhan pasar yang semakin tinggi. Saat ini skirt menjadi fashion item yang sangat diminati wanita, karena sangat cocok dipadukan dengan berbagai atasan busana.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan hasil jadi hiasan kombinasi bordir dan sulaman bayangan antara kain organdi sutera dan organdi polyester ditinjau dari aspek bentuk hiasan, kerapian hiasan di bagian baik dan di bagian buruk, dan kestabilan hasil jadi hiasan. Penelitian ini termasuk jenis penelitian eksperimen dengan variabel bebas kain organdi sutera dan kain organdi polyester. Variabel terikat hasil jadi hiasan kombinasi bordir dan sulaman bayangan pada half circle skirt ditinjau dari aspek bentuk hiasan, kerapian hiasan di bagian baik dan di bagian buruk dan kestabilan hasil jadi hiasan. Metode pengumpulan data menggunakan lembar observasi pada 30 observer. Analisis data menggunakan lembar observasi pada 30 observer. Analisis data menggunakan uji t (t-test) dengan bantuan SPSS 18 dengan taraf signifikan ? ≤ 0,05. Berdasarkan analisis data statistik menggunakan uji t (t-test) pada penelitian yang telah dilakukan tentang perbedaan hasil hiasan kombinasi bordir dan sulaman bayangan menggunakan kain organdi sutera dan organdi polyester dapat disimpulkan, bahwa terdapat perbedaan pada hasil jadi hiasan kombinasi bordir dan sulaman bayangan antara menggunakan kain organdi sutera dan organdi polyester pada aspek bentuk hiasan pada half circle skirt. Sedangkan pada aspek kerapian hiasan dibagian baik dan dibagian buruk tidak terdapat perbedaan pada hasil jadi hiasan kombinasi bordir dan sulaman bayangan antara menggunakan kain organdi sutera dan organdi polyester. Kata Kunci: Hiasan, bordir, sulaman bayangan, organdi sutera, organdi polyester, half circle skirt. Abstract Development of textile designs currently has various types, shapes and how to implement, along with the time that also influence the development of fashion that is increasingly diverse and innovative. Embroidery product innovation needs to continue to do so as not to burn out the trend in order to meet the market requirements are higher. Currently skirt became fashion items that are very attractive lady, as is perfect paired with a variety of tops fashion. The purpose of this study was to determine differences in the results ornament combination of embroidered and shadow embroidery between use silk organdy and polyester organdy review of aspects of ornament shape, ornament neatness in good part and bad part, and the stability of the finished product decoration. This research is an experimental research with independent variable silk organdy and polyester organdy. The dependent variable the result ornament combination of embroidered and shadow embroidery on half circle skirt in terms of ornament shape, neatness decoration at the good and bad part and the stability of the finished product decoration. Methods of data collection using observation sheet at 30 observer. Data analysis using t test with SPSS 18 program with a significant level ? ≤ 0,05. Based on statistical data analysis using t test on the research that has been done on the differences ornament combination of embroidered and shadow embroidery using silk organdy and polyester organdy can be concluded, that there are difference in results ornament combination of embroidered and shadow embroidery between use silk organdy and polyester organdy on the aspect of ornament shape on half circle skirt and on the aspect of stability the result ornament on half circle skirt. While on the aspect of neatness decoration at the good and in the bad part there was no difference in the result of shadow embroidery between use silk organdy and polyester organdy. Keywords: Ornament, embroidered, shadow embroidery, silk organdy, polyester organdy, half circle skirt.
Pengembangan Desain Busana Pengantin Pinjung Iras Putri Bojonegoro ALFIAH, CHAFIDHOTIN
Jurnal Online Tata Busana Vol. 6 No. 2 (2017): Volume 6, Nomor 2, Edisi Yudisium Mei 2017
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jurnal-online-tata-busana.v6i2.18830

Abstract

Abstrak Busana pengantin Pinjung Iras Putri Bojonegoro merupakan busana pengantin daerah yang sudah jarang diminati masyarakat karena desain yang kurang modern dan kurang praktis. Untuk itupengembangan desain dengan cara memodifikasi desain busana pengantin Pinjung Iras Putri Bojoegoro tanpa menghilangkan pakemnya. Tujuan penelitian ini adalah memperoleh desain busana pengantin Pinjung Iras Putri Bojonegoro yang lebih modern, estetik dan memiliki nilai ergonomis. Sehingga akan diminati mempelai untuk kembali menggunakan busana pengantin daerah. Metode dalam penelitian ini adalah deskripif kualitatif. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Pengumpulan data dilakukan di Bojonegoro. Teknik wawancara digunakan untuk menggali informasi mengenai busana pengantin Pinjung Iras Putri Bojonegoro. Teknik observasi digunakan untuk mengamati busana pakem serta memverifikasi hasil wawancara. Teknik dokumentasi digunakan untuk membuktikan adanya busana pengantin Pinjung Iras Pinjung Putri dimasa lampau. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengembangan desain busana pengantin Pinjung Iras Putri Bojonegoro menerapkan unsur desain yaitu garis dan warna. Unsur garis yang diterapkan adalah garis lengkung yang memiliki makna luwes dan kombinasi warna yang melambangkan kemurnian, kemakmuran dan ketegasan. Sedangkan prinsip desain yang diterapkan adalah aksen, keseimbangan dan unity. aksen diterapkan pada rok draper, keseimbangan yang diterapkan adalah keseimbangan asimetris, unity atau kesatuan dalam desain ini terletak pada bagian rok yang tidak meninggalkan pakem. Dari hasil penelitian maka, pengembangan desain tersebut jika ditinjau dari aspek ergonomis maka hasilnya lebih mudah, praktis dan nyaman dalam penggunaanya, karena busana tersebut didesain dengan meggunakan resleting, hak kait dan seluruh busana bagian bawah digabungkan sehingga lebih praktis dan efisien. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pengembagan desain Busana pengantin Pinjung Iras Putri Bojonegoro bermanfaat untuk pengusaha jasa rias pengantin. Kata kunci: Pengembangan Desain, Busana Pengantin, Pinjung Iras Putri Bojonegoro Abstract Pinjung Iras Putri Bojonegoro wedding dress is traditional wedding dress from Bojonegoro that was rarely interested in the society because of the design was ancient and lost with the use of bridal. Intricate use is also a consideration bride and wedding organizer. Design development is an attempt to modify the design of Pinjung Iras Putri Bojonegoro wedding dress whithout eliminates the characteristic. The purpose of this research was to obtain design the of Pinjung Iras Putri Bojonegoro wedding dress more modern, aesthetic and ergonomic value. So the bride would be desirable to re-use a traditional wedding dress . The method in this research is descriptive qualitative. Data were collected by using observation, interview and documentation. The data were collecting at Bojonegoro. Interview techniques used to dig up information of Pinjung Iras Putri Bojonegoro wedding dress. Observation techniques used to observe the characteristic and to verify the results of the interview. Documentation techniques is used to prove the existence of Pinjung Iras Putri Bojonegoro wedding dress in the past. The results showed that the development of the design Pinjung Iras Putri Bojonegoro wedding dress implement elements of design that is lines and colors. Line element that applied is a curved line that has a flexible meaning and color combinations that symbolizes purity, prosperity and firmness. While the design principles applied are accents, balance and unity. Accents applied to the skirt draper, the balance being applied is asymmetrical balance, unity in this design lies in part a skirt that did not leave the grip. From interviews with the expert, the development of the design when viewed from the ergonomic aspects of the results are more convenient, practical and comfortable for user, because fashion is created is by using zippers, hooks and right across the bottom coupled fashion so it is more practical and efficient. It can be concluded that developing a design Clothing bride Pinjung Iras Putri Bojonegoro helpful for businessmen bridal services. Keyword: Development Design, Wedding Dress, Pinjung Iras Putri Bojonegoro
Pengaruh Jumlah Tawas Terhadap Hasil Pewarnaan Dylon Pada Bulu Entok Sebagai Aksesoris Headpiece DIAN GH, PINK
Jurnal Online Tata Busana Vol. 6 No. 2 (2017): Volume 6, Nomor 2, Edisi Yudisium Mei 2017
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jurnal-online-tata-busana.v6i2.18832

Abstract

Abstrak Tawas adalah garam rangkap aluminium sulfat, yang dipakai untuk menjernihkan air atau campuran bahan celup. Tawas memiliki ciri kristal putih gelap, tembus cahaya, bersifat menguatkan warna. Zat tersebut digunakan sebagai mordan dalam penggunaan zat warna sintetis dylon. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil jadi pewarnaan dylon dan adanya pengaruh jumlah tawas terhadap hasil pewarnaan pada bulu entok sebagai aksesoris headpiece. Jenis penelitian ini adalah eksperimen. Variabel bebas pada penelitian ini adalah jumlah tawas seberat 5 gram/liter, 10 gram/liter dan 15 gram/liter. Variabel terikat pada penelitian ini adalah hasil pewarnaan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, yang diolah dengan metode analisis statistik anava tunggal dengan bantuan SPSS 21 dengan taraf signifikan α ≤ 0,05. Hasil analisis data menyatakan bahwa hasil pewarnaan dylon pada aspek kerataan warna dan ketajaman warna dengan jumlah tawas 5 gram/liter dalam kategori tidak baik, jumlah tawas 10 gram/liter dalam kategori baik dan jumlah tawas 15 gram/liter dalam kategori sangat baik. Ada pengaruh jumlah tawas 5 gram/liter, 10 gram/liter, 15 gram/liter terhadap hasil pewarnaan dylon ditinjau dari aspek kerataan warna dengan signifikan α= 0,00 dan aspek ketajaman warna dengan signifikan α= 0,00. Berdasarkan dari hasil analisis data dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa hasil jadi pewarnaan dylon pada bulu entok sebagai aksesoris headpiece dengan jumlah tawas 15 gram/liter sangat baik dan terdapat pengaruh jumlah tawas terhadap hasil pewarnaan dylon pada bulu entok sebagai aksesoris headpiece ditinjau dari aspek kerataan warna dan ketajaman warna. Kata Kunci : jumlah tawas, pewarnaan, dylon, bulu entok, aksesoris headpiece. Abstract Alum is double sulfate salts of aluminum sulfate used to clarify water or dye mixture. Alums has properties dark white crystal, transparent, strengthen color. These substances used as mordant in using of Dylon. The purpose of this research was to know result of coloration dylon and the influence of alum quantity toward result of coloration on Entok Fur As Accessories Headpiece. Type of this research was experimental research. The independent variables in this research was of mordant, that was alum and quantity that were 5 grams/liter, 10 grams/liter, and 15 grams/liter. It dependents variable was result of coloration. Data collecting technique used was observation, analyzed with one way anava statistic using SPSS 21 program with significance α= 0.05. The result of data analysis that result of coloration dylon on flatness of color and sharpness of color by quantity of alum 5 grams/liter in category is not well, quantity of alum 10 gram/liter in category is good and quantity of alum 15 grams/liter in category is very good. There is influence of the quantity of alum 5 grams/liter, 10 grams/liter, 15 grams/liter that result of coloration dylon terms of aspects flatness with significant α= 0,00 and aspects sharpness with significant α= 0,00. Based on data analysis result and discussion could be concluded that result of coloration dylon on feather Entok as accessories headpiece with quantity of alum 15 grams.liter is very good and there is effect on the quantity alum result of coloration dylon on feather Entok as accessories headpiece in terms from flatness of color and sharpness of color. Keyword : quantity of alum, coloration, dylon, feather entok, accessories headpiece.
Pengaruh Jenis Ketebalan Kain Denim Terhadap Hasil Jadi Manipulating Fabric Stuffing Half-Round Pada Tas Casual Wanita PERMATA WULANDARI, MERYCHO
Jurnal Online Tata Busana Vol. 6 No. 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Edisi Yudisium Agustus 2017
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jurnal-online-tata-busana.v6i3.19442

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil jadi manipulating fabric stuffing half-round pada tas casual wanita dengan ketebalan denim bahan tipis, sedang, dan tebal, untuk mengetahui adanya pengaruh ketebalan denim bahan tipis, sedang, dan tebal terhadap hasil jadi manipulating fabric stuffing half-round pada tas casual wanita, untuk mengetahui hasil jadi yang paling baik manipulating fabric stuffing half-Round dengan ketebalan denim bahan tipis, sedang dan tebal pada tas casual wanita. Jenis penelitian termasuk penelitian eksperimen. Metode pengumpulan data adalah observasi dengan instrumen penelitian daftar cek list. Analisis data menggunakan Anava tunggal dengan taraf signifikan ?<0,05 menggunakan bantuan program SPSS17. Hasil penelitian menunjukkan hasil jadi penerapan manipulating fabric stuffing half-round pada tas casual wanita menggunakan jenis denim yang berbeda, ditinjau dari aspek bentuk half-round yang terbaik pada denim tebal dengan mean 3,5. Aspek kerataan half-round yang terbaik pada denim tebal dengan mean 3,43. Aspek kepadatan stuffing half-round dengan mean 3,46. Terdapat pengaruh ketebalan kain terhadap hasil jadi manipulating fabric stuffing half-round pada tas casual wanita yaitu aspek bentuk half-round, kerataan half-round, dan kepadatan stuffing half-round. Hasil jadi manipulating fabric stuffing half-round yang paling baik yaitu menggunakan denim tebal karena memperoleh mean tertinggi dari ketiga aspek yang diteliti yaitu aspek bentuk half-round, kerataan half-round, dan kepadatan stuffing half-round. Kata kunci: Jenis ketebalan kain denim, hasil jadi, tas casual wanita. Abstract The purpose of this research was to know the result of manipulating fabric stuffing half-round on the women&rsquo;s casual bag based on its stickness such as thin, medium, and thick stuff to know wheither there was effect of light denim fabric thickness and its thickness on the result of the best finished product of manipulating fabric stuffing half-round on women&rsquo;s casual bag, and to find the best finished product of manipulating fabric stuffing half-round with light and thick denim fabric on women&rsquo;s casual bag. The design of research was experimental research. The data were collected using observation with list check instrument. The data were analyzed using single anova with significant level ? < 0,05 using SPSS17. The results showed the results of the manipulating fabric stuffing half-round application on women&rsquo;s casual bag using different denim types, based on the best half-round shape in thick denim with mean 3.5. The aspect of its equality using half-round with mean 3.43. The aspect of density using hald-round stuffing with mean 3.46. There were effects of the fabric thickness on the finished product of manipulating fabric stuffing half-round on women&rsquo;s casual bag, namely the half-round shape aspect, the half-round flatness, and the half-round stuffing density. The finished result of the best manipulating fabric stuffing half-round used thick denim because it obtained the highest mean of the three aspects studied, such as : half-round shape aspect, half-round flatness, and half-round stuffing density. Keywords: Denim fabric thickness, finished product, women&rsquo;s casual bag.
Perbedaan Penerapan Antara Model Pembelajaran Langsung dan Pembelajaran Berdasarkan Masalah Pada Kompetensi Membuat Pola Celana Panjang (Slack) Di SMK Negeri 3 Kediri ROHMATUL LAILI, AUFA
Jurnal Online Tata Busana Vol. 6 No. 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Edisi Yudisium Agustus 2017
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jurnal-online-tata-busana.v6i3.19497

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan hasil belajar pengetahuan, keterampilan dan sikap peserta didik setelah diterapkan model pembelajaran langsung dan model pembelajaran berdasarkan masalah pada kompetensi membuat pola celana panjang (Slack). Penelitian ini adalah penelitian eksperimen sedangkan desain penelitiannya pre-test-post-test control group design. Penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri 3 Kediri dengan menggunakan kelas eksperimen yang berjumlah 30 peserta didik dan kelas kontrol yang berjumlah 30 peserta didik. Variabel bebas pada penelitian ini model pembelajaran langsung dan model pembelajaran berdasarkan masalah, sedangkan variabel terikatnya hasil belajar. Instrumen yang digunakan yaitu lembar validasi perangkat pembelajaran, lembar pengamatan sikap peserta didik. Analisis hasil belajar mengguna-kan uji-t untuk mengungkap pengetahuan dan keterampilan.Hasil penelitian ini menunjukkan hasil belajar pengetahuan signifikansi 0,442, karena signifikansi 0,442>0,05 maka Ho diterima. Sedang-kan hasil belajar keterampilan menunjukkan signifikansi 0,608, karena signifikansi 0,608>0,05 maka Ho diterima. Berdasarkan hasil analisis data perbedaan hasil belajar diketahui signifikansi &alpha; 0,219 karena 0,219 > 0,05 maka Ho diterima dan Ha ditolak. Hasil penelitian membuktikan bah-wa hasil belajar pengetahuan, keterampilan dan sikap tidak ada perbedaan antara hasil belajar mo-del pembelajaran langsung dan model pembelajaran berdasarkan masalah pada kompetensi mem-buat pola celana panjang (Slack) di SMK Negeri 3 Kediri. Kata kunci: Model pembelajaran langsung, model pembelajaran berdasarkan masalah, perbedaan hasil belajar, membuat pola celana panjang (Slack) Abstract The purpose of this study to compare the result of learning knowledge, skill and attitude of using the Learning Model Directly and Learning Problem Based Instruction on competen make a trousers (Slack). The research is experiment research while the design work is pre-tets-post-test control group design. The research was conducted at SMK Negeri 3 Kediri using totaling experiment classes 30 student and totaling control classes is 30 student. The independent variable of this reseacrh is learning direct instruction and learning problem based instruction, and dependent variable is outcomes learning. Instrument used that device validation sheet, observation sheets attitude and skill of learning outcomes and achievement test attitudes, knowledge and skills. Analysis of learning outcomes using t-test to unveil the learning of knowledge and skill. These result indicate the outcomes learning of knowledge 0,442 significance, because 0,442 > 0,05 then Ho accept. For the outcomes learning of skill 0608 significance, because 0,608> 0,05 then Ho accept. Based on this ananlysis different data of outcomes learning &alpha; 0,219, because 0,219 > 0,05 then Ho accept and Ha rejected. Research result obtained of outcomes learning of knowledge, skill and attitude no differnt between learning direct instruction and problem based instruction on competen make a trousers (Slack) at SMK Negeri 3 Kediri. Keyword: Learning direct instruction, learning problem based instruction, diffrence outcome learning, make a trouser pattern (Slack)
Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Kompetensi Dasar Membuat Kaitan Pada Benda Jadi Kelas X Tata Busana SMK Negeri 1 Bojonegoro WARDANI, LILIS
Jurnal Online Tata Busana Vol. 6 No. 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Edisi Yudisium Agustus 2017
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jurnal-online-tata-busana.v6i3.20173

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh diterapkannya model pembelajaran project based learning terhadap aktivitas belajar dan hasil belajar siswa pada kompetensi dasar mebuat kaitan pada benda jadi. Jenis penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas. Metode pengumpulan data dengan observasi. Penelitian dilakukan di SMK Negeri 1 Bojonegoro pada ke-las X Tata Busana dengan jumlah 29 siswa. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kuan-titatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas guru dengan penerapan model pembelajaran project based learning pada siklus I dan II masing memperoleh rata-rata hasil 82,6% dan 90,9%. Aktivitas siswa pada siklus I memperoleh hasil 85,6% dan pada siklus II memperoleh hasil 89,7%. Hasil belajar siswa pada siklus I memperoleh nilai rata-rata 75,5 dan pada siklus II memperoleh nilai tara-rata 85. Ketuntasan hasil belajar siswa pada siklus I mendapatkan hasil 58,6% dan pada siklus II mendapatkan hasil 93%. Temuan penelitian ini adalah meningkatkan kinerja guru, me-ningkatkan hasil dan ketuntasan belajar siswa. Kata kunci: Model pembelajaran project based learning, hasil belajar siswa, kompetensi membuat kaitan pada benda jadi. Abstract The aim of this research was to know effects of the implementation project based learning model toward learning activities and student learning achievement on basic competence of making crochet on finished object. Type of this research was Classroom Action Research. Data collecting method was observation. This research conducted in SMK Negeri 1 Bojonegoro on grade X Fashion Design with 29 students. Data analysis was using descriptive quantitative. The result shows that teacher activities by the implementation of project based learning model at cycle I and II obtained mean respectively 82.6% and 90.9%. Student activity at cycle I obtained result 85.6% and at cycle II obtained result 89.7%. Student learning achievement at cycle I obtained mean score 75.5 and at cycle II obtained mean score 85. The completeness of student learning achievement at cycle I obtained result 58.6% and at cycle II obtained result 93%. The finding of this research are improves teacher performance, improves student learning achievement and completeness. Keywords: project based learning model, student learning achievement, competence of making crochet on finished object
Pengaruh Jumlah Helaian Lungsin, Pakan dan Teknik Polos, Soumak Terhadap Hasil Jadi Tenun Tapestry Benang Nylon Pada Wall Hanging EKA AMALIA, YULITA
Jurnal Online Tata Busana Vol. 6 No. 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Edisi Yudisium Agustus 2017
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jurnal-online-tata-busana.v6i3.20177

Abstract

Abstrak Tapestry merupakan teknik membuat kerajinan tekstil dengan menenun benang, serat dan bahan lain. Di antara teknik tapestry tersebut dapat diterapkan pada pembuatan wall hanging. Tujuan penelitian ini adalah: (a) mengetahui hasil jadi tenun tapestry teknik polos dan soumak benang nylon pada wall hanging menggunakan helaian benang lungsin pakan antara 2:2; 2:4; atau 2:6 (b) mengetahui pengaruh jumlah helaian lungsin, pakan antara 2:2; 2:4; atau 2:6 dan teknik polos, soumak terhadap hasil jadi tenun tapestry benang nylon pada wall hanging (c) mengetahui tenun tapestry teknik polos dan soumak terbaik menggunakan benang nylon pada helaian benang lungsin pakan antara 2:2; 2:4; atau 2:6 pada wall hanging. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen, dengan metode pangumpulan data observasi berupa checklist (&radic;) pada 30 responden yang memiliki pengetahuan di bidang tata busana. Teknik analisis data yang digunakan anava ganda ditinjau dari aspek ketepatan teknik tapestry, kerapian (detail) dan kesesuaian desain. Hasil analisis data diperoleh dari hasil jadi tenun tapestry teknik polos dan soumak benang nylon pada wall hanging ditinjau dari setiap aspek, yaitu ketepatan teknik tapestry helaian lungsin pakan 2:2 teknik polos skor mean 3,33 dan teknik soumak skor mean 3,22 keduanya memiliki kategori sangat baik. Helaian lungsin pakan 2:4 teknik polos skor mean 2,90 dan teknik soumak skor mean 2,84, keduanya memiliki kategori baik. Helaian lungsin pakan 2:6 teknik polos skor mean 2,73 dan teknik soumak skor mean 2,65, keduanya memiliki kategori baik. Aspek kerapian (detail) helaian lungsin pakan 2:2 teknik polos skor mean 3,35 dan teknik soumak skor mean 3,28 keduanya memiliki kategori sangat baik. Helaian lungsin pakan 2:4 teknik polos skor mean 2,95 dan teknik soumak skor mean 2,96, keduanya memiliki kategori baik. Helaian lungsin pakan 2:6 teknik polos skor mean 2,73 dan teknik soumak skor mean 2,71, keduanya memiliki kategori baik. Aspek kesesuaian desain helaian lungsin pakan 2:2 teknik polos skor mean 3,13 dan teknik soumak skor mean 3,18 keduanya memiliki kategori baik. Helaian lungsin pakan 2:4 teknik polos skor mean 2,74 dan teknik soumak skor mean 2,88, keduanya memiliki kategori baik. Helaian lungsin pakan 2:2 teknik polos skor mean 2,61 dan teknik soumak skor mean 2,58, keduanya memiliki kategori baik. Dapat disimpulkan bahwa tidak ada pengaruh teknik polos dan soumak terhadap hasil jadi tenun tapestry benang nylon pada wall hanging dan ada pengaruh jumlah helaian lungsin pakan antara 2:2, 2:4 atau 2:6 tenun tapestry teknik polos dan soumak benang nylon pada wall hanging ditinjau dari aspek ketepatan teknik tapestry, kerapian (detail) dan kesesuaian desain, dan hasil jadi yang paling baik ialah helaian lungsin pakan 2:2. Kata kunci: Tapestry, nylon, teknik polos dan soumak, helaian lungsin dan pakan, wall hanging. Abstract Tapestry is technique for making textile scrafts by weaving yarns, fiber and other materials, one of technique is applied for wall hanging. The purpose of this research such as: (a) finding out the product of tapestry weaving nylon yarn for wall hanging uses the weft warp yarn among 2:2; 2:4; or 2:6 (b) finding out the influence of weft warp strands quantity among 2:2; 2:4; or 2:6 and plain soumak technique are to the product tapestry weaving nylon yarn on wall hanging (c) to find out tapestry weaving plain technique and soumak are the best using nylon yarn to strands weft warp yarn among 2:2; 2:4; or 2:6 on wall hanging. The type of this research is experimental by observation of data collecion method a checklist to the 30 respondents who have knowledge of clothing. Data analysis technique which used doble anava is reviewed from the aspect of tapestry technique agreement, nicety and suitability of design. The result of data analysis is obtained from the product of tapestry weaving plain and soumak technique nylon yarn on wall hanging are reviewed from each aspect. The precision of tapestry technique weft warp strands 2:2 plain technique is scores mean 3,33 and soumak technique is scores 3,22 , both of them have the best categories. The waft warp strands 2:4 plain technique is scores mean 2,90 and soumak technique is scores mean 2,84. Both of them have good categories. The weft warp strands 2:6 plain technique is scores mean 2:73 and soumak technique is scores mean 2,65, both of them have good categories too. Nicety aspect (detail) the weft warp strands 2:2 plain technique is scores mean 3,55 and soumak technique is scores 3,28, both of them have the best categories. Weft warp strands 2:4 plain technique is scores mean 2,95 amd soumak technique is scores mean 2,96 , both of them have good categories. The weft warp strands 2:6 plain technique is scores mean 2,73 . and soumak technique scores mean 2,71, so both of them have good categories. Suitability aspect of the weft warp strands design 2:2 plain technique is scores mean 3,13 and soumak technique is scores mean 3,18, both of them have good categories. The weft wrap strands 2:4 plain technique is scores mean 2,79 and soumak technique is scores mean 2,88, both of them have good categories. The weft warp strands 2:2 plain technique is scores 2,61 and soumak technique is scores mean 2,58, both of them have good categories. It can conclude that there isn&rsquo;t effect plain technique and soumak technique on the product of heaving tapestry nylon yarn on wall hanging, and there is the effect of the weft warp strands quantity among 2:2; 2:4; or 2:6, tapestry weaving plain technique and nylon yarn soumak technique in wall hanging are reviewed from suitability tapestry technique nicety (detail) and suitability design and the best product is weft warp strands 2:2. Keyword: Tapestry, nylon, plain technique and soumak technique, warp strands and weft, wall hanging.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Pada Kompetensi Dasar Membuat Pola Lengan Secara Konstruksi Siswa Kelas X Tata Busana 4 SMK Negeri 6 Surabaya Tahun Pelajaran 2016/2017 HUSNA, ASMAUL
Jurnal Online Tata Busana Vol. 6 No. 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Edisi Yudisium Agustus 2017
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jurnal-online-tata-busana.v6i3.20487

Abstract


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 3 (2025): Jurnal Online Tata Busana November 2025 Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Online Tata Busana Juli 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): Jurnal Online Tata Busana Maret 2025 Vol. 13 No. 3 (2024): Jurnal Online Tata Busana November 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): Jurnal Online Tata Busana Juli 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): Jurnal Online Tata Busana Maret 2024 Vol. 12 No. 3 (2023): Jurnal Online Tata Busana November 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): Jurnal Online Tata Busana Juli 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): Jurnal Online Tata Busana Maret 2023 Vol. 11 No. 3 (2022): Jurnal Online Tata Busana November 2022 Vol. 11 No. 2 (2022): Jurnal Online Tata Busana Juli 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): Jurnal Online Tata Busana Maret 2022 Vol. 10 No. 02 (2021): Jurnal Online Tata Busana Juli 2021 Vol. 10 No. 01 (2021): Jurnal Online Tata Busana Maret 2021 Vol. 10 No. 3 (2021): Jurnal Online Tata Busana November 2021 Vol. 9 No. 03 (2020): Jurnal Online Tata Busana Desember 2020 Vol. 9 No. 2 (2020) Vol. 9 No. 1 (2020) Vol. 8 No. 3 (2019) Vol. 8 No. 2 (2019) Vol. 8 No. 1 (2019) Vol. 7 No. 1 (2018): Volume 7, Nomor 1, Edisi Yudisium Februari 2018 Vol. 7 No. 2 (2018): Jurnal Online Tata Busana Maret 2018 Vol. 7 No. 3 (2018) Vol. 6 No. 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Edisi Yudisium Agustus 2017 Vol. 6 No. 2 (2017): Volume 6, Nomor 2, Edisi Yudisium Mei 2017 Vol. 6 No. 1 (2017): Volume 6, Nomor 1, Edisi Yudisium Pebruari 2017 Vol. 5 No. 3 (2016): Volume 5, Nomor 3, Edisi Yudisium Agustus 2016 Vol. 5 No. 2 (2016): Volume 5, Nomor 2, Edisi Yudisium Mei 2016 Vol. 5 No. 1 (2016): Volume 5, Nomor 1, Edisi Yudisium Pebruari 2016 Vol. 4 No. 3 (2015): Volume 4, Nomor 3, Edisi Yudisium Agustus 2015 Vol. 4 No. 2 (2015): Volume 4, Nomor 2, Edisi Yudisium Mei 2015 Vol. 4 No. 1 (2015): Volume 4, Nomor 1, Edisi Yudisium Pebruari 2015 Vol. 3 No. 3 (2014): Volume 3, Nomor 3, Edisi Yudisium Agustus 2014 Vol. 3 No. 2 (2014): Jurnal Online Tata Busana Mei 2014 Vol. 3 No. 1 (2014): Jurnal Online Tata Busana Pebruari 2014 Vol. 2 No. 3 (2013): Jurnal Online Tata Busana Agustus 2013 Vol. 2 No. 2 (2013): Jurnal Online Tata Busana Mei 2013 Vol. 2 No. 1 (2013): Jurnal Online Tata Busana Pebruari 2013 More Issue